Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkah dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah kelompok dua mengenai “Wisata
Alam Hutan Mangrove“ ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat
membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun pada intinya untuk memperbaiki
kekurangan-kekurangan agar dimasa yang akan datang lebih baik lagi.

            Ucapan terimakasih kepada dosen pengajar yang telah menyempatkan diri dalam
membaca dan memberi penilaian kepada makalah ini, akhir kata penulis ucapkan terimakasih

Demikian apa yang bisa saya sampaikan, semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari
makalah ini.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................i
........................................................................................................................................................

DAFTAR ISI................................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................1
1.3 Tujuan....................................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................3

2.1 Destinasi Wisata.....................................................................................................................3

2.2 Wisata Alam Hutan Magrove Gonenggati.............................................................................5

2.3 Unsur Penting Wisata Hutan Mangrove Gonenggati.............................................................5

2.4 Cara Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Hutan Mangrove Gonenggati..........................7

BAB III PENUTUP.....................................................................................................................8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Obyek wisata yang ada di Indonesia merupakan salah satu dari kekayaan alam yang patut
untuk dibanggakan. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi keindahannya
maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga menarik minat wisatawan untuk
mengunjunginya.

Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan dan prioritas
pengembangan bagi sejumlah Negara, terlebih bagi Negara berkembang seperti Indonesia yang
memiliki potensi wilayah yang luas dengan adanya daya tarik wisata cukup besar, banyaknya
keindahan alam, aneka warisan sejarah budaya dan kehidupan masyarakat.

Untuk meningkatkan peran kepariwisataan, sangat terkait antara barang berupa obyek wisata
sendiri yang dapat dijual dengan sarana dan prasarana yang mendukungnya yang terkait dalam
industri pariwisata. Usaha mengembangkan suatu daerah tujuan wisata harus memperhatikan
berbagai faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan suatu daerah tujuan wisata.

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki banyak daya tarik wisata alam salah satunya ada di
daerah Donggala yaitu Hutan Mangrove Gonenggati. Namun masih banyak wistawan yang
belum mengetahui adanya Hutan Mangrove Gonenggati, oleh karena itu perlu adanya penjelasan
kepada khalayak umum mengenai Hutan Mangrove Gonenggati.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan destinasi wisata ?
2. Bagaimanakah destinasi wisata Hutan Mangrove Gonenggati ?
3. Apa saja yang menjadi unsur penting wisata Hutan Mangrove Gonenggati ?
4. Bagaimana cara meningkatkan daya tarik wisatawan Hutan Mangrove Gonenggati ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan destinasi wisata

1
2. Untuk mengetahui destinasi wisata hutan magrove Gonenggati
3. Untuk mengetahui unsur penting wisata hutan mangrove Gonenggati
4. Untuk mengetahui cara meningkatkan daya tarik wisatawan mangrove Gonenggati

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Destinasi Wisata

Destinasi adalah tempat tujuan atau daerah tujuan wisata (Daryanto, 1997) dalam kamus
Bahasa Indonesia.

Wisata adalah perjalanan atau sebagai dari kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela
serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata (Fandeli, 2001).

Destinasi wisata adalah suatu kawasan spesifik yang dipilih oleh seseorang pengunjung
yang mana ia dapat tinggal dalam waktu tertentu (Hardinoto, 1996)

Sesuai dengan penjelasan diatas maka dapat dikatakan Destinasi merupakan tempat atau
tujuan wisata oleh orang-orang yang akan melakukan perjalanan wisata baik wisatawan lokal
maupun asing. Nah, hal inilah yang harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk
memperkenalkan kepada publik setiap titik daerah asal kita yang memiliki keindahan alam
meliputi pemandangan, gunung, pantai, air terjuan, flora, fauna dan segala sesuatu yang dapat
dijadikan sebagai destinasi wisata untuk semua kalangan. Apalagi disaat sekarang, teknologi
semakin berkembang sehingga setiap informasi dapat diakses dan dipublikasikan dalam waktu
singkat. Itulah kenapa kita dituntut agar dapat memanfaat perkembangan teknologi dengan
sebaik-baiknya untuk hal yang bermanfaat, salah satunya dengan mempublikasikan semua
keindahan alam yang berada di sekitar kita.

Berbicara tentang destinasi wisata pasti berkaitan erat dengan peningkatan sumber daya
alam dan peningkatan ekonomi suatu daerah atau negara. Keseimbangan antara ekonomi dan
ekologi merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan tempat-tempat wisata sehingga manfaat
pembangunan berkelanjutan juga menjadi hal nyata yang dirasakan oleh semua orang

3
Dengan memperkenalkan setiap keindahan alam kepada publik maka dengan sendirinya akan
memberikan informasi destinasi wisata kepada para wisatawan sehingga manfaat buat suatu
daerah destinasi wisata antara lain :

1. Tempat wisata tersebut menjadi semakin terkenal

2. Daerah tersebut masuk dalam daftar rencana tujuan para wisatawan

3. Meningkatnya penghasilan para sopir angkutan umum dan angkutan khusus (mobil
sewa)

4. Meningkatnya pengasilan tukang ojek Menciptakan lapangan kerja

5. Menigkatkan perekonomian daerah setempat (kelurahan, desa, kecamatan, kabupaten,


provinsi)

Jika banyaknya wisatawan yang datang berwisata disuatu daerah maka dengan sendirinya
aktivitas transportasi akan mengalami peningkatan. Nah, hal ini yang saya maksudkan
tentang meningkatnya penghasilan para sopir angkutan umum, khusus dan tukang ojek.

Membuka lapangan kerja bagi masyarakat dimana terdapat lokasi wisata dengan berjualan,
menjadi pemandu wisata atau menyediakan fasilitas-fasilitas yang bisa disewakan seperti
sepeda, motor atau peralatan selam.

Dengan menigkatnya aktivitas wisatawan pada suatu daerah maka secara otomatis
menyebabkan meningkatnya perekonomian daerah tersebut. Salah satu contoh, misalnya
jalur umum para wisatawan ada pelabuhan kapal laut dan bandara, nah disini terjadi
pembayaran retribusi untuk daerah atau sederhananya pembayaran tiket masuk pelabuhan
dan bandara. Retribusi adalah pungutan yang dikenakan kepada masyarakat yang
menggunakan fasilitas yang disediakan oleh negara.

Meningkatnya perekonomian suatu daerah mencerminkan pemerintahan yang baik demi


kesejahteraan masyarakat.

4
5
2.2 Wisata Alam Hutan Magrove Gonenggati

Hutan Mangrove Gonenggati adalah kawasan ekosistem mangrove alami yang berada di


pesisir Kabonga Besar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Tempat ini sebagai kawasan
pelestarian lingkungan hidup dan memelihara pesisir dari abrasi laut. Hutan Bakau Gonenggati
tempat penelitian dan sarana edukasi masyarakat dan saat ini dijadikan kawasan wisata di
kecamatan banawa, terletak di jalan trans palu donggala, panjang pesisir hutan bakau gonenggati
3 KM. Hutan mangrove sebagai pembatasan daerah yang berair dengan daerah pantai yang
berpasir, tempat habitat berbagai jenis satwa, pembesaran berbagai jenis ikan laut, yang lebih
utama sebagai pelindung pantai dari abrasi dan meredam gelombang besar (tsunami).

Indonesia memiliki kawasan hutan bakau terbesar se Asia Tenggara 3 juta hektar atau 60 persen
luasan hutan bakau di seluruh Asean, bahkan merupakan mangrove terluas didunia 2,5 hingga
4,5 juta hektar, 25 persen dari total luas mangrove di dunia. Namun sebagian kondisinya kritis.
Abrasi dikawasan pesisir kembang tanjung, merusak 2 perkampungan didesa Pasi Lhok dan Pasi
Jeumeureng, Pidie, Aceh. Garis Pantai Kayu Angin di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan
Kalimantan Utara telah hilang sepanjang 27 meter, tergerus abrasi yang terjadi sejak tahun 1980-
an, Menghilangkan sebuah kampung yang dihuni suku bajo. Dari 437,70 kilometer garis pantai
pulau Bali, sebanyak 88,3 kilometer mengalami abrasi. Terganggunya keseimbangan alam
didaerah pantai yang terjadi di pantai-pantai di Bali karena faktor alam dan pembangunan di
sepanjang sepadan pantai.

2.3 Unsur Penting dalam Objek Wisata

Menurut Spillane (2002) ada lima unsur penting dalam suatu objek wisata yaitu:
(1) attraction atau hal – hal yang menarik perhatian wisatawan;(2) facilities atau fasilitas -
fasilitas yang diperlukan; (3) infrastructure atau infrastruktur dari objek wisata,
(4) transportation atau jasa – jasa pengangkutan; (5) Hospitality atau keramahtamahan,
kesediaan untuk menerima tamu.

Menurut Karyono (1997) suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik di samping
harus ada objek dan atraksi wisata, juga harus memiliki tiga syarat daya tarik, yaitu: (1) ada

6
sesuatu yang yang bisa dilihat (something to see); (2) ada sesuatu yang dapat dikerjakan
(something to do); (3) ada sesuatu yang bisa dikerjakan (something to do); (3) ada sesuatu
sesuatu yang bisa dibeli (something to buy)

1. Atraksi atau obyek wisata hutan mangrove Gonenggati memiliki lahan yang luas dan
sudah ditanami ribuan batang mangrove dan jumlah terus bertambah. Untuk
mencapai hutan mangrove pengunjung diharuskan menyusuri tepiannya dipenuhi
dengan pohon mangrove yang indah. Mangrove trail memiliki panjang lebih dari 1
km yang dilengkapi dengan gardu pandang untuk melihat panorama hutan mangrove,
selain itu terdapat spot foto menarik seperti jembatan warna warni, payung-payung,
sayap kupu-kupudan lain-lain. Selain hutan mangrove juga terdapat pulau pasir yang
terletak dilaut lepas dari dermaga hutan mangrove yang bisa ditempuhdengan
menunggunakan perahu. Selain itu juga terdapat perahu kecil kapasitas 2 orang yang
dapat digunakan untuk bermain disekitar pulau pasir, sehingga pengunjung dapat
merasakan sensasi terombang-ambing dilaut lepas.
2. Obyek wisata hutan mangrove dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung
seperti warung para penjual makanan/minuman yang berada di luar obyek wisata,
tempat parkir motor dan mobil, toilet, perahu pengangkut wisatawan, papan
informasi, museum mini sehingga wisatawan mudah memperoleh informasi dan
kebutuhan wisata, serta tempat duduk dan gazebo disepanjang mangrove trail yang
dapat digunakan pengunjung untuk istirahat dan bersantai, wahana ayunan jaring,
aunan langit, dan ayunan ban yang dapat melatih adrenalin, di kawasan wisata alam
hutan mangrove ini juga terpasang lampu sehingga kita dapat berkunjung dimalam
hari.
3. Wisata Hutan Mangrove Gonenggati berada di pesisir pantai laut tepatnya terletak di
Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi
Sulawesi Tengah, Indonesia. Kawasan ini berjarak sekitar 30 km dari Alun-alun Kota
Palu yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit menggunakan
kendaraan pribadi dengan kecepatan rata-rata. Rute jalan menuju obyek wisata hutan
mangrove cukup mudah yaitu dari jalur dua utama yang mudah untuk diakses, jalan
lebar dan mudah untuk dilalui kendaraan roda 4 walaupun masih terdapat sebagian

7
jalan yang rusak. Belum terdapat angkutan umum khusus wisatawan untuk menuju
lokasi wisata hutan mangrove.

2.4 Cara Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Hutan Mangrove Gonenggati

1) Pengembangan dengan melakukan inovasi berupa menambah keberagaman atraksi untuk


meningkatkan daya tarik pengunjung dan membuat toko khusus souvenir.

2) Merawat serta menjaga sarana dan prasarana yang telah tersedia seperti tempat parkir,
warung, gazebo, tempat duduk, mushola, toilet, dan perahu.

3) Meningkatkan intensitas promosi dan informasi melalui media massa maupun sosial media
atau berkerja sama dengan pemerintah dan swasta untuk memperluas skala pasar sehingga dapat
dikenal masyarakat luas khususnya seluruh Provinsi Sulawesi Tengah.

4) Menjaga kebersihan kawasan obyek wisata Hutan Mangrove dengan cara tidak membuang
sampah sembarangan dan tidak melakukan kegiatan mencorat-coret fasilitas yang tersedia.

5) Membuat event pada waktu-waktu tertentu untuk meningkatkan jumlah pengunjung maupun
sebagai ajang promosi obyek wisata agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

6) Perencanaan pengembangan memperhatikan kemampuan daya dukung wilayah dengan


mengatur penggunaan lahan secara proporsional untuk menciptakan kualitas lingkungan hidup
yang optimal sehingga tidak menurunkan kemampuan daya dukung wilayah.

7) Melakukan kajian daya dukung lingkungan secara rutin untuk mengetahui perubahan
kemampuan daya dukung wilayah sehingga dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam
melakukan pengembangan wilayah tanpa mengurangi kualitas lingkungan hidup.

8
BAB III

PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para
pembaca. Penulis mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat
yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas. Karena penulis hanyalah manusia biasa yang tak luput
dari kesalahan dan juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima dan kami ucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya.