Anda di halaman 1dari 15

MODUL

PRAKTIKUM
KEPERAWATAN KELUARGA

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
2019/2020

0
TOPIK 1
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA MELALUI WAWANCARA

A. Pendahuluan
Pengkajian merupakan tahap awal dalam proses asuhan keperawatan keluarga. Pengkajian
dapat dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi. Wawancara merupakan
metode utama dalam proses pengkajian keperawatan keluarga.

B. Tujuan Praktikum
Setelah mengikuti praktikum pengkajian keperawatan keluarga melalui wawancara, diharapkan
mahasiswa mampu melakukan pengkajian keperawatan keluarga melalui wawancara.

C. Materi
1. Definisi
Pengkajian keperawatan keluarga melalui wawancara merupakan proses kegiatan
mengumpulkan data keluarga melalui tanya jawab antara perawat dan keluarga.

2. Tujuan
Tujuan pengkajian keperawatan keluarga melalui wawancara adalah untuk mendapatkan
data subyektif tentang status kesehatan keluarga meliputi identitas keluarga, tahap
perkembangan keluarga, lingkungan keluarga, struktur keluarga, fungsi keluarga, stres
keluarga, koping keluarga, dan harapan keluarga.

3. Persiapan
Perawat perlu mempersiapkan hal berikut sebelum melakukan pengkajian
keperawatan keluarga melalui wawancara:
a. Format pengkajian keperawatan keluarga
b. Alat tulis
c. Alat perekam (audio/visual), jika diperlukan

4. Pelaksanaan
Wawancara merupakan proses interaksi atau komunikasi langsung antara perawat
dengan keluarga. Data yang dikumpulkan dari pengkajian keperawatan keluarga melalui
wawancara antara lain bersifat:

1
- fakta, misalnya: umur, pendidikan, pekerjaan, penyakit yang pernah diderita
- sikap, misalnya sikap terhadap program Posbindu
- pendapat, misalnya pendapat tentang pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh
perawat di Puskesmas
- keinginan, misalnya harapan terhadap pelayanan kesehatan
- pengalaman, misalnya pengalaman untuk mengatasi masalah kesehatan
a. Keuntungan wawancara
Keuntungan yang diperoleh dalam pengumpulan data dengan teknik wawancara
pada keluarga yaitu:
1) jawaban keluarga secara spontan sehingga jawabannya dapat dipercaya
2) dapat digunakan untuk menilai kebenaran dan keyakinan terhadap jawaban
yang diberikan
3) dapat membantu keluarga untuk mengingat kembali hal-hal yang lupa
4) data yang diperoleh berupa data primer
5) dapat menggali data secara luas dan mendalam

b. Kerugian wawancara
Kerugian dalam pengumpulan data dengan teknik wawancara pada keluarga yaitu:
1) membutuhkan waktu yang lama
2) mudah menimbulkan bias yang disebabkan oleh pewawancara, keluarga, dan
pertanyaan yang diajukan
c. Pedoman pelaksanaan wawancara dengan keluarga
Perawat sebaiknya memperhatikan pedoman pelaksanaan wawancara agar perawat
dapat melaksanakan pengkajian dengan baik dan mendapatkan data secara
lengkap. Pedoman dalam melaksanakan wawancara antara lain sebagai berikut.
1) Perawat bersikap sopan, santun dan sabar
2) Perawat menciptakan suatu suasana yang nyaman dan santai sehingga terjalin
kerjasama yang baik dan saling mempercayai antara keluarga dan perawat
3) Perawat menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh keluarga, dengan
gaya bahasa yang menarik, jelas dan sederhana agar dapat dimengerti oleh
keluarga, serta keluarga tidak merasa canggung atau malu untuk menjawab
pertanyaan yang diajukan

