Anda di halaman 1dari 1

Salah satu faktor risiko hipertensi adalah kebiasaan merokok.

Faktor risiko hipertensi


lainnya antara lain umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan genetik (faktor resiko yang
tidak dapat diubah/dikontrol), serta kebiasaan mengonsumsi garam, konsumsi lemak jenuh,
penggunaan jelantah, kebiasaan konsumsi minuman beralkohol, obesitas, kurang aktifitas
fisik, stres, dan penggunaan estrogen/kontrasepsi pil KB (Kemenkes RI, 2014). Sebagaimana
yang telah diketahui, merokok dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Jumlah
perokok dunia mencapai 1,35 miliar orang. Sementara itu ASEAN merupakan sebuah
kawasan dengan 10% dari seluruh perokok dunia dan 20% penyebab kematian global akibat
tembakau. Persentase perokok pada penduduk di negara ASEAN tersebar di Indonesia
(46,16%), Filipina (16,62%), Vietnam (14,11%), Myanmar (8,73%), Thailand (7,74%),
Malaysia (2,90%), Kamboja (2,07%), Laos (1,23%), Singapura (0.39%), dan Brunei (0,04%).
Merokok dapat menyebabkan hipertensi akibat zat-zat kimia yang terkandung di dalam
tembakau yang dapat merusak lapisan dalam dinding arteri, sehingga arteri lebih rentan
terjadi penumpukan plak (aterosklerosis). Hal ini terutama disebabkan oleh nikotin yang
dapat merangsang saraf simpatis, sehingga memacu kerja jantung lebih keras dan
menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Karbon monoksida yang terkandung didalam
rokok dapat menggantikan oksigen dalam darah dan memaksa jantung memenuhi kebutuhan
oksigen tubuh (Setyadana et al, 2015). Bila seseorang lama dalam paparan rokok, CO juga
dapat mempengaruhi terjadinya peningkatan penyimpanan kolesterol di dalam pembuluh
darah arteri sehingga mempengaruhi terbentuknya aterosklerosis atau kekauan pada
pembuluh darah. Bila kekauan ini terjadi secara terus menerus, mengakibatkan vasokonstriksi
pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi.
Pada ujungnya, aterosklerosis ini dapat menyebabkan iskemia dan infark jantung serta stroke
(Aripin, 2015).

RI, K. (2014). Infodatin hipertensi. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI,
Jakarta.