Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTERMI PADA AN “Y”

DIAGNOSA MEDIS KEJANG DEMAM DI RSUD KOTA MATARAM


TANGGAL 7-9 APRIL 20202

Nama Mahasiswa/NPM : Muhammad Arif Hidayatullah


Tempat Praktek : RSUD KOTA MATARAM
Tanggal : 7 April 2020

I. IDENTITAS DATA
Nama : An “Y”
Tempat/tanggal lahir : 20 Agustus 2019
Nama Ayah/Ibu : Tn “A”
Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
Pendidikan Ayah : SMA
Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Ibu : SMA
Alamat/No. Telepon : Sekarbela

Kultur : Sasak
Agama : Islam

II. KELUHAN UTAMA


Pasien dikeluhkan kejang sebanyak 3 kali oleh keluarga
III. RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
Keluarga pasien mengatakan anaknya lahir normal dibantu oleh bidan di puskesmas
tanjung karang.
III.1 Prenatal
 Jumlah kunjungan : Keluarga pasien mengatakan sebelum melahirkan
pasien 4 kali mengecek kehamilannya
 Bidan/Dokter : Keluarga pasien mengatakan pasien mengemeriksakan
kehamilannya ke bidan desa
 Penkes yang didapat : Keluarga pasien mengatakan bidan selalu mengingatkan
untuk datang ke posyandu setiap bulannya
 .HPHT : 12 Novemberr 18
 Kenaikan BB selama Hamil : 21 Kg
 Komplikasi kehamilan :-
 Komplikasi Obat :-
 Obat-obatan yang didapat : -

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


 Riwayat Hospitalisasi : Keluarga pasien mengatakann baik ibu dan anaknya tidak
pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit
 Golongan darah ibu :0
 Pemeriksaan kehamilan / Maternal screening
( - ) Rubelle ( - ) Hepatitis ( - ) CMV
( - ) Go ( - ) Herpes ( - ) HIV
( ) Lain-lain, sebutkan ………………………………………………………..
III.2 Natal
 Awal Persalinan : 20 Agustus 2019
 Lama Persalinan : 5 jam
 Komplikasi persalinan :-
 Terapi yang diberikan :-
 Cara melahirkan : Normal/pervaginam
 Tempat melahirkan : Poskesdes
III.3 Postnatal
 Usaha Nafas
tanpa bantuan
 Kebutuhan resusitasi
o Jenis dan lamanya dari 1 dan 5 menit
o Skor APGAR 10

 Interaksi orang tua dengan bayi


o Kualitas : Baik
o Lamanya : -
 Trauma lahir : Tidak Ada
 Keluarnya urine / bab : Ada
IV. RIWAYAT KELUARGA
Keluarga pasien mengatakan tidak ada anggora keluarga baik dari ayah atau ibu pasien

yang memiliki riwayat penyakit seperti yang dialami pasien saat ini . Keluarga pasien

mengatakan tidak ada keluarga yang mengidap penyakit seperti hipertensi.

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


V. RIWAYAT SOSIAL
1. Sistem pendukung / keluarga yang dapat dihubungi
Keluarga mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit selalu di bawa ke puskesmas

ataupun poskesdes

2. Hubungan orang tua dengan bayi


Ibu Ayah
Menyentuh
Memeluk
Berbicara
Berkunjung
Kontak mata
3. Anak yang lain
Jenis Kelamin Anak Riwayat persalinan Riwayat Imunisasi
- - -

4. Lingkungan rumah
Keluarga mengatakan tinggal di lingkungan padat penduduk. Keluarga mengatakan

rumahnya selalu dibersihkan setiap hari

5. Problem sosial yang penting


-

VI. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI


1. Diagnosa medis : Kejang Demam

2. Tindakan operasi : Keluarga mengatakan pasien tidak pernah menjalani operasi

3. Status Nutrisi : Usia 1-6 bulann ASI ekslusif, Usian 6-8 bulan Asi dan makanan

pendamping seperti bubur, pisang dan lain-lain

4. Status Cairan : Pemberian ASI setiap 3-4 jam , waktu pemberian tidak teratur 7-9
kali sehari,
5. Obat-obatan :-

6. Aktivitas :-

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


VII. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum: Lemah
Tingkat kesadaran : Compos mentis
Tanda vital Nadi:112 Suhu:38,8 RR :40
Saat lahir Saat ini
1. Berata Badan 2900 gr 7 kg
2. Panjang Badan 39 cm 67 cm
3. Lingkar Kepala 34 cn 42 cm

Beri tanda ( cek ) pada istilah yang tepat dari data-data dibawah ini. Gambarkan semua
temuan abnormal secara obyektif, gunakan kolom komentar bila perlu.
1. Reflek Moro
(√) Moro ( ) Menggenggam ( ) Menghisap
2. Tonus / aktivitas
a. ( √ ) Aktif ( √ ) tenang ( ) Letargi ( ) Kejang
b. ( ) Menangis keras ( ) Lemah ( ) Melengking ( ) Sulit menangis
3. Kepala / leher
a. Fontanel Anterior
( √ ) Lunak ( ) Tegas ( ) Datar ( ) Menonjol ( ) Cekung
b. Sutura sagitalis
( √ ) Tepat ( ) Terpisah ( ) menjauh
c. Gambaran wajah
( √ ) Simetris ( ) Asimetris
d. Molding
( ) Caput Succedaneum ( ) Chepalohematoma
4. Mata
( √ ) Bersih ( ) Sekresi
5. THT
a. Telinga
( √ ) Normal ( ) Abnormal
b. Hidung
( ) Bilateral ( ) Obstruksi (√ ) Cuping Hidung
c. Palatum
( √ ) Normal ( ) Abnormal
6. Mulut
Tampak sariawan di bibir atas bagian dalam
7. Abdomen
a. ( √ ) Lunak ( ) Tegas ( ) Datar ( ) Kembung
8. Thoraks
a. ( √ ) Simetris ( ) Asimetris

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


b. Retraksi : ( ) derajat 1 ( ) derajat 2 ( ) derajat 3
c. Klavikula : ( √ ) Normal ( ) Abnormal
9. Paru-paru
a. Suara nafas : ( √ ) Sama kanan kiri ( ) Tidak sama kanan kiri
(√ ) Bersih ( ) Ronchi ( ) Rales ( ) sekret
b. Bunyi nafas
( ) terdengan di semua lapang paru ( ) tidak terdengar ( ) menurun
c. Respirasi
( √ ) Spontan , jumlah : 40 x/menit
( ) Sungkup/boxhead, jumlah : …………x/menit
( ) Ventilasi assisted CPAP
10. Jantung
a. ( √ ) Bunyi Normal Sinus Rytme ( NSR ) , jumlah : …………..x/menit
( ) Mur-mur ( ) Lain-lain, sebutkan…………………………………….
b. Waktu pengisian kapiler, Ektrimitas : < 2 detik
11. Ekstrimitas
a. ( √ ) Semua ekstrimitas gerak ( ) ROM terbatas ( ) tidak dapat dikaji
b. Ekstrimitas atas dan bawah ( √ ) Simetris ( ) Asimetris
12. Umbilikus : ( √ ) Normal ( ) Abnormal ( ) Inflamasi ( ) Drainage
13. Genital : ( √ ) Normal ( ) Abnormal ( ) Ambivalen
14. Anus : ( √ ) Paten ( ) Imperforata
15. Spina : ( √ ) Normal ( ) Abnormal
16. Kulit
a. Warna : ( √ ) Pink ( ) Pucat ( ) Jaundice
KOMENTAR :

KESIMPULAN PERKEMBANGAN

( √ ) Menangis bila tidak nyaman


( ) Membuat suara tenggorok yang pelan
( ) Memandang wajah dengan sungguh-sungguh
( √ ) Mengeluarkan suara
( ) Berespon secara berbeda terhadap obyek yang berbeda
( √ ) Dapat tersenyum
( √ ) Menggerakkan kedua lengan dan tungkai sama mudahnya ketika telentang
( √ ) Memberikan reaksi dengan melihat ke arah sumber cahaya ( misalnya dari lampu
senter yang digerakkan ke kiri & kanan )
( ) Mengoceh dan memberikan reaksi terhadap suara

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


( √ ) Membalas senyuman

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


DIAGNOSA KEPERAWAYAN
A. Analisis Data
NO Data Etiologi Problem
1 DS: Toksik, Trauma Hipertermi
Pasien di keluhkan kejang oleh Penyakit, Infeksi
keluarga ekstrakrnaial dan
lain-lain
DO
T: 38,8 Rangsangan
RR: 40 hipotalamus untuk
HR: 112 menaikkan suhu
tubuh

Hipertermi

2 DS: Kejang Polanafas Tidak


Pasien di keluhkan kejang sebanyak Efektif
3 kali oleh keluarga Spasme Bronkus
DO:
RR:40 Kekakuan Otot
T: 38,8 Pernafasan\
HR:112
Tampak pernapasan cuping hidung Polanafas Tidak
Tidak terdengar suara nafas Efektif
tambahan

B. Rumusan Diagnosa keperawatan


17. Hipertermi
18. Pola nafas tidak efektif

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


PROSES PERAWATAN
NAMA KLIEN : An “Y” NAMA MAHASISWA : Muhammad Arif Hidayatullah
RUANG :-
DIAGNOSA MEDIS : Kejang Demam
DIAGNOSA
N TUJUAN DAN
KEPERAWATA INTERVENSI RASIONAL IMPLEMENTASI EVALUASI
O KRITERIA HASIL
N
1 Hipertermi Setelah dilakukan 1. Monitor suhu tubuh 1. Sebagai dasar 1. Memonitor suhu tubuh S:
tindakan keperawatan 2. Monitor warna dan melaksanakan tindakan 2. Memonitor warna dan Keluarga mengatakan
3x24 jam masalah suhu kulit keperewatan sesuai suhu kulit panas anaknya sudah
hipertermia dapat 3. Monitor nadi dan kebutuhan pasien 3. Memonitor nadi dan RR berkurang
teratasi. RR 2. Mengkaji respon pasian 4. Melakukan kolaborasi
Kriteria Hasil : 4. Monitor WBC, Hb, terhadap peningkatan pemeriksaan WBC, Hb, O:
1. Suhu tubuh dan Hct suhu tubuh dan Hct Suhu: 37,8 0 C
dalam batas 5. Berikan anti piretik: 3. Memastikan tanda vital 5. Memberikan anti piretik: HR : 110 x/m
normal 370C. 6. Kolaborasi dalam batas normal 6. Melakukan kolaborasi RR: 36 x/m
2. Kebutuhan cairan pemberian 4. Mengetaui penyebab pemberian Antibiotik Kesadaran: CM
terpenuhi. Antibiotik demam 7. Menganjurka pasiem
3. Tanda-tanda vital 7. Pakai baju yang 5. Membantu mengurangi memakai baju yang tipis A:
dalam batas tipis nyeri 8. Memberikan cairan Masalah Teratasi
normal. 8. Berikan cairan 6. Mengurangi factor intravena, RL 30 tpm Sebagian
4. Kesadaran anak intravena, RL 30 penyebab demam 9. Melakukan kompres
Composmentis. tpm 7. Mempertahankan pasien pada lipat paha P:
9. Kompres pasien sirkulasi kulit dan aksila Intervensi Dilanjutkan
pada lipat paha dan 8. Memenuri kebutuhan 10. Meningkatkan sirkulasi 1. Lakukan
aksila cairan pasien udara Kompres hangat
10. Tingkatkan 9. Mengurangi demam 11. Memonitor intake cairan 2. Meningkatkan
sirkulasi udara dengan melakukan dan nutrisi sirkulasi udara
11. Tingkatkan intake tindakan non 12. Menonitor hidrasi seperti
cairan dan nutrisi farmakologi turgor kulit, kelembaban
12. Monitor hidrasi 10. Mempertahankan membran mukosa).

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


seperti turgor kulit, sirkulasi lingkungan
kelembaban pasien
membran mukosa). 11. Memperbaiki keadaan
umum pasien
12. Mencegah terjadinya
dehidrasi
Pola nafas tidak Setelah diberikan 1. Monitor frekuensi 1. Sebagai dasar menyusun 1. Memonitor frekuensi S:-
efektif asuhan keperawatan nafas intervensi sesuai nafas
berhubungan selama 2x24 jam 2. Auskultasi suara kebutuhan pasien 2. Melakukan auskultasi
dengan kekakuan diharapkan pola nafas nafas 2. Memeriksa gangguan suara nafas
otot pernafasan kembali efektif 3. Atur posisi pasien jalan nafas 3. Mengatur posisi pasien
O:
dengan kriteria hasil: untuk 3. Mengoptimalkan untuk mengoptimalkan
a. RR dalam batas mengoptimalkan ventilasi ventilasi Suhu: 37,8 0 C
normal 18- ventilasi 4. Kurang nya O2 di tandai 4. Memonitor warna kulit
Nadi: 110 x/m
24x/menit 4. Monitor warna kulit dengan warna kulit 5. Memonitor tekanan
b. Menunjukkan 5. Monitor tekanan kebiruan darah dan nadi Respirasi: 36 x/m
jalan nafas yang darah dan nadi 5. Memeriksa keadaan umu 6. Memberikan Edukasi
Tidak Tampak
paten 6. Berikan Edukasi pasien keluarga tentang hal
c. Tidak ada sianosis keluarga tentang hal 6. Meningkatkan yang dapat memicu pernafasan cuping
d. Tanda-tanda vital yang dapat memicu pengetahuan keluarga serangan kejang
hidung
dalam rentan serangan kejang menceagah kejang 7. Melaksanakan
normal 7. Kolaborasi dengan berulang Kolaborasi dengan A:
dokter dalam 7. Membantu memenuhi dokter dalam
Masalah Teratasi
pemasangan kebutuhan Oksigen pemasangan
bronkodilator atau bronkodilator atau Sebagian
pemberian oksigen. pemberian oksigen.

P:
Intervensi Dihentikan
1. Monitoring O2

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


PROSES PERAWATAN
NAMA KLIEN : An “Y” NAMA MAHASISWA : Muhammad Arif Hidayatullah
RUANG :-
DIAGNOSA MEDIS : Kejang Demam
DIAGNOSA
N TUJUAN DAN
KEPERAWATA INTERVENSI RASIONAL IMPLEMENTASI EVALUASI
O KRITERIA HASIL
N
1 Hipertermi Setelah dilakukan 13. Monitor suhu 13. Sebagai dasar 13. Memonitor suhu S:
Keluarga mengatakan
tindakan keperawatan tubuh melaksanakan tubuh
panas anaknya sudah
3x24 jam masalah 14. Monitor warna tindakan 14. Memonitor warna berkurang
hipertermia dapat dan suhu kulit keperewatan sesuai dan suhu kulit
O:
teratasi. 15. Monitor nadi kebutuhan pasien 15. Memonitor nadi Suhu: 37,6 0 C
HR : 100 x/m
Kriteria Hasil : dan RR 14. Mengkaji respon dan RR
RR: 30 x/m
5. Suhu tubuh 16. Monitor WBC, pasian terhadap 16. Melakukan Kesadaran: CM
dalam batas Hb, dan Hct peningkatan suhu kolaborasi
A:
normal 370C. 17. Berikan anti tubuh pemeriksaan WBC, Masalah Teratasi
Sebagian
6. Kebutuhan piretik: 15. Memastikan tanda Hb, dan Hct
cairan terpenuhi. 18. Kolaborasi vital dalam batas 17. Memberikan anti P:
Intervensi Dilanjutkan
7. Tanda-tanda pemberian normal piretik:
1. Lakukan
vital dalam batas Antibiotik 16. Mengetaui 18. Melakukan Kompres hangat
2. Meningkatkan
normal. 19. Pakai baju yang penyebab demam kolaborasi
sirkulasi udara
8. Kesadaran anak tipis 17. Membantu pemberian
Composmentis. 20. Berikan cairan mengurangi nyeri Antibiotik

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


intravena, RL 18. Mengurangi factor 19. Menganjurka
30 tpm penyebab demam pasiem memakai
21. Kompres pasien 19. Mempertahankan baju yang tipis
pada lipat paha sirkulasi kulit 20. Memberikan cairan
dan aksila 20. Memenuri intravena, RL 30
22. Tingkatkan kebutuhan cairan tpm
sirkulasi udara pasien 21. Melakukan
23. Tingkatkan 21. Mengurangi demam kompres pasien
intake cairan dengan melakukan pada lipat paha dan
dan nutrisi tindakan non aksila
24. Monitor hidrasi farmakologi 22. Meningkatkan
seperti turgor 22. Mempertahankan sirkulasi udara
kulit, sirkulasi lingkungan 23. Memonitor intake
kelembaban pasien cairan dan nutrisi
membran 23. Memperbaiki 24. Menonitor hidrasi
mukosa). keadaan umum seperti turgor kulit,
pasien kelembaban
24. Mencegah membran mukosa).
terjadinya dehidrasi
Pola nafas tidak Setelah diberikan 1. Monitor 1. Sebagai dasar 1. Memonitor S:-
efektif asuhan keperawatan frekuensi nafas menyusun intervensi frekuensi nafas
berhubungan selama 2x24 jam 2. Auskultasi sesuai kebutuhan 2. Melakukan
dengan kekakuan diharapkan pola nafas suara nafas pasien auskultasi suara O:

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


otot pernafasan kembali efektif dengan 3. Atur posisi 2. Memeriksa nafas Suhu: 37,6 0 C
kriteria hasil: pasien untuk gangguan jalan 3. Mengatur posisi Nadi: 100 x/m
1. RR dalam batas mengoptimalka nafas pasien untuk Respirasi: 30 x/m
normal 18- n ventilasi 3. Mengoptimalkan mengoptimalkan Tidak Tampak
24x/menit 4. Monitor warna ventilasi ventilasi pernafasan cuping
2. Menunjukkan jalan kulit 4. Kurang nya O2 di 4. Memonitor warna hidung
nafas yang paten 5. Monitor tandai dengan warna kulit A:
3. Tidak ada sianosis tekanan darah kulit kebiruan 5. Memonitor tekanan Masalah Teratasi
4. Tanda-tanda vital dan nadi 5. Memeriksa keadaan darah dan nadi Sebagian
dalam rentan 6. Berikan umu pasien 6. Memberikan
normal Edukasi 6. Meningkatkan Edukasi keluarga P:
keluarga pengetahuan tentang hal yang Intervensi Dihentikan
tentang hal keluarga menceagah dapat memicu 2. Monitoring O2
yang dapat kejang berulang serangan kejang
memicu 7. Membantu 7. Melaksanakan
serangan kejang memenuhi Kolaborasi dengan
7. Kolaborasi kebutuhan Oksigen dokter dalam
dengan dokter pemasangan
dalam bronkodilator atau
pemasangan pemberian oksigen.
bronkodilator
atau pemberian

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


oksigen.

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


PROSES PERAWATAN
NAMA KLIEN : An “Y” NAMA MAHASISWA : Muhammad Arif Hidayatullah
RUANG :-
DIAGNOSA MEDIS : Kejang Demam
DIAGNOSA
N TUJUAN DAN
KEPERAWATA INTERVENSI RASIONAL IMPLEMENTASI EVALUASI
O KRITERIA HASIL
N
1 Hipertermi Setelah dilakukan 1. Monitor suhu 1. Sebagai dasar 1. Memonitor suhu S:
Keluarga mengatakan
tindakan keperawatan tubuh melaksanakan tubuh
anaknya sudah tidak
3x24 jam masalah 2. Monitor warna tindakan 2. Memonitor warna panas sejak tadi
malam
hipertermia dapat dan suhu kulit keperewatan sesuai dan suhu kulit
teratasi. 3. Monitor nadi kebutuhan pasien 3. Memonitor nadi dan O:
Suhu: 36,70 C
Kriteria Hasil : dan RR 2. Mengkaji respon RR
HR : 100 x/m
1. Suhu tubuh 4. Monitor WBC, pasian terhadap 4. Melakukan RR: 24 x/m
Kesadaran: CM
dalam batas Hb, dan Hct peningkatan suhu kolaborasi
normal 370C. 5. Berikan anti tubuh pemeriksaan WBC, A:
Masalah Teratasi
2. Kebutuhan piretik: 3. Memastikan tanda Hb, dan Hct
Sebagian
cairan terpenuhi. 6. Kolaborasi vital dalam batas 5. Memberikan anti
P:
3. Tanda-tanda pemberian normal piretik:
Intervensi dihentikan
vital dalam batas Antibiotik 4. Mengetaui penyebab 6. Melakukan
normal. 7. Pakai baju yang demam kolaborasi
4. Kesadaran anak tipis 5. Membantu pemberian Antibiotik
Composmentis. 8. Berikan cairan mengurangi nyeri 7. Menganjurka pasiem

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


intravena, RL 30 6. Mengurangi factor memakai baju yang
tpm penyebab demam tipis
9. Kompres pasien 7. Mempertahankan 8. Memberikan cairan
pada lipat paha sirkulasi kulit intravena, RL 30 tpm
dan aksila 8. Memenuri kebutuhan 9. Melakukan kompres
10. Tingkatkan cairan pasien pasien pada lipat
sirkulasi udara 9. Mengurangi demam paha dan aksila
11. Tingkatkan dengan melakukan 10. Meningkatkan
intake cairan dan tindakan non sirkulasi udara
nutrisi farmakologi 11. Memonitor intake
12. Monitor hidrasi 10. Mempertahankan cairan dan nutrisi
seperti turgor sirkulasi lingkungan 12. Menonitor hidrasi
kulit, pasien seperti turgor kulit,
kelembaban 11. Memperbaiki kelembaban
membran keadaan umum membran mukosa).
mukosa). pasien
12. Mencegah terjadinya
dehidrasi
Pola nafas tidak Setelah diberikan 1. Monitor 1. Sebagai dasar 1. Memonitor frekuensi S:-
efektif asuhan keperawatan frekuensi nafas menyusun intervensi nafas
berhubungan selama 2x24 jam 2. Auskultasi suara sesuai kebutuhan 2. Melakukan
dengan kekakuan diharapkan pola nafas nafas pasien auskultasi suara O:
otot pernafasan kembali efektif dengan 3. Atur posisi 2. Memeriksa nafas Suhu: 36,7oC

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM


kriteria hasil: pasien untuk gangguan jalan nafas 3. Mengatur posisi Nadi: 100 x/m
1. RR dalam batas mengoptimalkan 3. Mengoptimalkan pasien untuk Respirasi: 24 x/m
normal 18- ventilasi ventilasi mengoptimalkan Tidak Tampak
24x/menit 4. Monitor warna 4. Kurang nya O2 di ventilasi pernafasan cuping
2. Menunjukkan kulit tandai dengan warna 4. Memonitor warna hidung
jalan nafas yang 5. Monitor tekanan kulit kebiruan kulit A:
paten darah dan nadi 5. Memeriksa keadaan 5. Memonitor tekanan Masalah Teratasi
3. Tidak ada 6. Berikan Edukasi umu pasien darah dan nadi
sianosis keluarga tentang 6. Meningkatkan 6. Memberikan Edukasi P: Intervensi
4. Tanda-tanda hal yang dapat pengetahuan keluarga tentang hal Dihentikan
vital dalam memicu keluarga menceagah yang dapat memicu
rentan normal serangan kejang kejang berulang serangan kejang
7. Kolaborasi 7. Membantu 7. Melaksanakan
dengan dokter memenuhi Kolaborasi dengan
dalam kebutuhan Oksigen dokter dalam
pemasangan pemasangan
bronkodilator bronkodilator atau
atau pemberian pemberian oksigen.
oksigen.

STASE ANAK PROFESI NERS POLTEKKES KEMENKES MATARAM