Anda di halaman 1dari 18

MakaLah Kontribusi Media PembeLajaran dan Dampak

Perkembangan Teknologi Informasi Sebagai Media

O
L
E
H

Nama : Gugun Gultom


Infan L Sipangkar
Sadarman H Laia
Fredy Sitanggang

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


FAKULTAS TEKNIK
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat yang telah diberikan baik berupa
nikmat kesehatan ataupun nikmat kesempatan sehingga penulisan makalah ini dapat
diselesaikan.
Penulis tahu, bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dari
sisi isi pembahasan, penulisan kalimat dan sebagainya, beranjak dari kesadaran itu penulis
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif sebagai penambahan pengetahuan bagi
penulis dalam menyusun makalah di lain waktu.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah ini yang telah
memberikan ilmunya serta bimbingannya kepada kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan
dengan baik.

Medan, Maret 2020

(Kelompok 2)

DAFTAR ISI
Judul ...................................................................................................... i
Kata Pengantar........................................................................................ ii
Daftar Isi.................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN........................................................................... 1
A.   Latar Belakang Masalah................................................................ 1
B.   Rumusan Masalah......................................................................... 3
C.   Tujuan ........................................................................................... 3
BAB II. PEMBAHASAN............................................................................ 4
A.   Pengertian Media Pembelajaran Dan Sumber
Belajar........................................................................................... 4
1.    Media belajar .......................................................................... 4
2.    Sumber Belajar........................................................................ 5
B.   Fungsi Media Pembelajaran.......................................................... 6
C.   Peranan Media Dan Sumber Belajar............................................. 7
1.    Peranan Media Pembelajaran.................................................. 7
2.    Peranan Sumber Belajar.......................................................... 8
D.   Manfaat Media Pembelajaran........................................................ 8
BAB III. PENUTUP................................................................................... 10
A.   Kesimpulan............................................................................... 10
B.   Saran........................................................................................ 11
DAFTRA PUSTAKA................................................................................. 12
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang


Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar
dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode
mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih
ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memili media pembelajaran, antara lain
tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan siswa jyasau setekag
oenbekaharab berkabgsybgm dab jibtejs oenbekaharab ternasuk karakteristik siswa. Meskipun
demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai
alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata
dan diciptakan oleh guru.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat
dan keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan
membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada
tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan
penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.
Tak bisa dipungkiri, dewasa ini media telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Di negara
maju, media telah mempengaruhi hampir sepanjang waktu hidup seseorang. Bahkan seorang
insinyur ternama Amerika Serikat, B. Fuller mengatakan bahwa media telah menjadi "orang tua
ketiga" bagi anak (guru adalah orang tua kedua). Meskipun perkembangannya di Indonesia
belum mencapai taraf seperti itu, namun kecenderungan ke arah itu sudah mulai tampak. Dalam
dunia pendidikan dan pembelajaran, peranan media juga tidak bisa diabaikan.
Sebagai salah satu komponen pembelajaran, media tidak bisa luput dari pembahasan sistem
pembelajaran secara menyeluruh. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus
mendapat perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran. Namun kenyataanya bagian inilah
yang masih sering terabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain:
terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak
tersedianya biaya, dll. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru telah membekali diri
dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal media pembelajaran. Sesungguhnya betapa
banyak jenis media yang bisa dipilih, dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi
waktu, biaya maupun tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Setiap jenis media memiliki
karakteristik tertentu yang perlu kita pahami, sehingga kita dapat memilih media yang sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.
B. Rumusan Masalah
1.  Menjelaskan pengertian media pembelajaran, sumber belajar.
2.  Menjelaskan fungsi, media dalam pembelajaran.
3.  Menjelaskan peranan media dan sumber belajar.
4.  Menjelaskan manfaat dari media pembelajaran.
C. Tujuan
1.     Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan media belajar dan sumber belajar.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Media Pembelajaran Dan Sember Belajar