2
4) Perawat memperhatikan keadaan klien dan keluarga pada saat wawancara,
misalnya saat keluarga sedang sibuk sebaiknya menunda pengkajian pada hari
yang lain.
5) Perawat menjelaskan tujuan pengumpulan data
6) Perawat pada awal mengajukan pertanyaan yang mudah dijawab karena
biasanya pada awal wawancara, keluarga merasa tegang
7) Perawat tidak memaksa keluarga untuk mendapatkan data
8) Wawancara tidak dilakukan secara tergesa-gesa
9) Mendengar dengan penuh perhatian dan makna

d. Instrumen
Daftar pertanyaan merupakan instrumen penting dalam pengumpulan data untuk
memandu perawat dalam melakukan wawancara pengkajian keperawatan keluarga.
Perawat perlu membuat daftar pertanyaan sebelum melakukan pengkajian keluarga
agar perawat mendapatan data secara lengkap dan tidak terdapat pertanyaan
penting yang terlewatkan.

e. Teknik Wawancara
Perawat dalam melakukan wawancara dengan keluarga dapat melakukan teknik
wawancara melalui pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, atau kombinasi.
Perawat hendaknya memulai wawancara dengan pertanyaan terbuka, baru
ditambahkan dengan pertanyaan tertutup jika terdapat jawaban keluarga yang
kurang tepat atau kurang dipahami atau perlu mengarahkan pertanyaan pada
jawaban yang lebih spesifik.
1) Pertanyaan Terbuka
Perawat mengajukan pertanyaan terbuka untuk menggali informasi kesehatan
keluarga. Jawaban keluarga harus dicatat secara lengkap untuk menghindari bias
yang dilakukan oleh perawat, bila perlu jawaban keluarga direkam secara audio
atau visual. Pertanyaan terbuka biasanya diawali dengan kata tanya siapa,
dimana, apa, kapan, bagaimana, dan mengapa. Pengkajian data keluarga melalui
pertanyaan terbuka meliputi hal-hal sebagai berikut.
a) Data umum keluarga

3
Perawat menanyakan siapa nama kepala keluarga, bagaimana susunan
anggota keluarga, dimana alamat lengkap keluarga, apa pekerjaan kepala
keluarga dan pekerjaan anggota keluarga (baik pekerjaan tetap maupun
pekerjaan tambahan), apa agama dan suku keluarga, apa kebiasaan keluarga
yang dipengaruhi agama dan suku yang berkaitan dengan perilaku kesehatan,
apa bahasa sehari-hari yang digunakan antaranggota keluarga dan anggota
keluarga dengan lingkungan sekitar, berapa jarak antara rumah dengan
pelayanan kesehatan terdekat (misalnya Puskesmas, klinik atau rumah sakit),
apa alat transportasi yang biasa digunakan oleh keluarga dalam melakukan
aktivitas sehari-hari, status kelas sosial (penghasilan per bulan, barang
berharga yang dimiliki keluarga dan pengeluaran rutin keluarga untuk
memenuhi semua kebutuhan anggota keluarga).
b) Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
Perawat menanyakan bagaimana keluarga melaksanakan tugas
perkembangannya, bagaimana riwayat keluarga inti, dan bagaimana riwayat
keluarga sebelumnya
c) Lingkungan rumah
Perawat menanyakan bagaimana kondisi lingkungan rumah, karakteristik
tetangga dan komunitas, riwayat tempat tinggal, hubungan sosial keluarga
dengan masyarakat, dan siapa sistem pendukung keluarga
d) Struktur keluarga
Perawat menanyakan bagaimana pola komunikasi keluarga, bagaimana
proses pembuatan keputusan di keluarga, bagaimana peran formal dan
informal masing-masing anggota keluarga, bagaimana nilai yang dianut
keluarga, bagaimana pentingnya nilai-nilai keluarga secara sadar atau tidak,
bagaimana nilai-nilai mempengaruhi kesehatan keluarga.
e) Fungsi keluarga
Perawat mengkaji fungsi afektif dengan menanyakan bagaimana keluarga
memberikan perhatian satu sama lain, bagaimana keluarga mengasuh anak,
bagaimana keluarga menjaga kedekatan, bagaimana keluarga saling
menghormati. Perawat mengkaji fungsi sosialisasi dengan menanyakan
bagaimana keluarga menanamkan disiplin, penghargaan dan hukuman bagi

4
anggota keluarga, bagaimana interaksi antaranggota keluarga dan anggota
keluarga dengan lingkungan. Perawat mengkaji fungsi ekonomi dengan
menanyakan bagaimana keluarga dapat memenuhi kebutuhan anggota
keluarga dengan pendapatan yang ada. Perawat juga mengkaji fungsi
perawatan dengan menanyakan bagaimana status kesehatan keluarga,
bagaimana pola hidup keluarga, bagaimana tindakan keluarga dalam
perawatan diri.
f) Stres dan koping keluarga
Keluarga menanyakan apa stressor yang dihadapi keluarga dan bagaimana
strategi koping keluarga dalam menghadapi stresor tersebut.
g) Harapan keluarga
Perawat menanyakan bagaimana harapan keluarga tentang kesehatan
keluarganya dan harapan pada layanan kesehatan
2) Pertanyaan Tertutup
Perawat mengajukan pertanyaan tertutup dengan membatasi jawaban keluarga
dengan pilihan jawaban yang sesuai. Pertanyaan tertutup dapat berupa pilihan
ganda, pertanyaan dikotom (hanya diberi jawaban ya atau tidak), dan pertanyaan
dengan jawaban bertingkat. Pertanyaan dikhotom mempunyai keuntungan yaitu
mudah dijawab dan mudah diolah, namun kerugiannya yaitu data yang diperoleh
tidak mendalam dan sering jawabannya dipaksakan karena tidak ada pilihan lain.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, sering ditambahkan butir lain dalam
pilihan jawaban secara bertingkat seperti, tidak pernah, kadang-kadang, sering,
selalu. Pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda biasanya untuk mengkaji data
dengan pilihan jawaban yang beragam, misalnya menanyakan layanan kesehatan
yang biasanya digunakan keluarga dengan pilihan jawaban RS, puskesmas, klinik,
praktik swasta, dan lain-lain.
Contoh data yang perlu dikaji pada tipe pertanyaan tertutup adalah sebagai
berikut:
a) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Perawat menanyakan apakah keluarga sudah menjalankan tugas
perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya. Tugas ini disesuaikan
dengan kondisi keluarga, apabila keluarga sudah melakukan sesuai tugas

5
perkembangannya, maka tugas perkembangan dapat dijalankan, dan apabila
keluarga belum melaksanakan salah satu atau lebih dari satu tugas
perkembangan, maka tugas belum dijalankan.
b) Struktur keluarga
i) Pola Komunikasi
Perawat mengkaji apakah anggota keluarga menjadi pendengar yang baik
dan jelas dalam menyampaikan pendapat. Pola komunikasi dikatakan
baik apabila pesan yang disampaikan antara komunikan dan komunikator
tersampaikan (tidak ada konflik yang disebabkan karena komunikasi).
Pola komunikasi disfungsional apabila terjadi konflik di keluarga karena
komunikasi antaranggota keluarga yang kurang baik.
ii) Peran dalam keluarga
Perawat mengkaji apakah masing-masing anggota keluarga mampu
melaksanakan perannya dengan baik. Peran dalam keluarga tidak
bermasalah apabila masing-masing anggota keluarga mampu
melaksanakan perannya dengan baik. Struktur peran bermasalah apabila
masing-masing anggota keluarga tidak bisa melaksanakan perannya
dengan baik.
iii) Nilai-nilai keluarga
Perawat menanyakan apakah semua anggota keluarga menganut nilai
yang sama. Nilai keluarga tidak ada konflik apabila semua anggota
keluarga menganut nilai yang sama, sedangkan nilai norma ada konflik
apabila masing-masing anggota keluarga mempunyai nilai yang berbeda.
c) Fungsi keluarga
i) Fungsi afektif
Perawat menanyakan apakah terdapat perasaan akrab di lingkungan
keluarga, apakah anggota keluarga menunjukkan kasih sayang. Fungsi
afektif keluarga yang berfungsi apabila masing-masing anggota keluarga
saling memberikan perhatian dan kasih sayang. Apabila dikatakan tidak
berfungsi, antaranggota keluarga tidak ada perhatian dan
mengutamakan kepentingannya sendirisendiri.
ii) Fungsi sosial

6
Perawat menanyakan apakah terdapat interaksi yang baik antaranggota
keluarga. Fungsi sosial yang berfungsi dengan baik apabila interaksi
antaranggota keluarga terjalin dengan baik, dan tidak berfungsi apabila
interaksi antaranggota keluarga dan lingkungan kurang.
iii) Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi dikatakan baik, apabila keluarga mampu memenuhi
kebutuhan seluruh anggota keluarga. Fungsi ekonomi yang kurang baik,
apabila keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan anggota keluarga.
d) Pola koping keluarga
Perawat mengkaji apakah keluarga mampu mengatasi stresor. Pola koping
yang efektif apabila keluarga mampu mengatasi stresor dengan berbagai
upaya yang positif, sedangkan koping yang tidak efektif apabila keluarga tidak
mampu mengatasi stresor dengan berbagai upaya yang positif (misalnya
pasrah, menghindar, menyalahkan orang lain, marah).
e) Data lingkungan
Data lingkungan meliputi lingkungan rumah keluarga dan lingkungan sekitar
keluarga.
i) Kondisi Rumah
- Tipe rumah : permanen/semi permanen
- Kepemilikan rumah : sendiri / sewa
- Lantai : tanah/plester/keramik,lainnya….
ii) Ventilasi
- Baik (10-15% dari luas lantai): ya/tidak
- Jendela setiap hari dibuka : ya/tidak
- Pencahayaan Rumah: Baik/Tidak
iii) Saluran Limbah: Tertutup/terbuka
iv) Air Bersih
Sumber air bersih: Sumur/PAM/sungai/lain-lain.
Kualitas air:
- Jernih/tidak
- Berbau/tidak
- Berasa/tidak

7
v) Jamban
Status: Milik sendiri/umum
Jenis: Leher angsa/cemplung

Jarak septic tank dengan sumber air: <10 meter/≥10 meter

vi) Tempat sampah


Jenis: Tertutup/tidak
Pembuangan: setiap hari/tidak
vii) Rasio luas bangunan rumah dengan jumlah anggota keluarga
Ya, apabila rasio ditemukan 8 m2/orang.
viii) Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri
Ya, apabila menggunakan air bersih untuk mandi, menggosok gigi dan
mencuci rambut.
ix) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
Ya, apabila melakukan cuci tangan dengan air bersih dan sabun.
x) Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya
Ya, apabila anggota keluarga membuang sampah pada tempat sampah
yang disediakan di rumahnya.
xi) Menggunakan jamban sehat.
Ya, apabila anggota keluarga menggunakan jamban untuk buang besar
dan kecil baik milik sendiri maupun jamban umum.
xii) Memberantas jentik di rumah sekali seminggu.
Ya, apabila keluarga melakukan upaya pengurasan kamar mandi,
mengubur atau membuang barang-barang yang tidak digunakan dan
menutup tempat penampungan air.
f) Data Fungsi perawatan
i. Makan buah dan sayur setiap hari
Ya, apabila anggota keluarga melakukannya.
ii. Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari
Ya, apabila anggota keluarga mengkonsumsi lauk dan pauk setiap hari.
iii. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

8
Ya, apabila anggota keluarga melakukan olah raga sesuai dengan
kemampuan setiap hari minimal 45 menit setiap kali olah raga.
iv. Tidak merokok di dalam rumah
Ya, apabila anggota keluarga tidak ada yang merokok di dalam rumah.
v. Penggunaan alkohol dan zat adiktif
Ya, apabila salah satu anggota keluarga ada yang menggunakan alkohol
dan zat adiktif.
vi. Kemampuan keluarga melakukan tugas perawatan kesehatan anggota
keluarga. Data yang diisi pada kolom ini adalah bagaimana perilaku
keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit disesuaikan dengan
pernyataan-pernyataan yang ada pada kolom. Contoh :
No Pernyataan Ya Tidak
1 Adakah perhatian keluarga kepada
anggotanya yang menderita sakit?
2 Apakah keluarga mengetahui masalah
kesehatan yang dialami anggota dalam
keluarganya?
3 Apakah keluarga mengetahui penyebab
masalah kesehatan yang dialami anggota
dalam keluarganya?
4 Apakah keluarga mengetahui tanda dan
gejala masalah kesehatan yang dialami
anggota dalam keluarganya
5 Apakah keluarga mengetahui akibat
masalah kesehatan yang dialami anggota
dalam keluarganya bila tidak
diobati/dirawat?
6 Apakah keluarga dapat melakukan
pencegahan masalah kesehatan yang
dialami anggota keluarganya?
7 Apakah keluarga menggali informasi

9
tentang masalah kesehatan yang dialami
anggota keluarga?
8 Apakah keluarga perlu mengatasi masalah
kesehatan yang dialami anggota
keluarganya.
9 Apakah keluarga mampu memelihara atau
memodifikasi lingkungan yang mendukung
kesehatan anggota keluarga yang
mengalami masalah kesehatan?
10 Apakah keluarga memanfaatkan sumber di
masyarakat untuk mengatasi masalah
kesehatan anggota keluarganya?

5. Dokumentasi
Hasil pengkajian keperawatan melalui wawancara harus dituliskan pada format
yang telah disediakan sebagai bentuk dokumentasi hasil pengkajian. Perawat
mencatat semua data yang didapatkan baik yang ditulis atau direkam. Indikator
dokumentasi sudah lengkap apabila data pengkajian keperawatan pada format
pengkajian sudah terisi semua.

D. Belajar Mandiri/Self Assessment


1. Latihan
Pada praktikum ini, mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil, tiap kelompok terdiri
atas 5-6 orang. Mahasiswa akan membagi peran untuk masing-masing anggota
kelompok. Praktikum dilakukan melalui metode Role Play. Mahasiswa bermain peran
sesuai pembagian peran masing-masing. Mahasiswa melakukan simulasi wawancara

dengan keluarga menggunakan studi kasus masing-masing kelompok. Mahasiswa


mengembangkan sendiri datanya, menyesuaikan dengan komponen pertanyaan
yang diperlukan dalam wawancara dengan keluarga. Mahasiswa yang berperan sebagai
perawat melakukan wawancara dan mengisi format pengkajian yang telah disiapkan.
2. Jawablah pertanyaan berikut
a. Apa tujuan pengkajian keperawatan keluarga melalui wawancara?

10
b. Apa manfaat pengkajian keperawatan keluarga melalui wawancara?
c. Apa yang perlu diperhatikan untuk melakukan pengkajian keperawatan keluarga melalui
wawancara?
d. Data apa yang perlu ditanyakan untuk mengetahui struktur keluarga?
e. Data apa yang perlu ditanyakan untuk mengetahui fungsi keluarga?

11
TOPIK 2
PENGKAJIAN KELUARGA MELALUI PEMERIKSAAN FISIK DAN OBSERVASI

A. Pendahuluan
Pemeriksaan fisik dan observasi merupakan metode pengkajian keperawatan yang mendukung
metode wawancara. Pemeriksaan fisik dan observasi dapat dilakukan pada satu waktu ataupun
terpisah. Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Obervasi dilakukan untuk
mengamati kondisi lingkungan rumah dan, kondisi psikologis keluarga, dan interaksi keluarga.
Namun demikian, wawancara masih diperlukan saat pemeriksaan fisik untuk menanyakan
keluhan.

B. Tujuan Praktikum
Setelah mengikuti praktikum pengkajian keperawatan keluarga melalui pemeriksaan fisik dan
observasi, diharapkan mahasiswa mampu melakukan pengkajian keperawatan keluarga melalui
pemeriksaan fisik dan observasi.

C. Materi
1. Definisi
Pengkajian keluarga melalui pemeriksaan fisik adalah pengkajian yang dilakukan dari kepala
sampai kaki pada semua anggota keluarga. Pengkajian keluarga melalui observasi adalah
pengamatan terhadap lingkungan fisik rumah dan psikologi keluarga.
2. Tujuan
Tujuan pemeriksaan fisik adalah mendapatkan data status kesehatan seluruh anggota
keluarga. Tujuan observasi adalah mendapatkan data obyektif kondisi rumah, kondisi
psikologis, dan interaksi anggota keluarga.
3. Persiapan
- Format pengkajian
- Sarung tangan
- Sphygnomanometer
- Stetoskop
- Termometer
- Reflek hammer
- Penlight
- Metline

12
- Timbangan
- Alat tulis
4. Pelaksanaan
Pemeriksaan fisik dapat dilakukan hanya sekali atau berulang-ulang tergantung pada
tujuan dan kondisi. Waktu dan frekuensi pemeriksaan ini harus ditentukan pada
waktu perencanaan sesuai dengan perkiraan timbulnya insiden. Tempat
pemeriksaan dapat dilakukan di rumah keluarga atau sarana pelayanan kesehatan.
Organ yang diperiksa dapat berupa, seluruh organ, beberapa organ sekaligus
(seperti pemeriksaan jantung dan paru-paru), atau organ tertentu seperti paru-
paru, jantung, kadar gula darah, muskulo, dan sebagainya. Pemeriksaan fisik
dilakukan dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.
Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang menggunakan
pertolongan indera mata. Metode ini bermanfaat untuk:
1. mengurangi jumlah pertanyaan, misalnya pertanyaan tentang ventilasi rumah
tidak perlu ditanyakan, tetapi cukup dilakukan observasi oleh pewawancara
2. mengukur kebenaran jawaban pada wawancara, misalnya tentang kualitas air
minum yang digunakan oleh klien dan keluarga dapat dinilai dengan melakukan
observasi langsung pada sumber air yang dimaksud
3. memperoleh data yang tidak diperoleh dengan wawancara atau angket,
misalnya, pengamatan terhadap prosedur tetap dalam pelayanan kesehatan.
Jenis observasi
1. observasi partisipasi lengkap, yaitu observasi dengan cara mengikuti seluruh
kehidupan klien dan keluarga
2. observasi partisipasi sebagian, yaitu observasi dengan cara mengikuti sebagian
kehidupan klien dan keluarga sesuai dengan data yang diinginkan
3. observasi tanpa partisipasi, yaitu observasi tanpa ikut dalam kehidupan klien
dan keluarga
Dalam pengumpulan data dengan teknik observasi terdapat beberapa kelemahan
yaitu, keterbatasan kemampuan indera mata dan hal-hal yang sering dilihat (rutin
dilihat), sehingga perhatian akan berkurang dan adanya kelainan kecil tidak
terdeteksi. Untuk mengatasi kelemahan tersebut dapat dilakukan cara mengadakan
pengamatan berulang-ulang atau pengamatan dilakukan oleh beberapa orang.

13
5. Dokumentasi
Perawat menuliskan hasil pemeriksaan fisik dan observasi pada format yang telah
disediakan. Indikator dokumentasi pengkajian keperawatan sudah lengkap apabila
semua data dalam format sudah terisi. Format pengkajian terlampir.

D. Belajar Mandiri
1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil, tiap kelompok terdiri atas 5-6 orang.
Kelompok membuat skenario kasus. Kelompok membagi peran untuk masing-
masing anggota kelompok. Kelompok melakukan Role Play pengkajian pemeriksaan
fisik mengacu pada format pengkajian keperawatan keluarga.
2. Studi Kasus
Bapak A (51 th) mempunyai seorang istri Ibu B (45 th) dan 2 orang anak yaitu Sdr C
(23 tahun, laki-laki) dan An D (13 th, perempuan). Bp. A bekerja sebagai buruh
pabrik dengan penghasilan 1.000.000/bln. Sdr C membantu mencari nafkah dengan
bekerja sebagai kurir. Bp. A dan keluarga tinggal di rumah sendiri. Bapak A
mengalami diabetes sejak 3 tahun yang lalu dan tidak menjalani pengobatan.
Sekarang Bp. A mengeluh sering kencing dan kakinya kebas. Ibu B tidak tahu
bagaimana perawatan diabetes. An D saat ini baru pertama kali menstruasi, namun
karena malu maka An D cenderung diam dan menarik diri. Komunikasi di keluarga
Bapak A kurang terbuka, karena tidak tahu bagaimana cara dan manfaat komunikasi
terbuka.
Pertanyaan
a. Pemeriksaan fisik apakah yang perlu dilakukan pada Bp. A?
b. Bagaimanakah observasi yang perlu dilakukan pada Bp A?

14