Anda di halaman 1dari 14

BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 9

BAB II

BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI


Maksud dan tujuan utama Kilang Polypropylene dibangun adalah untuk mengolah Raw
Propane Propylene yang dihasilkan dari Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU) Kilang
Sungai Gerong menjadi Pellet Polypropylene (Polytam), sehingga akan lebih meningkatkan
nilai keekonomian khususnya bagi Pertamina dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk
membantu memenuhi kebutuhan Polypropylene di dalam negeri dan menghemat devisa
negara.

Gambar 2.1 Interkoneksi FCCU dan Polypropylene Plant


2.1 Bahan Baku
Bahan baku diperoleh dari hasil fraksionasi Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU)
Kilang Sungai Gerong yang disebut Raw Propane Propylene (Raw-PP) yang mengandung
propylene, propane dan butane sebagai senyawa utama dan sejumlah kecil pengotor
(impurities) seperti ethane, methane, hydrogen sulfide, carbon dioxide dan mercaptan dan
sebagainya.
2.1.1 Kandungan Senyawa Raw Propane Propylene
Komposisi bahan baku (Raw-PP) sbb :
 Methane (CH3) 0.00 % mol
 Ethylene (C2H4) 0.00 % mol
 Ethane (C2H6) 0.15 % mol
 Propylene (C3H6) 74.93 % mol

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 10

 Propane (C3H8) 17.61 % mol


 I-Butene (C4H8) 1.13 % mol
 1-Butene (C4H8) 0.87 % mol
 CIS-2-Butene (C4H8) 0.25 % mol
 I-Butane (C4H10) 4.93 % mol
 N-Butane (C4H10) 0.13 % mol
 Pentane & Heavier 0.00 % mol
Spesifikasi Produk Propylene
 Propylene >99,6 %mol
 Methane, Ethane, Propane < 0,4 %mol
 Ethylene < 100 molppm
 Acetylene <5 molppm
 Propadiene <5 molppm
 M. Acetylene <5 molppm
 1.3-Butadine <5 molppm
 Total Butane < 10 molppm
 Carbonyl Sulfide < 10 molppm
 Carbon monoxide <5 molppm
 Carbon dioxide <4 molppm
 Water <7 wtppm
 Oksigen <5 molppm
 Total Sulfur <6 wtppm
 Hydrogen <5 molppm
 Methanol < Nil molppm

2.1.2 Karakteristik Raw Propane Propylene


Tabel 2.1 Sifat Fisik & Kimia Propane & Propylene
No Items Propane Propylene
.
A. General
1. Molecular Formula C3H8 C3H6
2. Smiles CCC C=CC
3. Molarpass 44,095 gr/mol 42,08 gr/mol
4. Apperance Colorless gas Colorless gas
B. Properties
1. Density 1,83 kg/m3 0,52 gr/cm3
2. Phase Gas Liquid
3
3. Solubility in water 0,1 gr/cm 0,61 gr/m3
4. Melting point - 187,6 oC - 185,2 oC
5. Boiling point - 42,09 oC - 47,6 oC
6. Flash point - 104,0 oC - 108 oC
7. Viscosity - 8,34 µ Pa.S
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 11

PERTAMINA, Palembang, 2009


2.2 Bahan Penolong
2.2.1 Bahan Penunjang Proses
Pengolahan bahan baku menjadi produk pada Kilang Polypropylene membutuhkan
bahan penolong untuk menunjang proses. Bahan penolong yang digunakan antara lain
sebagai berikut:
2.2.1.1 Bahan Penunjang Proses Purifikasi
Unit purifikasi digunakan untuk menghilangkan senyawa pengotor seperti COS, H 2S,
CO2, unit terdiri dari empat proses utama, yaitu DEA extraction, NaOH extraction, Drying
dan Depropanizer, semua proses ini memerlukan bahan penunjang yaitu DEA (Dietanol
Amina), NaOH (Natrium Hidroksida) dan Molecular Sieve.
a. Diethyl Amine
Digunakan untuk mengekstraksi impurities pada raw propane-propylene seperti
COS, H2S, CO2. Konsentrasi DEA yang digunakan sebesar 20 % wt.
Komposisi dan Informasi
1. Nama produk : Dietanol amina
2. Nama lain : 2,2-Iminobisethanol, 2,2-Dihydroxyethylamine.
3. Rumus kimia : C4H11NO2 , (HO-CH2CH2-NH- CH2CH2-OH)
4. Keterangan : Dietanol amia banyak digunakan dalam memproduksi
pelumas
untuk industry tekstil. Dipakai sebagai zat aktif permukaan
(de-
tergen) dalam membentuk emulsi cat, shampoo, cairan
pencuci
dan pengikat, juga untuk obat-obatan. Dipakai juga sebagai
pe-
nyerap gas seperti CO2 dan H2S. Bersifat toksik dan iritan
Sifat Fisika dan Kimia
1. Berat molekul : 105,14
2. Wujud zat : Cair atau kristal tak berwarna
3. Titik leleh : 28 oC
4. Titik didih : 270 oC
5. Tekanan uap : 5 mmHg (138 oC)
6. Berat jenis : 1,09 g/L (20 oC)
7. Berat jenis uap : 3,65
8. Kelarutan : Sangat larut dalam air, ethanol dan aseton. Tidak larut dalam
benzene dan eter
b. NaOH
Digunakan untuk mengekstraksi impurities pada raw propane-propylene seperti
H2S, CO2. Konsentrasi NaOH yang digunakan sebesar 10 % wt.
Komposisi dan Informasi
1. Nama Produk : Natrium Hidroksida
2. Nama Lain : Sodium Hidroxyde
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 12

Sifat Fisika dan Kimia


1. Berat Molekul : 40,01
2. Wujud Zat : Cairan
3. Titik Didih : 140 oC
4. Titik Leleh : 12 oC
5. Titik Uap, 60 oC : 13 mmHg
6. SG : 1.5 250 g/cm3

c. Molecular Sieve Absorber


Digunakan untuk menyerap air (saturated water) yang terkandung dalam raw
propane-propylene keluaran dari unit NaOH extraction.
Komposisi dan Informasi :
1. Komposisi senyawa dan konsentrasi
 Silicon Oxide CAS no. 7631-86-9 < 65 %weight
 Aluminium Oxide CAS no. 1344-28-1 <40 %weight
 Sodium Oxide CAS no. 1313-59-3 <20 %weight
 Magnesium Oxide CAS no. 1309-48-4 <5 %weight
 Quartz CAS no. 14808-60-7 <2 %weight
2. Sifat Fisika dan Kimia
 Bentuk : Butiran
 Warna : Coklat
2.2.1.2 Bahan Penunjang Proses Polimerisasi
a. Katalis
Dalam proses ini digunakan 3 (tiga) jenis katalis, 1 (satu) katalis sebagai katalis
primer (Main Catalyst) dan 2 (dua) katalis berikutnya sebagai Co-Catalyst dan
Electron Donor.
 Main Catalyst (MC-Cat) yang digunakan adalah TiCl4/MgCl2 dengan brand CN-
CAT P-101 dari China Catalyst Limited yang berfungsi sebagai katalis utama dalam
proses polimerisasi.
 AT Catalyst (AT-Cat) yang digunakan adalah TEAL (Triethyl Aluminum,
Al(C2H5)3) dari Tosoh Finechem Corp. Japan yang berperan sebagai katalis donor
untuk meningkatkan aktivitas reaksi dengan main catalyst.
 OF Catalyst (OF-Cat), menggunakan cyclohexyl-methyl-dimethoxy-silane
(CMMS) dari Degussa berfungsi untuk menjaga parameter isotactic index dalam
produk Polytam agar memenuhi spesifikasi yang ditentukan
Sifat Fisik Katalis
 MC-Katalis(KatalisUtama)
Sifat-sifat fisik MC-Katalis :
7. Komponen : Titanium (Ti), Magnesium (Mg), Chlorine (Cl),
Oksigen (O), Karbon (C), dan Hidrogen (H).
8. Bentuk : Powder padat
9. Warna : Kelabu tua
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 13

10. Berat Jenis : 2,2 gr/cm3 atau 2.200 kg / m3


11. Fungsi : Sebagai katalis utama dalam proses polymerisasi
12. Tidak bereaksi dengan Hidrogen

 AT-Katalis (Co Katalis / Katalis Pendukung)


Sifat-sifat fisik AT-Katalis :
1. Rumus Kimia : Al (C2H5)3
2. Titik Didih : 186,6 oC
3. Titik Leleh : - 45,5 oC
4. Berat Molekul : 114,2
5. Berat Jenis : 0,832 gr/cm3
6. Bentuk : Cairan transparan, tidak bewarna
7. Panas pembakaran : 10,210 Kkal / kg pada 25oC
8. Panas bila kena air : 1.110 Kkal / kg pada 25oC
9. Fungsi : Berfungsi sebagai katalis pendukung
 OF-Katalis
Sifat-Sifat fisik OF-Katalis
1. Rumus Kimia : Cyclohexyl – Methyl – Dimetyl – Silane
2. Bentuk : Cairan Transparan
3. Warna : Kuning muda
4. Berat jenis : 0,947 gr / cm3
5. Flash Point : 82oC
6. Fungsi : Faktor pengatur terbesar yang menentukan stereoregul
dari Isotactic Index (II) dan mencegah terbentuknya
atactic polymer yang menurunkan daya alir tepung.
b. Hexane
Hexane digunakan sebagai solven, dengan spesifikasi sebagai berikut ;
1. Warna : Jernih
2. Spesifik : 0,673 +/- 0,010
3. Water : 30 wt ppm max

c. Gas Hidrogen
Hidrogen digunakan sebagai pemutus rangkaian polypropylene, sehingga digunakan
untuk mengendalikan nilai Melt Flow Rate polypropylene

d. Monoethylene Glycol
Komposisi dan Informasi
1. Nama Produk : Monoethylene Glycol
2. Komponen Utama : 1,2 Ethanediol, Ethylene Dihydrate
HO-CH2-CH2-OH
3. No. CAS : 107-21-1
Sifat Fisik dan Kimia
1. Bentuk : Cairan bening
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 14

2. Bau : Berbau tidak sedap


3. S.G : 1,115
4. Freezing Point : -13 oC
5. Flash Point : 116 oC
6. Boiling Point : 196 oC
7. Vapour Pressure : 0,12 mmHg
8. Molecular Weight : 62,07 g/mol
2.2.1.3 Bahan Penunjang Pelletizing
Berfungsi untuk membentuk powder polypropylene menjadi pellet dengan cara
mencampur powder polymer dan additive, kemudian di-extrude pada temperatur 236–241 °C
dan memotong menjadi butir-butiran polypropylene (pellet). Sebagai alat pemotong
digunakan cutter (titanium atau stainless steel). Sedangkan additive atau stabillizer yang
digunakan disesuaikan dengan grade produksi. Sebagai media pengalir powder atau pellet
adalah gas nitrogen.
a. Jenis additive atau stabilizer yang digunakan meliputi :
1. AE-stabillizer berfungsi sebagai primary heat stabilizer.
2. AI-stabillizer berfungsi sebagai secondary heat stabilizer.
3. AH-Sstabillizer berfungsi sebagai heat stabilizer produk jenis tape dan injection grade.
4. HA-stabillizer berfungsi sebagai neutralizer dan rubricant.
5. HD-stabillizer berfungsi sebagai whitening agent.
6. SB-stabillizer berfungsi sebagai slip agent.
7. SC-stabillizer berfungsi sebagai blocking agent.
b. Sifat Fisik dan Kimia Stabilizer
 AE-Stabillizer
 AI-Stabillizer
Komposisi dan Informasi
1. Nama produk : CN-CAT® A168
2. Komponen utama :Thiodiethylenen-bis(3,5-di–terbutyl–4-hydroxhydrocinnamate)
3. No. CAS : 4148-43-59
4. 15 mg/m (OSHA PEL TWA), 10 mg/m3 (ACGIH TLV TWA)
3

Sifat Fisik dan Kimia


1. Bentuk : Bubuk
2. Warna : Putih
3. Titik Leleh : 60-80 C
4. Formula : C38H58O6S
5. Mol. Weight : 642
6. SG : 1.01
 AH-Stabillizer
Komposisi dan Informasi
1. Nama Produk : Trisnonylphenyl Phospite
2. No. CAS : 26523-78-4

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 15

3. Komposisi : 100 % wt.


Sifat Fisika dan Kimia
1. Bentuk : Cairan
2. Warna : Putih
3. Bau : Mirip Phenol
4. Vapour press : <0.01 Pa
5. Density :>1
6. Boiling Point : 150 C
7. SG : 0.99
 HA-Stabillizer (Calcium Stearate)
Komposisi dan Informasi :
1. Komponen utama : Calcium soap dari fatty acid
2. Nama EINECS : Octadecanoic acid, Calcium Salt
Fatty acids, C16-18, Calcium Salts
3. No. EINECS : 2164728, 2864846
4. No. CAS : 1592-23-0, 85251-71-4
5. Rumus kimia : C18H36O.½Ca
6. Berat Molekul : 586
7. Konsentrasi : Kira-kira 98%
Sifat Fisika dan Kimia
1. Bentuk fisik pada temperatur kamar : padat
2. Wujud : powder, mikro manik-manik
3. Warna : putih
4. Bau : sedikit mengandung lemak, gemuk
5. Titik lebur : 130 – 175 0C
6. Suhu dekomposisi : > 200 0C
7. Kelarutan air : tidak dapat larut
8. Pelarut : pelarut organik
9. Ukuran berat jenis : 150 – 500 gr/L
10. Titik nyala : 200 0C ( Metode C.O.C )
11. Temperatur nyala : ± 200 – 260 0C
12. Batas mudah terbakar dalam udara : 20 gr/m3 untuk partikel < 74µ
13. Nilai pH (20 0C, kelarutan dalam air) :7-9
 SB-Stabillizer
Komposisi dan Informasi
1. Nama produk : Erucamide
2. Nama kimia : Cis-13-Docosenamide, Erucic acid amide, Erucoyl amide.
3. Tipe penggunaan : Slip dan agen anti blocking untuk Poliolefin.
4. Komponen : Erucamide
5. No. CAS : 112-84-5
6. Kemurnian : min. Amide 98.5%
7. Rumus Molekul : C21H41CONH2
Sifat Fisika dan Kimia
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 16

1. Bentuk Fisik : Tepung


2. Tekanan Uap : < 0.1 kPA
3. Warna : Putih
4. Density : 850 Kg/m3
5. Bau : Lemak ringan
6. S.G : 0.87
7. Berat Molekul : 337.6
8. Kelarutan Dalam Air : Tidak larut
9. Titik Didih : Decomposes
10. Titik Leleh : 80 - 84 C
11. Titik Bakar : 270 C
 SC-Stabillizer
Komposisi dan Informasi
1. Nama lain : Amorphouse Silica, Precipitated Silica, Hydrated Silicon
Dioxide
2. Nama Produk : Silicid Acid
3. Rumus molekul : SiO2.H2O
4. Persentase : min. 96% (SiO2)
Sifat Fisik dan Kimia
1. Wujud : Bubuk putih
2. pH : 6.50 – 7.00 pada 5%
3. Titik lebur : > 1700 oC (3092 F)
4. Titik didih : 2230 oC (4046 F) pada 760 mmHg

