Anda di halaman 1dari 14

PENERAPAN HUKUM ARCHIMEDES

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Fisika

Disusun oleh : Kelompok 4 (X IPA 5)


Alma Alviani Futri R.
Nuralita Anggini Futri
Helmi Triana Putri
Seli Silfia
Anggis Setiawan
Arif Rahman
Yogi

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKABUMI


SMA NEGERI 1 SURADE
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah fisika tentang
penerapan Hukum Archimedes.

Adapun makalah fisika tentang penerapan Hukum Archimedes ini telah kami usahakan
semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan
baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada
dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran
dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah fisika ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah fisika tentang peneraan Hukum
Archimedes ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi
terhadap pembaca.

Surade, Maret 2015

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penulisan .......................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan ........................................................................................ 2

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hukum Archimedes ................................................................... 3
2.2 Penerapan Hukum Archimedes dalam Teknologi ....................................... 5
2.3 Penerapan Hukum Archimedes dalam Bidang Teknik ................................ 9

BAB 3 KESIMPILAN DAN SARAN


3.1 Kesimpulan …............................................................................................... 9
3.2 Saran ............................................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 10


DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kapal Selam ................................................................................................. 4

Gambar 2.2 Balon Udara ................................................................................................. 4


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Penemuan Archimedes selalu didasari oleh sebuah eksperimen sehingga ia


mendapat julukan Bapak IPA Eksperimental. Ditemukannya hukum ini berawal dari
sebuah penyelidikan. Achimedes diminta seorang raja nan bernama Raja Heron II buat
menyelidiki sebuah mahkota. Sang raja ingin mengetahui apakah mahkota emasnya
murni terbuat dari emas ataukah mengandung unsur perak.

Setelah memerhatikan air nan tumpah ke lantai dari sebuah bak, ia pun
menemukan jawabannya. Selang beberapa lama, dibuatlah hukum Archimedes. Dari
penyelidikan mahkota raja tersebut, diketahui bahwa mahkota emas sang raja dicampur
dengan unsur perak. Salah satu hukum dasar dalam bidang fisika ialah hukum
Archimedes.

Hukum ini berisi tentang gaya nan dialami oleh sebuah benda, ketika benda
tersebut dimasukkan ke dalam air. Hukum Archimedes merupakan hukum nan berkaitan
dengan prinsip pengapungan benda di atas benda cair. Gaya berat benda akan mengalami
perubahan jika dimasukkan ke dalam air. Gaya setiap benda akan berbeda, sinkron
dengan massa jenis benda dan massa jenis airnya.

Tak hanya itu, Archimedes juga menemukan alat pompa spiral nan berfungsi buat
menaikkan air, nan disebut dengan istilah Sekrup Archimedes. Hukum Archimedes
terbagi menjadi bunyi hukum Archimedes berikut rumusnya. Bunyi hukum Archimedes ,
yaitu “Suatu benda nan dicelupkan sebagian, atau seluruhnya ke dalam zat cair akan
mengalami gaya ke atas nan besarnya sama dengan berat zat cair nan dipindahkan oleh
benda tersebut”.
FA = pa x Va x g
Keterangan rumus hukum Archimedes:
1. FA = gaya ke atas nan dialami benda (N)
2. Pa = massa jenis zat cair (kg/m3)
3. Va = volume air nan terdesak (m3)
4. g = akselerasi gravitasi (m/det2)
Berdasarkan hukum Archimedes tersebut, sebuah benda akan berada pada posisi
terapung, tenggelam, ataupun melayang ketika berada di dalam zat cair. Posisi benda
ditentukan oleh gaya berat, dan gaya ke atas benda . Hukum Archimedes melahirkan tiga
hukum turunan nan berbunyi:

1. Benda akan terapung jika massa jenis benda nan dimasukkan ke dalam air lebih
kecil dari massa jenis zat cairnya.
2. Benda akan melayang jika massa jenis benda nan dimasukkan ke dalam air sama
dengan massa jenis zat cairnya.
3. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda nan dimasukkan ke dalam air lebih
besar daripada massa jenis zat cairnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apakah yang disebut dengan hukum archimedes ?


