Anda di halaman 1dari 56

BAB III

HASIL PELAKSANAAN MAGANG

3.1. Deskripsi Umum Pelaksanaan Magang


Program magang dilaksanakan di PT Indonesia Comnets Plus
(ICON+) Strategic Bisnis Unit Regional Semarang yang beralamat di Jl.
Setia Budi No.96, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota
Semarang, Jawa Tengah 50263. Program magang dilaksanakan tepat
selama 6 bulan yaitu pada tanggal 1 Maret 2019 sampai dengan 31
Agustus 2019.

Agenda magang pertama adalah pengenalan perusahaan dari


perspektif korporasi dan teknikal pekerjaan. Pengenalan perusahaan dari
perspektif korporasi meliputi kegiatan pengenalan struktur organisasi
yang ada kantor ICON+ SBU Semarang dan penjelasan jobdesk masing
masing bagian, sedangkan dari perspektif teknikal meliputi pengenalan
layanan atau produk yang ada di ICON+ dan penjelasan bagaimana
penanganan layanan sampai aktivasi di customer.

Setelah pengenalan perusahaan, agenda berikutnya adalah


pembagian jobdesk untuk peserta magang. Penulis ditempatkan pada
divisi Pembangunan dan Aktivasi, tepatnya di Tim Customer Solution
(CuSol). Jobdesk Tim Cusol adalah menangani presales dan design
secara end to end serta memberikan solusi untuk kebutuhan pelanggan.

Portofolio pekerjaan magang penulis selama 6 bulan di ICON+


SBU Semarang adalah telah menyelesaikan total 1342 Project Survey
(PS) end to end yaitu meliputi 120 PS untuk pelanggan segmen PLN dan
1222 untuk pelanggan public. Waktu pelaksanaan magang di PT. ICON+
SBU Semarang memiliki jadwal Reguler, yaitu sistem 5 hari kerja 2 hari
libur dimulai dengan hari Senin-Kamis pukul 08.00-17.00, Jumat 07.30-
17.00 dan Sabtu-Minggu libur.

11
3.2. Hasil Pelaksanaan Magang
3.2.1. Overview Layanan dan Produk ICON+
ICON+ membagi produk dan layanan menjadi 4 (empat) kategori,
ICONect, ICONWeb, ICONBase dan ICONApps.

3.2.1.1. ICONect
Layanan ini merupakan solusi konektivitas yang memberikan
nilai lebih bagi pelanggan. Solusi yang diberikan berupa
komunikasi data yang menghubungkan lokasi pelanggan di
berbagai wilayah Indonesia. Jaringan end to end fiber optic akan
menjamin kelancaran pertukaran informasi yang cepat dan aman
sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Layanan jaringan ini
digunakan untuk koneksi antar titik. Koneksi ini dapat berjalan di
layer dua dan layer tiga pada OSI Layer.
ICONect menggunakan Row dan tiang milik PLN yang sudah
tersebar diseluruh daerah di Indonesia untuk menggelar jaringan
kabel fiber optik sampai ke pelanggan yang dibangun secara ring
terbentang luas di seluruh wilayah Jawa, Bali, Sumatera, NTB dan
Sulawesi untuk kemudahan komunikasi data dan informasi tanpa
kendala.

a. IP VPN (Internet Protocol – Virtual Private Network)


IPVPN memberikan solusi jaringan penghubung bisnis untuk
membentuk suatu jaringan Wide Area Network (WAN). Layanan
komunikasi data berbasis teknologi IP MPLS yang memungkinkan
sharing network untuk multiple user namun tetap bersifat private
dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mulai
dari 64 Kbps dengan waktu koneksi tidak terbatas sehingga sangat
aman dan fleksibel. Layanan IP VPN sangat sesuai bagi perusahaan
yang memiliki kebutuhan koneksi online selama 24 jam ke
sejumlah cabang dengan aplikasi yang beragam, koneksi jaringan
point to multipoint dari kantor pusat ke kantor-kantor cabangnya

12
dan perusahaan yang selalu berhubungan dengan kantor pusat
untuk aplikasi bisnis yang bersifat kritis.
VPN (Virtual Private Network) merupakan teknologi yang
membuat sebuah koneksi pribadi melalui jaringan publik atau
internet. (PT. Cloud Hosting Indonesia, 2016). Virtual Network
merupakan jaringan yang berbentuk virtual. Tidak ada koneksi
jaringan secara riil antara 2 titik yang akan berhubungan.
Sedangkan private yaitu jaringan yang terbentuk bersifat pribadi
dimana tidak semua orang dapat mengaksesnya/hanya orang-orang
tertentu yang dapat mengaksesnya, sehingga dapat menjaga
kerahasiaan informasi meskipun jaringan yang dilalui adalah
jaringan internet atau jaringan publik.

Gambar 3.1 Skema Layanan IP VPN ICON+


Gambar 3.1 menjelaskan bahwa IP VPN menghubungkan
Head Office dengan kantor cabang lainnya dengan
mengemulasikan layer 3 yang berarti seolah olah semua titik
terhubung dengan router maka IP dapat berbeda segmen. ICON+
memberikan layanan IP VPN berbasis MPLS bagi pelanggannya.
MPLS (Multi Protocol Label Switching), adalah teknologi terbaru
dari VPN, yang kompatibel dengan jaringan IP. Dengan teknologi
MPLS, tingkat keamanan jaringan/security yang diperoleh akan
lebih handal walaupun paket data ditransmisikan melalui jaringan
publik.

13
Pada jaringan MPLS, terdapat router yang akan memberikan
suatu label kepada paket data pelanggan yang diterimanya, dan
router tersebut akan memberikan VPN ID yang unik untuk setiap
paket data tersebut. Dengan demikian, jaringan WAN customer IP
VPN ICON+ akan terpisah dari jaringan pelanggan lainnya.
Cakupan layanan ICON+ IP VPN MPLS adalah Pulau Jawa, Bali,
Sumatra, Sulawesi dan kalimantan dengan teknologi yang
digunakan berbasis PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy).

b. Metronet
Metronet memberikan solusi komunikasi data berbasiskan
teknologi IP-MPLS layer 2 untuk menghubungkan lokasi point to
point, point to multipoint, maupun multipoint to multipoint,
Layanan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk dapat
mengelola Wide Area Network (WAN) sendiri
Metronet ICON+ menggunakan MPLS based transport dan
setiap pelanggan diisolasi dari pelanggan lain dengan label yang
berbeda, dan tidak ada kemungkinan data tersebut akan bercampur
atau tertukar. Layanan komunikasinya adalah komunikasi data
dengan system dedicated connection antara satu lokasi dengan
lokasi yang lain (point-to-point) berbasis fiber optic dengan
menggunakan teknologi Ethernet in The First Mile (EFM) sehingga
mampu memberikan layanan berkapasitas Giga Ethernet
(10,100,1000 Mbps) sampai kepada titik akses konsumen.
Teknologi MPLS based transport bersifat sharing yang tidak
akan menyebabkan terjadinya percampuran data antara pelanggan
satu dengan pelanggan lainnya karena adanya system pemberian
label pada masing-masing paket.

14
Gambar 3.2 Skema Layanan Metronet ICON+
Pada Gambar 3.2 menjelaskan bahwa layanan Metronet
ICON+ dapat menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang
lainnya melalui MPLS ICON+, misalnya perusahaan ingin
menghubungkan Head Office dengan kantor cabangnya yang
berbeda kota atau daerah. Dengan metronet, seolah olah kantor
cabang dan kantor pusat terhubung melalui switch, tetapi
sebenarnya terhubung melalui jaringan ISP (Internet Service
Provider). Jadi, Metronet merupakan layanan yang
mengemulasikan layer 2 di jaringan ISP untuk mengkoneksikan
tempat yang berbeda maka setiap tempat memiliki blok jaringan IP
yang sama.

