Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOFISIKA

Kalor Jenis Bahan Tumbuhan

Disusun oleh:

1. Tazkia Alfa Adila (16312241001)


2. Imesta Zulfanida E (16312241002)
3. Nur Komara Zain (16312241004)
4. Afief Noor Lathifah (16312241005)

Kelas : Pendidikan IPA A

Kelompok : 1 (satu)

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
A. Judul
Kalor Jenis Bahan Tumbuhan

B. Tujuan
Mengukur kalor jenis (kalor jenis+kalor pengubah wujud) macam-macam
sayuran/buah-buahan.

C. Dasar Teori
Energi yang berpindah disebut kalor. Dengan diemikan dapat didefinisika kalor
sebagai energi yang dapat berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda
yang lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan (Kanginan, 2002). Kalor adalah
suatu bentuk energi yang diterima oleh siatu benda yang menyebabkan benda tersebut
berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu,karena suhu adalah
ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas
baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda. Dari sisi sejarah kalor
merupakan asal kata caloric dietumkan oleh ahli kimia Perancis yang bernama Antonie
Laurent Lavoiser (1743-1794). Kalor memiliki satuan Kalori (Kal) dan Kilokalori
(Kkal). 1 Kal sama dengan jumlah panas yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram
air naik 1 derajar celcius (Cromer,1994).
Kalor didefinisikan sebagai energi panasy yang dimiliki oleh suatu zat. Secara
umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan
mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikanung bneda
sangat besar, begitu juga sebailiknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung
sedikit. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang
dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor yaitu massa zat, massa jenis zat
dan perubahan suhu (Kamajaya,2007)
Menurut Haliday(1985) perbandingan banyaknya tenaga kalor (ΔQ) yang
dibekalkan keapada sebuha benda untuk menaikkan temperaturnya sebanyak ΔT
dinamakan kapasitas kalor (C) dari benda tersebut yakni C= Q/T.
Kapasitas kalor per satuan massa sebuah benda yang dinamakan kalor jenis (C)
adalah karakteristik dari bahan yang membentuk benda tersebut. Kalor jenis adalah
jumlah energi yang dipindahkan dari suatu benda atau tubuh ke benda lain akibat dari
suatu perbedaan suhu diantara benda atau tubuh tersebut. Kalor dinyatakan dalam
satuan energi joule (J) menurut satuan SI. Kalor umumnya dinyatakan dalam satuan
kalori(kkal) yaitu kalori adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu
1 gram air sebanyak 1 derajat celcius pad suhu kamar (293K) (Suwardi,2008)
Kalor jenis secara fisis berarti jumlah energi yang dibutuhkan tiap satuan massa
zat agar temperaturnya berubah. Dengan kata lain jumlah kalor Q yang dibutuhkan satu
benda dengan benda lain berbeda satu sama lain.jika zat A kalor jenisnya lebih rendah
dari zat B, maka artinya zat A cenderung mudah berubah temperaturnya,lebih cepat
panas dan juga lebih cepat dingin (Ishaq,2007:238). Kalor jenis adalah sifat khas suatu
benda atau zat yang menunjukkan kemampuannya untuk menyerap kalor. Zat yang
kalor jenisnya tinggi mampu menyerap lebih banyak kalor untuk kenaikan suhu yang
rendah. Zat-zat seperti ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan energi termal
(Kanginan,2002)
Pertukaran energi merupakan dasar teknik yang dikenal dengan nama
kalorimeter, yang merupakan pengukuran kuantitatof dari pertukaran kalor. Untuk
melakukan pengukuran semacam itu digunakan kalorimeter. Kalorimeter diisolasi
dengan baik sehingga hanya jumlah minimum kalor yang dipertukarkan dengan luarnya
(Giancolli,1994:494-495). Kalor yang dipindahkan dari atau ke sistem diukur di dalan
alat yang dinamakan kalorimeter, yang terdiri dari sbeuh wadah cuplikan kecil yang
dibenamkan dalam sebuh bejana air yang besar. Bejana luar itu disekat dengan baik
sekali di sebelah luar untuk menghalangi lubang kamar mencapai air,sedangkan wadah
didalam dibuat dari tembaga atau suatu bahan penghantar kalor yang lain untuk
mengizinkan kalor secara mudah dipertukarkan anatara wadah itu dan air
(Cromer,1994)
Pengukuran junlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi
kmia dengan eksperimen disebut kalorimetri. Dengan menggunakan hukum Hess, kalor
reaksi suatu reaksi kimia dapat ditentukan berdasarkan data perubhan entalpi
pembentukan standar, energi ikatan dan secara eksperimen. Proses dalam kalorimetri
berlangsung secara adiabatik yaitu tidak ada energi yang lepas atau masuk dari luar ke
dalam kalorimeter (Petrucci,1987). Sistem kalorimeter bekerja berdasarkan azas Black
yaitu “apabila pada kondisi adiabatik dicampurkan dua zat yang temperaturnya mula-
mula berbeda, maka pada saat kesetimbangan banyak kalor yang dilepas oleh zat yang
temperaturnya mula-mla tinggi sama dengan banyanya kalor yang diserpa oleh zat yang
temperaturnya rendah”.
Qlepas = Qterima
m.C.ΔT = m.C.ΔT
Menurut Brenick(2000) prinsip kerja kalorimeter didasarkan azas Black
Jika suatu benda yang suhunya berbeda didekakan satu sama lian maka suhu
akhir kedua benda akan sama. Jumlah kalor yang diterima sama dengan kalor yang
diberikan.
Kalorimeter tersusun dari wadah yang terbuat wadah yang terbuat dari logam
kalor seperti steroform. Prinsip kerja kalorimeter menurut Tipler(1998), panas jenis air
jauh lebih besar daripada panas jenis zat lain. Sebagai contoh, panas jenis air sepuluh
kalo lebih besar dari pada jenis alumunium. Karena kapasitas panasnya yang sangat
besar,air adalah abahan yang baik sekali untui menyimpan energi termis, seperti
misalnya dalam asistem pemanasan solar/matahari. Air juga merupakan pendingin yang
baik. Air dalam jumlah banyak seperti danau dan lautan, cenderung membuat variasi
temperatur tidak berlebihan didekatnya karena air dapat menyerap atau melepas energi
termis dalam jumlah besar sementara perubhyan temperaturnya sangat kecil.
Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu kalorimeter sebesar 1 celciud
pada air dangn massa 1 gram disebut tetapan kalorimetri. Dalam proses ini berlauku
azas Black
Qair panas = Qair dingin + Qkalorimeter
m1.c. (tp-tc) = m2.c.(tc-td) + mkal.ckal(tc-td)
keterangan:
m1 :massa air panas
m2 :massa air dingin
c :kalor jenis air
ckal :kalor jenis bahan kalorimeter
tp :suhu air panas
tc : suhu air campuran
td :suhu air dingin
(Petrucci,1987)
Karena kalor jenis bernilai konstan pada suhu yang lebar, kalor jenis benda
laindapat dietntukan dengan memanfaatkan fakta tersbet. Hal ini dapt dilaukan dengan
cara memanaskan benda tersebut sa,pai dengan suhu etrtentu kemudian benda itu
dicelupkan ke dalam wadah yang suhu dan massanya diketahui. Setelah mencapai
kesetimbangan termal, suhu akhir sistem diukur. Jika seluruh sistem terisolasi dengan
lingkungnnya, panas yang dilepaskan benda sama dengan panas yag diterima air dan
wadahnya. Prosedur ini dinamakan kalorimetri. Kalorimeter bekerja berdasarkan asas
Black. (Kamajaya,2007)
Wortel (Daucus carota L.) termasuk jenis tanaman sayuran umbi semusim,
berbentuk semak (perdu) yang tumbuh tegak dengan ketinggian antara 30 cm - 100 cm
atau lebih, tergantung jenis dan varietasnya. (Cahyono, 2006).
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (Tumbuhan Dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Daucus
Spesies : Daucus Carota L.
Buah pisang tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun
menjari, yang disebut sisir.Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning
ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan
hampir hitam.Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi
(karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.
Adapun klasifikasi pisang (Musa paradisiaca formatypica)adalah sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca formatypica
Tomat termasuk tanaman setahun (annual) yang berarti umurnya hanya untuk
satu kali periode panen. Tanaman ini berbentuk perdu atau semak dengan panjang bisa
mencapai 2 meter. Secara taksonomi, tanaman tomat digolongkan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Trachebionta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Species : Solanum Lycopersicum (Jones, 2008)

D. Metodologi Penelitian
1. Latar setting
a. Tempat : Laboratorium IPA2 FMIPA UNY
b. Waktu : Rabu, 20 Februari 2019, pukul 13.40-15.20 WIB

2. Alat dan Bahan


a. Alat:
1) Kalorimeter
2) Gelas kimia
3) Kompor
4) Blender
5) Termometer
6) Sendok
7) Teko
b. Bahan
1) Pisang
2) Wortel
3) Tomat
4) Air hangat

3. Langkah Kerja

Memanaskan air secukupya dalam teko dengan kompor


Mengambil wortel secukupnya kemudian menghaluskannya
menggunakan blender

Menimbang kalorimeter kosong (mk), kemudian memasukkan


wortel yang telah halus ke dalam kalorimeter dan mengukur
suhunya (ts ) serta timbang kembali (ms)

Menuangkan air panas atau mendidih (ta) ke dalam kelorimeter


yang berisi sayuran dan air, kemudian mengaduk dan mengukur
suhunya (tc) serta menimbang kembali ms

Mengulangi percobaan untuk sayuran atau buah-buahan yaitu tomat


dan pisang

Mencatat hasil pada tabel

E. Tabulasi Data
No Bahan ms (kg) mc(Kg) Ts (˚C) Tc (˚C) Ta (˚C)
1 Tomat 99,22 x 10-3 139,22 x 10-3 29 39 51
2 Pisang 99,22 x 10-3 139,22 x 10-3 27 40 54
3 Wortel 99,22 x 10-3 139,22 x 10-3 27 37 52
Dengan :
mk (massa kalorimeter kosong) = 79,22 x 10-3 kg
ms (massa sayuran+massa kalorimeter kosong)
mc (massa sayuran+massa kalorimeter kosong+massa air)
massa pisang = 20 x 10-3 kg
massa tomat = 20 x 10-3 kg
massa wortel = 20 x 10-3 kg
Ta = suhu air
Ts = suhu sayur awal
Tc = suhu campuran
m air = 40 x 10-3 kg
C air = 4200 J/Kg˚C
C kalorimeter = 900 J/Kg˚C

F. Analisis Data

Rumus : QLepas = QTerima

Mair.Cair.(Ta-Tc) = Msayur.Csayur.(Tc-Ts) + Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc-Ts)

[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Csayur = Msayur.(Tc−Ts)

1. Kalor jenis tomat


[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Ctomat =
Mtomat.(Tc−Ts)

[0,04. 4200. (51−39)]−[0,07922. 900. (39−29)]


Ctomat = 0,09922 .(39−29)

2016−712,98
Ctomat = 0,9922

Ctomat = 1313,26 J/Kg℃

2. Kalor jenis pisang


[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Cpisang = Mpisang.(Tc−Ts)

[0,04. 4200. (54−40)]−[0,07922. 900. (40−27)]


Cpisang = 0,09922 .(40−27)

2352−926,874
Cpisang = 1,28986

Cpisang = 1104,87 J/Kg℃

3. Kalor jenis wortel


[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Cwortel = Mwortel .(Tc−Ts)

[0,04. 4200. (52−37)]−[0,07922. 900. (37−27)]


Cwortel = 0,09922 .(37−27)

2520 −712,98
Cwortel = 0,9922

C wortel = 1821,23 J/Kg℃


G. Pembahasan
Pada praktikum kali ini dengan judul “Kalor Jenis Bahan Tumbuhan” yang
bertujuan untuk mengukur kalor jenis (kalor jenis + kalor pengubah wujud) macam-
macam sayuran/buah-buahan di lakukan pada tanggal 20 Februari 2019, bertempat di
Laboratorium IPA, FMIPA, UNY. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum
kali ini antara lain adalah calorimeter, gelas kimia, pemanas, thermometer, air,
sayur/buah-buahan seperti tomat, wortel, dan pisang. Praktikan juga menggunakan
neraca saat percobaan Langkah pertama yang praktikan lakukan yaitu dengan
menyiapkan alat dan bahan, memanaskan air secukupnya menggunakan pemanas, lalu
praktikan memotong tomat/wortel/pisang kecil-kecil dan dihaluskan menggunakan
blender. Kemudian menimbang calorimeter kosong, memasukkan sayur/buah yang
sudah dihaluskan ke dalam calorimeter dan ukur suhunya (tc) serta menimbang massa
(Mc). Selanjutnya praktikan mengulangi percobaan untuk buah dan sayur lainnya.
Berdasarkan literatur kalor jenis adalah sifat khas suatu benda atau zat yang
menunjukan kemampuannya untuk menyerap kalor. Zat yang kalor jenisnya tinggi
mampu menyerap lebih banyak kalor untuk kenaikan suhu yang rendah. Zat-zat seperti
ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan energy termal. Menurut (Marthen:
2002) menyatakan bahwa thermometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur
kalor. Dalam percobaan ini praktikan menggunakan calorimeter untuk menentukan
kalor jenis zat yang akan di gunakan. Dalam percobaan ini praktikan mengunakan
ketetapan kalor yaitu suatu kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu calorimeter
sebesar 1oC pada air dengan massa 1 gram. Dalam proses percobaan ini praktikan
menggunakan Asas Black dimana q (kalor) lepas sama dengan q (kalor) yang diterima.
Dalam kalor yang dilepas sama dengan kalor air dingin dan kalor dari calorimeter itu
sendiri.
Dalam percobaan ini praktikan diperoleh massa kalorimeter kosong(mk) sebesar
79.22 x 10-3 kg, massa sayuran (massa pisang 20 gram, massa tomat 20 gram dan massa
wortel 20 gram), massa air (m air) sebesar 40 gram, C air sebesar 4200 J/kgoC dan C
calorimeter sebesar 900 J/kgoC, suhu air (ta) sebesar tomat 51oC, pisang 54 oC dan
wortel 52 oC. praktikan juga memperoleh data suhu sayur awal yaitu tomat sebesar 29
o
C, pisang 27 oC dan wortel sebesar 27 oC. selanjutnya praktikan memperoleh suhu
campuran setelah dilakukannya pengadukan sebesar tomat 39 oC, pisang 40 oC dan
wortel 37 oC.
Tahap selanjutnya yaitu praktikan melakukan analisis data menggunakan Asas
Black dimana q lepas = q keluar atau Mair.Cair.(Ta-Tc) = Msayur.Csayur.(Tc-Ts) +
Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc-Ts). dari rumus ini praktikan mengkonfersikannya menjadi:

[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Csayur = Msayur.(Tc−Ts)

Berdasarkan pada analisi data, diperoleh hasil yang berbeda-beda pada setiap
bahannya. Untuk jenis tomat mengunakan rumus asas black dengan memasukkan hasil
percobaan tersebut praktikan memperoleh hasil analisis sebesar 1313,26 J/kgoC kalor
jenis tomat, untuk kalor jenis pisang diperoleh sebesar 1104,87 J/kgoC dan kalor jenis
wortel sebesar 1821,23 J/kgoC.

Hasil percobaan serta analisis di atas diperoleh hasil bahwa pada setiap bahan
memiliki kalor jenis yang berbeda-beda. Wortel memiliki kalor jenis, dilanjutkan
dengan dengan kalor jenis tomat dan terakhir kalor jenis pisaang. Wortel memiliki kalor
jenis terbesar sedangkan pisang memiliki kalor jenis terkecil. Perbedaan ini terjadi
karena setiap jenis sayur memiliki sistem terisolasi yang berbeda-beda dengan
lingkungannya. Panas yang dilepas benda sama dnegan panas yang diterima air dan
wadahnya. Hal ini sesuai dengan literature dari Asas Black dimana kalor yang lepas
sama dengan kalor yang diterima.

