Anda di halaman 1dari 33

22

ASESMEN AWAL KEPERAWATAN RAWAT NRM : 024176


INAP PSIKIATRI DEWASA
Nama : Tn. E
(dilengkapi dalam 24 jam pertama pasien masuk ruang
Tanggal Lahir : 07/10/1983
rawat)

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN

Tanggal : 21 februari 2020 Jam : 09:00 Ruang Rawat : Kutilang

Pendidikan : SD Agama : Islam Suku : Lampung

Sumber Data : √ Pasien Keluarga lainnya

Rujukan : Tidak Ya, dari : RS Puskesmas Dokter


Diagnosa rujukan : Skizoferenia Paranoid..................................................................................

Cara Datang : Datang sendiri Diantar, Nama Pengantar : Ny. Halimah



Hubungan dengan pasien : Ibu Kandung

I. ALASAN KE RUMAH SAKIT


Keluhan Utama : Keluhan Klien saat ini mengeluh seing mendengar suara-suara/bisikan
ibunya memanggil dan mendengar suara itu klien marah-marah serta klien saat ini sering
mendengar suara bisikan yang tidak jelas . Menurut klien halusinasi terjadi 2-3x dalam sehari,
biasanya sering muncul saat siang hari dan juga malam hari. Klien sendiri merasa tidak
nyaman bila halusinasi nya muncul karna hal tersebut menyebabkan klien melampiaskan nya
dengan mandi tidak menggunakan sabun ,biasanya saat halusinasi muncul klien mondar-
mandir dan kadang terduduk. Klien mengatakan pencetus halusinasi saat sedang sendiri dan
tidak ada kegiatan. Selain itu, kalau klien tidak minum obat secara rutin sehingga halusinasi
tersebut muncul semakin parah dan sanggat menggangu aktivitas klien, selain itu klien juga
tidak melakukan anjuran perawat atau dokter, klien tampak senyum-senyum sendiri, bicara
sendiri, dan komatkamit serta marah tanpa sebab. Klien mengatakan sering merasa kesal
mendengar suara atau bisikan halusinasinya. Klien juga mengatakan inggin sendiri.

II. RIWAYAT KESEHATAN


1. Pernah dirawat? Tidak Ya, jika ya jelaskan tempat dan waktu perawatan

23

Jelaskan : klien pernah dirawat 2 th yang lalu diRSJ Bandar Lampung, th 2017/2018
dengan masalah yang sama,
2. Penyakit yang pernah di alami : Skizoferenia Paranoid
3. Riwayat operasi : Tidak ada
4. Riwayat alergi : Tidak
Reaksi alergi : Tidak ada
5. riwayat penggunaan/ketergantungan terhadap zat (waktu, jenis, frekuensi, jumlah dan
lama penggunaan)
Obat-obatan Rokok NAPZA Liannya, sebutkan ...........................

Jelaskan : Klien pernah menggunaan Shabu kurang lebih 5 tahun yang lalu, dalam kurun
waktu selama 1 tahun yakni tahun 2015/2016, sejak itu klien mulai mengalami masalah
kesehatan jiwa.

III. RIWAYAT PENYAKIT MASA LALU


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? Tidak Ya

2. Pengobatan sebelumnya Berhasil √ Kurang berhasil Tidak berhasil
3. Riwayat Pelaku/usia Korban/Usia Saksi/Usia
Aniaya Fisik
-
Aniaya Fisik
Penolakan
Kekerasan dalam keluarga

Tindakan kriminal

Jelaskan : klien mengalami sakit jiwa sejak tahun 2017, pengobatan selama ini kurang
berhasil karena klien tidak meminum obat secara rutin.
4. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangankan
Jelaskan : klien mengatakan dulu pernah gagal menikah dan diputuskan dengan
pacarnya, hal tersebut membuat klien merasa frustasi, putus asa dan memicu untuk
memakai Napza, ekspresi klien tampak berubah dan tampak murung, membahas masa
lalunya.
Masalah Keperawatan : Keputusasaan.
24

IV. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Apakah ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa : Ya √Tidak

(Jika ya hubungan keluarga, gejala, riwayat pengobatan)

Genogram
Laki-laki
Perempuan
Meninggal
Klien
Tinggal salam satu rumah
Bercerai
37

Keterangan Genogram :
Klien anak ke 1 berusia 37 tahun dan menurut kline
tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit
jiwa, saat ini klien belum menikah dan masih tinggal
serumah dengan ibunya, menurut klien ibu nya saat ini
tidak sayang dan kurang perhatian dengan dirinya.
Klien mengatakan biasanya saat ada masalah hanya
dipendam dalam hati dan tidak pernah cerita dengan
keluarga dan orang lain, klien merasa diabaikan
dengan keluarga selama ini, klien juga mengatakan
keluarga belum ada yang menenggok/besuk selama di
rumah sakit
Masalah Keperawatan : koping keluarga tidak efektif

V. PERSEPSI KESEHATAN
Klien mengatakan saat ini merasa sehat dan baik-baik saja serta tidak ada keluhan, saat ini
klien merasa sudah sembuh dan inggin pulang kerumahnya. Selama dirawat klien tidak tau
nama dan kegunaan obat yang dikonsumsinya.
Masalah Keperawatan : kurang pengetahuan
VI. Pemeriksaan fisik
1. Keluhan fisik
Klien mengeluh kuli terasa gatal
TD : 120/80 mmHg Nadi : 80 x/m RR : 20 x/m Suhu : 36,5 oC
2. Penilaian Skala Nyeri
Keluhan nyeri : Tidak ada nyeri
Nyeri kronis : Tidak ada nyeri
25

Nyeri Akut : Tidak ada nyeri

0 2 4 6 8 10

Tidak Sedikit Agak Mengganggu Sangat Tak


nyeri sakit Mengganggu aktifitas mengganggu tertahankan

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kategori : 1 – 3 : nyeri ringan 4 – 6 : nyeri sedang 7 – 10 : nyeri berat

Masalah Keperawatan : tidak ditemukan masalah

3. Skrining Status Nutrisi (berdasarkan Malnutrition Screening Tool/MST)


Berat badan : 65 Kg Tinggi Badan : 165cm IMT : 23,9(Berat Badan ideal)
Sudah dilaporkan ke Tim Terapi Gizi : Ya, tanggal 06/03/2020
(Lingkari skor sesuai dengan parameter penelitian. Total skor adalah jumlah skor yang
dilingkari)

N Parameter Skor
o
1. Apakah pasien mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan dalam 6
buln terkahir?
a. tidak penurunan berat badan 0
b. tidak yakin/ tidak tahu/ terasa baju lebih longgar 2
c. jika ya, berapa penurunan berat badan tersebut 1
1 – 5 Kg 2
6 – 10 Kg 3
11 – 15 Kg 4
>15 Kg 2
Tidak yakin penurunannya
2. Apakah asupan makan berkurang karena berkurangnya nafsu makan?
a. Tidak 0
b. Ya 1
TOTAL SKOR
3. Pasien dengan diagnosa khusus tidak Ya ( DM Ginjal Hati
Jantung Paru Kanker Penurunan Imunitas G Geriatri Lain – lain
.......................
Bila skor > 2 dan atau pasien dengan diagnosis / kondisi khusus dilakukan pengkajian lanjut
oleh Tim Terapi Gizi

Masalah Keperawatan : Tidak ditemukan masalah


26

4. Penilaian Fungsional (berdasarkan status fungsional Barthel ADL Medik)



Mandiri Perlu bantuan, sebutkan ....................................................................
Ketergantungan Total
(Bila ketergantungan total kolaborasi ke DPJP untuk konsul ke Rehabilitasi Medik)

No FUNGSI PENILAIAN SKOR


1 Mengendalikan Tak terkendali/tak teratur (perlu pencahar) 0
Kadang – kadang tak terkendali (1 x seminggu) 1
rangsang
Terkendali teratur 2
pembuangan tinja
2 Mengendalikan Tak terkendali atau keteter 0
Kadang – kadang tak terkendali (hanya 1 x/24 jam) 1
rangsang berkemih
Mandiri 2
3 Membersihkan diri Butuh petolongan orang lain 0
Mandiri 1
(seka muka, sisir
rambut, sikat gigi)
4 Penggunaan Tergantung pertolongan orang lain 0
Perlu pertolongan pada beberapa kegiatan tetapi 1
jamban, masuk
dapat mengerjakan sendiri beberapa kegiatan yang
dan keluar
lain2
(melepaskan,
Mandiri 2
memakai celana,
membersihkan,
menyiram)
5 Makan Tidak mampu 0
Perlu ditolong memotong makanan 1
Mandiri 2
6 Berubah sikap diri Tidak mampu 0
Perlu banyak bantuan untuk bisa duduk (2 orang) 1
berbaring ke
Bantuan minimal 1 orang 2
duduk Mandiri 3
7 Berpindah/berjalan Tidak mampu 0
Bisa (pindah) dengan kursi roda 1
Berjalan dengan bantuan 1 orang 2
Mandiri 3
8 Memakai baju Tergantung orang lain 0
Sebagian dibantu (mis:mengancing) 1
Mandiri 2
9 Naik turun tangga Tidak mampu 0
Butuh pertolongan 1
Mandiri 2
10 Mandi Tergantung orang lain 0
Mandiri 2
TOTAL SKOR 20
Kategori : 20 = Mandiri

5 – 8 = Ketergantungan berat 12 – 19 = ketergangtungan
ringan

Masalah Keperawatan : tidak di temukan masalah


27

VII. Risiko Jatuh/Cedera (berdasarkan Esmonson Scale)


√ Tidak Ya, Jika Ya, pasang stiker warna kuning dilengan yang dominan
(Lingkari skor sesuai dengan paraater penilaian. Total skor adalah jumlah skor yang
dilingkari)

Parameter Skor
Usia < 50 tahun 8
50 – 79 tahun 10
> 80 tahun 26
Status mental Sadar penuh dan orientasi waktu baik -4
Agitasi/ cemas 13
Sering bingung 13
Bingung dan disorientasi 14
Eliminasi Mandiri untuk BAB dan BAK 8
Memakai kateter/ ostomy 12
BAB dan BAK dengan bantuan 10
Gangguan eliminasi (inkonersia, banyak BAK di malam hari 12
sering BAB dan BAK
Inkonesia tetapi bisa ambulasi mandiri 12
Medikasi Tidak ada pengobatan yang diberikan 10
Obat obatan jantung 10
Obat psikiatri termasuk benzodiazepin dan antidepresan, atau 8
Meningkatnya dosis obat yang dikonsumsi/ ditambahkan 12
dalam 24 jam terkahir
Diagnosis Bipolar/ gangguan scizoaffective 10
Penyalahgunaan zat terlarang dan alkohol 8
Gangguan depresi mayor 10
Dimensia/ delirium 12
Ambulasi/ Ambulasi mandiri dan langkah stabil atau pasien imobil 7
Penggunaan alat bantu yang tepat (tongkat, wolker, tripod, dll) 8
Kesemimbangan
Vertigo/ hipotensi ortostatik/ kelemahan 10
Langkah tidak stabil, butuh bantuan dan menyadari 8
kemampuannya
Langkah tidak stabil, butuh bantuan dan tidak menyadari 15
ketidakmampuannya
Nutrisi Hanya sedikit mendapatkan asupan makan/ minum dalam 24 12
jam terakhir
Nafsu makan baik 0
Gangguan tidur Tidak ada gangguan tidur 8
Ada gangguan tidur yang di laporkan keluarga pasien/ staf 12
Riwayat Jatuh Tidak ada riwata jatuh 0
Ada riwayat jatuh dalam 3 bulan terakhir 14
TOTAL SKOR 80
KATEGORI RESIKO 47
Kategori : < 90 Risiko Rendah (RR) > 90 : Risiko rendah (RR)
Masalah Keperawatan : tidak ditemukan masalah