Layanan ini mampu menghubungkan antar 2 LAN atau lebih


yang berbeda lokasi (gedung) membentuk suatu Virtual LAN pada
beberapa lokasi berbeda (dalam satu kota metropolis atau kota
besar) membentuk company Wide Area Network (WAN).

Layanan Metronet sangat sesuai bagi perusahaan dengan


kebutuhan antara lain:

 Perusahaan yang membutuhkan koneksi berkapsitas


besar dari/ke DC atau DRC
 ISP & ASP yang membutuhkan koneksi dari/ke
Indonesia Exchange (IIX).

15
 Perusahaan yang membutuhkan koneksi Backhaul
dari/ke Kantor Pusat dengan
cabang/pabrik/gudang/toko.
 Perusahaan yang membutuhkan koneksi untuk Backup
System atau untuk kebutuhan intergrasi sistem IT antar
departemen.
c. Clear Channel
Layanan Clear Channel memberikan solusi komunikasi
premium berkecepatan tinggi dari lokasi satu ke lokasi lainnya.
Layanan jaringan telekomunikasi non protocol (clear channel)
berbasis teknologi SDH (Synchronous Digital Hierarchy) yang
menggunakan media transmisi end to end Fiber Optik, sehingga
memiliki tingkat keandalan dan keamanan yang tinggi. ICON+
juga dapat memberikan solusi Ethernet over SDH (EoS) yang
menawarkan solusi komunikasi dengan interface Ethernet. Layanan
ini memiliki kapasitas mulai dari 2 Mbps (E1) sampai dengan 10
Gbps (STM 64) dengan waktu koneksi tidak terbatas.

Clear Channel sangat tepat bagi perusahaan/operator yang


membutuhkan koneksi point to point berkapasitas bandwidth besar
dengan tingkat privasi dan keamanan yang tinggi, misalnya
menghubungkan MSC (Mobile Switching Center) ke BSC (Base
Station Controller) operator seluler atau misalnya kalangan
Operator Telepon Seluler, Banking, Manufaktur, Operator, ISP,
Media, dan berbagai macam segmen, dikarenakan jaringan ICON+
Clear Channel bersifat bit transparan.

16
Gambar 3.3 Skema Layanan Clear Channel ICON+
Gambar 3.3 menjelaskan bahwa layanan ini dibangun dari satu
lokasi ke lokasi lainnya melalui jalur (core) tersendiri (dedicated
line point-to-point) sehingga menawarkan bandwidth pribadi yang
dapat dipergunakan 24 jam terus menerus dengan kecepatan data
dan kecepatan aksesnya yang sama besar. Layanan ini sama seperti
IP VPN dan Metronet, perbedaannya Clear Channel menggunakan
TDM. Pelanggan hanya perlu menyiapkan space rak untuk
penempatan perangkat fiber optic multiplexer. Perangkat CPE
(Customer Premise Equipment) yang biasanya diperlukan adalah
router, switch dan sebagainya serta catu daya dengan sistem
Uniterruptible Power Supply (UPS).

d. IP VSAT (Internet Protocol Very Small Aperture


Terminal)
Layanan komunikasi satelit yang menggunakan teknologi
VSAT (Very Small Aperture Terminal) sebagai perangkat
komunikasi yang terintegrasi dengan network berbasis IP. Layanan
memiliki kapasitas yang tersedia mulai dari 64 Kbps hingga 45
Mbps dengan jangkauan yang luas ke seluruh wilayah Indonesia.
IP VSAT memiliki spesifikasi dan fitur, sebagai berikut:
 Menggunakan perangkat satelit Very Small Aperture
Terminal (VSAT).

17
 Menggunkan frekuensi satelit C band (memiliki rentang
3.7–4.2 GHz untuk downlink dan 5.9–6.4 GHz untuk
uplink) dan Ku Band (memiliki rentang 11,7-12,2 GHz
untuk downlink dan 14,0-14,5 GHz untuk uplink)
 Mempunyai pilihan menggunakan perangkat accelerator
atau tanpa perangkat accelerator.

Gambar 3.4 Skema Layanan IP VSAT ICON+


Gambar 3.4 menjelaskan layanan ini menggunakan topology
star dengan satu hub dan sejumlah remote. Hub berfungsi untuk
mengontrol semua remote terminal. Hub berkomunikasi dengan
remote menggunakan kanal TDM (Time Divison Multiplex) disebut
Outroute sedangkan transmit remote ke hub menggunakan kanal
TDMA (Time Divison Multiple Acces ) disebut Inroute. Penentuan
besarnya outroute dan jumlah inroute tergantung dari kebutuhan
pelanggan. Modem dapat terhubung langsung dengan perangkat
komputer user tanpa harus menggunakan router karena paket data
yang dikirim dalam bentuk IP. Modem mempunyai interface
ethernet yang dapat langsung dihubungkan dengan jaringan
pelanggan tanpa menggunakan router.

3.2.1.2. ICONWeb

ICON+ melayani kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan


akses informasi dan komunikasi tanpa batas melalui jaringan
Internasional dan peering dengan provider local dengan layanan

18
ICONWeb yang berjalan pada layer di atas layer network. Layanan
ini masih berada di antara layer network dan layer aplikasi,
termasuk juga komunikasi yang berada di atasnya.

a. Akses llX (Indonesia Internet Exchange)


Indonesia Internet Exchange atau IIX adalah suatu
interkoneksi nasional antar Penyelenggara Jasa Internet (PJI) di
Indonesia, sehingga pelanggan dari satu PJI dapat dengan mudah
dan murah berkomunikasi dengan pelanggan PJI yang lain yang
berada di Indonesia. ICON+ menyediakan solusi efektif bagi
perusahaan yang memerlukan interkoneksi nasional ke Indonesia
Internet Exchange (llX) dengan biaya yang lebih efisien
dibandingkan dengan Interkoneksi Internet Internasional.
Layanan llX ICON+ sangat sesuai untuk industri PJI yang
membutuhkan koneksi online selama 24 jam ke jaringan llX
nasional dan juga manufaktur yang ingin jaringan/sistemnya
terhubung dengan pihak ketiga (extranet) melalui akses llX.

Gambar 3.5 Skema Layanan IIX ICON+


Gambar 3.5 menjelaskan bahwa layanan ini menggunakan
media transmisi fiber optic. Pelanggan akan terhubung dengan IIX
melalui jaringan IP MPLS ICON+. Layanan ini akan

19
menghubungkan pelanggan pada server domestic atau server yang
ada di Indonesia.

Layanan ini memiliki fitur sebagai berikut :


 Menggunakan standard backbone jaringan MPLS (multi
protocol label switching)
 Service Level Agreement yang diberikan sebesar 99%
 Bandwith internet yang diperoleh pelanggan simetris tanpa
batasan dengan besaran upload dan download yang sama
besar.
 Disediakan monitoring trafik menggunakan MRTG (multi
router traffic grapher)
 Mendukung untuk dilewatkan layanan Internet IIX dan tidak
menggunakan protokol Dynamic BGP Full Route
 Menggunakan 1 VLAN ID yang eksklusif di semua titik yang
memungkinkan terhindar dari tercampur dengan data
pelanggan lain

b. Internet Corporate
Internet Corporate adalah layanan internet kecepatan tinggi
yang berbasis teknologi VPN MPLS dengan lastmile Serat Optik
sehingga mampu memberikan kualitas layanan dan keamanan
jaringan yang terbaik. Layanan ini merupakan layanan komunikasi
data dengan system dedicated (point to point), sebagai satu layanan
dengan tingkat Qos dan Security lebih baik dibandingkan dengan
jaringan IP biasa. Dengan layanan internet corporate, pelanggan
dapat melakukan akses internet selama 24 jam nonstop. Tarif yang
berlaku adalah flat, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir
terhadap fluktuasi biaya internet setiap bulannya. Pelanggan juga
akan mendapatkan IP Publik.
Internet Corporate dapat dimanfaatkan oleh kalangan
Korporat, enterprise, SMB (Small Medium Business) atau
perusahaan dotcom yang bergerak dalam penyedia content, e-

20
commerce, e-banking yang membutuhkan interkoneksi ke internet
24 jam. Layanan ini memudahkan pertukaran informasi seperti
data, suara ataupun video dengan intensitas yang tinggi (Video
Converence dan VolP).