Tabel 2.2 Komposisi stabilizer yang digunakan

Tipe Merek Rasio resep Keperluan Berat Pemakaia Jumlah


aditif aditif/ton-pp resep (kg) per bag n jumlah actual
(kg) bag (kg)
AE IRGanox 3114 0.2 36 20 2 40
AI Indonox PY68 0.4 72 25 3 75
HA Ceasit SW 0.7 126 20 7 140
VEG
Baerlocher
HD Acid scavenger 0.1 18 20 1 20
LDHS
SA Armoslip CP 2.7 486 20 25 500
SC GASIL AB 725 2.7 486 20 25 500
P
OB TINOPALOB 0.0075 1.35 1.5 1 1.5
A
Jumlah 6.8075 1225.35 67

2.2.2 Bahan Penunjang Utilitas

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 17

a. Nitrogen
Gas nitrogen dihasilkan dari unit utilitas dengan bahan baku udara dengan proses
distilasi kriogenik. Pada kilang polypropylene, gas nitrogen digunakan sebagai
pengering pada unit polimerisasi, gas pembawa serbuk polypropylene, gas pembawa
pelet polypropylene serta digunakan untuk menghilangkan udara didalam reaktor dan
tangki pembuatan katalis.
Berikut sifat fisika dan kimia gas nitrogen :
1. Berat molekul : 28,013
2. Titik leleh : -210 oC
3. Berat jenis cairan : 0,688 (20 oC, air = 1)
4. Titik didih : -196 oC
5. Berat jenis gas : 3,52 (udara = 1)
6. Larut dalam amoniak dan etanol
b. Catalyst Arsene Removal
Katalis ini digunakan untuk menghilangkan senyawa arsene pada bahan baku
propylene cair di unit impurities removal sebelum masuk ke dalam reaktor satu.
Berikut komposisi, sifat fisika dan kimia Catalyst Arsene Removal :
1. Komposisi :
Komponen %
Aluminium Oxide 1-3
Graphite, Sythetic 1-3
Cupric Oxide 30-40
Zinc Oxide 60-70
2. Bentuk : Tablet
3. Bau : Tidak berbau
4. Warna : Coklat Gelap
5. Kelarutan dalam air : tidak terlarut
6. Titik Leleh : >1600 °C
2.3 Hasil Produksi
Kilang Polypropylene menghasilkan produk berupa Non Bahan Bakar Minyak (NBBM).
Polypropylene yang diproduksi oleh kilang ini sebesar 45.000 ton/tahun serta produk
samping hasil Depropanizer adalah propane yang digunakan sebagai LPG di sungai gerong
sebanyak.

2.3.1 Polypropylene

Tabel 2.3 Spesifikasi produk Polyropylene PT. Pertamina RU III Plaju

Properties Units Grade


Injection Film Tape Fiber Blowing
Melt flow rate g/min 1,4–40 1,4–11 1,4–6,5 2,5–14 0,5
Density g/cc 0,91 0,91 0,91 0,91 0,91

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 18

Isotatic index % 96–98 97–98 97–98 96–98 98


Tensile yield kg/cm2 370–400 370–380 370–380 370-380 370
stress
Flexturl kg/cm2 15.500– 15.500– 15.500– 12.000– 15.5
modules 20.000 16.000 16.000 16.000
Hardness R scale 95–100 95–100 95–100 95–100 95
o
Softening C 155 155 155 155 155
o
Deflection C 105–130 105–110 105–110 105-110 100
temp.

Struktur dasar polypropylene adalah :

CH3

Struktur Isotactic adalah struktur dimana seluruh gugus metil terletak dalam sisi yang
sama di sepanjang rantai polimer. Sedangkan struktur dengan gugus metil secara alternating
system disebut struktur Syndiotactic. Struktur Atactic merupakan suatu random system.
Dengan demikian isotactic dan syndiotactic strukturnya beraturan. Karena strukturnya
berbeda, maka dapat diharapkan bahwa sifat-sifat polimernya akan berbeda.

c. Struktur Isotactic
– CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 –

CH3 CH3 CH3 CH3 CH3

d. Struktur Atactic
CH3 CH3 CH3

– CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 –

CH3 CH3

e. Struktur Syndiotactic
CH3 CH3

– CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 – CH – CH2 –

CH3 CH3 CH3

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 19

Dalam praktek, struktur yang seluruhnya isotactic dan syndiotactic tidak dapat
diperoleh dan molekul polimer sebagian akan merupakan atactic polipropylene dan sebagian
lagi isotactic atau syndiotactic. Struktur syndiotactic dan isotactic dapat membentuk kristal
sedangkan atactic polypropylene merupakan material amorf.

Tabel 2.4 Perbedaan sifat-sifat polimer isotactic dan syndiotactic dengan atactic

Isotactic / Syndiotactic Atactic


- Berat jenis Rendah - Spesific gravity + 0,86 g/cm3
- Titik lunak lebih tinggi - Tidak larut dalam n-Heptane
- Bebas dari problema - Viscosity average molecular weight
Environmental Stress Cracking dalam range 20.000 – 80.000
- Titik rapuh tinggi - Semi tacky
- Rentan terhadap pengaruh oksidasi - Rentan terhadap pengaruh oksidasi
- Compatible dengan bitument, mineral
filler dan berbagai resin lainnya
Fungsi-fungsi grade polypropylene :
1. Film grade, banyak digunakan untuk bahan pembungkus makanan, barang-barang,
pakaian, rokok, dan sebagainya.
2. Injection molding grade, digunakan untuk machine parts, automotive part, houseware,
tray, cups, dan sebagainya.
3. Tape grade, digunakan untuk karung, straps, sheets, dan sebagainya.
4. Fiber grade, digunakan untuk filament seperti ropes, nets, carpets, textiles, dan
sebagainya.
5. Blow molding grade, digunakan untuk bottles, pipes, sheets dan sebagainya.
Saat ini, kilang polypropylene memproduksi polypropylene dengan grade PF-1000, dengan
spesifikasi sebagai berikut :

Tabel 2.5 Spesifikasi Grade PF-100

Grade
Properties Units Film (PF-1000) Yarn (PY-
240)
Melt flow rate gr/10mnt 8.5 – 11.5 1.9 – 2.9
Density gr/ml 0.5 – 0.6 0.5 – 0.6
Isotactic index % wt 97 min 97 min
Ash content % wt 0.02 max 0.02 max
Color (Lightness Correction) - 70 70

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 20

2.4 Sistem Pengadaan dan Distribusi Bahan Baku


2.4.1 Sistem Pengadaan
Pemasok Minyak Bumi RU III Plaju adalah Direktorat Integrated Supply Chain (ISC)
PT Pertamina (Persero). Pasokan Minyak Bumi ini merupakan pasokan yang bersifat internal,
mengingat Direktorat ISC dan RU III Plaju sama-sama unit bisnis dari satu entitas usaha,
yaitu PT. Pertamina (Persero), yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. RU III Plaju tidak
mengeluarkan pembayaran apapun terkait pengadaan pasokan bahan mentah berupa Minyak
Bumi ini. Bahan baku crude oil yang digunakan oleh PT Pertamina RU III berasal dari daerah
Prabumulih, Pendopo, dan Jambi disalurkan melalui :
1. Pipa-pipa
2. Kapal-kapal tanker
3. Mobil-mobil pendistribusian
Proses penerimaan bahan baku, bahan penolong dan distribusi produk pada Kilang
Polypropylene ditunjang oleh fasilitas dan peralatan operasi antara lain :
• Pipa-pipa, untuk penyaluran pergerakan umpan, bahan baku penolong dan produk
• Tangki-tangki, untuk penampungan bahan baku penolong dan produk
• Pompa-pompa, untuk pemompaan umpan, bahan baku penolong, produk dan lain-
Lain

