Anda di halaman 1dari 4

1.

    Regurgitasi Aorta

DEFINISI

Insufisiensi katup aorta (regurgitasi) adalah kembalinya darah ke ventrikel kiri dari aorta selama
diastol. Insufisiensi aorta adalah suatu keadaan dimana terjadi refluk (aliran balik) darah dari aorta
ke dalam ventrikel kiri sewaktu relaksasi.

Ansietas (cemas) adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan
yang sering disertai dengan gejala fisiologis.

EPIDEMIOLOGI

Karl et al melakukan penelitian terhadap 246 pasien yang menderita regurgitasi aorta yang berat,di
dapatkan angka kematian lebih tinggi dari yang di harapkan 910 tahun,34 ± 5%,p <0,001) dan angka
kesakitan meningkat tinggi pada pasien yang di terapi secara konservatif. Prediksi angka harapan
hidup pasien tergantung pada umur,kelas fungsional,diameter sistolik akhir ventrikel kiri.

Dari penelitian prospektif di Eropa terhadap pasien dengan kelainan katup ini masih perlu tindakan
intervensi yang segera. Jenis kelainan katup yang sering di dapatkan adalah stenosis aorta 43,1% dari
1197 pasien,regurgitasi mitral 31,5% dari 877 pasien, regurgitasi aorta 13,3% dari 369
pasien,stenosis mitral 12,1% dari 336 pasien. Kelainan degeneretif masih merupakan penyebab
tersering regurgitasi aorta. Dari studi Framingham di dapatkan 4,9% angka kejadian regurgitasi aorta
dan 10% dari strong heart study terhadap 250 pasien.

ETIOLOGI

Insufisiensi darah dari aorta ke ventrikel kiri dapat terjadi dalam 2 macam kelainan artifisial yaitu :

1. Dilatasi pangkal aorta seperti yang ditemukan pada :

a. Penyakit kolagen

b. Aortitis sifilitika

c. Diseksi aorta

2. Penyakit katup artifisial

a. Penyakit jantung reumatik

b. Endokarditis bakterialis

c. Aorta artificial congenital

d. Ventricular septal defect (VSD)


e. Ruptur traumatik

f. Aortic left ventricular tunnel

3. Genetik

a. Sindrom marfan

b. Mukopolisakaridosis .

PATOFISIOLOGI

Insufisiensi aorta disebabkan oleh lesi peradangan yang merusak bentuk bilah katup aorta, sehingga
masing-masing bilah tidak bisa menutup lumen aorta dengan rapat selama diastole dan akibatnya
menyebabkan aliran balik darah dari aorta ke ventrikel kiri.

Defek katup ini bisa disebabkan oleh endokarditis,kelainan bawaanatau penyakit seperti sifilis dan
pecahnya aneurisma yang menyebabkan dilatasi atau sobekan aorta asenden.

Karena kebocoran katup aorta saat diastole,maka sebagian darah dalam aorta yang biasanya
bertekanan tinggi,akan mengalir ventrikel kiri, sehingga ventrikel kiri harus mengatasi
keduanya,yaitu mengirim darah yang secara normal di terima dari atrium kiri maupun darah kembali
dari aorta.

Ventrikel kiri kemudian melebar dan hipertrofi untuk mengakomodasi peningkatan volume ini,
demikian juga akibat tenaga mendorong yang lebih dari normal untuk memompa
darah,menyebabkan tekanan darah sistolik meningkat. Sistem kardiovaskuler berusaha
mengkompensasi melalui reflex dilatasi pembuluh darah dan arteri perifer melemas,sehingga
tahanan perifer menurun dan tekanan diastolic turun dratis.

Perubahan hemodinamik keadaan akut dapat dibedakan dengan keadaan kronik. Kerusakan akut
timbul pada pasien tanpa riwayatinsufisiensi sebelumnya. Ventrikel kiri tidak punya cukup waktu
untuk beradaptasi terhadap insufisiensi aorta. Peningkatan secara tiba-tiba dari tekanan diastolik
akhir ventrikel kiri bisa timbul dengan sedikit dilatasi ventrikel.

MANIFESTASI KLINIK

Adapun tanda dan gejala yang biasa dirasakan oleh pasien dengan aorta regurgitasi adalah sebagai
berikut:

1. Rasa lelah

2. Dyspnea saat aktivitas


3. Palpitasi

4. Angina dengan hipertropi ventrikel kiri

5. Temuan hemodinamik :

a. Pengisian dan pengosongan denyut arteri yang cepat

b. Tekanan nadi melebar disertai peningkatan tekanan sistemik dan penurunan tekanan       diastolik

c. Tekanan diastolik rendah

6. Auskultasi : Bising diastolic, bising austinflint yang khas, Sistolic Ejection Click disebabkan oleh
peningkatan volume ejeksi

PENATALAKSANAAN

1.      Pengobatan medikamentosa

=  Vasodilator hidralazin

    Yaitu melebarkan  pembuluh darah sehingga mengurangi beban kerja jantung.

=  Ace-inhibitor

    Yaitu dapat mempengaruhi ukuran dan fungsi dari ventrikel kiri dan mengurangi    

    Beban di ventrikel kiri, sehingga dapat memperlambat progresifitas dari disfungsi

    Miokardium.

=  Diureetika

    Yaitu untuk mengurangi retensi cairan

=  Beta bloker

=  Antibiotik preventif (penisilin).

2.      Pengobatan pembedahan

Pembedahan dilakukan hanya pada regurgitasi aorta akibat dari diseksi aorta, reparasi katup aorta
bisa dipertimbangkan. Sedangkan pada regurgitasi aorta akibat penyakit lainnya, katup aorta
umumnya harus diganti dengan katup artifisial.

KOMPLIKASI

1.      Cardiomegali

Pada regurgitasi katup aorta , darah mengalir kembali ke ventrikel dari aorta tepat setelah ventrikel
memompakan darah ke aorta. Pada regurgitasi aorta otot ventrikel kiri mengalami hypertrofi akibat
peningkatan beban kerja ventrikel. Pada regurgitasi ruang ventrikel kiri juga membesar untung
menampung seluruh darah yang kembali dari aorta. Kadang-kadang massa otot ventrikel kiri
bertambah empat sampai lima kali lipat, membuat jantung kiri sangat besar.

2.      Gagal ventrikel kiri

Pada stadium awal regurgitasi aorta, kemampuan intrinstik ventrikel kiri untuk beradaptasi terhadap
peningkatan beban dapat  menghindari gangguan yang berarti pada fungsi sirkulasi selama
beristirahat, di luar peningkatan hasil kerja yang dibutuhkan oleh ventrikel kiri.

3.      Edema paru

Di atas tingkat kritis kelainan katup aorta, ventrikel kiri akhirnya tidak dapat menyesuaikan diri lagi
dengan beban kerja. Akibatnya ventrikel kiri melebar dan curah jantung mulai turun, pada saat yang
bersamaan darah tertimbun di atrium kiri dan di paru-paru di belakang ventrikel kiri yang
kepayahan. Tekanan atrium kiri meningkat secara progresif dan muncul edema di paru-paru.

4.      Hipoksia jaringan

Efek lain yang membantu mengompensasi penurunan hasil bersih pemompaan ventrikel kiri ialah
peningkatan volume darah. Hal ini adalah akibat dari penurunan awal yang kecil pada tekanan arteri,
di tambah refleks sirkulasi perifer yang menurunkan induksi tekanan. Peningkatan volume darah
cenderung meningkatkan aliran balik vena ke jantung, hal ini selanjutnya menyebabkan ventrikel kiri
memompakan darah dengaqn tekanan ekstra yang dibutuhkan untuk mengimbangi  dinamika
pemompaan yang abnormal.

PROGNOSIS

Pasien dengan regurgitasi aorta simtomatik akan meninggal dalam waktu 3 tahun setelah awitan
gejala, kecuali bila katup aorta diganti.