Anda di halaman 1dari 5

Bab 13.

1. Perbedaan antara perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa

No Jenis Perusahaan Manufaktur Perusahaan Jasa


1 Barang Fisik Perusahaan manufaktur Perusahaan Jasa
memproduksi barang fisik memberikann pelayanan
yang dapat dilihat dan kepada pelanggan seperti
disentuh oleh pelanggan. konsultasi, pemeliharaan
dan pelatihan adalah tidak
berwujud (intangible).
2 Tingkat Persediaan Memerlukan persediaan Tidak melakukan
produk persediaan produk karena
perusahaan jasa
menciptakan layanan
apabila diperlukan.
3 Permintaan Pelanggan Perusahaan manufaktur dapat Perusahaan Jasa tidak akan
memproduksi barang tanpa menghasilkan layanan atau
pesanan pelanggan atau jasa kecuali dibutuhkan
perkiraan permintaan oleh pelanggan. Dilakukan
pelanggan, dilakukan secara secara terputus-putus.
terus menerus.
4 Persyaratan tenaga Perusahaan manufaktur dapat Perusahaan Jasa
kerja mengotomatisasi banyak memerlukan orang-orang
proses produksinya sehingga yang memiliki
dapat mengurangi kebutuhan keterampilan dan
terhadap tenaga kerja  pengetahuan khusus serta
disiplin ilmu pada bidang
yang sesuai layanan yang
ditawarinya
5 Lokasi Fisik Perusahaan manufaktur atau Orang-orang yang bekerja
pabrik harus memiliki lokasi di perusahaan jasa dapat
fisik untuk mengoperasikan memberikan layanan
produksinya dan juga dimana saja
penyimpanan persediaannya
2. Beberapa hal yang membedakan sektor manufaktur dan sektor jasa dalam hal ini
organisasi profesional yang dimaksud dalam hal ini adalah organisasi litbang,
lembaga hukum, rumah sakit, arsitek, konsultan,biro iklan usaha seni, dan olahraga
dimana produknya merupakan jasa professional, antara lain :
 Memiliki tujuan perusahaan dimana organisasi profesional mempunyai
relative sedikit asset yang dapat dilihat, asset utamnya adalah kemampuan
professional stafnya, dimana nilai ini tidak tampak dalam laporan keuangan.
Tujuan keuangan utamanya adalah menyediakan kompensasi yang sepadan
pada para profesionalnya. 
 Organisasi professional lebih banyak mengandalkan tenaga kerja, dan tenaga
kerja dalam hal ini merupakan bentuk khusus. Professional biasanya
cenderung tidak membebani keputusannya dari sudut pengaruh keuangannya,
mereka ingin mengerjakan sebaik mungkin dengan mengabaikan biayanya.
Karena profesional merupakan sumber daya terpenting dalam suatu
perusahaan.
 Output dari suatu organisasi profesional tidak bisa diukur dengan ukuran fisik,
seperti unit, ton dan lain-lain.
3. Perusahaan profesional mempunyai relatif sedikit aset yang dapat dilihat, aset
utamanya adalah kemampuan profesional stafnya, dimana nilainya ini tidak tampak
pada laporan keuangan. Bagi para pemakai laporan keuangan mungkin tidak adanya
pencatatan tentang tenaga kerja profesional pada laporan keuangan mungkin tidak
telalu berpengatuh karena ukuran sukses suatu organisasi biasanya juga dilihat dari
besar kecilnya organisasi. Disisi lain, tujuan ini menunjukkan skala ekonomi dalam
penggunaan berbagai usaha dari staf kantor pusat organisasi dan unit-unit
pertanggungjawaban agar tidak kalah dalam persaingan, serta penjelasan diatas dapat
menjelaskan juga tentang pengaruhnya terhadap sistem pengendalian manajmen.
4. Pengukuran input dan output pada organisasi profesional tidak dapat diukur dengan
ukuran fisik. Pendapatan yang di peroleh adalah salah satu pengukuran output di
beberapa organisasi profesional. Angka moneter ini dapat berkaitan dengan kualitas
jasa yang diberikan kepda pelanggan.
5. Pada perusahaan jasa juga terdapat sistem pengendalian manajemen yang meliputi
penentuan harga, pusat laba, perencanaan strategi, penyusunan anggaran,
pengendalian operasi, pengukuran kinerja dan penilaian kinerja. Sehingganya dapat
disimpulkan bahwa organisai profesional juga memperhatikan sistem pengendalian
manajemennya untuk keberlangsungan perusahaan.
6. Ciri-ciri khusus organisasi kesehatan antara lain :
1. Kesulitan dalam masalah sosial
Masyarakat sering dihadapkan dengan pelayanan rumah sakit yang tidak bagus,
tingginya tarif rumah sakit, tingginya obat dan masalah-masalah lainnya. Dilain sisi
jumlah orang sakit terus bertambah karena kemajuan pengobatan memperpanjang
harapan hidup manusia, yang pada gilirannya membutuhkan perawatan. Pihak yang
menyediakan layanan kesehatan sebenarnya sadar akan masalah ini, namun
diperlukan mekanisme tertentu yang tidak saling merugikan antara penyedia dan
pemakai perawatan kesehatan.
2. Perubahan penyedia jasa perawatan kesehatan
Dengan meningkatnya biaya perawatan kesehatan, perubahan signifikan terjadi dalam
hal pelayanan perawatan, yang dulunya dilakukan oleh beberapa penyedia perawatan
kesehatan. Banyak jasa yang sebelumnya dilakukan oleh rumah sakit,sekarang cukup
dilakukan oleh klinik tertentu saja.
3. Profesional
Pengaruh pengendalian manajemen pada professional ini sama dengan yang terjadi
pada organisasi profesional lainnya. Loyalitas mereka biasanya lebih mengarah pada
profesi, tidak pada organisasi.manajer bagian pada dasarnya merupakan seorang
professional yang melakukan fungsi manajemennya hanya pada paruh waktu.
4. Pentingnya pengendalian mutu
Industri kesehatan banyak berkaitan dengan kehidupan manusia, sehingga kualitas
jasa yang diberikan harus benar-benar diperhatikan. Pada periode tertentu diperlukan
pengkajian ulang tentang prosedur operasi atau pembedahan, pengkajian ulang
terhadap dokter pribadi.
7. Sistem pengendalian manajemen pada organisasi kesehatan, Karena pergeseran dalam
bauran produk dan karena peningkatan kuantitas serta biaya peralatan baru, proses
perencanaan strategis di rumah sakit adalah penting. Proses penyusunan anggaran tahunan
adalah secara konvensional. Sejumlah besar informasi tersedia dengan cepat untuk
pengendalian aktivitas operasi. Kinerja keuangan dianalisis dengan membandingkan
pendapatan dan beban aktual dengan anggaran, dengan mengidentifikasikan varians-varians
penting, dan mengambil tindakan yang sesuai atas varians-varians tersebut.
8. Organisasi Nirlaba
Organisasi nirlaba menurut definisi hukumnya merupakan organisasi yang tidak bisa
mengalihkan aktiva, pendapatan, atau keuntungannya kepada anggota, pegawai atau
direktur oeganisasi tersebut.Tetapi dalam hal ini, organisasi tentu saja bisa memberi
semacam kompensasi atas jasa ataupun barang yang diberikan oleh pegawai maupun
anggota organisasi tersebut.
• Ciri-ciri khusus :
1. Tidak ada ukuran dana
2. Kontribusi modal
3. Akuntansi dana
4. Aturan
• Sistem Pengendalian Manajemen
1. Penentuan harga pokok
Kebanyakan organisasi nirlaba tidak memperhatikan dengan serius tentang kebijakan
harga. Harga atas jasa biasanya ditetapkan dengan system biaya penuh (full cost
system). Prinsip ini diterapkan pada jasa-jasa yang berkaitan dengan tujuan
organisasi. Pada umunya pengendalian manajeman ditetapkan apabila harganya telah
ditetapkan terlebih dahulu sebelum ditetapkannya kinerja atas jasa yang diberikan.
2. Penyusunan anggaran dan perencanaan strategi
Pada organisasi nirlaba yang harus memutuskan alokasi sumber daya yang terbatas
secara bijaksana, perencanaan strategi lebih penting dan lebih banyak memakan
waktu dari pada jenis usahanya itu sendiri. Alat pengendalian manajemen yang paling
penting dalam organisasi seperti ini adalah berkaitan dengan aktivitas keuangan
organisasi yakni anggaran (baik itu pendapatan maupun pengeluaran.)
3. Operasi dan evaluasi
Pada kebanyakan organisasi nirlaba, tidak ada cara untuk mengetahui biaya
operasional yang optimum. Banyak organisasi mengalami kesulitan untuk
memperoleh dana terutama dari sumber pemerintah. Hal ini membawa konsekuensi
makin diperlukannya pengendalian manajemen.
9. Organisasi pemerintah merupakan organisasi jasa dan kegiatan semacam ini
merupakan salah satu contoh organisasi nirlaba.
• Karakteristik Khusus :
1. Pengaruh politik
2. Informasi publik
3. Sikap yang mengutamakan pelanggan
4. Peraturan pemerintah (Red tape)
5. Kompensasi manajemen
6. Akuntansi
Hingga saat ini sistem akuntansi yang dipakai pada organisasi pemerintah sudah kuno
dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Disini perlu dilakukan perombakan sistem
akuntansi yang lebih mengacu pada kebutuhan saat ini.
• Sistem Pengendalian Manajemen
1. Penyusunan anggaran dan perencanaan strategis
Perencanaan strategis di organisasi pemerintahan merupakan faktor penting.
Keputusan yang diambil biasanya juga melibatkan pertimbangan politik. Keputusan
yang diambil biasanya dengan mempertimbangkan berbagai faktor tidak hanya faktor
ekonomi tapi juga faktor lainnya.
2. Ukuran kerja
Laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Biaya pada organisasi pemerintah
dapat diukur sama akuratnya dengan yang di swasta.
10. Laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Biaya pada organisasi pemerintah
dapat diukur sama akuratnya dengan yang di swasta. Pada organisasi pemerintah
pendapatan tidak merupakan output. Karena tidak merupakan ukuran moneter, maka
ukuran pendapatan disoini bisa dilihat dari kualifikasi yang dilakukan. Kualifikasi
yang biasanya dilakukan adalah:
1. Ukuran Hasil (A Result Measure) adalah ukuran output yang menurut dugaan
berhubungan dengan tujuan organisasi.
2. Ukuran Proses (A Proces Measure) adalah ukuran yang berkaitan dengan kegiatan
yang dijalankan oleh pemerintah.
3. Indikator Sosial adalah ukuran yang lebih luas dimana output yang dihasilkan
menunjukkan hasil kerja dari organisasi pemerintah tersebut.