Setiap jenis memiliki hasil kalor jenis yang berbeda-beda juga, disebabkan dari
sifat khas masing-masing benda atau zat yang menunjukan kemampuannya untuk
menyerap kalor. Zat yang kalor jenisnya tinggi dapat menyerap lebih banyak artinya
kalor jenis wortel sebesar Csayur = 1821,23 J/Kg℃ memiliki daya serap kalor yang tinggi
dibandingkan psiang dan tomat. Sedangkan pisang memiliki kemampuan daya serap
terendah dibanding tomat dan wortel. Hal ini sesusai dengan literatur Menurut
(Marthen: 2002) yang menyatakan, bahwa zat yang kalor jenisnya tinggi mampu
menyerap lebih banyak kalor untuk kenaikan suhu yang rendah. Zat-zat seperti ini
dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan energi termal. Dalam prosesnya hal ini
terjadi karena setelah benada atau zat tersebut mencapai keseimbangan termal, suhu
akhir sistem diukur. Dengan demikian, penentuan terdapatnya kalor jenis suatu zat atau
bahan dapat menggunakan analisis Asas Black.
H. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, yaitu kalor jenis bahan tumbuhan, maka
dapat disimpulkan bahwa untuk mengukur kalor jenis sayur atau buah dipergunakan
kalorimeter dan untuk menentukan terdapatnya kalor, maka dilakukan analisis terhadap
Asas Black. Sehingga diperoleh hasil yaitu kalor jenis tomat (Ctomat) adalah 1313,26
J/Kg℃; kalor jenis pisang (Cpisang) sebesar 1104,87 J/Kg℃; dan kalor jenis wortel (C
wortel) sebesar 1821,23 J/Kg℃.

I. Jawaban Pertanyaan
1. Hitung besar (kalor jenis + kalor pengubah wujud) masing-masing jenis
sayuran/buah-buahan!
Jawab:
a. Kalor jenis tomat
[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Ctomat = Mtomat.(Tc−Ts)
[0,04. 4200. (51−39)]−[0,07922. 900. (39−29)]
Ctomat = 0,09922 .(39−29)
2016−712,98
Ctomat = 0,9922

Ctomat = 1313,26 J/Kg℃


b. Kalor jenis pisang
[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Cpisang = Mpisang.(Tc−Ts)
[0,04. 4200. (54−40)]−[0,07922. 900. (40−27)]
Cpisang = 0,09922 .(40−27)
2352−926,874
Cpisang = 1,28986

Cpisang = 1104,87 J/Kg℃


c. Kalor jenis wortel
[Mair.Cair.(Ta−Tc)]−[Mkalorimeter.Ckalorimeter.(Tc−Ts)]
Cwortel = Mwortel .(Tc−Ts)
[0,04. 4200. (52−37)]−[0,07922. 900. (37−27)]
Cwortel = 0,09922 .(37−27)
2520 −712,98
Cwortel = 0,9922

C wortel = 1821,23 J/Kg℃


2. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan yang Anda peroleh!
Jawab: Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan yaitu kalor jenis bahan
tumbuhan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengukur kalor jenis sayur atau
buah dipergunakan kalorimeter. Sehingga diperoleh hasil yaitu kalor jenis tomat
(Ctomat) adalah 1313,26 J/Kg℃; kalor jenis pisang (Cpisang) sebesar 1104,87 J/Kg℃;
dan kalor jenis wortel (C wortel) sebesar 1821,23 J/Kg℃.
J. Daftar Pustaka
Bresnick, Stephen.2000. Intisari Fisika. Jakarta: Hipokrates.
Cahyono, Bambang.2008.Wortel Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Yogyakarta:
Kanisius.
Cromer, Alan H, dkk. 1994. Fisika untuk Ilmu-ilmu Hayati Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Giancoli, Douglass. 1994. Fisika Jilid 1 Edisi Kelima . Jakarta: Erlangga.
Halliday, Resnick. 1985. Physics, 3rd Edition( Fisika Jilid 1 Edisi Ketiga). Penerjemah: Pantur
Silaban Ph.D dan Drs. Erwin Sucipto M.Sc. Jakarta: Erlangga.
Jones, B Jr. 2008. Tomato Plant Culture. In the field, Greenhouse and Home Garden. New
York: CRC Press. 399 p.
Ishaq, Muhammad.2007.Fisika Dasar. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kamajaya. 2007. Fisika untuk Perguruan Tinggi. Bandung: Grafindo.
Kanginan, Marthen. 2002. FISIKA. Jakarta: Erlangga.
Kanginan. 2007. Fisika Dasar 2. Jakarta: Erlangga.
Petrucci, Ralph H. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 1. Jakarta:
Erlangga
Suwadi. 2008. Fisika.Surabaya: Cipta Sikan Kentjana
Tipler, P. A., 1998, Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid I (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.
K. Lampiran

Wortel yang telah dihaluskan Tomat yang telah dihaluskan

Pengukuran suhu awal pisang yang telah di Mengukur suhu air hangat yang digunakan
haluskan

Menuangkan air hangat ke dalam


kalorimeter