Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ragil Wahyuningtyas Assiststant : AL

Student’s ID : 1906357976 Shift : Jam 10.00

Major : Teknik Biomedik Module : 7 – Rangkaian Aritmatika Digital

Group : B16 Date : Senin, 6 April 2019

Tugas Pendahuluan
1. Apa itu rangkaian adder dan subtractor biner? Dan apa fungsinya serta implementasinya pada
kehidupan sehari-hari?
2. Gambarkan rangkaian berikut beserta dengan truth tabelnya:
a. Half Adder
b. Full Adder
c. Half Subtractor
d. Full Subtractor
3. Apa perbedaan antara rangkaian half adder dan full adder? Bagaimana cara kerjanya?
4. Apa perbedaan antara rangkaian half subtractor dan full subtractor? Bagaimana cara kerjanya?
5. Bagaimana cara mereprensentasikan bilangan negatif pada biner?

Jawaban :
1. Rangkaian adder dan subtractor :
 Rangkaian adder atau penjumlah adalah rangkaian dari sekumpulan gerbang logika
yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa menyelesaikan operasi penjumlahan
dalam bentuk biner. Berfungsi untuk melakukan operasi penjumlahan dalam
bentuk biner
 Rangkaian subtractor adalah rangkaian susunan dari beberapa gerbang logika yang
disusun sedemikian rupa sehingga dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan
biner. Berfungsi untuk melakukan operasi pengurangan pada bilangan biner.
 Implementasi kedua rangkaian ini dalam kehidupan sehari- hari , yaitu kalkulator
elektronik dan instrumen digital.

Sumber : https://www.jalankatak.com/id/rangkaian-adder-atau-penjumlah/
https://www.jalankatak.com/id/rangkaian-subtractor-atau-pengurang/

2.
a. Half Adder
Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner
sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaitu
Summary out (Sum) dan Carry out (Carry)

 Pin A berfungsi untuk masukkan Input pertama


 Pin B berfungsi untuk masukkan Input kedua
 Pin S berfungsi untuk menampilkan output penjumlahan
 Pin C berfungsi untuk output Carry yaitu sisa penjumlahan

Persamaan logikanya :
Sum = (A’ . B) + (A . B’)
Carry = A. B
b. Full Adder
Rangkaian full adder dapat digunakan untuk menjumlahkan bilangan biner yang lebih dari
1 bit.

Persamaan logikanya :
Sum = A’B’Cin + A’B Cin’ + A B’Cin’ + A B Cin
= (A’B’ + AB ) Cin + (A’B + AB’) Cin’
= (A B)  C_in
C_out = (A.B) + (A.C_in) + (B.C_in)
c. Half Subtractor
Half substractor mempunyai karakteristik : 2 masukan yaitu input A dan B serta 2
keluaran yaitu Difference (Dif) dan Borrow (Br).

Persamaan Logikanya adalah :


Difference = (A’ . B) + (A . B’)
Borrow = A’. B
d. Full Subtractor
Rangkaian full subtractor digunakan untuk melakukan operasi pengurangan bilangan biner
yang lebih dari 1 bit. Dengan 3 terminal input yang dimilikinya yaitu A, B, serta terminal
Borrow input dan 2 terminal output yaitu Dif dan Borrow out.

Persamaan logikanya adalah :


Dif = A’B’C + A’B C’ + A B’C’ + A B C
= (A’B’ + AB ) C + (A’B + AB’) C’
= (A B)  C
Borrow_out = A’B’Bin + A’BBin’ + A’BBin + ABBin
= A’B’Bin +A’BBin’ + A’BBin + A’BBin + A’BBin + ABBin
= A’Bin(B + B’) + A’B(Bin + Bin’) + BBin(A + A’)
= A’Bin + A’B + BBin

Sumber : http://staffnew.uny.ac.id/upload/131755729/pendidikan/Rang+Aritmetik.pdf
https://www.jalankatak.com/id/rangkaian-adder-atau-penjumlah/
https://www.geeksforgeeks.org/full-subtractor-in-digital-logic/

3. Perbedaan dan cara kerja half adder dan full adder


 Perbedaan half adder dan full adder;
- Half adder menambahkan dua angka 1-bit yang diberikan sebagai input tetapi tidak
menambahkan carry yang diperoleh dari penambahan sebelumnya, sedangkan Full
adder, selain menambahkan dua angka 1-bit juga dapat menambahkan carry yang
diperoleh dari penambahan sebelumnya.
- Half adder terdiri dari satu gerbang EX-OR dan satu gerbang AND sedangkan Full
adder terdiri dari dua gerbang EX-OR, dua gerbang AND dan satu Gerbang NOR.
Jika ada carry yang diperoleh dalam proses penambahan sebelumnya, akan menjadi
input pada Full adder. Sebaliknya, half adder tidak menggunakan carry dari proses
penambahan sebelummnya.
 Cara kerja half adder
Berdasarkan dua input, yaitu A dan B, maka outputnya adalah S (sum). S akan dihitung
berdasarkan implementasi operasi logika XOR dari A dan B. Selain itu, terdapat output
lain, yaitu C (carry) yang merupakan hasil implementasi dari operasi logika AND.
 Cara kerja full adder
Prinsip kerjanya sama seperti half adder dimana berdasarkan dua input, yaitu A dan B,
maka outputnya adalah S (sum). S akan dihitung berdasarkan implementasi operasi
logika XOR dari A dan B. Selain itu, terdapat output lain, yaitu C (carry) yang
merupakan hasil implementasi dari operasi logika AND. Namun, selain A dan B, terdapat
input berupa C-in (carry dari operasi penambahan sebelumnya). Output dari A dan B
akan digabungkan menggunakan gerbang XOR dengan C-in menghasilkan S total. Dan
akan menghasilkan C-out, dimana C-in akan digabung dengan output S (A B) lalu
menggunakan digabungan dengan carry hasil (A. B) menggunakan gerbang OR.

Sumber : https://electronicscoach.com/difference-between-half-adder-and-full-adder.html
https://circuitdigest.com/tutorial/full-adder-circuit-theory-truth-table-construction

4. Perbedaan dan cara kerja half subtractor dan full subtractor


 Perbedaan half subtractor dengan full subtractor :
- Half subtractor mengurangkan dua angka 1-bit yang diberikan sebagai input tetapi
tidak dengan borrow yang diperoleh dari operasi sebelumnya, sedangkan Full
subtractor, selain mengurangkan dua angka 1-bit juga dapat mengurangkan dengan
borrow yang diperoleh dari operasi sebelumnya sebelumnya.
- Half subtractor terdiri dari satu gerbang XOR, satu gerbang NOT, dan satu gerbang
AND sedangkan Full subtractor terdiri dari dua gerbang XOR, dua dua gerbang AND
dan satu Gerbang NOR.
 Cara kerja half subtractor
Input A dan B akan dioperasikan menggunakan gerbang logika XOR menghasilkan D
(different). Lalu input A akan di komplemenkan dengan gerbang logika NOT dan
menjadi input bersama dengan B untuk dioperasikan menggunakan gerbang AND
menghasilkan B-out.
 Cara kerja full subtractor
Input A dan B akan dioperasikan dengan menggunakan gerbang logika XOR yang
selanjutnya, A B akan dijadikan input bersama dengan B-in dengan gerbang logika
XOR menghasilkan D (Different). Input A akan di komplemenkan dengan gerbang
NOT lalu bersama dengan input B akan menghasilkan B (Borrow) menggunakan
gerbang AND. Input B-in dari operasi sebelumnya akan dioperasikan dengan
komplemen dari A B menggunakan gerbang AND. Lalu hasilnya bersama dengan
B (borrow) akan menjadi input yang menghasilkan B-out menggunakan gerbang OR.

Sumber : https://electronicscoach.com/half-subtractor.html
https://www.watelectronics.com/full-subtractor-circuit-diagram-using-basic-
gates-and-applications/

5. Ada beberapa cara yang adapat digunakan


- Sign magnitude
Dengan sign magnitude dapat ditunjukkan salah satu bit (biasanya yang paling kiri,
juga dikenal sebagai bit yang paling signifikan) apakah suatu angka positif atau
negatif. Biasanya '0' menunjukkan angka positif dan '1' menunjukkan angka negatif.
Sebagai contoh, nilai positif 12 (desimal) akan ditulis sebagai 01100 dalam biner,
tetapi negatif 12 (desimal) akan ditulis sebagai 11100.
- 2’s complement
Angka negatif diubah menjadi positif kemudian, hal yang harus dilakukan adalah 1’s
complement, menggubah semua angka 0 dengan 1, dan 1 dengan 0. Lalu
menambahkan 1 pada angka paling kanan. Contoh
Angka -12, dimisalkan menjadi angka positif, maka menjadi 01100 dalam biner, lalu
dicari 1’s complementnya , yaitu 10011, selanjutnya ditambahkan dengan 1 menjdi
10100.
Sumber : https://cs.calvin.edu/activities/books/rit/chapter5/negative.htm
https://ryanstutorials.net/binary-tutorial/binary-negative-numbers.php