Anda di halaman 1dari 2

Materi Kuliah : Auditing – 2

Dosen : Imsan Muhaimin, SE Ak, MAk, CA, CPA

KONFIRMASI PIUTANG USAHA


Tujuan konfirmasi piutang usaha adalah untuk memenuhi tujuan audit yg terkait
dengan: eksistensi, keakuratan, serta pisah batas.
Standar auditing mengharuskan konfirmasi piutang usaha dalam situasi yang
normal.
Tiga pengecualian terhadap keharusan menggunakan konfirmasi, yaitu :
1. Piutang usaha tidak material.
2. Auditor mempertimbangkan konfirmasi bukti yang tidak efektif karena
tingkat responnya kemungkinan tidak akan memadai atau tidak dapat
diandalkan.
3. Gabungan tingkat risiko inheren dan risiko pengendalian rendah dan bukti
substansif lainnya dapat diakumulasi untuk menyediakan bukti yang
mencukupi. Jika auditor memutuskan tidak akan mengkonfirmasi utang
justifikasi untuk melakukan haltersebut harus didokumentasikan dalam file
audit.

Dalam melakukan konfirmasi auditor terlebih dulu harus menentukan jenis


konfirmasi apa yang TEPAT akan digunakan, jenis-jenis konfirmasi yang dapat
digunakan antara lain adalah :

   1.    Konfirmasi positif 
Komunikasi dengan debitur untuk mengkonfirmasi apakah saldo yang
diminta pihak penerima sudah benar.

2.    Formulir konfirmasi yang kosong


Jenis konfirmasi positif yang tidak menyatakan jumlah pada konfirmasi
tetapi meminta penerimanya mengisi saldo atau melengkapi informasi
lain.

3.    Konfirmasi faktur 
Jenis konfirmasi positif lainnya dimana setiap faktur akan dikonfirmasi,
dan bukan saldo piutang usaha pelanggan secara keseluruhan.

4.    Konfirmasi negatif 
Jenis konfirmasi yang ditujukan juga kepada debitur tetapi hanya
meminta respon jika debitur tidak setuju dengan jumlah yang
dinyatakan.

5.    Penetapan waktu
Bukti yang paling dapat diandalkan dari konfirmasi adalah bukti yang
baru diperoleh jika konfirmasi itu dikirim sedekat mungkin dengan
tanggal neraca.

6.    Keputusan sampling
Materi Kuliah : Auditing – 2
Dosen : Imsan Muhaimin, SE Ak, MAk, CA, CPA

Faktor utama yang mempengaruhi ukuran sample untuk mengkonfirmasi


piutang usaha adalah :
a. Salah saji yang dapat ditoleransi
b. Risiko inheren
c. Risiko pengendalian
d. Risiko yang dicapai dari pengujian substansif lainnya
e. Jenis konfirmasi

Ketika memilih sample piutang usaha untuk konfirmasi, auditor harus


berhati-hati agar tidak terpengaruh oleh klien.

  7.   Menyelenggarakan pengendalian
Setelah item yang akan dikonfirmasi dipilih, auditor harus
menyelenggarakan pengendalian atas konfirmasi itu hingga
dikembalikan dari pelanggan.

8.   Menindaklanjuti non-respon
Konfirmasi yang dikirim tetapi tidak dikembalikan oleh pelanggan tidak
boleh dianggap sebagai bukti audit yang signifikan. Untuk setiap
konfirmasi positif yang tidak dikembalikan, auditor dapat memeriksa
dokumentasi berikut untuk memverifikasi eksistensi dan keakuratan
setiap transaksi penjualan yang membentuk saldo akhir piutang usaha:
a. Penerimaan kas selanjutnya
b. Salinan faktur penjualan
c. Dokumen pengiriman
d. korespondensi dengan klien

9.    Analisis perbedaan.
Jika permintaan konfirmasi dikembalikan oleh pelanggan, auditor harus
menentukan penyebab setiap perbedaan yang dilaporkan. Jenis
perbedaan dalam konfirmasi yang sering dilaporkan adalah :
a. Pembayaran telah dilakukan
b. Barang belum diterima
c. Barang telah dikembalikan
d. Kesalahan klerikal dan jumlah yang diperdebatkan
e. Menarik kesimpulan

Jika semua perbedaan telah diselesaikan, termasuk yang ditemukan dalam


melakukan prosedur alternative, auditor harus mengevaluasi ulang
pengendalian internal.

Keputusan akhir mengenai piutang usaha dan penjualan adalah apakah


bukti yang mencukupi telah diproses melalui pengujian pengendalian dan
pengujian substansif atas transaksi, prosedur analitis, prosedur pisah
batas, konfirmasi, dan pengujian substansif lainnya untuk menjustifikasi
penarikan kesimpulan mengenai kebenaran saldo yang dinyatakan.