Gambar 3.6 Skema Layanan Internet Corporate ICON+


Gambar 3.6 menjelaskan perangkat di pelanggan yaitu router
terhubung dengan PoP (Point of Presence) ICON+ menggunakan
media transmisi kabel fiber optic. Dari PoP tersambung dengan
cloud MPLS ICON+ dan terhubung dengan internet global maupun
IIX.
Dengan berlayanan Internet Corporate, pelanggan akan
mendapatkan free service, diantaranya:

 Free Corporate Domain


Pelanggan akan mendapatkan gratis corporate domain:
[customer].iconpln.net.id
 Free Account Mail
Free account email yang diterima pelanggan maksimal 50
account dengan masing-masing kapasitas 10MB
 Free SMTP
Disediakan pula SMTP basic yang bisa digunakan pelanggan.
SMTP ini bersifat sharing traffic performance bersama dengan
pelanggan-pelanggan lain dengan default smtp.iconpln.net.id
 Free Connection to IIX

21
Free bandwidth IIX sesuai dengan koneksi internet yang
disewa dengan rasio 1:1. Pelanggan bisa menggunakan 100%
Bandwidth yang didapat ke arah international atau pun ke arah IIX

c. IP Transit NAP
IP Transit NAP adalah solusi jasa interkoneksi trafik
pelanggan ke global internet dengan fitur full route BGP (Border
Gateway Protocol) internet dengan menggunakan blok IP dan AS
(Autonomous System) number milik pelanggan. Pelanggan harus
memiliki IP Publik sendiri minimal blok /24. Solusi layanan IP
Transit NAP sangat sesuai bagi perusahaan Internet Service
Provider (ISP) ataupun perusahaan yang memiliki kebutuhan
internet untuk sekala besar tanpa limitasi bandwith internasional.
Network Access Point adalah titik interkonesi jaringan dimana
Internet Service Provider (ISP) dan Network Service Provider
(NSP) dapat saling terhubung dalam suatu peering. Dengan adanya
NAP menggunakan Tier 1 akan mempermudah koneksi Internet
Telephony, VoIP, VPN, streaming media, dan Video Conference
terutama ke link international.

Gambar 3.7 Skema Layanan IP Transit ICON+


Layanan ini memiliki fitur antara lain jaringan berbasis IP
MPLS layer 2, menggunakan kabel optik (FO) yang sesuai dengan
lembaga international yaitu ITU dengan spesifikasi sesuai ITU-T

22
G.652 dan juga menggunakan spesifik 1 Ethernet Virtual
Container (EVC) atau VLAN-ID untuk satu konfigurasi jaringan
yang memungkinkan untuk membuat connection link ke Tier
International.

d. I-Win/Manage Service Wifi


Layanan ini dikenal juga dengan manage service Access Point.
Pelanggan menyewa Access Point berupa Engenius ke ICON+
untuk dapat berlangganan WiFi. Merupakan layanan profesional
bagi pelanggan yang memerlukan infrastruktuktur Wifi Hotspot
untuk koneksi jaringan internet. Konsep dari layanan ini adalah
menyewakan, jadi apabila terjadi kerusakan dan sebagainya, AP
(Access Point) akan dikembalikan oleh pelanggan ke ICON+.
Pelanggan dapat menentukan penempatan AP, yaitu Indoor dan
Outdoor.

Gambar 3.8 Skema I-Win ICON+


Keunggulan dari I-Win adalah pelanggan dapat memasang
banyak password wifi, memasang captive portal (laman internet
untuk login pada wifi) Internal dan External dan pengaturan yang
tersentralisasi.

e. Hosting

23
ICON+ menyediakan layanan pelengkap berupa Hosting bagi
pelanggan layanan Internet dengan storage capacity mulai dari
1GB hingga 10 GB dengan peningkatan per 1GB.

3.2.1.3. ICONBase
Merupakan layanan yang berada di layer fisik pada tingkatan
OSI Layer. Infrastruktur yang handal menjadi kunci dimana
keamanan data menjadi hal yang penting saat ini. ICON+
menyediakan berbagai macam layanan, infrastruktur yang aman
dan dapat memberikan nilai yang lebih bagi efensiensi bisnis
pelanggan. Di dukung oleh data center Tier-3 yang berlokasi di
dalam Negeri.

a. Colocation Data Center (DC)


Penempatan perangkat server dan network pelanggan dengan
jaminan keamanan dan kehandalan terbaik. ICON+ menyediakan
layanan colocation yang di peruntukan untuk perusahaan-
perusahaan yang belum memiliki infrastructure Colocation Data
Center tersendiri atau yang ingin memiliki penemapatan rak server
untuk kebutuhan Data Recovery Center. Dengan data center Tier-3
yang di miliki, ICON+ menjamin ketersediaan fasilitas sebesar
99.982% setahun.
Pelanggan bisa menentukan paket produk colocation sesuai
dengan kebutuhan pelanggan. Tiga tipe fleksibilitas layanan yang
diberikan oleh ICON+ adalah :
1. Caging / Dedicated / Suite / Private Room for Rack
Colocation
Caging / Dedicated / Suite / Private Room for Rack Colocation
adalah sewa ruangan khusus dalam ukuran tertetu yang berisi rak
untuk penempatan server dan perangkat lain milik pelanggan
dilengkapi dengan dasilitas satu daya (power).
2. Share Room for Rack Colocation

24
Share Room for Rack Colocation adalah sewa full rack standar
19” 45 RU pada ruangan bersama (share room) untuk penempatan
server maupun perangkat lain milik pelanggan dilengkapi dengan
fasilitas catu daya (power).
3. Share Space
Share space adalah sewa space rack pada ruangan bersama
(share room) dalam ukuran tertentu (half rack) untuk penempatan
server maupun perangkat lain milik pelanggan dilengkapi dengan
fasilitas catu daya (power).
Layanan collocation atau penyewaan space merupakan inovasi
jasa layanan data center yang memudahkan pelanggan
menempatkan perangkat jaringan, server, media penyimpanan dan
interkoneksinya terhadap berbagai media telekomunikasi dari
berbagai penyedia layanan jaringan.

b. ICONCloud Virtual Data Center


ICONCloud Virtual Data Center merupakan sebuah solusi
layanan infrasrtukture cloud computing dari ICON+. Teknologi ini
memberikan keuntungan besar dalam mendukung kelincahan bisnis
pelanggan, otomatis, proses dan belanja modal yang lebih rendah
sehingga memudahkan pelanggan agar dapat tetap fokus dalam
menjalankan bisnis utamanya.
Paket produk yang disediakan antara lain:
1. ICON+ Virtual Machine (Multi-tenant virtual
infrastruktur).

25
Gambar 3.9. Skema ICON+ Virtual Machine
Pelanggan seperti memiliki server sendiri yang terpartisi secara
virtual, sehingga fleksibel dan private karena masing-masing
virtual server merupakan partisi yang berdiri terpisah satu dari yang
lainnya.

2. ICON+ Virtual Private Data Center (VPDC)


VPDC di rancang dan di bangun di atas infrastruktur data
center Tier-3 ICON+ sehingga memberikan ketenangan bagi
pelanggan untuk dapat focus pada inti bisnis, aplikasi, produk dan
layanan mereka sendiri.

Gambar 3.10. Skema VDPC ICON+


Layanan data center handal yang tervitualisasi secara private
sehingga memberikan kebebasan pelanggan untuk dapat menyusun
sendiri komposisi Infrastruktur server dan jenis platform system
operasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. ICON+ Virtual Dedicated Machine

26
Gambar 3.11 Skema ICON+ Virtual Dedicated Machine
Layanan ini memberikan infrastructure virtual data center
secara fisik (resource computing, storage dan network) yang
disiapkan secara dedicated untuk satu pelanggan dan di letakan di
data center ICON+. Sistem ini memiliki kelebihan untuk dapat
mendeteksi kegagalan server secara otomatis dan melakukan
migrasi server ke server yang berbeda tanpa delay waktu sehingga
menjamin keamanan dan kelancaran data pelanggan.

c. Manage Service Router


Merupakan salah satu layanan produk bundling jaringan
ICON+ yang ditujukan untuk pelanggan yang menginginkan end-
to-end solution dari penyediaan jaringan sampai ke pengelolaan
router mulai dari lokasi kantor pusat sampai dengan lokasi kantor
cabang pelanggan. Spesifikasi dan fitur dari layanan ini, antara
lain:
 Layanan Manage Service Router masuk
dalam berbagai pilihan layanan jaringan
(IPVPN/Metronet/Internet).
 Fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.

27
 Terdapat pilihan paket sesuai dengan
kebutuhan, yaitu Bronze, Silver, Gold, dan Platinum.

3.2.1.1. ICONApps
ICONApps merupakan jenis layanan penyediaan solusi Value
Added Service (VAS) atau penyediaan aplikasi yang digunakan
untuk menunjang tata kerja sebuah perusahaan atau bisnis. Aplikasi
ini umumnya berupa aplikasi teknologi informasi (TI) yang
terutama digunakan untuk lingkungan PLN yang dilayani melalui
keberadaan Sub Direktorat Layanan Ketenagalistrikan. Namun,
terdapat juga layanan yang diberikan kepada publik. ICONApps
membagi layanan aplikasi dalam 2 jenis, yaitu Solusi Aplikasi dan
Bisnis Pelanggan serta Solusi Aplikasi dan Bisnis Proses
Ketenagalistrikan (PLN).

Solusi Aplikasi dan Bisnis Pelanggan merupakan solusi VAS


untuk mendukung proses bisnis terintegrasi, baik untuk pelanggan
ketenagalistrikan maupun pelanggan publik (enterprise non-
ketenagalistrikan) dalam mendukung pelayanan terbaik.

a. Video As A Service (Vass) / I-SEE


Merupakan layanan video surveillance online berkualitas
tinggi untuk memantau daerah/properti yang dapat diakses melalui
internet publik atau jaringan pribadi, kapan saja dan dimana saja
dengan ketersediaan penyimpanan yang tinggi dan terbaik. Produk
yang ditawarkan oleh layanan ini misalnya adalah CCTV.

28
Gambar 3.12 Skema Layanan I-SEE ICON+
Produk yang digunakan dalam layanan ini adalah CCTV yang
berteknologi tinggi dan dilengkapi dengan video analytic.
Ttransmisi data nya menggunakan jaringan fiber optic sehingga
menghasilkan kecepatan yang maksimal. Pelanggan dapat
mengakses pada portal serta aplikasi mobile kapanpun dan
dimanapun.
b. I-VIP/ Video Conference
Merupakan layanan komunikasi interaktif video dan suara
yang melibatkan dua partisipan atau lebih (Point to Point dan Point
to Multi Point), baik dalam lokasi geografis yang sama ataupun
berbeda.

Gambar 3.13 Skema I-VIP ICON+


Spesifikasi dan Fitur yang terdapat pada I-VIP:

29
 Topologi jaringan point-to-point atau multipoint
 Jaringan akses pelanggan menggunakan fiber optic
 Penyediaan perangkat codec, camera, microphone, remote
control, monitor, dan aksesoris
 Online / Real Time
 Penekanan Biaya Operasional
 Meningkatkan efektifitas meeting
 Meningkatkan kinerja perusahaan
 Professional service
Selain Solusi Aplikasi dan Bisnis Pelanggan, ICONApps juga
menawarkan Solusi Aplikasi dan Bisnis Proses Ketenagalistrikan
(PLN) yang merupakan aplikasi untuk mendukung proses bisnis
terintegrasi PLN dalam menyediakan pelayanan terbaik untuk
pelanggan kelistrikan

a. Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T)


Merupakan sistem aplikasi terpusat yang dibuat secara online
(web-based application) dan mencakup keseluruhan proses bisnis
dan adminirtrasi bagi pelanggan PLN. Hingga saat ini, sistem
aplikasi tersebut melayani kebutuhan pelayanan pelanggan yang
meliputi online imaging, ERP PLN, Listrik pra-bayar, pembayaran
non-tagihan listrik, dan pengelolaan contact center.
b. Aplikasi Pengaduan dan Keluhan Terpadu (APKT)
Merupakan aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan
operasional jaringan, distribusi jaringan, record dan recovery dari
gangguan dan keluhan pelanggan. Pengelolaan dilakukan secara
online, realtime, dan terintegrasi dengan proses bisnis PLN lainnya.
c. Contact Center 123 PLN
Merupakan merupakan sistem pelayanan pelanggan yang
ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan PLN,
dalam melakukan komunikasi, penyampaian gangguan dan keluhan

30
pelanggan. Sistem ini dikelola secara terpusata oleh PT ICON+
dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan PLN.
d. Batu Bara Online (BBO)
Merupakan aplikasi yang ditujukan untuk melakukan
pengelolaan batu bara, yang meliputi requirement, design,
pengembangan, implementasi, operasional, dan pengelolaan
batubara sesuai proses bisnis PLN. Aplikasi ini dikelola ICON+
secara terpusat.
e. Centralized Automatic Meter Reading (AMR)
Merupakan aplikasi yang dikelola secara terpusat untuk
melakukan pembacaan meter listrik. Aplikasi ini juga ditujukan
untuk end-to-end pengelolaan energi, mulai dari pembangkitan,
transmisi, dan distribusi listrik.
f. Document Management System (DMS)
Merupakan aplikasi yang digunakan untuk menangani end-to-
end pengelolaan dokumen (document life cycle). Aplikasi ini
menangani pengelolaan dokumen secara elektronik, mulai dari
proses drafting, review, publikasi, penyimpanan, dan pemusnahan
dokumen.
g. Catat Meter Online (i-CMO)
Merupakan aplikasi pembacaan meter listrik yang dilakukan
secara terpusat dan ditujukan untuk melayani penagihan listrik
secara postpaid dan prepaid. Aplikasi ini juga terintegrasi langsung
dengan sistem AP2T dan AT2LT.
h. Field Service – Work Force Management (WFM)
Merupakan aplikasi online terkait dengan pengelolaan
workforce, terutama terkait penanganan gangguan yang dikelola
secara terpusat.

3.2.2. Garis Besar Proses Bisnis Aktivasi ICON+ End To End

31
Gambar 3.14 Flowchart Proses Bisnis Aktivasi Layanan ICON+

Gambar 3.14 merupakan flowchart yang menjelaskan proses bisnis


aktivasi layanan ICON+ yang meliputi 3 proses utama yaitu Sales
Activity, Activation Progress dan Closing & After Sales.

3.2.2.1 Sales Activity


Pada tahap ini yang berperan penting dalam memasarkan
layanan dan produk ICON+ ke pelanggan adalah Tim Sales.
Pendekatan ke calon pelanggan bisa dilakukan dengan
memaparkan atau mempresentasikan produk ICON+ dengan
bahasa yang umum atau mudah dimengerti oleh siapapun. Setelah
terjadi pendekatan dan pelanggan berminat untuk berlangganan di
ICON+, Tim Sales membuat kesepakatan dengan pelanggan.
Kesepakatan ini akan tertuang dalam bentuk PO (Project Order)
yang memuat lokasi user, jenis layanan dan bandwidth layanan
yang akan digunakan oleh pelanggan.
Melalui PO, Tim Sales menginformasikan pada Admin untuk
menginput data tadi ke Aplikasi CRM dan akan terbentuk dokumen
BAKBB (Berita Acara Kesepakatan Biaya Berlangganan) dan FB
(Form Berlangganan) yang harus dilengkapi oleh pelanggan.
Dokumen FB adalah sebagai bukti bahwa pelanggan tersebut sudah
terdaftar di ICON+, sedangkan untuk BAKBB sebagai data user

32
yang memuat total biaya yang dibutuhkan untuk aktivasi jenis
layanan dan besar bandwidth yang akan di order dan lokasi tujuan
aktivasi. Dokumen BAKBB ini akan memiliki peran penting dalam
proses Billing atau penagihan. Seiring dengan berjalannya
pengisian kelengkapan dokumen tersebut, data yang diinput oleh
Tim Sales di CRM akan diproses menjadi PS (Project Survey) yang
akan masuk ke Tim Aktivasi.
3.2.2.2 Activation Progress
PS (Project Survey) masuk ke tim aktivasi untuk dilaksanakan
aktivasi layanan. Pertama-tama, Supervisor (SPV) Bidang Aktivasi
akan mendisposisi Project Survey (PS) kepada salah satu Engineer,
yang dalam sistem ini dinamakan Project Team Leader (PTL).
Selanjutnya PTL akan meminta Admin Aktivasi untuk
mengirimkan Perintah Pekerjaan Survey (PPS) melalui email
kepada mitra yang ditunjuk untuk mengerjakan survey ke lokasi
pelanggan.
Setelah mitra submit hasil survey mereka dan PTL sudah
closing PS di CRM, maka selanjutnya PS tersebut akan menjadi
Project Activation (PA). Sama seperti PS, SPV akan mendisposisi
PA tersebut kepada salah satu PTL. Kemudian PTL akan meminta
Admin Aktivasi untuk mengirimkan Perintah Pekerjaan Instalasi
melalui email kepada mitra yang akan mengerjakan proyek
tersebut.
Selanjutnya apabila mitra telah selesai menyelesaikan
pekerjaan, maka PTL akan mengupdate progress sampai dengan
Test & Commisioning. Apabila sudah sampai di tahap ini, maka
Admin Aktivasi bertugas membuat Berita Acara Pekerjaan Selesai
(BAPS) dan Goods Receipt (GR) sebagai dokumen supaya mitra
dapat menagihkan pekerjaannya ke bagian keuangan.

33
Gambar 3.15 Contoh Berita Acara Pekerjaan Selesai

Gambar 3.16 Contoh Goods Receipt

Apabila semua sudah selesai dibuat dan diupdate, maka


Project Team Leader (PTL) akan closing PA di CRM.
3.2.2.3 Closing & After Sales
a. Closing
Tahap terakhir dalam proses aktivasi layanan adalah closing
yang dilakukan lagi oleh Tim Sales. Setelah dilakukannya aktivasi

34
dan ditanda tanganinya dokumen BAA, BAKBB dan FB oleh
pelanggan, Tim Sales akan mengumpulkan kelengkapan dokumen
tersebut (Activation List) dan diajukan ke Billing atau penagihan
untuk ditagihkan ke pelanggan. Apabila terjadi keterlambatan
dalam pembayaran biaya langganan, layanan yang sudah aktif di
user tidak akan otomatis terputus. Tim Sales akan memonitoring
pembayaran tersebut dan menagihkan ke pelanggan.
b. After Sales
Salah satu syarat untuk closing PA (Project Activation) adalah
dilakukannya Quality Control (QC) dan pengumpulan kelengkapan
dokumen aktivasi. QC adalah kegiatan pengecekkan bersama
antara ICON+ dan mitra untuk memastikan bahwa instalasi yang
dilakukan oleh mitra dari PoP ke titik pelanggan sesuai dengan
standar kualitas dan kuantitas ICON+. Kemudian dokumen aktivasi
yang harus dilengkapi dalam proses closing PA adalah dokumen
Outside Plant (OSP) dan Inside Plant (ISP). Dokumen OSP berisi
detail data core Fiber optic. Sedangkan dokumen ISP berisi detail
implementasi di dalam area pelanggan atau indoor pelanggan. Data
OSP dan ISP ini akan di handover dari tim aktivasi ke Tim
Pemeliharaan untuk dijadikan referensi dalam proses after sales.
Dimana proses after sales adalah proses atau aktivitas yang terjadi
atau dilakukan setelah masa waktu kontrak berjalan yang berkaitan
dengan gangguan, performance pelanggan dan SLA (Service Level
Agreement).

3.2.3. Detail Presales Aktivasi Layanan


Flowchart untuk detail presales aktivasi layanan PT. Indonesia
Comnets Plus SBU Semarang dapat dilihat pada Lampiran.
3.2.3.1. Project Survey Disposed di Aplikasi CRM
A. Aplikasi Microsoft Dynamics CRM

Microsoft Dynamics CRM adalah perangkat lunak yang


bertujuan untuk mengelola dan berinteraksi dengan pelanggan

35
secara langsung. Sebagai CRM, Dynamics menyediakan pilihan
yang lebih baik bagi pasar, lebih produktif dalam penjualan, dan
memberikan solusi layanan pelanggan terbaik.
Secara sederhana, ketika menggunakan Microsoft Dynamics,
maka kita akan mendapatkan akses ke peralatan manajemen seperti
Analysis, Call Center, Database, dan istimewanya, integrasi ke
semua software yang didukung platform Microsoft. Ini akan
memungkinkan kita melakukan pencatatan terhadap strategi
pemasaran, lalu melakukan penawaran terhadap prospek yang ada
di database. Database ini bisa diperoleh dari informasi umum
online, atau juga data lokal yang dimiliki berbagai departemen di
perusahaan, seperti misalnya data dari divisi customer service,
marketing, atau bahkan HRD. Hasilnya juga dapat langsung
dikelola dengan software ini, sehingga kita dapat memantau
bagaimana pergerakan keuntungan dan hasil penjualan yang
dilakukan perusahaan.
Inti dari fungsi Microsoft Dynamics CRM adalah manajemen
hubungan. Pengguna dapat menangkap semua titik kontak
pelanggan seperti interaksi telepon atau email, janji temu, surat
yang dipertukarkan, faks, dll untuk menghasilkan satu tampilan
pelanggan.
Microsoft Dynamics CRM memiliki tiga modul fungsional
yang komprehensif: Penjualan, Pemasaran, dan Layanan (atau
Layanan Pelanggan). Pembeda utama adalah kerangka yang
memungkinkan pelanggan dan mitra untuk secara cepat
membangun aplikasi CRM yang diperluas, juga dikenal sebagai
aplikasi xRM.
Microsoft Dynamics CRM mencakup kit pengembangan
perangkat lunak (SDK) dan antarmuka pemrograman aplikasi
(API) yang dapat digunakan untuk memperluas dan menyesuaikan
sistem untuk memenuhi persyaratan bisnis yang unik dan
terhubung ke teknologi (atau sistem) lain melalui layanan web; ini

