Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


PT. Pertamina (Persero) merupakan satu-satunya perusahaan minyak nasional yang
berwenang mengelola semua bentuk kegiatan industri perminyakan di Indonesia. Sampai saat
ini, PT. Pertamina (Persero) memiliki enam buah Refinery Unit yang masih aktif beroperasi
di seluruh Indonesia yaitu RU II (Dumai), RU III (Plaju), RU IV (Cilacap), RU V
(Balikpapan), RU VI (Balongan) dan RU VII (Sorong). PT Pertamina (Persero) RU III Plaju
memiliki wilayah kerja meliputi Plaju dan Sungai Gerong yang terletak di Kota Palembang
dan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
PT Pertamina (Persero) RU III Plaju merupakan kilang peninggalan Shell yang
didirikan pada tahun 1904 di Plaju dan peninggalan Stanvac yang didirikan tahun 1926 di
Sungai Gerong. RU III Plaju yang saat ini memilik total 2.066 orang pekerja, yang mencakup
pekerja tetap dan alihdaya (outsourcing). RU III beroperasi dengan kapasitas pengolahan
sebesar 126.200 BSD (Plaju-Sungai Gerong) dengan sumber utama minyak mentah berasal
dari Pertamina EP Asset 1 dan Asset 2. RU III Plaju merupakan salah satu dari 6 (enam)
Refinery Unit Pertamina dengan kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah
(crude oil) dan intermediate product (Alkylfeed, HSDC, slop oil, LOMC, Long residue, Raw
PP) menjadi produk jadi, diantaranya BBM (Premium, Kerosene, Solar &Fuel Oil), NBBM
(LPG, Musicool, HAP, LAWS, SBPX, LSWR), BBK (Avtur, Pertalite, Pertamax, Pertamax
Racing) dan produk lainnya seperti LSFO dan Polypropylene (Polytam).
Berdasarkan paparan di atas, kami bermaksud untuk melaksanakan Magang Industri
di PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju, Sumatera Selatan pada bagian Kilang
Polypropylene. Kami berharap dapat mengaplikasikan hasil studi di bangku kuliah serta
memperoleh pengetahuan proses pengolahan minyak secara langsung di industri dan
peralatan-peralatan yang terkait dengan proses tersebut sehingga kami mendapatkan bekal
tentang pengetahuan dan keterampilan tentang dunia industri.

1.2 Tujuan
Tujuan pelaksanaan Magang Industri adalah menghasilkan lulusan D4 yang siap kerja,
terampil dan mempunyai wawasan tentang sektor indusri proses kimia di Indonesia secara
lebih komprehensif. Selain itu juga:
a. menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk memahami
proses produksi dan segala sarana penunjang yang ada di industri,
b. merasakan dan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan industri secara lebih
awal sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja di industri setelah lulus,
c. mengembangkan wawasan dan pengetahuan secara langsung di lapangan dan
pengenalan masalah industrial,
d. mengetahui gambaran sistem kerja di lapangan dan hirarki organisasi serta
interaksinya dalam perusahaan, serta

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 2

e. melakukan identifikasi permasalahan industrial yang berkaitan dengan aplikasi


potensi aspek produksi bersih.

1.3 Ruang Lingkup Magang


Ruang lingkup pelaksanaan Magang Industri meliputi:
a) Bahan Baku, Penunjang, dan Produk Kilang Polypropylene PT. Pertamina
(Persero) RU III Palembang
• Spesifikasi bahan baku, penunjang dan produk Kilang Polypropylene.
• Fungsi penambahan bahan penunjang (beberapa disertai sifat fisik dan kimia)
yang digunakan di Kilang Polypropylene.
• Kapasistas produksi dan kebutuhan per tahun.
• Cara pengadaan dan penyimpanan bahan baku utama serta penyimpanan
produk.
• Sistem penanganan dan transportasi produk.
b) Sistem Proses, meliputi penjelasan setiap unit diantaranya mengenai tujuan proses,
kondisi operasi, deskripsi proses, dan diagram alir proses.
c) Peralatan Proses, meliputi gambar teknis beberapa alat, fungsi alat, spesifikasi
peralatan, jenis bahan konstruksi, dan dimensi peralatan yang digunakan di Kilang
Polypropylene.
d) Utilitas, meliputi prinsip operasi pengadaan air baku, air pendingin, steam, listrik,
udara bertekanan, air pemadam kebakaran, air bersih, dan bahan bakar yang
dibutuhkan.
e) Manajemen Perusahaan, meliputi susunan organisasi, jumlah dan komposisi
pekerja berdasarkan pendidikan, serta aturan mengenai kesehatan dan keselamatan
kerja.
f) Lokasi dan Tata Letak Pabrik, meliputi lokasi pabrik, pembagian area pabrik, dan
denah kilang.
g) Pengelolaan Lingkungan, meliputi pengolahan limbah cair, pengelolaan limbah gas
serta pengelolaan limbah B3.
h) Produksi Bersih, meliputi analisis terhadap aplikasi produksi bersih yang sudah
dilakukan dan analisis permasalahan yang ada di industri berkaitan dengan peluang
produksi bersih untuk meningkatkan efisiensi produksi.

