Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

Nursing Health (Alignment Nutrisi dan Istirahat)

Dosen Pengampu : Ns. Sinta Wijayanti, M.Kep.Sp.Kep.M.B.

Disusun Oleh :
Ni Nyoman Widi Astari (1926074)

AKADEMI KEPERAWATAN PANCABHAKTI


BANDAR LAMPUNG
2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat tuhan yang maha ESA karena atas limpahan
rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat membuat makalah yang berjudul”
Nursing Health (Alignment Nutrisi dan Istirahat) “dengan baik.

Penulis merancang makalah ini dengan bentuk se’sederhana mungkin


untuk dapat di mengerti oleh para pembaca makalah ini, dan dapat diserapi akan
ilmu pengetahuan yang tersirat di dalam makalah ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan – kekurangan


yang ada dalam makalah ini, oleh dari pada itu penulis mengharap setidaknya
saran maupun kritik dari para pembaca demi terciptanya makalah yang lebih baik
di masa yang akan datang.

Bandar Lampung, 23 April 2020

penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................i
KataPengantar…........................................................................................ii
Daftar Isi....................................................................................................iii

Bab I Pendahuluan
1.1LatarBelakang...........................................................................1

Bab II Pembahasan
2.1 PengertianNursingHealth.......................................................2

2.2 Nursing Health padaBodyAligment......................................2

2.3 Nursing HealthpadaNutrisi....................................................4

2.4 Nursing Health padaistirahattidur..........................................6

Bab III Penutup

3.1Kesimpulan................................................................................8

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang

Sistem pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam


meningkatkan derajat kesehatan. Melalui sistem ini tujuan pembangunan
kesehatan dapat tercapai dengan efektif, efisien dan tepat sasaran.
Keberhasilan sistem pelayanan keehatan tergantung dari berbagai komponen
yang masuk dalam pelayanan kesehatan. Sistem terbentuk dari subsistem
yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Sistem terdiri dari: input,
proses, output, dampak, umpan balik danlingkungan.

1. Input Merupakan sistem yang akan memberikan segala masukan untuk


berfungsinya sebuah sistem. Input pelayanan kesehatan meliputi: potensi
masyarakat, tenaga dan sarana kesehatan, dansebagainya.

2. Proses Merupakan kegiatan merubah sebuah masukan menjadi sebuah hasil


yang diharapkan dari sistem tersebut. Proses dalam pelayanan kesehatan
meliputi berbagai kegiatan dalam pelayanan kesehatan.

3. Output Merupakan hasil yang diperoleh dari sebuah proses. Output


pelayanan kesehatan dapat berupa pelayanan yang berkualitas dan terjangkau
sehingga masyarakat sembuh dansehat.

4. Dampak Merupakan akibat dari output atau hasil suatu sistem, terjadi
dalam waktu yang relatif lama. Dampak sistem pelayanan kesehatan adalah
masyarakat sehat, angka kesakitan dan kematianmenurun.

5. Umpan balik Merupakan suatu hasil yang sekaligus menjadi masukan.


Terjadi dari sebuah sistem yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi. Umpan balik dalam pelayanan kesehatan dapat berupa
kualitas tenagakesehatan.

6. Lingkungan Adalah semua keadaan diluar sistem tetapi dapat


mempengaruhi pelayanan.
BAB II
PEMBAHASA
N

2.1 Pengertian NursingHealth


Sistem pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam
meningkatkan derajat kesehatan. Merupakan bagian dari sistem pelayanan
kesehatan yang diberikan pada masyarakat. Menurut Leavel & Clark
dalam memberikan pelayanan kesehatan harus memandang pada tingkat
pelayanan lesehatan yang akan diberikan,yaitu:
a. Health Promotion (PromosiKesehatan)
Merupakan tingkat pertama dalam memberikan pelayanan melalui
peningkatan kesehatan.Bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan
masyarakat. Contoh: kebersihan perorangan, perbaikan sanitasi
lingkungan, dansebagainya.
b. Specific Protection (perlindungan khusus)
Perlindungan khusus adalah masyarakat terlindung dari bahaya atau
penyakit-penyakit tertentu. Contoh: Imunisasi, perlindungan keselamatan
kerja.
c. Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini & pengobatan
segera) Sudah mulai timbulnya gejala penyakit. Dilakukan untuk
mencegah penyebaran penyakit. Contoh: survey penyaringankasus.

2.2 Nursing Health pada BodyAligment


Kesejajaran tubuh dan postur merupakan istilah yang sama dan mengacu
pada posisi sendi, tendon, ligamen dan otot selama berdiri, duduk dan
berbaring.Kesejajaran tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada
struktur muskuloskeletal, mempertahankan tonus (ketegangan) otot secara
kuat dan menunjang keseimbangan.
Mekanika tubuh yang baik berawal dari postur tubuh yang tepat. Postur
tubuh yang tepat berarti terdapat keseimbangan antara kelompok otot dan
bagian-bagian tubuh dalam kesejajaran (posisi) yang baik. Postur tubuh
yang benar adalah sama dalam semua posisi berdiri, duduk dan berbaring.
Postur tubuh yang baik membuat tubuh berfungsi dengan baik dalam
semua aktifitas. Postur yang benar membuat gerakan mengangkat,
menarik, dan mendorong lebihmudah.
Tulang belakang bagaikan tongat yang lentur dengan palang dekat bagian
atasnya dan palang yang lain dekat baian bawah. Otot-otot yang kuat
melekatkan lengan dan kaki ke tulang belakang. Otot-otot tulang ini
berbentuk kecil. Otot-otot ini tidak mengangkat beban berat. Tugas utama
otot-otot untuk mengbengkokan punggung berbagai arah dan menahan
punggung dengan stabil, seperti jangkar kapal, sementara otot-otot kaki
dan bau melaksanakan pekerjaan berat. Untuk menghindari ketegangan
otot-otot punggung anda, bungkukkan pinggul dan lutut bila memindahkan
benda. Bila anda mengangkat beban berat, pegang erat dengan dirianda.
Postur tubuh berdiri yang baik :
Kedua kaki diletakkan datar pada lantai, retangkan sekitar 12 inci Lengan
berada di samping .Punggung lurus Otot-otot perut dikencangkan
Prinsip Body Alignment :
1. Keseimbangan dapat dipertahankan jika line of gravity melewatidan
base of support.
2. The base of support lebih luas dan pusat gravity lebih rendah kestabilan
dan keseimbangan lebihbesar.
3. Jika line gravity berada diluar pusat dari base of support, energi lebih
banyak digunakan untuk mempertahankankeseimbangan.
4. The base of support yang luas dan bagian-bagian dari body alignment
baik akan menghemat energi dan mencegah kelelahanotot.
5. Perubahan dalam posisi tubuh membantu mencegahketidaknyamanan
otot-otot.
6. Body alignment yang jelek dalam waktu yang lama dapat menimbulkan
rasa nyeri kelelahan otot dan kontraktur.
7. Karena struktur anatomi individu berbeda maka intervensi keperawatan
harus secara individual dan sesuai dengan kebutuhan individutersebut.
8. Memperkuat otot-otot yang lemah, membantu mencegah kekakuan otot
dan ligament ketika body alignment jelek baik secara temporal maupun
penggunaan yang kurang hati-hati. Faktor-faktor yangmempengaruhi
Body Alignment :
1.Gravity, Gravity adalah atraksi timba balik antara tubuh danbumi.
2. Pontural refleks dan Apposing Muscles Group. Action dari otot postural
yang terus menerus menyokong seseorang pada posisi tegak melawan
gravity.
3. Perubahanpostur
4.Struktur anatomy individu yangberbeda
Latihan untuk meningkatkan body alignment yang baik :
Berjalan
Berenang
Body Alignment yang baik dapat:
Meningkatkan fungsi tangan yang baik
Mengurangi jumlah energi yang digunakan untuk mempertahankan
keseimbangan.
Mengurangi kelelahan
Memperlyas ekspansi paru
Meningkatkan sirkulasi renal dan fungsi gastrointestinal
Body alignment yang buruk dapat:
Mengurangi penampilan individu dan mempengaruhi kesehatan yang
dapat mengarah pada gangguan. Perawat merupakan role model yang
penting dalam mengajarkan kebiasaan yang sehat/baik: postur tubuh yang
baik.

2.3 Nursing Health padaNutrisi

Peran perawat dalam membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien


sangat
diperlukan. Tujuan penelitian mengidentifikasi peran perawat dalam
pemenuhan
kebutuhan nutrisi pada pasien. Makanan memiliki peranan yang sangat
penting terhadap kehidupan manusia antara lain untuk memelihara
kesehatan tubuh, perawatan penyakit,dan penyembuhan penyakit. Pasien
memerlukan masukan makanan yaitu untuk memperoleh zat-zat yang
diperlukan tubuh. Zat-zat ini disebut nutrisi yang berfungsi membentuk
dan memelihara jaringan tubuh, dan melindungi tubuh terhadap serangan
penyakit. Pelayanan makan pasien di rumah sakit bertujuan untuk
mencukupi kebutuhan zat-zat gizi pasien guna menunjang proses
penyembuhan dan mencapai status gizi optimal. 1. Peran Perawat sebagai
Advokat dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi.Peran perawat sebagai
advokat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien lebih dari 50%
yaitu cukup, hal ini menunjukkan bahwa perawat mampu memberikan diet
sesuai dengan kebutuhan pasien baik jenis diet maupunjumlahnya.

Peran Perawat sebagai Koordinator dalam Pemenuhan


KebutuhanNutrisi.

Peran perawat sebagai koordinator dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi


pada pasien didapatkan lebih dari 50% yaitu kurang, hal ini menunjukkan
adanya sikap pasif perawat terkait dengan penentuan diet pasien. Perawat
menjalankan peran sebagai koordinator, perawat dapat melakukan hal- hal
sebagai berikut: mengkoordinasi seluruh pelayanan keperawatan,
mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas, mengembangkan sistem
pelayanan keperawatan, memberikan informasi tentang hal yang terkait
dengan pelayanan keperawatan pada sarana kesehatan. Peran ini
dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi
pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan
kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhanklien.

Peran Perawat sebagai Kolaborator dalam Pemenuhan Kebutuhan


Nutrisi.
Peran perawat sebagai kolaborator dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi
pada pasien didapatkan sebagian besar yaitu kurang, hal ini menunjukkan
adanya sikap pasif perawat dalam berkolaborasi dengan tim medis lain
terkait penentuan diet pasien. Perawat bekerjasama dengan tim kesehatan
lain dan keluarga dalam menentukan rencana maupun pelaksanaan asuhan
keperawatan guna memenuhi kebutuhan kesehatan klien. Peran perawat di
sini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri
dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain- lain dengan berupaya
mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi
atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.

Peran Perawat sebagai Konsultan dalam Pemenuhan Kebutuhan


Nutrisi.
Peran perawat sebagai konsultan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada
pasien didapatkan sebagian besar yaitu kurang, hal ini menunjukkan
perawat kurang dalam memberikan konsultasi kepada pasien atau
keluarganya. Peran konsultasi dibebankan pada ahli gizi di ruangan. Peran
di sini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan
keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas
permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan
yang diberikan. Perawat berperan dalam membantu individu untuk
memahami dan mengintegrasikan makna kehidupan saat ini sambil
memberikan bimbingan dan dorongan untuk melakukan perubahan.

2.4 Nursing Health pada istirahattidur


Istirahat merupakan keadaan rileks tanpa adanya tekanan emosional,
bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yg
membutuhkan ketenangan. Namun tidak berarti tidak melakukan aktivitas
apa pun, duduk santai di kursi empuk atau berbaring di atas tempat tidur
juga merupakan bentuk istirahat. Sebagai pembanding, klien/orang sakit
tidak beraktifitas tapi mereka sulit mendapatkan istirahat begitu pula
dengan mahasiswa yang selesai ujian merasa melakukan istirahat dengan
jalan-jalan. Oleh karena itu perawat dalam hal ini berperan
dalam menyiapkan lingkungan atau suasana yang nyaman untuk
beristirahat bagi klien/pasien.Tidur merupakan suatu keadaan perilaku
individu yang relatif tenang disertai peningkatan ambang rangsangan yang
tinggi terhadap stimulus dari luar. Keadaan ini bersifat teratur,silih
berganti dengan keadaan terjaga (bangun), dan mudah dibangunkan,
(Hartman). Pendapat lain juga menyebutkan bahwa tidur merupakan suatu
keadaan istirahat yang terjadi dalam suatu waktu tertentu, berkurangnya
kesadaran membantu memperbaiki system tubuh/memulihkan energi.
Tidur juga sebagai fenomena di mana terdapat periode tidak sadar yang
disertai perilaku fisik psikis yang berbeda dengan keadaan terjaga. Peran
perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dalam istirahattidur:
1. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi masalahtidur.
2. Mengurangi distraksi lingkungan dan hal mengganggutidur.
3. Anjurkan pasien tidur saatmengantuk
4. Membuat pasien untuk memicutidur.
5. Menigkatkan aktivitas pada sianghari.
6. memberikan diazepam dalam tindakanpengobatan.
7. Mengurangi potensial cedera sebelumtidur.
8. Memberi pendidikan kesehatan danrujukan.
BAB III

PENUTU

3.1Kesimpulan

Peran perawat dapat disimpulkan bahwa: peran perawat dalam pemenuhan


kebutuhan nutrisi pada pasien yaitu kurang yang meliputi peran perawat
sebagai pemberi asuhan keperawatan, peran perawat sebagai edukator, peran
perawat sebagai koordinator, peran perawat sebagai kolaborator, dan peran
perawat sebagai konsultan, sedangkan peran perawat yang cukup dalam
pemenuhan kebutuhan nutrisi yaitu peran perawat sebagai advokat dan peran
perawat sebagai pembaharu.Sebagai pemenuhan kebutuhan tidur dan postur
tubuh.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber:
https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Eumbo2jwn9sJ:https://i
d.scribd.com/document/441010299/Kelompok-13-
MPS+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id