Anda di halaman 1dari 3

NAMA : USWATUN HASANAH

NIM : 024820721
PRODI : ILMU PERPUSTAKAAN S1
MATKUL : OTOMASI DALAM KEARSIPAN TUGAS 2

1. Sebutkan elemen program kontrol risiko yang efektif untuk arsip elektronik terkait
dengan pengamanan?

Jawab :

Ada beberapa elemen dalam program kontrol risiko yang efektif untuk arsip
elektroni :
1. Kesadaran yang tinggi dalam hal risiko yang dituangkan di dalam kebijakan
dan prosedur
2.   pedoman kontrol risiko yang disebarkan secara luas
3.  lingkungan  penyimpanan  yang aman untuk kopi arsip elektronik:
 Menghindari bahaya dari faktor fisik dan iklim
  mencegah dari entri yang tidak sah
  mengunci area penyimpanan ketika tidak digunakan
  melindungi dari kerusakan elektronik
  pengawasan kopi arsip elektronik
  perlindungan dari gangguan elektronik:
  membatasi akses ke peralatan komputer
  mematikan dan mengunci peralatan apabila tidak digunakan
  mengontrol akses dengan password dan identitas personal
   implement implementasi implementasi implementasi-
implementasi implementasi implementasi perlindungan dari
virus.

2. Sebutkan dan jelaskan empat infrastruktur dalam mengembangkan otomasi kearsipan?

Jawab :

Pengembangan kearsipan di suatu lembaga dilandasi oleh 4 infrastruktur utama


meliputi :
a. Suprastruktur kearsipan yang memuat antara lain kepemimpinan manajemen
lembaga (e- leadership),  sumber  daya manusia (human resources),  dan yang
terkait dengan pengembangan kearsipan.
b. Infrastruktur jaringan yang memuat antara lain protokol komunikasi, topologi,
teknologi dan keamanan.
c. Infrastruktur informasi kearsipan yang memuat antara lain elemen data arsip
dinamis dan statis.
d. Infrastruktur aplikasi yang memuat antara lain aplikasi pengelolaan arsip dinamis
dan statis.

3. Jelaskan upaya mengembangkan sdm dalam mendukung e-govermnent?

Jawab :

upaya pengembangan sdm, yang perlu dilakukan untuk mendukung e-government, yaitu
sebagai berikut :

a. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi serta


pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (e-literacy), baik dikalangan
pemerintah dan pemerintah daerah otonom maupun di kalangan masyarakat
dalam rangka mengembangkan budaya informasi kea rah terwujudnya masyarakat
informasi (information society).
b. Pemanfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan termasuk perangkat teknologi
informasi dan komunikasi secara sinergis, baik yang dimiliki oleh lembaga
pemerintah maupun non-pemerintah/masyarakat.
c. Penyelenggaran pendidikan dan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi
bagi aparat pelaksana yang menangani kegiatan bidang informasi dan komunikasi
dan aparat yang bertugas dalam memberikan pelayanan public, maupun pimpinan
unit/lembaga, yang diharapkan dapat mentransfer pengetahuan /keterampilan
yang dimiliki kepada masyarakat di lingkungannya.
d. peningkatan kapasitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jarak jauh
(distance learning) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
secara optimal untuk pemerataan atau mengurangi kesenjangan sdm di bidang
teknologi informasi dan komunikasi antar daerah.
e. Perubahan pola pikir, sikap dan budaya kerja aparat pemerintah yang
mendukung pelaksanaan e-government melalui sosialisasi/penjelasan
mengenai konsep dan program e-goverment, serta contoh keberhasilan (best
practice) pelaksanaan e-government.
f. Peningkatan melalui pemberian penghargaan atau apresiasi kepada seluruh
sdm bidang informasi dan komunikasi di pemerintah pusat dan daerah serta
masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang
bermanfaat bagi pengembangan dan pelaksanaan e-government. 
Sumber : BMP ASIP4432 modul 3, 4 dan 5

Anda mungkin juga menyukai