Anda di halaman 1dari 7

Pentingnya Penerapan K3 di

Dunia Kerja

4
SHARES

2.6k
VIEWS

Share on FacebookShare on Twitter

A D V E R T I S E M E N T

Blog.Gamatechno.com – Berdasarkan data Badan Penyelenggara


Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Indonesia telah  terjadi
105.182 kasus kecelakaan kerja hingga akhir tahun 2015. Dimana 2.375
kasus dari total jumlah kecelakaan kerja merupakan kasus kecelakaan
berat yang mengakibatkan kematian.  Angka kecelakaan kerja tersebut
relatif sangat tinggi. Penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui
diantaranya perilaku yang tidak aman, kondisi lingkungan yang tidak
aman, atau kedua kondisi tersebut terjadi secara bersama – sama.
Kondisi ini kadang diperparah dengan keterlambatan informasi kepada
pihak perusahaan sehingga tidak segera ditangani.
Rendahnya kesadaran akan pentingnya penerapan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) terutama pada sektor industri menjadi penyebab
utama terjadinya kecelakaan kerja di Indonesia. Masih sering ditemukan
anggapan bahwa penerapan K3 cenderung mahal karenanya dibutuhkan
alokasi budget yang cukup besar dalam pelaksanaannya.
RelatedPosts

Tips dan Tools Wajib untuk Freelancer, Kerjaan


Jadi Lebih Efektif
6 Tips Jitu Mengelola Keuangan Untuk Usaha
Kecil
Format Invoice yang Tepat Untuk Memperlancar
Proses Penagihan
7 Rahasia Agar Pelanggan Membayar Tagihan
Tepat Waktu!

Undang-Undang K3 di Indonesia
 
<img class="wp-image-7050 size-full"
src="https://blog.gamatechno.com/wp-content/uploads/2017/03/logo-
k3.jpg" alt="" width="910" height="401"
srcset="https://blog.gamatechno.com/wp-
content/uploads/2017/03/logo-k3.jpg 910w,
https://blog.gamatechno.com/wp-content/uploads/2017/03/logo-k3-
300x132.jpg 300w" sizes="(max-width: 910px) 100vw, 910px" />Utamakan
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Padahal penyelenggaraan K3 ini sangat perlu mengingat resiko
kecelakaan dapat terjadi kapan dan dimana saja. Pemerintah Indonesia
sendiri telah mengatur penyelenggaraan K3 ini dalam Undang-undang No.
1 Tahun 1970, No. 23 Tahun 1992, dan No. 13 Tahun 2003. Bahkan
pemerintah telah mengatur secara jelas bagi perusahaan yang tidak
melaksanakan ketentuan undang-undang maka dikenakan denda paling
banyak Rp15.000.000,- atau pidana kurungan paling lama 1 tahun.

Penerapan K3 ini bertujuan untuk melindungi karyawan dari berbagai


macam bahaya kerja. Apabila terjadi kecelakaan kerja maka karyawan
akan mendapatkan jaminan tindakan medis sampai sembuh tanpa
batasan biaya pengobatan. Sedangkan untuk karyawan yang meninggal
dunia, atau cacat tetap akan mendapat biaya pemakaman serta
pemberian beasiswa pendidikan bagi ahli warisnya.
Manfaat  Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3)

<img class="wp-image-7051" src="https://blog.gamatechno.com/wp-


content/uploads/2017/03/k3.png" alt="" width="1000" height="663"
srcset="https://blog.gamatechno.com/wp-
content/uploads/2017/03/k3.png 605w,
https://blog.gamatechno.com/wp-content/uploads/2017/03/k3-
300x199.png 300w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px"
/>Pentingnya K3 dalam perusahaan
Tidak hanya karyawan yang dapat merasakan manfaat K3 ini.  Perusahaan
juga dapat diuntungkan dengan penerapannya. Ketika perusahaan Anda
telah menerapkan K3 dalam proses kerja, stakeholder akan meyakini
bahwa prosedur kerja perusahaan Anda sudah bagus sehingga terjamin
kualitas hasil kerjanya. Penerapan K3 juga dapat menjadi tolak ukur
Standard Operating Procedures (SOP)  sehingga apabila terjadi kecelakaan,
perusahaan dapat mengidentifikasi bagian proses mana yang salah dan
perlu diperbaiki. Tidak hanya itu, tingkat produktivitas karyawan juga akan
meningkat seiring dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh
perusahaan.
MENGAPA K3 PENTING

            Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Termasuk Penting dan Harus


Ditanamkan Pada Nilai-nilai dan Kebudayaan Masyarakat, ini Karena K3
Merupakan Salah satu Bentuk Hak Asasi manusia dan merupakan suatu agenda
yang terintegrasi padam Pembangunan Yang berbasis Manusia.

Dasar Estimilasi Dunia Mengapa K3 Penting adalah :


1.      2,3 Juta orang Meninggal terkait oleh Pekerjaan
2.      360.000 Orang Meninggal Karena Kecelakaan Kerja
3.      1,95 Juta orang SAkit akibat Bekerja
4.      Kerugian Dunia Akibat tidak Mementingkan K3 Adalah 1,25 Triliun/Tahun
Dan di Indonesia Walaupun sudah diatur Pada undang-undang No.1 Th.1970
Terkait Tenaga Kerja.Data terakhir Kecelakaan Kerja yang terjadi Adalah
sebanyak 96.314 Kasus Yang rinciannya adalah sebagai berikut :
1.      Meninggal                   : 2.144 Orang
2.      Cacat Fungsi               : 4.380 Orang
3.      Cacat Sebagian           : 2.713 Orang
4.      Cacat Total                  : 42 Orang.
Keselamatan dan kesehatan kerja ( k3 ) merupakan faktor yang sangat
penting bagi setiap Tenaga kerja, K3 merupakanbentuk perlindungan kerja dari
resiko kecelakaan kerja danpenyakit akibat kerja. K3 merupakan serangkaian
instrumenyang berdaya guna untuk melindungi tenaga kerja,
perusahaan,lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya
yangditimbulkan dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
Setiap perusahaan diwajibkan untuk menerapkan SistemManajemen K3
yang terintegrasi dengan manajemen perusahaan. Akan tetapi dalam
kenyataannya, pelaksanaannya masih belum optimal.K3 berfungsi untuk
melindungi tenaga kerja, juga merupakan hak bagi tenaga kerja atas keselamatan
dankesehatan kerja, disamping itu juga menjamin keselamatansetiap orang lain
yang sedang berada ditempat kerja, sertamemelihara sumber produksi agar dapat
digunakan secara aman dan efisien dalam meminimalkan resiko kecelakaan kerja
            Istilah K3 Pentingnya K3 sebetulnya tidak hanya ada di industri tapi juga
di manufaktur, perkantoran, bahkan sampai ke pertanian dsb. Namun memang
perlu diakui bahwa K3 paling “terkenal” adalah di industri Terlebih Karena dalam
dunia industri Banyak SDM yang bekerja menggunakan alat-alat berat.

Industri memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan


nasional. Industripun memberikan peran yang sangat signifikan dalam
perekonomian nasional, baik dalam sektor fiskal, moneter, maupun sektor riil.

            Peran Insdustri terlihat jelas dimana  menjadi salah satu sumber
penerimaan negara; berkontribusi dalam pembangaunan daerah, baik dalam
bentuk dana bagi hasil maupun program community development atau coorporate
social responsibility; memberikan nilai surplus dalam neraca perdagangan;
meningkatkan investasi; memberikan efek berantai yang positif terhadap
ketenagakerjaan; menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan Indeks
Harga Saham Gabungan; dan menjadi salah satu sumber energy dan bahan baku
domestik.

           Salah satu karakteristik industri  adalah padat modal, padat teknologi dan
dikenal memiliki risiko yang besar melebihi resiko di lingkungan kerja lainnya.
Oleh karena itu, dalam rangka menjamin kelancaran operasi, menghindari
terjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya dan penyakit akibat kerja maka
diperlukan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Seluruh
Pegawai Bahwa K3 itu sangatlah penting.

           Maka untuk Mewujudkan Kesadaran Kepada Pegawai maupun instansi


terkait, diperlukan Training K3 sebelum mengadakan kegiatan Kerja
Diperusahaan.Disamping itu juga perlu dilihat apakah dalam penerapan Sistem
Manajemen K3 ini perusahaan harus menyediakan peralatan khusus yang selama
ini belum dimiliki.

          Training k3 adalah bagian dari pembinaan sumber daya manusia sehingga
setiap karyawan memerlukan latihan k3 agar mereka dapat bekerja dengan aman
dan mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah mereka tetapkan terlebih
dahulu. untuk melakukan pelatihan itu maka funsi dari sistem training k3 adalah
memproses karyawan dengan perulaku tertentu agar berprilaku seusai dengan
yang telah ditentukan sebelumnya sebagai produk akhir dari training k3 yang
mereka ikuti.
            Langkah awal untuk menetapkan perogram training k3 dalam industri ini
adalah untuk menyatakan tujuan training k3 dalam batasan operational. Perilaku
yang bida dipelajari sebagai hasil training k3 ini hendaklah diwujudkan dalam
bentuk tidakan dan kegiatan yang dilaksanakan.
             Adapun alasan mengapa training k3 itu begitu penting adalah kareba para
karyawan masih melakukan perubatan yang berbahaya dikarenakan kurangnya
wawasan dalam K3. Berikut perbuatan berbahaya yang mereka lakukan;
              Sebagai contoh adalah apabila perusahaan memiliki kompresor dengan
kebisingan diatas rata-rata,  karena sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen
K3 yang mengharuskan adanya pengendalian resiko dan bahaya yang
ditimbulkan, perusahaan tentu harus menyediakan peralatan yang dapat
menghilangkan/mengurangi tingkat kebisingan tersebut.

             Alat pengukur tingkat kebisingan juga harus disediakan,dan alat ini harus
dikalibrasi. Oleh karena itu besarnya dana yang dikeluarkan untuk peralatan ini
tergantung pada masing-masing perusahaan dan kebutuhan untuk
menyadarkan/mentrainning setiap komponen perusahaan termasuk didalamnya
adalah pekerja dan alat.