Anda di halaman 1dari 5

Diskusi 2 Manajemen Operasi

Nama : Charles Rakam Mamud


NIM : 530 025 337

Saya akan mencoba menanggapi diskusi 2 ini … walaupun dalam keterbatasan pengetahuan
saya mengenai produksi mobil terutama BMW.

Studi Kasus

Kita semua tentu mengenal mobil BMW. Simaklah video mengenai proses produksi BMW,
sebagaimana link berikut:
 
Baca juga informasi terkait yang ada pada website di bawah ini
BMW MANUFACTURING OVERVIEW
 
Pelajari dan diskusikan:

1. Ditinjau dari Karakteristik Aliran Produk, tipe proses apakah yang diterapkan oleh BMW?
Sebelum menentukan tipe proses aliran produksi yang diterapkan oleh BMW, saya akan
mengulas karakteristik aliran produk.

Menurut Gitisudarmo (2002:23) proses produksi adalah interaksi antara bahan dasar,
bahan-bahan pembantu, tenaga kerja dan mesin serta alat-alat perlengkapan yang
diperlukan. Produksi merupakan salah satu bagian terpenting dari perusahaan
manufakturing yang berkaitan dengan transformasi berbagai Input menjadi Output
(Produk) sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan.  Sedangkan yang dimaksud
dengan proses produksi adalah serangkaian langkah-langkah yang digunakan untuk
mengtransformasi Input menjadi Output tersebut. Dalam proses produksi, dibutuhkan
dua sumber daya utama yaitu sumber daya transformasi dan sumber daya yang
ditransformasikan. Sumber daya transformasi diantaranya seperti Tenaga Kerja, Mesin
produksi, peralatan kerja dan gedung/bangunan. Sedangkan sumber daya yang
ditransformasikan adalah bahan-bahan baku, bahan-bahan pendukung dan komponen-
komponen yang akan akan diubah menjadi produk akhir (produk jadi).
Menurut T. Hani Handoko (2008:131) Pada dasarnya, aliran proses produksi dapat
dibedakan menjadi tiga jenis yaitu Job Shop, Flow Shop dan Project. Namun ketiga jenis
tersebut kemudian dikembangkan dan dimodifikasikan sehingga terdapat lagi jenis aliran
proses produksi yang dikenal dengan Batch dan Continous. Berikut dibawah ini adalah
pembahasan singkat mengenai aliran proses produksi Job shop, flow shop, project, batch
dan continous.
A. Job Shop Production
Job Shop adalah jenis aliran proses produksi yang digunakan untuk produk-produk
dengan jumlah produksi yang sedikit tetapi banyak model atau variannya. Produk-
produk “custom-made” yang harus mengikuti desain unik dan spesifikasi khusus dari
pelanggan dengan waktu dan biaya yang ditentukan biasanya menggunakan jenis
aliran proses produksi ini. Tujuan dari Job Shop production ini adalah untuk
memenuhi kebutuhan khusus pelanggan. Pada umumnya, proses produksi dengan
Job Shop ini tidak menggunakan Jalur Produksi ( Production Line) khusus untuk
mengerjakannya.

Karakteristik dari proses produksi Job Shop Production adalah sebagai berikut :
1. Memiliki ragam produk atau Varian yang banyak dan rendah volume produksi.
2. Menggunakan fasilitas dan mesin-mesin umum (general).
3. Tenaga kerja yang sangat terampil dan yang dapat menerima tantangan
pekerjaan atas keunikan produk yang dikerjakannya.
4. Memerlukan Persediaan bahan dan peralatan yang banyak.
5. Memerlukan perencanaan yang sangat terperinci terhadap setiap permintaan dan
kebutuhan.

Contoh produk-produk yang menggunakan Job Shop Production diantaranya seperti


Percetakan yang menerima desain poster-poster tertentu dengan jumlah yang
terbatas, pabrik fabrikasi yang menerima pesanan pembuatan peralatan dengan
desain khusus, pabrik pakaian yang membuat seragam dengan desain dan jumlah
yang ditentukan.

B. Flow Shop Production (Mass Production)


Flow Shop Production adalah jenis proses produksi yang digunakan untuk produk-
produk yang dirakit atau diproduksi dalam jumlah banyak dan berturut-turut
(continuous).  Sistem produksi Flow Shop ini menggunakan jalur produksi
(production line) untuk memproduksi produk-produknya. Semua produk diproduksi
dengan standar dan proses yang sama.  Flow Shop Production ini sering disebut juga
dengan Mass Production atau Produksi Massal.

