Anda di halaman 1dari 52

LEMBARAN PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI UMUM

Laporan praktikum budidaya tanaman ini disusun sebagai tugas akhir menyelesaikan

Praktikum Botani Umum dan salah satu syarat lulus mata kuliah Botani Umum

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK DASAR PADA TANAMAN TERONG

(SOLONUM MELOGENA L)

DISUSUN DAN DIAJUKAN OLEH:

Nama : MUHAMMAD RAYZAL AMIN

NIM : 190301017

Kelas : AGROTEKNOLOGI 1.A

Prodi : AGROTEKNOLOGI

Jurusan : BUDIDAYA TANAMAN

Sengkang …Desember 2019

Menyetujuai

Pembimbing Lapangan Dosen Penanggung Jawab

GUNA DARMAN, S.P RAHMAWATI, S.P.M.P


Daftar isi

HALAMAN JUDUL..................................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................... i

DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

DAFTAR GAMBAR................................................................................................. v

ABSTRAK................................................................................................................. vi

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1

1.1.1 KLASIFIKASI TERONG................................................................. 2

1.1.2 MORFOLOGI TERONG................................................................. 3

1.1.3 SYARAT TUMBUH....................................................................... . 7

1.1.3.1 IKLIM................................................................................ 7

1.1.3.2 TANAH............................................................................. 7

1.1LATAR BELAKANG......................................................................... 7

1.2RUMUSAN PENELITIAN................................................................. 8

1.3TUJUAN PENELITIAN..................................................................... 8

BAB II BAHAN DAN METODE................................................................ ... 9

2.1 BAHAN..................................................................................... 9

2.2 METODE...................................................................................... 15

BAB III HASIL PENELITIAN...................................................................... 24

3.1 TINGGI TANAMAN................................................................... 24

3.2 JUMLAH DAUN......................................................................... 24

3.3 JUMLAH BUAH........................................................................... 24


3.4 PANJANG BUAH........................................................................ 24

3.5 BOBOT BASAH TERUNG UNGU................................................ 24

BAB IV PEMBAHASAN................................................................................. 26

4.1 PUPUK KANDANG...................................................................... 27

4.2 PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI....................................... 27

4.3 APLIKASI PUPUK KANDANG................................................. 27

BAB V PENUTUP......................................................................................... 29

KESIMPULAN DAN SARAN.......................................................... 29

DAFTAR PUSTAKA........................................................................ 30
DAFTAR GAMBAR

Gambar1 Akar .............................................................................................. 3

Gambar2 Batang ......................................................................................... 4

Gambar3 Daun ............................................................................................ 5

Gambar4 Bunga ......................................................................................... 6

Gambar5 Buah ........................................................................................... 6

Gambar6 Subbe.......................................................................................... 9

Gambar7 Cangkul .................................................................................... 9

Gambar8 Gembor ................................................................................... 10

Gambar9 Bibit terong ............................................................................. 11

Gambar10 Pupuk kandang ..................................................................... 12

Gambar11 Jaring paranet ...................................................................... 13

Gambar12 Meteran................................................................................. 14
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK DASAR PADA TANAMAN TERONG

(Solonum melogena L)

Muhammad Rayzal Amin

Program study angroteknologi, fakultas pertanian Universitas puangrimaggalatung

ABSTRAK

Terong adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran.Asalnya

adalah India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan

agak jauh dari tomat.

Terung ialah tanaman yang sering ditanaman secara tahunan. Cara menaman

tanaman terung adalah desemai, setelah tumbuh 4 daun sejati kemudian ditanam

(dijadikan bibit terlebih dahulu). Panen dimulai pada 70-80 hari setelah semai

selanjutnya setiap 5 hari. Dari segi botani, buah yang dikelaskan sebagai beri memiliki

banyak biji yang kecil dan lembut. Biji itu dapat dimakan tetapi rasanya pahit karena

mengandung nikotin, sejenis alkaloid yang banyak dikandung tembakau.

Pupuk kandang ialah olahan kotoran hewan, biasanya ternak, yang diberikan

pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah..

Dilaksanakn di BTN griya Alam Rahma ,tepatnya di lahan praktikum lapangan Fakultas

Pertanian, Universitas Puangrimaggalatung,Sengkang


Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Terdiri 2 kali ulangan.Pemberian

pupuk dasar menggunakan pupuk kandang kotoran sapi

Kata kunci: Kotoran sapi dan dan terung


ABSTRAK

Egglpant is a fruiprodusing plant that is used as a vegetable. The examples are

India and Sri Lanka. Eggplant is closely related to potatoes and liuncas, and a little far

from tomatois. Eggpant is closely related to potatois and leuncas, and a little far from

tomatoes.

Eggplant is a terna t that is often planted annually. How to grow eggplant

plants are in seedlings, after growing 4 trui leaves and then planted (used as seedlings

first). Harvesting starts in 70-80 days after the next seedling every 5 days. From a

botanical point of view, the fruit described as berries has many small, soft seeds. The

seeds are edible but taste bitter because they contain nicotine, a type of alkaloid that is

widely contained in tobacco.

Manure is processed animal dung, usually livestock, which is given on agricultural land

to improve fertility and soil structure.

Done at Tenri Dolo BTN griya Alam Rahma, Fasulty of Agriculture, Puajgrimaggaltung

University, Sengkang

The study used A Tandomized Block Design. Consists of replications. Giving basic

fertiliser using cow manure

Keywords: Cow Manure and eggplant plants


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Terung ( Solanum melogena, di pulau jawa lebih di kenal sebagai terong) adalah

tumbuhnya penghasil buag yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri

Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kengang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.

Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga

40-150 cm tingginya. Daunnya besar dengan lobus yan kasar. Ukurannya 10-20

panjangnya dan 5- 10 lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga

setinggi225 cm, dengan daun yang melebihi 30 cm dan15 cm panjangnya. Batangnya

biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yaang

memiliki lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan

diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang

ditanam.

Cara menanam tanaman terung adalah disemai, setelah tumbuh 4 daun sejati kemudian

ditanam ( dijadikan bibit terlebih dahulu). Panen dimulai pada 7—80 hari setelah semai

selanjutnya setiap 5 hari

Dari segi botani, buah yang dikelaskan sebagai beri memiliki banyak biji yang

kecil dan lembut. Biji itu dapat dimakan tetapi rasanya pahit karena mengandung

nikotin, sejenis alkaloid yang banyak dikandung tembakau.


Pertenakan merupakan suatu kegiatan dalam meningkatkan kekayaan alam biotik

berupa ternak untuk memenuhi kebutuhan manusia tertama protein hewani.

Konsekuensi yang ditimbukan dengan meningkatnya usaha peternakan, uaitu limbah

yang dihasilkan juga ikut meningkat dengan pesat. Karena meningkatnya limbah

produksi dari peternakan maka perlu dicari suat u model pengelolaan yang

berkelanjutan dan dapat dengan mudah dilakukan oleh pihak-pihak yang membutuhkan

yaitu denga melalui bikonversi. Untuk memecahakan masalah limbah tersebut dapat

dilakukan dengan cara mengkonversi limbah perternakan menjagi produk pupuk

kandang sapi sehingga nilai ekonominya dapat ditingkatkan.

Pupuk kangang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan pupuk

sintesis. Selain kandungan Nitrogen (N), Fospor (P) dan Kalium (K) yang cukup tinggi,

pupuk kangang mengandung unsur hara yang cukup lengkap. Dari uraian tersebut diatas

maka perlu dilakukan penelitian tentang efikasi limbah pepernakan sapi dengan cara

melakukan uji penanaman tanaman terong dengan menggunakan pemupukan dasar

menggunakan pupuk kandang kotoran sapi

1.1.1 Klasifikasi terong

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Trachebionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliopsida

Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanes

Famili : Solamaceae

Genus : Solanum

Spesies : Solanum melongena L.

1.2 Morfologi terong

1.2.1. Akar

Gambar 1 Akar 1.2.1

Akar tanaman terong ungu memiliki akar tunggang dan cabang-cabang akar dapat

menembus kedalam tanah sekitar 80-100 cm. Akar-akar yang tumbuh mendatar dapat

menyebar dengan radius 40-80 cm dari pangkal batang tergantung dengan umur

tanaman dan kesuburan tanah.


1.2.2. Batang

Gambar 2 batang 1.2.2

Batang terong ungu pendek, berkayu dan bercabang. Tinggi batang tanaman bervariasi

anatar 50-150 cm tergantung jenis varietesnya. Permukaan kulit batangm cabang

ataupun daun tertutup oleh buku-buku halus. Batang tanaman ini membentuk

percabangan yang menggarpu dan tidak beraturan. Batang utama terong memiliki

ukuran cukup besar dan agak keras, sedangkan percabangannya memiliki ukuran lebih

kecil. Fungsi batang sebagai tempat tumbuhnya daun dan organ-organ lain dan

digunakan sebagai pengangkut zat hara dari akar ke daun dan sebagai jalan

menyalurkan zat hasil asimilasi ke seluruh bagian.

terong menghasilkan biji dalam satu buah yang sangat banyak dan memiliki ukuran

kecil berbentuk pipih dan berwarna


1.2.3. Daun

Gambar 3 Daun 1.2.3

Daun terong terdiri atas tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun seperti

ini lazim disebut daun bertangkai. Tangkai daun berbentuk slindris dengan sisi agak

pipih dan menebal dibagian pangkal, panjang berkisar antara 5-8 cm. Helaian daun

terdiri dari ibu tulang daun, terdiri  atas ibu tulang daun, tulang cabang dan urat-urat

daun. Ibu tulang daun merupakan perpanjangan dari tangkai daun yang makin mengecil

kearah pucuk. Lebar helaian daun 7-9 cm atau lebih sesuai varietasnya. Panjang daun

antara 12-20  cm. Bangun daun berupa belah ketupathingga oval, bagian ujung daun

tumpul, pangkal daun mruncing, dan sisi bertoreh


1.2.4. Bunga

Gambar 1.2.4 Bunga


Bunga terong merupakan bunga banci atau bunga berkelamin dua, dalam satu

bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin wanita (putik). Bunga

seperti ini dinamakan bunga  lengkap. Perhiasan bunga yang dimiliki adalah kelopak

bunga, mahkota bunga, dan tangkai bunga.

5. Buah

Gambar 5 Buah 1.2.5

Buah terong merupakan buah sejati tuggal dan berdaging tebal, lunak, serta tidak

akanpecah bila buah telah masak. Daging buah lunak dan berair. Daging buah ini

merupakan bagian yang enak dimakan. 


1.3 Syarat tumbuh terong

Syarat tumbuh tanaman terung merupakan kondisi lingkungan baik iklim

maupun tanah yang sangat baik atau cocok untuk pertumbuhan tanaman terung agar

mendapatkan hasil yang maksimal dan menguntungkan secara ekonomi. Adapun syarat

tumbuh tanaman terung yang baik adalah sebagai berikut :

1.3.1 Iklim

Tanaman terung dapat tumbuh dengan baik pada suhu berkisar antara 20-32

derajat celcius dengan ketinggian tempat berkisar antara 0-1200 m dpl. Suhu sangat

berpengaruh terhadap perkecambahan, pembunuhan, pembentukan buah dan laju

pertumbuhan tanaman terung.

Tanaman terung sangat baik ditanam pada musim kemarau. Secara umum

tanaman terung dapat tumbuh pada daerah dengan suhu 22-30 derajat celcius, memiliki

sinar matahari yang cukup dan tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat 800 m dpl.

1.3.2 Tanah

Tanaman terung umumnya memiliki daya adaptasi yang sangat luas, namun kondisi

tanah yang subur dan gembur dengan sistem drainase dan tingkat keasaman yang baik,

merupakan syarat yang ideal bagi pertumbuhan tanaman terung. Untuk pertumbuhan

optimum, pH tanah harus berkisar antara 5.5-6.7, namun tanaman terung


masih toleran terhadap pH yanah yang lebih rendah yaitu 5.0. Pada tanah dengan

pH yang lebih rendah dari 5.0 akan menghambat pertumbuhan tanaman yang

mengakibatkan rendahnya tingkat produksi tanaman (Simanjuntak, 2003).

Tanah yang mudah mengikat air, gembur, atau kedalaman tanah yang cukup

merupakan sifat yang cocok untuk pertumbuhan tanaman terung. Jenih tanah yang baik

adalah regosol, latosol dan andosol yang merupakan tanah lempung ringan dengan daya

drainase dan daya ikat air yang baik. Tanah dengan derajat keasaman (pH tanah) 6,8

7,3. Kondisi tanah yang terlalu masam (kurang dari 5.5) akan menyebabkan tanaman

mengalami klorosis. Namun tanaman juga akan pendek, jumlah daunnya sedikit dan

produksinya rendah, bila kondisi tanahnya terlalu basa (>7.5). Tanaman terung masih

toleran terhadap keasaman tanah 6-7.5 

1.2 Rumusan masalah

Bagamana pengaruh pertumbuhan tanaman terong menggunakan pemupukan

dasar menggunakan pupuk kandang kotoran sapi

1.3 Tujuan penelitian

Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan produksi tanaman terong

terhadap pemberian pupuk dasar pada tanaman terong


BAB II

Bahan dan metode

2.1. Bahan

Bahan yang saya gunakan dalam praktek ini adalah

2.1.1 Subbe

Gambar 6 Subbe 2.1.1

Sebbe adalah alat tradisional yang digunakan dalam pertanian, yang berasal dari

sulawesi selatan yang berguna untuk membersihkan lahan dari gulma, membuat

bedengan. Subbe biasanya terbuat dari kayu dan besi, bentuknya hampir sama dengan

cangkul, hanya saja ukuranya subbe lebih kecil di bandingkan dengan cangkul
2.1.2 Cangkul

Gambar 7 Cangkul 2.1.2

Cangkul adalah satu jenis alat tradisional yang digunakan dalam pertanian. Cankul

digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun utuk meratakan

tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya

menggunakan baja.

