Anda di halaman 1dari 8

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

“ KETAHANAN NASIONAL INDONESIA”

Oleh Kelompok 11 :
1. Vevia Risa Putri (2016.01.00.02.007)
2. Darma Fadri (2016.01.00.02.017)
3. Reza Aulia Putri (2016.01.00.01.003)
4. Ririn Gusti Priani (2016.01.00.01.006)

DOSEN PEMBIMBING : Sarmen Aris.,

UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR


BUKITTINGGI
2017
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sejak proklamasi 17 Agustus 1945, kehidupan bangsa Indonesia tidak luput dari gejolak
dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri yang dapat membahayakan eksistensi
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun dihadapkan terhadap tantangan
tersebut, NKRI tetap tegak berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat.
Negara Indonesia adalah negara hukum bukan berdasarkan kekuasaan belaka, dan semuannya
ditunjukan untuk menjaga ketertiban seluruh masyarakat Indonesia. Negara Indonesia adalah
negara yang mempunyai UUD 1945 sebagai konsutitusinya, dimana sistem pemerintahan negara
tertuang di dalamnya. Sehingga kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan
nasional yang didasari oleh: Pancasila sebagai landasan idiil. UUD 1945 sebagai landasan
konstitusionil, wawasan nusantara sebagai landasan visional. Untuk itu bangsa Indonesia harus
memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan
dari manapun datangnya.

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian ketahanan nasional ?


2. Apa tujuan ketahanan nasional ?
3. Apa fungsi dan ciri-ciri ketahanan nasional ?
4. Apa perwujudan ketahanan nasional ?
5. Bagaimana falsafah ketahanan nasional dan ideologi negara ?
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL


Ketahanan dibutuhkan sebuah bangsa untuk menjamin serta memperkuat kemampuan
bangsa yang bersangkutan. Istilah ketahanan nasional memana memiliki pengertian dan cakupan
yang cukup luas jika dibahas secara detail.
Ketahanan nasional (national resilience) adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang
meliputi seluruh kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapu dan
mengatasi segala tantangan ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam
maupun luar, untuk menjamin identitas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta
perjuangan mencapai tujuan nasional.
Konsepsi ketahanan Negara merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh
seluruh bangsa Indonesia juga sebagai cara terbaik yang perlu diterapkan secara kontinu dalam
rangka membina kondisi nasional yang ingin digapai. Konsepsi ini harus diwujudkan oleh suatu
Negara dan harus dibina secara dini, terus menerus dan sinergis dengan aspek-aspek kehidupan
bangsa lain.
Dalam terminology asing (barat), yang semakna dengan ketahanan nasional disebut
dengan istilah National Power (kekuatan nasional) yang aspek didalamnya antara lain wilayah
yang luas, sumber daya alam yang besar, kapasitas industri, penguasaan teknologi, kesiapsiagaan
militer, kepemimpinan yang efektif, dan kualitas/kuantitas angkatan perang. Indonesia tidak
memakai istilah kekuatan nasional dikarenakan istilah Ketahanan Nasional dipandang lebih
sesuai dengan dinamika sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang selama berabad-abad lamanya
berhasil mempertahankan kelangsungan hidupnya sebagai sebuah bangsa.
Dimaksudkan dengan “dinamika perjuangan bangsa Indonesia” adalah dinamika (pasang
surut) perjuangan bangsa Indonesia sejak masa pra kolonial, dalam era kiolonial, era Orde Lama,
Orde Baru dan seterusnya hingga saat ini.
B. FUNGSI KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan nasional memiliki beberapa fungsi, diantaranya :


 Sebagai doktrin dasar nasional, untuk menjamin terjadinya pola pikir, pola sikap, pola
tindak, dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa baik yang bersifat inter-regional,
inter-sektoral maupun multi disiplin.

 Sebagai pola dasar pembangunan nasional, pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman
dalam pembangunan nasional di segala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu,
yang dilakukan sesuai rancangan program.

 Sebagai metode pembinaan kehidupan nasional, merupakan suatu metode integral yang
mencakup seluruh aspek dalam kehidupan Negara yang dikenal sebagai astagatra yang
terdiri dari aspek alamiah seperti geografi, kekayaan alam dan penduduk dan aspek social
budaya seperti ideology, politik, socialbudaya, perthanan dan keamanan.

C. TUJUAN KETAHANAN NASIONAL


Tujuan dari ketahanan nasioanal dapat dalam UUD 1945 alinea ke-4 pembukaan, yaitu :
“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial.”
Dari bunyi alinea ke 4 tersebut, telah disebutkan secara jelas mengenai tujuan dari
ketahanan nasional di Indonesia. Tentunya yang paling penting tujuannya adalah untuk
mengusahakan negara agar dapat terus bertahan menghadapi segala situasi sulit maupun
problematika yang terjadi di Indonesia.
D. SIFAT KETAHANAN NASIONAL
Sifat ketahanan nasional yaitu :
 Mandiri, percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat
ini merupakan salah satu syarat untuk menjalin kerjasama.
 Dinamis, maksudnya tidak tetap, naik turun, tergantung situasi dan kondisi bangsa dan
Negara serta lingkungan strategisnya. Sifat ini selalu diorientasikan kemasa depan dan
diarahkan pada kondisi yang lebih baik.
 Wibawa, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional maka akan semakin tinggi wibawa
Negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional.
 Konsultasi dan kerjasama, adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan
moral dan kepribadian bangsa.

E. CIRI DAN ASAS KETAHANAN NASIONAL


Ciri ketahanan nasional yaitu :
 Didasarkan pada metode astagrata, seluruh aspek kehidupan nasional tercermin dalam
sistematika astagarata yang terdiri atas 3 aspek alamiah/statis (trigatra) yang meliputi
geografi, kekayaan alam, dan kependudukan dan lima aspek social/dinamis (pancagatra)
yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
 Berpedoman pada wawasan nasional
 Merupakan syarat utama bagi Negara berkembang
 Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan
 Untuk menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari luar
dan dalam.
 Sebagai pertahanan yang ditujukan secara langsung untuk memelihara keamanan dan
kesejahteraan
 Lebih menonjolkan pendekatan persuasif
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun
berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan nusantara.
Asas-asas ketahanan nasional yaitu:
 Asas kesejahteraan dan keamanan, kebutuhan mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu,
kelompok dan masyarakat yang merupakan tolak ukur bagi baik buruknya ketahanan
nasional.
 Asas komperhensif integral/menyeluruh terpadu, ketahanan nasional mencakup seluruh
aspek kehidupan berkaitan dengan bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi dan
seimbang.
 Asas mawas ke dalam dan mawas keluar, mawas kedalam bertujuan menumbuhkan sifat dan
kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian dan meningkatkan kualitas
kemandirian bangsa. Mawas ke luar dilakukan dalam rangka mengantisipasi, menghadapi
dan mengatasi dampak lingkungan strattegis luar negeri.
 Asas kekeluargaan, berisi sikap-sikap hidup yang diliputi keadilan kebersamaan, kesamaan,
gotong-royong, teggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat
berbangsa dan bernegara. Dengan adanya asas ini diakui adanya perbedaan dan terjaga dari
konflik yag bersifat merusak.
BAB III
PENUTUP

III.1 KESIMPULAN
Ketahanan dibutuhkan sebuah bangsa untuk menjamin serta memperkuat kemampuan
bangsa yang bersangkutan. Istilah ketahanan nasional memana memiliki pengertian dan cakupan
yang cukup luas jika dibahas secara detail.
Ketahanan nasional berfungsi:
 Sebagai doktrin dasar nasional, untuk menjamin terjadinya pola pikir, pola sikap, pola
tindak, dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa baik yang bersifat inter-regional,
inter-sektoral maupun multi disiplin.
 Sebagai pola dasar pembangunan nasional, pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman
dalam pembangunan nasional di segala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu,
yang dilakukan sesuai rancangan program.
 Sebagai metode pembinaan kehidupan nasional, merupakan suatu metode integral yang
mencakup seluruh aspek dalam kehidupan Negara yang dikenal sebagai astagatra yang
terdiri dari aspek alamiah seperti geografi, kekayaan alam dan penduduk dan aspek social
budaya seperti ideology, politik, socialbudaya, perthanan dan keamanan.

Ciri ketahanan nasional yaitu :


 Didasarkan pada metode astagrata,
 Berpedoman pada wawasan nasional
 Merupakan syarat utama bagi Negara berkembang

III.2 SARAN
Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, supaya lebih mendalami materi yang
disampaikan dosen dan yang disampaikan oleh pemateri presentasi. Kami menyadari bahwa
makalah ini jauh dari kata sempurna, untuk itu saran dari pembaca akan sangat berguna untuk
kelengkapan dari makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Agus Dwiyono dkk. Kewarganegaraan. Jakarta:Yudhistira.

Achmad Zubaidi dkk.2002.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta: Paradigma.

Brodjonegoro, Satryo Soemantri, Pendidikan Kewarganegaraan, Penerbit PT.Gramedia


Pustaka Utama, Jakarta, 2005.

Buku Pendidikan Kewarganegaraan, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,


2005