Anda di halaman 1dari 78

MAKALAH

MERINTIS USAHA PRAKTIK MANDIRI BIDAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu tugas kewirausahaan

Disusun oleh :

Aneutte Rida Nurma


Fani Lailasari
Kurniawati
Nova dhiya’ni Putri
Tuti Handayani

TINGKAT III B

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS
TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat allah swt atas limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami selaku penulis makalah ini dapat menyelesaikan makalah ini. Tak
lupa pula kami ucapkan syukur kepada nabiullah saw yang telah membawa kita dari dunia yang
penuh dengan kebodohan ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Terimah kasih kami ucapkan pula kepada bapak Pembina mata kuliah kewirausahaan
atas bimbingannya dalam penyelesaian makalah ini. Adapun makalah ini merupakan tugas
mata kuliah kewirausahaan, dengan judul “Kewirausahaan Dalam Bidan Praktek Swasta
(BPS)”.
Kami selaku penulis makalah ini tentunya juga menyadari akan kekhilafan, maka dari
itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan
tugas berikutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat.

Ciamis, 18 April 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar belakang ........................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 1
C. Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : .................................. 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 2
A. Pengertian BPM ..................................................................................................... 2
B. Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri .................................................... 2
C. Planning Pembukaan Bidan Praktek Mandiri (BPM) .......................................... 5
D. Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat .............. 6
E. Bahan-bahan bidan praktek mandiri .................................................................... 7
BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 11
A. Kesimpulan ....................................................................................................... 11
B. Saran ................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Seorang bidan yang membuka praktik mandiri dapat disebut juga sebagai
wirausahawan. Dimana wirausahawan adalah seorang yang memiliki keahlian menjual,
mulai menawarkan ide hinggá komoditas yakni layanan jasa.Sebagai pelaku usaha
mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik
manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk
mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun
perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai ke
mampuan personal selling yang baik guna meraih sukses.Diharapkan bidan nantinya
mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola
manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah definisi bidan praktek mandiri?
2. Apa sajakah Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri?
3. Bagaimana Planning Pembukaan Bidan Praktek Mandiri (BPM)?
4. Bagaimana cara Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha Yang
Tepat?
5. Apa sajakah persiapan bahan-bahan bidan praktek mandiri?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui definisi bidan praktek mandiri
2. Untuk mengetahui Apa saja Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri
3. Untuk mengetahui Planning Pembukaan Bidan Praktek Mandiri (BPM)
4. Untuk mengetahui cara Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha
Yang Tepat
5. Untuk mengetahui persiapan bahan-bahan bidan praktek mandiri

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian BPM
Bidan Praktek Mandiri ( BPM ) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di bidang
kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai dengan
kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang menjalankan praktek harus memiliki Surat
Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga dapat menjalankan praktek pada saran kesehatan atau
program. (Imamah, 2012:01)
Bidan Praktek Mandiri memiliki berbagai persyaratan khusus untuk menjalankan
prakteknya, seperti tempat atau ruangan praktek, peralatan, obat – obatan. Namun pada
kenyataannya BPM sekarang kurang memperhatikan dan memenuhi kelengkapan praktek
serta kebutuhan kliennya.Di samping peralatan yang kurang lengkap tindakan dalam
memberikan pelayanan kurang ramah dan bersahabat dengan klien. Sehingga masyarakat
berasumsi bahwa pelayanan kesehatan bidan praktek mandiri tersebut kurang memuaskan
(Rhiea, 2011 : 01)
Praktek pelayanan bidan mandiri merupakan penyedia layanan kesehatan, yang
memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan, khususnya dalam
meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan
bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu, perlu adanya regulasi pelayanan
praktek bidan secara jelas persiapan sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek
seperti perizinan, tempat, ruangan, peralatan praktek, dan kelengkapan administrasi
semuanya harus sesuai dengan standar.

B. Persyaratan Pendirian Bidan Praktek Mandiri


1. Menjadi anggota IBI

2. Permohonan Surat Ijin Praktek Bidan selaku Swasta Perorangan

3. Surat Keterangan Kepala Puskesmas Wilayah Setempat Praktek

4. Surat Pernyataan tidak sedang dalam sanksi profesi/ hukum.

5. Surat Keterangan Ketua Ranting IBI Wilayah

6. Persiapan peralatan medis dan medis usaha praktek bidan secara perorangan dengan
pelayanan pemeriksaan pertolongan persalinan dan perawatan.

2
7. Membuat Surat Perjanjian sanggup mematuhi perjanjian yang tertulis.

8. Bidan dalam menjalankan praktek harus :

 Memiliki tempat dan ruangan praktek yang memenuhi persyaratan kesehatan.

 Menyediakan tempat tidur untuk persalinan minimal 1 dan maksimal 5 tempat


tidur.

 Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur


tetap (protap) yang berlaku.

 Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang berlaku.

9. Bidan yang menjalankan prakytek harus mencantumkan izin praktek bidannya atau
foto copy prakteknya diruang praktek, atau tempat yang mudah dilihat.

10. Bidan dalam prakteknya memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang memiliki SIPB
untuk membantu tugas pelayanannya

11. Bidan yang menjalankan praktek harus harus mempunyai peralatan minimal sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan peralatan harus tersedia ditempat prakteknya.

12. Peralatan yang wajib dimilki dalam menjalankan praktek bidan sesuai dengan jenis
pelayanan yang diberikan .

13. Dalam menjalankan tugas bidan harus serta mempertahankan dan meningkatkan
keterampilan profesinya antara lain dengan :

 Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar informasi


dengan sesama bidan .

 Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang


tugasnya, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh organisasi profesi.

 Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktek agar tetap siap
dan berfungsi dengan baik.

Selain itu harus memenuhi persyaratan bangunan yang meliputi :

3
1. Papan nama

 Untuk membedakan setiap identitas maka setiap bentuk pelayan medik dasar
swasta harus mempunyai nama tertentu, yang dapat diambil dari nama yang
berjasa dibidang kesehatan, atau yang telah meninggal atau nama lain yang sesuai
dengan fungsinya.

 Ukuran papan nama seluas 1 x 1,5 meter.

 Tulisan blok warna hitam, dan dasarnya warna putih.

 Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas mudah terbaca oleh
masyarakat.

2. Tata ruang

 Setiap ruang priksa minimal memiliki diameter 2 x 3 meter.

 Setiap bangunan pelayanan minimal mempunyai ruang priksa, ruang


adsministrasi/kegiatan lain sesuai kebutuhan, ruang tunggu, dan kamar mandi/WC
masing-masing 1 buah.

 Semua ruangan mempunyai ventilasi dan penerangan/pencahayaan.

3. Lokasi

 Mempunyai lokasi tersendiri yang telah disetujui oleh pemerintah daerah


setempat (tata kota), tidak berbaur dengan kegiatan umum lainnya seperti pusat
perbelanjaan, tempat hiburan dan sejenisnya.

 Tidak dekat dengan lokasi bentuk pelayanan sejenisnya dan juga agar sesuai
fungsi sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat.

4. Hak dan Guna Pakai

 Mempunyai surat kepemilikan (Surat hak milik / surat hak guna pakai)

4
 Mempunyai surat hak guna (surat kontrak bangunan) minimal 2 tahun.

C. Planning Pembukaan Bidan Praktek Mandiri (BPM)


Sebelum memulai suatu perencanaan, sebaiknya kita membuat planning terlebih
dahulu itu sangatlah penting bagi seorang bidan sebelum mendirikan sebuah klinik mandiri
atau yang biasa dikenal dengan nama BPM . karena dengan adanya suatu perencanaan yang
fokus maka akan sangat membantu kita dalam merealisasikan langkah-langkah yang
nantinya akan kita jumpai sehingga BPM yang kita dirikan nantinya dapat diterima oleh
masyarakat sekitar dan pastinya akan menguntungkan bagi semua pihak baik bagi bidan,
klien/pasien bahkan lingkungan masyarakat sekitar kita.
Apabila nanti saya sudah menjadi seorang bidan yang professional maka sebelum saya
mendirikan sebuah BPM disekitar lingkungan masyarakat saya, maka sebaiknya saya juga
harus memperhatikan berbagai aspek-aspek yang ada disana mulai dari keadaan
lingkungan yang akan saya tempati, kondisi masyarakat yang ada disana, dan aspek
keterjangkauan dimana harapan saya klinik itu nantinya bisa menjangkau semua keluhan
yang dihadapi oleh pasien dan bisa dengan mudah dijangkau oleh masyarakat yang lainnya
juga sehingga masyarakat tersebut dapat merasa puas dengan pelayanan kebidanan yang
akan saya berikan nantinya kepada mereka dan bisa merasakan kenyamanan dengan
fasilitas dari klinik yang saya dirikan tersebut.
Dan selanjutnya Analisis yang akan saya gunakan ini untuk membuat perencanaan tersebut
lebih mudah sebelum merumuskan perencanaan itu yaitu dengan memakai analisis
“SWOT” yang terdiri dari beberapa aspek yaitu diantaranya sebagai berikut:
1) S= Srtength ( kekuatan yang berasal dari internal)
a. Lingkungan sekitar saya termasuk lingkungan yang bersih.
b. BPM yang sudah ada disana lumayan jauh jaraknya dari penduduk sekitar..
c. Lingkungan sekitar tempat tinggal saya termasuk masyarakat yang padat
penduduk.
d. Banyak masyarakat yang suka dan sering memeriksakan kehamilannya kebidan.
Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk mendirikan
BPM sesuai dengan strength /kekuatan yaitu:
 Saya akan mencari lokasi yang sekiranya mudah dijangkau oleh masyarakat
sekitar
 Mengumpulkan dana yang ada
 Mengumpulkan data dan Menganalis berbagai kekurangan atau keluhan
masyarakat terhadap BPS yang sudah ada kemudian berusaha mencari
penyebab dan solusinya sehingga berusaha untuk melengkapi semua
kekurangan tersebut
2) W= Weakness ( kelemahan yang berasal dari internal)
a. Masyarakat masih beranggapan kalau periksa kebidan itu biayanya terlalu mahal.
b. Kurangnya transportasi/ kondisi jalan yang masih sulit untuk dijangkau oleh
masyarakat sekitar (seperti: jalannya becek, berlumpur, dan berbatu).

5
c. Banyaknya BPM yang sudah berdiri dan dikelola oleh bidan yang sudah
berpengalaman.
Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk mendirikan
BPM sesuai dengan weakness /kelemahan yaitu:
 Meminta bantuan atau kolaborasi dengan bidan bidan yang sudah praktik
agar bisa membantu memberi masukan
 Menciptakan lingkungan yang bersih dan sadar kesehatan
 Mendirikan BPS dengan desain senyaman mungkin untuk pasien/ klien yang
diantaranya dengan memberi fasilitas yang baik, menyediakan ruang tunggu
yang nyaman, membuat taman kecil sebagai wahana pemandangan dan
tempat bermain untuk si kecil, menyediakan mushola, dan membangun
tempat makan dan belanja perlengkapan di dekatnya .
3) O= Opportunity ( kesempatan yang dari eksternal)
a. Dengan adanya kemauan dari diri sndiri untuk meningkatkan mutu pelayanan
kebidanan.dukungan dari keluarga
b. Dengan adanya dukungan dari kelurga juga.
Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk mendirikan
BPM sesuai dengan opportunity /kesempatan yaitu:
 Menyediakan kotak saran di depan tempat praktik, selalu menjaga kebersihan
tempat praktik dan melayani dengan ramah
 Setelah BPS tersebut berdiri saya juga ingin menyediakan Apotek serta ruang
khusus untuk pertemuan ibu- ibu hamil,penyuluhan kesehatan dll.
4) T= Threats ( Ancaman yang berasal dari eksternal)
a. Sudah banyakanya praktik bidan praktik mandiri yang sudah professional dan
berpengalaman.
b. Sudah banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan pembangunan.
Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk mendirikan
BPM sesuai dengan threats /ancaman yaitu:
 Menjaga dan Meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan.
 Mengembangkan lagi pembangunan BPM yang ada di lingkungan sekitar
agar lebih luas lagi nantinya.

D. Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat
Dalam membuat rencana usaha bidan praktek mandiri, pemilihan lokasi usaha adalah
hal utama yang perlu dipertimbangkan. lokasi strategis menjadi salah satu faktor penting
dan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. banyak hal yang harus dipertimbangkan
dalammemilih lokasi, sebagai salah satu faktor mendasar, yang sangat berpengaruh
padapenghasilan dan biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. lokasi usaha juga
akanberhubungan dengan masalah efisiensi transportasi, sifat bahan baku atau sifat
produknya,dan kemudahannya mencapai konsumen.
Lokasi juga berpengaruh terhadap kenyamanan pembeli dan juga kenyamanan anda
sebagai pemilik usaha. bagi wirausahawan pemula,sebaiknya berhati-hati dalam

6
menentukan lokasi usaha, jangan sampai asal pilih lokasi.karena hal tersebut bisa
berdampak buruk pada usaha kita.beberapa pakar wirausaha menyarankan, agar dalam
memilih lokasi usaha sepertiruko, kios, rumah atau kaki lima harus pas dengan jenis usaha
yang ditekuni. karena ada usaha yang cocok didirikan di satu lokasi tapi tidak cocok di
tempat lain.
Untuk itu pendiri usaha disarankan untuk melakukan survei untuk mencari tempat
yang sesuai bagi usahanya.amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya dan jangan lupa
cari juga informasibagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal
ini bisa mempengaruhi kelangsungan usaha itu sendiri.
Lokasi yang “strategis” dalam teori wirausaha ditafsir kan sebagai lokasi di
manabanyak ada calon pembeli, dalam artian lokasi ini mudah dijangkau, mudah dilihat
konsumen, dan lokasi yang banyak dilalui atau dihuni target konsumen yang berpotensi
membeli produk atau jasa yang dijual. lokasi seperti ini cocok untuk usaha perdagangan
barang atau jasa yang harus berhubungan langsung dengan pelanggan.
Itu sebabnya pasar,pusat pertokoan, atau pusat perbelanjaan menjadi lokasi-lokasi
usaha perdagangan yangpaling diincar orang. karena, di area seperti itu calon konsumen
tumpah tersedia. parapemilik usaha tinggal mencari strategi untuk memasarkan usahanya.
Usaha-usaha yangsangat tergantung dengan lokasi strategis misalnya; rumah sakit,
praktek swasta, apotek,rumah makan, mini market, bengkel, toko pakaian, juga salon
kecantikan. mendapatkan lokasi yang strategis beberapa usaha malahan dapat dilakukan di
rumah. beberapa pengusaha suksesternyata memulai usahanya di ruang tamu rumahnya
sendiri. dokter, bidan, konsultan,teknisi elektronik, biro jasa dan internet marketer banyak
menggunakan bagian rumahnyauntuk tempat usaha. dengan memanfaatkan rumah, anda
bisa berhemat modal jutaan

E. Bahan-bahan bidan praktek mandiri


1. Peralatan Tidak Steril
 Tensimeter
 Stetoskop biokuler
 Stetoskop monokuler
 Timbangan dewasa
 Timbangan bayi
 Pengukuran panjang bayi
 Thermometer
 Oksigen dalam regulator
 Ambu bag dengan masker resusitasi (ibu+bayi)
 Penghisap lender
 Lampu sorot
 Penghitung nadi
 Sterilisator
 Bak instrument dengan tutup
 Reflek Hammer

7
 Alat pemeriksaan Hb (Sahli)
 Set pemeriksaan urine (protein + reduksi)
 Pita pengukur
 Plastik penutup instrument steril
 Sarung tangan karet untuk mencuci alat
 Apron / celemek
 Masker
 Pengaman mata
 Sarung kaki plastic
 Infus set
 Standar infuse
 Semprit disposable
 Tempat kotoran / sampah
 Tempat kain kotor
 Tempat Plasenta
 Pot
 Piala ginjal / bengkok
 Sikat, sabun dan tempatnya
 Kertas lakmusSemprit glyserin
 Gunting verband
 Spatel lidah
 Suction
 Gergaji implant
2. Peralatan Steril
 Klem pean
 Klem ½ kocher
 Korentang
 Gunting tali pusat
 Gunting benang
 Gunting episiotomy
 Kateter karet / metal
 Pinset anatomis
 Pinset chirurgic
 Speculum vagina
 Mangkok metal kecil
 Pengikat tali pusat
 Pengisap lender
 Tampon tang dan tampon vagina
 Pemegang Jarum
 Jarum kulit dan otot
 Sarung tangan
 Benang suter + catgut

8
 Doek steril
3. Bahan Habis Pakai
 Kapas
 Kain kasa
 Plester
 Handuk
 Pembalut wanita
4. Formulir Yang Disediakan
 Formulir Informed Consent
 Formulir ANC
 Partograf
 Formulir persalinan / nifas dan KB
 Formulir rujukan
 Formulir surat kelahiran
 Formulir permintaan darah
 Formulir kematian
5. Obat-obatan
 Roborantia
 Vaksin
 Syok anafilaktik
 Adrenalin 1:1000
 Anti histamine
 Hidrokortison
 Aminophilin 230 mg / 10ml
 Dopamine
 Sedatife
 Antibiotik
 Uterotonika
 Antipiretika
 Koagulantika
 Anti kejang
 Glyserin
 Cairan infus
 Obat luka
 Cairan desinfektan
 Obat penanganan asphiksia pada BBL
6. Papan Nama
di depan bangunan akan kami pasang papan nama dengan tulisan “ rumah
bersalin sehat hypno birthing ”. praktek setiap hari. juga tidak lupa mencantumkan
nomor sipb yang dimiliki.
7. kerjasama dengan dokter spesialis
kami bekerjasama dengan dokter spesialis dalam hal kegawat daruratan.

9
8. Jenis pelayanan
 Konsultasi kehamilan
 ANC
 Pelatihan hypno birthing untuk ayah dan bunda
 Persalinan Normal dan Hypno Birthing
 KB
 Pemasangan anting, imunisasi, memandikan bayi.
Kami juga akan bekerjasama dengan Laboratorium X. Jika ada pasien saya yang
memungkinkan untuk diperiksa laboratorium akan saya beri rujukan untuk ke
laboratorium X. Pembagian keuntungan sesuai dengan jumlah pasien.
9. Tarif
 KB ( Pil dan Suntik ). Pil Rp. 20.000,- dan Suntik Rp. 25.000,-
 Pemeriksaan awal kehamilan Rp.80.000,-
 Pemeriksaannya lanjutan Rp. 50.000,-dan Pemasangan anting Rp. 20.000,-
 Persalinan Normal Rp. 1.500.000,-
 Konsultasi kehamilan dan hypno birthing Rp. 50.000,-
 Pelatihan Hypno Birthing Rp. 150.000/pertemuan
 Persalinan Hypno Birthing Rp. 3.000.000,-
 Memandikan bayi Rp. 30.000,-

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bidan Praktek Mandiri ( BPM ) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di


bidang kesehatan dasar. Dalam membuat rencana usaha bidan praktek mandiri,
pemilihan lokasi usaha adalah hal utama yang perludipertimbangkan. lokasi strategis
menjadi salah satu faktor penting dan sangatmenentukan keberhasilan suatu usaha.
banyak hal yang harus dipertimbangkan dalammemilih lokasi, sebagai salah satu faktor
mendasar, yang sangat berpengaruh kemudahannya mencapai konsumen.
Lokasi juga berpengaruh terhadap kenyamananpembeli dan juga kenyamanan
anda sebagai pemilik usaha. padapenghasilan dan biaya, baik biaya tetap maupun biaya
variabel. lokasi usaha juga akanberhubungan dengan masalah efisiensi transportasi,
sifat bahan baku atau sifat produknya,danperalatan dan obat-obatan.
Peralatan tidak steril,peralatan steril,bahan habis pakai,formulir yang
disediakan,obat-obatan, Papan Nama,Kerjasama dengan Dokter Spesialis,Jenis
pelayananKonsultasi kehamilandan Tarif
B. Saran
Inilah makalah Enter Prunership yang kami buat tentang bidan praktek
mandiri,semoga makalah ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan ilmu
pengetahuan bagi pembaca dan penulis.apabila ada kritik dan saran,kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://vellypuspitasari.wordpress.com/2015/05/20/bpmbidan-praktek-mandiri/#respond

http://sukarniarni.blogspot.com/2015/11/kewirausahaan-dalam-bidan-praktek-swasta.html
MAKALAH

KONSEP MERINTIS USAHA PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB)

Kelompok 2

 Ayu Febriandini Lestari


 Mela Melinda
 Mitha Diztiany
 Utari Hermaniati
 Winda Sundari
 Yolanda Sukmawati

Program Studi D3 Kebidanan

STIKES MUHAMMADIYAH CIAMIS

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Menurut Heri Wibowo (Buku Kewirausahaan , Heri Wibowo:2011),

Kewirausahaan adalah sebuah mindset (pola pikir) dan method (metode). Keduanya dapat

berdiri sendiri maupun bersama-sama.

Sebagai mindset , kewirausahaan mewakili pola pikir, asumsi dasar, nilai atau yang

mendasari pemikiran kita. Ia adalah ‘sesuatu’ yang berbeda diantara stimulus dan respon.

Ia adalah pembeda antara seorang individu dengan individu lainnya. Mindset adalah hal

yang berpotensi mewarnai pemikiran-pemikiran dan tindakan-tindakan kita. Mindset

wirausaha dalam hal ini adalah pola pikir positif, pantang menyerah, selalu berusaha

melihat peluang.

Selanjutnya, sebagai metode (method), tentu saja aktivitas wira usaha memiliki

langkah/cara/strategi tertentu untuk dapat sukses (tidak terlalu mudah gagal). Dari sekian

banyak kasus, tentunya ditemukan formula/rumus ideal bagaimana cara memulai aktivitas

wirausaha dengan baik, dalam arti berpeluang mendapatkan profit sekaligus memiliki

sedikit peluang untuk bangkrut. Metoda dalam hal ini bagaimana aktivitas kewirausahaan

ini dijalankan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga menghasilkan

keuntungan bagi pengelolanya. Secara umum metode ini juga dapat dibagi dua yaitu

business content (jenis bisnisnya/produk/barang), dan business context (yaitu perangkat

bisnisnya, mulai dari manajemen keuangannya, pemasaran, sdm, dan lain-lain).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini

adalah sebagai berikut:

2
1. Apa perlunya bidan belajar kewirausahaan

2. Bagaimana cara memasuki usaha baru

3. Bagaimana profil usaha dan model pengembangannya .

4. Apa pengertian produk

5. Apa produk barang dan jasa kebidanan

1.3 Tujuan

Dari rumusan masalah tersebut kami dapat menyimpulkan tujuan dari makalah ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui perlunya bidan belajar bewirausahaan

2. Untuk mengetahui cara memasuki usaha baru

3. Untuk mengetahui profil usaha dan model pengembangannya .

4. Untuk mengetahui pengertian produk

5. Untuk mengetahui produk barang dan jasa kebidanan

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perlunya Bidan Belajar Kewirausahaan

kewirausahaan dalam praktek kebidanan adalah Sebuah mindset dan method yang harus

dikuasai seorang Bidan sebagai wirausahawan dalam memulai dan/atau mengelola sebuah

usaha praktek profesional (Bidan Praktek Swasta maupun Klinik Bersalin) dengan

mengembangkan kegiatan-kegiatan berbasis kreativitas dan inovasi yang dapat memenuhi

kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat untuk kemajuan/keberhasilan praktek profesional

kebidanannya.

a. Manfaat yang didapatkan dalam berwirausaha adalah sebagai berikut:

a) Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri

b) Memberi peluang melakukan perubahan

c) Memberikan peluang untuk mencapai potensi diri spenuhnya

d) Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin

e) Memiliki peluang breperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan

atas usahanya

f) Memiliki peluaang untuk melakukan sesuatu yang disukai dengan

menumbuhkan rasa senang dalam mengerjakannya

b. Pola pikir melibatkan 10 kualitas menurut Neal Thornberry 2006, sebagai berikut:

a) Memiliki locus of control ,

Menggambarkan bagaimana seseorang berpikir tentang kendali hidupnya

b) Memiliki toleransi untuk ambiguitas

4
Sebagai wirausaha memiliki toleransi untuk berbuat berbeda dan melanggar hal-hal yang

dianggap pakem, sebagai contoh mendirikan sebuah BPS maupun klinik bersalin tidak

harus ditempat yang ramai.

c) Kesediaan untuk mengkaji orang yang lebih cerdas dari dirinya

Yaitu bidan yang membuka praktek mandiri maupun klinik bisa berekerja sama dengan

bidan yang lain maupun dokter spesialis

d) Konsistensi untuk selalu berkreativitas, membangun dan mengubah berbagai hal

Bidan yang membuka BPS bukan hanya menolong persalinan saja melainkan memberi

jasa lain seperti pijat ibu dan bayi, mengurus akte kelahiran dll.

e) Dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan

Bidan selaku wirausahawan selalu tanggap terhadap peluang-peluang baru, bidan dengan

kemampuan intuisinya yang selalu ditmepa mampu membaca trend jaman.

f) Rasa urgenits yang tinggi

Artinya adalah bahwa inovasi merupakan sesutu harga mati, ini dalah sesutau yang

urgentdan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

g) Preseverance

Usaha untuk menemukan ide baru kemudian berusaha mematangkan dan

memwujudkannya.

h) Resilience (Ketahanan)

Wirausaha yang tangguh memiliki sikap seperti boneka yang jika dipukul selalu selalu

kembali keposisi semula. Kita yang sadar bahwa hidup adalah perjuangan dan perjuangan

5
selalu memerlukan kekuatan untuk bangkit setelah jatuh dan bangun oleh kerasnya

kehidupan.

i) Optimis, adalah bentuk keyakinan bahwa tujuan akan tercapai dan target akan terpenuhi

dengan kekuatan sendiri.

j) Rasa humor tentang diri sendiri

Ini adalah bentuk rasa besar hati, kemampuan menertawakan diri sendiri adalah bentuk

kapabilitas untuk mengoreksi bahkan mengkritik diri sendiri.

2.2. Cara Memasuki Usaha Baru

Untuk memulai suatu usaha baru, langka-langkah yang diperlukan adalah sebagai

berikut:

1. Mengenali peluang usaha

Peluang usaha dapat dikenali memalui pengalaman hidup maupun hubungan sosial dan

hubungan sosial dengan masyarakat laus dapat memberikan informasi yang aktual sesuai

kebutuhan dan potensi pasar.

2. Optimalisasi potensi diri

Dengan potensi diri yang optimal, calon wirausaha mamapu membut inovasi dan

bersaing agar bisnis tersebut sesuai dengan yang diinginkan.

3. Fokus dalam bidang usaha

Fokus dalam menjalaniusaha sangat diperlukan agar usaha tersebut dapat berjalan lancar

dan terus berkembang.

4. Berani memulai

6
Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh

calon wirausaha sedikit. Oleh karena itu keberanian untuk memulai dan mengambil

resiko sangat diperlukan.

Menurut peggy lambing, untuk mencari peluang dan mendirikan usaha baru ada 2 macam

pendekatan utama yang dapat digunakan wirausahayaitu:

1. Pendekatan Inside-out atau idea generation yaitu pendekatan berdasarkan gagasan

sebagaui kunci yang mementukan keberhasilan sebuah usaha. Seorang wirausaha melihat

peluan dari keterampilan diri sendiri, kemampuan, latar belakang dan hal-hal lainnya

sehingga dapat menentukan jenis usaha yang akan dirintis.

2. Pendekatan otside-in atau opportunity recognition yaitu pendekatan yang menekankan

pada ide pemenuhan dan tanggapan akan kebutuhan pasar.

Berdasarkan pendekatan tersebut untuk memulai usaha seorang calon wirausaha harus

mempunyai kompetens. Kompetensi yang diperlukan adalah:

a. Kemampuan teknik yaitu kemampuan bagaimana memproduksi barang dan jasa serta

cara penyajiannya.

b. Kemampuan pemasaran yaitu kemapuan menemukan pasar dan pelanggan serta harga

yang tepat.

c. Kemampuan finansial yaitu kemampuan memperoleh sumber dana dan cara

menggunakannya.

d. Kemampuan hubungan yaitu kemampuan untuk cara mencari, memelihara dan

mengembangkan relasi serta kemampuan komunikasi dan negosiasi.

7
2.3. Profil Usaha (business profile) dan Model Pengembangannya

Profil usaha adalah gambaran atau pandangan mengenai kegiatan-kegiatan usaha

yang dilakukan oleh seorang wirausaha atau pengusaha, kegiatan usaha dalam hal ini lebih

mengarah pada kegiatan dibidang perdagangan maupun jasa dengan maksud mencari

keuntungan.

Profil usaha (business profile) merupakan media/alat yang memberikan

informasi/gambaran secara lengkap dan detail tentang ANDA, usaha Anda, pelayanan jasa

Anda, bisnis Anda sampai produk yang Anda tawarkan. Jenis business profile ada

beberapa macam tergantung pada konsep yang diciptakan untuk mewakili apa yang Anda

tawarkan atau ingin Anda sampaikan kepada konsumen maupun masyarakat luas.

Kegunaan business profile adalah untuk alat marketing untuk memperoleh klien, dan

disetiap manfaat dan kegunaannya nanti dipengaruhi oleh bentuk desain dan kelengkapan

data. Sehingga pada dasarnya business profile yang menariklah yang akan banyak

pengunjung/klien, baik menarik dari segi image maupun tulisan.

Daya tarik marketing dapat kita peroleh dengan mengubah gaya penulisan,

penyampaian isi yang berbobot dan menarik sesuai kebutuhan target pasar. Sedangkan

untuk daya tarik desain digunakan untuk mempengaruhi emosi pembaca, menarik untuk

dikunjungi, meningkatkan image, menambah tingkat kepercayaan klien tentang usaha

Anda. Dari bentuk desain maupun warna dapat juga digunakan sebagai identitas

perusahaan Anda.

a. Fungsi dan Manfaat profil usaha

a) Informasi Lengkap Anda (Jasa / Usaha / Bisnis)

b) Media representasi Anda

8
c) Alat / Media Marketing

d) Sebagai pelengkap dalam sebuah Proposal / Penawaran / Event / Seminar /

Pameran / Tender

e) Branding Anda

f) Alat Publikasi Anda

b. Isi yang disuguhkan dalam profil usaha biasanya sebagai beriku:

a) Latar Belakang/Tentang Anda (usaha/bisnis/jasa)

b) Pelayanan/Produk Anda serta Kontak Anda (alamat, nomor telephone, nomor

fax, email, website, dll).

c) Informasi lain yang dirasa perlu untuk ‘disajikan’ dalam business profile

Anda, misal Visi dan Misi, serta dapat juga Anda menampilkan pengalaman

Anda (daftar klien, produk/karya yang sudah Anda hasilkan, dll)

Pelayanan/Produk dapat Anda sajikan secara detail maupun intinya saja, tergantung

keinginan dan fungsinya. Tidak sedikit sebuah perusahaan/usaha/bisnis yang secara

berkala

Selalu membuat business profile yang baru, baik konsep/design/bentuknya, hal ini

terkait perkembangan usaha/jasa. Misal dengan bertambahnya klien, produk/jasa yang

dihasilkan atau akan dipasarkan, dll.

Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha adalah ” Tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang

pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan

usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang

pertumbuhan usaha “ .

9
Pengembangan usaha memiliki tingkat yang berbeda, Level atau tingkatan tersebut

menjadi produk, komersial dan korporasi.

Berikut ini akan dijelaskan tentang tingkatan – tingkatan yang ada pada pengembangan

usaha yaitu :

1. Tingkat Produk: Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan

produk atau teknologi baru. Meskipun tingkat pengembangan dapat berbeda dari

perusahaan ke perusahaan.

2. Tingkat Komersial: Dalam contoh bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial

berarti prospeksi murni . Ini berarti berburu pelanggan baru di segmen pasar yang

baru. Dengan demikian pekerjaan ini memerlukan individu secara psikologis yang

kuat dan yang sangat didorong mampu menangani banyak masalah.

3. Tingkat Korporasi: Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau

membeli kompetensi organisasi tertentu Kita memasuki bidang pengembangan bisnis

perusahaan . Fokusnya adalah bukan pada produk maupun komersial tingkat tetapi

pada korporasi tingkatan usaha.

Unsur – Unsur Dalam mengembangkan Usaha

Adapun unsur – unsur penting dalam mengembangkan usaha ada 2 yaitu :

1. Unsur yang berasal dari dalam ( pihak internal ) :

1) Adanya niat dari si pengusaha / wirausaha untuk mengembangkan usahanya

menjadi lebih besar.

2) Mengetahui teknik memproduksi barang seperti berapa banyak barang yang

harus diproduksi , cara apa yang harus digunakan untuk mengembangkan

barang / produk , dan lain – lain.

10
3) Membuat anggaran yang bertujuan seberapa besar pemasukkan dan

pengeluaran produk .

2. Unsur dari pihak luar ( Pihak eksternal) :

 Mengikuti perkembangan informasi dari luar usaha.

 Mendapatkan dana tidak hanya mengandalakan dari dalam seperti meminjam dari

luar.

 Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang baik / kondusif untuk usaha .

Aspek – Aspek Yang Diperhatikan Dalam Mengembangkan Usaha

Pengembangan usaha yang terdiri dari aspek strategi , manajemen pemasaran, dan

penjualan, seperti :

1. Aspek strategi contohnya :

1) Meneliti jenis usaha baru dengan penekanan pada mengidentifikasi

kesenjangan (yang ada dan / atau diharapkan) oleh konsumen .

2) Menciptakan pasar baru .Menciptakan produk baru dengan karakteristik yang

menarik konsumen.

2. Aspek manajemen pemasaran contohnya :

1) Menembus dan menguasai pangsa pasar.

2) Mengolah situasi / peluang pasar yang ada dengan teliti.

3) Memasarkan produk dengan jaringan yang luas seperti impor produk ke luar

negeri.

4) Membuat strategi pemasaran yang dapat membuat konsumen membeli produk

kita , seperti memasang iklan , brosur, dan lain-lain.

11
3. Aspek penjualan contohnya :

1) Memberikan saran tentang perancangan dan menegakkan kebijakan penjualan dan

proses tindak lanjut penjualan .

2) Banyak volume produk yang akan dijual.

3) Tingkat keamanan dalam proses penjualan barang.

4) Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan memiliki kualitas yang baik.

2.4. Pengertian Produk

Dalam bisnis produk adalah barang atau jasa, dalam marketing produk adalah apapun

yang bisa ditawarkan kesebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.

Dalam penggunaan yang lebih luas produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit,

sekelompok produk yang sama sekelompok barang dan jasa atau sebuah pengelompokan

industri untuk barang dan jasa.

a. Jenis-jenis produk

a) Produk konsumsi adalah produk yang dipakai oleh konsumen. Dalam hal ini

produk yang dibeli akan dokinsumsi atau digunakan langsung dan tidak dijual

maupun dibisniskan kembali oleh orang yang bersangkutan

b) Produksi industri adalah produk yang sengaja dibelai sebagai bahan baku

maupun sebagai barang yang diperdagangkan kembali oleh pembelinya. Dalam

hal ini. Dalam hal ini produk yang dibeli akan dibuat produk lain maupun

dijual kembali dengan tujuan mencari keuntungan.

b. Kasifikasi produk

 Berdasarkan wujudnya diklasifikasi menjadi 2 yaitu:

12
1. Barang adalah produk yang berwujud fisik, sehingga dapat dilihat, diraba,

disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan perlakuan fisik

lainnya.

2. Jasa adalah aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual,

contoh produk berupa jasa diantaranya salon, hotel dan lain sebagainya.

 Berdasarkan Daya Tahan, produk dikategorikan menjadi 2 yaitu:

1. Barang tidak tahan lama: Barang tidak tahan lama (nondurable goods)

adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau

beberapa kali pemakaian. Contohnya: sabun, pasta gigi dan sebagainya.

2. Barang tahan lama: Barang tahan lama (durable goods) adalah barang

berwujud yang biasanya dapat bertahan lama dengan banyaknya

pemakaian. Contohnya: lemari es dan lain-lain.

c. Tingkatan produk

Produk dibagi menjadi 5 tingkatan diantaranya:

1. Manfaat dasar dari produk yang ditawarkan pada konsumen.

2. Bentuk dasar dari produk yang dapat dirasakan panca indera.

3. Serangkaian atribut produk dan kondisi yang diharapkan pembeli pada saat

membeli produk.

4. Sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan dengan produk yang

ditawarkan lainnya.

5. Semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh produk dimasa

datang.

13
Menurut Pandy Tjiptono (1999:96-97),dalam merencanakan penawaran produk

pemasaran perlu memahami tingkatan produk seperti:

1. Produk utama (core benefit) adalah manfaat sebenarnya yang perlukan dan akan

dikonsumsi konsumen setiap produk.

2. Produk generic yaitu produk dasar yang memenuhi fungsi produk paling dasar

atau rancangan produk minimal bisa berfungsi.

3. Produk harapan (expected product) adalah produk formal yang ditawarkan

dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan dan disepakati

untuk dibeli.

4. Produk pelengkap (equipmented product) adalah berbagai atribut produk yang

dilengkapi berbagai manfaat dan layanan sehingga dapat menentukan C

kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk asing.

5. Produk potensial adalah segala jenis tambahan dan perubahan yang mungkin

dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang

2.5. Produk Barang dan Jasa Kebidanan

Produk barang adalah produk fisik (memiliki wujud), bias diraba dan bias dilihat yang

dapat diberikan kepada pembeli sehingga terjadi perpindahan kepemilikan dari penjual

kekonsumen.

Ciri-ciri dari produk barang dalah memiliki wujud, memiliki manfaat, dan nilai yang

dapat dirasakan saat digunakan, serta bila digunakan produk nilai dan manfaat dapat

berkurang bahkan habis. Contoh produk barang yaitu peralatan dan makanan.

Produk barang kebidanan yaitu seperti kondom, pil kontrasepsi, tablet FE dan oralit.

14
Produk jasa, jasa adalah layanan aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah transaksi

dengan konsumen. Contoh produk jasa adalah pengacara, gutu, tukang bangunan, dokter dan

tenaga medis dll. Beberapa jasa usaha kebidanan yaitu persalinan, imunisasi balita, kesehatan ibu

anak (KIA) yang meliputi pemeriksaan kehamilan dan pemeriksaan balita tahap awal.

15
BAB III

PENUTUP

3..1. Kesimpulan

Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu

sebagai amajerial dan pelaksanan usaha, didukung pula kemapuan menyusun

keperencanaan berdasarkan visi yang dimplementasikan secara strategis dan mempunyai

kemampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya

mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelolah

manajemen pelayanan secara profeional, serta mempunyai jiwa interpreneur.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://sitinorhana-hana.blogspot.com/2012/01/kewirausahaan-dalam-praktek-kebidanan.html
kesos.unpad.ac.id
https://muhammadghazali.wordpress.com
https://text-id.com
https://id.wikipedia.org
http://forum.teropong.id
https://beedesain.wordpress.com
https://muzmuiz.blogspot.com

17
18
MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
PRODUK DAN INOVASI DALAM USAHA KEBIDANAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Disusun Oleh :
Aprillia Risvie P
Dewi Sri R
Erlin Qomaril I
Linda Nur P
Mesya Azhara
Reina Nurapifah

Tingkat III Semester V

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
CIAMIS
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga dapat menyusun makalah
mata kuliah Pembelajaran kewirausahaan ini tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga mendapat balasan yang
setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari Ibu dosen dan
teman-teman sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua.

Tasikmalaya, April 2020

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................... 2
DAFTAR ISI ....................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................
A. Latar Belakang ............................................................................................
B. Rumusan Masalah .......................................................................................
C. Tujuan Penulisan .........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................
A. Konsep Dasar Novasi ..................................................................................
B. Konsep Dasar Produk ..................................................................................
C. Konsep Dasar Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan ............................

BAB III PENUTUP ...............................................................................................


A. Kesimpulan .................................................................................................
B. Saran ...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam penyediaan jasa asuhan kebidanan tentunya bidan perlu memiliki pengetahuan
tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidana secara lebih mendalam. Dalam hal ini
pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yang berupa
komoditi tertentu seperti pelayanan, ide atau gagasan dengan mengaitkan pada
kebutuhan atau minat masyarakat. Pemasaran juga merupakan hal yang sangat penting
bagi seorang bidan dalam penyediaan jasa dalam bentuk pelayanan maupun asuhan
kebidanan. Oleh karena itu yang dipasarkan berupa cara hidup sehat, pandangan atau
nilai, dan bakunya suatu barang/jasa, pemasaran ini dikenal dengan sebutan pemasaran
sosial. Sasaran khusus dalam pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah Ibu hamil, Ibu
bersalin, Ibu nifas, Bayi, Balita, Calon pengantin, Pasangan usia subur, wanita usia
menopause dan lanjut usia.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu ditinjau lebih lanjut mengenai:
1. Apakah konsep dasar dari inovasi?
2. Apakah konsep dasar dari produk ?
3. Apakah konsep dasar pemasaran sosial jasa asuhan kebidana ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep dasar dari inovasi
2. Untuk mengetahui konsep dasar produk
3. Untuk menegtahui konsep dasar pemasaran sosial jasa asuhan kebidanan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep dasar inovasi
1. Pengertian inovasi
Inovasi menurut para ahli adalah suatu contoh dimana suatu kreativitas, daya
cipta dan inisiatif kuat dapat menghasilkan sesuatu yang secara materi jauh lebih
baik daripada penemuan-penemuan sebelumnya. Jadi, salah satu tujuan inovasi
adalah menciptakan kemudahan baru untuk kehidupan manusia melalui penemuan
atau perkembangan baru dari ide-ide inovatif yang berhasil diwujudkan dengan
baik. Suatu inovasi juga erat kaitannya dengan inovasi produk. Inovasi produk
adalah suatu penciptaan baru yang mengandung beberapa unsur di bawah ini:
a. Teknologi baru.
b. Layanan dan solusi baru.
c. Pengalaman baru.
d. Proses dan metode baru.
e. Sebuah hasil yang sangat berharga.
f. Fashion dan desain baru.
g. Suatu barang atau produk sosial yang berguna bagi banyak orang.
2. Manfaat inovasi
a. Inovasi dapat Memecahkan Permasalahan yang Terlihat Tidak Mungkin untuk
Diselesaikan.
b. Inovasi dapat Meningkatkan Produktivitas Diri dan Karyawan di Tempat Kerja.
c. Inovasi dapat Menampilkan Kualitas-Kualitas yang Unik.
d. Inovasi dapat Membantu Bisnis Kita Mengalahkan Para Pesaing Bisnis yang
Tangguh.

3. Tujuan Inovasi
a. Menghemat Waktu

Inovasi membuat waktu seakan-akan mudah untuk kita kendalikan.


Inovasi bertujuan untuk membantu manusia agar kita dapat menggunakan
waktu secara lebih efektif dan efisien. Misalnya, produsen alat-alat masak
berhasil menciptakan oven atau alat pemanggang yang dapat membantu
makanan kita matang dalam waktu 10 menit. Padahal sebelumnya, kita perlu
waktu 30 menit untuk melakukannya. Dengan begini, kita sudah menggunakan
waktu dengan sangat efektif.
b. Meningkatkan Produktivitas
Inovasi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, karena dengan
menerapkan inovasi kita bisa mengerjakan banyak hal atau menghasilkan
output dalam waktu yang singkat. Misalnya, dengan hadirnya mesin fotocopy,
kita tidak perlu menyalin catatan berlembar-lembar, kita hanya perlu
meletakkannya di mesin fotocopy dan menggandakannya dengan jumlah yang
banyak.
c. Meningkatkan Efisiensi
inovasi juga membantu kita untuk lebih efisien dalam bekerja. Efisien
yang tinggi akan semakin memperbanyak output yang kita hasilkan, namun
tanpa ongkos atau biaya yang berlebihan.
d. Memperbaiki dan Meningkatkan Kualitas Produk atau Layanan Jasa
Kehidupan bisnis akan terus berubah seiring berjalannya waktu. Dalam
hal ini, inovasi bertujuan untuk membantu manusia dalam terus
meningkatkan kualitas produk dan layanan jasa agar sesuai dengan kebutuhan
zaman.
e. Menciptakan Kenyamanan
Inovasi bertujuan untuk membuat segalanya menjadi lebih mudah bagi
pelanggan. Sebagai contoh, untuk membuat passport, kita tidak perlu datang
mengantri pagi-pagi di depan kantor imigrasi, namun inovasi telah membantu
kita untuk menciptakan suatu software yang memudahkan publik dalam
mengisi formulir dan mendapat nomor antrian melalui internet.
f. Memenuhi Kebutuhan Pelanggan
Kebutuhan manusia memang tidak terbatas, namun inovasi akan
membantu kita dalam memenuhi kebutuhan manusia secara perlahan-lahan,
namun pasti. Misalnya, para ahli berusaha untuk menemukan obat kanker yang
ampuh untuk para penderita kanker saat ini.
g. Pengalaman Pelanggan yang Memuaskan
Ketika pelanggan memiliki pengalaman yang memuaskan atau
customer experience yang baik terhadap produk atau layanan jasa kita, maka
mereka cenderung loyal dengan bisnis kita. Inovasi dapat mempermudah kita
dalam menciptakan customer experience yang menyenangkan melalui
perkembangan teknologi.
h. Mengurangi Risiko
Inovasi juga bertujuan untuk mengurangi risiko bisnis yang sebelumnya
sering kita hadapi. Misalnya, risiko tabrakan yang sering terjadi ketika
memarkir mobil. Inovasi membantu manusia untuk menciptakan alarm parkir
yang berguna untuk menghindari kecelakaan atau risiko lain di tempat parkir.
i. Mempercepat Kinerja Diri dan Karyawan
Inovasi juga bertujuan untuk membantu percepatan kinerja kerja kita
sehari-hari. Dengan inovasi, kita akan lebih cepat dalam menyelesaikan
pekerjaan.
j. Mengembangkan Wawasan atau Pengetahuan yang Kita Miliki
Semakin berkembangnya inovasi, maka semakin berkembang ilmu
pengetahuan yang kita miliki. Misalnya, dulu kita mungkin akan kesulitan
untuk belajar bahasa asing. Namun, inovasi dalam perkembangan teknologi
telah membantu kita untuk belajar secara online.
k. Bisnis Kita akan Semakin Kompetitif
Tidak dapat disangkal lagi bahwa dengan bantuan inovasi, maka bisnis
kita akan semakin kompetitif dan hebat.
l. Menjamin Keberlanjutan Hidup di Masa Depan
Dengan adanya inovasi, manusia yang hidup di zaman sekarang dapat
berusaha dan bekerja keras untuk menjamin keberlanjutan kehidupan anak cucu
mereka di masa mendatang. Misalnya, inovasi membantu para peneliti untuk
mencari pengganti bahan bakar yang dapat digunakan di masa depan.
m. Meningkatkan Kualitas Hidup
Tujuan inovasi yang terakhir dan tidak kalah penting adalah membuat
kehidupan kita menjadi lebih baik seperti, membuat desain tata kota yang
ramah lingkungan dimana kehidupan manusia dan alam akan lebih seimbang di
masa depan.
B. Konsep Dasar Produk
1. Pengertian Produk Menurut Para Ahli

menurut para ahli pengertian produk antaralain :

a. Menurut Tjiptono
Beliau mengatakan bahwa pengertian produk yaitu barang ataupun jasa
yang ditawarkan oleh pihak produsen kepada pihak konsumen untuk
diperhatikan, dibeli, serta digunakan.

b. Menurut KKBI

Sedangkan menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), produk


adalah barang atau jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya dalam
proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi itu.

c. Menurut Philip Kotler

Adapun menurut beliau, produk adalah segala sesuatu yang


ditawarkan, dimiliki, dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen sehingga
dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk didalamnya fisik, jasa,
orang, tempat organisasi dan gagasan.

2. Karakteristik Produk

Produk yang baik di mata konsumen memiliki karakteristik antaralain seperti:

a. Awet Atau Tahan Lama

Para konsumen tentunya sangat menyukai produk yang tahan lama dan
awet sehingga tidak mudah rusak, misalnya seperti ponsel yang harganya murah
tapi memiliki daya tahan yang baik. Dengan daya tahan yang bagus,
memungkinkan produk telepon genggam sangat disukai hingga laku di
masyarakat Indonesia.

b. Perawatan Yang Mudah

Selain menyukai produk yang awet dan tahan, konsumen juga menyukai
produk yang mudah untuk dirawat, contohnya seperti pakaian atau sepatu,
banyak sekali masyarakat yang menyukai pakaian dan sepatu yang nyaman
digunakan karena selain mudah digunakan sepatu tersebut biasanya mudah
untuk dibersihkan.
c. Murah

Tentu saja produk dengan harga yang relatif murah akan sangat disukai
oleh para konsumen, namun meskipun harganya terjangkau tentunya produk
tersebut harus memiliki kualitas yang cukup baik agar bisa diterima oleh para
konesumen. Seperti produk ponsel pintar, dimana konsumen lebih memilih
produk yang relatif murah tapi memiliki kualitas yang cukup baik.

3. Tujuan Produk

Adapun tujuan dari adanya sebuah produk bagi masyarakat yaitu :

a. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Tujuan yang pertama dari suatu produk tentunya untuk memenuhi


kebutuhan masyarakat. Walaupun setiap elemen masyarakat memiliki
kebutuhan yang berbeda-beda untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Hal
ini lah yang membuat para produsen melakukan kegiatan produksi untuk
menghasilkan produk supaya kebutuhan masyarakat tersebut dapat terpenuhi
dengan baik.

b. Memperoleh Keuntungan

Dengan produk yang mereka jual kepada para konsumen atau


masyarakat yang membutuhkan, tentunya para produsen ini mengaharpakan
adanya suatu keuntungan dari semua kegiatan produksi yang mereka lakukan.

4. Klasifikasi dan Jenis-Jenis Produk

Adapun jenis-jenis dan klasifikasi sebuah produk antaralain :

a. Produk Konsumsi

Produk konsumsi merupakan produk yang dibeli oleh para konsumen


lalu digunakan langsung sehingga tidak dijual kembali. Masyarakat pada
umumnya mengonsumsi produk antaralain:

1) Produk kebutuhan sehari-hari.


2) Produk belanjaan.
3) Produk khusus.

b. Produk Industri

Produk industri merupakan produk yang dibeli oleh produsen atau


perusahaan dan produk tersebut nantinya akan dijual kembali.

c. Produk Berdasarkan Wujud

Produk berdasarkan wujudnya dapat diklasifikasikan kedalam dua


kelompok, antaralain:

1) Barang, yaitu sebuah produk yang memiliki fisik, sehingga dapat dilihat
dan diraba.
2) Jasa, yaitu produk yang berupa aktivitas dan memberikan suatu manfaat
dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya seperti bengkel,
salon kecantikan, hotel dan sebagainya.
5. Tingkatan Produk
Terdapat lima tingkatan yang terdapat pada sebuah produk, antaralain :
a. Manfaat yang terdapat dalam produk yang ditawarkan kepada konsumen.
b. Bentuk dari suatu produk yang dapat dilihat dan dirasakan oleh konsumen.
c. Serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh
pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Terdapat perbedaan antara produk yang ditawarkandengan produk yang
ditawarkan oleh pesaing.
e. Terdapat gambaran mengenai perubahan bentuk yang akan dialami oleh
produk dimasa yang akan datang.
C. Konsep dasar Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan
1. Pengertian Pemasaran Sosial
Secara umum pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu
rancangan dan implementasi program yang bertujuan untuk memperkenalkan atau
mempromosikan suatu gagasan sosial atau suatu kasus kepada masyarakat.
Ada dua konsep penting yang ada dalam istilah pemasaran informasi
tentang barang dan jasa. Jadi, dalam aktivitas pemasaran sosial, produsen tidak
hanya berfikir tentang strategi menyebarkan barang dan jasa kepada para
konsumen melainkan berfikir juga tentang bagaimana mengemas
informasi tentang barang dan jasa agar bisa sampai ke konsumen, ada dua
kelompok orang: satu kelompok berhubungan langsung dengan barang dan jasa,
dan kelompok lain berhubungan langsung dengan informasi tentang barang dan
jasa.
Oleh karena itu, pemasaran sosial dapat dilakukan melalui kampanye
tentang pesan-pesan kesehatan yang sudah dikemas dalam paket informasi yang
lengkap yang diperuntukan bagi semua level masyarakat (individu, kelompok,
atau masyarakat) melalui pendekatan multi strategis bagi penyegahan penyakit
tertentu. (National Cancer Institute, 1989; Roger, 1983)
Definisi pemasaran menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
a. Stanton (1997), pengertian pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan-kegiatan bisnis yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan
harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk
memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial.
b. Trioso Purnawarman (2001), pemasaran adalah proses sosial dan managerial
dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhkan dan keinginan
mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai
satu sama lain.
c. Pemasaran adalah proses sosial dan managerial dimana individu dan
kelompok mendapatkan kebutuhkan dan keinginan mereka dengan
menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran
sosial jasa asuhan kebidanan merupakan strategi pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh bidan yang bertujuan merubah pola pengetahuan, sikap, perilaku,
dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, dapat dilakukan secara mandiri,
kolaborasi atau rujukan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya
berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan.
Pemasaran sosial adalah penerapan teknik pemasaran niaga untuk
mencapai suatu tujuan social yang bermanfaat (HIV/AIDS Prevention Project
(HAPP), 1999). Tujuan sosial itu bisa meliputi kampanye keluarga berencana,
penurunan pemakaian rokok, pemakaian sabuk pengaman, pencegahan
HIV/AIDS, dan sebagainya.
Teknik pemasaran sosial ini jika diaplikasikan dengan baik, maka
profesi bidan akan menjadi peluang wirausaha yang menjanjikan. Mereka ini
tanpa berhenti mengejar visi mereka hingga menjadi kenyataan baru dalam
masyarakat tempat mereka tinggal dan juga di wilayah yang lebih luas. Seorang
wirausaha harus mempunyai kualifikasi sebagai berikut :
a. Ide baru
Yaitu apakah orang tersebut betul-betul memiliki ide baru untuk
menyelesaikan kebutuhan sosial. Sebagai contoh pembangunan klinik baru.
Apakah klinik tersebut mempunyai visi dari sebuah pola baru dari pelayanan
kesehatan yang menjanjikan perubahan pada klinik di seluruh wilayah sebuah
Negara atau di daerah yang lebih luas lagi.
b. Kreatif
Seorang yang sukses haruslah kreatif dalam menentukan tujuan dan
dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak terelakkan muncul saat ia
mengejar visinya tersebut. Mereka harus menggunakan daya kreativitasnya
dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, agar mencapai sukses.
c. Kemampuan berwirausaha
Kemampuan ini bersifat praktis dan pragmatis. Jadi mereka
mengetahui bagaimana mengatasi rintangan, dan mereka dikendalikan oleh ide
dan niat mereka untuk membuat ide tersebut menjadi kenyataan.
d. Karakter etis
Karakter etis adalah seseorang yang dapat menjalankan fungsi-fungsi
layanan publik. Atau orang yang dapat dipercaya dan menjaga
kehormatannya.
2. Tujuan Pemasaran Sosial
Pemasaran sosial mempunyai tujuan sebagai berikut :
a. Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat.
b. Memberikan pelayanan sesuai dengan standar praktik, keterampilan yang
mantap (dalam memberikan pelayanan kepada klien).
Manfaat pemasaran sosial adalah meningkatkan kepuasan kelompok
sasaran, meningkatkan daya tarik program berbagai kemungkinan sumber daya
baru, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi program.

3. Langkah-langkah Pemasaran Jasa Kebidanan


a. Memahami konsumen serta kebutuhan dan keinginannya
1) Mengumpulkan informasi
 Jumlah populasi keseluruhan
 Jumlah perempuan belum nikah
 Jumlah perempuan nikah
 Jumlah bayi dan balita
 Kondisi ekonomi
 Kebiasaan mempergunakan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan
reproduksi
2) Analisa atau menyimpulkan informasi
● Menentukan prioritas target konsumen yang dituju
Prioritas 1 : target konsumen utama
Prioritas 2 : target konsumen utama
3) Menentukan desain pelayanan
● Menerjemahkan kebutuhan target konsumen utama dan pendukung
jenis pelayanan apa yang ditawarkan, buat secara rinci
● Mengidentifikasikan kebutuhan sumber uatama
● Persiapan oprasional pelayanan termasuk pemilihan lokasi
b. Mempromosikan jasa
Jasa yang sudah didesain, dipromosikan dengan menggunakan media.
1) Media promosi sederhana dan praktis
2) Peran word of mouth sebagai sarana promosi
c. Menetapkan tarif pelayanan
Tarif pelayanan/harga secara sederhana dapat diartikan sebagai
sejumlah uang yang ditagihkan terhadap suatu produk/jasa. Jumlah tersebut
merupakan nilai yang diperlukan konsumen untuk menikmati, menggunakan
jasa pelayanan yang diberikan. Harga merupakan satu-satunya elemen produk
yang menghasilkan pendapatan.
d. Membangun masyarakat kemitraan dan kepercayaan konsumen dan
masyarakat
Mitra pelayanan adalah semua pihak baik institut/lembaga formal dan
non formal maupun perorangan/individu yang ada dalam masyarakat yang
memiliki potensi dan kemampuan untuk mendukung bidan dalam memberikan
pelayanan kesehatan kepada konsumen dan masyarakat, baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Mitra pelayanan tersebut meliputi :
1) Institusi/lembaga pelayanan kesehatan : Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik
Dokter dan lain-lain.
2) Muspida : Camat, Lurah, PKK, dan lain-lain.
3) Institusi atau lembaga keuangan : Koperasi, Bank, Perusahaan pemasok,
dan lain-lain.
4) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
5) Institusi keagamaan dan institusi Pendidikan.
e. Membina hubungan dan mendayaguna potensi pelayanan
Mitra pelayanan bisa sangat berperan penting untuk mendukung
keberhasilan bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan mandiri. Bidan
dapat memanfaatkan potensi mitra pelayanan kebidanan yang diberikan bidan.
f. Membangun kepercayaan konsumen dan masyarakat
Titik awal keberhasilan pelayanan kebidanan sangat ditentukan oleh
besarnya kepercayaan yang diberikan konsumen dan masyarakat terhadap
individu bidan sebagai penyedia jasa. Kepercayaan konsumen terbangun
melalui proses pembentukan persepsi konsumen yang memakan waktu
panjang.
g. Manajemen pelayanan yang berfokus pada pelanggan
Inti dari manajemen pelayanan kebidanan adalah mendayagunakan
input yang telah terstandar (Kajian Mandiri Bidan Delima) melalui alur dan
kiat manajemen oprasional (yang menunjang asuhan) dan manajemen asuhan
kebidanan. Manajemen yang handal (terstandar) akan menghasilkan
kesejahteraan ibu, bayi dan kepuasan pelanggan serta kepuasan bidan sebagai
pemberi pelayanan.
4. Karakteristik Pemasaran Jasa Kebidanan
Pelayanan atau asuhan kebidanan termasuk dalam pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan memiliki karakteristik yang spesifik karena berhadapan langsung
dengan individu.
Karakteristik pemasaran jasa dalam palayanan kesehatan antara lain :
a. Besifat sukarela.
Tidak memaksa klien untuk menggunakan layanan yang ditawarkan. Klien
bebas menentukan pilihan pelayanan.
b. Kontak secara personal.
Dalam pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan harus melakukan kontak
langsung secara personal dengan klien melalui pendekatan sosial budaya.
c. Berpacu dengan waktu.
Pelayanan kesehatan harus diberikan dengan segera dengan
mempertimbangkan keadaan klien.
d. Sensitif (terutama kesehatan repsoduksi).
Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat pribadi dan sensitif sehingga
seringkali klien enggan berkunjung ke pelayanan kesehatan dan membicarakan
masalah tersebut. Sikap yang menghormati privasi klien dan tidak menghakimi dari
seorang bidan akan membuat klien bersikap positif terhadap layanan kesehatan
yang kita berikan.
5. Pemasaran Jasa dalam Pelayanan Kebidanan
Pemasaran jasa dalam pelayanan kebidanan memiliki empat komponen utama, yaitu :
a. Klien/pelanggan
Klien atau pelanggan merupakan konsumen dari pelayanan kesehatan yang
memiliki kedudukan sangat penting. Tipe pelanggan terdiri dari pelanggan perantara,
pelanggan konsumen, pelanggan interna, dan pelanggan prospek.
b. Kompetisi
Melalui keberadaan profesi lain akan tercipta iklim kompetisi yang apabila
dikelola dengan baik maka akan memotivasi bidan untuk mengevaluasi dan
mengembangkan diri.
c. Jaringan
Jaringan diperlukan untuk memperluas cakupan pemasaran pelayanan
kesehatan yang akan membantu kelancaran kegiatan pemasaran. Jaringan tersebut dapat
berbentuk klinik, pelayanan di rumah, rujukan, dan perusahaan atau asuransi.
d. Klinik
Dalam mengelola klinik diperlukan beberapa pertimbangan yang mencakup
kekuatan merek, proses pelayanan, keunggulan kompetitif, dan tarif pelayanan.
Proses pemasaran pelayanan terbagi menjadi 3 kelompok :
1) Internal
Melalui promosi internal, penawaran kemudahan, dan role model.
2) Interaktif
Melalui rujukan, interaksi individual, dan komunikasi verbal.
3) Eksternal
Melalui iklan di media massa, materi promosi, dan program khusus.
Setiap usaha pada dasarnya menawarkan produk tertentu kepada masyarakat
sebagai target konsumennya. Konsep pemasaran modern terdiri dari 3 tingkat, yaitu :
1) Mengetahui keinginan calon pembeli.
2) Melakukan kegiatan pemasaran terpadu.
3) Memperoleh laba dan konsumen puas.
6. Produk Pelayanan Kebidanan
Produk utama yang ditawarkan dalam profesi bidan adalah jasa pelayanan
kesehatan khususnya bagi perempuan dan anaknya (bayi yang baru lahir). Dalam
memberi jasa pelayanan diperlukan produk pendukung berupa barang, obat-obatan, alat
kesehatan, perlengkapan persalinan dan sebagainya, sehingga dapat disimpulkan bahwa
produk yang ditawarkan merupakan kombinasi barang dan jasa, dengan jasa sebagai
produk utama dan barang sebagai produk pendukung. Ragam pelayanan bervariasi
sejalan dengan perkembangan kebutuhan perempuan dan anaknya.
7. Pelayanan Kebidanan
Ruang lingkup pelayanan kebidanan sangat erat hubungannya dengan wewenang
profesi bidan (Kepmenkes RI No.900/SK/VII/2002), mencakup :
a. Pelayanan kebidanan
b. Pelayanan keluarga berencana
c. Pelayanan kesehatan masyarakat
8. Desain jasa pelayanan BPS
Desain jasa pelayanan yang akan ditawarkan perlu ditentukan karena beberapa
pertimbangan untuk menentukan focus pada persiapan :
a. Persiapan sumber daya
b. Meletakkan harapan konsumen secara tepat
c. Memudahkan mengembangkan jasa
9. Difusi inovasi dan Pemasaran Sosial
Proses penyebarluasan informasi atau material baru dan satu sumber kepada
para penerima yang ada dalam suatu sistem sosial, dalam konsep sosiologi-antropologi,
disebut dengan difusi inovasi. Divusi inovasi merupakan model penyebarluasan gagasan
atau material (teknologi) yang diperkenalkan oleh Everet M. Rogers. Rogers
mengetengahkan cara penyebarluasan inovasi (misalnya, gagasan baru, pendekatan baru,
dan strategi baru) melalui saluran tertentu (umumnya sistem sosial tradisional-modern),
dalam suatu tertentu kepada sejumlah anggota masyarakat atau komunitas dalam suatu
sistem social.
Asumsi dari suatu inovasi adalah ada jenis-jenis gagasan tertentu yang perlu
diadopsikan kepada anggota-anggota dari suatu sistem social karena mereka sangat
membutuhkan informasi tersebut dari para pemuka pendapat dalam sistem social.
Sedangkan karakteristik sukses inovasi terjadi kalau para anggota sistem social itu
menerima inovasi tersebut.
Schinke dan Orlandi (1991) mengemukakan bahwa inovasi itu selalu
menghasilkan suatu perubahan melalui 5 tahap :
a. Mobilisasi
Aktivitas dari pemrakarsa inovasi untuk menggerakkan seluruh unsure yang
berkepentingan dalam proses komunikasi kesehatan. Misalnya, aktivitas untuk
menggerakkan para komunikator kesehatan (penyuluh, pelatih, guru, mentor, dan lain-
lain), merancang informasi, memilih media, mempersiapkan audiens atau kelompok
sasaran agar komunikasi menjadi efektif dan efisien.
b. Adopsi
Aktivitas dari pemrakarsa inovasi untuk merancang informasi, kemudian dikirimkan
melalui pilihan media tertentu, lalu mengupayakan metode dan strategi penyampaian
dan aktivitas reaksi atau respons dari audiens terhadap informasi dalam bentuk
menjadikan informasi itu sebagai sumber untuk mengubah keadaan audiens.
c. Implementasi
Aktivitas bersama antara inovasi dengan audiens untuk menerapkan gagasan,
informasi, teknologi baru ditengah-tengah audiens.
d. Pemeliharaan
Aktivitas bersama antara inovasi dengan audiens untuk memelihara kelangsungan
penerimaan dan pelaksanaan gagasan, informasi dan teknologi yang telah diterima
(adopsi).berkesinambungan.
e. Evolusi
Aktivitas bersama antara innovator dan audiens untuk mengimplementasikan dan
memelihara seluruh inovasi baru agar inovasi itu tetap berkesinambungan.
10. Peran Pemasaran dalam Pelayanan Kebidanan
Peran pemasaran dalam pelayanan kebidanan adalah untuk :
a. Menciptakan diferensiasi
Agar dapat bersaing dengan profesi lain, bidan dituntut mampu memberikan
pelayanan kesehatan yang beragam (tanpa menyimpang dari kewenangan yang
diberikan). Divertifikasi jenis layanan yang disertai dengan peningkatan kemampuan
akan memperluas cakupan klien.
b. Manajemen kualitas pelayanan
Melalui proses pemasaran, bidan akan mampu mengevaluasi diri mengenai
kelebihan dan kekurangan layanan kesehatan yang ia tawarkan kepada klien
sehingga ia dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
c. Meningkatkan produktivitas
Tenaga kesehatan dituntut untuk memperluas wawasan keilmuannya serta
keterampilan teknisnya sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang
diberikan kepada klien.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pemasaran identik dengan proses perdagangan barang yang diorentasikan sebagi
proses jual beli dan tawar menawar. Sehingga pemasaran kadang menjadi hal yang
terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan jasa.
Dalam penyediaan jasa asuhan kebidanan tentunya bidan perlu memiliki pengetahuan
tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidana secara lebih mendalam.Dalam hal ini
pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yang berupa
komoditi tertentu seperti pelayanan, ide atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan
atau minat masyarakat.
Pemasaran juga merupakan hal yang sangat penting bagi seorang bidan dalam
penyediaan jasa dalam bentuk pelayanan maupun asuhan kebidanan. Oleh karena itu yang
dipasarkan berupa cara hidup sehat, pandangan atau nilai, dan bakunya suatu barang atau
jasa, pemasaran ini dikenal dengan sebutan pemasaran sosial. Sasaran khusus dalam
pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas, Bayi, Balita,
Calon pengantin, Pasangan usia subur, wanita usia menopause dan lanjut usia.
Dari beberapa defenisi dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu
kegiatan atau proses tukar menuikar yang dapat memberikan nilai baik bagi konsumen
maupun produsen sehingga dapat tercipta serangkaian kegiatan dari perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi serta pemantauan.

B. Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan dan informasi
kepada pembaca tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidanan. Kelompok mengharapkan
kepada pembaca untuk dapat memberikan saran yang sifatnya membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Widiana Windi.(2009). Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan.
http://d3kebidanan.blogspot.com/2009/11/pemasaran-sosial-jasa-asuhan-kebidanan.html
diakses pada tanggal 18 Desember 2012
Ilyass, Muhammad. (2014).Pijat Bayi Sebagai Ungkapan Cinta.
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/manfaat.pijat.bayi/001/001/1135/3
diakses pada tanggal 18 Desember 2012
Ayurai. 2009. Implant / Susuk. http://ayurai.wordpress.com/2009/06/18/implant-susuk/ diakses
pada tanggal 18 Desember 2012
http://journal.unika.ac.id/index.php/shk/article/view/80
https://www.scribd.com/document/377784098/Kewirausahaan-Dalam-Praktek-Kebidanan
MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
KONSEP MERINTIS USAHA PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB)
Dosen : Lusi Lestari,SST.,M.Keb

Disusun oleh :
 Berliana Kirana Dewi
 Dita Aulia Utami
 Ismaya
 Sarah Nahliyatul Madani
 Stefhany Indri Savitri
 Syifa Al Irts Saadah Lidinillah

PROGRAM STUDY DIII KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)
MUHAMMADIYAH CIAMIS
2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadiranTuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kami sehingga kami bisa
menyelesaikan tugas makalah ini. Dan tidak lupa pula kami panjatkan syukur kami
kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kami dari alam kebodohan
menjadi alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.Tak lupa
pula kami ucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing kami, Ibu Lusi
Lestari,SST.,M..Keb , yang telah memberikan ilmu dalam mata kuliah ini.
Dalam makalah Konsep Merintis Usaha Praktek Mandiri Bidan (PMB).
Penulis selaku penyusun makalah ini berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat
dan dapat dipergunakan dengan baik dalam perkuliahan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sangat sempurna oleh Karena
itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca supaya makalah ini bias menjadi lebih baik.

Ciamis ,07 April 2020

penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................ 4
B. Tujuan .................................................................................................... 4
C. Rumusan Masalah ................................................................................... 5

BAB II ISI DAN PEMBAHASAN


A. Pengertian Praktik Mandiri Bidan ........................................................... 6
B. Persyaratan Pendirian Praktik Mandiri Bidan .......................................... 6
C. Pelayanan yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan ............................ 9
D. Planning Pembukaan Praktek Mandiri Bidan (PMB)…………………….9
E. Cara Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha
Yang Tepat……………………………………………………………….11

BAB III PENUTUP


A. Simpulan ................................................................................................. 13
B. Saran ...................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 14

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di
bidang kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktek pada saran kesehatan atau program (Imamah, 2012).
Praktik Mandiri Bidan memiliki berbagai persyaratan khusus untuk
menjalankan praktiknya, seperti tempat atau ruangan praktik, peralatan, obat
obatan. Namun pada kenyataannya PMB sekarang kurang memperhatikan dan
memenuhi kelengkapan praktik serta kebutuhan kliennya. Di samping peralatan
yang kurang lengkap tindakan dalam memberikan pelayanan kurang ramah dan
bersahabat dengan klien. Sehingga masyarakat berasumsi bahwa pelayanan
kesehatan Praktik Mandiri Bidan tersebut kurang memuaskan (Rhiea, 2011).
Pelayanan yang di berikan di Praktek Mandiri Bidan meliputi penyuluhan
kesehatan, konseling KB, antenatal care, senam hamil, perawatan payudara,
asuhan persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi, pelayanan KB ( IUD,
AKBK, Suntik, Pil ) , imunisasi ( ibu dan bayi ), kesehatan reproduksi remaja,
perawatan pasca keguguran. Selain itu Praktik Mandiri Bidan melayani
pemeriksaan untuk orang yang sakit, kemudian memberi pelayanan kesehatan
terhadap WUS (wanita usia subur) serta LANSIA (lanjut usia) (Imamah, 2011).
Seorang bidan yang membuka praktik mandiri dapat disebut juga sebagai
wirausahawan.Dimana wirausahawan adalah seorang yang memiliki keahlian
menjual, mulai menawarkan ide hinggá komoditas yakni layanan jasa.Sebagai
pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk
mengetahui dengan baik manajemen usaha.Bidan sebagai pelaku usaha mandiri
dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana
usaha, di dukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan visi
yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai ke mampuan personal
selling yang baik guna meraih sukses.Diharapkan bidan nantinya mampu
memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola
manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

4
B. Tujuan
Makalah ini bertujuan mendeskripsikan tentang:
1. Pengertian dari Praktik Mandiri Bidan
2. Persyaratan yang dibutuhkan dalam mendirikan Praktik Mandiri Bidan
3. Pelayanan yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan
4. Planning Pembukaan Praktek Mandiri Bidan (PMB)
5. Cara Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi masalah dalam makalah
ini adalah:
1. Apakah pengertian dari Praktik Mandiri Bidan?
2. Apa saja persyaratan pendirian Praktik Mandiri Bidan?
3. Pelayanan apa saja yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan ?
4. Bagaimana Planning Pembukaan Praktek Mandiri Bidan (PMB)?
5. Bagaimana cara Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha
Yang Tepat?

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Praktik Mandiri Bidan


Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan
dibidang kesehatan dasar. Praktik bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktik pada sarana kesehatan atau program. (Imamah,
2012).
B. Persyaratan Pendirian Praktik Mandiri Bidan
1. Bidan dalam menjalankan praktik harus:
a. Memiliki tempat dan ruangan praktik yang memenuhi persyaratan
kesehatan.
b. Menyediakan tempat tidur untuk persalinan minimal 1 dan maksimal 5
tempat tidur.
c. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan
prosedur tetap (protap) yang berlaku.
d. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang
berlaku.
2. Bidan yang menjalankan praktik harus mencantumkan izin praktik bidannya
atau foto copy prakteknya diruang praktik, atau tempat yang mudah dilihat.
3. Bidan dalam praktiknya memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang
memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya
4. Bidan yang menjalankan praktik harus mempunyai peralatan minimal sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan peralatan harus tersedia ditempat
praktiknya.
5. Peralatan yang wajib dimilki dalam menjalankan praktik bidan sesuai dengan
jenis pelayanan yang diberikan.
6. Dalam menjalankan tugas bidan harus serta mempertahankan dan
meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan :
a. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar
informasi dengan sesama bidan.
b. Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang
tugasnya, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh organisasi
profesi.
c. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktik agar
tetap siap dan berfungsi dengan baik.

6
7. Persyaratan Bangunan, meliputi :
a. Papan nama
1) Untuk membedakan setiap identitas maka setiap bentuk pelayan medik
dasar swasta harus mempunyai nama tertentu, yang dapat diambil dari
nama yang berjasa dibidang kesehatan, atau yang telah meninggal atau
nama lain yang sesuai dengan fungsinya.
2) Ukuran papan nama seluas 1 x 1,5 meter.
3) Tulisan blok warna hitam, dan dasarnya warna putih.
4) Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas mudah
terbaca oleh masyarakat .
b. Tata ruang
1) Setiap ruang priksa minimal memiliki diameter 2 x 3 meter.
2) Setiap bangunan pelayanan minimal mempunyai ruang priksa, ruang
adsministrasi/kegiatan lain sesuai kebutuhan, ruang tunggu, dan kamar
mandi/WC masing-masing 1 buah.
3) Semua ruangan mempunyai ventilasi dan penerangan/pencahayaan.
c. Lokasi
1) Mempunyai lokasi tersendiri yang telah disetujui oleh pemerintah
daerah setempat (tata kota), tidak berbaur dengan kegiatan umum
lainnya seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan sejenisnya.
2) Tidak dekat dengan lokasi bentuk pelayanan sejenisnya dan juga agar
sesuai fungsi sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
d. Hak dan guna pakai.
1) Mempunyai surat kepemilikan (surat hak milik/surat hak guna pakai)
2) Mempunyai surat hak guna (surat kontrak bangunan) minimal 2 tahun.
8. Kelengkapan Administrasi, Peralatan, Sarana, Dan Prasarana Bidan Praktek
A. ADMINISTRASI
1. Memiliki papan nama bidan praktik 6. Ada buku pelayanan KIA dan KB
2. Mempunyai SIPB dan masih berlaku 7. Ada buku standar pelayanan kebidanan neonatal
3. Ada visi dan misi 8. Ada buku register pasien
4. Ada falsafah 9. Ada format catatan medic
5. Memiliki buku standar pelayanan
kebidanan
B. Peralatan dan obat-obaatan  Bak instrument dengan tutup
1. Alat tidak steril  Reflek hammer
 Tensimeter  Alat pemeriksaan HB
 Stetoskop biokuler dan monokuler  Set pemeriksaan urin (protein+reduksi)

7
 Timbangan dewasa dan bayi  Pita pengukur
 Pengukur panjang badan dewasa dan  Hanscoon bersih, steril dan rumah tangga
bayi  Alat APD: apron, masker, kacamata, spatu bot
 Thermometer  Gunting verband
 Oksigen dalam regulator  Thoung sputel
 Ambu bag dengan masker  Set alat dan bahan kontasepsi lengkap : suntik,
 Resusitasi ibu dan bayi implant, IUD,kondom dan pil
 Penghisap lendir  Suction
 Lampu sorot  Sterilisator
 Penghitung nadi
2. Peralatan steril  Set peralatan bayi
 Set peralatan partus  Set peralatan KB
3. Bahan habis pakai  Plaster
 Kapas  Hanscoon
 Kain kasa  Sabun
 Handuk lap  Klorin
4. Formulis yang disediakan  Format ANC,INC,PNC,KB dan bayi
 Formulir informed consent  Formulir kematian
5. Sarana  Kamar mandi
 Rumah terbuat dari tembok  Ruang cuci pakaian/alat
 Lantai keramik  Ruang tunggu
 Ruang tempat tindakan  Wastafel
 Ruang perawatan  Tempat sampah
 Dapur  Tempat parkir
6. Obat-obatan  Uterotonika
 Roborantia  Antipiretika
 Vaksin  Koagulantika
 Syok anafilak: adrenalin 1:1000,  Anti kejang
antihistamine, hidrokortison,  Glyserin
aminophilin 230mg dan dopamine  Cairan infus
 Syok hypovolemic:dopamine,  Obat luka
norepinephrine, epinephrine atau  Cairan desinfektan
dobutamine  Obat penanganan asfesia pada BBL
 Sedative
 Antibiotic
7. Asuhan bayi rooming in/ rawat gabung
 Media penyuluhan kesehatan seperti
poster: pesan-pesan ASI eksklusif,
imunisasi, vitamin A, tanda bahaya dab
lain-lain

8
C. Pelayanan yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan
Dalam bidan praktik mandiri memberikan pelayanan yang meliputi
1. Penyuluhan kesehatan
2. Konseling KB, kesehatan reproduksi remaja
3. Konsultasi kehamilan
4. ANC (senam hamil dan perawatan payudara), INC (persalinan 24 jam) dan
PNC (senam nifas)
5. Perawatan bayi, imunisasi (ibu dan bayi) dan pasca keguguran
6. Pelayanan KB (IUD,AKDR,suntik dan pil).
7. Pelatihan hypno birthing untuk ayah dan bunda
8. Persalinan Normal dan Hypno Birthing
9. Pemasangan anting, imunisasi, memandikan bayi.
Seorang bidan juga dapat bekerjasama dengan dokter spesialis
dalam hal kegawat daruratan. Dan bekerjasama dengan Laboratorium X. Jika
ada pasien yang memungkinkan untuk diperiksa dan dapat dirujuk untuk ke
laboratorium X. Adapun pembagian keuntungan sesuai dengan jumlah
pasien. Untuk tarif yang dapat kita patok adalah sebagai berikut tetapi semua
tergantung pertimbangan masing masing bidan Tarif sebagai berikut :
1. KB ( Pil dan Suntik ). Pil Rp. 20.000,- dan Suntik Rp. 25.000,-
2. Pemeriksaan awal kehamilan Rp.80.000,-
3. Pemeriksaannya lanjutan Rp. 50.000,-dan Pemasangan anting Rp. 20.000,-
4. Persalinan Normal Rp. 1.500.000,-
5. Konsultasi kehamilan dan hypno birthing Rp. 50.000,-
6. Pelatihan Hypno Birthing Rp. 150.000/pertemuan
7. Persalinan Hypno Birthing Rp. 3.000.000,-
8. Pemasangan dan pelepasan IUD Rp. 400.000,-dan Rp.200.000,-
9. Imunisasi Rp. 20.000,-
10. Memandikan bayi Rp. 30.000,-

9
D. Planning Pembukaan Praktek Mandiri Bidan (PMB)

Sebelum memulai suatu perencanaan, sebaiknya kita membuat planning


terlebih dahulu itu sangatlah penting bagi seorang bidan sebelum mendirikan
sebuah klinik mandiri atau yang biasa dikenal dengan nama PMB . karena dengan
adanya suatu perencanaan yang fokus maka akan sangat membantu kita dalam
merealisasikan langkah-langkah yang nantinya akan kita jumpai sehingga BPM
yang kita dirikan nantinya dapat diterima oleh masyarakat sekitar dan pastinya akan
menguntungkan bagi semua pihak baik bagi bidan, klien/pasien bahkan lingkungan
masyarakat sekitar kita. Apabila nanti kita sudah menjadi seorang bidan yang
professional maka sebelum kita mendirikan sebuah BPM disekitar lingkungan
masyarakat kita, maka sebaiknya kita juga harus memperhatikan berbagai aspek-
aspek yang ada disana mulai dari keadaan lingkungan yang akan kitaa tempati,
kondisi masyarakat yang ada disana, dan aspek keterjangkauan dimana harapan kita
klinik itu nantinya bisa menjangkau semua keluhan yang dihadapi oleh pasien dan
bisa dengan mudah dijangkau oleh masyarakat yang lainnya juga sehingga
masyarakat tersebut dapat merasa puas dengan pelayanan kebidanan yang akan kita
berikan nantinya kepada mereka dan bisa merasakan kenyamanan dengan fasilitas
dari klinik yang kita dirikan tersebut. Dan selanjutnya Analisis yang akan kita
gunakan ini untuk membuat perencanaan tersebut lebih mudah sebelum
merumuskan perencanaan itu yaitu dengan memakai analisis “SWOT” yang terdiri
dari beberapa aspek yaitu diantaranya sebagai berikut:

1. S= Srtength ( kekuatan yang berasal dari internal)


 Lingkungan sekitar saya termasuk lingkungan yang bersih.
 BPM yang sudah ada disana lumayan jauh jaraknya dari penduduk
sekitar.
 Lingkungan sekitar tempat tinggal saya termasuk masyarakat yang
padat penduduk.
 Banyak masyarakat yang suka dan sering memeriksakan
kehamilannya kebidan.
 Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk
mendirikan BPM sesuai dengan strength /kekuatan yaitu:
1. Saya akan mencari lokasi yang sekiranya mudah dijangkau
oleh masyarakat sekitar
2. Mengumpulkan dana yang ada
3. Mengumpulkan data dan Menganalis berbagai kekurangan
atau keluhan masyarakat terhadap BPS yang sudah ada
kemudian berusaha mencari penyebab dan solusinya sehingga
berusaha untuk melengkapi semua kekurangan tersebut

10
2. W= Weakness ( kelemahan yang berasal dari internal)
 Masyarakat masih beranggapan kalau periksa kebidan itu biayanya
terlalu mahal.
 Kurangnya transportasi/ kondisi jalan yang masih sulit untuk dijangkau
oleh masyarakat sekitar (seperti: jalannya becek, berlumpur, dan
berbatu).
 Banyaknya BPM yang sudah berdiri dan dikelola oleh bidan yang sudah
berpengalaman.
 Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk
mendirikan BPM sesuai dengan weakness /kelemahan yaitu:
1. Meminta bantuan atau kolaborasi dengan bidan bidan yang
sudah praktik agar bisa membantu memberi masukan
2. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sadar kesehatan
3. Mendirikan BPS dengan desain senyaman mungkin untuk
pasien/ klien yang diantaranya dengan memberi fasilitas yang
baik, menyediakan ruang tunggu yang nyaman, membuat taman
kecil sebagai wahana pemandangan dan tempat bermain untuk
si kecil, menyediakan mushola, dan membangun tempat makan
dan belanja perlengkapan di dekatnya

3. O= Opportunity ( kesempatan yang dari eksternal)


 Dengan adanya kemauan dari diri sndiri untuk meningkatkan mutu
pelayanan kebidanan.dukungan dari keluarga
 Dengan adanya dukungan dari kelurga juga.
Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk
mendirikan BPM sesuai dengan opportunity /kesempatan yaitu:
1. Menyediakan kotak saran di depan tempat praktik, selalu menjaga
kebersihan tempat praktik dan melayani dengan ramah
2. Setelah BPS tersebut berdiri saya juga ingin menyediakan Apotek
serta ruang khusus untuk pertemuan ibu- ibu hamil,penyuluhan
kesehatan dll.

4. T= Threats ( Ancaman yang berasal dari eksternal)


 Sudah banyakanya praktik bidan praktik mandiri yang sudah
professional dan berpengalaman.
 Sudah banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan
pembangunan.
 Dengan melihat kondisi yang seperti ini maka planning saya untuk
mendirikan BPM sesuai dengan threats /ancaman yaitu:
1. Menjaga dan Meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan.

11
2. Mengembangkan lagi pembangunan BPM yang ada di
lingkungan sekitar agar lebih luas lagi nantinya.

E. Cara Analisa Kondisi Calon Lokasi Dan Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat.
Dalam membuat rencana usaha bidan praktek mandiri, pemilihan lokasi
usaha adalah hal utama yang perludipertimbangkan. lokasi strategis menjadi
salah satu faktor penting dan sangatmenentukan keberhasilan suatu usaha.
banyak hal yang harus dipertimbangkan dalammemilih lokasi, sebagai salah
satu faktor mendasar, yang sangat berpengaruh padapenghasilan dan biaya, baik
biaya tetap maupun biaya variabel. lokasi usaha juga akanberhubungan dengan
masalah efisiensi transportasi, sifat bahan baku atau sifat produknya,dan
kemudahannya mencapai konsumen. Lokasi juga berpengaruh terhadap
kenyamananpembeli dan juga kenyamanan anda sebagai pemilik usaha. bagi
wirausahawan pemula,sebaiknya berhati-hati dalam menentukan lokasi usaha,
jangan sampai asal pilih lokasi.karena hal tersebut bisa berdampak buruk pada
usaha kita.beberapa pakar wirausaha menyarankan, agar dalam memilih lokasi
usaha sepertiruko, kios, rumah atau kaki lima harus pas dengan jenis usaha yang
ditekuni. karena adausaha yang cocok didirikan di satu lokasi tapi tidak cocok
di tempat lain. Lokasi yang “strategis” dalam teori wirausaha ditafsir kan
sebagai lokasi di manabanyak ada calon pembeli, dalam artian lokasi ini mudah
dijangkau, mudah dilihatkonsumen, dan lokasi yang banyak dilalui atau dihuni
target konsumen yang berpotensimembeli produk atau jasa yang dijual. lokasi
seperti ini cocok untuk usaha perdaganganbarang atau jasa yang harus
berhubungan langsung dengan pelanggan.
Itu sebabnya pasar,pusat pertokoan, atau pusat perbelanjaan menjadi lokasi-
lokasi usaha perdagangan yang paling diincar orang. Usaha-usaha yang sangat
tergantung dengan lokasi strategis misalnya; rumah sakit, praktek swasta,
apotek,rumah makan, mini market, bengkel, toko pakaian, juga salon
kecantikan. mendapatkan lokasi yang strategis beberapa usaha malahan dapat
dilakukan di rumah. beberapa pengusaha suksesternyata memulai usahanya di
ruang tamu rumahnya sendiri. dokter, bidan, konsultan,teknisi elektronik, biro
jasa dan internet marketer banyak menggunakan bagian rumahnyauntuk tempat
usaha. dengan memanfaatkan rumah, anda bisa berhemat modal jutaan

12
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan
dibidang kesehatan dasar. Praktik bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktek pada sarana kesehatan atau program. Persyaratan
pendirian juga perlu diperhatikan, agar bidan dapat memberikan pelayanan yang
bermutu kepada setiap pasien. Dalam membuat rencana usaha bidan praktek
mandiri, pemilihan lokasi usaha adalah hal utama yang perlu dipertimbangkan,
sebagai salah satu faktor mendasar, yang sangat berpengaruh kemudahannya
mencapai konsumen. Lokasi juga berpengaruh terhadap kenyamanan pasien dan
juga kenyamanan anda sebagai pemilik usaha.

B. Saran
1. Bagi Mahasiswa
Diharapkan untuk mengetahui berbagai hal tentang Praktek Swasta mulai
dari pelayanan, manajemen, serta persyaratan pendirian PMB.
2. Bagi Bidan
Diharapkan untuk memperhatikan segala aspek dalam memberikan
pelayanan, terutama pada mutu pelayanannya.
3. Bagi Institusi
Di harapkan institusi lebih memberikan pengalaman serta pengetahuan
tentang Bidan Praktek Mandiri sehingga mahasiswa menjadi lebih tahu.