36
mengurangi biaya operasional dan menyediakan akses cepat ke
fungsionalitas bisnis atau data yang berada di Microsoft Dynamics
CRM. SDK ini menyertakan contoh panduan dan kode untuk
integrasi lanjutan dengan Microsoft Dynamics CRM dan untuk
mengembangkan plug-in dan teknologi yang mendukung web
services untuk ekstensi / integrasi.
Layanan Web di Microsoft Dynamics CRM menggunakan
kerangka kerja integrasi umum untuk terhubung di seluruh sistem
bisnis, aplikasi, dan proses. Kita dapat memanfaatkan ekstensi UI
menggunakan sumber daya web dan tombol yang dapat memanggil
sistem eksternal dalam Microsoft Dynamics CRM untuk persistensi
data. Microsoft Dynamics CRM menawarkan beberapa paradigma
pemrograman yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas untuk
memutuskan mana yang terbaik untuk kebutuhan integrasi.
Microsoft Dynamics CRM menyediakan serangkaian API dan
dukungan yang kuat untuk layanan web XML (SOAP dan WSDL)
dan REST. Layanan web ini secara langsung dikonsumsi untuk
pertukaran data atau melalui Enterprise Service Bus (ESB) untuk
mengatur suatu proses.

Gambar 3.17 Tampilan Awal Microsoft Dynamics CRM ICON+

B. Menu Project Survey di Aplikasi CRM

Project Survey adalah menu yang di-generate dari Opportunity


yang akan dilakukan oleh team Sales sebagai prospek customer,
dari menu Project Survey ini akan didapatkan Rincian Anggaran

37
Biaya (RAB) sebagai dasar dari pembuatan Quotation ke
Customer.

Dari 1 layanan pada Opportunity akan di-generate 3 record


atas Project Survey, yaitu:

 Project Survey sebagai main berisi summary dari masing-


masing Project Survey Node dan informasi RAB.
 Project Survey Node Originating, berisi informasi dari data
Originating (PIC, Device Port, BOQ, dan Estimasi Aktivasi)
 Project Survey Node Terminating, berisi informasi dari data
Terminating (PIC, Device Port, BOQ, dan Estimasi Aktivasi)

Gambar 3.18 Submenu Project Survey Pada CRM


Project Survey Node, adalah detail dari Project Survey, Project
Survey Node berisi informasi data pelanggan, alamat pemasangan /
penarikan jaringan, Material dan Device Port yang digunakan,
serta status dan progress dari Project Survey di masing-masing
Node.

38
Project Survey Node hanya dapat diakses dan dilakukan
perubahan oleh masing-masing PIC yang telah di-assign atas
Project Survey Node tersebut.
Disposition atas Project Survey Node bertujuan untuk
melakukan assign kepada masing-masing PIC Region, sehingga
Project Survey Node tersebut dapat dilakukan pengisian dan update
data sesuai dengan hasil Survey yang dilakukan. Ketika PS telah
terdisposed kepada PIC, PS tersebut akan muncul pada CRM PIC
tersebut pada menu Project Survey dan Project Survey Node
dengan status Disposition.

Pada umumnya akan muncul 2 tipe PS di menu Project Survey


Node, yaitu PS Originating dan PS Terminating. Kedua tipe ini
biasanya muncul jika user menginginkan aktivasi layanan fisik baru
Metronet QinQ dan Metronet Point to Point, dimana kedua layanan
ini dapat menghubungkan tempat yang berbeda. Misalnya, kantor
pusat ingin menghubungkan dengan kantor cabang maka aktivasi di
kantor pusat dinamakan PS Originating dan aktivasi kantor cabang
dinamakan PS Terminating. Untuk layanan lainnya, biasanya
Project Survey hanya memiliki 1 Node, yaitu Node Terminating.

3.2.3.2. High Level Assessment


High Level Assessment adalah proses Engineer Cusol mencari
tahu objektif pekerjaan atau gambaran umum aktivasi di sisi
pelanggan. Berdasarkan objektif pekerjaan aktivasi, ada 3 tipe
Project Survey, yaitu aktivasi baru fisik, aktivasi baru logic atau
upgrade dan relokasi. Aktivasi baru fisik adalah aktivasi yang
memerlukan aktivasi fisik seperti penarikan FOC baru, pemasangan
perangkat baru di sisi pelanggan. Selanjutnya untuk tipe aktivasi
baru logic atau upgrade adalah aktivasi yang tidak memerlukan
aktivasi baru fisik, biasanya aktivasi di pelanggan dilakukan hanya
dengan provisioning by remote. Tipe relokasi adalah aktivasi yang

39
dilakukan karena pelanggan berpindah lokasi sehingga ICON+
perlu memindahkan perangkat CPE.
Penentuan tipe PS ini dapat terlihat di Topic Opportunity dan
description pada Project Survey Node di CRM.

Gambar 3.19 Topic Opportunity Project Survey Node


Sebagai contoh adalah pada gambar 3.19, dimana Topic
Opportunity untuk PS tersebut adalah “New Mvnet Ninja Express
Semarang 30 Mbps Ipvpn” dan description maka dapat diketahui
PS tersebut adalah tipe aktivasi. (perlu ditambahkan bagian
description)

3.2.3.3. Konfirmasi Jalur FOC ke Tim Asset

Konfirmasi Jalur Fiber Optic Cable (FOC) ke tim asset dalam


proses aktivasi, wajib dilakukan. Tim aktivasi wajib melakukan
konfirmasi jalur FOC agar jalur FOC yang diimplementasi saat
aktivasi sesuai dengan standar ICON+ yang secara umum meliputi
3 aspek utama. Pertama, tidak diperbolehkan melalui rel kereta api
baik aktif maupun pasif. Kedua, dalam satu tiang PLN tidak
diperbolehkan terdapat lebih dari lima kabel apabila hal ini terjadi
maka perlu dilakukan simplifikasi. Ketiga, konfirmasi jalur yang
terkendala perijinan ditangani oleh tim asset. Tim asset merupakan
bagian dari divisi pemeliharaan yang bertanggung jawab atas
dokumen yang sudah di handover dari tim aktivasi.
Tim asset dalam melakukan pengecekkan menggunakan
aplikasi amarta. Dari aplikasi tersebut, pengecekkan dicocokan

40
juga dengan dokumen OSP atau dokumen Aktivasi dan dokumen
hasil PM. Setelah selesai dilakukan pengecekkan, tim asset
menginformasikan data yang meliputi penentuan lokasi PoP dan
asumsi jarak PoP ke pelanggan pada Engineer Cusol.
Point-of-Presence (POP) adalah titik yang digunakan untuk
menghubungkan antara user dengan jaringan ICON+. Dari sekian
banyak POP yang ada, akan ditentukan satu POP yang jaraknya

paling dekat dengan lokasi pelanggan. POP bisa berupa Shelter,


ODC, atau ruangan khusus di dalam area kantor PLN baik itu
GITET, GI, Kadist, APJ, UPJ dan kantor PLN lainnya. Di POP,
terdapat berbagaimacam perangkat jaringan seperti SDH, PDH,
Router, Switch, dan lain-lain. Link metronet, diambil dari salah
satu port Catalyst yang telah dikonfigurasi interface dan sub
interface-nya oleh MT (Management Traffic), untuk kemudian
didistribusikan ke arah pelanggan.
Gambar 3.20 Skema PoP (Point Of Presence)
Gambar 3.20 menujukkan skema PoP (Point of Presence) yang
menghubungkan user dengan jaringan backbone yang
mengkombinasikan perangkat IP dengan perangkat berbasis SDH
(Synchronous Digital Hierarchy) atau SONET (Synchronous
Optical Network). Jalur berbasis SDH yang dilalui bersifat ring,
sehingga bila terjadi gangguan di salah satu jalur masih ada backup
dari jalur yang lain. Link user yang bervariasi layanannya diambil
dari POP ICON+ yang sudah terhubung dengan backbone ICON+.

