Anda di halaman 1dari 2

Air merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh makhluk hidup untuk mempertahankan

kelangsungan hidupnya. Peningkatan kepadatan Manusia, sejalan dengan kebutuhan akan


ketersediaan air bersih dan berkualitas yang juga semakin meningkat. Diperkirakan lebih 2 milyar
manusia/hari terkena dampak kekurangan air di dunia [1]. Di Indonesia, jumlah penduduk lebih dari
200 juta namun 119 juta penduduk belum seluruhnya memiliki akses terhadap air bersih layak
konsumsi sedangkan kebutuhan diperkirakan meningkat hingga 15-35%/kapita/tahun [2]. Semakin
maraknya penggundulan hutan yang mengurangi daerah resapan air dan meningkat nya
pencemaran pad wialyah perairan semakin menambah sulitnya air bersih pada saat ini di beberapa
daerah.

Air hujan merupakan salah satu solusi murah meriah dari permasalahan krisis air bersih. Sifat air
hujan tergolong murni sebelum mencapai tanah sehingga rendah mikroorganisme dengan sifat
kimia pH 5-7 dan konsentrasi mineral serta logam berat rendah [3]. Pemanfaatan Air Hujan
Berdasarkan hasil review Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2009
Menyatakan bahwa ,aiir hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai imbuhan air
tanah dan/ atau dimanfaatkan secara langsung untuk mengatasi kekurangan air pada musim
kemarau dan banjir pada musim penghujan. Dengan semakin meningkatnya kegiatan pembangunan

mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air yang dapat menimbulkan kerusakan ling-

kungan. Pemanfaatan air hujan adalah serangkaian kegiatan pengumpulan, menggunakan,

dan/ atau meresapkan air hujan ke dalam tanah. IPLB

Namun sayangnya, disaat era kemajuan industri seperti saat ini yang mengakibatkan adanya
pencemaran udara karena adanya bahan kontaminasi akibat aktifitas industri yang dibuang langsung
ke lingkungan dan kendaraan bermotor yang terus meningkat menyebabkan penumpukandi udara
dan akan mengakibatkan polusi udara. Polusi udara akibat aktifitas industri dan asap kendaran
bermotor dari bahan bakar fosil dapat berupa karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2),
nitrit , nitrat , ammonia , SO4 dan klorida .Udara yang tercemar ini akan berakumulasi di atmosfer
dan dapat bereaksi dengan uap air menghasilkan berbagai asam sehingga mengakibatkan uap air di
atmosfer menjadi asam. Seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) yang berbahaya bagi
ekosistem di bumi. Uap air yang tercemar membentuk awan di atmosfer dan akhirnya turun sebagai
hujan ke bumi (Sudalma dan Purwanto, 2012). Hujan yang turun kebumi yang mengandung
senyawa-senyawa yang berbahaya seperti SOx, NOx sehingga membentuk asam sulfat (H2SO4) dan
asam nitrat (HNO3) disebut sebagai hujan asam (Sudalma & Purwanto, 2012). Kedua senyawa ini
sangat berbahaya baik pada tanah, tanaman, hewan, maupun manusia. Sehingga dalam
pemanfaatan air hujan sebagai alternatif sumber air bersih terutama air minum diperlukan analisis
terlebih dahulu mengenai kelayakan dari air hujan yang akan diberdayakan. Tujuan dari makalah ini
adalah untuk membandingkan tingkat kadar keasaman air hujan dan kandungan mineral serta
kelayakannya sebagai alternatif sumber air minum di tiga daerah dengan tingkat Polusi udara rendah
di kecamatan Pujon, sedang di kota batu, dan tinggi di kota Malang.
Metode

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian

memfokuskan pada kualitas air hujan di tiga daerah dengan tingkat co2 yang beragam pada musim
hujan.

Metode Pengumpulan Data

Jenis data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer di-

peroleh dengan observasi melalui pengumpulan sampel di tiga daerah dengan kadar co2 tinggi di
wilayah dengan tingkat kendaraan bermotor tinggi dan tanaman hijau yang sedikit dengan suhu
panas, kadar co2 sedang dengan tingkat kendaraan bermotor sedang dan tanaman hijau yang
sedang dengan suhu hangat ,dan daerah dengan tingkat co2 rendah dengan tingkat kendaraan
bermotor rendah dan tanaman hijau banyak dengan suhu dingin. Sedangkan data sekunder,
diperoleh dari dinas

pemerintah daerah atau lembaga terkait yang mempunyai data curah hujan tiap pos pengamatan,
kadar co2, jumlah kendaraan bermotor, jumlah lahan hijau dan suhu rata2 masing-masing daerah
tersebut.

Observasi

Observasi yang dilakukan yaitu untuk mengetahui tingkat keasaman dan kandungan mineral dari
masing-masing daerah yang akan diamati sebagai alternatif sumber daya air minum. Dan data
pendukung berkaitan dengan observasi dicari melalui media resmi dari dinas pemerintah atau
lembaga terkait.

Metode Analisis Data

Masing-masing sampel air hujan dikumpulkan dari tiiga daerah berbeda dengan tingkat kadar
pencemaran udara yang beragam dengan tingkat tinggi, sedang dan rendah di kota malang, kota
batu, dan kecamatan Pujon. Masing masing dari sampel air hujan yang dikumpulkan akan
dibandingkan tingkat keasaman dan kandungan mineral nya dan di analisis dari ketiga sampel
apakah terdapat kandungan bahan tercemar atau tidak dan tingkat kelayakan air hujan untuk
dijadikan sebagai alternatif sumber air bersih terutama air minum.