Anda di halaman 1dari 25

78

4.2.4 Rencana Implementasi Hasil Penelitian Ini Dalam Pembelajaran

Bahasa Indonesia di SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X (Ganjil)
Materi Pokok : Nilai- nilai moral dalam Cerita Rakyat Gadis
Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (dua kali pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, bertanggungjawab,

peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai), santun, responsif,

dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas

berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan

lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai

cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan

prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan

minatnya untuk memecahkan masalah.


79

KI-4: Mengolah, manalar, mengkaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah

secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu

menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.7 Mengidentifikasi nilai-nilai dan 3.7.1 Mengidentifikasi nilai-nilai

isi yang terkandung dalam yang terkandung dalam cerita

Cerita Rakyat baik lisan rakyat Gadis Keladi dan

maupun tulisan Pangeran Ulat Tanduk Karya

Mariyadi

3.7.2 Menganalisis nilai-nilai dalam

cerita rakyat Gadis Keladi dan

Pangeran Ulat Tanduk Karya

Mariyadi
4.7 Menceritakan kembali isi 4.7.1 Menceritakan kembali isi cerita

Cerita Rakyat yang didengar rakyat Gadis Keladi dan

dan dibaca Pangeran Ulat Tanduk Karya

Mariyadi

4.7.2 Menanggapi isi cerita rakyat

Gadis Keladi dan Pangeran

Ulat Tanduk Karya Mariyadi


80

C. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1:

Setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik,

model pembelajaran Discovery Learning peserta didik dapat:

1. Mengidentifikasi cerita rakyat GKPUT Karya Mariyadi menggunakan

metode diskusi dengan penuh kejujuran, disiplin, rasa tanggung jawab,

peduli, dan santun.

2. Menganalisis cerita rakyat GKPUT Karya Mariyadi menggunakan metode

diskusi dengan penuh kejujuran, disiplin, rasa tanggung jawab, peduli, dan

santun.

3. Menceritakan kembali isi cerita rakyat GKPUT Karya Mariyadi yang

didengar atau dibaca dan akan ditulis menggunakan metode diskusi

dengan memperhatikan struktur dan ciri kebahasaan cerita rakyat, serta

penuh kejujuran, disiplin, rasa tanggung jawab, peduli, dan santun.

4. Menanggapi isi cerita rakyat GKPU Karya Mariyadi yang didengar atau

dibaca menjadi sebuah cerita yang utuh menggunakan metode diskusi

dengan penuh kejujuran, disiplin, rasa tanggungjawab, peduli, dan santun.

D. Fokus pada Karakter

1. Rasa ingin tahu

2. Tanggung Jawab

3. Kerja sama

E. Materi Pembelajaran
81

Materi Pembelajaran adalah hal pokok dan mendasar yang akan

dibahas dalam kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran disusun

berdasarkan Kompetensi Dasar yang akan dicapai. Adapun uraian materi

tersebut sebagai berikut.

a. Materi Reguler

1. Pengertian Cerita Rakyat (Faktual)

Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan

berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas

setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup

kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa.

Pengertian cerita rakyat secara umum adalah cerita yang berasal dari

masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat. Cerita rakyat disampaikan

secara lisan dan dikembangkan secara turun-temurun, sehingga sering

dikatakan sebagai bentuk sastra lisan.

2. Ciri-ciri Cerita Rakyat (Konseptual)

Menurut Yustinah, (2018:84) menyebutkan bahwa hikayat mempunyai ciri-

ciri yang dapat dipaparkan sebagai berikut.

a) Istana sentris, yaitu menceritakan wacana kerajaan, raja, dan keluarganya,

serta hulubalang, perdana menteri.


82

b) Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri yang tidak sama

dengan logika umum.

c) Anonim, yaitu tidak diketahui nama pengarang sehingga kisah itu milik

bersama (komunal).

d) Tema dominan dalam hikayat adalah petualangan. Biasanya, di akhir

kisah, tokoh utamanya berhasil menjadi raja atau orang yang mulia.

e) Kesaktian tokoh/ kemustahilan, yaitu tokoh dengan tiba-tiba bisa

melaksanakan sesuatu yang mungkin sangat mustahil.

f) Disebarluaskan secara verbal artinya berkembang di masyarakat

disampaikan secara verbal lantaran pada waktu itu belum banyak yang

mengenal bahasa tulis.

g) Fantasi dan statis yaitu ceritanya berlebih-lebihan dan tidak mengalami

perubahan

h) Menggunakan bahasa klise dan melayu klasik (susah dipahami)

3. Karakteristik Cerita Rakyat (Konseptual)

a) Dikisahkan atau diceritakan secara turun-temurun.

b) Tidak jelas siapa pengarangnya oleh karenanya sifatnya anonim (tanpa

pengarang).

c) Tinggi dengan pesan moral.


83

d) Memiliki nilai budaya / tradisi.

e) Mempunyai banyak versi yang berbeda.

f) Memiliki banyak hal-hal yang tidak bisa diterima dengan logika

g) Tersebar turun temurun dari mulut ke mulut.

h) Pada awalnya dokumentasi sangat kurang pada umumnya dikisahkan

secara lisan.

i) Sering mirip dengan cerita rakyat dari daerah lain.

4. Fungsi Cerita Rakyat (Metakognitif)

a) Sarana pendidikan pada dasaranya cerita rakyat ingin menyampaikan suatu

amanat atau pesan yang bisa bermanfaat bagi kepribadian dan watak dari

para pendengarnya.

b) Sarana hiburan cerita rakyat dapat didengarkan layaknya sebuah dongeng,

legenda atau mite, dan bisa merasakan seperti diajak berkelana kedalam

alam lain yang tidak bisa kita jumpai dalam pengalaman hidup seperti

biasanya.

c) Sarana penggalang yaitu rasa kesetiakawanan yang sangat erat didalam

warga masyarakat yang mempunyi cerita rakyat tersebut.

d) Fungsi lainnya yaitu sebagai pengokohan nilai-nilaisosial budaya yang

berlaku didalam masyarakat tersebut. Didalam cerita rakyat biasanya

terkandung ajaran moral dan etika yang bisa dipakai sebagai pedoman bagi

masyarakat. DIdalam teks cerita rakyat juga ada pantangan dan larangan

yang perlu dihindari dan untuk tidak melakukanya. Teks cerita rakyat bagi
84

masyarakat adalah bisa dijadikan tuntutan tingkah laku didalam pergaulan

bebas.

5. Struktur dalam Cerita Rakyat (Prosedural)

a) Tahapan Pertama

Pertama merupakan tahapan pengenalan cerita. Biasanya dimulai dengan

pengenalan tokoh, latar tempat dan suasana serta beberapa gambaran awal

dimulainya cerita.

b) Tahap Peristiwa

Tahap ini merupakan tahap dimulainya tokoh bertemu tokoh lain.

Biasanya di sini sudah mulai muncul beberapa konflik atau masalah yang

terjadi. Biasanya di tahap ini beberapa peristiwa terajadi secara berurutan

mulai dari sebab peristiwa sampai konflik memuncak.

c) Tahap penyelesaian

Setelah terdapat konflik yang dialami oleh tokoh cerita. Biasanya terdapat

penyelesaian dari konflik tersebut. Identiknya cerita rakyat diselesaikan

dengan tokoh baik yang akan mendapatkan kemenangan dan sebaliknya

tokoh yang jahat akan mendapatkan balasan atas perbuatannya. Selain itu,

penulis cerita rakyat juga bisa menambahkan beberapa amanat tetapi itu

semua tergantung keinginan penulis cerita dalam mengakhiri cerita

tersebut.

6. Nilai-nilai yang terkandung dalam Cerita Rakyat

Menurut Yustinah, (2018:87) secara umum nilai-nilai yang terkandung dalam

hikayat adalah.
85

a) Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan etika, tanggung jawab,

kewajiban dan lain-lain.

b) Nilai budaya adalah nilai yang berkaitan dengan hal-hal sosial dan budaya

di lingkungan masyarakat.

c) Nilai sosial adalah nilai yang berkaitan dengan kemanusian yaitu tolong

menolong baik dengan manusia lain atau makhluk lain.

d) Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan ajaran agama.

e) Nilai pendidikan adalah nilai keteladanan yang baik.

f) Nilai politik adalah nilai yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan

bernegara.

g) Nilai estetika adalah nilai yang berkaitan dengan keindahan dalam unsur

intrinsik karya sastra.

7. Langkah-langkah menceritakan kembali Cerita Rakyat

Anda dapat menceritakan kembali hikayat tersebut dengan mengikuti

langkah-langkah berikut.

a) Membaca hikayat dengan saksama.

b) Mencatat setiap peristiwa dalam hikayat sesuai urutan waktu terjadinya

peristiwa.

c) Menceritakan kembali hikayat yang telah dibaca berdasarkan

peristiwaperistiwa yang telah dicatat.

8. Langkah-Langkah Menanggapi Isi Cerita Rakyat yang Didengar atau

Dibaca
86

Langkah-langkah menanggapi isi cerita rakyat yang didengar atau didengar

yaitu dengan cara menentukan siapa tokohnya, apa yang dilakukan, bagimana

ia melakukan, dengan siapa ia melakukan, dimana ia melakukan, apa hasil

dari yang dilakukan, dan sebagainya. (5 W + 1 H).

b. Materi Remedial

1. Mengidentifikasi pengertian Cerita Rakyat

2. Mengidentifikasi ciri-ciri atau karakteristik cerita rakyat Gadis Keladi dan

Pangeran Ulat Tanduk Karya Mariyadi

3. Mengidentifikasi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik cerita rakyat Gadis

Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk Karya Mariyadi

4. Mengidentifikasi nilai-nilai dalam cerita rakyat dan isi yang terkandung

dalam cerita rakyat Gadis Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk Karya

Mariyadi

c. Materi Pengayaan

Peserta didik mencari Cerita Rakyat yang ada di Kalimantan Barat secara

mandiri, kemudian diberi tugas untuk mengidentifikasi ciri-ciri atau

karakteristik cerita rakyat, mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat, dan

mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat Gadis

Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk Karya Mariyadi.

F. Pendekatan/ Metode/ Model

1. Pendekatan : Saintific Learning

2. Model/ Strategi : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)

3. Metode : Tanya jawab, penugasaan, diskusi dan permodelan


87

G. Media/ Alat dan Bahan

1. Media/ Alat

a)Teks Cerita Asal Usul Sungai Kawat dan Cerita Bujang Beji

b)Powerpoint materi pembelajaran

2. Alat/ Bahan

a) Laptop

b) LCD

H. Sumber Belajar

Kemdikbud RI. 2015. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik.


SMA/MA/MAK kelas X Buku Guru. Jakarta. Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.

Buku Teks Kurikulum 2013 (Pusat Pembukuan Nasional)

Yustinah. 2019. Bahasa Indonesia Kelas X SMA/SMK/MA. Jakarta: Erlangga.

I. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu


Pendahulua 1. Guru memberikan salam kepada peserta didik, dan

n peserta didik merespon salam dari guru

2. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengecek

kebersihan sekitar tempat duduk dan kerapian meja

kursi

3. Guru mengarahkan peserta didik untuk memulai 15 Menit

kegiatan pembelajaran dengan berdoa

4. Guru mengabsen peserta didik

5. Guru memberikan informasi tentang kompetensi


88

dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

6. Guru menyampaikan cakupan materi dan informasi

tentang Cerita Rakyat

7. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik

untuk berbagi cerita terkait pengalamannya dalam

membaca Cerita Rakyat


Mengamati

8. Peserta didik diberikan konsep dasar dengan cara

mengamati dan membaca contoh cerita rakyat yang

Inti terdapat dalam buku pengayaan siswa

9. Peserta didik diminta untuk menyampaikan

pendapat berkaitan dengan definisi, ciri-ciri atau

karakteristik, dan nilai-nilai yang terkandung dalam

cerita rakyat

10. Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat

kelompok yang terdiri dari 5-6 peserta didik 100 menit

11. Guru memberikan Cerita Rakyat yang berjudul

cerita rakyat Gadis Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk

Karya Mariyadi

12. Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan

pendefinisian masalah berkaitan dengan cerita

rakyat yang telah diamati disesuaikan dengan topik

analisis yaitu menentukan ciri-ciri atau karakteristik


89

cerita rakyat, dan menentukkan nilai-nilai yang

terkandung dalam cerita rakyat Gadis Keladi dan

Pangeran Ulat Tanduk.

Menanya

13. Peserta didik diberikan kesempatan untuk

bertanya sehubungan dengan kegiatan analisis

Mengeksplorasi

14. Guru mengarahkan peserta didik untuk

melakukan kegiatan pembelajaran secara

mandiri melalui kegiatan membaca literatur lain

dan mencari informasi dari berbagai sumber

berkaitan dengan analisis Cerita Rakyat yang

berjudul Gadis Keladi dan Pangeran Ulat

Tanduk.

