Anda di halaman 1dari 4

BAB 11

1. Mengapa ukuran keuangan yang sering disebut dengan sistem pengukuran tradisional itu
mengandung banyak kelemahan ? Jelaskan !
Jawab :
Karena kinerja manajemen hanya diukur berdasarkan aspek-aspek keuangan saja. Pengukuran
dilakukan dengan membandingkan kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan
kinerja keuangan yang dianggarkan. Asusmsi yang digunakan dalam sistem pengukuran
tradisional adalah bahwa pekerja dapat mengerjakan sesuatu yang telah ditetapkan
sebelumnya untuk mencapai tujuan perusahaan tanpa ada keharusan untuk melakukan inovasi.
2. Jelaskan pelbagai informasi yang digunakan dalam pengendalian !
Jawab :
 Informasi Informal
Karena informasinya informal, maka sulit untuk dijelaskan dan dikelompokkan. Dapat
dikatakan bahwa banyak manajer menyadari bahwa informasi yang bersifat informal
lebih penting dari sekedar laporan formal.
 Informasi Pengendalian Tugas
Kebanyakan informasi formal yang ada pada suatu organisasi adalah informasi
pengendalian tugas. Sistem pengendalian produksi menyediakan informasi yang
menjadwalkan pengiriman bahan baku, dan sejenisnya, sehingga produk yang
sebenarnya dan jumlah yang benar dapat diperoleh pada akhir proses.
 Laporan Anggaran
Anggaran yang disetujui merupakan media pengendalian aktivitas pusat
pertanggungjawaban yang ada, dan suatu laporan yang membandingkan pendapatan
sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan merupakan laporan keuangan yang
penting.
 Informasi Non Keuangan
Informasi non keuangan tertentu merupakan indikator penting tentang bagaimana
strategi yang dipilih diterapkan. Informasi non keuangan dapat digabung dengan
informasi keuangan dalam merancang sistem pengukuran kinerja.
3. Jelaskan apakah tujuan pengukuran kinerja manajemen ! Jelaskan pula manfaat pengukuran
manajemen !
Jawab :
Tujuan dari adanya pengukuran kinerja yaitu untuk memperoleh informasi yang akuran dan
valid tentang perilaku dan kinerja anggota organisasi.
Manfaat pengukuran kinerja yaitu :
 Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian
karyawan secara maksimum.
 Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan.
 Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk
menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.
 Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai
kinerja mereka.
 Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
4. Jelaskan konsep pengukuran manajemen dengan menggunakan balanced scorecard !
Jawab :
Dalam penerapannya sistem ini akan membantu manajer dalam melihat bisnis dari empat
perspektif penting, yaitu perspektif keuangan, perspektif bisnis internal, perspektif pelanggan,
dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Sistem ini menekankan keseimbangan antara
ukuran strategis dalam upaya mencapai keselarasan tujuan, sehingga mendorong bawahan
untuk bertindak sesuai dengan tujuan perusahaan.
5. Jelaskan pengukuran kinerja manajemen yang diukur berdasarkan perspektif keuangan !
Jawab :
Balanced scorecard menggunakan indikator kinerja keuangan yang secara umum dipakai oleh
perusahaan seperti laba bersih dan ROI. Meskipun demikian indikator tersebut tidak berdiri
sendiri tanpa adanya dukungan dari aspek lain. Peningkatan laba perusahaan, tentunya
berkaitan langsung dengan peningkatan produktivitas dan customer satisfaction yang muncul
karena para karyawan memiliki kompetensi yang handal dalam melayani pelanggan.
6. Jelaskan pengukuran kinerja manajemen yang diukur berdasarkan perspektif pelanggan !
Jawab :
Dalam perspektif ini, yang pertama kali harus dilakukan oleh perusahaan adalah penentuan
segmen pasar pelanggan yang akan menjadi target yang ingin disasar oleh perusahaan. Setelah
segmen pasar ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan tolok ukur kinerja dari tiap
unit kerja dengan untuk mencapai target finansial yang telah ditetapkan.
7. Jelaskan pengukuran kinerja manajemen yang diukur berdasarkan perspektif bisnis internal !
Jawab :
Perspektif proses bisnis internal merefleksikan proses-proses kunci di perusahaan yang dapat
dioptimalkan yang dapat meningkatkan value proposisi yang dapat menarik dan
mempertahankan pelanggan. Dengan pelanggan yang puas dengan layanan dan produk,
diharapkan ada financial return sehingga dapat memuaskan harapan pemegang saham.
8. Jelaskan pengukuran kinerja manajemen yang diukur berdasarkan perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran !
Jawab :
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan merefleksikan kapabilitas perusahaan dalam
mengembangkan 3 jenis sumber daya atau capital yaitu :
 Sumber daya manusia
 Sumber daya organisasi
 Sumber daya informasi
Dalam perspektif ini perusahaan dituntut untuk mampu membangun sistem yang
memungkinkan adanya pengembangan SDM, sistem organisasi dan sistem informasi sebagai
kunci peningkatan kinerja perusahaan secara berkesinambungan.
9. Jelaskan tahap-tahap penerapan balanced scorecard !
Jawab :
 Menentukan Strategi
Balanced scorecard membuat suatu jaringan antara strategi dan tindakan operasional.
Akibatnya adalah perlu proses penentuan balanced scorecard dengan menentukan
strategi organisasi.
 Menentukan Ukuran Strategi
Organisasi harus fokus pada ukuran-ukuran penting dari strategi. Juga perlu diketahui
ukuran-ukuran individual dengan yang lain sebagai hubungan sebab akibat. Balanced
scorecard harus disatukan dengan struktur formal dan informal organisasi, budaya, dan
praktik-praktik sumberdayanya.
 Menelaah Ukuran dan Hasil
a) Telaah memberitahukan manajemen apakah strategi telah diterapkan
b) Telaah menunjukkan bahwa manajemen serius terhadap ukuran-ukuran yang
ada
c) Telaah tetap menggariskan ukuran terhadap strategi yang berubah
d) Telaah memperbaiki pengukuran
10. Jelaskan kelebihan dan kelemahan pengukuran kinerja manajemen dengan balanced
scorecard !
Jawab :
Kelebihan pengukuran kinerja manajemen dengan balanced scorecard :
 Merupakan konsep pengukuran yang komprehensif. Keseimbangan ini menunjukkan
trade-off yang dilakukan oleh manajer terhadap ukuran-ukuran dan mendorong
manajer untuk mencapai tujuan mereka dimasa depan tanpa membuat trade-off
diantara kunci-kunci sukses tersebut.
 Merupakan konsep yang adaptif dan responsif terhadap lingkungan bisnis.
 Memberikan fokus terhadap tujuan menyeluruh perusahaan.
Kelemahan pengukuran kinerja manajemen dengan balanced scorecard :
 Kurangnya hubungan antara ukuran dan hasil non keuangan. Inilah masalah terbesar
yang ada pada balanced scorecard karena adanya asumsi yang melekat bahwa tingkat
keuntungan masa depan akan berasal dari pencapaian ukuran-ukuran balanced
scorecard.
 Fixation in Financial Results. Pencapaian ukuran keuangan seringkali tidak dikaitkan
dengan program insentif sehingga tekanan baik dari pemegang saham maupun dewan
direksi berpengaruh pada pencapaian target.
 Tidak adanya mekanisme perbaikan. Seringkali perusahaan tidak memiliki
mekanisme perbaikan jika ukuran-ukuran hasil tidak ada.
 Ukuran-ukurannya tidak diperbarui.
 Pengukuran terlalu berlebihan.
 Kesulitan dalam menentukan trade-off.