Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INDIVIDU

IDENTIFIKASI ISTILAH-ISTILAH

DI SUSUN OLEH :

NAMA : ANDI VIVI SRY ANDRIANI

NIM : A1C219062

KELAS : D PROG B

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR
TAHUN AJARAN 2019/2020
1. HIS
Kontraksi merupakan tanda awal persalinan ketika melahirkan. Kontraksi atau disebut juga
dengan His merupakan peregangan pada dinding rahim. Akan tetapi, tidak semua kontraksi
merupakan tanda bahwa ibu akan segera melahirkan. Kontraksi timbul karena gerakan bayi, baik
berupa tendangan dan semacamnya ataupun karena aktivitas yang membuat ibu kelelahan.

2. Fundus uteri
Fundus uteri yaitu bagian atas uterus yang mirip dengan kubah. Pada bagian ini Tuba Falloppi
masuk ke uterus Pada masa kehamilan, tinggi fundus uteri ini bisa membantu untuk
memperikaran usia kehamilan seseorang.

3. Korpus uteri
Korpus uteri yaitu bagian badan uterus yang paling utama dan terbesar. Korpus uteri akan
tampak menyempit di bagian bawahnya dan berlanjut sebagai serviks.

4. Primigravida
Primigravida adalah keadaan dimana seorang wanita mengalami masa masa kehamilan untuk
pertama kalinya

5. Multipara atau pleuripara


adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang viable (hidup) untuk beberapa kali
hingga lima kali

6. Inersia uteri
Inersia uteri adalah his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks
atau mendorong janin keluar. Ditemukan pada penderita keadaan umum kurang baik seperti
anemia, uterus yang terlalu teregang serta penderita dengan keadaan emosi yang kurang baik.

7. Disproporsi sefalopelviks
Disproporsi sefalopelviks adalah antara ukuran janin dan ukuran pelvis yakni ukuran pelvis
tertentu tidak cukup besar untuk mengakomodasi keluarnya janin tertentu melalui pelvis
sampai terjadi kelahiran pervagina.

8. Hidramnion

Hindamnion adalah kondisi yang terjadi apabila terlalu banyak cairan ketuban yang
menumpuk selama kehamilan. Kondisi ini juga disebut kelainan cairan ketuban, atau
hidramnion. Kondisi ini terjadi pada sekitar 1% dari seluruh kehamilan. Terlalu banyak
cairan ketuban dapat menyebabkan rahim ibu membesar secara berlebihan dan
menyebabkan kelahiran prematur atau pecahnya kantung ketuban secara prematur.
Kondisi ini juga dikaitkan dengan cacat lahir pada janin.
9. uterus bikornis unikolis

Dinamakan uterus subsepta dan bersepta, yaitu keadaan rahim yang terdapat sekat, dapat
mengganggu proses nidasi sehingga perlu dioperasi. Ada dua tanduk (uterus bikornis
unikolis), yaitu satu leher rahim dan satu liang sanggama, sehingga dapat menyebabkan
gangguan proses nidasi

10. hypotonic uterine contraction

Dalam kondisi ini kontraksi rahim tidak teratur, jarang dan tidak efektif. Diagnosis
ditegakkan dengan palpasi dan menghitung waktu kontraksi. Pemeriksaan vagina
berulang akan menunjukkan serviks yang gagal melebar. Kontraksi dapat diperkuat oleh
rehidrasi, relaksasi (misalnya dengan anestesi epidural), pecahnya membran dan
penggunaan sintokrinon intravena.

11. hype hypotonic uterine contraction

Manajemen wanita hamil yang mengalami kontraksi uterus hipertonik yang


berkepanjangan (essential uterine hypertonus) dan suhu yang sedikit meningkat pada
aterm dijelaskan. Histologi plasenta, tali pusat dan membran, setelah persalinan,
menunjukkan bukti korioamnionitis, funisitis, dan deciduitis. Temuan kami
meningkatkan kemungkinan bahwa uterine hypertonus esensial dapat memiliki
komponen infektif atau inflamasi terhadap etiologinya.

12. Partus presipitatus

Persalinan berlangsung sangat cepat atau lebih pendek dari normal yang berlangsung
antara dua sampai tiga jam.

13. Incoordineted uterine

Incoordinate uterine action, yaitu: sifat his berubah, tonus otot uterus meningkat, juga di
luar his dan kontraksinya berlangsung seperti biasa karena tidak ada sinkronisasi antara
kontraksi

14. Tonus otot

Ketegangan otot pada saat rileks atau resistensi otot pada gerakan pasif.

15. Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh untuk
mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya