Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

PEMBELAJARAN STEM
“KAJIAN TEORI DAN KONSEP METODE INTEGRASI
KURIKULUM”

Dosen Pengampu :
Anjar Putro Utomo, S.Pd, M.Ed.

Oleh :
1. Shofie Nur Fadillah (170210104040)
2. Nuril Zuhroyidah Maulia (170210104045)
3. Intifada Birul Umaroh (170210104047)
4. Hilma Nurbayanti (170210104059)
5. Anisa Putri Dianti (170210104061)
6. Said Wildan (170210104062)
7. Willien Nur Ramadhani (170210104085)
8. Ega Aprecia Freitas (170210104090)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2020
KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat,
Taufiq, serta Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
Pembelajaran STEM yang berjudul “Kajian Teori dan Konsep Metode Integrasi
Kurikulum” dengan baik.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu
Bapak Anjar Putro Utomo, S.Pd, M.Ed., beserta semua pihak yang terkait yang
telah melancarkan dan membantu menghadapi berbagai hambatan dalam
menyusun makalah ini.
Dalam makalah yang sederhana ini kami selaku penulis menyadari bahwa
dalam terdapat banyak sekali kesalahan baik dari segi penulisan maupun isi
makalah, maka dari itu kami mengharapkan kritik yang membangun dari pembaca
guna perbaikan makalah ini dimasa mendatang.

Jember, 23 Maret 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul........................................................................................................i
Kata Pengantar...........................................................................................................ii
Daftar Isi.....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1 Latar Belakang....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................2
1.3 Tujuan.................................................................................................................2
1.4 Manfaat...............................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................4
2.1 Definisi dan contoh model terpisah (fragmented/celullar).................................4
2.2 Definisi dan contoh model keterhubungan (connected)......................................5
2.3 Definisi dan contoh model berbentuk sarang (nested)........................................6
2.4 Definisi dan contoh model satu rangkaian (sequenced)......................................7
2.5 Definisi dan contoh model shared.......................................................................8
2.6 Definisi dan contoh model webbed......................................................................9
2.7 Definisi dan contoh model threaded....................................................................10
2.8 Definisi dan contoh model integrated..................................................................11
2.9 Definisi dan contoh model immersed...................................................................12
2.10 Definisi dan contoh model networked................................................................13
BAB III PENUTUP..................................................................................................15
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................15
3.2 Saran....................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu
bangsa dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu
pendidikan di Indonesia selalu berubah menyesuaikan perkembangan zaman
dan teknologi agar kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia selalu
meningkat dan lebih baik.
Semakin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia maka SDM
Indonesia juga akan semakin berkualitas. Salah satu upaya pemerintah dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu dengan penyempurnaan
kurikulum pendidikan.
Kurikulum adalah perangkat yang berisi rancangan pelajaran dan cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar
yang akan diberikan kepada siswa dalam jangka waktu tertentu.
Kurikulum yang diterapkan pada pendidikan Indonesia saat ini adalah
Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 akan menjadi pedoman pelaksaan
pembelajaran pada setiap mata pelajaran di tiap jenjang pendidikan, termasuk
pada proses pembelajaran IPA terpadu di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dengan Menggunakan kurikulum terintegrasi, siswa tidak hanya terhubung
dan membuat lebih banyak koneksi dunia nyata di ruang kelas terintegrasi, tetapi
mereka juga lebih aktif terlibat. Membuat kurikulum terintegrasi berarti bahwa
para guru ditugasi harus menciptakan tugas-tugas yang menantang,
menyenangkan, dan bermakna yang membantu siswa terhubung dengan
informasi. Membuat unit tata surya yang juga membutuhkan pengembangan dan
praktik bahasa lisan, keterampilan membaca pemahaman dan matematika, dapat
melibatkan siswa jauh lebih dari sekadar pelajaran tentang tata surya saja.
Integrasi membantu mencapai retensi dan keterlibatan dalam ruang kelas, yang
menghasilkan penguasaan standar konten yang lebih tinggi.

1
Salah satu manfaat utama dari kurikulum terpadu adalah kemampuan bagi
siswa untuk melihat keterampilan beberapa kali. Alih-alih mengajarkan strategi
pemahaman hanya dengan membaca, mengajarkan strategi-strategi tersebut lintas
berbagai disiplin ilmu dapat memberikan siswa kesempatan untuk melihat dan
menerapkannya lebih sering. Pengulangan keterampilan yang diajarkan
menciptakan tingkat pemahaman dan retensi informasi yang lebih tinggi bagi
siswa di kelas

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana definisi dari model terpisah (fragmented/celullar) beserta
contohnya ?
1.2.2 Bagaimana definisi dari model keterkaitan/keterhubungan (connected)
beserta contohnya ?
1.2.3 Bagaimana definisi dari model berbentuk sarang (nested) beserta contohnya
?
1.2.4 Bagaimana definisi dari model satu rangkaian (sequenced) beserta
contohnya ?
1.2.5 Bagaimana definisi dari model shared beserta contohnya ?
1.2.6 Bagaimana definisi dari model webbed beserta contohnya ?
1.2.7 Bagaimana definisi dari model threaded beserta contohnya ?
1.2.8 Bagaimana definisi dari model integrated beserta contohnya ?
1.2.9 Bagaimana definisi dari model immersed beserta contohnya ?
1.2.10 Bagaimana definisi dari model networked beserta contohnya ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui definisi dan contoh model terpisah (fragmented/celullar)
1.3.2 Mengetahui definisi dan contoh model keterkaitan/keterhubungan
(connected)
1.3.3 Mengetahui definisi dan contoh model berbentuk sarang (nested)
1.3.4 Mengetahui definisi dan contoh model satu rangkaian (sequenced)

2
1.3.5 Mengetahui definisi dan contoh model shared
1.3.6 Mengetahui definisi dan contoh model webbed
1.3.7 Mengetahui definisi dan contoh model threaded
1.3.8 Mengetahui definisi dan contoh model integrated
1.3.9 Mengetahui definisi dan contoh model immersed
1.3.10 Mengetahui definisi dan contoh model networked

1.4 Manfaat
Terdapat 2 manfaat pada makalah pada kali ini, yaitu:
1.4.1 Penulis dapat memperdalam wawasan tentang 10 model integrasi
kurikulum menurut Fogarty.
1.4.2 Pembaca dapat mengetahui dan menerapkan model integrasi kurikulum
yang tercantum didalam makalah.
1.4.3

3
BAB 2. PEMBAHASAN

Menurut Robin Fogarty terdapat 10 tipe pembelajaran terpadu yang


dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA yaitu model terpisah (fragmented),
keterkaitan/keterhubungan (connected), berbentuk sarang (nested), dalam satu
rangkaian (sequenced), terbagi (shared), bentuk jaring laba- laba (webbed),
dalam satu alur (threaded), terpadu (integrated), tenggelam (immersed),
membentuk jejaring (networked).
2.1 Model terpisah (fragmented/celullar)
Model Fragmented atau Celullar merupakan salah satu model dalam
pembelajaran STEM yang berfokus pada prioritas setiap mata pelajaran. Model
ini adalah konfigurasi kurikuler yang berguna dalam sejumlah kasus. Ini bekerja
untuk sekolah besar dengan populasi yang beragam karena sekolah dapat
menawarkan berbagai kursus yang menyediakan berbagai mata pelajaran untuk
menargetkan minat khusus. Model ini juga membantu dalam program pendidikan
guru, karena persiapannya bisa lebih fokus. Model ini baik untuk melatih para
guru yang ingin menyaring prioritas kurikuler untuk mengelola kelimpahan
standar konten ketika mereka menyiapkan model lintas-departemen untuk
perencanaan antardisiplin (Fogarty,2009).
Salah satu keunggulan model seluler ini, bahwa kemurnian setiap disiplin
dibiarkan secara alami. selain itu, guru bersiap sebagai ahli dalam bidang tertentu
dan memiliki kemampuan menggali ke dalam mata pelajaran mereka dengan luas
dan mendalam. Setiap disiplin adalah cara berpikir yang melekat dan disesuaikan
dengan bidangnya. Misalnya, matematikawan memiliki cara yang berbeda dalam
mengkategorikan masalah, sedangkan penggemar literatur berjaya dalam berbagai
bidang mereka. Masing-masing dan setiap disiplin menawarkan ketegasan dalam
cara berpikirnya tentang dunia dan dalam berbagai disiplin ilmu memiliki manfaat
luar biasa dalam melengkapi berbagai pemikiran.
Kerugiannya tiga kali lipat. Pertama, peserta didik diserahkan kepada sumber
daya mereka sendiri dalam hal membuat koneksi dan integrasi konsep yang sama.
Kedua, konsep; keterampilan; dan sikap yang tumpang tindih tidak untuk pelajar;

4
dengan demikian, transfer pembelajaran ke situasi baru cenderung tidak terjadi
serta meninggalkan pembelajaran tanpa pengawasan. Ketiga, dalam model
berbasis disiplin ini, para siswa dapat dengan mudah terperangkap dalam
pekerjaan. Model seluler memikirkan unsur-unsur kurikulum. Pertama, pilih satu
mata pelajaran (matematika, sains, studi sosial) yang Anda ajarkan di tingkat
sekolah dasar atau satu persiapan kelas (alegebra, geometri, trigonometri) yang
Anda miliki di tingkat sekolah menengah atau tinggi.
Contoh pada Model Fragmented/Seluler ini ialah :
1) Pada SMP terdapat mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia
yang berfokus pada mata pelajaran masing-masing.
2) Pada SMP terdapat mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Seni
Budaya, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Jasmani Olahraga yang
berfokus pada mata pelajaran masing-masing.

2.2 Model keterkaitan/keterhubungan (connected)


Model Connected merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM
yang membuat hubungan secara eksplisit dengan peluang kelas. Model connected
(keterhubungan) adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja
diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik
dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas-tugas yang
dilakukan dalam satu hari dengan tugas-tugas yang dilakukan di hari berikutnya,
bahkan ide-ide yang dipelajari dalam satu semester dengan ide-ide yang akan
dipelajari pada semester berikutnya di dalam satu mata pelajaran.
Kelebihan pembelajaran terpadu model connected (keterhubungan) adalah:
a. Dengan mengaitkan ide-ide dalam satu mata pelajaran, siswa memiliki
keuntungan gambaran yang besar seperti halnya suatu mata pelajaran yang
terfokus pada satu aspek.
b. Konsep-konsep kunci dikembangkan siswa secara terus-menerus sehingga
terjadi internalisasi.
c. Mengaitkan ide-ide dalam suatu mata pelajaran memungkinkan siswa
mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, dan mengasimilasi ide

5
secara berangsur-angsur dan memudahkan transfer atau pemindahan ideide
tersebut dalam memecahkan masalah.
Kelemahan model pembelajaran connected (keterhubungan) adalah:
a. Berbagai mata pelajaran di dalam model ini tetap terpisah dan nampak
tidak terkait, walaupun hubungan dibuat secara eksplisit antara mata
pelajaran (interdisiplin).
b. Guru tidak didorong untuk bekerja secara bersama-sama sehingga isi
pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep dan ide-ide
antara mata pelajaran.
c. Usaha-usaha yang terkonsentrasi untuk mengintregrasikan ide-ide dalam
suatu mata pelajaran dapat mengabaikan kesempatan untuk
mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata pelajaran lain.
Contoh dari Model Connected yaitu :
1) Pada SMP kelas VII
Kimia (konten) : Suhu dan Kalor (Konsep)
Biologi (Konten) : Fotosintesis (Konsep)
Fisika (Konten) : Perubahan bentuk energy (Konsep)
2) Pada SMP kelas VIII
Tekanan Hidrostatis (Topik) dengan Gaya (Konsep Fisika) dan
Kelarutan (Konsep Kimia)
2.3 Model berbentuk sarang (nested)
Model Nested adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya
adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan
keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi.
Model ini masih memfokuskan keterpaduan beberapa aspek pada satu mata
pelajaran saja. Tetapi materi pelajaran masih ditempatkan pada prioritas utama
yang kemudian dilengkapi dengan aspek keterampilan lain. Model ini dapat
digunakan bila guru mempunyai tujuan selain menanamkan konsep suatu materi
tetapi juga aspek keterampilan lainnya menjadi suatu kesatuan. Dengan
menggabungkan atau merangkaikan kemampuan-kemampuan tertentu pada ketiga

6
cakupan tersebut akan lebih mudah mengintegrasikan konsep-konsep dan sikap
melalui aktivitas yang telah terstruktur.
Keunggulan model ini adalah kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena
selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan
mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna
kelak untuk kehidupan siswa mendatang.
Kelemahan model ini adalah dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara
tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek
keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama
pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya
pada keterampilan.
Contoh dari nested model ini adalah:
1) Pada materi IPA Kimia yaitu Pengenceran Larutan(konten) yang dipadukan
dengan skills psikomotorik berupa praktikum yang dilakukan oleh siswa itu
sendiri, dan sikap dari siswa yaitu memperhatikan proses pengenceran yang
dilakukan teman satu kelompoknya.
2) Pada materi IPA Fisika yaitu pengukuran(konten) yang dipadukan skills
psikomotorik berupa menggunakan jangka sorong, mikrometer, dan
penggaris, dan sikap dari siswa menggunakan alat secara bergantian(sikap
mengantri) dan memperhatikan teman yang sedang melakukan pengukuran.

2.4 Model satu rangkaian (sequenced)


Model Sequenced adalah model pembelajaran yang topik atau unit yang
disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan
yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga
materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel. Dengan
mengurutkan urutan topik-topik yang diajarkan, tiap kegiatan akan dapat saling
mengutamakan karena tiap subjek saling mendukung.
Keunggulan model ini adalah dalam penyusunan urutan topik, guru
memiliki keleluasaan untuk menentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tidak
dibatasi oleh apa yang sudah tercantum dalam kurikulum. Sedangkan dari sudut

7
pandang siswa, pengurutan topic yang berhubungan dari disiplin yang berbeda
akan membantu mereka untuk memahami isi dari mata pelajaran tersebut.
Kelemahan model ini adalah perlu adanya kerjasama antara guru-guru
bidang studi agar dapat mengurutkan materi, sehingga ada kesesuaian antara
konsep yang ssatu dengan konsep yang lainnya.
Contoh dari sequence model ini adalah:
1) Materi IPA kelas 8 materi Fungsi dan grafik dilanjutkan dengan gerak
lurus. Sehingga siswa dapat mengaplikasikan konsep grafik terhadap
kecepatan, percepatan.
2) Materi fungsi turunan yang dilanjutkan dengan persamaan kecepatan
dan percepatan, sehingga siswa dapat mengaplikasikan konsep turunan
terhadap kecepatan, percepatan.

2.5 Model Shared


Model shared merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM yang
mengatur ulang urutan ketika suatu topik diajarkan bertepatan dengan topik
paralel dalam disiplin lan. Menurut Forgaty (2009) bahwa dalam disiplin ilmu ini,
perencanaan dan pengajaran menciptakan fokus pada konsep, keterampilan, dan
sikap bersama yang memberikan integrasi kurikulum yang lengkap. Model shared
merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep
atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang
kewarganegaraan dalam PPKn misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir
pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.
Contoh Model Shared yaitu :
1) Pada SMP kelas VIII
Biologi (konten) materi alat optik : kaca mata, periskop, dan teleskop
(konsep)
Fisika (konten) materi alat indra : hidung, telinga, dan kulit (konsep)
Mengintegrasikan materi cahaya pada konsep mata yang memiliki rasa
ingin tahu sebagai sikap ilmiah dan mengamati sebagai keterampilan
2) Pada SMP kelas VIII

8
Fisika (konten) materi getaran dan gelombang: getaran, frequensi getaran,
pengukuran frequensi (konsep)
Biologi (konten) materi system pernapasan: mekanisme pernapasan,
frequensi pernapasan, pengukuran frequensi pernapasan (konsep)
Mengintegrasikan materi getaran dan gelombang serta system pernapasan
mengenai konsep dari frequensi, keterampilan menguku dan sikap
ketelitian.

2.6 Model Webbed


Model webbed merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM yang
mengintegrasikan apa yang diajarkan dengan alat kognitif, strategi dan alat teknik
yang lintas disiplin. Model webbed merupakan model pembelajaran terpadu yang
menggunakan tema sebagai dasar pembelajaran. Model pembelajaran ini
memadukan multi disiplin ilmu atau berbagai mata pelajaran yang diikat oleh satu
tema (Fogarty. 1991). Tema dapat ditetapkan oleh guru dengan siswa atau sesama
guru. Setelah tema disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub-sub tema
dengan memperhatikan kaitannya dengan mata pelajaran yang lain. Untuk itu,
tema utama harus mempunyai cakupan materi yang luas dan memberi bekal bagi
siswa untuk belajar lebih lanjut. Berdasarkan pernyataan di atas, model webbed
(Model Jaring Laba-laba) merupakan model pembelajaran terpadu yang
menggunakan pendekatan tematik dan memadukan multi disiplin ilmu.
Contoh dari Model Webbed ialah :
1) Pembelajaran terpadu model webbed dimulai dengan menentukan tema.
Sebagai contoh tema yang ditentukan adalah “Lingkungan”. Dari tema ini
dikembangkan dan dipadukan menjadi sub-sub tema yang ada pada
beberapa mata pelajaran, misalnya :
a) IPA
Sub tema : Mengenal berbagai bentuk energi dan manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari.

9
Siswa diajarkan tentang macam-macam bentuk energi dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya : energi cahaya kita manfaatkan
sebagai penerangan saat kita belajar.
b) Matematika
Sub tema : mengenal bangun datar
Siswa diajarkan tentang bentuk-bentuk bangun datar misalnya, misalnya :
ban sepedah kita berbentuk lingkaran, buku tulis berbentuk persegi,
penggaris berbentuk persegi panjang.
c) Pkn
Sub tema : tenggang rasa, kedisiplinan
Siswa diajarkan tentang bagaimana cara manusia bersikap dan bertingkah
laku sebagai makhluk sosial separti sikap tenggang rasa dan bekerja sama
dengan orang lain.
d) Bahasa Indonesia
Sub tema : membuat ringkasan
Siswa menceritakan dengan kata-katanya sendiri tentang bentuk-bentuk
energi, dan bentuk bangun datar yang kita jumpai di lingkungan sekitar.
2) Pada SMP kelas VIII
Tema : Gerak
a) Biologi : sistem gerak pada manusia
b) Fisika : gerak lurus, GLB dan GLBB
c) Kimia : gerak partikel pada berbagai wujud zat
d) Astronomi : pergerakan planet-planet mengelilingi matahari

2.7 Model Threaded


Model threaded merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM
yang mengintegrasikan apa yang diajarkan dengan alat kognitif, strategi dan alat
teknik yang lintas disiplin. Model Threaded adalah model bersambungan atau
model integrasi yang memfokus pada metakurikulum yang merupakan jantung
dari semua pokok bahasan. Dengan menggunakan ide yang ada dalam
metakurikulum dapat ditargetkan serangkaian ketrampilan berpikir tertentu untuk

10
memasukkan prioritas isi pembelajaran yang ada. Misalnya dengan akan
menggunakan kurikulum berkelompok (cluster curriculum), pengajar (tim)
mungkin akan memilih kelompok ketrampilan analysis untuk memasukkan esensi
ketrampilan berpikir dari masing-masing kemampuan yang akan disambungkan
melalui berbagai macam disiplin ilmu
Contoh Model Threaded yaitu :
1) Pada SMP kelas VII
a. Kimia (konten) : Pencemaran Lingkungan (konsep)
Skill : Menginterpretasi kandungan zat dalam air sebegai indikator air
tercemar
b. Geologi (konten) : Pemanasan Global (konsep)
Skill : Menginterpretasi grafik perubahan suhu
c. Biologi (konten) : Ekosistem (konsep)
Skill : Menginterpretasi hubungan antara komponen
2) Pada SMP kelas
a. IPA (konten) : KD 3.7 Mendeskripsikan hubungan antara SDA dengan
lingkungan, teknologi dan masyarakat (skill)
b. Bahasa Indonesia (konten) : KD Menggali informasi dari teks
wawancara (skill)
c. Matematika (konten) : KD Menyatakan kesimpulan berdasarkan data
tabel atau grafik

2.8 Model Integrated


Model Integrated merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM
yang melibatkan diskusi tim interdisipliner ketika merencangan kurikulum.
Pembelajaran terpadu tipe integrated (keterpaduan) adalah tipe pem¬belajaran
terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan
bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan
keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa
bidang studi (Fogarty, 1991: 76).

11
Dari sejumlah model pembelajaran IPA terpadu yang dikemukakan Fogarty
(1991: xv) terdapat empat model yang potensial untuk diterapkan dalam pembela-
jaran IPA terpadu, yaitu connected, webbed, shared, dan integrated. Empat model
tersebut dipilih karena konsep-konsep dalam Kompetensi Dasar (KD) IPA
memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memerlukan model yang
sesuai agar memberikan hasil yang optimal.
Contoh Model Integrated yaitu :
1) Pada SMP kelas VII
KD: 3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Fisika)
KD: 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan
sifat fisika dan sifat kimia (Kimia)
KD: 6.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang
dimiliki (Biologi)
2) Pada SMP kelas IX
a. Fisika (konten) : gaya tarik magnet (konsep)
b. Bilogi (konten) : sifat magnet pada tubuh manusia (konsep)
c. Kimia (konten) : sifat logam dan susunan partikel nya (konsep)
d. Fisika-Biologi (konten) : biomagnetik (konsep)
e. Fisika-Kimia (konten) : sifat kemagnetan bahan (konsep)
f. Biologi-Kimia (konten) : sifat magnet dalam tubuh makhluk hidup
(konsep)
g. Fisika-Kimia-Biologi (konten) : magnet dalam kehidupan sehari-hari
(konsep)

2.9 Model Immersed


Model immersed merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM
yang menghubungkan pengalaman masa lalu dan pengetahuan sebelumnya
dengan informasi baru. Pembelajaran terpadu tipe Immersed (pembenaman) yaitu
suatu pembelajaran yang menggunakan pendekatan antar disiplin ilmu, dimana
siswa dapat memadukan semua data dari setiap bidang ilmu dan menghasilkan

12
pemikiran sesuai bidang minatnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
(Fogarty, 1991).
Model Immersed adalah model pembelajaran terpadu yang berpusat untuk
memadukan kebutuhan para siswa/mahasiswa, dimana mereka akan melihat apa
yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. Keterpaduan secara
internal dan intrinsic dicapai oleh siswa yang belajar dengan sedikit atau tanpa
intervensi dari luar atau ekstrinsik. Setiap individu memadukan semua data, ide-
ide melalui bidang yang sangat diminatinya.
Contoh Model Immersed yaitu :
1) Pada SMP kelas VII
Tema : Pemisahan Campuran
Ide : wujud zat, perubahan benda, prinsip dan metode, serta jenis-jenis
campuran
2) Pada SMP kelas IX
Tema : Pembuatan Tempe
Ide :
a. Matematika : perbandingan takaran bahan dasar pembuatan tempe
b. IPA : manfaat dan kandungan tempe untuk tubuh seperti protein dna
karbohidrat
c. IPS : pemasaran tempe kepada masyarakat
d. Bahasa Indonesia : tata cara dan prosedur pembuatan tempe

2.10 Model Networked


Model networked merupakan salah satu model dalam pembelajaran STEM
yang membangun ikatan baru yang menarik dengan para ahli lain melalui jaringan
(argumen) atau topik sederhana untuk digunakan sebagai ide besar yang sifatnya
lebih deduktif. Menurut pandangan Robin Fogarty (1991) networked merupakan
model pemaduan pembelajaran yang mengandalkan kemungkinan pengubahan
konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru
setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks
yang berbeda – beda. Belajar disikapi sebagi proses yang berlangsung secara terus

13
– menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan
kenyataan yang dihadapi siswa.
Model networked adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa
dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan
dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa
secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber. Sumber dapat berupa
buku bacaan, internet, saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru
yang dianggap ahli olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri
artinya siswa termotivasi belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam
dirinya.
Contoh Model Networked yaitu :
1. Materi kelas IX
a. Matematika : Teknologi Komputer, bagan/grafik data, aliran data
dan interpretasi.
b. IPA : Mineral, gunung berapi, masalah lingkungan, gempa
bumi.
c. Bahasa : Membuat Pidato, Membaca, menulis
d. Ilmu Sosial : Hak asasi manusia, sungai dan implikasi hukum.
2. Materi kelas VIII
a. Matematika : Analisa statistic dan pemrogaman.
b. IPA : Lensa dan cahaya
c. Bahasa : Perintah laporan
d. Ilmu sosial : Persoalan kebijaksanaan penelitian data dukungan
pencarian keterangan.

14
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Setelah proses pembuatan makalah yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa:
3.1.1 Model terpisah merupakan model pembelajaran STEM yang bahan
pelajarannya disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-
pisah.
3.1.2 Model keterhubungan (connected) mempunyai karakteristik
menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, topik dengan topik lain,
satu keterampilan dengan keterampilan lain, ide yang satu dengan ide yang
lain tetapi masih dalam lingkup satu bidang studi.
3.1.3 Model tersarang mengintegrasikan kurikulum di dalam satu mata pelajaran
secara khusus meletakkan fokus pengintegrasian pada sejumlah
keterampilan proses, sikap dan komunikasi yang ingin dilatihkan oleh guru
kepada siswa dalam unit suatu pembelajaran untuk ketercapaian materi
pembelajaran.
3.1.4 Model sequenced menyusun dan mengurutkan kembali topik atau unit
dalam antara suatu disiplin dengan disiplin lain sehingga bertepatan
pembahasannya satu dengan yang lainnya.
3.1.5 Model shared merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata
pelajaran yang saling melengkapi dan didalam perencanaan atau
pengajarannya menciptakan satu fokus pada konsep keterampilan serta
sikap.
3.1.6 Model webbed mengintegrasikan apa yang diajarkan dengan alat kognitif,
strategi dan alat teknik yang lintas disiplin dan menggunakan tema sebagai
dasar pembelajaran
3.1.7 Model threaded memfokuskan pada metakurikulum yang merupakan
jantung dari semua pokok bahasan. Dengan menggunakan ide yang ada

15
dalam metakurikulum dapat ditargetkan serangkaian ketrampilan berpikir
tertentu untuk memasukkan prioritas isi pembelajaran yang ada.
3.1.8 Model integrated menggunakan pendekatan antar mata pelajaran yang
dipadukan. Beberapa mata pelajaran dicari konsep, sikap, dan ketrampilan
yang tumpang tindih dipadukan menjadi satu.
3.1.9 Model immersed adalah model pembelajaran terpadu yang berpusat untuk
memadukan kebutuhan siswa dimana mereka akan melihat apa yang
dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri.
3.1.10 Model networked merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan
bagi peserta didik menerima masukan dari luar dirinya yang ia pandang
sebagai ahli lain melalui jaringan atau topik sederhana untuk digunakan
sebagai ide besar yang sifatnya lebih deduktif.

3.2 Saran
Kelompok harus lebih meningkatkan kerjasama dan efektifitas dalam
berkerja. Tidak hanya itu untuk pemahaman materi setiap individu juga harus
ditingkatkan agar untuk selanjutnya penyusunan makalah dapat berjalan dengan
lancar.

16
DAFTAR PUSTAKA

Barbara Moss, H.N. 2014. Creating Integrated Curriculum : Books to guide the
Process. International Reading Association. 40(4). 64–65.
Fogarty, Robin. 1991. How to Integrated Curricula. New York : IRI/Skylight
Publishing.
Fogarty, Robin. 2009. How to Integrated Curricula Third edition. California :
Corwin.
Odja, A.H. 2016. Model konseptual pembelajaran terpadu di smp untuk
meningkatkan kemampuan menulis sains konsep kalor. Prosiding
Pertemuan Ilmiah XXX HFI Jateng & DIY.