Anda di halaman 1dari 1

Kesalahan dalam penanganan luka bakar

Menurut dr Vera, pasta gigi tak bisa meringankan luka bakar. Berbagai kandungan zat di dalamnya,
seperti pemutih dan pewarna, justru malah bisa memperparah luka dan memicu timbulkan
infeksi.Mengolesi pasta gigi atau mentega pada luka bakar juga bisa menutupi kulit dan menghambat
cairan yang akan keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan.

1. Mengaplikasikan es
Saat kulit terasa seperti terbakar, seseorang cenderung mencari sesuatu yang instan untuk
mendinginkan luka. Salah satu cara instan yang diterapkan adalah dengan menggunakan es batu.
Luka memang cepat terasa dingin. Namun, kebiasaan ini akan memperlambat aliran darah ke area
luka. Selain itu, es juga dipercaya bisa merusak jaringan kulit.Cukup gunakan air untuk
mendinginkan luka selama 15-20 menit. Mengutip Washington Post, Melissa Piliang, ahli
dermatologi di Cleveland Clinic mengatakan, penggunaan air mengalir bisa menurunkan rasa
panas, mengurangi rasa sakit, dan meminimalisir pembengkakan sekitar bekas luka bakar.
2. Mengoleskan pasta gigi
Ide untuk mengoleskan pasta gigi muncul karena pasta gigi dengan aroma mentol akan
memberikan efek dingin lebih lama. Namun, ide ini tak layak untuk diaplikasikan. Efek dingin
hanya bersifat sementara dan sama sekali tidak membantu kesembuhan luka.Ini pun sama ketika
seseorang mencoba menggunakan butter atau krim lain. Kandungan minyak dari produk ini malah
menahan panas, berlawanan dengan apa yang diupayakan. Penggunaan bahan-bahan dengan niat
untuk menyembuhkan malah bisa menimbulkan masalah baru. Lebih parah, Anda malah pergi ke
rumah sakit karenanya.
3. Air susu untuk luka bakar
Sebagian orang berpikir bahwa kandungan lemak dalam susu bisa membantu mempercepat
penyembuhan luka bakar. Namun, ini tidak benar.
Gary Golderberg, asisten profesor dermatologi klinis di Icahn School of Medicine, Mount Sinai,
New York menjelaskan, susu tidak bisa menyerap ke dalam kulit. Malah, bakteri pada susu bisa
berkembang biak dan memicu infeksi.
4. Menutup bekas luka dengan perban
Memang benar jika luka perlu ditutup agar terhindar dari paparan bakteri dan mempercepat proses
penyembuhan. Namun, hal yang berbeda berlaku pada kasus luka bakar.Pada bekas luka bakar,
kebiasaan menutup dengan perban berisiko membuat kulit yang terbakar menempel pada perban
saat harus dilepas.Dikutip dari laman resmi Palang Merah Inggris, luka bakar sebaiknya ditutup
dengan lembar bening atau plastik untuk mencegah infeksi.