Anda di halaman 1dari 10

NAMA : YULIANA

NIM/GOL : B32191002/B
PRODI/SMT : TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN/2
MATA KULIAH : PANCASILA

1. Berikan ulasan tentang perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Liberalisme &
Komunisme.
2. Menjelaskan ttg kelebihan dan kekurangan dari Ideologi Pancasila, Liberal & Komunis

1. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Liberalisme & Komunisme.


1. Ideologi Liberalisme
Pada akhir abad ke-18, di eropa terutama di Inggris terjadilah satu revolusi dalam
bidang ilmu pengetahuan.Kemudian berkembang kearah revolusi teknologi industri
perubahan tersebut membawa perubahan orientasi kehidupan masyarakat baik dalam bidang
sosial, ekonomi maupun politik. Paham liberalisme berkembang dari akar-akar rasionalisme
yaitu paham  yang mendasarkan pada rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi,
materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme yang mendasarkan
pada kebenaran fakta empiris, serta individualisme yang meletakkan nilai dan kebebasan arti
individu sebagai nilai tertinggi  dalam segala aspek kehidupan masyarakat dan Negara.
Liberlisme atau liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik
yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.Secara
umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan
berpikir bagi para individu. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran  gagasan yang
bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi yang relatif bebas dan suatu sistem
pemerintahan yang transparan dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan 
individu. Negara penganut yaitu: Amerika serikat, Argentina, Yunani, Rusia, Zimbawe,
Australia, Jerman , Spanyol, Swedia dll.
Ciri-ciri idelogi antara lain sebagai berikut:
1. Bidang ideology : menerapkan paham sekuler
2. Bidang politik : dikenal adanya partai oposisi
3. Bidang ekonomi : sistem ekonomi kapitalis, perekonomian diserahkan oleh perorangan.
4. Bidang sosial budaya : anggota masyarakat cenderung individualis
 
2. Ideologi Komunis
Berbagai macam konsep dan paham sosialisme di dunia ini sebenarnya hanya
komunismelah sebagai suatu paham yang paling jelas dan lengkap.Paham ini adalah sebagai
bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis yang merupakan produk masyarakat
liberal. Berkembangya paham individualisme liberalisme di barat berakibat munculnya
masyarakat kapitalis menurut paham komunisme, mengakibatkan penderitaan  rakyat.
Komunisme muncul sebenarnya sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan
kapitalis yang didukung oleh pemerintah.
Ideologi komunis adalah suatu paham yang mendahulukan kepentingan umum diatas
kepentingan pribadi dan golongan, paham komunis juga menyatakan semua hal dan sesuatu
yang ada disuatu Negara dikuasai secara mutlak oleh Negara tersebut penganut faham ini
berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich
Engels, sebuah manifes politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 februari1848 teori
mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa
kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudiaan pernah menjadi salah satu gerakan yang
paling berpegarh dalam dunia politik. Negara yang masih menganut adalah Tiongkok,
Vietnam, Korea utara, Kuba dan  Laos.
Idiologi komunisme pada hakikatnya bercorak partikuular yaitu suatu idiologi yang
hanya membela dan di peruntukkan suatu golongan tertentu, yaitu golongan proletar
(mahendra,1999).Dalam kaitannya dengan sifat dan lingkup pengembangannya idiologi
komunisme bersifat kosmopolitesme yaitu mengembangkan hegemonia ke seluruh
dunia.Marx menyerukan kepada kaum buruh diseluruh dunia untuk bersatu memerangi
kaum kapitalis dan agama. Sebagai suatu idiologi komunisme mencanakan suatu cita-cita
yang bersifat utopis yaitu suatu masyarakat tanpa kelas, masyarakat yang sama rata dan
sama rasa. Masyarakat tanpa kelas dilukiskan suatu masyarakat yang dapat memberikan
suasana hidup yang aman tanpa hak milik pribadi, tanpa pertentangan, sarana dan alat 
produksi tidak berdsarkan atas hak milik pribadi melainkan komunal. Namun demikian
perjalanan sejarah menunjukkan bahwa dalam kenyataannya cita-cita tersebut tidaak
kunjung datang karena munculnya kontradisi inter yaitu ternyata muncullah kelas-kelas baru
dalam tubuh pemerintahan komunis yaitu kaum kamrat dan kaum elit partai komunis yang
memiliki kekuasaan mutlak.
Cirri-ciri
1. Bidang politik : bersfat tertutup
2. Bidang ekonomi :sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi etatisme.
3. Bidang sosial budaya : tidak percaya adanya Tuhan masyakarat hanya mengenal satu
kelas sosial.
 
3. Ideologi pancasila
Pancasila pada hakikatya merupakan suatu kesepakatan filsofis dan kesepakatan
politis dari segenap elemen bangsa Indonesia dalam mendirikan Negara.Dapat juga di
istilahkan bahwa pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kontrak ssosial seluruh
elemen bangsa Indonesia dalam mendirikan Negara.Kaum safinalis  atau tujuan pokok
dirumuskannya pancasila adalah sebagai dasar filsafat Negara, sehingga konsekuensinya
seluruh aspek dalam penyelenggaraan negara berdasarkan sistem nilai yang terkandung
dalam pancasila. Proses terjadinya pancasila berbeda dengan ideologi-ideologi besar
lainya seperti liberalisme, komunisme,  sosialisme dan lain sebagainya. Pancasila digali
dan di kembangakan oleh para pendiri Negara dengan melalui pengamatan, pembahasan
dan konsensus yang cermat  nilai-nlai pancasila yang bersumber dari budaya yang
memiliki oleh bangsa Indonesia sendiri disublimasikan menjadi suatu prinsip hidup
kebangsaan dan kenegaraan bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan proses kausalitas
perumusan  dan pembahasan pancasila  tersebut maka sumber materi yang merupakan
niai-nlai kultural dan religius, pada hakikatnya dari bangsa indonesia sendiri. Dengan
demikian perkataan bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan kausamaterialis bagi
pancasila.Oleh karena itu, terdapat kesesuaian secara korespodensi antara bangsa
indonesisa dengan pancasila sebagai suatu sistem nilai.
Berdasarkan proses kausalitas sebagai Ideologi pancasila adalah suatu ajaran yang
tersusun sistematis dan diyakini kebenarannya, karena didasarkan atas nilai-nilai
pancasila.
Cirri-ciri:
Bidang politik             : berdasarkan demokrasi pancasila
Bidang ekonom           : sistem ekonomi yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan bagi
seluruh rakyat.
Bidang sosial budaya  : pola kehidupan sosial adalah kekeluargaan dan kegotong
royongan.
 
1. PERBEDAAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN YANG LAIN
Ideologi Pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai
makhuk individu dan makhluk sosial.Oleh karena itu dalam ideologi Pancasila mengakui
atas kebebasan atas hak-hak masyarakat.Selain itu bahwa manusia menurut Pancasila
mempunyai kodrat sebagai makhluk pribadi dan sebagai mahluk Tuhan Yang Maha
Esa.Sehingga nilai-nilai ketuhanan senantasa mnjiwai kehidupan manusia dalam hidup
Negara dan masyarakat.Dengan demikian ideologi Pancasila mempunyai perbedaan-
perbedaan dengan ideologi lainnya. Berikut ini akan disampaikan perbedaan-perbedaanya
dari berbagai aspek antara lain sebagai berikut:

 Politik Hukum
1. Pancasila : Demokrasi Pancasila, Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan
keberadaan individu dan masyarakat.
2. Komunisme : Demokrasi rakyat, berkuasa mutlak satu parpol, hukum untuk
melanggengkan komunis.
3. Liberalisme : Demokrasi Liberal, Hukum untuk melindungi individu,dalam politik
mementingkan individu.
 Ekonomi
1. Pancasila :Peran Negara ada untuk tidak terjadi monopoli dan lain-lain yang
merugikan rakyat.
2. Komunisme:Peran Negara dominan, demi kolektivitas berarti demi Negara,
monopoli Negara.
3. Liberalisme:Peran Negara kecil, swasta mendominasi, kapitalisme, monopolisme,
persaingan bebas.
 Agama
1. Pancasila : Bebas memilih agama, Agama harus menjiwai dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Komunisme : Agama harus dijauhkan dari masyarakat, atheis.
3. Liberalisme : Agama urusan pribadi, bebas beragamaM(memilih agama/atheis).

 Pandangan Terhadap Individu Dan Masyarakat


1. Pancasila:Individu diakui keberadaanya, hubungan individu dan masyarakat dilandasi 3s
( selaras, serasi, dan seimbang).
2. Komunisme:Individu tidak penting- masyarakat tidak penting, kolektivitas yang dibentuk
Negara lebih penting.
3. Liberalisme:Individu lebih penting dariada masyarakat, masyarakat diabdikan bagi
individu

 Ciri Khas
1. Pancasila : Demokrasi Pancasila, bebas memilih agama.
2. Komunisme : Atheisme, dogmatis, otoriter, ingkar HAM.
3. Liberalisme : Penghargaan atas HAM, demokrasi, Negara hokum, menolak dogmatis.