2. Bagaimana peneraan hukum archimedes dalam teknologi ?
3. Bagaimana penerapan hukum archimedes dalam bidang teknik ?

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas penulis menentukan tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengertian hukum Archimedes.


2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum Archimedes dalam teknologi.
3. Untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum Archimedes dalam bidang teknik.

1.4 Manfaat Penulisa

1. Manfaat bagi penulis.


Dapat lebih memahami tentang pengertian hukum archimedes, dan megetahui
bagaimana penerapan hukum archimedes dalam kehidupan terutama dalam teknologi
dan bidang teknik.

2. Manfaat bagi pembaca.


Dari penulisan karya ilmiah ini diharapkan pembaca lebih mengetahui
tentang penerapan hukum archimedes.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hukum Archimedes

Hukum Archimedes adalah salah satu hukum mendasar dalam fisika. Hukum
ini berbicara tentang gaya ke atas yang di alami oleh sebuah benda ketika dimasukkan ke
dalam air. Hukum archimedes memberikan pemahaman kepada kita tentang tekanan
yang terjadi pada benda yang diletakan pada zat cair. Hukum archimedes ditemukan oleh
ilmuwan berkebangsaan Yunani pada tahun 187-212 SM yang bernama Archimedes.
Archimedes adalah seorang penemudan ahli matematika dari Yunani yang terkenal
sebagai penemu hukum hidrostatika atau yang sering disebut Hukum Archimedes.

Pada saat kita berjalan atau berlari di dalam air, kita tentunya akan merasakan
bahwa langkah kita lebih berat dibandingkan jika kitamelangkah di tempat biasa. Gejala
ini disebabkan adanya tekanan dari zat cair. Pengamatan ini memunculkan sebuah hukum
yang dikenal Hukum , yaitu :

“Jika sebuah benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mendapat
gaya yang disebut gaya apung (gaya ke atas) sebesar berat zat cair yang
dipindahkannya”

Akibat adanya gaya apung, berat benda dalam zat cair akan berkurang. Benda
yang diangkat dalam zat cair akan terasa lebih ringan dibandingkan diangkat di darat.
Jadi, telah jelas bahwa berat benda seakan berkurang bila benda dimasukkan ke dalam
air. Hal itu karena adanya gaya ke atas yang ditimbulkan oleh air dan diterima benda.
Dengan demikian maka resultan gaya antara gaya berat dengan gaya ke atas merupakan
berat benda dalam air. Selanjutnya berat disebut dengan berat semu yaitu berat benda
tidak sebenarnya karena benda berada dalam zat cair. Benda dalam air diberi simbol WS.
Hubungan antara berat benda di udara (W), gaya ke atas (F a) dan berat semu (Ws)
adalah :

Ws = W-Fa
dengan:
Ws = berat benda dalam zat cair (Kg⋅m/s2)
W = berat benda sebenarnya (Kg⋅m/s2)
Fa = gaya apung (N)

dan besarnya gaya apung (Fa) dirumuskan sebagai berikut :

Fa = ρcair Vb g

dengan:

ρcair = massa jenis zat cair (kg/m3)


Vb = volume benda yang tercelup (m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Bila benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka ada 3 kemungkinan yang terjadi
yaitu tenggelam, melayang, dan terapung.

1. Benda Tenggelam

Benda disebut tenggelam dalam zat cair apabila posisi benda selalu terletak
pada dasar tempat zat cair berada.

Pada benda tenggelam terdapat tiga gaya yaitu :


W = gaya berat benda
Fa = gaya archimedes
N = gaya normal bidang

Dalam keadaan seimbang maka W = N + Fa  sehingga :

W > Fa
m . g > ρZC . Vb . g
ρb . Vb . g > ρZC . Vb . g
ρb > ρzc

ρb = massa jenis benda


ρZC = massa jenis zat cair

2. Benda Melayang

Benda melayang dalam zat cair apabila posisi benda di bawah permukaan
zat cair dan di atas dasar tempat zat cair berada.