Dalam praktek ini saya menggunakan cangkul sebagai alat untuk membuat bedangan

dan mengemburkan tanah

2.1.3 Gembor

Gambar 8 Gembor 2.1.3


Gembor atau Penyiram tanaman adalah wadah berbentuk seperti cerek besar

yang biasanya memiliki pegangan dan corong, dan digunakan untuk menyirami

tanaman dengan tangan. Gembor telah digunakan sejak setidaknya 79 M, sepanjang

yang pernah ditemukan, dan sejak saat itu gembor juga memiliki beragam kegunaan,

karena merupakan alat yang cukup fleksibel.

Kapasitas wadah dari gembor dapat berkisar antara 0,5 liter ( untuk tanaman

dalam ruangan yang ada di dalam rumah dan apartemen) hingga 10 liter ( untuk

penggunaan taman umum). Gembor biasanya terbuat dari logam, keramik, atau plastik.

Pada akhir cerat (corong untuk mengeluarkan air), terdapat ujung pancuran yang

berbentuk seperti topi dengan lubang-lubang kecil, yang dapat digunakan untuk

memecah aliran air menjadi tetesan-tetesan air, agar menghindari tekanan air yang

berlebihan pada tanah atau pada tanaman halus

2.1.4 Bibit terong

Gambar 9 Bibit terong 2.1.4

budidaya terong ungu hal utama yang harus diperhatikan selain cara menanam.
Terong ungu yang baik dan benar adalah saat pemilihan benih terong yang harus tepat.

Untuk memperoleh bibit terong ungu yang bagus pilihlah benih terong yang berkualitas.

Agar memperoleh hasil produksi yang tinggi dan tahan penyakit, pilihlah benih terong

hibrida.

2.1.5 Pupuk kandang

Gambar 9 Pupuk kandang 2.1.5

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya

sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara

oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk

padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urin)

hewan. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat

banyak mengandung unsur hara makro, seperti fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara

mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di

antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga,

dan molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urin hewan ternak tiga kali lebih besar

dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat.


Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:

Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan

secara perlahan oleh mikroorganisme sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya

pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau, dan babi.

Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang diuraikan

mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang

berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam.

Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan

mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan

anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk kandang bisa

memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal. Pupuk

kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri bersuhu dingin, remah, wujud

aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri

tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang

akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Penggunaan

pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur

hara dapat berkurang. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik

dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk

kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.


2.1.6 Jaring paranet

Gambar 11 Jaring paranet 2.1.6

Salah satu tipe rumah plastik pengganti green house yang lazim ditemui adalah

shading house. Shading house atau rumah naungan mudah dibuat, tidak memiliki atap

khusus, tidak memerlukan dinding dan yang pasti tidak membutuhkan biaya tinggi.

Bahan untuk membuat shading house ini umumnya menggunakan net (jaring). Net

memiliki beberapa nama dagang seperti paranet, agronet, multinet, polinet dan lain-

lain. Paranet adalah nama dagang net yang paling populer. Fungsi paranet adalah

sebagai bahan pembuat naungan. Beberapa jenis tanaman tertentu

seperti mawar, anggrek, anyelir, tomat, lettuce, strawberry, dan sawi tidak menyukai

cahaya matahari dengan intensitas yang tinggi. Penggunaan paranet sebagai naungan

dapat mengontrol jumlah intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pupuk kandang yang saya gunakan dalam praktek ini adalah pupuk kandang kotoran

sapi, karena kotoran sapi mudah di dapatkan.


2.1.7 Meteran

Gambar 12 Meteran 2.1.7

Meter Ukur adalah alat ukur yang sangat penting dipergunakan dalam bangunan.

Setiap pekerjaan akan sering berhubungan dengan alat ini karena semua pekerjaan pasti

berhubungan dengan ukuran. Alat akur dapat dijumpai dalam berbagai bentuk dan

ukuran, bahan alat ukur ada yang terbuat dari kayu, kain, plastik dan juga dari plat besi.

Umumnya alat ukur dibuatkan dalam dua satuan ukuran metrik yaitu dalam satuan

meter dan inchi yang mana harus mengikuti ukuran standard yang berlaku. Meter ukur

saat ini dipasaran banyak dijumpai dalam berbagi ukuran panjang. Meter ukur kecil

biasanya mempunyai ukuran panjang 3 m dan 5 m. Sedangkan meter ukur panjang yang

biasanya dalam bentuk roll terdapat dalam ukuran 10 m, 20 m, 30 m, 50 m dan 100 m

2.2 Metode

Metode yang saya lakukan yaitu, penggunaan pemupukan dasar menggunakan pupuk

kandang kotoran sapi. Saya ingin mengetahui perkembangan dan tingkatan produksi

tanaman terong menggunakan pemupukan dasar.


2.2.1 Variable pengamatan

Variabel pada pengamatan ini meliputi

Variable bebas yaitu, kadar air tanah yang berbeda ( kuantitas penyiraman dan dosis

pupuk kandangnya

Variable terikat yaitu, hasil pertumbuhan pada terong

2.2.2 Prosedur penelitian

Prosedur penelitian ini terdiri dari 10 tahap yaitu

 Pengamatan lahan

Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan

maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari

sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui

sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk

melanjutkan suatu penelitian. Ilmu pengetahuan biologi dan astronomi mempunyai

dasar sejarah dalam pengamatan oleh amatir. Di dalam penelitian, observasi dapat

dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.

Cara observasi yang paling efektif adalah melengkapinya dengan pedoman

observasi/pedoman pengamatan seperti format atau blangko pengamatan. Format yang

disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan.
terjadi. Setelah itu, peneliti sebagai seorang pengamat tinggal memberikan tanda cek

pada kolom yang dikehendaki pada format tersebut.

Orang yang melakukan pengamatan disebut pengamat.

 Pengolahan tanah

Dikarenakan di Desa Cermin Alam ini sistim pengairan persawahannya

menggunakan irigasi teknis, maka sebelum menanam cabe di areal persawahan ini

hendaknya air dipetakan sawah diatur atau dikeringkan terlebih dahulu. Kemudian baru

lah  tanah diolah, agar tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga

pertukaran udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam

tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat

keluar dari tanah.

  halus dan lahan siap digunakan. Saat ini, dengan perkembangan mekanisasi

pertanian pengolahan tanah semakin mudah untuk dilakukan. Proses pengolahan tanah

untuk lahan cabe dapat dilakukan dengan menggunakan Cultovator atau dengan  Quick

Cakar Baja dengan implement Blade J apabila kondisi  tanah relatif gembur atau 

dengan Blade B apabila kondisi tanah relatif keras dengan kedalaman hasil olahan

sekitar 15 cm.

Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah lahan yang memiliki tanah

yang gembur dan memiliki porositas yang baik. Untuk memperoleh lahan yang gembur

sebaiknya lahan dibajak, dibersihkan dari tunggul/tonggak kayu dan sisa-sisa akar

tanaman, karena apabila terlalu banyak gulma dapat menganggu pertumbuhan.


tanaman cabe. Pengolahan tanah dilakukan dengan menghancurkan bongkahan-

bongkahan tanah sehingga menjadi lebih

 Pembersihan lahan

Pembersihan lahan adalah pekerjaan berat, tetapi jika Anda melakukannya secara

bertahap maka pekerjaan ini bisa diselesaikan dengan cepat. Mulailah dengan menaksir

keadaan lahan untuk menentukan mana pekerjaan yang bisa ditangani sendiri dan mana

yang membutuhkan bantuan orang lain. Setelah menentukan apakah Anda

membutuhkan bantuan kontraktor atau para ahli lainnya, mulailah mengerjakannya satu

per satu. Misalnya dengan membersihkan sisa puing yang ada di lahan, lalu menebang

pepohonan dan memangkas tanaman yang masih tersisa. Jika lahan sudah diratakan dan

lubang-lubang di tanah sudah ditutup, area tersebut siap digunakan.

 Pembuatan bedengan

Setelah melakukan pengolahan lahan, proses berikutnya adalah membuat bedengan.

Fungsi bedengan tersebut adalah untuk memudahkan pembuangan air hujan, melalui

selokan, memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah

serta memudahkan untuk proses pemeliharaan tanaman. Ukuran bedengan pada lahan

cabe biasanya memiliki lebar 100 cm. panjangnya disesuaikan dengan kondisi tanah,

tinggi bedengan kurang lebih 20 cm, dan jarak antar bedengan 100 cm.

 Pemupukan awal

Caranya di samping tanaman dibuat lubang sedalam kurang lebih 5-10 cm, kemudian

pupuk dimasukkan ke dalam lubang tersebut, setelah itu ditutup dengan.


tanah. Aplikasi pupuk secara spot placement dapat dilakukan apabila jarak tanam

cukup lebar. Pemupukan pada tanaman jagung dapat menggunakan metode ini.

Keuntungan memberi pupuk secara spot placement yaitu pupuk tidak mudah

menguap dan aplikasi langsung ke dalam tanah dekat dengan akar

tanaman. Kelemahannya ialah waktu yang diperlukan cukup lama, takaran pupuk diatur

agar seragam tiap lubangnya.

Pemupukan lewat daun atau foliar application, yaitu pupuk yang dilarutkan ke

dalam air dengan konsentrasi sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepada

daun dengan alat penyemprot biasa seperti hand sprayer. Jika area budidaya lebih luas,

dapat digunakan knapsact sparayer. Aplikasi dilakukan untuk daun bagian bawah, agar

nutrisi dapat mudah diserap oleh stomata daun.

