Anda di halaman 1dari 11

Universitas Pamulang Akuntansi S-1

PERTEMUAN 8
UKURAN TENDENSIAL SENTRAL
(MEDIAN DAN MODUS)

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mahasiswa menyelesaikan materi pertemuan 8 ini, diharapkan
mahasiswa mampu untuk menghitung ukuran tendensial sentral dalam median dan
modus, baik dalam data tunggal maupun dalam data kelompok.

B. URAIAN MATERI
1. Median
a. Median Data Tunggal

Median berbeda dengan mean atau rata-rata. Median adalah suatu


nilai tengah dari banyak kumpulan data. Artinya median sendiri bisa diartikan
sebagai nilai yang membagi porsinya sedemikian rupa menjadi dua bagian,
sehingga rangkaian tersebut, nilainya bisa yang lebih kecil, bisa juga sama
dengan nilai median, kemudian setengahnya tersebut pasti mempunyai nilai
yang sama dengan, bisa juga nilainya lebih besar dibanding nilai median
tersebut.

Bisa disimpulkan bahwa nilai dari median adalah skor nilai yang
membagi suatu distribusi frekuensi menjadi dua sama besar nilainya,
sehingga 50 % obyek yang diteliti pasti berada pada bawah nilai median,
kemudian sisanya adalah terletak di atas nilai median. Dalam hal ini median
bisa juga dinamakan dengan rata-rata karena ternyata yang menjadi dasar
yaitu letak variabel bukan nilai. Nilai dari median untuk data tunggal itu tidak
tersusun. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menentukan median
dari data tunggal adalah sebagai berikut:

a. Susunlah data mentah dalam sebuah array (berurutan dari terkecil sampai
terbesar).

b. Kemudian menentukkan letak median dengan menggunakan rumusnya


yaitu :

Letak Me = (N+1)

Statistik Deskriptif Page |1


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

c. Selanjutnya yaitu menentukan nilai median berdasarkan data yang sudah


diurutkan.

Contoh Soal 1 :
Jika diketahui nilai dari variabel datanya adalah 1, 10, 8, 4, dan 10 dimana
menggambarkan mengenai jumlah makanan kesukaan yang ditunjukkan oleh
5 mahasiswa, tentukan median (nilai tengah) dari data tersebut!

Penyelesaian:
 Data diurutkan terlebih dahulu, sehingga menjadi : 1, 4, 8, 10, 10 dan
Jumlah data seluruhnya yaitu N = 5.
Letak Median (Me) = (N+1) = 3

 Sehingga, nilai dari median yaitu terletak pada data ke-3, dengan nilainya
adalah 8.

Contoh Soal 2 :
Hitunglah median dari nilai data-data ini (dalam rupiah) 9, 2, 6, 5, 12 dan 18.

Penyelesaian:

 Data sesudah diurutkan : 2, 5, 6, 9, 12, 18 dan Jumlah data N = 6.


Letak Median (Me) = (N+1) = (6+1) = 3,5

 Median terletak pada data ke-3 dan data ke-4 yaitu :

Nilai Median = Data ke-3 + 0,5 (data ke- 4 – data ke-3).


= 6 + 0,5 ( 12 – 9)
= 6 +1,5
= 7,5

Statistik Deskriptif Page |2


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

b. Median Data Kelompok


Nilai Median untuk data Kelompok, yaitu dengan langkah yang
dilakukan untuk mencari median data yang dikelompokkan, adalah dengan
cara :
a. Tentukan letak median, letak median ditentukan dengan rumus :
b. Median =

c. Tentukan letak kelompok kelas tempat median berada.


d. Hitung median dengan rumus sebagai berikut :

Dimana :
Me = nilai tengah atau median
N = jumlah dari frekuensi
Fk = frekuensi komulatif sebelum kelas median
Fm = frekuensi kelas median
Ci = interval

Contoh Soal 3 :
Hitunglah nilai median dari data berikut ini:

Jumlah Karyawan
Gaji karyawan
30 – 39 4
40 – 49 6
50 – 59 8
60 – 69 12
70 – 79 9
80 – 89 7
90 – 99 4
Jumlah 50

