Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM TELUR PITAN

Kelompok 4

Ima Naila Mafazah 5404416049

Oka Rian H 5404416050

Isna Kafa Zahria 5404416051

Fatimah Azzahra S 5404416052

Muhammad Rizqon 5404416053

Syarah Nur Aziziyah 5404416054

Dosen Pengampu,

Dr. Sus Widayani, M.si

JURUSAN PKK

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
sehingga kami berhasil laporan praktikum “Pembuatan Telur Pitan“.
Laporan percobaan ini berisikan tentang bagaimana cara memahami prinsip fermentasi
yang terjadi pada telur pitan.
Diharapkan laporan percobaan ini dapat memberikan informasi kepada kita semua
tentang bagaimana menganalisis prinsip fermentasi telur. Kami menyadari bahwa laporan
percobaan ini masih jauh dari sempurna, oleh karna itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu di harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan laporan percobaan dari awal hingga akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhoi segala usaha kita. Amin.

Semarang, 5 Desember 2018

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Telur pitan adalah telur fermentasi yang terbuat edari telur bebek atau telur ayam. Teur
difermentasikan bersama campuran tanah liat, abu, garam, calcium oxide dan juga sekam.
Telur didiamkan dalam campuran tersebut selama berbulan-bulan.

Dalam hal ini, kuning telur akan berubah menjadi abu-abu kehijauan gelap dengan tekstur
yang lebih lembut. Sementara untuk putih telur, akan berubah menjadi cokelat gelap
transparan dengan rasa yang sedikit asin. Ini karena adanya proses fermentasi pada telur.

Telur pitan sudah dibuat lebih dari 500 tahun lalu di tanah Tiongkok. Konon telur ini mulai
dibuat pada zaman dinasti Ming di Hunan secara tidak sengaja oleh seorang pemilik rumah
yang menemukan telur bebek di kolam calcium oxide yang dijadikan utnuk adonan semen.
Dan ia menyadari pada saat it, telur tersebut memiliki rasa yang enak, ia pun mulai
membuat nya dan menyebarkannya. 
B. Tujuan Praktikum

Mengetahui fermentasi telur menjadi telur pitan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Telur Pitan

Telur pitan (Hanzi sederhana: 皮蛋 ; pinyin: pídàn; pelafalan: /bitan/), telur hitam, atau telur


seribu tahun adalah makanan khas Tionghoa yang dibuat dari telur ayam atau itik yang
diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama
beberapa minggu atau sampai beberapa bulan, tergantung metode proses. Selama
diawetkan, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan
bau belerang dan amonia, sementara putih telur berubah menjadi kecokelatan dan sedikit
transparan.

Telur seribu tahun (Century Egg) merupakan produk fermentasi anorganik atau tidak
menggunakan bantuan organisme (Anonim 2009). Fermentasi menggunakan bahan-bahan basa
yang mengubah pH telur menjadi 12 dan menyatukan ovalbumin menjadi jaringan ovabumin
yang saling terkait (Eiser et al. 2009). Bahan-bahan basa yang digunakan adalah campuran tanah
liat, abu kayu, kapur, dan jerami padi. Ferementasi dilakukan dalam waktu beberapa minggu atau
beberapa bulan. Setelah proses berakhir, kuning telur berubah warna menjadi hijau gelap
berbentuk seperti krim serta berbau belerang dan amoniak. Sementara itu, putih telur berubah
menjadi berwarna coklat gelap, transparan, dan memiliki rasa yang lembut (Eiser et al. 2009).

Telur berubah dikarenakan adanya material alkalin yang menaikkan pH dari telur menjadi


9 atau lebih. Proses kimiawi ini menghancurkan beberapa kandungan protein dan lemak yang
kompleks di dalam telur yang awalnya tidak berasa menjadi berasa dan berbau kuat. Kadang
telur memiliki corak-corak seperti cabang pinus di bagian putihnya.

