Anda di halaman 1dari 4

TUGAS UNDANG-UNDANG DAN ETIKA FARMASI

NAMA : Efi Ratna Sari


NPM : 19340164
Dosen Drs. Fakhren Kasim,MHKes.,Apt
KELAS A
PENGANTAR PER-UU-AN, DISIPLIN & ETIKA

Pengantar ilmu hukum dan etika pasal 108 yang digunakan untuk senjata apoteker, yang
digunakan pada saat darurat. Seperti penyerahan obat oleh perawat kepada pasien boleh tetapi pada
batasan tertentu atau pada saat dinas malam dengan alasan keterbatasan tenaga farmasi, atau dapat juga
pada saat obat-obat yang akan diberikan sudah di evaluasi dan sudah disiapkan obatnya oleh apoteker.
Hukum menurut kamus Besar Bahasa Indonesia,  adalah peraturan atau adat yang secara resmi
dianggap mengikat yang dikukuhkan oleh pemerintah. Hukum di Indonesia juga merupakan
campuran dari sistem hukum agama, dan hukum adat. Masyarakat yang berada disuatu daerah pasti akan
menganut hukum adatnya meskipun tidak tertulis tetapi bersifat mengikat. Undang-undang dan peraturan
sejatinya dibuat untuk mengatur pergaulan hidup masyarakatnya. Ilmu hukum mencakup dan
membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum yang batas-batasnya tidak bisa ditentukan
Disiplin merupakan ketaatan kepada peraturan tata tertib, aturan atau norma, dan lain
sebagainya,  dimana orang-orang yang tergabung dalam suatu sistem tunduk pada peraturan-peraturan
yang ada. Etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral.
Hukum menyebabkan manusia dalam masyarakat hidup berinteraksi, untuk mengatur interaksi
supaya tidak ada konflik, menjadi kaedah kepercayaan/keagamaan, kaedah kesusilan, sopan santun.
Penggolongan Hukum
1. Bentunya : Hukum Tertulis, Hukum Tidak Tertulis
2. Wilayah berlaku :
 Lokal, artinya wilayah peraturan daerah Jakarta tidak berlaku di daerah Depok
 Nasional, Peraturan undang-undangdan mentri
 Internasional, Contohnya peraturan untuk keluar negeri menggunakan passport
3. Berdasarkan Fungsinya : Hukum Material, Hukum Formal
4. Berdasarkan Waktu Berlakunya : Hukum Positif/ hukum yang berlaku sekarang, Hukum
yang berlaku ada masa yang akan datang, Hukum antar waktu (hukum transitor)
5. Berdasarkan Isi Masalah : Hukum Privat (hukum sipil), Hukum Publik (hukum negara)
6. Berdasarkan Sumbernya : Undang – undang, Kebiasaan, Traktat, Yurisprudensi.
Pengertian hukum kesehatan adalah kumpulan peraturan yg mengatur tetang hal-hal yang
berkaitan dengan kesehatan. Fungsi hukum kesehatan, diantaranya :
1. Menjaga ketertiban di dalam masyarakat.
2. Menyelesaikan sengketa yang timbul di dalam masyarakat (khususnya di bidang
kesehatan)
3. Merekayasa masyarakat (social engineering). Jika masyarakat menghalang-halangi dokter
untuk melakukan pertolongan terhadap penjahat yang luka-luka karena tembakan, maka
tindakan tersebut sebenarnya keliru dan perlu diluruskan.
4.
Tugas Tambahan
Upaya kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan kesehatan untuk dan dari masyarakat agar
mereka dapat menolong dirinya sendiri terlebih dahulu. Serta mampu vberperan aktif dalam
masyarakat sesuai sosial budaya dan didukung oleh kebijakan public yang berwawasan
1. Upaya peningkatan kes. (promotif) suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. Bagi farmasi
peningkatan pelayanan ini dengan cara menjamin ketersediaan obat, tepat penggunaan obat dan
pemantauan terapi untuk mencapai target
2. Upaya pencegahan penyakit (preventif) adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah
kesehatan/penyakit. Mencegah munculnya masalah yang terjadi karena kesalahan penggunaan
obat, memonitoring penggunaan obat pada pasien sehingga obat tersebut tidak resisten untuk
golongan antibiotic dan memberikan obat yang sesuai dengan indikasi sehingga tidak
menimbukan penyakit lain yan tidak diinginkan.
3. Upaya penyembuhan penyakit (kuratif) adalah kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan
pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat
penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat
terjaga seoptimal mungkin. Peran apoteker ketika pasien hipertensi menerima obat anti hipertensi
golongan ACEI dan menimbulkan efek samping batuk kering maka tugas apoteker segera
mengganti obat antihipertensi golongan ARB.
4. Upaya pemulihan kes. (rehabilitatif) adalah kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk
mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai
anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai
dengan kemampuannya.
Alasan, Mengapa Ditetapkan Per-UU-an Bidang Farmasi
 Merupakan Perintah per UU an
 Belum adanya pelayanan & sediaan farmasi, alat kesehatan dan pkrt secara baik & benar
 Belum terjaminnya pelayananan keamanan, mutu dan khasiat/kemanfaatan secara baik & benar
 Belum terjangkaunya pelayanan, sediaan farmasi, alat kesehatan dan pkrt bagi masyarakat secara
baik & benar
 Belum terlindunginya masyarakat terhadap penggunaan yang tidak memenuhi standar dan
persyaratan secara baik & benar
 Banyaknya akibat yang muncul dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan serta belum
adanya kepastian hokum.
 Tujuan Ditetapkan Per-UU-an Bidang Farmasi
1. Pelaksanaan Per-UU-an
2. Tersedianya sediaan farmasi, alat kesehatan dan pkrt
3. Terjamin keamanan, mutu dan khasiat/kemanfaatan
4. Terjangkaunya sediaan farmasi, alat kesehatan dan pkrt bagi masyarakat
5. Melindungi masyarakat terhadap penggunaan yang tidak memenuhi standar dan persyaratan
6. Mencegah dan mengatasi akibat yang muncul dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan
7. Memberikan kepastian hukum
PER – UU – AN & KEBIJAKAN
 UU 8/’99 Tentang Perlindungan Konsumen
 UU 35/’09 Tentang Narkotika
 UU 13/’03 Tentang Tenaga Kerja
 UU 36/’09 Tentang kesehatan
 UU 44/’09 Tentang Rumah Sakit
 UU 23/’14 Tentang Pemerintah
 UU 33/’14 Tentang Jaminan
 UU 36/’14 Tentang Tenaga
 UU 5/97 Tentang Psikoterapi
 PP 20/1962 Tentang Lafal Sumpah/ Janji Apoteker
 PP 32/96 Tentang Kesehatan
 PP 72/’98 Tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
 PP 23/ 2004 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
 PP 51/2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
 PP 25/2011 Tentang Pelaksanaan Wajib Laporan Pecandu Narkotika
 PP 40/2013 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang