Anda di halaman 1dari 2

Judul jurnal: HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN YANG DIRAWAT

LEBIH DARI TUJUH HARI DENGAN PENCEGAHAN DEKUBITUS DI RSUD SALEWANGANG MAROS
Tujuan:
1. Untuk digunakan sebagai tambahan informasi di bidang kesehatan serta sebagai masukan atau saran.
2. Untuk menjadi informasikan kepada pasien yang masa perawatannya lama tentang resiko penyakit yang mungkin
terjadi jika terlalu lama berbaring.
3. Untuk meningkatkan pelayanan dalam memberikan penyuluhan dan penanganan yang berkualitas dalam
menangani kasus dekubitus pada pasien tirah baring yang terlalu lama.
4. Untuk menjadi tolak ukur RSUD Salewangang Maros
Metode: Jenis dan metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Analitik Observasional dengan pendekatan
Cross Sectional Study. Tehnik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik total sampling
Populasi dan jumlah sample penelitian: Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat lebih dari
tujuh hari di RSUD Salewangang Maros, maka jumlah populasinya adalah 37 dengan Besar sampel yaitu 37 responden.
Hasil penelitian:Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan Dekubitus di RSUD
Salewangan Maros menunjukkan bahwa 20 orang (54,1%) memiliki pengetahuan kurang, dan 17 orang (51,9%)
memiliki pengetahuan cukup. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa masih lebih banyak responden yang memiliki
pengetahuan kurang mengenai pencegahan dekubitus, hal tersebut bisa disebabkan karena banyak responden yang
memiliki latar belakang pendidikan SD yaitu sebanyak 19 orang (51,4%), oleh karena itu informasi yang diperoleh
tidak sepenuhnya diserap atau kurang dimengerti oleh responden sehingga responden mudah lupa atau tidak mengerti
akan informasi yang disampaikan.Tingkat pendidikan merupakan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung
terhadap pencegahan dekubitus, namun bisa dijelaskan secara sederhana bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan
seseorang maka semakin banyak pula informasi yang bisa dia dapatkan mengenai penyakit dekubitus, sehingga secara
otomatis semakin banyak pula pengetahuannya mengenai langkah-langkah pencegahan dekubitus.Hubungan yang
bermakna antara pengetahuan dengan pencegahan dekubitus, dalam penelitiannya menjelaskan bahwa semakin banyak
informasi yang diperoleh dari orang lain maupun media massa tentang suatu penyakit maka semakin baik pula
pengetahuan seseorang mencegah suatu penyakit.
Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara perilaku dengan pencegahan Dekubitus di RSUD Salewangang Maros
menunjukkan bahwa 22 orang (59,9%) memiliki perilaku yang tidak mendukung dalam mencegah dekubitus dan 15
orang (40,5%) memiliki perilaku yang mendukung dalam mencegah dekubitus. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa
masih lebih banyak responden yang memiliki perilaku tidak mendukung dalam mencegah dekubitus, hal tersebut bisa
disebabkan karena banyak responden yang tidak didasari pada pengetahuan serta kesadaran responden itu sendiri
sehingga tidak memikirkan penyebab seseorang dapat terkena dekubitus.Perilaku adalah respon individu terhadap suatu
stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuna baik disadari
maupun tidak. Perilaku merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Sering tidak disadari bahwa
interaksi tersebut amat kompleks sehingga kadang-kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang
menerapkan perilaku tertentu. Karena itu sangat penting untuk dapat menelaah alasan dibalik perilaku individu,
sebelum ia mampu mengubah perilaku tersebu. Perilaku merupakan salah satu faktor yang mendorong dalam
pencegahan penyakit, hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan yang baik dan diperlukan faktor pendukung atau
suatu kondisi yang memungkinkan antara lain adalah fasilitas.
Kekurangan:
1. Kesimpulan yang terlalu sedikit,menyebabkan kesusahaanmengambil inti dari jurnal.
2. Analisis data yang kurang lengkap.
3. Tidak disetainya tahun pembuatan jurnal.
Kelebihan:
1. Isi jurnal yang mudah dipahami bagi pembaca.
2. Berisikan pencegahan terhadap dekubitus yang sangat bermanfaat.
3. Mencantumkan pemabahasan hubungan pengetahuan dan perilaku pasien yang secara rinci.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien yang dirawat lebih dari tujuh
hari dengan pencegahan Dekubitus di RSUD Salewangang maros, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada
hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien.