Anda di halaman 1dari 9

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

WORKSHEET PRAKTIKUM KIMIA LOGAM DAN NON LOGAM


EFEK ION BERSAMAAN

Nama : Ady Setiyanto


NIM : 1808076044
Kelas : PK 4B
Dosen pengampu : Anissa Adiwena Putri, M. Sc.,
dan Resi Pratiwi, M. Pd.,

Petunjuk Pengerjaan:
1. Melihat contoh video praktikum efek ion bersamaan dengan membuka link berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=OD7oDhws4H4
2. Menganalisis video praktikum tersebut.

Hasil Analisis Video Praktikum:


 Tujuan dari praktikum efek ion bersamaan:
1. Menentukan harga tetapan hasil kali kelarutan garam kalsium oksalat
2. Mempelajari pengaruh konsentrasi ion oksalat pada kelarutan garam kalsium oksalat

 Alat dan bahan apa saja yang digunakan pada video tersebut?
Alat:
1. Gelas beker
2. Labu ukur 100 mL
3. Pipet volume 10 mL dan 50 mL
4. Pengaduk dan sendok
5. Buret
6. Erlenmeyer
7. Pipet tetes
8. Corong
9. Batang pengaduk

Bahan:
1. Asam oksalat
2. KMnO4 0,02 M
3. H2SO4 2,5 M
4. Na2C2O4
5. CaC2O4

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

 Dalam standarisasi KMnO4, Jelaskan manakah yang bertindak sebagai larutan standar
sekunder dan primer?
1. Larutan standar primer yaitu larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dengan
pasti, larutan yang sekunder berada di buretnya pada suatu titrasi yaitu KMNO4
2. Sedangkan larutan standar primer merupakan suatu larutan yang belum diketahui
konsentrasinya, larutan tersebut yang akan dititrasi yang berada di erlenmeyer
 Apa fungsi penambahan H2SO4 pada standarisasi KMnO4?
Sebagai katalis atau mempercepat terjadinya reaksi

 Kenapa pada uji penentuan hasil kali kelarutan CaC2O4 tidak ditambahkan H2SO4?
Dikarenakan natrium oksalat sudah bersifat asam, sehingga tidak memerlukan katalis lagi.

 Apa fungsi dari penambahan kalium permanganat?


Sebagai auto indikator atau sebagai oksidator dan mengalami reduksi yaitu mendonorkan
elektron

 Jelaskan indikator yang digunakan dalam standarisasi ini!


Indikator yang digunakan yaitu kalium permanganat. Kalium permanganat itu sendiri
memiliki warna ungu kehitaman, hal ini dikarenakan pada kalium permanganat terdapat
unsur mangan yang mana merupakan salah satu unsur transisi, warna yang dihasilkan
mangan dikarenakan terjadinya eksitasi elektron pada padan unsur tersebut.

 Jelaskan kapan terjadi titik akhir titrasi pada standarisasi KMnO4, penentuan konstanta
hasil kali kelarutan, dan pengaruh [C2O42-]2 terhadap Kelarutan CaC2O4 !
1. Titik akhir titrasi ketika larutan tersebut berubah warna merah muda
2. penentuan konstanta hasil kali kelarutan ketika sudah mendapatkan hasil
konsentrasinya.
3. pengaruh [C2O42-]2 terhadap Kelarutan CaC2O4, maka reaksi akan mengarak
kesetimbangan baru dengan ciri endapan CaC2O4 bertambah, konsentrasi ion Ca2+
berkurang, konsentrasi [C2O42-]2 lebih besar dibandingkan dalam kesetimbangan asli

 Kenapa dibutuhkan larutan CaC2O4 yang jenuh?


Karena dalam larutan jenuh dari suatu garam sukar larut terjadi kesetimbangan antara
garam yang tidak larut dengan ion-ionnya

 Tuliskan reaksi yang terjadi selama praktikum!

KMnO4 + H2SO4 MnSO4 + K2SO4 + CO2 + H2O


MnO4- + SO42- + C2O4 Mn2+ + SO42- + CO2 + H2O
Red : MnO4- + 8H+ +5e- Mn2+ +8H2O (×2 ¿
Oks : C2O42- 2CO2 + 2e-

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

   2MnO4 + 8H+ +5e- Mn2+ + 10CO2 + 16H2O


2KMnO4 + 16H+ + 5C2H2O4 2MnSO4 + K2SO4 + 10CO2 + 16H2O
 Lengkapi tabel pengamatan berikut:
No. Perlakuan Pengamatan
1. Asam oksalat + aquades Larut berwarna bening
2. Lar asam oksalat + H2SO4 Larutan bening
3. Lar asam oksalat + H2SO4 + Merah muda
titrasi KMnO4
4. Larutan jenuh CaC2O4 Larutan keruh puti
5. Larutan jenuh CaC2O4 + titrasi Merah muda
Lar Standar KMnO4
6. Larutan jenuh CaC2O4 + Larutan bening aga sedikit keruh
Na2C2O4
7. Supernatant + aquades Larutan bening
8. Supernatant + aquades + titrasi Merah muda
Lar Standar KMnO4

 Dalam pengambilan larutan perlukah terbebas dari padatan? Jelaskan!


