Anda di halaman 1dari 12

Universitas Pamulang Akuntansi S-1

PERTEMUAN 7

UKURAN TENDENSIAL SENTRAL (MEAN)

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mahasiswa menyelesaikan materi pertemuan 7 ini, diharapkan
mampu untuk menghitung ukuran tendensial sentral dalam mean, baik dalam data
tunggal maupun dalam data kelompok.

B. URAIAN MATERI
1. Ukuran Tendensial Sentral
Apa yang dimaksud dengan ukuran tendensial sentral? Jika beberapa
masing asing dengan materi ini, maka akan dijelaskan mengenai bahasa yang
lebih mudah untuk kita adalah ukuran pemusatan data. Ukuran pemusatan data
adalah suatu ukuran yang menetapkan suatu letak titik pada pemusatan, dimana
ada kecenderungan dari variabel untuk mengarah ke titik tersebut. Artinya suatu
bilangan yang tunggal dimana dapat mewakili dari kelompok data tersebut.
Dalam mendapatkan gambaran lebih terang mengenai sesuatu hal dalam
kelompok data, biasanya menggunakan tabel ataupun diagram, dalam hal ini
bisa dalam lingkup sampel ataupun populasi. Ternyata diagram dan tabel tidak
cukup untuk mewakili sebuah data, sehingga masih diperlukan ukuran yang bisa
mewakili kelompok data tersebut. Dalam hal ini adalah ukuran pemusatan data
dan ukuran letak.
Ukuran pemusatan data meliputi rata-rata (mean), modus dan median.
Untuk ukuran letak meliputi kuartil, desil dan presentil, yang akan dibahas satu
persatu dalam materi ini. Ukuran yang dihitung dari kumpulan data dalam sampel
dinamakan statistik. Apabila ukuran itu dihitung dari kumpulan data dalam
populasi maka dinamakan parameter. Bisa disimpulkan bahwa ukuran yang
sama dapat bernama statistik atau parameter tergantung pada apakah ukuran
dimaksud untuk sampel atau populasi. Dimana dalam hal ini, kelompok data
yang berbeda mempunyai sifat dan karakter numerical yang berlainan, oleh
karena itu suatu pemusatan data bisa lebih baik, dengan menggambarkan
sekelompok data tertentu dari yang lain.

Statistik Deskriptif Page |1


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

2. Mean
Dalam hal ini, arti mean yaitu suatu rata-rata hitung dari suatu data. Mean
dalam hal ini dan untuk selanjutnya, akan digunakan beberapa simbol-simbol.
Mean ini sangat erat sekali dengan data kuantitatif, biasanya nilai dari data
kuantitatif ini dengan simbol yaitu X1, X2 ….. sampai ke Xn (jika data tersebut
terdapat n buah nilai).
Untuk simbol n biasanya dipakai dalam menyatakan suatu ukuran dalam
sampel yaitu banyaknya data, yang akan diteliti, yang kemudian dijadikan
sampel. Adapun simbol N juga dipakai menyatakan ukuran pada populasi, yaitu
banyaknya anggota secara keseluruhan yang ada dalam data tersebut.
Jika terdapat 5 jenis ukuran mengenai tinggi badan mahasiswa dalam cm,
misalnya datanya adalah 170, 180, 165, 160 dan 155. Maka dalam statistik, bisa
dituliskan dengan simbol bahwa X1 = 170, X2 = 180, X3 = 165, X4 = 160 dan X5
= 155. Dalam hal ini, n atau banyaknya data adalah 5, sehingga n = 5, sehingga
rata-rata untuk data tinggi badan tersebut yaitu dengan membagi jumlah nilai
total dari kelima tinggi badan tersebut dengan banyaknya data. Itu adalah rumus
untuk mean.
Simbol rata-rata untuk sampel ialah x (baca: eks bar) sedangkan rata-rata
untuk populasi digunakan dengan simbol µ (baca: mu). Nilai x adalah statistik
sedangkan µ adalah parameter untuk menyatakan rata-rata. Untuk mean sendiri
dibagi menjadi dua, yaitu mean pada data tunggal dan mean pada data
kelompok. Keduanya akan dijelaskan secara detail di bawah ini :

a. Data Tunggal
Mean merupakan suatu bilangan tunggal yang dapat digunakan untuk
mewakili nilai pusat dari sebuah distribusi tertentu. Beberapa orang lebih
akrab dengan istilah rata-rata dibanding rata-rata hitung. Ketika sekelompok
data, rata-rata artinya nilai dari rata-rata hitung tersebut. Secara teknis bisa
disimpulkan bahwa suatu rata-rata dari sekelompok variabel yaitu jumlah nilai
pengamatan dibagi dengan banyaknya pengamatan.
Rata-rata merupakan hasil bagi dari sejumlah nilai dengan banyaknya
responden atau sampel. Jika sebaran nilai berdistribusi normal, maka rata-
rata nilai merupakan nilai tengah dari distribusi frekuensi nilai tersebut. Rata-
rata dalam suatu rangkaian data adalah jumlah seluruh data dibagi dengan
seluruh kejadian.

Statistik Deskriptif Page |2


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Secara matematis rata-rata data tunggal dapat dirumuskan menjadi


sebagai berikut :

Dimana :
X = mean
Xi = jumlah data
n = banyak data

Contoh Soal 1:
Tentukan mean dari hasil evaluasi dari 5 mahasiswa yang dipilih secara
acak, yang memperoleh nilai : 50, 60, 80, 90 dan 95.
Penyelesaian:

Sehingga rata-rata atau mean dari data di atas adalah 75.

Contoh Soal 2 :
Diberikan data sebagai berikut: 4, 3, 5, 4, 6, 3, 6, 7, 8, 7, 8, 8. Hitunglah
mean dari data tersebut!
Penyelesaian :

Sehingga rata-rata atau mean data di atas adalah 5,75.

Contoh Soal 3:
Jika anda akan mengetahui mean dari tinggi badan mahasiswa di kelas
Akuntansi. Anda dapat mengambil sampel, sebagai contoh adalah sebanyak
10 mahasiswa, kemudian satu per satu dikur tinggi badannya. Di dapat hasil
dari pengukuran data tinggi badan 10 mahasiswa tersebut, adalah sebagai
berikut : (dalam satuan cm)
172, 167, 180, 160, 175, 170, 169, 170, 165, 173.

Statistik Deskriptif Page |3


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Penyelesaian :
Berdasarkan data yang diperoleh, maka mean dapat dihitung dengan
menggunakan rumus rata-rata (mean) sebagai berikut :

b. Data Kelompok
Untuk rata-rata kelompok, berbeda dengan rata-rata tunggal dalam
rumus, tetapi sama dalam pengertian penyelesaiannya. Dalam hal ini data
kelompok berkaitan dengan data distribusi frekuensi yang sudah dipelajari
di materi sebelumnya. Data kelompok biasanya data yang lebih banyak (n
>30), sehingga akan menjadi lama dalam penyelesaian dengan rumus data
tunggal.
Dalam hal ini, data kelompok pun berdiri sendiri mengenai rumusnya
dalam menyelesaikan rata-rata hitung. Sekali lagi, ini berkaitan dengan
distribusi frekuensi, sehingga sebelum menyelesaikan rata-rata data
kelompok, harus paham betul konsep dari distribusi frekuensi. Adapun
rumus untuk mencari rata-rata data kelompok akan dipaparkan di bawah
ini.
Secara matematis, untuk menuju rumus dari rata-rata data kelompok,
terlebihd dahulu menyusun distribusi frekuensi apabila data masih acak
secara keseluruhan. Jika data yang ada sudah, kemudian dikelompokkan
melalui daftar distribusi frekuensi, adapun langkah-langkah untuk mencari
rata-rata data kelompok yaitu sebagai berikut :
1. Mencari nilai tengah di setiap kelas, adapun simbol dari nilai tengah
adalah (Xi)
2. Kemudian mengalikan nilai tengah pada masing-masing kelas dengan
masing-masing frekuensi.
3. Selanjutnya, menghitung mean dengan menggunakan rumus berikut:

x 
 f .x
i i

f i

Statistik Deskriptif Page |4


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Dimana :
Σfi .x i = jumlah dari hasil perkalian data dan frekuensi
fi = frekuensi data ke-i
xI = data ke-i
fi = n = jumlah data

Contoh Soal 3 :
Hitunglah rata – rata hitung gaji Karyawan PT. Nisac Newton Yogyakarta,
dengan data dapat diamati pada tabel di bawah ini :

Gaji Jumlah
karyawan Karyawan
(kelas) (frekuensi)
30 – 39 4
40 – 49 6
50 – 59 8
60 – 69 12
70 – 79 9
80 – 89 7
90 – 99 4
Jumlah N = 50

Penyelesaian:
Untuk menyelesaikan permasalahan di atas, maka dibutuhkan tabel bantuan
sebagai berikut untuk memudahkan dalam mengerjakan rata-rata hitung atau
mean dari PT. Nisac Newton Yogyakarta.

Statistik Deskriptif Page |5


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Gaji Mahasiswa Jumlah Nilai Tengah Frekuensi x


(kelas) Mhs (fi) (Xi) Nilai tengah
fi x Xi
30 – 39 4 34,5 138
40 – 49 6 44,5 267
50 – 59 8 54,5 436
60 – 69 12 64,5 774
70 – 79 9 74,5 670,5
80 – 89 7 84,5 591,5
90 – 99 4 94,5 378
N = 50

Dari tabel di atas, maka dapat dihitung menjadi :

Maka meannya adalah 65,1

Contoh Soal 4 :
Berapakah mean dari data berat badan mahasiswa berikut ini dengan
caranya!

Berat Badan Jumlah


(mahasiswa) Karyawan
(frekuensi)
30 – 39 7
40 – 49 8
50 – 59 10
60 – 69 15
70 – 79 7
80 – 89 7
90 – 99 6
Jumlah N = 60

Statistik Deskriptif Page |6


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Penyelesaian :
Tabel bantuan dari data di atas adalah sebagai berikut :
Berat Badan Jumlah Nilai Tengah Frekuensi x
(Mahasiswa) Karyawan (Xi) Nilai tengah
(fi) fi x Xi
30 – 39 7 34,5 241,5
40 – 49 8 44,5 356
50 – 59 10 54,5 545
60 – 69 15 64,5 967,5
70 – 79 7 74,5 521,5
80 – 89 7 84,5 591,5
90 – 99 6 94,5 567
N = 60

Dari tabel di atas, maka dapat dihitung menjadi :

Maka rata-rata dari data di atas adalah 63,1.

Dalam memilih ukuran pemusatan, ciri-ciri dari masing-masing ukuran dan


data yang tersedia harus diperhatikan suatu ringkasan tentang perbandingan ciri
masing-masing ukuran diberikan sebagai berikut:
Rata-rata hitung, beberapa ciri yang penting antara lain:
1. Nilainya dipengaruhi oleh nilai observasi
2. Nilainya dapat menyimpang terlalu jauh karena adanya nilai ekstrim sehingga
dalam distribusi, ada kecondongan yang jelek, sehingga mean tersebut bisa
kehilangan makna.
3. Mean sendiri tidak bisa dihitung dari distribusi apabila kelas tersebut
merupakan kelas terbuka.
4. Ukuran ini paling dikenal karena sering digunakan, sehingga penjelasan
panjang tentang arti rata-rata hitung tidak diberikan.

Statistik Deskriptif Page |7


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

3. Rata-rata Ukur (Geometric Mean)


Untuk rata-rata nilai ukur geometrik merupakan sekelompok nilai dari n
dimana akar pangkat ke-n dari hasil perkalian nilai-nilai datanya. Apabila ada 2
buah nilai, maka akar dari hasil nilai tersebut yang dinamakan rata-rata
geometrik. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :

Contoh Soal 5 :

Tentukan rata-rata Geometrik dari data: 70, 82, 69, 75, 99

Penyelesaian:

4. Rata-rata Harmoni
Untuk nilai dari rata-rata harmoni ini merupakan kebalikan dari nilai rata-
rata aritmatik. Nilai dari rata-rata harmoni memiliki pengertian bahwa suatu rata-
rata yang dihitung dengan pola mengubah semua data menjadi sebuah
pecahan, yang mana nilai dari data tersebut dijadikan sebagai suatu penyebut,
kemudian pembilang adalah satu dan semua pecahan yang dimaksud
dijumlahkan, kemudian dijadikan sebagai suatu pembagi dari sejumlah data.

Nilai dari rata-rata harmoni secara matematis dapat dirumuskan menjadi


berikut ini:

Dimana :
Mh = Rata-rata harmoni.
N = Jumlah data sampel.
Xi = Nilai data ke-i.

Statistik Deskriptif Page |8


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

Contoh Soal 6 :
Jika ada pertandingan dari bridge, yang terdiri dari 10 meja, kemudian
pertandingan tersebut ingin mengetahui bagaimana rata-rata dari lamanya
bermain dalam satu set sebuah kartu bridge. Pertandingan pertama, akan
dihitung lamanya bermain pada setiap set, di setiap meja tersebut. Hasil dari
pertandingan tersebut adalah 7, 6, 8, 10, 8, 8, 9, 12, 9, 11 (dalam menit).
Pertanyaannya adalah berapa rata-rata harmoni dari lamanya sebuah
pertandingan bridge 10 meja tersebut?

Penyelesaian :

5. Rata-rata Kuadrat (Mq)


Berbeda dengan rata-rata harmoni, rata-rata kuadrat yaitu akar pangkat
dua dari kuadrat nilai rata-rata tersebut. Rumus yang digunakan untuk
menentukan rata-rata kuadrat adalah sebagai berikut :

Dimana :
Mq = Rata-rata kuadrat
N = Jumlah data sampel
Xi = Nilai data ke-i

Contoh Soal 7 :

Tentukanlah rata-rata kuadrat dari data: 8, 10, 15, 18 dan 22!


Penyelesaian :

Statistik Deskriptif Page |9


Universitas Pamulang Akuntansi S-1

C. LATIHAN SOAL

Kerjakann soal berikut dengan teliti dan benar!

1. Hasil UTS 10 orang mahasiswa diperoleh nilai : 90, 5N, 78, 9N , 88, 5N,
90 , 65, 80, 70.
Tentukanlah mean dari data di atas!

2. Hitunglah mean (̅X ), Mg, Mh, dan Mq dari data berikut:

a. 64, 88 dan 7N
b. 65, 76, dan 9N

3. Jika di ketahui data sebagai berikut :


Berat Badan Jumlah Karyawan
(mahasiswa) (frekuensi)
20 – 34 7
35 – 49 8
50 – 74 10
75 – 89 15
90 – 104 7
105 – 119 7
120 – 135 6
Jumlah N = 60

Hitunglah mean dari data di atas!

Statistik Deskriptif P a g e | 10
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

4. Diketahui data di bawah ini :


Berat Badan Jumlah Karyawan
(mahasiswa) (frekuensi)
30 – 39 9
40 – 49 11
50 – 59 13
60 – 69 15
70 – 79 9
80 – 89 7
90 – 99 6
Jumlah N = 70

Hitunglah mean dari tersebut!

5. Jika diketahui data nilai mahasiswa adalah :


Nilai Jumlah
(mahasiswa) Mahasiswa
(frekuensi)
30 – 39 5
40 – 49 7
50 – 59 13
60 – 69 15
70 – 79 7
80 – 89 8
90 – 99 5
Jumlah 60

Hitunglah mean dari data di atas!

Statistik Deskriptif P a g e | 11
Universitas Pamulang Akuntansi S-1

D. DAFTAR PUSTAKA

Mangkuatmodjo. (2015). Statistik Deskriptif. Jakarta: Rineka Cipta.

Nasution Masnidar. (2017). Statistik Deskriptif. Jurnal Pada Vol.12 No.1 ISSN
:1829-8419.

Sudjana. (2008). Metode Statistika. Bandung: Tarsito Penerbit Bandung.

Walpole. (1992). Pengantar Statistika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wirawan, Nata. (2012). Cara Mudah Memahami Statistika ekonomi dan Bisnis. Bali:
Keraras Emas.

Statistik Deskriptif P a g e | 12

Anda mungkin juga menyukai