Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK. PERENCANAAN
PEMBELAJARAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
PRODI S1 PENDIDIKAN
BAHASA INDONESIA –FBS
Skor Nilai:

STRATEGI BELAJAR &


PEMBELAJARAN DALAM
MENINGKATKAN KETERAMPILAN
BAHASA

NAMA MAHASISWA : ESTER ROMAITO MALAU

NIM : 292111001

DOSEN PENGAMPU : Dra. ROSMAINI, M. Pd

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS BAHASA DAN SENI-UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan CJR ini, untuk memenuhi tugas mata kuliah literasi.
Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. Syamsul Arif,M.Pd., sebagai ketua Jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia.
2. Ibu Trisnawati Hutagalung,S.Pd, M.Pd., sebagai sekretaris Jurusan Bahasa dan
Sastra Indonesia.
3. Ibu Fitriani Lubis,S.Pd, M.Pd., sebagai ketua pendidikan bahasa dan sastra
Indonesia.
4. Ibu Dra. Rosmaini, M.Pd., sebagai dosen pengampu mata kuliah perencanaan
pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
5. bapak/ibu dosen jurusan bahasa dan sastra Indonesia.
6. teman-teman yang membantu dan mendukung selama proses pembuatan makalah
baik langsung maupun tidak langsung.
7. kedua orang tua yang telah memberikan dana untuk menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari masih banyak kesalahan yang dilakukan dalam penulisan
makalah ini, dan tim penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari
pembaca. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat
kepada kita semua.

Medan, Maret 2020

Ester Malau

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................1
A. Rasionalisasi Pentingnya CJR.......................................................................................1
B. Tujuan Penulisan CJR....................................................................................................2
C. Manfaat CJR..................................................................................................................2
D. Identitas Jurnal...............................................................................................................3
BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL...................................................................................4
A. Jurnal Utama..................................................................................................................4
B. Jurnal Pembanding.........................................................................................................6
BAB III PEMBAHASAN....................................................................................................12
A. Kelebihan buku............................................................................................................12
B. Kekurangan Jurnal.......................................................................................................13
BAB IV PENUTUP.............................................................................................................14
A. Simpulan......................................................................................................................14
B. Rekomendasi................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................15

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR


Perkembangan ilmu pengetahuan yang minim disebabkan karena rendahnya
minat baca mahasiswa saat ini. Mengkritik jurnal merupakan salah satu cara yang
dapat dilakukan untuk menaikkan ketertarikan minat membaca.

Mengkritik Jurnal (Critical Journal Review) merupakan kegiatan mengulas suatu


jurnal agar dapat mengetahui dan memahami apa yang disajikan dalam suatu
jurnal.Pada dasarnya review jurnal menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan,
interpretasi dan analisis) mengenai keunggulan dan kelemahan, apa yang menarik, dan
bagaimana jurnal tersebut bisa merubah persepsi dan cara berfikir serta menjadi
pertimbangan apakah dari pengetahuan yang didapat mampu menambah pemahaman
terhadap suatu bidang kajian tertentu. Selain itu mengkritik jurnal juga dapat melatih
kemampuan kita dalam menganalisis dan mengevaluasi pembahasan yang disajikan
penulis. Sehingga menjadi masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan lainnya.

Mengkritik jurnal tidak dapat dilakukan apabila pengkritik tidak membaca


keseluruhan jurnal tersebut. Dengan melakukan review tersebut pembaca dapat
mengetahui kualitas jurnal dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang
sama atau penulis lainnya serta dapat memberikan masukan kepada penulis jurnal
berupa kritik dan saran terhadap sistematika penulisan, isi, dan substansi jurnal.

Selain itu untuk para pembaca, Critical Journal Review ini mempunyai tujuan agar
pembaca mendapat bimbingan dalam memilih buku. Setelah membaca hasil review jurnal
ini diharapkan timbulnya minat untuk membaca atau mencocokkan seperti apa yang
ditulis dalam hasil review. Dan apabila tidak memiliki waktu untuk membaca isi jurnal,
maka ia dapat mengandalkan hasil review sebagai sumber informasi.

1
B. Tujuan Penulisan CJR
Mengkritik jurnal bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca
mengenai identitas jurnal, ringakasan jurnal, kelebihan dan kekurangan jurnal baik dari
segi sistematika penulisan, EBI, maupun kepaduan keseluruhan isi jurnal serta
implikasinya dari berbagai aspek. Mengkritik jurnal dapat menambah wawasan para
pengkritik karena di dalam jurnal tersbut disajikan masalah yang akan menambah ilmu
pengetahuan kita. Hasil kritik jurnal juga akan memudahkan masyarakat dalam
memahami isi jurnal dan mahasiswa khususnya sehingga secara tidak langsung akan
mengurangi kebiasaan malas dalam membaca akibat narasi yang terlalu panjang.

Selain itu pada dasarnya tugas Critical Journal Review ini bertujuan untuk
menyelesaikan salah satu dari tugas wajib mahasiswa yang merupakan point penting
dalam penilaian mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Dan Sastra Indonesia.

C. Manfaat CJR
Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia jurnal-jurnal ini
dirasa perlu untuk dikritik sebab dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam
membuat laporan penelitian yang baik dan benar agar terhindar dari kesalahan dalam
melakukan penelitian terutama penelitian untuk penulisan skripsi serta sebagai
pegangan dalam menulis karya ilmiah yang nantinya diharapkan agar mahasiswa dapat
membuat jurnal penelitian yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan ini jurnal yang akan dikritik merupakan jurnal yang berkaitan
dengan Mata Kuliah Perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun Identitas
jurnal yang akan dikritik akan dilampirkan pada point Identitas Jurnal. Jurnal ini dirasa
perlu untuk dikritik karena secara tidak langsung akan mampu meningkatkan
pengetahuan mahasiswa dari teori dan aplikasi hasil gagasan peneliti sehingga dengan
pengetahuan tersebut dapat menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa sebagai praktisi
pendidikan dalam menyusun atau mendesain pembelajaran yang efektif nantinya.

D. Identitas Jurnal
1. Jurnal Utama

2
Judul Jurnal : STRATEGI BELAJAR & PEMBELAJARAN DALAM
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAHASA
Nama Jurnal : Jurnal pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Volume 1 No. 2 Bulan
Oktober Tahun 2018
Pengarang : Fatimah
Tahun Terbit : 2018
Penerbit : Universitas Indraprasta PGRI
Kota Terbit : Jakarta
ISSN : 2614-8226

2. Jurnal Pembanding

Judul Jurnal : Studi Kemampuan Mahasiswa Mendesain Perencanaan Pembelajaran Di


Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pendekatan Saintifik

Nama Jurnal : Jurnal Matematika dan Pembelajaran

Pengarang : Nursalam
Tahun Terbit : 2016
Penerbit : UIN Alaudin Makassar

Kota Terbit : Makassar


ISSN : 2354-6883

3
BAB II

RINGKASAN ISI ARTIKEL

A. Jurnal Utama

PENDAHULUAN
Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku melalui interaksi antara individu
dan lingkungan. Dalam hal ini, proses merupakan rangkaian kegiatan yang berkelanjutan,
terancana, terpadu dan berkeseimbangan, yang secra keseluruhan memberikan
karakteristik terhadap proses pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa khususnya
Bahasa Indonesia, diperlukan beberapa hal yang memacu individu atau kelompok agar
tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai sasaran. Berbagai macam teknik, metode, dan
strategi pembelajaran membutuhkan banyak pemikiran dan analisa untuk menjelaskan
hal tersebut secara satu per satu. Pembelajaran bahasa yang efektif didasari dengan
strategi yang tepat.Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses
pembelajaran. Strategi erat kaitannya dengan teknis dalam melaksanakan pembelajaran
tersebut. Agar strategi tersebut tidak menjauh dari sasaran yang ingin dicapai, perlu
pemahaman yang lebih. Pemahaman tersebut diawali dari stimulus pada setiap individu
dalam mendorong atau memotivasi sehingga memberikan respon dalam kegiatan
pembelajaran bahasa.