Karakteristik dari Flow Shop production adalah sebagai berikut ini :


1. Memiliki Standarisasi Produk dan urutan proses.
2. Menggunakan Mesin dan peralatan kerja khusus yang memiliki kapasitas produksi
dan tingkat output yang lebih tinggi.
3. Volume produksi yang tinggi.
4. Siklus produksi yang lebih pendek.
5. Perencanaan dan Pengendalian produksi lebih mudah dilakukan.
6. Penanganan material dapat dilakukan secara otomatis.
7. Persediaan material dapat lebih cepat untuk dikonversikan menjadi penjualan
(sales).

Contoh produk-produk yang menggunakan Flow shop production diantaranya seperti


pada produksi pakaian jadi ataupun pada produk elektronik komersil (Televisi,
Smartphone, DVD Player, Laptop).

C. Project (Proyek)
Project (Proyek) merupakan sistem produksi yang biasanya diaplikasikan pada
produk-produk yang agak rumit dan dibatasi oleh waktu penyelesaiannya. Fungsi-
fungsi pada organisasi seperti perencanaan, pembelian, desain, produksi dan
pemasaran harus diintegrasikan dengan baik sesuai dengan urutan tahap dan waktu
penyelesaian sehingga proyek yang bersangkutan dapat diselesaikan tepat pada
waktunya dengan biaya produksi yang telah ditetapkan. Sistem produksi Project
(Proyek) juga memiliki urutan-urutan operasi untuk menunjang pencapaian target
proyek akhir.
Karakteristik dari sistem produksi Project ini adalah memiliki fleksibilitas yang tinggi
namun volume produksinya sangat rendah. Biasanya unit/produk yang diproduksi
tersebut diletakan di tempat yang tetap (tidak berpindah-pindah) dan semua sumber
daya yang diperlukan akan dibawa ke tempat tersebut.
Contoh produksi yang menggunakan sistem produksi Project diantaranya seperti
produksi Kapal, pesawat terbang, bangunan Jembatan, gedung dan Mesin-mesin
besar.
D. Batch Production
Batch Production adalah sistem produksi yang termasuk repetitive production
(produksi berulang) yang berada diantara sistem produksi Job Shop dan Flow Shop.
Standarisasi produk pada Batch Production lebih baik dan Volume produksi lebih
tinggi jika dibandingkan dengan Job shop namun volume lebih rendah dan tidak
selalu terstandarisasi seperti flow shop (mass production). Metode produksinya mirip
dengan proses produksi dengan sistem Job Shop, perbedaannya terletak pada
jumlah atau volume yang akan diproduksinya yang lebih banyak dan berulang-ulang.

Dibawah ini merupakan Karakteristik dari Batch Production :


1. Waktu produksi lebih pendek.
2. Tempat dan Mesin lebih fleksibel.
3. Tempat dan Mesin diatur untuk memproduksi produk dalam bentuk batch dan
diubah lagi pengaturannya untuk batch yang berikutnya.
4. Waktu dan biaya produksi lebih rendah dibandingkan dengan Job Shop.

E. Continuous Production
Continuous Production adalah sistem produksi yang proses produksinya
berkesinambungan (continuously) terus menerus dan berulang-ulang. Fasilitas
Produksi disusun sesuai dengan urutan operasi dari proses pertamanya hingga
menjadi produk jadi dengan aliran material yang konstan. Jalur produksi (production
line) biasanya dialokasikan hanya untuk satu jenis produk saja.

Karakteristik Continuous Production adalah sebagai berikut ini :


1. Semua Tempat/Pabrik atau Mesin/peralatan kerja didedikasikan khusus untuk
satu jenis produk (tidak memiliki fleksibilitas sama sekali).
2. Material ditangani secara otomatis.
3. Proses operasi mengikuti urutan yang telah ditentukan.
4. Perencanaan dan Pengendalian dilakukan secara rutin.
5. Biaya per unit yang rendah karena volume produksi yang tinggi.

Contoh sistem produksi dengan proses Continuous Production adalah seperti industri
penyulingan minyak dan produk-produk pertambangan lainnya.

Menurut link “BMW MANUFACTURING OVERVIEW” bahwa BMW bangga dengan


komitmennya dan dampak ekonomi di A.S. Sejak 1992, BMW telah menginvestasikan
lebih dari $ 10,6 miliar dalam konstruksi, peralatan dan pengeluaran modal lainnya,
dan pabrik Spartanburg telah melalui enam ekspansi besar. Ukuran fisik BMW Plant
Spartanburg adalah sekitar 7,0 juta kaki persegi dengan penambahan baru-baru ini
dari toko tubuh, perluasan ruang perakitan X5 / X6, dan perluasan logistik. Sebagai
bagian dari investasi $ 600 juta yang diumumkan pada tahun 2017, konstruksi
termasuk perluasan aula perakitan X3 / X4 sebesar 140.000 kaki persegi dan
perancangan ulang utama untuk bengkel X5 kedua. BMW Manufacturing adalah
produsen global BMW Group dari BMW X3, X3 M, X5, X5 M dan X7 Sports Activity
Vehicle dan X4, X4 M, X6 dan X6 M Sports Activity Coupes. Lebih dari 1500 mobil
diproduksi setiap hari dan diekspor ke 125 negara.
Lini produksi utama yang terlibat dalam proses produksi adalah dua bengkel besar,
dua bengkel cat, dua ruang perakitan, dan operasi logistik yang rumit. Pabrik
Spartanburg menghasilkan lebih dari 1.500 kendaraan per hari, berjalan dalam dua
shift. Tujuh puluh persen kendaraannya diekspor ke 125 negara di seluruh dunia.
Kendaraan dimuat ke gerbong kereta di pabrik; kemudian, kereta mengangkut
mereka ke pelabuhan di Charleston, South Carolina, atau pelabuhan selatan lainnya,
di mana mereka dikirim ke Eropa, Cina dan tujuan global lainnya.

1. Menurut pendapat saya apabila ditinjau dari Karakteristik Aliran Produk, tipe proses
apakah yang diterapkan oleh BMW adalah Continuous Production (produksi
berkelanjutan) karena BMW proses produksinya berkesinambungan (continuously)
terus menerus dan berulang-ulang, hal ini dapat kita lihat bahwa BMW telah
menginvestasikan lebih dari $ 10,6 miliar dalam konstruksi, peralatan dan
pengeluaran modal lainnya sehingga menghasilkan lebih dari 1.500 kendaraan per
hari, berjalan dalam dua shift. Tujuh puluh persen kendaraannya diekspor ke 125
negara di seluruh dunia. Jika dilihat dari pabrik BMW, Lini produksi utama yang
terlibat dalam proses produksi adalah dua bengkel besar, dua bengkel cat, dua ruang
perakitan, dan operasi logistik yang rumit. konstruksi termasuk perluasan aula
perakitan X3 / X4 sebesar 140.000 kaki persegi dan perancangan ulang utama untuk
bengkel X5 kedua. Hal ini sesuai dengan salah satu Karakteristik Continuous
Production yaitu Semua Tempat/Pabrik atau Mesin/peralatan kerja didedikasikan
khusus untuk satu jenis produk (tidak memiliki fleksibilitas sama sekali) serta system
perakitan mobil sudah memakai 5.000 robot system.

2. Jelaskan keistimewaan proses produksi BMW dibandingkan dengan para pabrikan


lain
a) Dari sisi desain, orang bilang “everlasting model”, atau desain yang terlihat
abadi bagusnya walaupun dari sisi usia sudah lebih dari 10 tahun
b) Ukuran Body
c) Nyaman untuk dikendarai. Dengan ukuran ketebalan body 1.2mm khas pabrikan
Eropa, mobil akan terasa mantap saat dijalankan. Jelas beda dengan mobil-mobil
jepang yang standardnya hanya 0.8mm
d) Safety
e) Aman. Dengan airbag yang mumpuni, kemudian rem ABS, dan fitur-fitur lainnya.
perseneling tidak bisa dipindah ke posisi R atau D kalau kita tidak injak rem, dan
kunci tidak bisa dilepas kalau tidak di posisi P. Jika terdeteksi masalah di sekitar
kaki-kaki, maka mesin akan otomatis mengunci kecepatan pada angka tertentu.
Dalam hal ini produksi mobil lain sangatlah berbeda.
f) Responsif.
g) setelah menggunakan Norival type Aggressor, torsi jadi semakin mantap, Tapi
secara umum, BMW sangat responsif, apalagi saat kick-down, mobil langsung
melesat.
h) Mobil BMW berpenggerak roda belakang, yang secara teknis relatif unggul
dibandingkan berpenggerak roda depan. Saat akselerasi, mobil tidak akan
kehilangan tenaga, karena kendaraan akan menumpu ke belakang, sehingga
roda akan semakin menancap dan membuat mobil makin melesat. Berbeda
dengan penggerak roda depan, yang saat akselerasi, ban depan serasa
melayang dan berpotensi kehilangan tenaga.
i) Bengkel spesialis BMW sudah merata ke daerah-daerah, dibanding mobil Eropa
lain seperti Audi atau Volvo. Untuk daerah Bandung, bengkel khusus BMW cukup
banyak,
j) Spare part KW atau palsu memang sangat jarang untuk BMW, walaupun tetap
ada dan dimiliki oleh para teknisi bengkel. Berbeda dengan benz, yang katanya
sudah banyak palsunya.
====TERIMA KASIH====

Sumber referensi:
1. Guritno, Adi Djoko. 2015. Materi Pokok Manajemen Operasi. Edisi 2. Universitas
Terbuka. Tangerang Selatan
2. https://www.bmwgroup-plants.com/spartanburg/en/our-plant/site-infos.html
3. https://www.dw.com/id/pabrik-bmw/a-2957926