Pada benda melayang terdapat dua gaya yaitu: F a dan W. Dalam keadaan seimbang
maka :

W = Fa
ρb . Vb . g = ρZC . Vb . g

ρb = ρzc

3. Benda Terapung

Benda terapung dalam zat cair apabila posisi benda sebagian muncul
dipermukaan zat cair dan sebagian terbenam dalam zat cair.

Pada benda terapung terdapat dua gaya yaitu :Fa dan W. Dalam keadaan seimbang
maka :

W = Fa
ρb . Vb . g = ρZC . V2 . g
ρb . Vb = ρZC . V2

karena Vb > V2 maka : ρb < ρZC

2.2 Penerapan Hukum Archimedes dalam Teknologi

Berikut ini, contoh penerapan hukum Archimedes dalam Teknologi.


 Kapal Laut

Kapal laut dapat mengapung di permukaan air karena adanya rongga di dalam
tubuh kapal. Rongga ini berisi udara sehingga mampu memindahkan volume air yang
cukup besar, Oleh karena volume air yang dipindahkan cukup besar, kapal akan
mendapat gaya tekan ke atas yang menyamai berat kapal. Gaya ke atas ini mampu
rnenahan kapal laut tetap berada di permukaan air. Sebuah paku yang kecil rnendapat
gaya ke atas yang lebih kecil daripada berat paku sehingga paku tenggelam.

 Kapal Selam

Kapal selam adalah salah satu jenis kapal laut yang dapat mengapung,
melayang, dan tenggelam. Kapal selam menggunakan prinsip yang sama dengan
kapal laut ketika mengapung di permukaan laut. Pada kapal selam terdapat rongga
yang terletak di antara lambung dalam dan lambung luar. Rongga ini memiliki katup
di bagian atas dan bagian bawahnya. Rongga ini berfungsi sebagai jalan keluar masuk
udara dan air. Pada saat mengapung di permukaan air, rongga ini hanya berisi sedikit
air laut sedemikian rupa hingga gaya ke atas oleh air laut lebih besar dibandingkan
gaya berat kapal. Apabila kapal selam akan melayang di dalarn air, katup yang ada di
bagian bawah kapal akan dibuka sehingga air laut masuk ke rongga. Demikian pula
halnya dengan katup di bagian atas. Katup tersebut akan terbuka untuk mengeluarkan
udara. Air yang diisikan ke dalam rongga tidaklah penuh, narnun diusahakan agar
gaya berat kapal dan gaya ke atas air laut sama besar sehingga kapal dapat melayang.
Supaya kapal dapat tenggelam, rongga ini harus ditambahkan air.

Gambar 2.1 Kapal Selam


 Hidrometer

Hidrometer adalah sebuah alat yang berbentuk tabung kaca yang alasnya
diberi timbal. Hidrometer berfungsi untuk menentukan massa jenis atau kepekatan
suatu zat cair.  Pada bagian atas tabung kaca ini terdapat garis-garis skala. Cara
penggunaannya adalah dengan mencelupkan hidrometer ke dalam zat cairo Di dalam
zat cair, hidrometer akan mengapung karena adanya gaya ke atas oleh zat cairo
Kedalaman hidrometer berbeda-beda bergantung pada jenis zat cair. Apabila massa
jenis zat cair semakin besar, tangkai hidrometer yang terlihat muncul dari permukaan
zat cair semakin panjang. Sebaliknya, apabila massa jenis zat cair semakin kecil,
tangkai hidrometer yang terlihat pada permukaan zat cair semakin pendek.

Massa jenis yang diukur merupakan massa jenis relatif. Massa jenis relatif
adalah perbandingan antara massa jenis zat cair yang diukur dan massa jenis air.
Hidrometer sering digunakan untuk mengukur massa jenis air aki mobil.

