Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL PRAKTIKUM

PENGENALAN ALAT DAN BAHAN INSTALASI


LISTRIK
LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK
INSTALASI LISTRIK

Dosen Pembimbing:

Torib Hamzah, S.Pd., M.Pd


Dosen Pengampu
Dosen Pengampu

Disusun oleh :

Shella Vidya Ayu


P27838118005

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK


TAHUN AJARAN 2017/2018

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Instalasi listrik adalah suatu sistem / rangkaian yang digunakan untuk
menyalurkan daya listrik (Electric Power) untuk kebutuhan manusia dalam
kehidupannya. Instalasi listrik memiliki peran yang penting dalam
kehidupan sehari-hari, hal ini dikarenakan instalasi listrik sendiri memiliki
dibagi menjadi instalasi penerangan listrik, dan daya listrik. Penerangan
listrik maupun daya listrik sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas
sehari-hari tanpa adanya instalasi ini manusia akan sulit untuk berkembang.
Manusia memanfaatkan instalasi listrik ini sebagai penerangan dalam
maupun luar gedung, memberi daya listrik ke mesin-mesin atau peralatan
listrik yang membutuhkan daya listrik. Untuk merangkai dan memasang
instalasi listrik diperlukan berbagai alat dan bahan instalasi, adapun
Pearalatan instalasi listrik sendiri yaitu alat-alat yang dipergunakan dalam
pemasangan instalasi listrik oleh para instalator agar pemasangan menjadi
baik, rapi, dan menjamin keselamatam baik bagi pekerja maupun pengguna
listriknya. untuk menghindari kecelakaan saat pemasangan maupun setelah
pemasangan diperlukan pengetahuan tentang berbagai alat dan bahan
instalasi listrik ini demi keselamatan bersama.

1.2 Batasan Masalah


Dapat mengenal dan mengetahui serta mengerti fungsi masing-masing
alat dan bahan instalasi listrik.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa saja alat dan bahan instalasi listrik?
2. Apa fungsi dari alat dan bahan instalasi listrik?
3. Bagaimana cara memfungsikan alat dan bahan instalasi listrik?
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum

1. Mahasiswa mampu mengenal alat dan bahan yang digunakan


dalam instalasi listrik.

2. Mahasiswa mampu membedakan bentuk dan jenis komponen-


komponen instalasi listrik.

3. Mahasiwa mampu mengetahui dan menerapkan fungsi


komponen instalasi listrik.

4. Mengetahui keamanan keselamatan kerja serta alat dan bahan


yang digunakan dalam instalasi listrik.
1.4.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui alat dan bahan, serta simbol simbol yang digunakan


pada praktikum instalasi listrik.

2. Mengetahui keamanan keselamatan kerja serta alat dan bahan


yang digunakan dalam instalasi listrik.

1.5 Manfaat

1.5.1 Manfaat Teoritis


Mahasiswa mampu mengetahui dan mengenal berbagai alat
dan bahan instalasi listrik dengan baik.
1.5.2 Manfaat Praktis
Mahasiswa mampu memakai alat dan bahan instalasi listrik
sesuai dengan fungsi masing-masing.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tang Potong

Tang pemotong (cutting pliers) : Kedua bagian kepala atas dan


bawah (rahang) tajam. Tang ini cocok untuk memotong kawat dan kabel.
Funsi tang pemotong adalah untuk memotong kawat, kabel plastik, dan fiber
tipis. Bahannya dari besi chrome vanadium. Gagangnya dilapis plastik.
Kelemahan tang potong adalah tidak mampu memotong ukuran bidang yang
besar atau tebal.

Gambar 2.1 Tang Potong


(Sumber: https://www.monotaro.id/corp_id/p101000360.html)

2.2 Tang Cucut


Bentuk Tang Cucut mirip ikan cucut: moncong pipih, panjang, dan
berbentuk gergaji. Sebab itu, tang ini dikenal sebagai “tang cucut”. Fungsi
Tang Cucut adalah sebagai penjepit kawat atau kabel. Namun Anda dapat
memanfaatkan bagian dalam rahang yang tajam sebagai pemotong kabel.

Gambar 2.2 Tang Cucut


(Sumber:http://dayad17.blogspot.com/2014/03/jenis-jenis-tang-dan-
kegunaannya.html)

2.3 Tang Kombinasi


Ujung rahang yang bergerigi rapat, untuk menjepit kawat atau kabel.
Di tengahnya, bagian yang bergerigi renggang, untuk mengunci mur.
Rahang tajam sebagai pemotong kawat dan kabel. Kelemahannya, jika celah
antar rahang berkarat akan berakibat macet.

Gambar 2.3 Tang Kombinasi


(Sumber: https://harga-jual.com/combiation-pliers-tang-kombinasi-yang-
kuat-dan-tahan-terhadap-karat/)
2.4 Obeng
Obeng adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan atau
mengendorkan baut. Ada beberapa model obeng yang digunakan di seluruh
dunia. Jenis yang sangat umum di Indonesia adalah model Phillips yang
populer disebut obeng kembang atau plus (+) dan slotted yang sering
disebut obeng minus (-). Jenis obeng lain yang digunakan di negara-negara
lain antara lain Torx (bintang segi enam), hex (segi enam), dan Robertson
(kotak).

2.4.1 Satuan Obeng


Umumnya banyak yang tidak mengetahui satuan ukuran
obeng sehingga dapatdikatakan obeng hanya terbagi tiga ukuran:
obeng kecil, sedang dan besar. Namuntak berbeda dengan peralatan
kunci, obeng pun memiliki satuan ukuran.Obeng plus, memiliki
ukuran berdasarkan ketumpulan mata. Sebagai contoh, 1 x 75 berarti
mata plus lancip dengan panjang gagang 75 mm. Sedangkan 2x100
berarti mata obeng lebih tumpul dari contoh pertama dengan panjang
gagang 100 mm. Sedangkan untuk obeng minus, satuan ukurannya
lebih mudah. Misalnya ukuran 5 x 75 yang berarti lebar ujung obeng
5 mm dengan panjang obeng 75 mm. Penggunaan obeng harus
memperhatikan ketepatan mata obeng dengan sekrup, agar kepala
sekrup tidak mudah rusak. Panjang/pendeknya obeng juga perlu
disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Obeng dengan gagang
pendek sering digunakan untuk menyetel karburator atau bagian
dengan ruang kerja terbatas.Ujung rahang yang bergerigi rapat,
untuk menjepit kawat atau kabel. Di tengahnya, bagian yang
bergerigi renggang, untuk mengunci mur. Rahang tajam sebagai
pemotong kawat dan kabel. Kelemahannya, jika celah antar rahang
berkarat akan berakibat macet.

Gambar 2.4 Obeng


(Sumber: https://www.klikteknik.com/produk/wipro-obeng-min-
10x300mm)
2.5 Tespen
Penguji Arus Listrik (Electrical Test Pen) adalah peralatan pengujian
yang biasa digunakan oleh teknisi listrik. Ia digunakan untuk memeriksa
secara cepat apakah kabel listrik itu memiliki listrik atau tidak. Test pen
biasanya dirancang dalam bentuk obeng. Ujung alat penguji ini perlu
disentuh pada bagian konduktor pada kabel listrik dan lampu indikator di
dalam test pen tersebut akan menyala jika kabel tersebut memiliki listrik.
Maksudnya adalah apakah terdapat tegangan listrik atau tidak, contohnya
pada stop kontak atau kabel listrik. Seringkali kita tertukar antara tespen dan
obeng minus, karena bentuknya yang mirip. (gunakan tespen hanya untuk
membuka baut / sekrup yang ringan agar terhindar dari kerusakan,
selebihnya sebaiknya gunakan obeng minus yang sebenarnya)
2.5.1 Rangkaian Tespen
Rangkaian Tespen adalah alat yang di gunakan untuk
mengecek atau pun mengetahui ada tidaknya suatu tegangan listrik.
Rangkaian Tespen berbentuk obeng yang memiliki mata minus (-)
berukuran kecil pada bagian ujungnya. Tespen juga memiliki jepitan
seperti pulpen sebelumnya dan di dalamnya terdapat led yang dapat
menyala sebagai indikator tegangan listrik. Tespen juga di
kategorikan alat untuk mengetahui ada tidaknya suatu benda, mesin
dan sebuah rangakain listrik akan ada daya listrik atau tidak. Di
dalam tespen ada komponen berupa mata obeng, peer dan lampu
induktor. Apabila lampu induktor yang terdapat di dalam tespen
menyala berarti ada listrik dalam benda yang kita tes. Di zaman
terdahulu orang banyak menggunakan lampu yang di hubungkan
dengan dua buah kabel sebagai pengganti tespen.

Gambar 2.5 Tespen


(Sumber: https://www.kelistrikanku.com/2016/09/TEspen-pengguaan.html)
2.6 Kawat atau Kabel Listrik
Kabel Listrik yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical
Cable adalah media untuk menghantarkan arus listrik yang terdiri dari
Konduktor dan Isolator. Konduktor atau bahan penghantar listrik yang
biasanya digunakan oleh Kabel Listrik adalah bahan Tembaga dan juga
yang berbahan Aluminium meskipun ada juga yang menggunakan Silver
(perak) dan emas sebagai bahan konduktornya namun bahan-bahan tersebut
jarang digunakan karena harganya yang sangat mahal. Sedangkan Isolator
atau bahan yang tidak/sulit menghantarkan arus listrik yang digunakan oleh
Kabel Listrik adalah bahan Thermoplastik dan Thermosetting yaitu polymer
(plastik dan rubber/karet) yang dibentuk dengan satu kali atau beberapa kali
pemanasan dan pendinginan.
Kabel Listrik pada dasarnya merupakan sejumlah Wire (kawat)
terisolator yang diikat bersama dan membentuk jalur transmisi
multikonduktor.
2.6.1 Jenis-jenis Kabel Listrik
Berdasarkan bentuknya, kabel listrik dapat dibagi menjadi
beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis kabel listrik yang sering
digunakan untuk menghantarkan arus listrik ataupun kabel-kabel
listrik yang berfungsi untuk transmisi data.
1. Kabel Berpasangan (Paired Cable)
2. Kabel Twin Lead
3. Kabel Multi Konduktor (Multiple Conductor Cable
4. Kabel Serat optik (Fiber optic Cable)
5. Kabel pasangan berpilin (Twisted pair cable)

Gambar 2.6 Kawat atau Kabel Listrik


(Sumber: http://indonesian.shanpowercable.com/sale-8095661-flat-building-
electrical-cable-wire-earth-annealed-solid-stranded-copper-conductor.html)
2.7 Saklar
Saklar adalah pemutus dan penyambung aliran arus listrik.
Komponen listrik ini dirancang untuk memiliki dua keadaan, yaitu keadaan
menutup(terhubung) dan keadaan terbuka (tidak terhubung). Dua keadaan
tersebut dapat diganti-ganti sehinga rangkaian dapat diubah dari terbuka
menjadi tertutup, atau sebaliknya. Rangkaian listrik dapat diubah menjadi
rangkaian terbuka atau tertutup dengan cara membuka atau menutup saklar.
Jika saklar ditutup (terbentuk rangkaian tertutup), arus listrik akan mengalir
dalam rangkaian. Sebaliknya, jika saklar dibuka (terbentuk rangkaian
terbuka), arus listrik berhenti mengalir. Jadi, fungsi saklar adalah sebagai
 alat pemutus dan penyambung arus listrik pada rangkaian.