15. Peserta didik melakukan pertukaran informasi

dalam bentuk pendapat terkait dengan topik

analisis yaitu menentukan ciri-ciri atau

karakteristik cerita rakyat, dan menentukkan

nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat

Gadis Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk.

16. Peserta didik mendata dan hasil simpulan dari

temuannya bersama teman diskusi

Mengkomunikasikan
90

17. Peserta didik secara bergantian mempresentasikan

hasil diskusi kelompok di depan kelas berkaitan

dengan menentukan ciri-ciri atau karakteristik

cerita rakyat, dan menentukkan nilai-nilai yang

terkandung dalam cerita rakyat Gadis Keladi dan

Pangeran Ulat Tanduk.

18. Peserta didik yang lain diarahkan untuk

memberikan penilaian dan saran secara santun

19. Peserta didik memperoleh umpan balik dari guru

berupa pujian dan penilaian. Pujian dan penilaian

tersebut, dapat berupa:

a. Memberi anggukan

b. Memberikan senyuman

c. Memberikan jempol
20. Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan

ulasan dari guru dengan tujuan untuk merefleksi

materi yang telah disampaikan

21. Peserta didik dengan jujur menyampaikan

hambatan-hambatan yang dialami dalam proses

menentukan ciri-ciri atau karakteristik cerita

Penutup rakyat, dan menentukkan nilai-nilai yang 15 menit

terkandung dalam cerita rakyat Gadis Keladi

dan Pangeran Ulat Tanduk.

22. Peserta didik bersama dengan guru


91

menyimpulkan materi pembelajaran berkaitan

dengan ciri-ciri atau karakteristik cerita rakyat,

dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita

rakyat Gadis Keladi dan Pangeran Ulat Tanduk.

23. Peserta didik menyimak informasi terkait

kegiatan pembelajaran selanjutnya yaitu

menceritakan kembali isi cerita rakyat yang

didengar dan dibaca.

24. Peserta didik bersama guru menutup kegiatan

pembelajaran dengan berdoa

J. Penilaian Hasil Belajar

Pertemuan ke-1

Rubrik Instrumen

1. Penilaian Sikap

Format Lembar Pengamatan Sikap Peserta Didik

Pengamatan Sikap

Mata Pelajaran :

Kelas/Semester :

Tahun Ajaran :

Waktu Pengamatan :
92

No Nama Rasa Ingin Kerjasama Tanggung Jawab Skor Nilai


Peserta Tahu
Didik
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
dst.
Keterangan:

1. Sikap rasa ingin tahu merupakan keinginan untuk menyelidiki dan mencari

pemahaman terhadap suatu hal. Rasa ingin tahu senantiasa akan memotivasi

diri untuk terus mencari dan mengetahui hal-hal yang baru sehingga akan

memperbanyak ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan belajar.

2. Sikap kerjasama merupakan sebuah pekerjaan atau usaha yang dilakukan

secara bersama-sama, untuk memperoleh tujuan bersama dan hasil yang

diperoleh bersama.

3. Sikap tanggung jawab merupakan kesadaran dalam bertingkah laku baik

disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat

sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Rubrik Penilaian Sikap Rasa Ingin Tahu

Rubrik Skor
Menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh secara terus
menerus dan ajeg/konsisten untuk berusaha mengetahui 4
pelajaran dengan cara membaca buku dan bertanya
Menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh untuk
mengetahui pelajaran dengan cara membaca buku dan bertanya 3
93

dengan cukup sering dan mulai ajeg/konsisten


Menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh untuk
mengetahui pelajaran dengan cara membaca buku dan bertanya 2
tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
Tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh untuk mengetahui
pelajaran dengan cara membaca buku dan bertanya 1

Rubrik Penilaian Sikap Kerjasama

Rubrik Skor
Menunjukkan adanya usaha usaha sungguh-sungguh secara terus
menerus dan ajeg/konsisten untuk bekerjasama dalam melakukan 4
kegiatan pembelajaran
Menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh untuk kerjasama
dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan cukup sering 3
dan mulai ajeg/konsisten
Menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh untuk
bekerjasama dalam melakukan kegiatan pembelajaran tetapi 2
masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
Tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh untuk bekerja sama
dalam melakukan kegiatan pembelajaran 1

Penilaian Sikap Tanggung Jawab

Rubrik Skor
Menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan pembelajaran yang ditunjukkan secara terus-menerus an 4
ajeg/konsisten
Menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan pembelajaran yang ditunjukkan dengan cukup sering 3
dan mulai ajeg/konsisten
94

Menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam


melakukan kegiatan pembelajaran tetapi masih sedikit dan belum 2
ajeg/konsisten
Tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam melakukan
kegiatan pembelajaran 1

Pedoman Penilaian Sikap

Skor = jumlah pemerolehan angka seluruh aspek

Nilai akhir siswa = skor pencapaian x 100


Skor maksimal

Kategori konversi penilaian sikap

Keterangan Nilai
Sangat baik 80-100
Baik 70-79
Cukup 60-69
Kurang 50-59
Sangat kurang 0-49

Lembar Penilaian Pengetahuan

a. Teknik :

b. Bentuk :

c. Instrumen: :

Lembar Penilaian Hasil Belajar

Indikator Teknik Bentuk Instrumen


Penilaian Penilaian
3.7 Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam Cerita Rakyat baik
lisan maupun tulisan
Menentukan ciri-ciri Tes tertulis Uraian Identifikasilah ciri-ciri
95

Indikator Teknik Bentuk Instrumen


Penilaian Penilaian
3.7 Mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam Cerita Rakyat baik
lisan maupun tulisan
atau karakteristik yang atau karakteristik dalam
terkandung dalam Cerita Cerita Gadis Keladi dan
Rakyat Pangeran Ulat Tanduk!
Menentukan nilai-nilai Tes tertulis Uraian Analisislah nilai-nilai dan
dan isi yang terkandung isi yang terkandung dalam
dalam Cerita Rakyat Cerita Gadis Keladi dan
Pangeran Ulat Tanduk
Kunci jawaban:

1. Identifikasilah ciri-ciri atau karakteristik dalam Cerita GKPUT!

Jawaban:

1. Ciri-ciri atau karakteristik cerita rakyat GKPUT

a. Tema dominan dalam cerita rakyat GKPUT adalah petualangan hidup

seorang Gadis Keladi.

b. Disebarkan secara verbal pada masyarakat Sambas

c. Anonim, tidak diketahui nama pengarang sehingga kisah ini milik bersama

d. Fantasi dan statis, ceritanya berlebih-lebihan dan tidak mengalami perubahan.

e. Pada cerita rakyat GKPUT terdapat tokoh kesaktian seperti Ulat Tanduk yang

merupakan seorang pangeran dari khayangan. Kesktian Ulat Tanduk

tergambar ketika ia memberikan harta kepada Gadis Keladi dan Mak Itam

berupa emas.
96

2. Nilai moral apa sajakah yang terkandung dalam Cerita GKPUT serta berikan

contohnya.

Jawaban

2. Nilai moral yang terkandung dalam Cerita tersebut GKPUT.

a. Nilai moral yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan,

contohnya:

1) Bersyukur

Menurut Sulistyarini (2010:120) menunjukkan bahwa kebersyukuran

merupakan sebuah bentuk emosi atau persaan, yang kemudian berkembang

menjadi suatu sikap, sifat moral yang baik, kebiasaan, sifat kepribadiaan, dan

akhirnya akan memperngaruhi seseorang menanggapi/bereaksi terhadap

sesuatu atau situasi. Bersyukur artinya itu bahagia dengan membuat perasaan

nyaman dan bahkan dapat memicu motivasi seseorang untuk berbuat baik.

Sikap bersyukur tercermin dalam cerita rakyat GKPUT terdapat pada tokoh Ibu

(orang tua dari Gadis Keladi ) sebagai berikut.

“Banyak Nak. Dengan anugerah Tuah, kita bisa panen ubi hari ini. Kita
masih diberinya kehidupan. Udara yang segar ini contohnya. Coba
banyangkan jika Tuhan memberikan harga mahal untuk udara yang kita
hirup. Atau Tuhan melenyapkan udara, apa jadinya kita?” kata Mak Itam.
“Banyak yang patut kita syukuri, Nak. Bahkan kita akan mampu
berterima kasihuntuk semua kenikmatan yang diberikan Tuhan karena
betapa banyaknya kemudahan yang ia berikan. Sebagai hamba-Nya kita
harus terus berdoa, mensyukuri, dan meminta pertolongan pada-Nya,”
tambah Mak Itam. (GKPUT.H-8)

Berdasarkan kutipan tersebut dapat diketahui sikap bersyukur yang

ditunjukkan oleh tokoh Mak Itam yaitu pada saat Mak Itam mengajak anaknya

untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka anugrah
97

berupa penan ubi, udara, dan kesehatan semua itu pantas untuk disyukuri.

Sikap bersyukur yang ditunjukkan oleh tokoh Mak Itam tersebut merupakan

bentuk hubungan manusia dengan Tuhan yang tercermin dalam cerita rakyat

GKPUT. Kutipan data tersebut juga menunjukkan adanya nilai moral yang

menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan tentang sikap bersyukur

seorang manusia kepada Tuhan sang Pencipta alam semesta. Walaupun nikmat

yang diberikan Tuhan dianggap sederhana di mata manusia. Tetapi, bagi

manusia yang pandai bersyukur dalam bentuk dan sebesar apapun yang

diberikan Tuhan adalah yang terbaik. Nilai moral yang menggambarkan

hubungan manusia dengan Tuhan yang berupa bersyukur dalam cerita rakyat

GKPUT juga dapat kita lihat pada kutipan berikut.

b. Nilai moral yang menggambarkan hubungan manusia dengan manusia,

contohnya:

1) Kekasihsayangan

Kasih sayang dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku yang


mencerminkan adanya unsur memberi perhatian, perlindungan,
penghormatan, tanggung jawab dan pengorbanan terhadap orang yang
dicintai dan dikasihi, Zuriah (2008:199). Kutipan yang berkaitan dengan
kasih sayang dalam cerita rakyat yaitu GKPUT seperti yang dideskripsikan
sebagai berikut.

“Mak Itam berpikir kembali. Untuk apa kiranya nampan tembaga bagi
ulat tanduk? Namun, ia tidak ingin anaknya sedih jika keinginan tidak
terwujud. Mau tidak mau, ia juga harus memikirkan cara untuk
mendapatkan napan tembaga yang dimaksud oleh anaknya.”
(GKPUT.H-19)

Berdasarkan kutipan tersebut menunjukkan adanya nilai moral yang


98

menggambarkan hubungan manusia dengan manusia tentang kasih sayang.

Nilai moral yang berkaitan dengan kasih sayang yang terdapat pada kutipan

tersebut ditunjukkan tokoh Mak Itam. Sikap kasih sayang ditunjukkan Mak

Itam ketika anaknya meminta nampan tembaga. Mak itam berusaha untuk

mendapatk nampan tembaga tersebut karena ia tak mau melihat anaknya

semata wayangnya sedih jika nampan yang dimintainya tidak terpenuhi. Ia

tersus berpikir bagaimana cara nampan itu bisa didapatkan. Berdasarkan

kutipan tersebut terlihat jelas bahwa Mak Itam adalah sosok seorang ibu

yang penyayang kepada anaknya, meski dalam kondisi susah Mak Itam rela

berkorban demi buah hatinya hal itu ia lakukan semata tak mau melihat

anaknya sedih. Sikap yang dilakukan Mak Itam merupakan contoh yang

harus diteladani. Dalam hal ini kasih sayang merupakan bentuk perasaan

atau bentuk respon kejiwaan terhadap pengaruh dari luar sehingga

menimbulkan kemauan untuk peduli, empati kepada seseorang baik dalam

bentuk sikap maupun perbuatan.

c. Nilai moral yang menggambarkan hubungan manusia dengan lingkungan

sekitar, contohnya:

1) Menyayangi binatang

Menyayangi binatang adalah dengan memperhatikan keberlangsungan

kehidupan mereka dan menjaga lingkungannya. Dalam kutipan cerita rakyat

GKPUT tokoh Mak Itam memiliki sifat penyayang termasuk sayang terhadap

binatang. Hal itu ia turunkan pada anaknya yaitu Gadis Keladi untuk mencintai

dan menyayangi binatang.


99

Menurut Martono (2009:27), kepedulian berasal dari kata peduli yang

artinya mengindahkan, memperhatikan, dan menghiraukan kesusahan orang

lain. Kepedulian didefinisikan sebagai suatu sikap untuk ikut serta dalam

mengerti dan memahami masalah serta kesusahan orang lain, yang diwujudkan

dengan membantu berupa dukungan materi ataupun dukungan non materi.

“Melihat itu, Mak Itam pun mencoba untuk melepaskan ulat dari lengan
Gadis Keladi dengan cara memindahkannya ke daun. Namun, semakin ia
mencoba, ulat itu semakin melekat.” (GKPUT.H-9)

Berdasarkan kutipan tersebut menunjukkan ada adanya nilai moral yang

menggambarkan hubungan Manusia dengan binatang ditunjukkan oleh tokoh

Mak Itam. Sikap menyayangi binatang yang ditunjukkan oleh tokoh Mak Itam

yaitu pada saat Mak Itam mencoba melepas dan memindahkan ulat yang

menempel di lengan anaknya. Sikap Mak Itam menunjukkan bahwa manusia

yang baik tidak akan pernah menyakiti makhluk ciptaan Tuhan yang lain,

apalagi dengan sengaja. Sebab, berbuat baik kepada hewan sama pentingnya

dengan berbuat baik kepada sesama manusia. Dengan memahami dan

merenungi baik-baik makna di balik penciptaan makhluk-makhluk Tuhan, kita

akan bisa menempatkan hewan sesuai dengan fungsinya, yang jelas tidak sama

dengan tumbuhan, apalagi dengan manusia.

Pedoman Penilaian Pengetahuan

Aspek Penilaian Skor Nilai


Istana Peserta didik menjawab dengan sangat 4
Ciri-ciri Sentris tepat
Peserta didik menjawab dengan tepat 3
atau
Peserta didik menjawab dengan kurang 2
100

Aspek Penilaian Skor Nilai


Karakteris tepat
Peserta didik menjawab dengan tidak 1
tik
tepat
cerita
Skor Maksimal 4
rakyat
Peserta didik menjawab 3 dengan 3
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 2 dengan 2
Anonim
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 1 dengan 1
lengkap dan benar
Skor Maksimal 3
Disebarkan Peserta didik menjawab 4 dengan 4
Secara
lengkap dan benar
Verbal
Peserta didik menjawab 3 dengan 3
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 2 dengan 2
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 1 dengan 1
lengkap dan benar
Skor Maksimal 4
Fantasi Peserta didik menjawab 4 dengan 4
dan lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 3 dengan 3
Statis
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 2 dengan 2
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 1 dengan 1
lengkap dan benar
Skor Maksimal 4
Peserta didik menjawab 4 dengan 4
lengkap dan benar
Tema Peserta didik menjawab 3 dengan 3
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 2 dengan 2
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 1 dengan 1
101

Aspek Penilaian Skor Nilai


lengkap dan benar
Skor Maksimal 4
Peserta didik menjawab 4 dengan 4
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 3 dengan 3
lengkap dan benar
Penokohan
Peserta didik menjawab 2 dengan 2
lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 1 dengan 1
lengkap dan benar
Skor Maksimal 4
Peserta didik menjawab 4 dengan 4
lengkap dan benar
Alur Peserta didik menjawab 3 dengan 3
lengkap dan benar
Nilai moral Peserta didik menjawab 4 dengan 4
yang lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 3 dengan 3
menggambar
lengkap dan benar
Nilai-nilai kan
Peserta didik menjawab 2 dengan 2
dan hubungan
lengkap dan benar
Isi dalam manusia Peserta didik menjawab 1 dengan 1
cerita dengan lengkap dan benar
Tuhan
Skor Maksimal 4
Nilai moral Peserta didik menjawab 4 dengan
4
yang lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 3 dengan
menggambar 3
lengkap dan benar
kan
Peserta didik menjawab 2 dengan
hubungan 2
lengkap dan benar
manusia Peserta didik menjawab 1 dengan
dengan lengkap dan benar 1
manusia
Skor Maksimal 4
Nilai moral Peserta didik menjawab 4 dengan 4
102

Aspek Penilaian Skor Nilai


yang lengkap dan benar
Peserta didik menjawab 3 dengan
menggambar 3
lengkap dan benar
kan
Peserta didik menjawab 2 dengan
hubungan 2
lengkap dan benar
manusia Peserta didik menjawab 1 dengan
dengan lengkap dan benar
1
lingkungan
sekitar
Skor Maksimal 4
Nilai Seluruh Aspek 35
Pedoman Penilaian Pengetahuan

Skor = jumlah perolehan angka seluruh aspek

Nilai = skor yang diperoleh x 100


Skor maksimal

Catatan: Skor maksimal = 100

Mengetahui Pontianak, 2020


Kepala Sekolah, Guru BahasaIndonesia

………………........ Agnes Natalia Midah Semi


NIP………............. F1011151060