13
DAFTAR PUSTAKA
(http://deardealiciousj.blogspot.com/2013/01/contoh-makalah-bidan-praktik-
mandiri.html) (minggu, 3 maret 2019)

(http://ayutiara-unipdu.blogspot.com/2013/03/membuka-bidan-praktek-
swasta.html) (minggu, 3 maret 2019)
( http://materi-paksyaf.blogspot.com/2013/10/bidan-praktek-mandiri.html)
(minggu, 3 maret 2019)

http://www.ibi.or.id/index.asp?part=2011020020&lang=id
(http://imamah03.blogdetik.com/2012/01/11/perencanaan-bidan-praktek-mandiri-
bpm/) (minggu, 3 maret 2019)
https://vellypuspitasari.wordpress.com/2015/05/20/bpmbidan-praktek-mandiri/

14
MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas


Mata Kuliah Kewirausahaan

Oleh:

Oleh :

1. Epi Setiawati
2. Neng Lia Meliana
3. Nuria Listiani
4. Ules Sulastri
5. Widya Zahro
Kelas 3 - B

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
TAHUN AJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat allah swt atas limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami selaku penulis makalah ini dapat menyelesaikan makalah ini. Tak
lupa pula kami ucapkan syukur kepada nabiullah saw yang telah membawa kita dari dunia yang
penuh dengan kebodohan ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.

Terimah kasih kami ucapkan pula kepada dosen mata kuliah kewirausahaan atas bimbingannya
dalam penyelesaian makalah ini. Adapun makalah ini merupakan tugas mata kuliah
kewirausahaan, dengan judul “Kewirausahaan Dalam Praktik Mandiri Bidan (PMB)”.

Kami selaku penulis makalah ini tentunya juga menyadari akan kekhilafan, maka dari itu kami
mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan tugas
berikutnya.

Semoga makalah ini bermanfaat.

Ciamis, 07 April 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................ ii

DAFTAR ISI.............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...................................................................................... 1

B. Tujuan.................................................................................................... 1

C. Metode Penulisan.................................................................................. 2

BAB II PERMASALAHAN ...................................................................... 3

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengertian Wirausaha........................................................................... 4

B. Definisi PMB......................................................................................... 4

C. Tujuan Membangun PMB.................................................................... 5

D. Langkah-Langkah Pembangunan Usaha............................................. 5

E. Kewirausahaan Dan Networking......................................................... 7

F. Strategi Dalam Wirausaha PMB.......................................................... 8

G. Sasaran Dari Pembangunan PMB........................................................ 8

H. Kendala Yang Dihadapi PMB.............................................................. 9

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan....................................................................................... 11

B. Saran.................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seorang bidan yang membuka praktek mandiri dapat disebut juga sebagai wirausahawan.
Dimana wirausahawan adalah seorag yang memiliki keahlin menjual, mulai menwarkan ide
hingga komoditas yakni layanan jasa. Sebagai pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa
kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha
mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di
dukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan
secara strategis dan mempunyai kemampuan personal selling yang baik guna meraih sukses.
Diharapkan bidan nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu
mengelola manajemen pelayanan secara professional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1. Mahasiswa mampu menjelaskan wirausaha.

2. Mahasiswa mampu mendefinisikan apa itu PMB

3. Mahasiswa mampu memaparkan tujuan membangun PMB.

4. Mahasiswa mampu menjelaskan langkah-langkah pembangunan usaha.

5. Mahasiswa mampu menjelaskan kewirausahaan dan networking.

6. Mahasiswa mampu menjelaskan strategi dalam wirausaha PMB.

7. Mahasiswa mampu menjelaskan sasaran dari pembangunan PMB.

8. Mahasiswa mampu menjelaskan kendala yang dihadapi PMB.


BAB II

PERMASALAHAN

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan antara lain:

A. Apakah yang dimaksud dengan wirausaha?

B. Apakah defenisi daripada PMB?

C. Apakah tujuan membangun PMB?

D. Bagaimana langkah-langkah pembangunan usaha?

E. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan dan networking?

F. Bagaimanakah strategi dalam wirausaha PMB?

G. Apa saja sasaran dari pembangunan PMB?

H. Apa saja kendala yang dihadapi PMB?


BAB III

PEMBAHASAN

A. Pengertian Wirausaha

Kewirausahawan berasal dari kata wira dan usaha. Menurut dari segi etimologi, wira
artinya pejuang, pahlawan manusia unggul,, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak
agung. Usaha artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. jadi wirausaha adalah pejuang
atau pahlawan yang berbuat sesuatu. wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang
dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat
guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan factor keturunan atau
bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Bidan yang telah menyelesaikan pendidikannya minimal D3 dapat melakukan wirausaha


kebidanan.

B. Defenisi Praktik Mandiri Bidan

Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di bidang


kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan
oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan
kemampuannya. Bidan yang menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan
(SIPB) sehingga dapat menjalankan praktek pada saran kesehatan atau program. (Imamah,
2012:01)

Praktik Mandiri Bidan memiliki berbagai persyaratan khusus untuk menjalankan


prakteknya, seperti tempat atau ruangan praktek, peralatan, obat – obatan. Namun pada
kenyataannya PMB sekarang kurang memperhatikan dan memenuhi kelengkapan praktek serta
kebutuhan kliennya. Di samping peralatan yang kurang lengkap tindakan dalam memberikan
pelayanan kurang ramah dan bersahabat dengan klien. Sehingga masyarakat berasumsi bahwa
pelayanan kesehatan bidan praktek mandiri tersebut kurang memuaskan. ( Rhiea, 2011 : 01)

Praktek pelayanan bidan mandiri merupakan penyedia layanan kesehatan, yang memiliki
kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan, khususnya dalam meningkatkan
kesejahteraan ibu dan anak. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses
pelayanan yang bermutu, perlu adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas persiapan
sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek seperti perizinan, tempat, ruangan, peralatan
praktek, dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar.

Bidan yang melakukan praktek harus memiliki SIPB sehingga dapat menjalankan praktek
pada saran kesehatan atau program. SIPB dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/
kota yang seterusnya akan disampaikan laporannya kepada kepala dinas kesehatan provinsi
setempat dengan tenbusan kepada organisasi profesi setempat.
C. Tujuan Praktik Mandiri Bidan

1. Umum

Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau kepada
masyarakat terutama ibu dan anak.

2. Khusus

a. Untuk membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal

b. Untuk menerapkan ilmu yang sudah didapatkan

c. Untuk mengembangkan usaha berupa penjualan jasa kepada masyarakat.

D. Langkah-Langkah yang Dilakukan Dalam Pengembangan Usaha

1. Menjalin komunikasi dengan orang lain

Maksudnya agar tidak ketingggalan informasi diperlukan mata-mata dalam menjalankan usaha,
tentunya mata-mata dalam arti positif yaitu ornag yang bertugas mengumpulkan informasi untuk
mendukung kemajuan usahanya. Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain
mempermudah mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.

2. Berani berinvestasi

Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/ modal yang terbatas, diharapkan untuk berani
menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi ataupun berusaha
mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya pertanggung jawaban untuk
melunasinya.

3. Promosi

Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan. Sehingga
konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan dapat
mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar, karena bazar adalah sarana promosi
yang murah dan dapat dijadikan momen untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru
mempersiapkan brosur ataupun spanduk.

4. Dapat memilih tempat yang strategis

Dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat perlu adanya keunikan. Karena dengan
keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen yang mencari, dan semakin besar
peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat memberikan nilai
tambah didalam penjualan produk ataupun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.
5. Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis

Yakni dengan jalan waralaba lisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale.

6. Strategi untuk mendapatkan keuntungan besar

Seringkali para pemilik bisnis berpikir bahwa untuk meningkatkan profit/ keuntungan
maka mereka harus menaikkan jumlah pelanggan mereka dan omset mereka/ total pendapatan
kotor mereka. Anggapan ini adalah salah, karena profit, omset, dan pelanggan sebenarnya adalah
hasil akhir yang tidak dapat diubah bila kewirausahaan tidak mengubah srategi tersebut.

E. Kewirausahaan dan Networking

Penerapan networking dalam bidan pribadi (bidan professional) dapat berupa: promosi
dan pemasaran pelayanan bidan secara getok tular untuk menjaring klien baru. Hal ini diperoleh
ketika ada seorang klien atau pasien yang merasa puas dengan pelayanan professional bidan
tersebut kepada klien maupun calon klien lain terutama yang mengalami ketidakpuasan untuk
pindah ke pelayanan professional oleh bidan tersebut. Promosi dan pemasaran pelayanan bidan
melalui jejaring media social. Bidan yang up to date dengan teknologi kini dan tidak gatek dapat
sharing informasi dan pengalaman dan berkomunikasi dengan klien atau calon klien
menggunakan media social misalnya FB, Twitter, dan sebagainya.

F. Sasaran

Penerapan networking dalam bidan pribadi (bidan professional) dapat berupa: promosi
dan pemasaran pelayanan bidan secara getok tular untuk menjaring klien baru. Hal ini diperoleh
ketika ada seorang klien atau pasien yang merasa puas dengan pelayanan professional bidan
tersebut kepada klien maupun calon klien lain terutama yang mengalami ketidakpuasan untuk
pindah ke pelayanan professional oleh bidan tersebut.. Layanan yang paling sering dibutuhkan
adalah partus atau persalinan. Bayi dan balita yang membutuhkan imunisasi juga bisa menjadi
konsumen jasa bidan praktik mandiri. Ibu hamil menjadi konsumen jasa bidan praktik mandiri.
Ibu hamil biasa memeriksakan kesehatan kandungannya. Ibu melahirkan bayinya dengan
bantuan bidan, hingga para ibu yang ingin mengimunisasikan bayi mereka ataupun para ibu yang
ingin mengikuti program.

G. Strategi

Produk yang dipasarkan adalah berupa jasa pelayanan dibidang kebidanan yang meliputi
pelayanan pemeriksaan hamil, bersalin, nifas, bayi, balita, dan KB. Strategi pemasaran yang
dilakukan dapat melalui mulut ke mulut. Sementara untuk memperkenalkan program unggulan
senam hamil ditempuh melalui promosi kesehatan dengan memperkenalkan senam hamil pada
ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal tentang mamfaat dan keuntungan melakukan senam
hamil.

Strategi yang ditempuh untuk dapat menarik perhatian klien adalah dengan menjadi bidan yang
professional, efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan, ramah, cepat tanggap terhadap
keadaan klien, tidak membeda-bedakan pasien, meningkatkan keterampilan agar dapat
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi serta menjalin kerja sama dengan rumah
sakit atau klinik untuk mempercepat penanganan bila terjadi kegawatdaruratan. Biaya pelayanan
yang terjangkau juga merupakan salah satu strategi pemasaran.

Dengan fasilitas pelayanan yang memadai dan keramahtamaan petugas dalam memberikan
pelayanan kepada pasien, maka akan membuat pasien merasa nyaman dan puas dengan
pelayanan yang diberikan. Disini juga disediakan kotak saran tertulis jika pasien ingin
menyampaikan keluhan terkait pelayanan.

H. Kendala yang Dihadapi

Kendala yang dirasakan dalam usaha praktek bidan swasta ini biasanya hanya seputar masalah
teknis persalinan. Salah satu contohnya adalah anjuran untuk sebelum saatnya mengejan tetapi
ternyata pasien tidak mengiindahkan dan tetap mengejan. Tentu hal ini sangat merepotkan
apabila bidan tidak terbiasa menangani hal seperti itu. Selain kendala di atas, untuk jasa praktek
bidan swasta yang berada di wilayah pedesaan, kendala yang sering dirasakan adalah apabila ibu
hamil tinggal di daerah pegunungan dan jalan menuju daerah tersebut sulit dijangkau. Dalam hal
ini memang sering terjadi, mengingat rata-rata kondisi jalan daerah pedesaan tidak sebagus dan
semudah di kota.

Untuk jam praktek, mereka bisa dibilang 24 jam penuh nonstop. Salah satu penyebabnya adalah
proses persalinan yang sering tidak bisa diperkirakan. Ini merupakan resiko jika mereka benar-
benar terjun di usaha ini.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para
wirausahaan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan
produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang
wirausaha yang soft kill yang artinya adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak
mudah putus asa asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik
kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdoa.

B. Saran

Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami menyarankan supaya kita sebagai calon pendidik
ataupun nantinya kita tidak terjun ke dunia pendidikan, kita dapat menerapkan sifat
kewirausahaan dalam profesi kita. Kewirausahaan khususnya pada penyelenggaraan Praktik
Mandiri Bidan (PMB). Sehingga dapat terselenggara Bidan Praktek Mandiri yang dapat
memberikan dukungan dalam pencapaian kesehatan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.ukb.ac.id/wpcontent/uploads/2017/03/Persiapan_Membuka_PMB_MEMBUKA_BI
DAN_PRAK-2.pdf

http://rahmarasyid.bogspot.com/kewirausahaan-bidan-praktek-swasta/ diakses oleh Rahma


Rasyid tanggal 22 November 2012

http://kebidanan.blogspot.in/wirausaha-bidan-praktek-swasta/ diakses oleh Ira Ulva tanggal 07


Oktober 2013

http://ayepunye.blogspot.com/membuka-bidan-praktek-swasta/ diakses oleh Ayu Thyara tanggal


30 Maret 2013

http://repository.usu.ac.id/bitstream/kewirausahaan-bidan-praktek-swasta/ diakses oleh