B. Sejarah Telur Pitan

C. Kandungan Gizi Telur Pitan


BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari/tanggal : Senin, 20 Agustus 2018
Waktu : 15.00 WIB
Tempat : Cempakasari timur no. 3, Wisma Asri, Gunung Pati, Semarang
B. Alat dan Bahan
1. Alat
● Panci
● Baskom
● Saringan
● Toples
● Sendok
● Amplas
2. Bahan
● Tanah liat
● Telur bebek
● Batu bata
● Garam
● Sekam
C. Prosedur Kerja
1. Cek kualitas telur dengan merendam telur, jika mengambang maka kualitas telur tidak bagus
sedangkan telur yang tenggelam kualitas telur bagus.
2. Cuci bersih telur dan keringkan.
3. Amplas cangkang telur untuk membuka pori-pori.
4. Adonan : campurkan garam, tanah liat dan batu bata menjadi satu lalu tambahkan air sedikit
demi sedikit sampai membentuk adonan.
5. Baluti telur bebek yang sudah di amplas dengan adonan yang sudah dibuat. Lumuri telur bebek
yang sudah diselimuti adonan tanah iat dengan sekam agar teur lainnya tidak menempel.
6. Rebus telur setelah 3bulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan Syarah Nur Aziziyah (5404416055)

● Bulan ke- Hasil pengamatan


Bulan ke-1 (Senin, 20 Agustus 2018) Telur pitan masih dalm proses

Bulan ke-2 (Senin, 3 Oktober 2018) Tidak terjadi perubahan masih


seperti telur biasa. Rasa pada telur
sudah asin namun tidak ada
perubahan seperti telur pitan.

Bulan ke 3 (Senin, 3 Desember Telur masih sama, tidak mengalami


2018) perubahan hanya perubahan rasa
yang asin.

PEMBAHASAN

Telur seribu tahun (Century Egg) merupakan produk fermentasi anorganik atau tidak
menggunakan bantuan organisme (Anonim 2009). Fermentasi menggunakan bahan-bahan basa
yang mengubah pH telur menjadi 12 dan menyatukan ovalbumin menjadi jaringan ovabumin
yang saling terkait (Eiser et al. 2009). Bahan-bahan basa yang digunakan adalah campuran tanah
liat, abu kayu, kapur, dan jerami padi. Ferementasi dilakukan dalam waktu beberapa minggu atau
beberapa bulan. Setelah proses berakhir, kuning telur berubah warna menjadi hijau gelap
berbentuk seperti krim serta berbau belerang dan amoniak. Sementara itu, putih telur berubah
menjadi berwarna coklat gelap, transparan, dan memiliki rasa yang lembut (Eiser et al. 2009).

Pada eksperimen telur pitan ini dinyatakan gagal, dikarenakan telur pitan tidak berubah
maupun warna ataupun tekstur hanya perubahan rasa yang asin. Ada beberapa factor yang
menyebabkan gagalnya eksperimen ini, yaitu :

1. Bahan dan cara pembuatannya yang salah sehingga tidak merubah apapun pada telur
2. dalam pembuatan telur pitan tidak menggunakan abu kayu.
3. Kurangnya pengetahuan persoalan telur pitan.
4. Tidak adanya kandungan alkalin yang mengakibatkan telur menjadi hitam

Waktu percobaan telur pitan ini sudah sesuai dengan lama waktu yang ditentukan yaitu
100hari, maka factor lain yang mengakibatkan kegagalan percobaan ini adalah seperti yang
disebutkan diatas. Sedangkan telur berubah dikarenakan adanya kandungan alkalin yang
menaikkan pH dari telur menjadi 9 atau lebih. Proses kimiawi ini menghancurkan beberapa
kandungan protein dan lemak yang kompleks di dalam telur yang awalnya tidak berasa
menjadi berasa dan berbau kuat.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.tionghoa.info/4-hal-seputar-telur-pitan-kandungan-gizi-manfaat-legenda-dan-
resep-telur-pitan/ diakses pada Senin, 3 Desember 2018 pukul 22.00 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Telur_bitan diakses pada Senin, 3 Desember 2018 pukul 22.00


WIB

http://mafrikhul.bio.staff.ipb.ac.id/2011/03/17/fermentasi-telur/ diakses pada Senin, 3


Desember 2018 pukul 22.00 WIB
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai