Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT DANA PNBP

FAKULTAS KEDOKTERAN UNVERSITAS ANDALAS TAHUN 2020

PEMBUATAN MASKER, FACE SHIELD, DAN HAZMAT SEBAGAI ALAT


PELINDUNG DIRI UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID 19

Oleh:

KELOMPOK 33 APD

Ketua
dr. Avit Suchitra, Sp.B-KBD NIDN: 0004108301
Anggota

Farras Rizky Andriawan NIM: 1710313016


Hasna Shofiya Buntoro NIM: 1710312060
Muhammad Dzakwan Fadhil NIM: 1710313012
Desti Angraini NIM: 1710313042
Salma Aldikna Putri NIM: 1710311025
Muhammad Hafni NIM: 1710312006
Nisrina Vildania NIM: 1710313019
Yelia Nada Salsabila NIM: 1710312001
Diva Amory Yunan NIM: 1710333006
Namira Muthi Fathina NIM: 1710322023

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG 2020
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : PEMBUATAN MASKER, FACE SHIELD, DAN HAZMAT SEBAGAI ALAT


PELINDUNG DIRI UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID 19

Skema Pengabdian : KKN Tematik

1. Ketua Tim Pengusul


b. Nama : dr. Avit Suchitra, Sp.B-KBD
c. NIP : 198310042008121002
d. Jabatan/Golongan : Asisten Ahli /IIB/Penata Muda Tingkat 1
e. Jurusan/Fakultas : Kedokteran
f. Perguruan Tinggi : Universitas Andalas Padang
g. Bidang Keahlian : Bedah
Alamat kantor/ Telp/Faks : Fakultas Kedokteran Unand Jl. Perintis Kemerdekaan
Padang/0751- 7979195
2. Anggota Tim Pengusul
a. Jumlah Anggota : 10 Orang
b. Jumlah pembantu pelaksana : - Orang
3. Lokasi Kegiatan / Mitra
a. Wilayah Mitra (Desa/Kecamatan) : Kembangan
b. Kabupaten/Kota : Jakarta Barat
c. Propinsi : DKI Jakarta
d. Jarak PT ke lokasi mitra (km) : 1.372 km
4. Luaran yang Dihasilkan : APD yang diproduksi dan didistribusikan dapat digunakan
sebagai alat pelindung untuk mencegah penyebaran COVID
19
5. Jangka Waktu Pelaksanaan : 1 bulan
6. Biaya Total : 10.000.000,00
7. – DIPA Unand : 10.000.000,00
- Sumber lain :-

Padang, 15 April 2020


Mengetahui
Ketua UPM-TD FK Unand Ketua Tim Pengusul

dr. Muhammad Riendra,SpBTKV dr. Avit Suchitra, Sp.B-KBD


NIP. 197604082005011007 NIP. 198310042008121002

Dekan Fakultas Kedokteran

Dr. dr. Rika Susanti, Sp.F


NIP. 197607312002122002

i
KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
karena hanya dengan bimbingan dan petunjuk-Nya sehinggz proposal Kuliah Kerja
Nyata (KKN) tematik cegah penyebaran COVID19 ini dapat terselesaikan dengan
baik.
Proposal ini berisi tentang gambaran umum pelaksanaan KKN tematik dan
juga disertai dengan anggaran dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan KKN
tematik ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini masih banyak
terdapat kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu kami memohon maaf atas
ketidaksempurnaan ini. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami
harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan proposal ini.

Padang, 15 April 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. i

KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii

DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii

RINGKASAN .................................................................................................... iv

BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................. 1

1.1. Analisis Situasi ............................................................................... 1


1.2. Permasalahan ................................................................................. 2
1.3. Skala Prioritas ................................................................................ 3

BAB 2 TARGET DAN LUARAN ..................................................................... 4

2.1. Target ............................................................................................. 4


2.2. Jenis Luaran ................................................................................... 4

BAB 3 METODE PELAKSANAAN ................................................................. 5

3.1 Deskripsi Kegiatan .......................................................................... 5


3.2 Waktu Pelaksanaan ........................................................................ 5
3.3 Prosedur Kegiatan .......................................................................... 5

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ................................................... 8

4.1 Biaya ............................................................................................... 8


4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................. 9

BAB 5 PENUTUP ............................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... v

iii
RINGKASAN

Tujuan program ini adalah untuk memenuhi ketersediaan APD bagi petugas
medis yang memiliki resiko tinggi paparan dalam menangani kasus CoVID-19.
Pembuatan APD melibatkan mahasiswa kesehatan untuk dapat berpartisipasi dalam
penanganan CoVID-19 dalam program KKN tematik.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini mahasiswa keshatan menjalani
bentuk KKN yang berbeda yaitu, KKN Tematik. KKN Tematik bagi mahasiwa
kesehatan dibagi dalam beberapa ranah kerja seperti tim KIE, tim lab, dan juga tim
pembuatan APD untuk merespon pandemi yang sedang terjadi di dunia yaitu
CoVID-19.
Target yang diharapkan setelah program ini adalah, dibuatnya 80 hazmat, 80
face shied, dan 160 masker yang dapat diberikan dan digunakan tenaga kesehatan di
rumah sakit untuk menangani CoVID-19. Khususnya rumah sakit yang berada di
Jakarta karena, saat ini anggota kelompok 33 berdomisili di daerah Jawa dan Jakarta
memiki peresntase kasus CoVID-19 tertinggi di Indonesia.

iv
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi

Awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu
coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut Coronavirus disease
2019 (COVID-19). Diketahui, asal mula virus ini berawal dari Wuhan,Tiongkok.
Ditemukan pada akhir Desember 2019. Sampai saat ini sudah dipastikan terdapat 213
negara yang telah terjangkit virus ini. (Data WHO, 12 April 2020).

Penyebaran COVID-19 terjadi cepat dan meluas karena dapat menulat melalui
kontak dari manusia ke manusia. Hingga saat ini, berita seputar COVID-19 masih
menjadi perhatian utama semua negara untuk waspada dan tetap siaga menghadapi
COVID-19 yanang belum ditemukan obat dan vaksinnya.

Rumah sakit sebagai salah satusarana kesehatan yang memberikan pelayanan


kepada masyarakat, memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derjat
kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk dpat memberikan
pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Untuk
meminimalkan resiko terjadinya infeksi d rumahsakit perlu diterapkan pencegahan
dan pengendalian infeksi yakni kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pembinaan, pendidikan dan pelatihan serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan
pengendalian infeksi di rumah sakit sangat penting karena menggambarkan mutu
pelayanan rumah sakit.

Kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit perlu mendapat perhatian


serius dalam upaya melindungi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh
proses pelayanan kesehatan, keberadaan sarana dan prasarana penunjang seperti
penyediaan APD , obat obatan dan logistik lainnya. Salah satu dampak negatif akibat
penyediaan APD yang menipis saat ini yaitu penularan penyakit infeksi yang akan

1
berdampak bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menangani penyakit
yang disebabkan CoVID-19 ini.

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan suatu perangkat yang digunakan oleh
pekerja demi melindungi dirinya dari potensi bahaya serta kecelakaan kerja yang
kemungkinan dapat terjadi di temapt kerja. Oleh sebab itu untuk meminimalisir
terjadinya infeksi silang antara pasien dengan petugas, petugas dengan pasien, maka
diperlukan untuk tersedianya APD yang memadai di rumah sakit.

Dengan meningkatnya kasus Covid 19 yang sudah ditetapkan oleh WHO


sebagai pademi global dan meningkatnya kasus infeksi Covid 19 khusunya di
Indonesia, maka penyediaan Alat Perlindungan Diri (APD) di rumah sakit di berbagai
daerah di Indonesia mulai menipis akibat pandemi COVID-19. Pada akhirnya, banyak
fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang mengakali kelangkaan dengan
menggunakan barang substitusi seperti jas hujan, ada juga yang mengharapkan
sumbangan dari masyarakat. Hal ini jika terus dibiarkan akan berdampak buruk bagi
tenaga medis yang diserukan sebagai garda terdepan dalam menangani kasus ini.

Menurut data Federasi Nasional Dokter Bedah dan Gigi Italia, sudah ada 18
dokter yang meninggal akibat terinfeksi virus corona sejak 11 Maret 2020. Di
Indonesia dilaporkan telah terkonfirmasi sejumlah 61 orang tenaga medis yang positif
CoVID-19 pada 28 Maret 2020. Beberapa diantaranya terinfeksi karena minimnya
APD yang digunakan ketika bertugas. Untuk mengantisipasi agar tidak meningkatnya
jumlah tenaga medis yang terinfeksi CoVID-19 karena penyediaan APD yang minim,
maka kami berinisiatif untuk melakukan pembuatan APD yang sudah memenuhi
standar kelayakan untuk digunakan oleh tenaga medis dalam menangani kasus
CoVID -19.

1.2 Permasalahan

1.2.1 Petugas medis memiliki resiko sangat tinggi terpapar CoVID-19 saat
menangani pasien.

2
1.2.2 Keterbatasan APD dapat meningkatkan resiko petugas medis terpapar CoVID-
19 dalam menangani pasien
1.2.3 Petugas medis membutuhkan APD selama menangani pasien

1.3 Skala Prioritas

Berdasarkan masalah di atas ditetapkan skala prioritas yang akan di


tangani dalam kegiatan ini yaitu :

1.3.1 Pemberdayaan mahasiswa kesehatan dalam tim APD untuk membuat APD
1.3.2 Membantu menyediakan APD bagi petugas medis

3
BAB 2

TARGET DAN LUARAN

2.1 Target
Luaran yang akan diperoleh dari kegiatan ini merupakan target pencapaian
program adalah :
1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dapat memproduksi
APD yang terstandarisasi secara mandiri untuk tenaga kesehatan dalam
menangani kasus CoVID-19
2. Terpenuhinya ketersediaan APD di RSUD Kembangan dengan target
minimal sebagai berikut :
1 Masker 160 buah
2 Face Shield 80 buah
3 Hazmat 80 buah

2.2 Jenis Luaran/ Indikator Capaian


1. Dibuatnya masker, face shield, dan hazmat sesuai target minimal
2. Diberikannya APD tersebut ke RS yang sudah ditentukan

4
BAB 3

METODE PELAKSANAAN

3.1 Deskripsi kegiatan

Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) berupa
masker, face shild dan gaun/hazmat untuk memenuhi ketersediaan APD bagi petugas
medis dalam menangani kasus CoVID-19. Dalam pembuatan APD kami juga
bekerjasama dengan konveksi untuk membantu pembuatan berbagai produk APD
yang sudah kami rancang dan desain sebelumnya.

3.2 Waktu pelaksanaan

Dilaksanakan selama satu bulan, yaitu:

Hari/tanggal : 06 April 2020- 6 Mei 2020

Tempat : menyesuaikan

3.3 Prosedur Kegiatan


3.3.1 Pembuatan Face Shield

Face Shield (pelindung wajah) adalah perangkat peralatan pelindung pribadi


yang digunakan oleh banyak pekerja (misalnya dokter, dokter gigi, dokter hewan)
untuk melindungi area wajah dan selaput lendir terkait (mata, hidung, mulut) dari
percikan, semprotan, dan percikan cairan tubuh.

Alat dan bahan :

1. Plastik mika seukuran wajah (ukuran A4)


2. Lem tembak
3. Busa atau spons
4. Tali karet (elastis)
5. Benang jahit

5
6. Pembolong kertas

Cara membuat :

1. Mika diukur 1 cm dari tepi atas busa dan 2,5 cm dari sisi kiri dan kanan
kemudian ditandai dengan spidol serta dibentuk menjadi dua bagian dengan
ujung yang tumpul
2. Kedua sisi mika dilubangi untuk dimasukkan tali karet
3. Mika yang telah dilubangi lalu ditempel dengan spons menggunakan lem
tembak. Spons disini akan berfungsi sebagai bantalan dari face shield
4. Mika yang telah ditempel dengan busa dimasukkan tali karet yang kemudian
dijahit agar kuat.

3.3.2 Pembuatan Masker

Masker medis, juga dikenal sebagai masker bedah atau sekadar masker wajah
adalah masker yang dimaksudkan untuk dipakai oleh para tenaga kesehatan selama
tindakan pembedahan dan selama perawatan untuk menahan bakteri yang terkandung
dalam percikan cairan (droplet) dan aerosol dari hidung dan mulut penggunanya.

Alat dan bahan:

1. Furing marisa (bagian dalam)


2. Warapping paper/ spunbond/ metblown (bagian luar)
3. Karet kain
4. Benang
5. Mesin jahit

Cara pembuatan:

1. Furing marisa dan warapping paper digunting dengan ukuran 18x19 cm


2. Gunting karet kain dengan ukuran 20 cm
3. Masukkan tali disisi atas dan bawah kain

6
4. Jahit semua sisi kain yang sudah diukur dan dimasukkan tali

3.3.3 Pembuatan gaun APD/hazmat

Untuk pembuatan gaun ini, kami bekerjasama dengan Konveksi dalam hal
produksi.

7
BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Biaya

Ringkasan anggaran dana selama satu bulan pelaksanaan KKN tematik cegah
penyabaran COVID19 diuraikan dalam tabel berikut ini:

No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan


(Rp.)
1 Pembuatan Face Shield 1.040.000
2 Pembuatan Masker 1.280.000
3 Pembuatan Hazmat 7.200.000
4 Ongkos kirim, Pamflet 480.000
Total 10.000.000

Pembuatan Face Shield:

No. Alat Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)


(Rp)
1 Plastik mika 80 buah 3.000 240.000
2 Busa tebal ukuran 6 buah 40.000 240.000
100×60×3 cm
3 Lem tembak 3 lusin 10.000/lusin 30.000
4 Gunting 3 buah 10.000 30.000
5 Karet pinggang (elastis) 30 buah 15.000 450.000
ukuran 100×3 cm
6 Pembolong kertas 4 buah 10.000 40.000
7 Benang 4 buah 2.000 8.000
8 Jarum 1 lusin 2.000/lusin 2.000
Total 1.040.000

8
Pembuatan masker:

No Alat Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)


(Rp)
1 Furing marisa ukuran 1x1 10 buah 30.000 300.000
meter
2 Kain Spunbound 1x1 meter 20 buah 20.000 400.000
3 Karet kain ukuran 0,6 cm 1 buah 180.000/rol 180.000
panjang 100 meter
64 Upah Jahit - - 400.000
Total 1.280.000

Pembuatan hazmat:

No Alat Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)


1 Hazmat 80 buah 90.000 7.200.000

4.2 Jadwal Kegiatan

No Kegiatan Bulan Pelaksanaan


April Mei
2 3 4 5 1
1 Persiapan
2 Pelaksanaan
3 Evaluasi Kegiatan

9
BAB 5

PENUTUP

Demikian proposal tim pembuatan Alat Perlindungan Diri (APD) Fakultas


Kedokteran Universitas Andalas 2020 yang akan dilaksanakan selama masa Tanggap
Darurat CoVID-19. Besar harapan kami kepada Bapak/Ibu pimpinan kampus
memberikan kami izin dan bantuan untuk melaksanakan program diatas sebagai
kepedulian terhadap situasi tanggap darurat bencana. Kami mengharapkan saran dan
bimbingan dari berbagai pihak untuk ikut membantu kesuksesan kegiatan ini.

Terima Kasih

10
DAFTAR PUSTAKA

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html.