 Pemilihan benih

Cara menanam terong ungu di polybag bisa memang bisa dilakukan dengan mudah

di sekitar rumah. Meskipun begitu, Anda tidak boleh sembarangan dalam

melaksanakannya agar hasil pertaniannya memuaskan. Oleh karena itu, setelah

mengetahui syarat tumbuh terong yang baik, berikutnya Anda harus menentukan bibit

terong sebelum melakukan penyemaian.

Pembibitan atau pemilihan terong bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, Anda bisa

membeli bibit dari toko pertanian. Kedua, Anda bisa melakukan pemilihan bibit dengan

cara mengambil biji terong pada terong ungu secara langsung. Berikut cara memilih

bibit terong sendiri.


Temukan pohon terong (atau bisa minta ke tetangga yang memilikinya), lalu pilih

terong yang akan diambil bijinya untuk pembibitan. Pastikan terong tersebut sehat dan

bebas dari hama ataupun penyakit.

Terong yang sudah Anda pilih biarkan saja masih melekat pada pohon, diamkan hingga

terong tersebut matang dan membusuk di pohon.

Apabila sudah terlihat membusuk, petik dan robek badannya untuk diambil biji-bijinya

Biji terong yang sudah terkumpul, letakkan di atas wadah semisal nampan untuk

dijemur di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih dua jam.

Sehabis itu, angkat biji-biji yang telah dijemur tadi dan pindahkan ke daerah

atau ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsugn selama 4 – 5 hari. Biarkan

hingga biji-biji tersebut kering.

Setelah kering, bibit sudah siap dipakai. Jika Anda hanya ingin melakukan percobaan,

maka ambil sedikit saja, sisanya simpan di tempat teduh.

Jika Anda rasa mengambil biji terong sendiri memakan waktu dan terasa

merepotkan, maka bisa coba pilihan pertama yakni membelinya di toko pertanian.

Dalam menentukan, lihatlah tanggal kedaluwarsa bibit pada kemasan bibit. Jika sudah

mendekati tanggal kedaluwarsa, maka cari yang pengemasannya masih baru dan tanggal

kedaluwarsanya masih lama.

Selain melihat tanggal kedaluwarsanya, Anda juga perlu melihat apakah kemasannya

masih bagus atau sudah berlubang. Jangan pilih yang sudah berlubang meski tanggal

lewatnya masih lama, karena boleh jadi lubang tersebut menjadi jalur.
masuknya hama atau semut yang menggerogoti biji terong di dalam kemasan.

Untuk itu, pilih bibit yang benar-benar berkualitas, Anda bisa memperolehnya bibit

terong sehat dan berkualitas di bibitbunga.com.

 Penyamaian benih

Hampir seluruh kegiatan budidaya tanaman, seperti cabe, kangkung, tomat, ataupun

sawi, pasti setelah memilih benih, cara menanam terong di polybag berikutnya adalah

menyemai bibit yang sudah dipilih sebelumnya.

Berikut cara menyemai bibit terong yang lebih praktis:

Rendam bibit terong dalam air hangat selama 10 menit.

Kombinasikan arang sekam dan tanah dengan perbandingan yang sama (1:1).

Berikutnya, atur jarak setiap bibit terong setidaknya 2 cm agar saat tumbuh akar tidak

saling terlilit.

Setelah itu, semprotkan air setiap pagi dan sore hari. Jangan disiram karena bibit akan

berpindah posisi akibat terbawa arus air.

Setelah proses semai berlangsung selama satu bulan (sudah memiliki sekitar 3 – 4 helai

daun), maka bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam polybag.

Namun sebelumnya, selalu cek keberadaan gulma yang ikut tumbuh di tempat semai.

Cabut dan bersihkan gulma tersebut agar bibit terong bisa tumbuh dengan baik.
 Penanaman benih

Jika sudah timbul daun sejati (4 – 5 helai daun) pada bibit yang disemai, maka

tandanya sudah bisa dipindahkan ke dalam polybag. Cara memindahtanamkannya

adalah sebagai berikut:

Lebih baik kegiatan ini dilakukan di sore hari karena cuaca tidak terlalu panas akibat

terik matahari.

Siram tanah semai sebelum mencabut bibit terong.

Cabut bibit terong dengan perlahan dan hati-hati agar tidak merusak akar tanamannya.

Buat celah lubang di tengah media tanam dalam polybag dengan jari atau tongkat

kurang lebih sedalam 5 – 10 cm.

Transplantasi bibit terong ke dalam lubang tersebut. Masing-masing lubang hanya diisi

dengan satu bibit terong.

Siram bibit terong setelah ditanam secukupnya.

2.3 Perawatan dan pemeliharaan

Setelah ditanam ke polybag, maka cara menanam terong di polybag selanjutnya

hanyalah melakukan perawatan, pemeliharaan, dan pengecekan. Cara perawatannya

seperti berikut ini (lakukan secara rutin):

Siram tanah di pagi dan sore hari, setiap hari, rutin. Apabila terkena hujan, jangan

disiram lagi.
Bersihkan polybag secara rutin.

Cabut gulma dan rumput liar yang ikut tumbuh di sekitar polybag.

Berikan pupuk secara rutin. Disarankan untuk memakai pupuk kandang alami agar

terong yang dihasilkan lebih sehat.

Jika terlihat beberapa terong yang terserang hama atau penyakit, segera petik bagian

tanaman yang terkena hama atau penyakit, lalu buang. Hal ini dapat mencegah hama

dan penyakit menyebar ke tanaman terong ungu yang lain.


BAB III

HASIL PENELITIAN

3.1 Tinggi tanaman terung

Berdasarkan hasil penelitian dari praktek ini tanaman terong yang di berikan

pemupukan dasar tinggi tanaman lebih tinggi di bandingkan dengan tanaman tanpa

perlakuan

3.2 Jumlah daun

Berdasarkan hasil penelitian dari praktek ini tanaman terong yang di berikan

pemupukan dasar jumlah daun lebih banyak dan subur

3.3. Jumlah buah

Berdasarkan hasil pengamatan dari praktek ini menunjukan tidak terdapat inteksi

antara perlakuan pemupukan dasar terhadap jumlah buah terong pada umur pengamatan

3.4 panjang buah

Berdasarkan hasil pengamatan dari praktek ini menunjukan tidak terdapat inteksi

antara perlakuan pemupukan dasar terhadap panjang buah terong pada umur pengamata

3.5 Bobot basah terung ungu

Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi

antara perlakuan pemberian pupuk dasar terhasap bobot basah terung ungu,tanaman

terung ungu pada semua umur pengamatan.


Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk dari kotoran sapi tidak terlalu

berpengaruh pada jumlah daun, banyak daun, jumlah buah, panjang buah, bobot basah

terung ungu.Karena pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki stuktur tanah dan

memperbanyak unsur hara, dan untuk memperbaiki struktur tanah memerlukan waktu

beberapa bulan supaya tanah kembali subur dan unsur hara menjadi banyak. Sedangkan

pada praktek ini saat melakukan pemupukan menggunakan kotoran sapi tidak

menunggu beberapa bulan, itu menyebabkan pupuk kandang tersebut tidak terlalu

berpengaruh pada pertumbuhan terong.


BAB IV

PEMBAHASA

4.1 Pupuk kandang

Pupuk kandang ialah olahan kotoran hewan, biasanya ternak, yang diberikan

pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk kandang

adalah pupuk organik, sebagaimana kompos dan pupuk hijau.

Zat hara yang dikandung pupuk kandang tergantung dari sumber kotoran bahan

bakunya. Pupuk kandang ternak besar kaya akan nitrogen, dan mineral logam,

seperti magnesium, kalium, dan kalsium. Pupuk kandang ayam memiliki

kandungan fosfor lebih tinggi. Namun, manfaat utama pupuk kandang adalah

mempertahankan struktur fisik tanah sehingga akar dapat tumbuh secara baik.

Kebanyakan pupuk kandang berupa feses yang dikeluarkan oleh hewan ketika sedang

berada di kandang maupun ketika sedang digembalakan di lahan pertanian, misal ketika

sedang memakan brangkasan dan gulma. Kualitas nutrisi yang terkandung di dalam pupuk

kandang sangat ditentukan oleh jenis hewan dan apa yang dimakan oleh hewan tersebut.

Kotoran kuda masih mengandung banyak rumput karena sistem pencernaannya tidak sama

dengan ruminansia.

Tumpukan kotoran hewan dapat menghasilkan panas selama proses dekomposisi

sehingga dapat terbakar secara spontan jika ditumpuk dalam tumpukan yang besar. Ketika

kotoran hewan sudah terbakar, udara akan tercemar, menimbulkan bau tidak sedap.
4.2 Pupuk kandang kotoran sapi

Pupuk kandang dari kotoran sapi memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat

atau selulosa merupakan senyawa rantai karbon yang akan mengalami proses

dekomposisi lebih lanjut. Proses dekomposisi senyawa tersebut memerlukan unsur N

yang terdapat dalam kotoran. Sehingga kotoran sapi tidak dianjurkan untuk

diaplikasikan dalam bentuk segar, perlu pematangan atau pengomposan terlebih dahulu.

Apabila pupuk diaplikasikan tanpa pengomposan, akan terjadi perebutan unsur N antara

tanaman dengan proses dekomposisi kotoran.

Selain serat, kotoran sapi memiliki kadar air yang tinggi. Atas dasar itu, para

petani sering menyebut kotoran sapi sebagai pupuk dingin. Tingginya kadar air juga

membuat ongkos pemupukan menjadi mahal karena bobot pupuk cukup berat.

Kotoran sapi telah dikomposkan dengan sempurna atau telah matang apabila berwarna

hitam gelap, teksturnya gembur, tidak lengket, suhunya dingin dan tidak berbau.

4.3 Aplikasi pupuk kandang

Pupuk kandang sudah digunakan para petani sejak berabad-abad lampau, baik

itu dalam keadaan segar maupun yang telah dikomposkan. Pupuk kandang menyediakan

semua unsur hara makro bagi tanaman, terutama nitrogen. Nitrogen yang terdapat dalam

pupuk kandang berbentuk nitrat, suatu zat yang mudah larut dan diserap akar tanaman.

Bentuk seperti ini sama dengan yang disediakan oleh pupuk kimia sintetis.

Penggunaan pupuk kandang di lahan kering diberikan dengan berbagai cara, seperti

ditebarkan di atas tanah, dicampur saat pengolahan tanah, diberikan dalam larikan, atau

diberikan pada lubang tanam. Para petani tanaman sayuran biasa.


memberikan pupuk kandang dalam jumlah besar dengan dosis 20-75 ton per ha.

Sedangkan untuk tanaman pangan, seperti jagung dan kacang-kacangan lebih sedikit.

Pemberian pupuk kandang tidak langsung efektif pada musim tanam pertama, tapi akan

memberikan hasil yang signifikan setelah diberikan pada musim tanam kedua dan selanjutnya.

Hasil penelitian Balittanah terhadap tanaman jagung menujukkan pada pemberian musim

pertama hanya menambah hasil panen sebesar 6% tetapi pada musim kedua naik hingga 40%.

Jenis pupuk kandang dari kotoran unggas secara umum memberikan hasil yang lebih

cepat dibanding kotoran sapi atau kambing. Karena unsur hara dalam pupuk kandang ayam

tersedia dalam bentuk yang dapat langsung diserap tanaman. Sementara pada kotoran sapi dan

kambing memerlukan proses penguraian terlebih dahulu.


BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pemberian pupuk kandang harus dilakukan sebelum penanaman dan

membuhtuhkan waktu beberapa bulan sebelum penanaman, supaya pupuk kandang

dapat memperbaiki stuktur tanah dan memperbanyak unsur hara. Karen kalau

langsung melakukan penanaman tanpa menunggu beberapa bulan, pupuk kandang

tidak akan terlalu berpengaruh pada tanah maupun tanaman

2. Saran

Saat melakukan pemberian pupuk kandang harus menunggu beberapa bulan sebelum

penanaman, untuk memperbaiki stuktur tanah dan meningkatkan unsur hara tanah.
DAFTAR PUSTAKA

Gonggo, dkk ( 2005 ). Pengaruh Jenis Tanaman Penutup dan

Pengolahan Tanah Terhadap Sifat Fisika Tanah Pada Lahan Alang-alang

.jurnal ilmu-ilmu pertanian indonesia.7 (1): 44-45

Marsono dan Lingga.P, 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar

Swadaya. Jakarta Rukmana, R. ( 2006 ). Bertanam Terung, Penerbit Kanisius .

Yogyakarta Sutanto, R. 2002. Pentapan pertanian organik. Pemasyarakatan dan

pengembangannya.Penerbit Kanasius. Yogyakarta .

Wiskandar , 2002. Pemanfaatan pupuk kandang untuk memperkuat sifat

fisik tanah di lahan teknis dan telah diretas. Kongres Nasional VII.
RIWAYAT HIDUP

Pada tanggal 1 Desember 2000, hari jumat malam di

rumah yang berada di des Lajokka pukul 23.00 WITA

Lahirlah seorang bayi berjenis kelamin laki-laki. Bayi

tersebut bernama Muhammad rayzal amin, dan itu adalah

saya sendiri, saya adalah putra tunggal dari pasangan Muh

amin dan Jumrawati. Hobi saya bermain volly, saya menyukai warna biru dan ungu.

Dan saya juga suka makanan pedas, agama saya Islam. Tempat tinggal saya di Lajokka

yaitu tepanya di Desa Innalipue, kecamatan Tanasitolo, kabupaten Wajo, Provensi

Sulawesi selatan. Saya mulai masuk bangku sekolah dasar pada umur 5 tahun. Waktu

itu saya masuk di SDN 215 Tanasitolo yang tidak jauh dari rumah, enam tahun saya

bersekolah di SDN 215 Tanasitolo. Saya masuk di jenjang yang lebih tinggi dan Smp 3

Tanasitolo yang menjadi pilihan saya .Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat Smp

pada tahun 2016. Saya melanjutkan pendidikan di Smk 1 Wajo, jurusan Thnik audio

video. Setelah lulus di Smk tahun 2019, Saya melanjutkan pendidikan saya di bangku

kuliah. Dan saya melilih UNIVERSITAS PUAGRIMAGGALATUNG Kabupaten

Wajo Dan prodi yang saya ambil adalah Agroteknologi

Anda mungkin juga menyukai