VIII. PSIKOSOSIAL
1. Konsep Diri
28

a. Citra tubuh : Klien mengatakan bahwa ia menyukai tubuhnya terutama tangan


karena dengan pasien dapat mencari uang untuk bekerja
Masalah keperawatan tidak ada masalah
Identitas diri : Klien mengatakan bahwa dirinya merupakan anak ke 1 dari 5
bersaudara. Saat sebelum masuk RS klien berkerja sebagai petani, berkerja sendiri serta
tidak mempunyai pegawai.klien sering bekerja sebgai petani. Jika klien tidak berkerja
maka klien tidak memiliki pendapatan hariannya. Bahkan selama klien rawat jalan di
RSJ sepulang dari mengambil obat klien langsung berkerja di dekat rumahnya. Klien
merasa puas bahwa dirinya sebagai laki-laki yang bertanggung jawab untuk
memperoleh rezeki untuk keluarganya.
Masalah keperawatan : Ganguan identitas diri
b. peran : Dalam keluarga, klien memiliki tugas dan peran sebagai anak
yang harus menuruti perintah kedua orangtua dan berbakti kepadanya. Namun, klien
tidak dapat mengemban tugas tersebut dikarenakan menurut pikiran klien yang
dibutuhkan saat ini adalah kebebasan agar dapat bekerja untuk membantu kebutuhan
keluarganya.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
c. ideal diri : Klien mengharapkan ingin cepat pulang kerumah. Klien ingin
dijenguk bila keluarganya ada biaya selama klien dirawat di RS ini. Klien berharap
kepada lingkungan disekitar tempat tinggal untuk tidak memandang klien secara
negative dan berharap untuk dapat diterima lagi seperti sediakalanya, klien berharap
dapat segera sembuh dan bias pulang untuk kumpul kembali bersama keluarga.
Masalah keperawatan : tidak ada
d. Harga diri : Klien mengatakan selama ini hubungan antara klien dengan
orang tua dan adik kandung nya kurang dekat dikarenakan mereka tidak sepaham dan
berbeda pola pikirnya dengan klien. Klien mengatakan tidak percaya diri saat berjumpa
dengan wanita .klien merasa karena usianya sudah tak lagi muda sedangkan di
kampung daerah rumahnya tidak ada lagi wanita yang seumuran dengannya dan dia
merasa tidak percaya diri untuk mendekati wanita lain karena dia merasa dirinya sakit
gangguan jiwa.
Masalah keperawatan : Harga diri rendah.

2. Spiritual
a. Nilai dan Keyakinan : Keyakinan Klien tentang orang sakit jiwa merupakan sebuah
hukuman yang diberikan oleh tuhan YME kepada seseorang yang tidak taat
menjalankan ibadah. Menurut pandangan norma dan budaya yang klien amati selama
ini orang sakit jiwa dikucilkan dan tidak diterima oleh masyarakat dilingkungan tempat
tinggalnya
29

b. Kegiatan Ibadah : Selama di RS klien jarang sekali menjalankan sholat lima waktu.
Terkadang klien merasa malas untuk beribadah meskipun sudah di bangunkan oleh
temannya. Klien mengatakan bahwa shalat bukanlah kewajiban bagi dirinya. Klien
tampak bingung saat ditanya tentang tata cara wudhu dan shalat.
Masalah Keperawatan : Distress spiritual

3. HubunganSosial
a. hubungan yang berarti: Ibunya
b. peran dalam kegiatan kelompok/ masyarakat/ sekolah : saat masih dirumah klien pernah
ikut terlibat dengan kegiatan masyarakat namun tidak rutin seperti kegiatan gotong
royong, kerja bakti, pengajian dll. Klien mengatakan dulunya jarang bergaul dengan
orang lain. Klien keluar rumah hanya untuk bertani saja
c. Hambatan dalam hubungan dengan orang lain : klien mengatakan merasa tidak aman
dengan teman yang lainya. Klien tampak lebih suka sendiri. Kontak mata klien kurang
selama diajak bicara. Klien tidak tau tujuan hidup dirinya.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial.

IX. STATUS SOSIAL


1. Penampilan
Tidak rapih
Jelaskan : klien tampak tidak rapih rambut acak-acakan, meskipun klien habis mandi.
Klien mengatakan malas mandi. Klien jarang mengosok gigi dan jarang mnegunakan
shampoo. Kuku klien terlihat kotor. Pengunaan pakaian sesuai tidak terbaik. Cara
berpakaian juga sesuai seperti biasanya.
Masalah keperawatan : defisit perawatan diri
2. Pembicaraan
Sesuai
Jelaskan : Klien berbicara sesuai dan tidak terlalu cepat saat berbincang-bincang dengan
perawat. Pembicaraan klien tepat dan tidak berpindah-pindah dari satu kalimat ke kalimat
lainnya dan ada kaitan nya satu sama lain.
Masalah keperawatan : -
3. Aktifitas Motorik/perilaku
Lesu/tidak semangat
Jelaskan : aktivitas motorik/ prilaku klien selama berbincang-bincang tampak normal
namun yang dirasakan klien lemas karena pengaruh minum obat pagi ini.
Masalah keperawatan : Intoleransi aktivitas
4. Alam perasaan
30

Marah
Jelaskan : selama proses wawancara klien mengatakan sering merasa kesal/jengkel dan
marah bila halusinasinya muncul, lalu wajah memerah dan tampak tegang, tatapan mata
tajam.
Masalah keperawatan : resiko prilaku kekerasan
5. Interaksi selama wawancara
Kooperatif
Jelaskan : Klien tampak kooperatif selama proses wawancara, tidak ada perasaan curiga
dengan perawat, klien juga tampak terbukan dengan masalah yang pernah dihadapi.
Namun, klien tampak murung dan kurang inisiatif serta kurang aktif dalam bertanya.
Masalah keperawatan : -
6. Afek
Sesuai
Jelaskan : klien tampak ada perubahan roman muka pada saat adanya stimulus yang
menyenangkan maupun tidak menyenangkan
Masalah keperawatan :-
7. Persepsi
Halusinasi, pendengaran, penglihatan
Jelaskan : klien mengatakan saat ini masih ada bisikan suara yang tidak jelas. Untuk
melampiaskannya klien mandi terus dan akibat bisikan itu tidur klien tergangu dimalam
harinya. Klien juga mengatakan halusinasinya yang menyebabkan klien sering marah-
marah selama disini .
Masalah keperawatan : ganguan persepsi sensori halusinasi, dengar
8. Proses pikir
Sesuai
Jelaskan : selama proses wawancara dengan klien proses fikir masih sesuai pembicaraan
tidak berkelit-kelit, klien mampu menjawab dengan baik pembicaraan yang sesuai
dengan tujan, tidak meloncat-loncat dari satu topic ke topic yang lainya. Masalah
keperawatan : -
9. Isi pikir
Sesuai
Jelaskan : klien mengatakan bahwa dirinya adalah anak dari orang tuanya tidak ada
pikiran bahwa dirinya lebih dibandingkan dengan paasien lainya, tidak ada keyakinan
seperti adanya ganguan pada ganguan organ dalam tubuh, tidak ada keyakinan bahwa
dirinya adalah nabi atau seperti orang besar lainya.
Masalah keperawatan : -
10. Tingkat kesadaran
Apatis , bingung
31

Disorientasi :ya, orang


Jelasakan : klien mengatakan bahwa dirinya tidak kenal dengan semua pasien yang ada
diruangan ini meskipun telah 4 hari dirawat diruangan yang sama, klien jga mengatakan
terkadang bingung dengan munculnya halusinasi yang memanggil dan memarahinya.
Klien mampu menyebutkan nama hari ini dan dimana klien saat ini berada , klien tampak
kebingungan
Masalah keperawatan : konfusi akut
11. Memori
Gangguan daya ingat jangka pendek, ganguan daya ingat saat ini
Jelaskan : klien mudah lupa dengan nama nama pasien lainya, meskipun baru berkenalan
3-4 hari yang lalu berkenalan, klien sulit mengingat hal yang telah dilakukan dengan
seminggu belakangan ini. Namun klien masih ingat dengan kenangan pada masa kecilny.
Klien pun ingat sebagian nama guru yang pernah mengajar saat masih di sekolah dasar.
Pembicaraan klien sesuai dengan kenyataan seperti mampu menyebutkan nama presiden
dan wakil presiden yang saat ini memimpin
Masalah keperawatan : memori jangka pendek
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Kosentrasi baik,
Jelaskan : klien mampu berhitung
Masalah keperawatan : -
13. Kemampuan penilaian
Gangguan ringan,
Jelaskan : Klien mampu mengambil keputusan yang sederhana dengan bantuan orang
lain.
Masalah keperawatan :
14. Daya tilik diri
Menyalahkan hal hal diluar dirinya,
Jelaskan : klien menyadari bahwa gejala bisikan-bisikan/ suara yang tidak nyata yang
sering terjadi pada klien merupakan gejala dari halusinasi. Klien mengatakan
membutuhkan pertolongan dari orang lain untuk membantu mengatasi masalha yang
sedang dihadapinya, klien mengatakan kapan drinya bias sembuh dan kembali pulang.
Klien mengatakan selama ini selalu patuh untuk minum obat yang telah diberikan. Klien
merasa bosan berada di RS ini, klien ingin kembali bebas dan bias kembali berkerja
seperti sebelumnya
Masalah keperawatan : -

X. SUMBER KOPING
32

Penilaian klien tentang masalah saait ini dirasakan adalah dampak dari masalah yang dulu
sering terjadi oleh klien, klien mengatakan bahwa tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar
seperti berkerja selama di RSJ. Klien merasa bahwa masalah ini berasal dari penyalah hunaan
napza yang sebelumnya klien lakukan. Untuk membantu mengatasi masalah saat ini klien
mengunakan asuransi kesehatan nasional (BPJS). Klien tidak tahu tentang system pendukung
masyarakat yang ada disekitar tempat tinggal klien. Namun, biasanya jika klien sakit
berobatknya hanya ke puskesmas yang ada dekta dengan tempat tinggalnya.
Masalah keperawatan : ketidak efektifan koping individu

XI. PERSIAPAN PULANG/ DISCHARGER PLANNING

N KOMPONEN YANG DIBUTUHKAN YA TIDAK


O
1. Tempattinggal 
2. Care giver 
3. Layanankesehatanmasyarakat (puskesmas/CMHN) 
4. Group support 
Dalam persiapan pulang klien nantinya ada beberapa komponen penting yang dibutuhkan,
klien untuk menunjang pemulihan klien serta tidak kambuh lagi, diantaranya tempat tinggal,
layanan kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk mengambil obat klien habis sengingga klien
tidak perlu jauh-jauh ke RS untuk mengambil obatnya. Selain itu klien juga membutuhkan
support group bagi klien yang telah pulih dan sembuh dalam masalah atau ganguan jiwa untuk
saling menguatkan dan mengingatkan klien agar tetap minum obat meskipun sudah pulang
nantinya.

Masalahkeperawatan :-

XII. ASPEK MEDIK

Diagnosamedis : skizofrenia paranoid

Therapy medis : - respiradone 2X2 mg (PO)


- trihexyphenidile 2X2 gr (PO)
- stelosi 2 x5 mg (PO)

XIII. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Jenis pemeriksaan Hasil Nilai Normal


HB 14.4 14-18 gr/dl
33

Leukosit 8.000 4500-10500 Gr./MM2


Eritrosit 5.5 4.5-5.5Juta/mm2
Trombosit 347000 15000-400000%
SGOT 33 ≤37 U/L
SGPT 14 ≤42 U/L

B. DATA FOKUS
1. Data Subjektif :
a. Klien saat ini mengeluh seing mendengar suara-suara/bisikan yang tidak jelas
b. Klien mengatakan halusinasinya muncul saat malam hari dan pagi hari
c. Klien mengatakan saat suara bisikan nya muncul klian mendi trus untuk
melampiaskan nya.
d. Klien mengatakan bahwa keluaga sering mengajak klien untuk menjalani rawat jalan
namun klien sendiri malas minum obat bila merasa sudah baikan
e. Klien mengatakan bahwa halusinasinya yang menyebabkan ia sering marah-marah
selama disini
f. Klien mengatakan pernah mengunakan shabu selama 1 tahun pada 5 tahun yang lalu
g. Klien mengatakan dulunya pernah gagal menikah dan diputuskan oleh pacarnya tiba-
tiba saja dan membuat klien merasa putus asa serta memicu klien untuk
menggunakan napza
h. Klien mengatakan selama ini jika ada masalah biasanya hanya dipendam dalam hati
dan tidak pernah cerita dengan keluarga atau orang lainya.
i. Klien mengatakan selama dirawat dirs keluarganya belum ada yang menengok/ besuk
klien
j. Klien mengatakan malas gosok gigi dan menyisir rambut
k. Klien mengatakan bahwa ia kurang mneyukai tubuhnya terutama wajah atau paras
karena menurut klien dirinya tidaklah ganteng oleh sebab itu sampai saat ini klien
merasa tidak ada wanita yang menyukainya.
l. Klien mengatakan sejauh ini dirinya kurang puas dengan perkerjaanya sebagai petani
dikarenakan penghasilan yang didaptkan dari bertani tidaklah banyak
m. Klien mengatakan menggunakan fasilitas BPJS
n. Klien mengatakan jika tidak berkerja maka klien tidak memiliki pendapatan
hariannya.
o. Klien mengatakan tidak bias berperan sebagai anak yang baik dan berbakti kepada
orang tuanya dikarenakan menurut pikirannya yang dibutuhkan saat ini adalah
34

kebebasan sehingga klien tidak mau untuk disuruh-suruh oleh siapapun termasuk
oleh ibunya sendiri
p. Klien mengatakan merasa tidak aman dengan teman yang lainya
q. Selama di RS ini Klien jarang sekali menjalankan shalat 5 waktu. Terkadang klien
merasa malas dibangun dan menolak untuk diajak shalat 5 waktu
r. Klien mengatakan bahwa sholat bukan lah kewajibanya
s. Klien mengatakan dulunya jarang bergaul dengan orang lain selama ini klien ke luar
rumah hanya untuk kerja bertani
t. Klien mengatakan bahwa dirinya tidak kenal dengan semua pasien yang ada
diruangan ini meskipun bau 2-3 hari lalu berkenalan
u. Klien juga mengatakan sulit untuk mengingatkan hal atau kegiatan yang telah
dilakukan dalam seminggu belakangan ini
v. Klien mengatakan kuliynya sering terasa gatal
w. Klien tidak tahu tujuan hidupnya
x. Klien mengatakan perannya sebagai anak tidak sesuai dengan yang diharapkan
y. Klien menatakan tidak tahu manfaat obat yang dikonsumsinya selama ini
z. Klien mengatakan dirinya merasa mudah lelah

2. Data Objektif :
a. Klien sulit tidur
b. Klien suka senyum-senyum sendiri
c. Klien tampak bebicara sendiri/ komat kamit sneiri
d. Klien suka marah tanpa sebab
e. Klien tampak sering melamun
f. Klien jarang minum oabt di rumah
g. Klien tidak menjalankan anjuran perawat dan dokter
h. Warna wajah klien tampa berubah kemerahan saat membicarakan hal yang tidak
menyenangkan.
i. Ekspresi klien tampak murung saat membicarakan masa lalunya
j. Rambut klien tampak terkadang acak-acakan
k. Kuku klien tampak kotor
l. Klien tampak lebih suka menyendiri
BB : 65 kg, TB: 165 cm IMT : 23,9(Berat Badan ideal)
m.
n. Klien terkadang masih suka terlihat bingung
o. Tingkat kesadaran klien apatis
p. Klien tampak lemas
q. Klien sering konflik dengan orang tuanya
35

r. Diagnose medis: skizofrenia denga halusinasi

C. ANALISA DATA

N DATA MASALAH
O.
1. DS :
a. Klien saat ini mengeluhkan sering mendengar
suara-suara/bisikan tidak jelas
b. Klien mengatakan halusinasinya muncul saat
malam hari dan pagi hari
c. Klien merasa kesal di saat ia mendengar Ganguan persepsi
halusinasinya sensori : halusinasi
DO : pendengaran
a. Klien sulit tidur
b. Klien tampak bingung
c. Klien tampak berbicara sendiri/ komat kamit
d. Klien senyum-senyum sendiri
e. Klien suka marah tampa sebab
2. DS :
a. Klien mengatakan bahwa keluarga sering
mengajak untuk mengikuti program rawat Ketidak patuhan
jalan di RS namuk klien menolak untuk
menjalani program pengobatan.
DO :
a. Klien jarang minum obat dirumah
b. Klien tidak menjalankan anjuran perawat dan
dokter
3. DS :Klien mengatakan sering kesal saat muncul Resiko perilau
halusinasinya kekerasan
DO : a. wajah memerah dan tegang
36

b. Pandangan tajam
4. DS :
a. Klien mengatakan dulunya pernah gagal
menikah dan diputuskan oleh pacarnya tiba-
tiba saja sehingga menyebabkan dirinya Keputusasaan
frustrasi
DO : ekspresi klien tampak murung klien kurang
inisiatif
5. DS: Ketidakefektifan
a. Klien mengatakan selama ini jika ada masalah koping keluarga
biasanya hanya dipendam dalam hati dan tidak
pernah cerita dengan keluarga atau orang
lainya
b. Klien merasa diabaikan oleh keluarganya
DO : klien jarang dibesuk oleh keluarganya
6. DS : Klien merasa malas gosok gigi dan menyisir Defisit perawatan
rambut diri
DO : rambut tampak acak-acakan kuku klien
terlihat kotor
7. DS :
a. Klien merasa kurang percaya diri bila bertemu Harga diri rendah
dengan wanita
b. Klien merasa saat ini tidak ada wanita yang
menyukainya karena dirinya tidak ganteng
DO:
a. Klien tampak banyak menunduk selama
wawancara
b. Klien tidak berani menatap lawan bicara
8. DS : Gangguan citra
a. Klien mengatakan bahwa dirinya memiliki tubuh
banyak kekurangan terutama pada bagian
wajah
DO :
a. Klien terlihat frustrasi dengan dirinya
sendiri
b. Klien malas untuk melihat wajahnya sendiri
9. DS :
a. Klien merasa tidak aman dengan teman Isolasi social
yang lainya
b. Klien juga mengatakan inggin sendiri
37

DO :
a. Klien tampak menyendiri
b. Kontak mata kurang
10. DS :
a. Klien mengatakan bahwa shalat bukanlah
kewajiban bagi diinya.
b. Klien mengatakan saat ini hidupnya terasa Distress spiritual
kurang tenang
DO :
a. Klien tampak malas ibadah bersama
temanya
b. Klien tampak tidak mampu wudhu dan
shalat
11. DS :
a. Klien mengatakan bahwa dirinya tidak kenal Confusion acute
dengan semua pasien yang ada diruangan ini
meskipun telah dirawat 4 hari
b. Klien mengatakan mudah lupa dengan
nama-nama pasien lainya meskipun baru 2
tau 3 hari yang lalu berkenalan
c. Klien juga mengatakan sulit untuk
mengingat hal atau kegiatan yang telah
dilakukan dalam seminggu belakangan ini
DO :
a. Klien tampak suka kebingungan
b. Memori jangka pendek tergangu
12. DS : Klien mengatakan kulitnya sering terasa gatal Ganguan integritas
DO : kulit tampak kering, ada bekas luka kulit
13. DS : Klien mengatakan tidak mampu memenuhi Ketidakefektifan
kebutuhan dasar (seperti berkerja) selama di RSJ koping individu
DO :
a. Riwayat penyalahgunaan zat
b. Partisipasi social kurang
14. DS : Klien mengatakan tidak tahu tujuan hidupnya Gangguan identitas
DO : diri
a. perilaku tidak konsisten
b. penampilan peran tidak efektif
15. DS : Klien mengatakan perannya sebagai anak tidak
sesuai dengan yang diharapkan Ketidak efektifan
DO : Klien seing konflik dengan orang tua penampilan peran
38

16. DS: klien mengatakan tidak tahu tentang manfaat Deficit


obat yang dikomsusinya selama ini pengetahuan
DO: tentang pengobatan
a. klien tampak bingung
b. Klien tamoak mengelengkan kelapanya bila
tidak bisa menjawab
17. DS: klien mengatakan bahwa temannya tidak suka Ganguan proses
dengan dirinya pikir
DO:
a. Klien tampak cemas dengan orang yang
baru dikenal
b. Klien tampak membatasi untuk interaksi
dengan orang lain
18. DS: Ganguan memory
a. klien mengatakan mudah lupa dengan nama- jangka pendek
nama ppasien lain nya meskipun baru 2-3
hari yang lalu berkenalan
b. klien juga mengatakan sulit untuk
mengingat hal yang telah dilakukan dalam
seminggu belakangan ini
DO: klien tampak kesulitan menyebutkan nama
klien lainya

19. DS: klien mengatakan sulit tidur bila malam hari Ganguan pola tidur
DO :
a. klien tampak mengantuk
b. klien tampak lebih banyak tidur siang hari
20. DS: klien mengatakan dirinya merasa mudah lelah Intoleransi aktivitas
DO:
a. klien tampak lemas
b. klien kurang semangat dalam berolahraga
39

D. POHON MASALAH

Kerusakan Resiko Perilaku Kerusakan integritas


memori Kekerasan kulit
Kebingungan
Ganguan persepsi
sensori: Deficit perawatan diri
Gangguan Halusinasi Dengar
proses fikir & Lihat
Intoleransi aktivitas

Isolasi Sosial
Disstres
Spiritual
Gg pola tidur

Harga Diri
Rendah Penampilan peran
tidak efektif

Koping individu
ketidakpatuha tidak efektif Ganguan
n identitas diri

Keputusasaan
Gg citra tubuh

Kurang Koping

Pengetahuan Keluarga Tidak


Efektif

E. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN/ PRIORITAS MASALAH


1. Ganguan persepsi sensorik : halusinasi pendengaran dan penglihatan
2. Isolasi sosial
3. Resiko perilaku kekerasan
40

F. INTERVENSI KEPERAWATAN

Tgl No Diagnosa Perencanaan


dx keperawatan Tujuan Criteria evaluasi Intervensi

21/02 1. Ganguan Setelah 1x  Menceritakan a. Adakan kontak


/2020 persepsi pertemuan halusinasi yang sering dan
sensorik : diharapkan yang dialami singkat secara
halusinasi klien Menceritakan bertahap
pendengaran mampu waktu b. Observasi tingkah
menjelaskan halusinasi laku klien terkait
halusinasi yang dialami dengan
yang Menceritakan halusinasinya
dialami frekuensi c. Jika klien tidak
halusinasi sedang halusinasi
yang dialami klarifikasinya
 Menceritakan tentang adanya
perasaan dan pengalaman
respom dari halusinasi
halusinasi
21/02 1. Ganguan Setelah 1x  Menutup SP 1
/2020 persepsi pertemuan kedua telinga a. Diskusikaan cara
sensorik : diharapkan  Memejamkan yang digunakan
halusinasi klien mata klien jika adaptif
pendengaran mengendali  Melawan berikan pujian, jika
kan halusinasi maladaptive
halusinasi yang dialami diskusikan
dengan dengan kerugian hal
latihan menghardik tersebut
mengahardi b. Jelaskan cara
k mengontrol
timbulnya
halusinasi :
katakana pada diri
sendiri ini tidak
nyata (saya tidak
mau dengar/lihat
pada saat halusinasi
terjadi
c. Menghardik sambil
tutup telinga
d. Anjurkan klien
menggunakan cara
yang sudah dilatih
saat halusinasi
muncul
e. Masukan pada
jadwal kegiatan
untk latihan
menghardik
21/02 1. Ganguan Setelah 1x  Mengungkapk SP 2
41

/2020 persepsi pertemuan an prinsip 6 a. Evaluasi kegiatan


sensorik : klien benar : benar latihan
halusinasi mengendali pasien, obat menghardik,
pendengaran kan dosis, waktu, beripujian
halusinasiny cara b. Latih cara
a dengan  Mengungkapk mengontrol
latihan an kontinuitas halusinasi dengan
memanfaatk minum obat obat ( jelaskan 6
an obat dan benar : benar
pengobatan pasien, obat dosis,
waktu, cara dan
kontuinitas obat )
c. Masukan pada
jadwal kegiatan
untuk latihan
menghardik dan
minum obat
21/02 1. Ganguan Setelah 1x  Mengungkapk SP3
/2020 persepsi pertemuan an halusinasi a. Evaluasi kegiatan
sensorik : klien yang muncul latihan menghardik
halusinasi mengendali kepada orang dan obat. Beri
pendengaran kan lain (sesame pujian
halusinasiny Klien, b. Latih cara
a dengan perawat dan mengontrol
latihan cara anggota halusinasi dengan
bercakap- keluarga ) bercakap-cakap
cakap  Bercakap saat terjadi
dengan halusinasi
perawat dan c. Menemui orang
anggota lain
keluarga ( perawat/teman/ke
 Meminta luarga)
perawat/sesa d. Meminta
ma klien perawat/sesama
mengajak klien/ keluaga
bercakap- mengajarkan
cakap bercakap-cakap
saat halusinasi
muncul
e. Masukan pada
jadwal kegiatan
untuk latihan
menghardik, obat,
dan bercakap-
cakap
21/02 1. Ganguan Setelah 1x  Mengungkapk SP4
/2020 persepsi pertemuan an kegiatan a. Evaluasi kegiatan
sensorik : klien aktivitas latihan
halusinasi mengendali sehari-hari menghardik, obat
pendengaran kan dari bangun dan bercakap-
halusinasiny tidur sampai cakap. Beri pujian
a dengan tidur lagi b. Latih cara
latihan  Mengisi mengontrol
kegiatan kegiatan yang halusinasi
harian bisa dilakukan denganmelakukan
pada waktu kegiatan harian
halusinasi (mulai kegiatan)
42

muncul c. Membuat dan


 Memilih melaksanakan
kegiatan yang jadwal kegiatan
mengendalika sehari-hari yang
n halusinasi telah disusun
d. Memasukan pada
jadwal kegiatan
untuk latihan
menghardik obat,
bercakap dam
kegiatan harian
21/02 1. Ganguan Setelah 1x  Memprakteka SP5
/2020 persepsi pertemuan n latihan a. Evaluasi kegiatan
sensorik : klien mengahardik latihan menghardik,
halusinasi mengendali  Memprakteka obat dan bercakap-
pendengaran kan n latihan obat cakap. Beri pujian
halusinasiny  Memprakteka b. Nilai kemampuan
a dengan n latihan yang sudah mandiri
latihan cara bercakap- c. Nilai apakah
cakap halusinasi sudah
terkontrol

21/02 2 Isolasi social Setelah 1x  Menyebutkan SP 1


/2020 pertemuan siapa orang a. Identifikasi
klien terdekat penyebab isolasi
menjelaskan  Menyebutkan social : siapa yang
isolasi penyebab serumah, siapa
social yang isolasi social yang dekat, yang
dialami yang dialami tidak dekat dan apa
 Menyebutkan sebabnya
kerugian b. Keuntungan punya
social yang teman dan
dialami bercakap-cakap

 Menyebutkan c. Kerugian tidak

manfaat punya teman dan

berhubungan tidak bercakap-

social/sosialis cakap

asi d. Latih cara


berkenalan dengan
pasien dan perawat
serta tamu
e. Memasukanpada
jadwal lahitan
berkenalan
21/02 2 Isolasi social Setelah 1x  Mengucapkan SP2
/2020 pertemuan a. Evaluasi kegiatan
43

klien salam berkenalan


mengendali  Menyebutkan (beberapa orang)
kan isolasi nama lengkap, beri pujian
social yang nama b. Latih cara
dialami panggilan, berbicara saat
dengan asal hobi melakukan
latihan  Menanyakan kegiatan harian
berkenalan yang diajak ( latih 2 kegiatan)
dengan 2-3 berkenalan, c. Masukan pada
orang nama lengkap, jawal kegiatan
nama untuk latihan
panggilan, berkenalan 2-3
asal dan hobi orang pasien
 Mau jabat perawat dan tamu,
tangan berbicara saat

 Kontak mata melakukan

dipertahankan kegiatan harian

tersenyum
 Berkenalan
dengan 2-3
orang dan
berbicara
dengan 2
topik kegiatan
21/02 2 Isolasi social Setelah 1x  Mengucapkan SP 3
/2020 pertemuan salam a. Evaluasi
klien  Menyebutkan kegiatan berkenalan
mengendali nama legkap, (beberapa orang) beri
kan isolasi nama pujian
social yang pangilan, asal b. Latih cara
dialami dan hobi berbicara saat
dengan  Menayakan melakukan
latihan yang diajak kegiatan harian
berkenalan berkenalan ( latih 2 kegiatan)
dengan 4-5 nama lengkap, c. Masukan pada
orang nama jawal kegiatan
pangilan, asal untuk latihan
dan hobi berkenalan 4-5
44

 Mau jabat orang pasien


tangan perawat dan tamu,
 Kontak mata berbicara saat
dipertahankan melakukan 4
, tersenyum kegiatan hari
 Berkenalan
dengan 4-5
orang dan
berbicara
dengan 2
topik kegiatan
21/02 2 Isolasi social Setelah 1x  Mengucapkan SP 4
/2020 pertemuan salam a. Evaluasi kegiatan
klien  Menyebutkan berkenalan
mengendali nama legkap, (beberapa orang)
kan isolasi nama beri pujian
social yang pangilan, asal b. Latih cara
dialami dan hobi berbicara social :
dengan  Menayakan meminta sesuatu,
latihan yang diajak menjawab
berkenalan berkenalan pertanyaan
dengan >5 nama lengkap, c. Masukan pada
orang nama jawal kegiatan
pangilan, asal untuk latihan
dan hobi berkenalan >5

 Mau jabat orang pasien

tangan perawat dan tamu,

 Kontak mata berbicara saat

dipertahankan melakukan

, tersenyum kegiatan harian dan

 Berkenalan sosialisasi

dengan 4-5
orang dan
berbicara
dengan 2
topik kegiatan
21/02 2 Isolasi social Setelah 1x  Mengucapkan SP 5
/2020 pertemuan salam a. Evaluasi
45

klien  Menyebutkan kegiatan berkenalan


mengendali nama legkap, (beberapa orang)
kan isolasi nama beri pujian
social yang pangilan, asal b. Latih kegiatan
dialami dan hobi harian
dengan  Menayakan c. Nilai kemampuan
latihan yang diajak yang telah mandiri
berkenalan berkenalan d. Nilai apakah isolasi
dengan >5 nama lengkap, social teratasi
orang nama
pangilan, asal
dan hobi
 Mau jabat
tangan
 Kontak mata
dipertahankan
, tersenyum
 Berkenalan
dengan >5
orang dan
berbicara
dengan 2
topik kegiatan
21/02 3 Resiko Setelah 1 x  Menceritakan SP1
/2020 perilaku pertemuan penyebab a. Motivasi klien
kekerasan klien perasaan untuk menceritakan
menjelaskan jengkel/kesal penyebab rasa
prilaku baik dari diri kesal atau jengkel
kekerasan sendiri b. Dengarkan tampa
yang telah maupun menyela atau
dilakukan lingkunganny member penilaian
a setiap ungkapan
 Menceritakan perasaan klien
tanda-tanda c. Jelaskan cara
saat terjadi mengontrol prilaku
perilaku kekerasan dengan
kekerasan, beberapa Cara:
baik tanda fisik, obat, vebal
46

fisik, dan spiritual


emosional dan d. Latih cara
social saat mengontrol prilaku
terjadi kekerasan dengan
perilaku cara tarik nafas
kekerasan dalam pukul bantal
 Menceritakan dan kasur
prilaku atau e. Masukan pada
jenis ekspresi jadwal kegiatan
kemarahan untuk latihan fisik
yang
dilakukan
 Menceritakan
abkibat
tindakan
kekerasan
yang
dilakukan
21/02 3 Resiko Setelah 1 x  Mengungkapk SP 2
/2020 perilaku pertemuan an prinsip 6 a. Evaluasi kegiatan
kekerasan klien benar obat latihan fisik : tarik
mengontrol  Menjelaskan nafas dalam, pukul
prilaku prinsip: benar bantal dan kasur
kekerasan pasien, obat, b. Latih cara
dengan cara dosis, waktu, mengontrol prilaku
obat cara kekerasan dengan
obat (jelaskan 6
benar : benar
pasien, obat, dosis,
waktu, cara)
c. Masukan pada
jawal kegiatan
harian
21/02 3 Resiko Setelah 1 x  Mengungkapk SP 3
/2020 perilaku pertemuan an perasaan a. Evaluasi kegiatan
kekerasan klien jengkel/kesal latihan fisik dan
mengontrol pada orang obat. Beri pujian
prilaku lain tampa b. Latih cara
kekerasan menyakiti mengontrol RP
47

dengan cara  Mengungkapk secara verbal ( 3


verbal/aserti an keinginann cara yaitu
f disertai mengungkapkan,
dengan alas meminta dan
an menolak dengan
 Mengungkapk benar)
an penolakan c. Masukan pada
secara asertif jadwal untuk
disertai latihan fisik minum
dengan alasan obat dan verbal

21/02 3 Resiko Setelah 1 x  Mengungkapk SP4


/2020 perilaku pertemuan an kegiatan a. Evaluasi kegiatan
kekerasan klien spiritual yang fisik, obat dan
mengontrol dapat verbal, beri pujian
prilaku mengurangi b. Latih cara
kekerasan rasa mengontrol
dengan cara jengkel/marah spiritual (2
spiritual  Melakukan kegiatan )
wudhu, dzikir, c. Memasukan pada
berdoa dan jadwal kegiatan
meditasi untuk latihan fisik,
 Menjalankan minum obat,
ibadah sesuai verbal, dan
agama dan spiritual
keyakinan
21/02 3 Resiko Setelah 1 x  Memprakteka SP 5
/2020 perilaku pertemuan n latihan fisik a. Evaluasi
kekerasan klien  Memprakteka kegiatan
mengendali n latiahan latiahn
kan prilaku obat fisik,1,2,&
kekerasan  Memprakteka obat, serta
yang n latihan verbal serta
dilakukan spiritual spiritual beri
dengan pujian
latihan cara b. Nilai
fisik, obat, kemampuan
dan spiritual yang telah
mandiri
48

c. Nilai apakah
PK terkontrol

G. CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTERGRASI

Tgl. Profesi Hasil assessment pasien dan Instrukssi PPa Verfikasi


Jam pemberi pemberi pelayanan termasuk Pasca DPJP
asuhan Bedah
21/02/ Perawat S:
2020
a. Klien saat ini mengeluhkan
sering mendengar suara-
suara/bisikan ibunya
memanggil dan marah-
marah serta suara pacarnya
yang memanggil namanya
b. Klien mengatakan
halusinasinya muncul saat
malam hari dan pagi hari
c. Klien merasa kesal di saat
ia mendengar
halusinasinya
d. Klien mengatakan inggin
sendiri
O:
a. Kontak mata mudah
beralih
b. Pandangan tajam suara
keras
c. Menarik diri duduk di
pojok ruangan
d. Tampak berbicara sendiri
dengan mulut komat
kamit
A:
1. Ganguan sensori halusinasi
dengar
2. Isolasi social
3. Resiko prilaku kekerasan
49

P:
 Pertemuan 1 & 2 a. Kaji isi, waktu
 GPS : halusinasi: dengar dan frekuensi
satuasi,
perasaan dan
respon saat
halusinasi
muncul
b. Latihan
menghardik
c. Latih
mengontrol
halusinasi
dengan
memanfaatkan
obat

 Pertemuan 1 &2 isos a. Mengidentifikas


i penyebab
isolasi social,
siapa yang
serumah, siapa
yang dekat, apa
sebabnya
b. Melatih cara
berkenalan
dengan pasien
dan perawat
c. Melatih cara
berbicara saat
melakukan
kegiatan harian
d. Masukan dalam
jadwalkegiatan
haeian untuk
latihan kenlan

 Pertemuan 1&2 RPK a. Evaluasi latihan


50

fisik (tarik nafas


dalam, pukul
bantal/kasur),
minum obat.
Beri pujian
b. Latih cara
mengontrol
prilaku
kekerasan
dengan cara
verbal/ asertif
(mengungkapka
n meminta dan
menolak dengan
benar)
c. Latih cara
mengontrol
perilaku
kekerasan
dengan cara
spiritual dengan
2 kegiatan

22/02/ Perawat S:
2020
a. Klien saat ini
mengeluhkan sering
mendengar suara-
suara/bisikan membuatnya
susah tidur
b. Klien merasa kesal di
saat ia mendengar
halusinasinya
c. Klien mengatakan
inggin sendiri
O:
 Kontak mata mudah beralih
 Pandangan tajam suara
keras
51

 Mernarik diri duduk


dipojok ruangan
A:
1. Ganguan sensori
halusinasi dengar
2. Resiko prilaku
kekerasan
3. Isolasi social
P:
 Pertemuan 3&4 GPS: a. Evaluasi latihan
Halusinasi : dengar menghardik,
dan minum
obat. Beri
pujian
b. Latihan
mengontrol
halusinasi
dengan
bercakap-cakap
dengan orang
lain
c. Latih cara
mengontrol
halusinasi
dengan
melakukan
kegiatan harian

 Pertemuan 3&4 ISOS a. Mengevaluasi


kegiatan latihan
berkenalan
b. Melatih cara
berbicara saat
melakukan
kegiatan

 Pertemuan 3&4 RPK a. Evaluasi latihan


fisik (tarik nafas
dalam, pukul
52

bantal/kasur),
minum obat.
Beri pujian
b. Latih cara
mengontrol
prilaku
kekerasan
dengan cara
verbal/ asertif
(mengungkapka
n meminta dan
menolak dengan
benar)
c. Latih cara
mengontrol
perilaku
kekerasan
dengan cara
spiritual dengan
2 kegiatan

23/02/ Perawat S:
2020
a. Klien saat ini
mengeluhkan sering
mendengar suara-
suara/bisikan
membuatnya susah tidur
b. Klien mengatakan suara
muncul saat sendirian
c. Klien mengatakan inggin
sendiri
O:
 Kontak mata mudah beralih
 Pandangan tajam suara
keras
 Mernarik diri duduk
dipojok ruangan
53

A:
1. Ganguan sensori
halusinasi dengar
2. Resiko prilaku
kekerasan
3. Isolasi social

P:
 Pertemuan 5 dst GPS: a. Evaluasi latihan
Halusinasi : dengar menghardik,
dan minum
obat. Beri
pujian
b. Latihan
kegiatan harian
c. Latih
kemampuan
yang telah
mandiri
d. Nilai apakah
halusinasi
terkontrol

 Pertemuan 5 dst ISOS a. Evaluasi


kegiatan cara
mengontrol
prilaku
kekerasan
dengan cara
verbal/ asertif
(mengungkapka
n meminta dan
menolak dengan
benar)
b. Latih cara
mengontrol
perilaku
54

kekerasan
dengan cara
spiritual dengan
2 kegiatan
c. Mengevaluasi
kegiatan latihan
berkenalan
d. Melatih cara
berbicara saat
melakukan
. kegiatan
 Pertemuan 5 dst RPK a. Evaluasi
kegiatan latihan
fisik, obat
verbal dan
spiritual. Beri
pujian
b. Latih
kemampuan
yang telah
mandiri
c. Nilai apakah PK
terkontrol