Karna apabila terdapat padatan pada saat pengambilan maka titrasi tidak akan terlihat titik
ekivalen nya dengan jelas dan terbentuk garam pada titernya.

 Pada percobaan ke 2, dapatkah kalsium oksalat digantikan dengan natrium oksalat?


Jelaskan!
Dapat digantikan karena keduanya merupakan golongan alkali dan sama-sama berada
pada orbit atau blok s.

 Jenis titrasi apa yang digunakan dalam praktikum ini? Jelaskan!


Titrasi yang digunakan pada percobaan ini adalah titrasi permanganometri, titrasi
permanganometri ini didefinisikan sebagai suatu metode penentuan kadar suatu zat dengan
menggunakan kalium permanganat sebagai larutan standar sekunder sekaligus indikator

 Diketahui data hasil praktikum efek ion bersamaan sebagaimana standarisasi larutan
KMnO4 sebagai berikut:
 W Asam oksalat : 0,65 gr
 V1 KMnO4 : 2 mL
 V2 KMnO4 : 2,25 mL
 V H2SO4 : 3 mL
 V H2C2O4 setelah pengenceran 100 mL = 5 mL
Hitung molaritas rata-rata larutan standar KMnO4!

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

V 1 KMnO 4 +V 2 KMnO 4
V rata−rata=
n
2ml +2,25 ml
¿
2
¿ 2,125 ml=0,002125 L
V H 2 SO 4
W H 2C 2 O 4= ×W H 2C 2O 4
V pengenceran
0,005 L
¿ × 0,65 gram
0,1 L
¿ 0,0325 gram

mol KMnO 4=M KMnO 4 ×V KMnO 4


¿ 0,02 M × 0,002125 L
¿ 0,0000425 mol

W 1000
M asamoksalat = ×
BM V pengenceran
0,65 g 1000
¿ ×
126 g /mol 100 ml
¿ 0,05 M

mol asamoksalat =M asamoksalat × V pengenceranasam oksalat


¿ 0,05 M × 0,1 L
¿ 0,005 mol

W H 2C 2O 4 mol KMnO 4
mol KMnO 4 bereaksi= ×
BM H 2C 2O 4 M H 2 C 2O 4
0,0325 g 0,0000425 mol
¿ ×
g 0,005 mol
126
mol
¿ 0,0000021924 mol

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

mol KMnO 4 bereaksi


M KMnO 4=
V KMnO 4
0,0000021924 mol
¿
0,002125 L
= 0,001 M

Jadi , molaritas rata-rata larutan standar KMnO4 yang didapatkan sebesar 0,001 M

 Diketahui data hasil titrasi 5 mL larutan jenuh CaC2O4 dengan larutan standar KMnO4
sampai titik ekuivalen sebagai berikut.
Titrasi Volume
ke-
1 0,5 ml
2 0,5 ml
Tentukan konstanta hasil kali kelarutan CaC2O4!
Diketahui : molaritas KMnO4 = 0,02 M
N1 = KMnO4
N1 = M . Valensi
= 0,02 . 1
= 0,02
N2 = CaC204

N1 . V1 = N2 . V2
0,02 N.0,5 ml = N2. 5 ml
0,01 N = N2. 5 ml
N2 = 0,002 N

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-


0,001 M 0,001 M 0,001 M

Ksp = [Ca2+] [C2O42-]


Ksp = [0,001 M] [0,001 M]
Ksp = 0,000001

Jadi, konstanta hasil kali kelarutan CaC2O4 yang didapatkan sebesar 0,000001

 Diketahui hasil titrasi 5 buah tabung reaksi masing-masing berisi 5 mL CaC2O4 ditambah
berturut 1, 2, 3, 4, dan 5 mL Na2C2O4. Kemudian diaduk sampai terjadi pengendapan dan
diambil 5 mL supernatant masing-masing larutan dan diencerkan dengan aquades sampai

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

5 mL kemudian dititrasi dengan KMnO4 sampai titik ekuivalen. Hasil titrasi didapatkan
sebagai berikut:

Titrasi Volume
ke-
1 0,5 ml
2 0,5 ml
3 0,5 ml
4 0,5 ml
5 0,5 ml
Hitung kelarutan kalsium oksalat pada masing-masing percobaan dan selanjutnya buat kurva
hubungan antara kelarutan dengan konsentrasi ion oksalat!
Pengaruh ion senama :
Na2C2O4 2Na+ + C2O42-
0,05 M 0,05 M 0,05 M

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-

a. 1 ml Na2C2O4 0,05 M
M1. V1 =M2.V2
0,05 M.1 ml = M2. 5 ml
M2 = 0,01

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-


Ksp = [Ca2+][ C2O42-]
= [0,01][0,05]
= 0,0005
S =√ Ksp
= √ 0,0005
= 0,022 mol/L

b. 1 ml Na2C2O4 0,05 M
M1. V1 =M2.V2
0,05 M.2 ml = M2. 5 ml
M2 = 0,02

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-


Ksp = [Ca2+][ C2O42-]
= [0,02][0,05]
= 0,001
S =√ Ksp

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

= √ 0,001
= 0,1 mol/L

c. 3 ml Na2C2O4 0,05 M
M1. V1 =M2.V2
0,05 M.3 ml = M2. 5 ml
M2 = 0,03

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-


Ksp = [Ca2+][ C2O42-]
= [0,03][0,05]
= 0,0015
S =√ Ksp
= √ 0,0015
= 0,038 mol/L

d. 4 ml Na2C2O4 0,05 M
M1. V1 =M2.V2
0,05 M. 4 ml = M2. 5 ml
M2 = 0,02

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-


Ksp = [Ca2+][ C2O42-]
= [0,02][0,05]
= 0,001
S =√ Ksp
= √ 0,01
= 0,31 mol/L

e. 5 ml Na2C2O4 0,05 M
M1. V1 =M2.V2
0,05 M.5 ml = M2. 5 ml
M2 = 0,05

CaC2O4 Ca2+ + C2O42-


Ksp = [Ca2+][ C2O42-]
= [0,05][0,05]
= 0,0025
S =√ Ksp
= √ 0,0025
= 0,05 mol/L

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

0.35

0.3

0.25

0.2
kelarutan
0.15 konsentrasi

0.1

0.05

0
1 2 3 4 5

 Tulislah kesimpulan dari hasil video praktikum tersebut!


1. Kalium permanganat berfungsi sebagai autoindikator, yang mana selain bertindak
sebagai larutan standar sekunder juga digunakan sebagai indikator
2. Perubahan warna yang didapatkan dari hasil titrasi sampai titik akhirnya yaitu
berwarna merah muda
3. Pada percobaan pertama menggunakan asam sulfat karena digunakan sebagai katalis
tetapi peda percobaan kedua tidak menggunakannya karena natrium oksalat sudah
bersifat asam sehingga tidak memerlukan katalis.

Tugas Diktat Praktikum


1. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya kelarutan suatu garam!
 Tekanan : semakin besar tekanan pada saat melarutkan maka kelarutanmakin
cepat
 Temperatur : makin tinggi temperatur maka kelarutan makin cepat
 Konsentrasi : makin besar konsentrasi suatu larutan maka kelarutan
makincepat
 Jenis Pelarut (ion senama/ion asing) : kelarutan akan semakin cepat jika
dilarutkan dalam pelarut yang mengandung ion asing
 Luas penampang : Kelarutan akan lebih cepat jika dilarut dalam wadah yang
mempunyai luas penampang yang besar
2. Berdasarkan prinsip Le Chatelier, terangkan mengenai pergeseran arah
kesetimbangan sebagai akibat dari penambahan ion senama!

worksheet praktikum kimia logam dan non logam


KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Jalan Prof. Dr. Hamka Kampus II Ngaliyan Telepon (024) 76433366 Semarang 50185

Penambahan ion senama pada pelarut akan memperkecil kelarutan,


penambahan tersebut menggeser kesetimbangan ke kiri, kelarutan suatu elektrolit juga
mempengaruhi oleh pH larutan.

Selamat Mengerjakan! Fighting!

Wonosobo , 16 April 2020

Dosen Pengampu Praktikan

( Anissa Adiwena Putri, M. Sc., ) ( Ady Setiyanto )


Dan
( Resi Pratiwi, M. Pd.,)

worksheet praktikum kimia logam dan non logam