Anda di halaman 1dari 5

TUGAS NUTRASETIKAL

Critical Appraisal dengan SIGN Tool pada Artikel “Status gizi awal berdasarkan
Patient Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA) berhubungan dengan asupan
zat gizi dan perubahan berat badan pada penderita kanker rawat inap di RSUP DR.
Mohammad Hoesin Palembang”

Alasan: pada jurnal ini fokus membahas status gizi awal pasien kanker berdasarkan Patient
Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA) berhubungan dengan asupan zat gizi dan
perubahan berat badan.

Alasan: pada jurnal ini menggunakan perbandingan dua kelompok yaitu kelompok pasien
kanker serviks dan kelompok pasien kanker payudara. Subjek penelitian adalah bagian dari
populasi yaitu pasien dengan kriteria inklusi: pasien yang didiagnosis kanker payudara dan
kanker serviks, dirawat selama 2 minggu perawatan, karnofsky scale (dapat beraktivitas
normal tetapi ada keluhan berhubungan dengan sakitnya) sebesar lebih atau sama dengan 70
%, tidak sedang menjalani kemoterapi dan radioterapi.

Alasan: pada jurnal ini menggunakan metode penelitian observasional dengan rancangan
studi kohort prospektif. Dalam metode penelitian disebutkan membutuhkan jumlah sampel
sebanyak 38 orang untuk setiap kelompok sehingga besar sampel keseluruhan menjadi 76
orang.

Alasan: pada jurnal ini dijelaskan bahwa hasil penilaian dengan menggunakan PG-SGA
dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok malnutrisi sedang dan berat (skor B
dan C) sebagai kelompok terpapar sebanyak 43 pasien (56,6%) dan kelompok status gizi baik
(skor A) sebagai kelompok tidak terpapar sebanyak 33 pasien (43,4%).

Alasan: pada jurnal ini menggunakan sampel keseluruhan 76 orang dari awal penelitian
sampai penelitian selesai.

Alasan: tidak ada pasien yang mangkir dari subjek penelitian


Alasan: pada hasil penetian tiap sub penelitian dijelaskan secara detail dan mudah dipahami

Alasan: pada jurnal ini disebutkan bahwa pengambilan sampelditentukan dengan cara
purposive sampling yaitu pasien yang dirawat di instalasi rawat inap bedah, instalasi rawat
inap kebidanan yang memenuhi kriteria inklusi.

Alasan: Data berat badan dan tinggi badan digunakan sebagai dasar untuk menghitung IMT
menggunakan program Microsoft Excell. Data asupan makanan dihitung menggunakan
program nutriclin. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu analisis univariat untuk
melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel, analisis bivariat untuk mengetahui
hubungan antara dua variable dengan uji Chi Square, serta untuk melihat risiko relative (RR)
antara dua variabel digunakan uji regresi logistik.

Alasan: pada jurnal ini dijelaskan bahwa peneliti hanya melakukan pengamatan terhadap
subjek penelitian tanpa perlakuan.


Alasan: pada jurnal ini mencantumkan dan membandingkan hasil penelitian yang telah
dilakukan dengan hasil penelitian dari rumah sakit lain yang telah dilaksanakan sebelum
penelitian ini dilaksanakan.

Alasan: dalam metode penelitian dijelaskan bahwa skor A yaitu tidak ada kehilangan berat
badan, tidak ada kekurangan asupan makanan, tidak ada gejala yang berhubungan dengan
asupan gizi, dan tidak ada defisit pada pemeriksaan fisik. Skor B dan C yaitu berat badan
turun 5% dalam satu bulan, asupan makanan menurun sangat jelas atau sangat kurang, ada
keluhan yang berhubungan dengan asupan makanan, defisit fungsi fisik sedang sampai berat,
ada penurunan kekuatan lemak otot, dan kehilangan jaringan subkutan kemungkinan edema.

Alasan: pada jurnal ini sampel yang akan digunakan yaitu pasien yang telah memenuhi
kriteria inklusi dan setelah itu baru dilakukan skrining dan assessment pada awal pasien
masuk rumah sakit (1x24 jam) namun yang melakukan bukan dari instalasi gizi.

Alasan: Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu analisis univariat untuk melihat
distribusi frekuensi masing masing variabel, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan
antara dua variable dengan uji Chi Square, serta untuk melihat risiko relative (RR) antara dua
variabel digunakan uji regresi logistik


Alasan: Sebagian besar kriteria dipenuhi. Beberapa kekurangan dalam penelitian dapat
diperbaiki dengan melakukan penelitian lanjutan dari jurnal ini

Alasan: sebelum penelitian ini dilakukan, telah terdapat jurnal dengan topik penelitian yang
serupa yang dilakukan pada rumah sakit yang lain seperti pada pasien RS Cipto
Mangunkusumo Jakarta dan RSPAD Gatot Subroto.

Alasan: dalam jurnal ini yang melakukan skrining dan assessment bukan dari instalasi gizi
sehingga belum ada modifikasi diet serta dukungan nutrisi agar dapat meningkatkan asupan
zat gizi guna mencegah terjadinya penurunan berat badan

Alasan: Sebagian besar pasien kanker (56,6%) masuk ke rumah sakit dengan status gizi
kurang berdasarkan PGSGA. Ada hubungan signifikan antara status gizi awal berdasarkan
PG-SGA dengan asupan energi dan protein selama perawatan, serta berpeluang memberikan
risiko 1,1 kali dan 1,2 kali lebih besar untuk terjadinya asupan tidak cukup dibandingkan
dengan yang tidak malnutrisi. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi awal dengan
perubahan berat badan. Malnutrisi sedang dan berat memberikan peluang tujuh kali lebih
besar untuk terjadinya penurunan berat badan selama perawatan pasien, dibandingkan dengan
pasien yang masuk rumah sakit dengan status gizi baik. Instalasi gizi perlu melakukan
skrining dan assessment gizi dengan PG-SGA terhadap pasien kanker pada awal masuk
rumah sakit dan melakukan modifikasi diet serta dukungan nutrisi agar dapat meningkatkan
asupan zat gizi guna mencegah terjadinya penurunan berat badan. Secara keseluruhan jurnal
ini telah memaparkan hasil penelitian dengan jelas dan mudah dipahami.