Cara belajar setiap individu juga berbeda. Hal ini berkaitan erat dengan strategi yang
digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran menjadi faktor utama
dalam meningkatkan proses belajar bahasa dan keterampilan bahasa. Strategi
pembelajaran yang tidak tersusun dengan baik memungkinkan adanya hasil yang tidak
tercapai sesuai sasaran. Oleh karena itu, pembelajar perlu diarahkan dengan strategi-
strategi yang tepat, terencana, dan mudah dalam pelaksanaanya.METODE
PENELITIANPenelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penekanan terhadap
komponen program pengajaran antara lain berpusat pada pengajar (guru), peserta didik
(siswa), teknik yang digunakan ceramah diskusi, dan teknik team teaching. dalam hal ini
pengajar berperan sebagai fasilitator dan motivator di dalam strategi keterampilan
berbahasa yaitu:

1. Keterampilan menyimak guru: memberikan informasi tertentu dalam hal ini peserta
didik mendengarkan2. Keterampilan berbicara: berbicara bebas meliputi diskusi, drama,
berpidato.3. Keterampilan membaca: kriteria penilaian: kohesi dan koherensi4.
Keterampilan menulis: melibatkan unsur linguistik dan ekstralinguistik.HASIL DAN
PEMBAHASANStrategi adalah suatu seni merancang operasi di dalam peperangan seperti
cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam angkatan darat

4
atau angkatan laut. Secara umum, strategi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.Strategi belajar menurut Huda (1999),
antara lain:1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung.Strategi utama dipakai secara
langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk
mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi masalah
seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain sebagainya.2. Strategi Kognitif dan Strategi
Metakognitif.Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat
diingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai
untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan
diri sendiri.3. Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.Strategi sintaksis adalah kata fungsi,
awalan, akhiran, dan penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan
objek nyata, situasi, dan kejadian.

Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai berikut:1. Penekanan


Komponen dalam ProgramPengajaran komponen program pengajaran anatara lain yang
berpusat pada pengajar, peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar,
pengajar menyampaikan informasi kepada peserta didik.

2. Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi
pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan
tertulis maupun penjelasan secara verbal.

3. Pengelohan Pesan atau Materi

Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai
dari hal umum menuju kepada hal khusus. Sedangkan strategi pembelajaran induksi
adalah pesan diolah mulai dari hal-hal yang khusus menuju kepada konsep yang bersifat
umum.

4. Cara Memproses PenemuanDibedakan menjadi dua, yaitu strategipembelajaran


ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis
atau penjelasan verbal. Strategi penemuan (discovery)adalah proses yang mampu
mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip.

Strategi Keterampilan Berbahasa


1. Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak

a. Pemberian informasi tertentu, dalam hal ini peserta didik mendengarkan sebuah
informasi, dan melihat demonstrasi serta mencatat.b. Interaksi, dalam hal ini peserta
didik diberikan contoh lalu mencontohkan dan mengulangi secara lebih kreatif beserta
tanya jawab.c. Secara independen, peserta didik melakukan kegiatan tertentu seperti,
menyimak rekaman berupa model,

5
2. Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara

a. Berbicara terpimpin meliputi frase dan kalimat, dialog, dan pembacaan puisi.b.
Berbicara semi-terpimpin meliputireproduksi cerita, cerita berantai, menyusun kalimat
dalam sebuah pembicaraan, melaporkan isi bacaan secara lisan.c. Berbicara bebas
meliputi diskusi, drama, wawancara, berpidato, dan bermain peran.

3. Strategi Pembelajaran Keterampilan Membaca

Menggunakan teknik pemberian tugas membaca teks selama waktu tertentu, kemudian
mengajukan pertanyaan. Tes kemampuan membaca antara lain menggunakan bentuk
benar-salah, melengkapi kalimat, pilihan ganda, dan pembuatan ringkasan atau
rangkuman. Selain itu, strategi lain untuk meningkatkan keterampilan membaca yakni
dengan membaca karya sastra.

4. Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis

Keterampilan menulis melibatkan unsur linguistik dan ekstralinguistik serta memberikan


kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa secara tepat dan
memikirkan gagasan yang akan dikemukakan.

Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa strategi keterampilan menyimak,


keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis didukung
oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan berbahasa
dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran.
Sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam keterampilan berbahasa setiap
individu.

B. Jurnal Pembanding
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa jurusan pendidikan


yang melakukan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dalam mendesain
pembelajaran yang berbasis kurikulum 2013 khususnya dalam menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pendekatan penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis pada perangkat
pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 dengan menerapkan pendekatan
saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, menaar, dan mengomunikasikan hail yang
digunakan oleh mahasiswa dalam melaksanaan PPL di Sekolah.

PENDAHULUAN
6
Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam suatu proses pendidikan khususnya
pada pendidikan formal di sekolah. Berhasil tidaknya tujuan pendidikan dapat dilihat dari
pencapaian kompetensi selama proses pembelajaran berlangsung. Belajar merupakan
proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan
perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua
aktifitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar (Eggen dan
Kauchack, 1994). Belajar bukan sekadar menurut pengalaman, belajar adalah suatu proses.
Belajar secara aktif dan integrative dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk
mencapi suatu tujuan. Proses pembelajaran memiliki dua paradigma yang berkembang,
meskipun salah satunya adalah old fashion, yaitu teacher center dan student center (Joyce
dan Weil, 1986). Kevin Barry dan Len King (2002) menulis seputar eksistensi pandangan
teacher center yang sudah menjadi great paradigm dan berkembang di alam bawah sadar
para guru dan siswa. Pandangan ini menjelaskan bahwa semua informasi, main resources-
nya berasal dari guru.

Guru yang menjadi nakoda dari lalu lintas semua informasi. Harapan agar siswa bisa
melakukan critical analysis apalagi untuk berimprovisasi sangatlah jauh. Siswa merasa
segan bahkan tidak ada keinginan untuk menambah pengetahuan baru yang mungkin saja
bisa diperoleh dari berbagai media, seperti: alam, informasi, atau sumber-sumber lain di
sekitarnya. Fenomena ini masih sering dijumpai di sekolah-sekolah tertentu (di beberpa
sekolah terpencil yang minim informasi) terutama sekolah yang mana gurunya belum
mampu mengakselerasikan kompetensi mengajarnya.

Sebaliknya, untuk student center, di antara fungsi utama seorang guru di dalam kelas
adalah sebagai fasilitator. Guru lebih sering memandu siswa untuk melakukan aktivitas
belajar sehingga informasi itu bisa berjalan dari dua arah, mungkin informasi itu dari guru
dan mungkin juga informasi baru itu berasal dari siswa, sehingga benar-benar terjadi
proses take and give (Good dan Brophy, 2003).

Guru mengembangkan kesempatan belajar kepada peserta didik untuk meniti anak tangga
yang membawa peserta didik kepemahaman yang lebih tinggi, semula dilakukan dengan
bantuan guru tetapi semakin lama semakin mandiri (Wright, 1987). Bagi peserta didik,
pembelajaran harus bergeser dari “diberi tahu” menjadi “aktif mencari tahu.” Di dalam
pembelajaran, peserta didik mengkonstruksi pengetahuan bagi dirinya. Bagi pesertadidik,
pengetahuan yang dimilikinya bersifat dinamis, berkembang dari sederhana menuju
kompleks, dari ruang lingkup dirinya dan di sekitarnya menuju ruang lingkup yang lebih
luas, dan dari yang bersifat konkrit menuju abstrak.

Perencanaan pembelajaran merupakan sebuah usaha untuk menjalankan proses


pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik dan matang sehingga akan mendapatkan
hasil pembelajaran yang memuaskan seperti apa yang telah diharapkan. Perencanaan
pembelajaran ini sangat penting menjadi pedoman bagi seorang tenaga pendidik agar
mampu mengarahkan peserta didiknya untuk belajar dengan baik (Danim, 2002). Ada
sebuah masalah pokok yang cukup pelik yang harus dihadapi dunia pendidikan yakni

7
kehadiran teknologi yang selain memiliki dampak yang baik juga ada efek sampingnya
bagi seorang peserta didik khususnya anakanak. Biasanya karena penyalahgunaan
teknologi ini membuat proses pembelajaran pada seorang peserta didik menjadi terganggu
sehingga jika terjadi hal ini seorang tenaga pendidik harus tanggap dan melakukan upaya
yang tepat.

TEORI-TEORI BELAJAR

Belajar meliputi segala perubahan baik berpikir, pengetahuan, informasi, kebiasaan, sikap
apresiasi maupun pengertian. Ini berarti kegiatan belajar ditunjukan oleh adanya perubahan
tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Perubahan akibat proses belajar adalah karena
adanya usaha dari individu dan perubahan tersebut berlangsung lama. Belajar merupakan
kegiatan yang aktif, karena kegiatan belajar dilakukan dengan sengaja, sadar dan bertujuan.
Agar kegiatan belajar mencapai hasil yang optimal, maka diusahakan faktor penunjang
seperti kondisi peserta didik yang baik, fasilitas dan lingkungan yang mendukung serta
proses belajar mengajar yang tepat.

Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori
belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme. Teori
belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori
kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak.
Pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif
membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep. a. Teori Belajar Behaviorisme
Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi
aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik
pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini
menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori
behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang
belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan
metode pelatihan atau pembiasaan semata.

PERENCANAAN/ DESAIN PEMBELAJARAN

Perencanaan pembelajaran merupakan catatan-catatan hasil pemikiran awal seorang guru


sebelum mengelola proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran merupakan persiapan
mengajar yang berisi hal-hal yang perlu atau harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam
melaksanakan kegiatan pembeajaran yang antara lain meliputi unsur-unsur: pemilihan
materi, metode, media, dan alat evaluasi. Rencana pembelajaran dan silabus memiliki
pengertian yang berbeda.

8
Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan oleh siswa untuk menuntaskan suatu
kompetensi secara utuh, artinya didalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi
yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa
pertemuan. Selain hal tersebut, silabus juga mengisyaratkan materi apa yang secara
minimal perlu dikuasai oleh siswa untuk meneapai ketuntasan kompetensi. Rencana
pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk
setiap pertemuan.

DESAIN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Desain pembelajaran sangat strategis, karena merupakan cara seorang guru sebagai ujung
tombak perubahan melakukan usaha nyata untuk tercapainya komptensi. Dengan demikian
keberhasilan proses pembelajaran merupakan jaminan suatu kualitas proses perubahan
siswa/mahasiswa sebagai out-put. Lebih dari itu, keberhasilan perubahan kualitas
pembelajaran suatu bangsa tergantung pada kesuksesan kualitas proses pembelajaran
seorang guru. Mengajar adalah membuat hasil belajar dapat tercapai (teaching as making
larning possible). Ini dapat diterjemahkan secara kontekstual bahwa mengajar adalah usaha
memanfaatkan berbagai strategi, mtode, dan teknik pembelajaran guna memungkinkan
tercapainya kompetensi/ hasil belajar. Implikasi dari perubahan ini adalah semakin tinggi
kualitas komptensi hasil belajar yang diproleh siswa atau mahasiswa, semakin tinggi pula
tingkat kualitas kompetisi yang kelak mereka perankan dengan realitas.

Perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan
dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil
kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Sedangkan yang dimaksud pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau
perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam konteks
pembelajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran,
penggunaan media, pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu
alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.

PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN

Pendekatan pembelajaran yang diterakan pada kurikulum 2013 dikenal dengan istilah
pendekatan saintifik. Kurikulum 2013 mengembangkan dua model proses pembelajaran
yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses
pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan
pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi
langsung dengan sumber belajaryang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-
kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan
kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau
menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan
analisis.

9
Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses
pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak
langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan
tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata
pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku
dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas,
sekolah, dan masyarakat. Proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan yang
terjadi selama belajar di sekolah dan di luar dalam kegiatan kokurikuler dan
ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku
yang terkait dengan sikap. Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak
langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan
dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4.
Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi
wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2. Pembelajaran tidak langsung
berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan
KI-2. Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu: a. mengamati;
b. menanya; c. mengumpulkan informasi; d. mengasosiasi; dan e. mengkomunikasikan.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan model studi kasus pada
mahasiswa jurusan pendidikan yang sementara melakukan praktik pengalaman lapangan
(PPL). pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa yang melakukan PPL di SMP/MTs.
Analisis mendalam dilakukan secara kualitatif dengan dengan berpedoman pada
Permendikbud No 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 yang memuat pendekatan
saintifik dengan aktivitas mengamati, menanya, menvoba, menalar, dan
mengomunikaskan.

HASIL PENELITIAN

Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran


(RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang
mengacu pada Silabus. Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam
mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan
pendekatan penilaian otentik yang memungkinkan para pendidik menerapkan program
remedial bagi peserta didik yang tergolong pebelajar lambat dan program pengayaan bagi
peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat. Pada proses pembelajaran langsung
di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan
keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang
dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam
pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati

10
kejadian, peristwa, situasi, pola, fenomena yang terkait dengan ; menanya atau
mempertanyakan mengapa atau bagaimana fenomena bisa terjadi; mengumpulkan atau
menggali informasi melalui mencoba, percobaan, mengkaji, mendiskusikan untuk
mendalami konsep yang terkait dengan fenomena tersebut; serta melakukan asosiasi atau
menganalisis secara kritis dalam menjelaskan keterkaitan antar konsep dan menggunakan,
memanfaatkan dan memilih prosedur/algoritma yang sesuai, menyusun penalaran dan
generalisasi, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan
analisis.

Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau


yang disebut dengan instructional effect. Pada Pembelajaran tidak langsung yang terjadi
selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus.
Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda
dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran
langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan
moral dan perilaku

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis pada skenario pembelajaran yang telah disusun oleh mahasiswa
PPL jurusan pendidikan , maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa PPL jurusan
pendidikan dalam menyusun skenario pembelajaran dengan pendekatan saintifik masih
kurang khususnya pada aktivitas mengamati dan menanya. Hasil penelitian ini
menyarankan beberapa hal yaitu perlunya pengenalan lebih mendalam tetang pendekatan
saintifik dalam pembelajaran.Perunya dosen memberikan materi tambahan terkait dengan
kurikulum 2013. Perlunya dosen melakukan pembimbingan mendalam kepada mahasiswa
khususnya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Kelebihan buku
1. Jurnal utama

11
1. Dari aspek tata bahasa isi artikel, Dilihat dari segi aspek tata bahasa isi artikel, baik
jurnal utama maupun jurnal pembanding menggunakan tata bahasa yang baik dan
mudah untuk dipahami oleh para pembaca, pada kedua jurnal tersebut juga
menggunakan sedikit bahas asing untuk memperluas atau menambah wawasan
aataupun pengetahuan para pembaca.
2. Pada jurnal utama, kajian teorinya lebih luas dalam memaparkan isi teoritisnya.
Berbeda dengan jurnal pembanding yang hanya memaparkan secara singkat. Pada
jurnal ini, kajian teoritis banyak dicantumkan berbagai pendapat defenisi dari para
ahli. Menggunakan kerangka penelitian untuk mempermudah para pembaca dalam
memahami materi.
3. Penelitian ini sudah sangat lengkap karena memuat latar belakang, tinjauan
pustaka, metode penelitian, hasil penelitian serta kesimpulan dan saran sehingga
penelitian ini dikatakan baik. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti, jelas
dan terperinci pada setiap pembahasan. Pada penelitian ini juga menjelaskan
pengertian dari kata kunci, yaitu tentang emosi, orangtua, jenis kelamin dan pola
asuh, sehingga kata kunci dan hasil penelitian sinkron. Penelitian ini juga memuat
pendapat dari para ahli sehingga penelitian ini dapat dipercaya.

2. Jurnal Pembanding
Abstrak dalam jurnal menggunakan dua bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
berbanding terbalik dengan jurnal pembanding yang hanya menggunakan bahasa
Indonesia.

Penggunaan bahasa Indonesia yang dapat dimengerti, dengan ejaan yang disempurnakan.

Penjelasanan yang disajikan sangat detail cocok untuk mahasiswa dalam rangka membuat
perencanaan pembelajaran yang baik ketika pelatihan lapangan atau kuliah kerja nyata.

Stategi pengajaran yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jurnal sangat rinci dan baik,
dibandingkan dengan jurnal kedua yang hanya menjelaskan beberapa pelaksanaan
lapangan dan pembahasannya cenderung tidak mendetail.

Hasil dan pembahasan penelitan yang ada dalam jurnal utama dijelaskan sangat baik dan
dibahas dengan bahasa yang singkat sehingga pembaca dapat mengerti dengan baik
maksud pembahasan yang ada dalam jurnal.

12
B. Kekurangan Jurnal
1. jurnal utama

1. Pada abstrak, jurnal tersebut hanya menggunakan bahasa Inggris.


2. Penelitian ini hampir tidak memiliki kelemahan karna sudah sangat jelas, hanya
saja pada bagian metode pengumpulan data kurang detail penjelasannya

2. Jurnal pembanding

1. Jumlah halaman jurnal yang banyak mungkin membuat pembaca tidak tertarik jika
membaca jurnal yang panjang dan pembahasan dalam jurnal utama cenderung
berbelit – belit.
2. Daftar pustaka dalam jurnal utama banyak menggunakan referensi tahun lama, dan
banyak menggunakan referensi internet dibandingkan referensi buku.

BAB IV

PENUTUP

13
A. Simpulan

Dalam jurnal ini, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran menjadi faktor utama
dalam meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan bahasa. Strategi yang
terencana memegang peranan penting dalamproses pembelajaran. Agar strategi tersebut
tidak menjauh dari sasaran yang ingin dicapai perlu pemahaman yang lebih baik dalam
kegiatan pembelajaran bahasa. Strategi yang berhubungan secara langsung antara pengajar
dan peserta didik sehingga menimbulkan stimulus dan respon sangat berperan penting.
Komponen program pengajaran yang berpusat pada pengajar, pesertadidik dan materi
pengajaran juga perluditerapkan agar pembelajaran dapatterlaksana dengan baik. Strategi
yang berpusat pada peserta didik merupakan strategi pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk aktif sehingga pengajar hanya berperan sebagai
fasilitator dan motivator. Dalam pembelajaran keterampilan berbahasastrategi keterampilan
menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis
didukung oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan
berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses
pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam keterampilan
berbahasa setiap individu.

B. Rekomendasi
Adapun penulis merekomendasikan jurnal ini kepada:

1. Pembaca yang merupakan seorang mahasiswa – mahasiswa khususnya yang kuliah


di pendidikan, dimana jurnal ini membahas seberapa penting strategi pembelajaran
dalam bahasa Indonesia.
2. Pembaca yang merupakan generasi muda milenial yang ingin mengetahui seberapa
penting dan bagaimana strategi yang aka di gunakan dalam pembelajaran
khususnya bahasa.
3. Pembaca yang ingin menambah wawasannya.

DAFTAR PUSTAKA

14
Fatimah. 2018. Strategi belajar dan pembeajaran dalam meningkatkan keterampilan
bahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. ISSN 2614-8226. Diakses pada
29 Maret 2020.

Nursalam. 2016. Studi Kemampuan Mahasiswa Mendesain Perencanaan Pembelajaran Di


Sekolaj Menengah Pertama berbasis pendekatan Saintifik. Jurnal Matematika dan
Pembelajaran. ISSN 2354-6883. Diakses pada 23 Maret 2020.

15