1.4 Waktu dan Tempat Magang


Waktu pelaksanaan magang dilaksanakan selama hampir dua bulan terhitung mulai
tanggal 30 Juli 2018 sampai dengan 30 September 2018. Tempat Magang Industri
dilaksanakan di Kilang Polypropylene, PT. Pertamina RU III Plaju yang terletak di Jl
Beringin No.1 Komplek Pertamina Plaju, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Propinsi
Sumatera Selatan.
1.5 Sejarah PT. Pertamina (Persero)
PT Pertamina (Persero) membangun unit pengolahan minyak di berbagai wilayah di
Indonesia seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.1 dan Gambar 1.1 dalam rangka pencapaian
sasaran dan menghadapi tantangan terutama di dalam negeri.
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 3

Tabel 1.1 Refinery Unit PT Pertamina (Persero)

Nama Refinery Unit (RU) Kapasitas


(barrel/hari)

RU I Pangkalan Brandan, Sumatera Utara Non aktif


RU II Dumai, Riau 170.000
RU III Plaju,Sumatera Selatan 133.700
RU IV Cilacap, Jawa Tengah 348.000
RU V Balikpapan, Kalimantan Timur 260.000
RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat 125.000
RU VII Kasim, Sorong, Papua 10.000
Total 1.046.700
Sumber: PT Pertamina (Persero) RU III Plaju

RU I Pangkalan Brandan, Sumatera Utara yang awalnya berkapasitas 5.000 barrel/hari


kini sudah tidak lagi beroperasi, karena beberapa sumur yang dijadikan sumber bahan baku
sudah tidak berproduksi. Perubahan dalam pengelolaan perusahan minyak di Indonesia
terjadi setelah Indonesia merdeka dan secara singkat ditunjukkan pada Tabel 1.2.

Gambar 1.1 Peta Refinery Unit PT Pertamina di Indonesia

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 4

Tabel 1.2 Sejarah PERTAMINA

Tahun Keterangan

Berdiri Perusahaan Tambang Minyak Negara


1945 Republik
Indonesia (PTMNRI) di Tarakan yang
merupakan
minyak nasional pertama di Indonesia.
PTMNRI berubah nama menjadi Tambang
April 1954 Minyak
Sumatera Utara (TMSU).
10 Desember 1957 TMSU berubah menjadi PT Perusahaan Minyak
Nasional (PT PERMINA).
1 Januari 1959 NVNIAM (perusahaan minyak milik Belanda di
Indonesia) berubah menjadi PT Pertambangan
Minyak
Indonesia (PT PERMINDO).
PT PERMINDO berubah menjadi Perusahaan
Februari 1961 Negara
Pertambangan Minyak (PN PERTAMIN) yang
berfungsi sebagai satu-satunya distributor minyak
di
Indonesia.
PT PERMINA dijadikan PN PERMINA
1 Juli 1961 berdasarkan PP
No.198/1961.
Peleburan PN PERMINA dan PN PERTAMIN
20 Agustus 1968 menjadi
Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas
Bumi
Nasional (PN PERTAMINA) sesuai PP
No.27/1968.
PN PERTAMINA berubah menjadi PT
15 September 1971 PERTAMINA
berdasarkan UU No. 8/1971.
PT PERTAMINA berubah menjadi PT
17 September 2003 PERTAMINA
(Persero) berdasarkan PP No.31/2003.
Sumber: PT Pertamina [Persero] RU III Plaju
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 5

PT Pertamina berubah menjadi Persero yang merupakan satu-satunyaperusahaan


minyak nasional yang berwenang mengelola semua bentuk kegiatan dibidang industri
perminyakan di Indonesia. Sesuai akta pendiriannya, maksud dari perusahaan perseroan
adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam
maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha
di bidang minyak dan gas bumi tersebut. Sejarah terbentuknya PT. Pertamina (Persero)
diikuti dengan pergantian logo semenjak dikeluarkannya Undang-Undang yang menjadikan
Pertamina bukan sebagai perusahaan monopoli di Indonesia. Evolusi logo yang dialami oleh
PT. Pertamina (Persero) semenjak tahun 1968 sampai dengan tahun 2003 ditunjukkan pada
Gambar 1.2.

Gambar 1.2 Perubahan Logo PT Pertamina (Persero)


Sumber: Intranet Pertamina Plaju

1.6 Sejarah PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju


Perusahaan NKPM berganti nama menjadi SVPM dan pada tahun 1959 berganti nama
menjadi PT Stanvac Indonesia. Kilang yang didirikan oleh NKPM beserta kilang BPM Shell
yang didirikan di Plaju oleh Belanda merupakan cikal bakal kilang PERTAMINA RU (III).
PT Pertamina RU (III) Plaju – Sungai Gerong merupakan satu dari tujuh unit
pengolahan yang dimiliki oleh PT Pertamina dengan daerah operasi meliputi Kilang Musi
Plaju yang terletak di Plaju Kotamadya Palembang dan Kilang Sungai Gerong yang berada di
Kabupaten Banyuasin serta Terminal Pulau Sambu dan Tanjung Uban.
Kilang minyak Plaju didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1903, kilang ini
mengolah minyak mentah dari Prabumulih dan Jambi. Pada tahun 1957, kilang ini diambil
oleh PT Shell Indonesia dan pada tahun 1965 pemerintah Indonesia mengambil alih kilang

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 6

Plaju dari PT Shell Indonesia. Kilang ini mempunyai kapasitas produksi 100 MBCD (Million
Barrel Calender Day), sedangkan kilang Sungai Gerong didirikan oleh Stanvac pada tahun
1920. Kilang yang berkapasitas produk 70 MBCD ini dibeli oleh PT Pertamina (Persero)
pada tahun 1970. Namun kapasitas kilang ini berkurang menjadi 25 MBCD sesuai dengan
unit yang masih ada.
Tugas pokok PT Pertamina Refinery Unit III Plaju / Sungai Gerong sesuai dengan UU
No.8 tahun 1971 yaitu: “ Menyediakan bahan baku bagi perkembangan dan pertumbuhan
industri dalam negeri, Karena itu kegiatan PERTAMINA Unit Pengolahan III Plaju /
S.Gerong hanya mengolah bahan bakar minyak (BBM) dan non BBM ”.
PT Pertamina RU-III memiliki 2 buah kilang, yaitu :
1. Kilang minyak plaju, yang berbatasan dengan sungai musi di sebelah selatan dan sungai
komering di sebelah barat yang masih termasuk kedalam wilayah Kota Palembang.
2. Kilang minyak Sungai Gerong, yang terletak di persimpangan Sungai Musi dan Sungai
Komering yang tidak termasuk kedalam wilayah kota palembang dan merupakan
bagian dari Kabupaten Banyuasin.
Untuk lebih ringkas dan jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini :

Tabel 1.3 Sejarah PERTAMINA RU-III Plaju – Sungai Gerong

Tahun Sejarah
1903 Pembangunan Kilang Minyak di Plaju oleh Shell (Belanda)
1926 Kilang Sungai Gerong dibangun oleh STANVAC (AS)
1957 Kilang Plaju diambil alih oleh PT. Shell Indonesia
1965 Kilang Plaju/Shell dengan kapasitas 100 MBCD dibeli oleh
negara/PERTAMINA
1970 Kilang Sungai Gerong/STANVAC dibeli oleh
negara/PERTAMINA
1971 Pendirian kilang polypropylene untuk memproduksi pellet polytam
dengan kapasitas 20.000 ton/th
1973 Integrasi operasi kilang Plaju – Sungai Gerong
1982 Pendirian Plaju Aromatic Center (PAC) dan Proyek Kilang Musi
(PKM I) yang berkapasitas 98 MBSD
1982 Pembangunan High Vacuum Unit (HVU) Sungai Gerong dan
revamping CDU (konservasi energi)
1984 Proyek pembangunan kilang TA/PTA dengan kapasitas produksi
150.000 ton/th
1986 Kilang PTA (Purified Terephtalic Acid) mulai berproduksi dengan
kapasitas 150.000 ton/th
1987 Proyek pengembangan konservasi energi/Energy Conservation
Improvemant (ECI)
1988 Proyek Usaha Peningkatan Efisiensi dan Produksi Kilang (UPEK)
1990 Debottlenecking kapasitas kilang PTA menjadi 225.000 ton/th

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 7

1994 PKM II: Pembangunan unit polypropylene baru dengan kapasitas


45.200 ton/th, revamping RFCCU Sungai Gerong dan unit alkilasi,
redesign siklon RFCCU Sungai Gerong, modifikasi unit
Redistilling I/II Plaju, pemasangan Gas Turbine Generator
Complex (GTGC) dan perubahan frekuensi listrik dari 60 Hz ke 50
Hz, dan pembangunan Water Treatment Unit (WTU) dan
Sulphuric Acid Recovery Unit (SARU)
2002 Pembangunan jembatan integrasi Kilang Musi
2003 Jembatan integrasi Kilang Musi yang menghubungkan Kilang
Plaju dengan Sungai Gerong diresmikan
2007 Kilang TA/PTA berhenti beroperasi
Sumber : Pedoman BPST Angkatan XIV. Penerbit Pertamina, Palembang