1.  Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium secara harafiah
berarti perantara atau pengantar. Banyak batasan yang diberikan tentang pengertian media.
Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association Of Education and Communication
Technology/ AECT) sebagaimana dikutip Arief S. Sadiman (2006: 6) membatasi media sebagai
segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Ahmad
Rohani (1997: 3) mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat diindra yang
berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses belajar-mengajar).
Pengertian serupa diungkapkan Arief S. Sadiman (2006: 7) yang menyatakan media adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi. Sementara Smaldino, et.al (2005:5) menyatakan media sebagai
sarana komunikasi dan sumber informasi.
Untuk memahami pengertian media pembelajaran lebih lanjut, mari kita simak pendapat dari
beberapa ahli lainnya, Gagne dalam Yusufhadi Miarso (2007: 457) menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa/mahasiswa yang dapat
merangsang siswa untuk belajar. Briggs dalam Yusufhadi Miarso (2007: 457) menyatakan
bahwa media pembelajaran adalah sarana untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya
proses belajar terjadi. Media pendidikan/pembelajaran berkembang sejalan dengan
perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan dari media visual, audio visual, televisi,
komputer hingga teknologi modern lainnya.
2.  Sumber Belajar
Saudara mahasiswa yang berbahagia, dalam usaha meningkatkan kualitas proses
pembelajaran dan hasil pembelajaran, guru tidak boleh melupakan satu hal yang sudah pasti
kebenarannya yaitu bahwa peserta didik atau siswa harus diupayakan untuk banyak berinteraksi
dengan sumber belajar. Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diwujudkan proses
pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal. Namun demikian
sebelum kita membahas topik ini lebih lanjut perlu diketahui, apa sebenarnya sumber belajar
itu?, mengapa hal ini penting dibahas, karena dalam banyak kesempatan sering dijumpai bahwa
seseorang memaknai sumber belajar hanya guru dan buku.
AECT (1977) mengartikan sumber belajar sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang)
yang dapat dipakai oleh pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk
memperlancar belajar. Dalam hal ini sumber belajar meliputi pesan, orang, material, alat, teknik,
dan lingkungan. Sumber belajar bahkan berubah menjadi komponen sistem instruksional apabila
sumber belajar itu diatur sebelumnya (prestructured), didesain dan dipilih lalu dikombinasikan
menjadi suatu sistem instruksional yang lengkap sehingga berdampak pada pembelajaran yang
bertujuan dan terkontrol.

B. Fungsi Media Pembelajaran


Menurut Latuheru (1988), fungsi utama dari media pembelajaran adalah untuk meningkatkan
interaksi antara guru dan murid. Sejalan dengan Latuheru, Brown, Lewis dan Harcleroad (1983),
menyatakan bahwa media pembelajaran berperan semakin penting untuk memungkinkan siswa
mencapai manfaat dari belajar secara individual.
Secara rinci Sadiman (1990) menyatakan bahwa fungsi media pembelajaran adalah sebagai
berikut :
1.  Dengan menggunakan media pembelajaran pesan yang akan dikomunikasikan menjadi jelas dan
dapat dipahami.
2.  Digunakan untuk mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu.
3.  Dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar
4.  Memungkinkan interaksi langsung antara murid dengan lingkungan dan realita belajar.
5.  Dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar yang sama dan membangkitkan persepsi
yang sama pula walau ada perbedaan pada setiap individu siswa.

C. Peranan Media Dan Sumber Belajar


1.  Peranan media pembelajaran

Ada beberapa peranan media pembelajaran menurut Ahmad Rohani (1997), diantaranya
adalah:
a.  Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.
b.  Media pembelajaran mengatasi batas-batas ruang kelas.
c.   Mengamati benda yang terlalu kecil.
d.  Mengamati benda yang bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.
e.  Mengamati suara yang halus untuk didengar.
f.    Mengamati peristiwa-peristiwa alam.
g.  Media pembelajaran berperan membangkitkan minat belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa media pembelajaran berperan untuk membantu
mewujudkan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat mengatasi permasalahan-
permasalahan yang menyangkut pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana
(2005) bahwa media pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses pembelajaran.

2.  Peranan Sumber Belajar


Sama halnya seperti media pembelajaran, sumber belajar juga memiliki peranan, diantaranya
adalah sebagai berikut:
a.  Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh pengetahuan (belajar).

b.  Mentransmisi rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa (ungkapan transmisi dalam
konteks ini mempunyai dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan “apa,
siapa, di mana, dan bagaimana”; pertanyaan-pertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu
mengorganisasi dimensi sumber belajar.

D. Manfaat Media Dalam Pembelajaran


Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi guru dan
siswa, dengan maksud untuk membantu siswa belajar secara optimal. Namun demikian, secara
khusus manfaat media pembelajaran seperti dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985), yaitu:
1.  Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.

2.  Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang sesuatu hal. Melalui media,
penafsiran yang beraneka ini dapat direduksi, sehingga materi tersampaikan secara seragam.

3.  Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

4.  Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual),
sehingga dapat mendeskripsikan prinsip, konsep, proses maupun prosedur yang bersifat abstrak
dan tidak lengkap menjadi lebih jelas dan lengkap.

5.  Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.

6.  Jika dipilih dan dirancang dengan benar, maka media dapat membantu guru dan siswa
melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa media, guru mungkin akan cenderung
berbicara “satu arah” kepada siswa.

7.  Jumlah waktu belajar dapat dikurangi.

8.  Seringkali terjadi, para guru banyak menghabiskan waktu untuk menjelaskan materi ajar.
Padahal waktu yang dihabiskan tidak perlu sebanyak itu, jika mereka memanfaatkan media
dengan baik.

9.  Kualitas belajar siswa dapat lebih ditingkatkan.

10.  Penggunaan media tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih efesien, tetapi juga
membanu siswa menyerap materi ajar secara lebih mendalam dan utuh.

11.  Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
12.  Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar di mana saja
dan kapan saja mereka mau, tanpa bergantung pada keberadaan guru.

13.  Sikap positif siswa terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.

B. DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA


DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas. Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah mengalami evolusi
sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah melahirkan generasi baru yaitu terjadinya
penggabungan antara Teknologi Komputer dan Komunikasi sehingga sering di sebut sebagai
Teknologi Informasi yang dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan
mudah dan cepat.

I.Pemanfaatan Perkembangan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi pun dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai
media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja
pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang cenderung tidak
efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor
sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.

Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional, orang
mulai melihat kelebihan lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat
eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik, dan
sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan kepada perangkat
komputer. Dari manfaat yang didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan
untuk membantu operasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam memberikan
pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan
tanpa dibatasi waktu dan ruang.

Teknologi Informasi dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam
bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan sosial.

1.  Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :


üBerbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan
orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.

üKonsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan
mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.

üKelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak
jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.

üInternet banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan internet.
Transakasi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan.

2.  Manfaatan TIK dalam bidang bisnis/usaha antara lain :

üSMS Banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan SMS (short
Message Service ). Transaksi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, dan
pembayaran tagihan.

üE-commerce adalah perdagangan elektronik (Electronic commerce ) adalah perdagangan yang


dilakukan dengan memanfaatkan internet.

3.  Manfaat TIK dalam bidang pemerintahan antara lain :

üG2C (government to citizen), adalah pemanfaatan TIK untuk melayani kebutuhan masyarakat
luas, misalnya melayanai kependudukan dan administrasi.

üG2B (government to business), adalah pemanfaatan TIK untuk melayani kebutuhan dunia
usaha, misalnya pengurusan izin usaha, permintaan data statistik yang dibutuhkan pengusaha,
dan sebagainya.

üG2G (government to government), adalah pemanfaatan TIK untuk melayani kebutuhan


lembaga pemerintah lain, departemen lain, pemerintah diatas atau

dibawahnya, dan sebagainya.

4.  Manfaat TIK dalam bidang sosial antara lain :

üSebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat.

üUntuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat


üMeningkatkan informasi kesehatan. Untuk melihat peluang yang lebih luas untuk memasarkan
produk setempat.

üMengembangkan perdagangan melalui e-commerce

II.Dampak dari perkembangan teknologi informasi terhadap  masyarakat

a.  Dampak Teknologi Informasi Sosial & Psikologis

1.  Ketergantungan

Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan
oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya  seakan-akan menemukan
dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa
menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain gamesyang ada.

Solusi :

Ketergantungan dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari


lingkungan dan orang-orang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut
dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang ditawarkan oleh komputer.
Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah (menyibukkan diri)
seperti olahraga, traveling, bersosialisasi dengan teman, maka akan lebih sedikit waktu yang
dihabiskan di depan komputer.

2. Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia
internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat
menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman
dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain
permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan
komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Bahkan ada sebuah penelitian
yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan
yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam
kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki
kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku

agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk
bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan

Solusi :
Dampak negatif tersebut dapat diminimalisasi dengan adanya peran serta dari orang tua.
Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak,
bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan
tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh
mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya. Seperti memasang software yang
dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau
parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan
kekerasan. Mengatur peletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang
keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal dalam
penggunaan komputer.

3. Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah.
Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama
kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno.
Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada
seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-
anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan
besar memiliki

keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.

Solusi :

Solusi untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi
untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal ini, Pertama-
tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang
lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan
penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana
penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.

4. Antisocial Behavior

Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial
behavior. Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya
dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli
lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah
komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya,
sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama
kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang
disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang
sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada
lagi interaksi ataupun sosialisasi.

Solusi :

Antisocial behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan
dampak buruk dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan
keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll.
Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu
kebutuhannya selain kebutuhannya akan komputer.

b. Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan

1.  Malas belajar dan mengerjakan tugas

Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang
terutama anak-anak yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena
mereka menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau belajar.

Solusi :

Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan memaksimalkan peran serta
orang tua dalam memberikan perhatian, pengertian dan membimbing anak-anak dalam belajar
dan bermain. Sehingga bila anak-anak dirasa sudah berlebihan dalam menggunakan komputer
orang tua bisa segera membatasi dan mencegah terjadinya ketergantungan.

2. Perubahan Tulisan Tangan

Dengan kemudahan dan kepraktian yang diberikan oleh komputer, terutama dalam hal
menuliskan suatu text, membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus
menulis secara manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami

perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan
dan sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis secara manual.

Solusi :

Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan menyeimbangkan antara
penggunaan tulisan manual dengan mengetik di komputer. Cobalah untuk tidak hanya
mengandalkan komputer untuk membuat suatu text, karena perlu disadari bahwa tidak selamanya
kita dapat mengandalkan teknologi. Teknologi hanyalah seperangkat alat yang bisa saja tiba-tiba
terjadi kerusakan ataupun error, yang dimana pada saat itu kita tidak dapat lagi
mengandalkannya, sehingga kita juga harus dapat menyeimbangkan antara penggunaan secara
manual dengan penggunaan teknologi.
BAB III
KESIMPULAN

A.  Kesimpulan

1.  Media pendidikan yang dipergunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi pendidik dan
peserta didik dalam proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai media pembelajaran. Media
pembelajaran secara khusus dipergunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
atau kompetensi tertentu yang dirumuskan.
2.  Sumber belajar sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang) yang dapat dipakai oleh
pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk memperlancar belajar dan
meliputi pesan, orang, material, alat, teknik, dan lingkungan.
3.  Peran media dalam pembelajaran sangat signifikan, karena media pembelajaran merupakan suatu
bagian integral dari keseluruhan proses pendidikan dalam semua program dan jenjang. Kualitas
outpot dari sebuah sekolah termasuk media sebai salah satu unsur yang menentukan, Karenanya
seorang guru profesional tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran yang akan
disampaikan kepada anak didiknya, akan tetapi juga harus mampu memanfaatkan
mengembangkan media pembelajaran, agar pencapaian prestasi belajar akan sesuai dengan
standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai.

B. Saran
Dengan adanya makalah ini dapat membantu kita sebagai calon guru harus memperhatikan
dan melaksanakan tugas sebagai seorang guru dengan peran dan tanggungjawab yang sudah
diberikan kepada kita.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar, 1997 .Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gerlach, Ely, Donald.1980. Teaching and Media: A Systematic Approach. (2nd ed.) Prentice-Hall,
Inc.New Jersey
http://sumut.kemenag.go.id/
Heinich, R., Molenda, M., and Russel,J.1985. Instructional Media and the New Technologies of
Instruction.John Wikkey & Sons, Inc.Ottawa.
Kasbollah,K.1993. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Inggris I (Teaching Learning Strategi.) IKIP
MALANG, Malang.
Latuheru,D.J.1988. Media pembelejaran dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Depdikbud Dirjen
Dikti, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga kependidikan.
Rohan, Ahmad,1997.Media Instructional Educatif, Rineka Cipta, Jakarta.
Rosyidah,Asmawatie, 2002. Developing Listening Materials for Teaching English at MAN Malang I
unpublished Thesis, Graduate Program in English Education, State University of Malang,
Malang
Sudjana dan Riva’i,1989. Media Pengajaran,Sinar baru, Bandung.

Diposting oleh Unknown di 03.51


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

 ▼  2013 (3)
o ▼  Mei (2)
 DEFINISI PEMBELAJARAN
 MakaLah Peran Media PembeLajaran
o ►  April (1)

Media PembeLajaran Rosni

Unknown
Lihat profil lengkapku
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.