Statistik Deskriptif Page |3


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Penyelesaian:
Tabel pembantu dalam memudahkan perhitungan di atas :

Frekuensi
Gaji Jumlah Tepi Kelas
Kumulatif
karyawan Karyawan Bawah
‘Kurang Dari’
30 – 39 4 29,5 4
40 – 49 6 39,5 10
50 – 59 8 49,5 18
60 – 69 12 59,5 30
70 – 79 9 69,5 39
80 – 89 7 79,5 46
90 – 99 4 89,5 50
Jumlah 50

a. Letak median (Me) = ½ (50) = 25


b. Kemudian data ke-25 berada pada kelompok kelas, ke-4 yaitu (60-69).
Dengan Nilai:
TBK = 59,5
fm = 12
fk =4+6+8
= 18
Ci = 10

c. Maka Median (Me) =

Statistik Deskriptif Page |4


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

2. Modus
a. Modus Data Tunggal

Modus berasal dari kata mode, yang artinya merupakan nilai variabel
(atribut), yang mana mempunyai suatu frekuensi tertinggi dari sekumpulan
distribusi frekuensi. Modus juga bisa digunakan tidak hanya pada data
kuantitatif, tetapi juga data kualitatif. Modus berarti dianggap sebagai nilai,
yang mana menunjukkan nilai terkonsentrasi dari sekumpulan data.

Nilai Modus data Tunggal.


Untuk data yang tunggal (tidak dikelompokkan), bisa diselesaikan dengan
cara :
a. Mencari nilai yang paling banyak muncul dari beberapa kumpulan data.
b. Kemudian nilai yang paling banyak muncul tersebut dinamakan dengan
modus.

Contoh Soal 4:
Tentukan Modus dari data berikut ini:
1) 60, 90, 85, 90,95 60
2) 65, 75, 65, 85, 95, 85, 100
3) 50, 70, 65, 80, 95, 90
Penyelesaian:
1) Modenya adalah 90 karena 90 yang paling banyak muncul.
2) Modenya adalah 65 dan 85 karena 65 dan 85 sama-sama dua kali
muncul.
3) Modenya tidak ada, karena semua data hanya muncul sekali saja atau
semua datan frekuensinya sama.

b. Modus Data Kelompok


Sama halnya dengan mean dan median, modus juga bisa di cari
apabila data tersebut adalah data kelompok. Adapun cara atau langkah-
langkah dalam menyelesaikan permasalahan modus pada data kelompok,
silahkan perhatikan beberapa langkah berikut :

1. Pertama, harus mencari kelompok data yang mana mempunyai frekuensi


tertinggi atau frekuensi yang paling banyak.

Statistik Deskriptif Page |5


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

2. Kemudian, menetukan nilai tepi kelas bawahnya (TBK), frekuensi modus,


kelas interval dan nilai selisih dari frekuensi modus terhadap frekuensi
kelas sebelum dan sesudah, dalam hal ini adalah (d1 dan d2).

3. Terakhir adalah menggunakan rumus modus data kelompok adalah :

Dimana :

TBKmo = tepi bawah kelas dari modus


d1 = selisih frekuensi modus terhadap frekuensi sebelum

d2 = selisih frekuensi modus terhadap frekuensi sesudah

Ci = panjang interval.

Contoh Soal 5 :
Tentukan modus berdasarkan data berikut ini:
Jumlah
Gaji karyawan
Karyawan
30 – 39 4
40 – 49 6
50 – 59 8
60 – 69 12
70 – 79 9
80 – 89 7
90 – 99 4
Jumlah 50

Statistik Deskriptif Page |6


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Penyelesaian :
Tabel pembantu adalah :
Jumlah Tepi Kelas
Gaji karyawan
Karyawan Bawah
30 – 39 4 29,5
40 – 49 6 39,5
50 – 59 8 49,5
60 – 69 12 59,5
70 – 79 9 69,5
80 – 89 7 79,5
90 – 99 4 89,5
Jumlah 50
1) Frekuensi terbesar adalah 12, berarti Mode terletak pada kelas ke-4 yaitu
(60-69)
2) TKBmo = 59,5
fmo = 12
d1 = 12 – 8
=4
d2 = 12 – 9
=3
Ci = 10

3) Sehingga modusnya adalah :

3. Hubungan antara Mean, Median dan Modus

Jika distribusi pada sekelompok data merupakan simetris, sudah jelas


bahwa mean, median, serta modusnya pasti akan berada pada satu titik di

Statistik Deskriptif Page |7


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

bawah titik puncak kurva tersebut. Apabila distribusi tersebut menceng (skewed),
bisa menceng negatif maupun menceng positif, maka ketiga kurvanya menjadi
terpencar.

Lain halnya dengan modus, yang tetap berada di bawah titik puncak,
mean akan ditarik ke arah nilai ekstrim, kemudianmedian terletak diantara
keduanya. Dalam penafsirannya bisa memperhatikan gambar berikut dalam
mendeskripsikan perbedaan antara ketiganya hubungan di atas :

Modus sendiri memang tidak sering diterapkan dalam dunia bisnis,


karena pada sekolompok data memungkinkan tidak ada modus, atau bisa jadi
ada bi modus, atau bahkan multi modus. Dalam distribusi frekuensi, memang
modus seringkali digunakan. Kebutuhan yang sering digunakan adalah mean
atau rata-rata karena, banyak data yang hanya menginginkan berapa nilai dari
rata-rata data tersbeut, dan kebanyakan dari mean tersebut mempunyai
beberapa persyaratan.

Dalam distribusi yang menceng (skewed), nilai dari median merupakan


ukuran pemusatan data, yang lebih baik dari mean, karena mean di desak dari
wilayah tengah ke arah kemencengan. Kemudian, median mempunyai
persyaratan 50-50, yang mana tidak ada pada mean.

Statistik Deskriptif Page |8


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

C. LATIHAN SOAL
Kerjakanlah soal- di bawah ini dengan teliti dan benar!

1. Jika di ketahui data sebagai berikut :

Berat Badan Jumlah


(mahasiswa) Mahasiswa
(frekuensi)
20 – 34 7
35 – 49 8
50 – 74 10
75 – 89 15
90 – 104 7
105 – 119 7
120 – 135 6
Jumlah N = 60

Analisislah data di atas, dalam menghitung median dan modusnya!

2. Diketahui data di bawah ini :


Berat Badan Jumlah
(mahasiswa) Mahasiswa
(frekuensi)
30 – 39 9
40 – 49 11
50 – 59 13
60 – 69 15
70 – 79 9
80 – 89 7
90 – 99 6
Jumlah N = 70

Dari data di atas, tentukan median dan modus dari berat badan mahasiswa!

Statistik Deskriptif Page |9


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

3. Diketahui data nilai mahasiswa sebagai berikut :


Nilai Jumlah
(mahasiswa) Mahasiswa
(frekuensi)
30 – 39 5
40 – 49 7
50 – 59 13
60 – 69 15
70 – 79 7
80 – 89 8
90 – 99 5
Jumlah N = 60

Bagaimana nilai dari median dan modus di atas, hitunglah!

4. Hasil ujian Statistik dari mahasiswa FE UNPAM adalah sebagai berikut:

Kelas Nilai f

20 – 29 3
30 – 39 7
40 – 49 10
50 – 59 15
60 – 69 12
70 – 79 13
80 – 89 5
Jumlah 55

a. Lengkapilah tabel di atas dengan nilai tengah data (Xi), batas kelas bawah,
dan f.Xi !
b. Tentukan nilai mean, median dan modusnya!

Statistik Deskriptif P a g e | 10
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

D. DAFTAR PUSTAKA

Mangkuatmodjo. (2015). Statistik Deskriptif. Jakarta: Rineka Cipta.

Nasution Masnidar. (2017). Statistik Deskriptif. Jurnal Vol.12 No.1 ISSN :1829-8419.

Walpole. (1992). Pengantar Statistika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wirawan Nata. (2012). Cara Mudah Memahami Statistika ekonomi dan Bisnis. Bali:
Keraras Emas.

Statistik Deskriptif P a g e | 11