1.6.1 Sejarah dan Perkembangan Kilang Polypropylene


Kilang Polypropylene pertama dibangun pada tahun 1972, dimana Unit Purifikasi
Propylene didesain oleh L.H.Manderstam & Partnes (London) dan dikontruksi oleh
Pertamina, sedangkan Polypropylene Plant yang menggunakan proses patent dari Phillips
Petroleum Coy disainnya oleh Bechtel International Limited (London) dan kontruksinya oleh
Pacifik Bechtel Corporation. Kilang Polypropylene lama didisain dengan kapasitas 20.000
ton per tahun homopolymer polypropylene.
Pada tahun 1982 dilaksanakan pembangunan proyek Plaju Aromatic Center (PAC)
dan Proyek Kilang Musi I (PKM I). Kedua proyek ini dibangun secara terintegrasi yang
berupa proyek pipanisasi di dalam penyediaan sistem penunjang (utilitas) dan fasilitas
lindungan lingkungan. Plaju Aromatic Center didirikan di area kilang Plaju. Pembangunan
kilang Musi berlanjut dengan pembangunan High Vacuum Distilation Unit II (HVU-II) pada
tahun 1983 namun mulai beroperasi tahun 1986.
PKM I diwujudkan dengan melakukan revamping dan pembangunan unit baru. Upaya
yang telah dilakukan pada PKM tahap I adalah sebagai berikut:
1. Revamping dapur dan beberapa peralatan CD Plaju untuk menurunkan pemakaian bahan
bakar.
2. Revamping FCCU dan unit Light End Sungai Gerong.
3. Pembangunan distilasi bertekanan hampa (New Vacum Distilation Unit) NVDU di
Sungai Gerong dengan kapasitas produksi 48 MBCD long residue.
4. Mengganti koil pemanas tangki.
5. Melengkapi fasilitas transfer produk antara kilang Plaju dan kilang Sungai Gerong.

Pada tahun 1994 Pertamina melalui Proyek Kilang Musi II (PKM-II) memperluas
usahanya dengan membangun diantaranya Unit Polypropylene baru yang menggunakan
teknologi dari Mitsui Petrochemical Industries, Ltd dengan kapasitas produksi 45.200 ton per
tahun dan mengadakan revamping Unit Purifikasi Propylene yang dilaksanakan oleh JGC
dengan mengadakan penambahan Depropanizer Coloumn (C-302C), Depropanizer Reboiler
(E-304), Purified Propylene Storage Sphere (T-104), penggantian seluruh pompa-pompa,
perubahan instrumentasi dan sebagainya.
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
PENDAHULUAN 8

Pemakaian refinery fuel menurun dari 11,07 % menjadi TSRF/ton crude. Proyek
Kilang Musi I diselesaikan pada bulan September 1986 sementara PKM II dilaksanakan pada
tahun 1991 dengan melakukan pembaruan sebagai berikut:
1. Peningkatan kapasitas produksi-produksi kilang Polypropylene menjadi 45.000
ton/tahun.
2. Revamping RFCCU dan unit alkilasi.
3. Redesign siklon FCCU Sungai Gerong.
4. Modifikasi unit Re-distiller I/II Plaju.
5. Pemanasan Gas Turbine Generator Complex (GTGC) dan perubahan frekuensi listrik
dari 60 Hz ke 50 Hz.
6. Pembangunan Water Treatment Unit (WTU) dan Sulphur Acid Recovery Unit (SAU).

Tujuan utama Kilang Polypropylene dibangun adalah untuk mengolah Raw Propane
Propylene yang dihasilkan dari Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU) Kilang Sungai Gerong
menjadi Pellet Polypropylene (Polytam), sehingga akan lebih meningkatkan nilai
keekonomian khususnya bagi Pertamina dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk
membantu memenuhi kebutuhan Polypropylene di dalam negeri dan menghemat devisa
negara.
Pada tahun 1972, didirikan Asphalt Blowing Plant (Demolish) dengan kapasitas
produksi 45.000 ton/tahun. Pada tahun 1973, didirikan pabrik Polypropylene yang mengolah
Propylene menjadi Polypropylene dengan produk berbentuk pellet. Bersamaan dengan
dibangunnya pabrik Polypropylene, dibangun jembatan pipa integrasi yang menghubungkan
kilang Plaju dan kilang Sungai Gerong (dikenal Kilang Musi).

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong