Anda di halaman 1dari 11

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG

PEMANFAATAN BUKU KIA DENGAN RESIKO


TINGGI PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS
KASIHAN 1 BANTUL

NASKAH PUBLIKASI

Disusun oleh :
Noviana Fitratunniza
1710104324

PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA TERAPAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2020
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
PEMANFAATAN BUKU KIA DENGAN RESIKO
TINGGI PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS
KASIHAN 1 BANTUL1
Noviana Fitratunniza2 Fitnaningsih Endang Cahyawati3
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

ABSTRAK

Buku KIA merupakan buku pedoman yang dimiliki oleh ibu dan anak, yang berisi
informasi dan catatan kesehatan ibu dan anak. Pemanfaatan buku KIA yang berisi
informasi tentang tanda bahaya kehamilan, ibu hamil dapat mengenali resiko tinggi
pada kehamilan lebih dini. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan
ibu hamil tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan.
Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian analitik deskriptif
korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang
memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Kasihan 1 Bantul dan sampel 31
responden dengan teknik Accidental Sampling, teknik analisa data menggunakan uji
statistik Sperman Rank dan dilanjut dengan uji statistic chi square. Hasil penelitian
sebagai berikut, pengetahuan ibu hamil pemanfaatkan buku KIA sebagian besar tidak
beresiko (64,5%). Hasil uji statistic Chi Square penelitian hubungan pengetahuan ibu
hamil tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan
menyatakan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan buku
KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan di Puskesmas Kasihan 1 Bantul dengan
nilai signifikansi (p = 0,008 < 0,05). Kesimpulannya ada hubungan pengetahuan ibu
hamil tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan di
Puskesmas Kasihan 1 Bantul.

Kata Kunci : pengetahuan pemanfaatan buku KIA, resiko tinggi pada kehamilan.

ABSTRACT
The MCH Handbook is a guidebook owned by mother and child which contains
information and health records of mother and child. Using the MCH book that
contains information about danger signs of pregnancy, pregnant women can
recognize a high risk in early pregnancy. This study is to determine the correlation
between the knowledge of pregnant women about the use of MCH books with high
risk in pregnancy. This research uses quantitative descriptive correlation analytic
research design and cross sectional approach. The population was all pregnant
women who had their pregnancy checked at the Kasihan 1 Bantul Community Health
Center and a sample of 31 respondents using Accidental Sampling technique. The
data analysis technique used the Spearman Rank statistical test and continued with
the chi square statistical test. The results of the study show that the knowledge of
pregnant women using the MCH handbook is mostly not at risk (64.5%). Chi Square
statistical test results on the correlation between knowledge of pregnant women in
using MCH books and high risk in pregnancy states that there is a correlation
between knowledge of pregnant women about the use of MCH books and high risk
in pregnancy at the Puskesmas Kasihan 1 Bantul with a significance value (p = 0.008
<0.05). The conclusion is that there is a correlation between the knowledge of
pregnant women about the use of the MCH handbook and a high risk of pregnancy at
the Puskesmas Kasihan 1 Bantul.

Keywords : knowledge, using of mch handbook, high risk in pregnancy.


References : 22 books, 11 journals, 7 articles, 2 theses
Page : i-xi, 81 pages, 9 tables, 1 figure, 16 appendices

1.
Thesis Title
2.
Student of Midwifery Program of Applied Science Bachelor, Faculty of Health
Science, Universitas ‘Aisyiyah, Yogyakarta
3.
Lecturer of Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
PEMANFAATAN BUKU KIA DENGAN RESIKO
TINGGI PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS
KASIHAN 1 BANTUL1
A. PENDAHULUAN
Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta
bahwa jumlah kematian ibu di DIY tahun 2014 (40 ibu) mengalami
penurunan dibandingkan dengan tahun 2013 (46 ibu). Pada tahun 2015
penurunan jumlah kematian ibu sangat signifikan hingga menjadi sebesar 29
kasus. Namun pada tahun 2016 kembali naik tajam menjadi 39 kasus dan
kembali sedikit turun menjadi 34 pada tahun 2017, namun naik lagi di tahun
2018 menjadi 36. Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Bantul (14 kasus)
dan terendah di Kabupaten Kulon Progo (3 kasus). Penyebab kematian ibu
yang paling banyak ditemukan di DIY adalah karena perdarahan (11),
hipertensi dalam kehamilan (6), TBC (4), jantung (4), kanker (3),
hipertiroid(2), sepsis, asma, syok, emboli, aspirasi, dan gagal ginjal masing-
masing 1 kasus.
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bantul Angka kematian ibu
pada tahun 2016 naik dibandingkan pada tahun 2015. Hal tersebut ditandai
dengan naiknya angka kematian Ibu, jika pada Tahun 2016 sebesar
97,65/100.000 Kelahiran Hidup yaitu sejumlah 12 kasus, sedangkan pada
tahun 2015 sebanyak 11 kasus sebesar 87,5/100.000. Hasil Audit Maternal
Perinatal (AMP) menyimpulkan bahwa penyebab kematian ibu pada Tahun
2016 adalah PreEklampsia Berat (PEB) sebanyak 33% (4 kasus), Pendarahan
sebesar 17% (2 kasus), Gagal Jantung 17% (2 kasus), Sepsis 17% (2 kasus)
dan Lainnya 16% (2 kasus).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas
Kasihan 1 Bantul telah di dapatkan data jumlah ibu hamil yang
memeriksakan kehamilannya dari bulan Januari - Desember tahun 2017
sebanyak 302 orang, dan jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi sebanyak 45
orang yaitu terdiri dari PE/PEB, Hipertensi, Anemia, Riwayat SC, dan
Presentasi Bokong.
Pengetahuan ibu tentang penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA) masih kurang yakni masih dianggap hanya sebagai buku pencatatan
kesehatan bagi petugas kesehatan menjadi kendala dalam pembentukan
perilaku kesehatan ibu hamil tentang pentingnya melakukan periksa
kehamilan secara rutin, memahami tanda bahaya kehamilan secara dini,
pentingnya minum tablet Fe secara teratur, serta perawatan kesehatan sehari-
hari (Depkes RI, 2005 dalam Oktarina, 2015.

B. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik deskriptif
korelasi. Populasi pada penelitian ini semua ibu hamil yang melakukan
kunjungan antenatal sebanyak 302 orang Pengambilan sampel pada penelitian
ini menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan data
primer dengan menggunakan kuesioner sebagai alat instrument yang
sebelumnya dilakukan uji validitas dan reabilitas terlebih dulu. Analisa data
yang digunakan adalah chi squere.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Analisis Univariat
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia, Pendidikan, dan
Pekerjaan.
Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Kategori Frekuensi Prosentase
20-35 Tahun 26 83.9
<20 dan >35 Tahun 5 16.1
Total 31 100.0
Sumber: Data Primer (2019)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa karakteristik
responden berdasarkan usia, sebagian besar responden adalah termasuk
memiliki usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 26 responden (83,9%).

Tabel 4.2. Pendidikan


Kategori Frekuensi Prosentase
SMP 6 19.4
SMA 13 41.9
Perguruan TInggi 12 38.7
Total 31 100.0
Sumber : Data Primer di olah 2019
Berdasarkan table di atas dapat diketahui bahwa karakteristik
responden berdasarkan pendidikan, sebagian besar responden adalah
termasuk memiliki pendidikan SMA yaitu sebanyak 13 responden
(41,9%).

Tabel 4.3. Pekerjaan


Kategori Frekuensi Prosentase
IRT 25 80.6
Swasta 4 12.9
Wiraswasta 2 6.5
Total 31 100.0
Sumber : Data Primer di olah 2019

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa karakteristik


responden berdasarkan pekerjaan, sebagian besar responden adalah
termasuk memiliki pekerjaan IRT (Ibu Rumah Tangga) yaitu sebanyak 25
responden (80,6%).
b. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan Buku KIA
Tabel 4.4. Pengetahuan Ibu Tentang Pemanfaatan Buku KIA
Kategori Frekuensi Prosentase
Kurang 7 22.6
Cukup 10 32.3
Baik 14 45.2
Total 31 100.0
Sumber : Data Primer di olah 2019

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa karakteristik


responden berdasarkan Pengetahuan Ibu Tentang Pemanfaatan Buku KIA,
sebagian besar responden adalah termasuk memiliki Pengetahuan Tentang
Pemanfaatan Buku KIA yang baik yaitu sebanyak 14 responden (45,2%).
c. Resiko Tinggi Pada Kehamilan
Tabel 4.5. Resiko Tinggi Pada Kehamilan
Kategori Frekuensi Prosentase
Beresiko 11 35.5
Tidak Beresiko 20 64.5
Total 31 100.0
Sumber: Data Primer (2019)
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa karakteristik
responden berdasarkan Resiko Tinggi Pada Kehamilan, sebagian besar
responden tidak beresiko terhadap Kehamilan yaitu sebanyak 20
responden (64,5%).
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia, Pendidikan, dan Pekerjaan
Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan Buku KIA
Tabel 4.6. Karakteristik Responden Terhadap Pengetahuan
Pemanfaatan Buku KIA Berdasarkan Usia
Pengetahuan Total
Usia (Tahun) Kurang Cukup Baik
F % F % F % F %
20-35 6 19,4 8 25,8 12 38,7 26 83,9
<20 dan 5 16,1
1 3,2 2 6,5 2 6,5
>35
Total 7 22,6 10 32,3 14 45,2 31 100,0
Sumber: Data Primer 2019
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa karakteristik
responden berdasarkan usia yang memiliki pengetahuan tentang
pemanfaatan buku KIA yang baik, sebagian responden memiliki usia 20-
35 tahun yaitu sebanyak 12 responden (38,7%).
Table 4.7. Karakteristik Responden Terhadap Pengetahuan
Pemanfaatan Buku KIA Berdasarkan Pendidikan
Pengetahuan Total
Pendidikan Kurang Cukup Baik
F % F % F % F %
SMP 2 6,5 2 6,5 2 6,5 6 19,4
SMA 3 9,7 4 12,9 6 19,4 13 41,9
Perguruan 12 38,7
2 6,5 4 12,9 6 19,4
Tinggi
Total 7 22,6 10 32,3 14 45,2 31 100,0
Sumber: Data Primer 2019
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa karakteristik
responden berdasarkan pendidikan yang memiliki pengetahuan tentang
pemanfaatan buku KIA yang baik, sebagian responden memiliki
pendidikan SMA yaitu sebanyak 6 responden (19,4%) dan Perguruan
Tinggi sebanyak 6 responden (19,4%).
Table 4.8. Karakteristik Responden Terhadap Pengetahuan
Pemanfaatan Buku KIA Berdasarkan Pekerjaan
Pengetahuan Total
Pekerjaan Kurang Cukup Baik
F % F % F % F %
IRT 5 16,1 8 25,8 12 38,7 25 80,6
Swasta 1 3,2 2 6,5 1 3,2 4 12,9
Wiraswasta 1 3,2 0 0,0 1 3,2 2 6,5
Total 7 22,6 10 32,3 14 45,2 31 100,0
Sumber: Data Primer 2019
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa karakteristik
responden berdasarkan pekerjaan yang memiliki pengetahuan tentang
pemanfaatan buku KIA yang baik, sebagian responden memiliki pekerjaan
IRT yaitu sebanyak 12 responden (38,7%).
2. Analisis Bivariat
a. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan Buku KIA
Dengan Resiko Tinggi Pada Kehamilan Di Puskesmas Kasihan 1
Bantul.
Tabel 4.9. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan
Buku KIA Dengan Resiko Tinggi Pada Kehamilan
Resiko Kehamilan P
Pengetahuan Beresiko Tidak Beresiko Total
F % F % F %
Kurang 5 15,1 2 6,5 7 22,6
Cukup 5 16,1 5 16,1 10 32,3
0,008
Baik 1 3,2 13 41,9 14 45,2
Total 11 35,5 20 64,5 31 100,0
Sumber: Data Primer 2019
Berdasarkan Tabel 4.7 tersebut menunjukan bahwa responden
yang memiliki pengetahuan baik dapat dideskripsikan tidak beresiko
terhadap kehamilan yaitu sebanyak 14 responden (45,2 %). Hasil uji
Chi Square yaitu p-value yang di ambil dari pearson Chi-Square yaitu
0,008. Sehingga p-value 0,008<0,05 dapat di simpulkan ada hubungan
pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko
tinggi pada kehamilan di Puskesmas Kasihan 1 Bantul.

PEMBAHASAN
1. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan Buku KIA Dengan Resiko
Tinggi Pada Kehamilan Di Puskesmas Kasihan 1 Bantul
Hasil analisis data responden melihat pengetahuan ibu hamil
tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan
berdasarkan umur diketahui responden terbanyak adalah pengetahuan
baik pada umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 12 responden (38,7%) Hal
tersebut menunjukkan bahwa umur mempengaruhi terhadap daya
tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah umur akan
semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga
pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.
Hasil analisis data responden melihat pengetahuan ibu hamil
tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan
berdasarkan pendidikan diketahui responden terbanyak adalah responden
dengan pengetahuan baik pada tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 6
responden (19,4%) dan pada tingkat pendidikan Perguruan Tinggi yaitu
sebanyak 6 responden (19,4%). Semakin tinggi tingkat pendidikan
seseorang semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya
semakin pendidikan yang kurang akan mengahambat perkembangan
sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan (Nursalam,
2011).
Hasil analisis data responden melihat pengetahuan ibu hamil
tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan
berdasarkan pekerjaan yaitu sebagian responden memiliki pekerjaan IRT
yaitu sebanyak 12 responden (38,7%). Pekerjaan adalah keburukan yang
harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupan. Pekerjaan
bukannya sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara
mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan.
Bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
(Thomas dalam Wawan dan Dewi, 2010).
Karakteristik responden berdasarkan Pengetahuan Ibu Tentang
Pemanfaatan Buku KIA, sebagian besar responden adalah termasuk
memiliki Pengetahuan Tentang Pemanfaatan Buku KIA yang baik yaitu
sebanyak 14 responden (45,2%). Pentingnya pengetahuan ibu tentang
kehamilan risiko tinggi sangat dibutuhkan karena pengetahuan tentang
kehamilan risiko tinggi sangat penting untuk terbentuknya sikap ibu
dalam memahami akan risiko yang akan timbul dalam kehamilan. Hal ini
sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh (Clti Sistiarani, 2012)yang
menyimpulkan bahwa hasil fungsi pencatatan buku KIA kurang baik
ditemukan sekitar 44 %, fungsi edukasi buku KIA baik sekitar 57,1%,
fungsi komunikasi buku KIA baik sekitar 61,5%, dan pengetahuan ibu
tentang KIA baik adalah sekitar 56%. Ada hubungan antara fungsi
pencatatan buku KIA dengan pengetahuan KIA, tidak ada hubungan
antara fungsi edukasi dan komunikasi buku KIA dengan pengetahuan
KIA.
Hasil analisis data karakteristik responden untuk melihat resiko
tinggi pada kehamilan, sebagian besar responden tidak beresiko terhadap
kehamilan yaitu sebanyak 20 responden (64,5%). Pentingnya
pengetahuan ibu tentang kehamilan risiko tinggi sangat dibutuhkan
karena pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi sangat penting untuk
terbentuknya sikap ibu dalam memahami akan risiko yang akan timbul
dalam kehamilan.
2. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan Buku KIA
Dengan Resiko Tinggi Pada Kehamilan Di Puskesmas Kasihan 1 Bantul.
Berdasarkan hasil uji Chi Square yang diperoleh dari 31 responden
menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yaitu p-value 0,008 <
0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu
hamil tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada
kehamilan di Puskesmas Kasihan 1 Bantul.
Hasil penelitian sesuai dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Asrifah (2018) yang menyatakan bahwa ada hubungan
antara Pengetahuan Ibu Hamil tentang manfaat KIA Dengan Resiko
Tinggi Pada Kehamilan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu
faktor pendidikan, faktor pekerjaan, faktor umur, faktor lingkungan dan
social budaya. Pentingnya pengetahuan ibu tentang kehamilan risiko
tinggi sangat dibutuhkan karena pengetahuan tentang kehamilan risiko
tinggi sangat penting untuk terbentuknya sikap ibu dalam memahami
akan risiko yang akan timbul dalam kehamilan (Notoatmodjo, 2014).
D. SIMPULAN DAN SARAN
SIMPULAN
Karakteristik umur responden sebagian besar berkisar 20-35 tahun
sebanyak 84%, karakteristik pendidikan responden sebagian besar
berpendidikan SMA yaitu sebanyak 42%, karakteristik pekerjaan responden
sebagian besar ibu rumah tangga sebanyak 87%, karakteristik responden
terhadap pengetahuan pemanfaatan buku KIA yang baik berdasarkan Umur
yaitu sebanyak 39%, karakteristik responden terhadap pengetahuan
pemanfaatan buku KIA yang baik berdasarkan pendidikan sebagian besar
berpendidikan SMA dan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 19%, karakteristik
responden terhadap pengetahuan pemanfaatan buku KIA yang baik
berdasarkan pekerjaan responden sebagian besar ibu rumah tangga yaitu
sebanyak 39%.
Karakteristik responden berdasarkan Pengetahuan Ibu Tentang KIA,
sebagian besar responden adalah termasuk memiliki Pengetahuan Tentang
Pemanfaatan Buku KIA yang baik yaitu sebanyak (45%). Karakteristik
responden berdasarkan Resiko Tinggi Pada Kehamilan, sebagian besar
responden tidak beresiko terhadap Kehamilan yaitu sebanyak (65%).
Ada hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pemanfaatan Buku KIA
Dengan Resiko Tinggi Pada Kehamilan di Puskesmas Kasihan 1 Bantul,
dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p = 0,008 < 0,05).
SARAN
Sebagai sumbangan aplikatif bagi tenaga kesehatan terutama bidan dapat
meningkatkan asuhan kebidanan terkait dengan pengetahuan ibu hamil
tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan, dan
untuk ibu hamil dapat dapat menambah wacana dan pengetahuan ibu hamil
tentang pemanfaatan buku KIA dengan resiko tinggi pada kehamilan.
Sehingga ibu dapat melakukan skrining deteksi secara dini.
DAFTAR PUSTAKA
Colti, S. (2014). Fungsi Pemanfaatan Buku KIA terhadap Pengetahuan Kesehatan
Ibu dan Anak pada Ibu. Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8, No.
8, Mei 2014
Depkes, R.I. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: depkes RI dan JICA

Dikes DIY. (2016). Profil Kesehatan Daerah Istimewah Yogyakarta. Yogyakarata:


Dikes D.I Yogyakata.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul. (2016). Profil Kesehatan Kabupaten
Bantul.
Dinas Kesehatan Provinsi DIY. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta Tahun 2013. Yogyakarta

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta


Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: RinekaCipta

Nursalam, (2011). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan:


Pedoman Skrips, Tesis dan Instrumen Penelitian. Jakarta, Salemba Medika.

Wawan, A dan Dewi M. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan
Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.