a. Mitra Partner Tugas


1 Perkapalan Memfasilitasi kegiatan penerimaan minyak mentah,
naphta dan penyaluran produk via kapal
2 Marine Region II Mengelola kegiatan loading & unloading dan
operasional pelabuhan

b. Pemasok Tugas
1 ISC Mensuplai bahan baku berupa crude oil
2 RU’s Mensulai intermedia berupa HOMC dan HSDC
3 PT PEP & Pertagas Mensuplai natural gas yang digunakan sebagai bahan
baku dan sumber fuel
4 Vendor/Manufacturing Mensuplai bahan pendukung proses berupa katalis dan
Katalis, Chemical dan chemical
Peralatan Utama Mensuplai spare part dan peralatan utama operasional
kilang
5 Vendor Jasa (konsultan, Mensuplai jasa konsultasi dan lisensi
lisensor & surveyor)
6 M&T Memasok aditif produk

Tabel 2.6 Mitra Partner dan Tugasnya


Sumber : www.pertamina.com
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 21

2.4.2 Sistem Distribusi

Gambar 2.2 Sistem Distribusi


Produk BBM, non – BBM, bahan bakar khusus dan Petrokimia didistribusikan dan
dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produksi minyak di Indonesia,
khususnya Sumatera Bagian Selatan yang mencakup empat provinsi antara lain Sumatera
Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung, kemudian Pangkal Pinang, Medan, Pontianak,
Jakarta, dan sebagian ada yang diekspor. Pemasaran produk PT Pertamina RU III dilakukan
oleh Unit Pemasaran dan Pembekalan Dalam Negeri (UPPDN).

2.5 Sistem Penyimpana Bahan Baku dan Produk


Bahan baku dan produk di PT Pertamina (Persero) RU III Plaju ditampung di dalam
tempat penyimpanan baik dalam tangki, silo dan gudang dengan kapasitas yang berbeda.
Tempat untuk menampung bahan baku penunjang maupun produk yang mendukung Kilang
Polypropylene adalah:
2.5.1 Penyimpanan Bahan Baku
a. Unit Purifikasi
T-101 : Tempat penyimpanan bahan baku raw propane propylene dari unit
FCCU
T-102/103/104 : Tempat penyimpanan propylene yang telah diolah di unit
purifikasi
Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)
Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong
BAHAN BAKU DAN PENOLONG SERTA HASIL PRODUKSI 22

sebelum menuju unit polimerisasi


V-201 : Tangki penyimpanan larutan fresh DEA yang akan digunakan pada
proses purifikasi
V-210 : Tangki penyimpanan larutan DEA baik fresh dan hasil regenerasi
V-206 : Tangki penyimpanan larutan NaOH fresh dan hasil regenerasi

b. Unit Polimerisasi
D-2102 : Catalyst Holding Drum
D-2103 : Catalyst Feed Drum
D-2104 : Anti-Catalyst Holding Drum
D-2105 : OF-Catalyst Holding Drum
D-2108 : Fresh Hexane Drum
c. Unit Pelletizing
TK-2501 : Powder Hopper
TK-2502 : Stabillizer Hopper

2.5.2 Penyimpanan Produk


a. Unit Purifikasi
V-500 : Propane product storage drum
b. Unit Pelletizing
TK-2504 : Pellet Hopper
10DT-003/004, 10DT-101/201 dan 10DT-006 : Silo pelet polypropylene
Gudang Polytam : Tempat penyimpanan pelet
polypropyle-
ne yang sudah dibungkus dengan
karung

Laporan Magang industry Kilang Polypropylene PT. Pertamina (Persero)


Refinery Unit III Plaju-Sungai Gerong