 Balon Udara

Balon karet atau lebih dikenal balon gas sangat akrab bagi anak -anak kecil.
Balon gas dapat melayang di udara karena berisi gas helium atau hidrogen yang
massa jenisnya lebih ringan daripada udara. Balon gas yang sangat besar disebut
balon udara. Balon udara dapat melayang di udara karena berisi gas yang memiliki
massa jenis yang lebih kecil daripada massa jenis udara. Gas ini adalah udara panas.
Jadi, ketika awak balon udara hendak menerbangkan balonnya, ia harus
menambahkanudara panas ke dalam balon. Jika balon udara sudah mencapai
ketinggian yang dikehendaki. udara panas dikurangi sehingga gaya ke atas sarna
dengan berat balon. Jika ingin turon, gaya ke atas harus lebih kecil daripada berat
balon udara. yaitu dengan mengurangi udara panas. Jadi, udara merniliki sifat yang
ama dengan zat cairo Semakin besar volume udara yang dipindabkan balon udara,
semakin besar pula gaya ke atas udara terhadap balon. Be amya volume udara yang
dipindahkan bergantung pada ukuran balon. 
Gambar 2.2 Balon Udara

 Jembatan Ponton (Jembatan Apung)

Terakhir, hukum Archimedes juga diaplikasikan dalam kinerja jembatan


ponton. Jembatan poton merupakan jembatan terbuat dari drum-drum kosong dan
melayang di atas permukaan air. Jembatan poton dikenal juga dengan nama jembatan
apung. Agar jembatan poton bekerja dengan baik, drum-drum tersebut harus dalam
keadaan benar-benar kosong dan tertutup kedap agar udara dan air tak masuk ke
dalam drum-drum itu. Dengan demikian, massa jenis drum akan seimbang dengan
massa jenis air sehingga jembatan pun bisa melayang dipermukaan air.

2.3 Penerapan Hukum Archimedes dalam Bidang Teknik

Penerapan Hukum Archimedes dalam bidang teknik adalah sebagai berikut.

 Kran otomatis pada penampungan air

Jika di rumah kita menggunakan mesin pompa air, maka dapat kita lihat
bahwa tangki penampungnya harus diletakkan pada ketinggian tertentu. Tujuannya
adalah agar diperoleh tekanan besar untuk mengalirkan air. Dalam tangki tersebut
terdapat pelampung yang berfungsi sebagai kran otomatis. Kran ini dibuat mengapung
di air sehingga ia akan bergerak naik seiring dengan ketinggian air. Ketika air kosong,
pelampung akan membuka kran untuk mengalirkan air. Sebaliknya, jika tangki sudah
terisi penuh, pelampung akan membuat kran tertutup sehingga secara otomatis kran
tertutup.

 Bejana Berhubungan
Bejana berhubungan adalah suatu wadah atau bejana yang tidak memiliki
sekat atau saling berhubungan. Jika bejana ini diisi zat cair yang sejenis, maka
permukaan zat cair ini akan sama tinggi. Namun, jika zat air yang diisikan berbeda
jenis, maka permukaannya tidak akan sama tinggi.

BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Dari data di atas, maka kesimpulan yang dapat di tarik adalah :

1. Hukum archimedes memberikan pemahaman tentang tekanan yang terjadi pada benda
yang diletakan pada zat cair.
2. Penerapan Hukum Archimedes dalam Teknologi, contohnya:
 Kapal Laut
 Kapal Selam
 Hidrometer
 Balon Udara
 Jembatan Ponton (Jembatan Apung)
3. Penerapan Hukum Archimedes dalam Bidang Teknik, contohnya:
 Kran otomatis pada penampungan air
 Bejana berhubungan
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis dapat mengajukan saran,
DAFTAR PUSTAKA

A, Yondi. (2014). Penerapan Hukum Arhimedes.


http://yondimesin.blogspot.in/2014/12/penerapan-hukum-
archimedes.html?m=1, diperoleh tanggal 27 Maret 2015.

Yusufaffandi. (2014). Kisah Penemuan Hukum Archimedes.


https://yusufaffandi11.wordpress.com/2014/03/08/kisah-penemuan-
hukum-archimedes/, diperoleh tanggal 27 Maret 2015.

________. (2014). Penerapan Hukum Archimedes dalam Teknologi.


http://informasiana.com/penerapan-hukum-archimedes-dalam-
teknologi/, diperoleh tanggal 27 Maret 2015.

Anda mungkin juga menyukai