Gambar 2.7 Saklar


(Sumber: http://ngelistrik.com/2018/02/17/saklar-tunggal-dan-saklar-ganda-
seri/)
2.8 Stop Kontak
Stop kontak adalah sebuah alat pemutus ketika terjadi kontak antara
arus positif, arus negatif dan grounding pada instalasi listrik. Dan yang lebih
penting lagi ELCB bisa memutuskan arus listrik ketika terjadi kontak antara
listrik dan tubuh manusia.
2.8.1 Cara Kerja
Umumnya bila peralatan listrik bekerja normal maka total
arus yang mengalir pada kawat “plus” dan “netral” adalah sama
sehingga tidak ada perbedaan arus. Namun bila seseorang tersengat
listrik, kawat “plus” akan mengalirkan arus tambahan melewati
tubuh orang yang tersengat ke tanah.
2.8.2 Cara Pemasangan
Secara prinsip pemasangan stop kontak sederhana, yakni
dengan menyisipkan stop kontak antara peralatan listrik dengan
sumber listrik. Kedua kawat baik “plus” maupun “netral” dilewatkan
stop kontak sebelum mencapai titik yang dilindungi.
Gambar 2.8 Stop Kontak
(Sumber: http://www.britplaza.com/shop/stop-kontak-socket-cp-child-
protection-ib-broco-gracio/)
2.9 Steker
Steker adalah alat yg berfungsi sebagai penghubung aliran listrik
antara kabel dengan stop kontak. Steker berperan sebagai penyalur sumber
daya listrik utama agar alat elektronik bisa menyala. Biasanya jika alat
elektronik tidak berfungsi bagian pertama yang dicek adalah steker. Steker
dengan kualiatas kurang baik, kabel yang terhubung dengan logam yang
menancap pada stop kontak akan mudah terlepas. Berikut jenis steker yang
mungkin sangat jarang kita temui.
2.9.1 Jenis Steker
Setidaknya ada dua jenis steker yang sering ditemukan dalam
satu negara. Steker yang berbentuk dua logam membulat adalah jenis
steker yang umum digunakan di indonesia. biasanya diproduksi
untuk charger handphone, televisi, kipas angin dan lain lain. Nah
steker ini adalah steker tipe C dan F. selain colokan yang punya dua
logam tak jarang juga kita temukan yang punya tiga logam, ini
adalah steker tipe G, biasanya digunakan untuk charger laptop.

Gambar 2.9 Steker


(Sumber: http://www.morgen.co.id/Steker-MORGEN.html/)
2.10 Lampu
Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata
"lampu" dapat juga berarti bola lampu. Lampu pertama kali ditemukan
oleh Sir Joseph William Swan. Lihat pencahayaan untuk pembahasan lebih
lanjut.
Gambar 2.10 Lampu
(Sumber: http://www.istanasenter.com/LAMPU-PIJAR.html#/image-
product/img1155-1313328595.jpg/)
2.11 Fitting atau Dudukan Lampu
Fiting dari bahasa Inggris, fitting adalah sebuah tempat untuk
menaruh sebuah lampu bohlam, yang berbentuk bulat dengan lubang di
tengahnya yang digunakan untuk menaruh bohlam. Dalam fiting lampu

bohlam dan saluran listrik berpadu. Zaman sekarang ada dua jenis fiting
yang sering dipakai fiting berulir dan fiting 'sumpit', di sini lampu tidak
diulirkan tetapi ditusukkan ke tempatnya.

Gambar 2.11 Fitting atau Dudukan Lampu


(Sumber: http://instalasilistriksurabaya.blogspot.com/2011/12/gemparr-
fitting-lampu-instalasi-listrik.html)
2.12 Sekering
Sekering atau fuse merupakan alat yang berfungsi sebagai
pengaman apabila terjadi konsleting listrik. Sekering dipasang untuk
menghubungkan MCB dan beban listrik rumah tangga.
2.12.1 Cara Kerja Sekering
Apabila terjadi konsleting / korslet listrik akibat kelebihan
beban atau hubung singkat, maka MCB tidak langsung terputus,
melainkan sekering yang terputus terlebih dahulu. Oleh karena
itu, inilah fungsi sekering yang disebut dengan fungsi pengaman.
Maka apabila listrik padam akibat konsleting, kita hanya perlu
menekan saklar sekering dan listrik akan kembali menyala.

Gambar 2.12 Sekering


(Sumber: http://www.bintangtop.com/2016/09/tutorial-menggunakan-
sekering-pada-listrik-rumah-tangga.html)
2.13 Pipa Listrik
Pipa listrik yaitu pipa yang berfungsi untuk melindungi
pemasangan kawat penghantar. Dengan pemasangan pipa akan diperoleh
bentuk instalasi yang baik dan rapi
2.13.1 Jenis Pipa Listrik
Pipa instalasi yang digunakan dalam instalasi listrik antara lain:
1. Pipa besi/baja (union)
2. Pipa PVC (plastik)
3. Pipa spiral (fleksibel)
4. Pipa-galvani

Gambar 2.13 Pipa Listrik


(Sumber: https://www.indotrading.com/product/pipa-listrik-p188390.aspx)
2.14 MCB
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi
listrik rumah yang mempunyai peran sangat penting. Komponen ini
berfungsi sebagai sistem proteksi dalam instalasi listrik bila terjadi beban
lebih dan hubung singkat arus listrik (short circuit atau korsleting).
Kegagalan fungsi dari MCB ini berpotensi menimbulkan hal-hal yang
tidak diinginkan seperti timbulnya percikan api karena hubung singkat
yang akhirnya bisa menimbulkan kebakaran.
Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWh meter listrik
PLN dan juga di MCB Box. Jadi sebenarnya kita “kenal baik” dengan
komponen ini, setidaknya tahulah bentuk dan dimana lokasinya. Tentunya
karena setiap terjadi listrik di rumah “anjlok” disebabkan kelebihan
pemakaian daya listrik atau korsleting, maka yang pasti dicari untuk
menyalakan listrik PLN adalah MCB yang ada di kWh meter atau MCB
Box.
2.14.1 Fungsi MCB
1. Pemutus Arus (simbol “x” dengan garis miring ke kiri)
2. Proteksi Beban Lebih (overload)
3. Proteksi Hubung Singkat (Short Circuit)

Gambar 2.14 MCB


(Sumber: https http://estore.finolex.com/index.php/switchgear/mcb/mcb-
double-pole-c-50a.html)
2.15 Relay AC
Relay AC adalah komponen elektronik yang terdiri dari dua bagian
utama yaitu elektromagnet atau coil dan mekanikal. Relay menggunakan
prinsip elektromagnetik sebagai penggerak kontak saklar sehingga dengan
arus listrik yang kecil dapat menghantarkan listrik bertegangan tinggi.
Sebuah relay memiliki coil atau lilitan kawat yang berfungsi apabila lilitan
tersebut di aliri tegangan kerja atau Power, akan berubah menjadi magnet
untuk menarik tuas agar menempel pada coil. Tuas yang mulanya
terhubung dengan terminal output NC atau Normally Close akan pindah ke
terminal output Normally open atau NO. Dan ketika tidak ada Power maka
suat akan kembali ke posisi awal karena menggunakan pelat yang
memiliki kelenturan baik yang dapat menjangkau antara kedua jarak
terminal. Oleh karena itu relay memiliki rumah yang dapat melindungi
gangguan dari luar terhadap sistem kerjanya. Relay dengan kapasitas besar
biasanya di kemas menggunakan pelindung transparan sehingga
memungkinkan kita untuk mengetahui bagaimana sistem mekanik di
dalamnya bekerja. Jika tegangan yang dialirkan berada di antara kondisi
keduanya, maka akan terdengar bunyi pada saat perpindahan tuasnya.

Gambar 2.15 AC Relay


(Sumber: https://www.jaycar.com.au/240v-ac-panel-mount-relay/p/SY4044)
2.16 Simbol-simbol Instalasi Listrik
`Rangkaian instalasi listrik biasanya di gambarkan dalam Simbol-
simbol yang berfungsi untuk mempermudah dalam proses pembacaan
rangkaian. Berikut ini gambar simbol-simbol instalasi listrik :
2.16.1 Simbol MCB
Gambar 2.16.1 Simbol MCB
(Sumber: http://tbnopalgalang3l1.blogspot.com/2012/02/mcb.html )
2.16.2 Simbol Relay AC

Gambar 2.16.2 Simbol Relay AC


(Sumber: http://jagootomasi.com/perangkat-kendali-dasar-pada-otomasi-
industri/)
2.16.3 Simbol Saklar

Gambar 2.16.3 Simbol Saklar


(Sumber: http://webstudi.blogspot.com/2016/10/jenis-fungsi-simbol-komponen-
elektronika.html)
2.16.4 Simbol Sekering

Gambar 2.16.4 Simbol Sekering


(Sumber: http://magisterpengelana.blogspot.com/2016/02/apa-itu-fuse-apa-it-
saklar.html)
2.16.5 Simbol Instalasi listrik

Gambar 2.16.5 Simbol instalasi Listrik


(Sumber : http://teknokastik.blogspot.com/2012/10/dasar-teknik-instalasi-
listrik-untuk.html)
2.17 Keselamatan Kerja pada Instalasi Listrik
Dalam pemasangan instalasi listrik rawan terjadi kecelakaan
dalam bekerja, kecelakaan ini biasanya timbul karena kelalaian pekerja
sendiri. Oleh karena itu para pekerja seharusnya mematuhi prosedur yang
telah berlaku. Adapun langkah- langkah untuk mencegah terjadinya
kecelakaan kerja pada saat bekerja dengan aliran listriksebagai berikut :
a. Memasang / melengkapi alat penangkal petir pada lokasi – lokasi
kerja tertentu (terbuka dan atau tinggi).
b. Memberikan pelatihan kepada para pekerja antara lain meliputi:
Menjelaskan potensi bahaya yang mungkin terjadi.
c. Menjelaskan potensi bahaya yang mungkin terjadi.
d. Menjelaskan potensi bahaya yang mungkin terjadi.
e. Menjelaskan cara penggunaan APD yang benar.
f. Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, antara lain : sepatu bot
dari bahan karet atau berisolasi dan tidak diperkenankan dengan kaki
telanjang.
g. Memastikan tangan dan kaki tidak dalam kondisi basah pada waktu
bekerja yang berhubungan dengan instalasi listrik.
h. Memasang / memberi tanda bahaya pada setiap peralatan instalasi
listrik yang mengandung risiko atau bahaya (voltage tinggi).
i. Memastikan system pentanahan (grounding) untuk panel atau
instalasi listrik yang dipergunakan untuk bekerja sudah terpasang
dengan baik.
j. Melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap panel atau instalasi
listrik lainnya, bila petugas pemeriksa menemukan pintu panel dalam
keadaan terbuka atau tidak terkunci maka petugas tersebut harus
memeriksa keadaan panel tersebut dan segera mengunci.
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


a. Kertas F4
b. Pulpen
c. Penggaris
d. Pensil
e. Penghapus
3.2 Langkah Percobaan

a. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan


b. Buatlah tabel yang dengan judul kolom : nomor, gambar, dan
keterangan
c. Isilah kolom gambar pada tabel tersebut dengan gambar alat-alat,
bahan-bahan, serta simbol-simbol yang digunakan pada instalasi listrik
d. Lengkapilah kolom keterangan dengan deskripsi dari alat-alat, bahan-
bahan, serta simbol-simbol instalasi listrik yang telah digambar tadi.
DAFTAR PUSTAKA

[1]. https://www.blogteknisi.com/2015/11/pengertian-instalasi-listrik.html
Diakses pada : 8 september 2018
[2] http://blog0listrik.blogspot.com/2017/04/mengenal-alat-dan-bahan-untuk-
instalasi.html
Diakses pada : 8 September 2018
[3] https://kumpulan-elektro.blogspot.com/2014/12/simbol-simbol-instalasi-
listrik.html
Diakses pada : 8 September 2018
[4] http://sepatusafetyonline.com/blog/keselamatan-kerja-pada-kelistrikan/
Diakses pada : 8 September 2018