BIDANG PERBEDAAN IDEOLOGI


PANCASILA KOMUNISME LIBERAL
AGAMA Setiap individu bebas Agama merupakan Setiap individu bebas
memilih agama, agama candu masyarakat, memilih agama, setiap
harus menuntun agama harus dijauhkan individu bebas untuk
kepada masyarakat dari masyarakat, tidak beragama
yang beradap atheime  
HUKUM Masyarakat harus taat Negara bebas  Masyarakat harus taat
pada hukum, Negara menjalankan hukum kepada hukum dan
harus melindungi dan menerapkan peraturan Negara,
masyarakat hukum di masyarakat masyarakat diberikan
  kebebasan asal tidak
melanggar hukum
 
POLITIK Politik diberikan Dalam pemerintahan Politik diberikan
kebebasan di politik dilarang untuk kebebasan
pemerintahan dengan bebas, hanya ada satu berdemokrasi di
syarat tidak melanggar parpiol yang berkuasa pemerintahan Negara
hukum Negara. di pemerintahan. dengan tidak
    melanggar hukum.
 
EKONOMI Masyarakat diberikan Perekonomian Sebagian besar sumber
kebebasan untuk sebagian besar di daya dikelola
mengelola sumber kelola Negara untuk masyarakat namun
daya alam yang ada kesejahteraan perekonomian menjadi
demi kesejahteraan, masyarakat. monopoli Negara.
namun Negara tetap di  
utamakan.

2. Menjelaskan ttg kelebihan dan kekurangan dari Ideologi Pancasila, Liberal &
Komunis
1. Ideologi Liberalisme
Dibawah ini, adalah nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme tadi:
 Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia
mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik politik,
sosial, ekonomi dan kebudayaan. Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda,
sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung
kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini (persamaan
kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari demokrasi.
 Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang
mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap
penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial,
ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan
persetujuan – dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu.
( Treat the Others Reason Equally.)
 Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh
bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.
(Government by the Consent of The People or The Governed)
 Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan
mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana
seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah untuk melindungi dan
mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap
hukum tertinggi (Undang-undang), persamaan dimuka umum, dan persamaan sosial.[2]
 Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual)[2]
 Negara hanyalah alat (The State is Instrument). Negara itu sebagai suatu mekanisme yang
digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri. Di
dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat pada dasarnya dianggap,
dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja
ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan.
 Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism). Hal ini
disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke (1632 – 1704) yang menyatakan
bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini,
kebenaran itu adalah berubah.

 Keunggulan / Kelebihan Ideologi Liberalisme :


1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
2. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong
partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada
masyarakat.
4. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak
akan laku di pasar.
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif
mencari keuntungan
6. Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Berita-berita ataupun
ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam, baik
Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun.

 Kelemahan Ideologi Liberalisme :


1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas, pendapatan
jatuh kepada pemilik modal atau majikan. Sedangkan golongan pekerja hanya menerima
sebagian kecil dari pendapatan.
2. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya
makin kaya, yang miskin makin miskin.
3. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh
individu yang sering terjadi
4. Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah sulit untuk
mengadakan dan memberikan kontrol. Sehingga pers sebagai media komunikasi dan
media masa sangat efektif menciptakan image dimasyarakat sesuai misi kepentingan
mereka.
2. Ideologi   Komunis
Secara umum komunisme berlandasan pada teori Materialisme Dialektika dan
Materialisme Historis oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan mitos,
takhayul dan agama dengan demikian tidak ada pemberian doktrin pada rakyatnya,
dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan
yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional
serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).

 Keunggulan / Kelebihan ideologi Komunis :


1. Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal
perncanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah
lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran atau berbagai keburukan
ekonomi lainnya.
2. Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan
sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancer.
3. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
4. Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh
pemerintah.
5. Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada
 Kelemahan ideologi Komunis :
1. Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan nilai – nilai
komunis
2. Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan diatur oleh
pusat
3. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
4. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya.

3. Ideologi  Pancasila
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat
usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia yaitu :
 Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin
merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri
Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima
sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup
ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam
memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
 Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato
spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno
mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat,
dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan.
Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni
itu, katanya:
“Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan,
dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan
ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila
artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara
Indonesia, kekal dan abadi.”
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa
dokumen penetapannya ialah :
 Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
 Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
 Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27
Desember 1949
 Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15
Agustus 1950
 Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit
Presiden 5 Juli 1959)

 Kelebihan / Keunggulan Ideologi  Pancasila :


1. Mencakup nilai – nilai positif yang diambil dari berbagai ideology
2. Menutup kelemahan dari kedua ideology yang bertentangan.
3. Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Pemerintah
sehingga tidak mengorbankan rakyat.
4. Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembangan Zaman
 Kekurangan ideologi  pancasila:
1. Dapat Menimbulkan tafsir yang berbeda – beda