Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA


“PEMILIHAN KATA”

Dosen : Ferdiawan, S.Pd., M.Pd.

Disusun oleh : KELOMPOK 3


Ni Wayan Tina Asari C20118125
Hajra C20118136
Nurul Zakiah C20118142
Muliana Sri Astuti C20118144
Rindiani C20118152
Thasya Magfira C20118165
Marisa Resty C20118166
Ni Made Priska Indriani C20118174
Megarista C20118435
Wita Wahyuni C20118453
Samsuriati C20118474

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini
bisa terselesaikan.

Dengan pengetahuan yang sangat sederhana kami telah berupaya dan berusaha
sebaik mungkin dalam menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Bahasa Indonesia
yang berjudul “Pemilihan Kata” dalam Bahasa Indonesia.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para


pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang
bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik.

Palu, 19 september 2019

KELOMPOK 3
DAFTAR ISI

SAMPUL...............................................................................................

KATA PENGANTAR............................................................................

DAFTAR ISI..........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................

A. Latar Belakang............................................................................

B. Tujuan penulisan.......................................................................

C. Rumusan masalah.......................................................................

BAB II PEMBAHASAN........................................................................

A. Pengertian Pemilihan Kata(Diksi)...............................................

B. Fungsi Diksi................................................................................

C. Pembagian Makna Kata..............................................................

D. Kesalahan Pemakaian Gabungan Kata dan Kata........................

E. Syarat-Syarat Ketepatan Diksi....................................................

BAB III PENUTUP................................................................................

A. Kesimpulan.................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Tidak dapat disangkal bahwa dalam kehidupan sehari-hari penggunaan kosa


kata adalah bagian yang sangat penting dalam berbagai aktivitas. Dari mulai aktivitas
dalam keluarga, pendidikan, bahkan dalam bermasyarakat. Oleh karena itu semua
orang perlu memahami bagaimana cara pemilihan kata yang tepat.

Mereka yang luas kosa katanya akan memiliki pula kemampuan yang tinggi
untuk memilih setepat-tepatnya kata mana yang paling harmonis untuk mewakili
maksud atau gagasannya. Apalahi sebagai mahasiswa yang baik hendaknya
mengetahui dan memahami bagaimana penggunaan pilihan kata yang tepat dan
cermat dalam konteks yang tepat pula.

B. Tujuan penulisan

Dengan dibuatnya makalah ini, kami sebagai penulis berharap informasi yang
terdapat pada makalah ini dapat berguna khususnya bagi penulis dan para pembaca.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan
tentang bagaimana tatacara dalam memilih kata yang tepat untuk berbahasa yang
baik.

C. Rumusan masalah

Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan pemilihan kata (diksi)?

2. Apa sajakah fungsi-fungsi pemilihan kata?

3. Apa saja kriteria pemilihan kata?

4. Apa penyebab kesalahan pemakaian gabungan kata dan kata?

5. Apa syarat-syarat ketepatan diksi?


BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi pemilihan kata (diksi)

Pemilihan kata (diksi) adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat
mengungkapkan gagasan secara tepat. Dalam kegiatan berbahasa, pemilihan kata
merupakan aspek yang sangat penting karena pemilihan kata yang tidak tepat selain
dapat menyebabkan ketidakefektifan bahasa yang digunakan, juga dapat mengganggu
kejelasan informasi yang disampaikan. Selain itu, kesalahpahaman terhadap informasi
dan rusaknya situasi komunikasi juga tidak jarang disebabkan oleh penggunaan
pilihan kata yang tidak tepat.

Sebagai contoh, mari kita perhatikan beberapa ungkapan berikut.

 Diam!
 Tutup mulutmu!
 Jangan berisik!
 Saya harap anda tenang.
 Dapatkah anda tenang sebentar?

Ungkapan-ungkapan tersebut pada dasarnya mengandung informasi yang


sama, tetapi dinyatakan dengan pilihan kata yang berbeda-beda. Perbedaan pilihan
kata itu dapat menimbulkan kesan dan efek komunikasi yang berbeda pula. Kesan dan
efek itulah yang perlu dijaga dalam berkomunikasi jika kita tidak ingin situasi
pembicaraan menjadi terganggu. Kenyataan tersebut mengisyaratkan bahwa masalah
pilihan kata hendaknya benar-benar diperhatikan oleh para pemakai bahasa agar
Bahasa yang digunakan menjadi efektif dan mudah dipahami sebagaimana yang kita
maksudkan. Perlunya memperhatikan, menimbangnimbang, dan memikirkan lebih
dahulu kata-kata yang akan digunakan juga sudah diingatkan oleh pendahulu kita
melalui pepatah-pepatah dan peribahasa-peribahasa.

Misalnya:

 Mulutmu adalah harimaumu.


 Lidah itu lebih tajam daripada pedang.

Ungkapan-ungkapan bijak tersebut mengingatkan kepada kita agar dalam


berbicara atau dalam berkomunikasi kita berhati-hati memilih kata. Kehati-hatian itu
dimaksudkan agar kata-kata yang kita gunakan tidak berbalik mencelakai diri kita
sendiri ataupun menyebabkan orang lain merasa sakit hati. Berdasarkan penjelasan
tersebut, ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan di dalam memilih kata. Kriteria
yang dimaksud akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian berikut.

B. Fungsi pemilihan kata (diksi)

Mengacu pada pengertian diksi di atas, fungsi diksi adalah agar pemilihan kata
dan cara penyampaiannya dapat dilakukan dengan tepat sehingga orang lain mengerti
maksud yang disampaikan. Secara umum, ada beberapa fungsi diksi yaitu:

 Membantu audiens/pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis atau


pembicara.
 Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan efisien.
 Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat.
 Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan.

C. Kriteria Pemilihan Kata

Agar dapat mengungkapkan gagasan, pendapat, pikiran, atau pengalaman


secara tepat, dalam berbahasa—baik lisan maupun tulis—pemakai bahasa hendaknya
dapat memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria di dalam pemilihan kata. Kriteria
yang dimaksud adalah sebagai berikut.

(1) Ketepatan

(2) Kecermatan

(3) Keserasian
Ketepatan dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih kata
yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat dan gagasan itu dapat diterima
secara tepat pula oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, pilihan kata
yang digunakan harus mampu mewakili gagasan secara tepat dan dapat menimbulkan
gagasan yang sama pada pikiran pembaca atau pendengarnya.

Ketepatan pilihan kata semacam itu dapat dicapai jika pemakai bahasa mampu
memahami perbedaan penggunaan kata-kata yang bermakna

(1) denotasi dan konotasi,

(2) sinonim,

(3) eufemisme,

(4) konkret dan abstrak.

1. Makna Denotasi dan konotasi

Makna denotasi adalah makna dalam alam wajarsecara eksplisit. Makna wajar
ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian
yang dikandung dalam sebuah kata secara objektif. Contoh : wanita dan perempuan
secara konseptual sama, gadis dan perawan secara denotatif sama maknanya.

Makna konotasi adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat
dari sikap social, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna
konseptual. Contoh : Prabowo dan Jokowi berebut kursi presiden. Kalimat tersebut
tidak menunjukkan makna bahwa Prabowo dan Jokowi tarik-menarik kursi, karena
kata kursi berarti jabatan presiden.

2. Sinonim

adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama,
tetapi bentuknya berlainan. Sinonim ialah persamaan makna kata. Contoh : agung,
besar, raya. Dan mati, wafat, meninggal.

3. Eufemisme
Eufemisme adalah kata atau ungkapan yang dirasa lebih halus untuk
menggantikan kata atau ungkapan yang dirasa kasar, vulgar, dan tidak sopan. Terkait
dengan itu, pemakai Bahasa diharapkan dapat memilih kata-kata atau ungkapan yang
lebih halus agar komunkasi yang disampaikan dapat mengungkapkan maksud secara
tepat dan tidak menimbulkan disharmoni dalam komunikasi.

Misalnya:

mati (untuk manusia) = meninggal dunia

bodoh = kurang pandai

miskin = kurang mampu

= mohon

Meskipun dianjurkan menggunakan bentuk eufemisme untuk menjaga


hubungan baik dengan lawan bicara, pemakai bahasa tidak seharusnya terjebak pada
penggunaan eufemisme yang terkesan menyembunyikan fakta. Hal itu karena
pemakai bahasa dapat dianggap membohongi pihak lain.

Misalnya:

ditangkap (polisi) = diamankan (polisi)

harganya dinaikkan = harganya disesuaikan

4. konkret dan abstrak

Kata yang acuannya semakin mudah diserap panca indra disebut kata konkret,
seperti meja, rumah mobil, dan lain-lain. Jika suatu kata tidak mudah diserap panca
indra maka kata itu disebut kata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagasan
rumit.

D. Kesalahan Pemakaian Gabungan Kata dan Kata

a. Kesalahan pemakaian gabungan kata yang mana, dimana, dari pada.


Contoh:

Dalam rapat yang mana dihadiri oleh para ketua RT dan Rw. Seharunya “ dalam rapat
yang dihadiri yang dihadiri oleh para ketua RT dan Rw”.
Demikian tadi sambutan Pak Lurah di mana beliau telah menghimbau kita untuk lebih
tekun bekerja. Seharusnya menjadi “ demikian tadi sambutan Pak Lurah” dan “ beliau
telah menghimbau kita untuk lebih takun bekerja”.

Marilah kita perhatikan kebersihan kita daripada lingkungan kita. Seharusnya menjadi
“ marilah kita perhatikan kebersihan lingkungan kita”.

b. Kesalahan pemakaian gabungan kata dengan, di, dan ke.

Contoh :

Sampaikan salam saya dengan Dona . seharusnya “ sampaikan salam saya kepada
Dona”.

agendaku tertinggal di rumah Andi. (sudah benar)


Jangan menoleh ke kiri. (sudah benar)

c. Kesalahan pemakaian kata berbahagia


Dalam pertemuan formal ditengah masyarakat, kita sering mendengar kata
berbahagia dipakai secara keliru oleh pembawa acara dan juga oleh pembicara lain.
Uumnya kata berbahagia itu dimunculkan pada bagian awal suatu acara ketika
pembicara menyapa hadirin, contoh:

Selamat malam dan selamat datang di tempat yang berbahagia ini.

Seharusnya kata berbahagia digantikan dengan kata sifat tentu saja kalimatnya benar,
karena berbahagia itu bukan kata sifat. “selamat malam dan selamat datang di tempat
yang indah ini”.

E. Syarat-Syarat Ketepatan Diksi


Ketepatan adalah kemampuan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang
sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dipikirkan atau dirasakan
oleh penulis atau pembicara, maka setiap penulis atau pembicara harus berusaha
secermat mungkin memilih kata-katanya untuk mencapai maksud tersebut. Adapun
syarat-syarat ketepatan pilihan kata adalah:

1. Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi.

Denotasi adalah kata yang bermakna lugas atau tidak bermakna ganda.
Sedangkan konotasi adalah kata yang dapat menimbulkan bermacam-macam makna.
Contoh:

- Bunga Edleweis hanya tumbuh di tempat yang tinggi. (denotasi)


- Sinta adalah bunga desa di kampungnya. (konotasi)

2. Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim.

- Siapa pengubah peraturan yang memberatkan pengusaha?


- Pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah peubah peraturan
yang selama ini memberatkan pengusaha.

3. Membedakan kata-kata yang mirip ejaannya

- Intensif – insensif
Karton – kartun
- Korporasi –koperasi

4. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika
pemahaman belum dapat dipastikan.

Modern : canggih (secara subjektif)

Modern : terbaru atau muktahir (menurut kamus)

5. Waspada terhadap penggunaan imbuhan asing.

Dilegalisir seharusnya dilegalisasi

Koordinir seharusnya koordinasi

6. Membedakan pemakaian kata penghubung yang berpasangan secara tepat.


Antara .....dan......

Bukan ....... tapi ............

Baik .......... maupun ....

7. Membedakan kata umum dan kata khusus secara cermat.

Kata umum : melihat

Kata khusus : melotot, melirik, mengintip, menonton.

8. Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.

Isu (berasal dari bahasa inggris issue) yang berarti publikasi, perkara.

Isu (dalam bahasa indonesia) berarti kabar yang tidak jelas asal-usulnya, kabar
angin, desas-desus.

9. Menggunakan dengan cermat kata bersinonim, berhomofoni, dan berhomografi.

Sinonim : hamil (manusia) – bunting (hewan)

Homofoni : bank (tempat menyimpan uang) – bang (panggilan kakak laki-


laki)

Homografi : apel (buah) – apel (upacara)

10. Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat.

Kata abstrak mempunyai referensi berupa konsep, sedangkan kata konkret


mempunyai referensi objek yang diamati. Contoh :

Kata abstrak : kebaikkan seseorang kepada orang lain merupakan sifat terpuji.

Kata konkret : APBN RI mengalami kenaikan lima belas persen.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan yaitu, diksi atau pilihan
kata adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang
ingin disampaikan dan kemampuan untuk menentukan bentuk yang sesuai dengan
situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok pendengar. Pilihan kata yang tepat dan
sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau
perbendaharaan kata itu. Diksi berfungsi sebagai alat agar tidak terjadi
kesalahpahaman antara pembaca atau penulis terhadap pendengar atau pembaca
dalam berkomunikasi.

Diksi memiliki beberapa syarat ketepatan agar menimbulkan imajinasi yang


sesuai antara pembicara dan pendengar. Fungsi diksi secara umum ialah agar
masyarakat dapat berkomunikasi dengan baik dan benar agar terhindar dari salah
penafsiran dan kesalahpahaman antara pembicara atau penulis dengan pendengar atau
pembaca .