41
Data dari hasil pengecekkan tim asset kemudian di tentukan
untuk dimitrakan atau tidak berdasarkan tipe Project Survey. Untuk
PS dengan tipe aktivasi fisik dan relokasi wajib dimitrakan
sedangkan untuk tipe aktivasi baru logic atau upgrade tidak perlu
dimitrakan. Jika dimitrakan, Eng. Cusol akan meminta Admin
Aktivasi untuk mengirimkan Perintah Pekerjaan Survey (PPS)
melalui email kepada mitra yang ditunjuk untuk mengerjakan
survey ke lokasi pelanggan dan data PPS ini digunakan sebagai
referensi Mitra untuk survey ulang onsite. Biasanya mitra
mengikuti data PPS dalam survey ulang onsite dalam hal penentuan
PoP. Tetapi dalam beberapa kondisi, hasil pengecekkan tim asset
kurang valid dan masih ada pilihan optimal PoP yang bisa diambil
berdasarkan kondisi nyata. Jika tidak dimitrakan, data PPS ini
digunakan sebagai referensi Eng. Cusol dalam membuat asplan
drawing.
3.2.3.4. Survey Detail
Setelah Perintah Pelaksanaan Survey (PPS) dikirim, mitra akan
melakukan survey detail onsite menggunakan referensi data yang
dilampirkan di e-mail PPS. Setelah melaksanakan survey detail,
mitra akan mengirimkan 3 file terkait hasil survey.

Gambar 3.21 Dokumen Lampiran Hasil Survey Mitra

42
Gambar 3.22 Asplan FOC Hasil Survey Detail
Gambar 3.22 menunjukkan file yang bertipe pdf. Yang
berisikan skema jalur penarikan FOC dari PoP ke lokasi pelanggan,
lokasi JB dan estimasi penarikan FOC.

Gambar 3.23 Lampiran BoQ Hasil Survey Detail

Gambar 3.23 menunjukkan file bertipe excel yang berisi


mengenai estimasi BoQ pelaksanaan aktivasi berdasarkan survey
detail. File inilah yang akan menjadi acuan pembuatan RAB
(Rancangan Anggaran Belanja) apabila terjadi penarikan FOC
lebih dari 7 kilometer. RAB yang berisikan total estimasi biaya

43
aktivasi ini selanjutnya dikirimkan ke sales yang kemudian
menentukan kelanjutan dari aktivasi tersebut.

Gambar 3.23 Hasil Survey Rute Kabel

Gambar 3.23 menunjukkan file bertipe gdb. yang berisi


informasi rute kabel akan melewati tiang mana saja dari JB
Tapping sampai ke user. Pada kondisi tertentu hasil survey on desk
tidak sesuai dengan keadaan real. Dapat terjadi kemungkinan mitra
akan menemukan JB yang jauh lebih dekat dari JB hasil survey on
desk. Untuk menginfromasikan keadaan real tersebut mitra
mengirim file ini untuk dijadikan acuan pada saat proses aktivasi.

3.2.3.5. Low Level Assessment


Low Level Assignment adalah proses pembuatan Low Level
Design (LLD) yang akan digunakan sebagai referensi aktivasi.
Dimana LLD ini secara umum akan dicantumkan dalam asplan
drawing aktivasi yang meliputi port idle di PoP yang akan dipakai,
terminasi perangkat Layer 2 sampai layer 3 yang terlibat dalam
aktivais terkait, jenis Service, informasi IP da VLAN. Data LLD
tersebut akan dicantumkan dalam asplan aktivasi.
a. Aplikasi Terminal Server Command Line Interface
(CLI)
Terminal Server CLI dalah media yang digunakan untuk
mengkonfigurasi perangkat by remote dari terminal. Contoh
aplikasinya adalah Putty, SecureCRT, dan lain sebagainya. Untuk
masuk ke dalam perangkat, ICON+ melakukan standar username
dan password menggunakan tacacs. Tacacs adalah suatu program
yang berfungsi untuk autentikasi multiuser atau radius server
dalam pengaksesan suatu perangkat. Kelebihan dari software ini
yaitu suatu perangkat (router/switch) bisa diakses dengan
menggunakan username yang berbeda tanpa adanya tambahan
config yang memberatkan di perangkat, atau dengan kata lain

44
Tacacs mempunyai table username yang berbeda dengan
policy penerapan akses yang berbeda tiap-tiap user-nya tanpa

memperhatikan level user yang ada. Tacacs digunakan untuk


autentikasi antar router yang terhubung dengan jaringan ICON+.
Dalam melakukan konfigurasi perangkat by remote, penulis
menggunakan aplikasi SecureCRT.

Gambar 3.24 Tampilan awal SecureCRT


Aplikasi SecureCRT ini memiliki kelebihan yaitu dapat
menyimpan password sehingga ketika login ke suatu perangkat
tidak diperlukan untuk memasukkan username dan password
kembali.
b. Penentuan cpe
c. Penentuan perangkat PoP
d. Penentuan Logical Services
e. Penetuan IP dan VLAN
Perangkat di sisi user ditentukan berdasarkan layanan serta
besarnya bandwidth layanan. Untuk layanan Metronet, IP VPN,
Internet Corporate biasanya digunakan perangkat Huawei 2700
untuk besar bandwidth kurang dari 50 Mbps sedangkan untuk
bandwidth lebih besar atau sama dengan 50 Mbps digunakan
perangkat BDCOM. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Yang

45
pertama, dalam kontrak ICON+ terdapat satu kondisi di mana user
diberi hak untuk BOD (Bandwidth On Demand) yang memiliki
besar bandwidth dua kali lebih besar dari bandwidth tersewa.
Apabila user menyewa 50 Mbps, maka BOD nya adalah 100 Mbps.
Dengan demikian dipilihlah BDCOM yang memiliki kapasitas
bandwidth 1 Gbps yang mengarah ke user, jika Huawei memiliki
kapasitas 100 Mbps yang mengarah ke user. Yang kedua,
perusahaan melihat kemungkinan ke depan yang akan terjadi pada
user misalnya seperti user ingin melakukan upgrade bandwidth,
maka dengan digunakannya perangkat BDCOM di awal, user tidak
perlu berganti perangkat lagi karena kapasitas bandwidth BDCOM
yang besar.
3.2.3.6. Drawing Asplan
Setelah melakukan Low Level Assessment, Engineer Cusol
melakukan penggambaran asplan. Asplan merupakan skema
perencanaan aktivasi layanan berdasarkan hasil survey yang telah
dilakukan dan pengecekan status perangkat dari CLI Terminal
Server. Asplan berisi tentang informasi nama pelanggan, jenis
layanan, kapasitas layanan, perangkat yang akan digunakan di user,
jalur penarikan FOC, lokasi JB Tapping, informasi Layer 2 dan
Layer 3. Asplan harus berformat .vsd yang artinya digambar
menggunakan Microsoft Visio karena banyak icon yang tersedia di
Visio dan mempermudah dalam penggambaran. Berikut adalah
icon yang digunakan dalam penggambaran Asplan.
Tabel 3.1. Keterangan Simbol Pada Asplan

Gambar Simbol Keterangan


Simbol ini menggambarkan perangkat Layer 2.
Seperti contoh Zyxel MGS3520, HP5130,
Cisco2960, Cisco3750.
Simbol ini menggambarkan perangkat Router
sebagai Layer 3 Services. Seperti contoh Cisco
ME3600, Cisco ASR920, Juniper MX80, Juniper

46
MX480
Simbol ini menggambarkan perangkat Router
sebagai Layer 2 Services. Perangkatnya Juniper
ACX4000

Simbol ini menggambarkan Cloud IP MPLS.

Garis kuning menggambarkan Fiber Optic Cable

Garis kuning menggambarkan Kabel UTP, STP

Perangkat CPE Mikrotik RB2011

Perangkat CPE Switch Huawei S2700

Perangkat CPE Switch BDCOM

Perangkat CPE Telways

Access Point Engenius 330


Access Point Engenius 660

3.2.3.7. Update Data and Closed Status Project Survey


Update data pada CRM dilakukan setelah menggambar asplan
karena data yang diinputkan pada CRM berdasarkan data yang
tercantum pada asplan. Update data dimulai dari Project Survey
Node yang berisi informasi letak PoP, JB, port device dan BoQ
yang dibutuhkan untuk aktivasi. Setelah data terisi semua, Project
Survey Node harus diubah statusnya menjadi closed.
Langkah terakhir adalah closed status pada Project Survey
Main. Langkah ini harus dilakukan supaya PS dapat terselesaikan
dan berubah menjadi PA (Project Activation) yang akan di
disposed ke PTL (Project Team Leader) sehingga proses aktivasi
dapat segera dilaksanakan.
3.2.3.8. Contoh Pengerjaan Presales End To End

47
Pada contoh kali ini, penulis akan menjelaskan tata cara
pengerjaan presales aktivasi layanan IP VPN 30 Mbps dengan End
Customer nya adalah PT. Mitra Visioner Pratama.
f. Project Survey Disposed
Pada aplikasi CRM akan muncul PS yang terdisposed ke
Engineer Cusol dengan status Disposition.

Gambar 3.25 Project Survey Disposed


g. High Level Assessment
Langkah selanjutnya adalah menentukan type dari PS tersebut
dengan membuka PS dan melihat pada kolom “Survey Type”.

Gambar 3.26 Penentuan Survey Type

48
Gambar 3.27 Penentuan Product Name
Berdasarkan gambar 3.26 dan gambar 3.27 diketahui bahwa
Survey Type PS ini tertera Survey Detail dan Product Name nya
adalah Aktivasi IP VPN 30 Mbps artinya tipe PS ini adalah PS
Aktivasi baru fisik yang membutuhkan konfirmasi jalur FOC ke
tim Asset.
h. Konfirmasi Jalur FOC Ke Tim Asset
Engineer Cusol melakukan pencarian dan penyusunan data
meliputi nomor PS dan alamat PS yang tercantum pada CRM dan
dikirimkan pada Tim Asset, seperti berikut
PS/1905/2010/TER
Alamat: Ninja Express, Jl. Majapahit No.335, Gemah, Kec.
Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Gemah,
Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50246 (-
7.5175, 110.46269444444445,)

49
Gambar 3.28 Hasil Pengecekkan Tim Asset
Setelah itu, Tim Asset akan melakukan pengecekkan melalui
Amarta dan mengirim data berupa PoP terdekat, lokasi JB (Joint
Box) yang akan digunakan, jarak tarikan FOC serta Capture
estimasi tarikan FOC dari JB Tapping ke posisi user seperti gambar
3.28.

Gambar 3.29 Perintah Pekerjaan Survey (PPS)

Engineer Cusol akan melengkapi data tersebut yang kemudian


digunakan untuk membuat PPS (Perintah Pekerjaan Survey) seperti
gambar 3.29 dan mengirim ke mitra yang akan melaksanakan
Survey Detail.

i. Low Level Assessment


Setelah melakukan Survey Detail, mitra akan mengirikam hasil
survey. Dari ketiga tipe file yang dikirim oleh mitra, Engineer
Cusol akan menggambar Asplan berdasarkan file Hasil Survey
berformat pdf.

50
Gambar 3.30 Hasil Survey Detail Mitra
Dari gambar 3.30 hasil survey detail, dapat diketahui Nama
PoP nya adalah GI Shelter Pandean Lamper, lokasi JB nya
SMGJ893 dan total tarikan FOC nya adalah 1000 meter. Setelah itu
melakukan pengecekan Layer 2, Layer 3 dan ketersediaan port.

Gambar 3.31 Pengecekkan perangkat di Lamper


Gambar 3.31 menunjukkan langkah pertama pengecekkan
perangkat di lamper, yaitu membuka SecureCRT lalu ketik perintah
“h lamper” yang artinya help untuk mengetahui perangkat apa saja
yang ada di lamper. Setelah itu pilih perangkat yang sfp based,
untuk layer 2 digunakan perangkat Zyxel MGS3520 atau HP5130.

51
Gambar 3.32 Tampilan Telnet Device
Jika terdapat lebih dari satu perangkat zyxel atau HP, coba
untuk masuk ke perangkat tersebut dengan perintah “t nama
perangkat”. Dengan mentelnet perangkat dapat dilakukan juga
pengecekan ketersediaan port. Untuk perangkat HP menggunakan
perintah “display interface brief description” sedangkan pada
perangkat Zyxel menggunakan perintah “show description
interface”. Langkah yang harus dilakukan untuk PS ini pertama
beri perintah “t JATENG-SHELTER.PDLAMPER-
ZYXEL.MGS3520-CPE-01”

Gambar 3.32 Tampilan Deskripsi Device Port


Seperti gambar 3.32, beri perintah “show description interface”
maka akan muncul semua port device, deskripsi port serta dapat
mengetahui nama device Layer 3 yang terhubung. Nama Layer 2

52
biasanya diikuti dengan kata CPE, sedangkan untuk Layer 3
biasanya diikuti dengan kata UPE atau NPE.
Berdasarkan hasil tampilan di atas, maka dapat dipilih port
ethernet0/0/24 untuk aktivasi yang akan diinputkan sfp yang
selanjutnya dihubungkan ke Layer 3 yaitu JATENG-
SHELTER.PDLAMPER-ME3600-UPE-01 yang sudah diinputkan
sfp juga. Sfp pada Layer 2 dan 3 dihubungkan menggunakan patch
cord.
Project Survey kali ini adalah layanan IP VPN dan harus dicari
terlebih dahulu WAN dari User tersebut terlebih dahulu. Untuk
melihat WAN kita bisa menggunakan tacacs dan informasi yang
tercantum dalam description Project Survey di CRM. Biasanya
Sales akan menginputkan Service ID Backhaul atau Jaringan
Network di description PS.

Gambar 3.33 Project Survey Description

Berdasarkan gambar 3.33 diketahui SID Backhaul nya adalah


099000320643284. Maka langkah selanjutnya adalah mencari
WAN dengan menggunakan tacacs, caranya dengan memberi

53
perintah “fs 099000320643284”. Lalu akan muncul seperti di
bawah ini.
Gambar 3.34 Hasil Pengecekan SID Backhaul
Dari gambar 3.34 dapat dilihat bahwa Backhaul berada di
JKT-CYBER.LT2.CDC-ASR920-UPE-02 pada Vlan 1801. Untuk
melihat detail WAN dapat dilakukan dengan cara telnet backhaul
lalu beri perintah “show run interface BD1801”
Gambar 3.35 Pengecekkan Detail WAN

Berdasarkan gambar 3.35 dapat disimpulkan bahwa Layer 3


akan terhubung dengan cloud IP MPLS ICON+ WAN-MITRA-
VISIONER.
Selanjutnya adalah penentuan perangkat di sisi user. PS kali ini
merupakan aktivasi Layanan IP VPN 30 Mbps yang berarti besar
bandwidth nya kurang dari 50 Mbps, maka perangkat yang
digunakan di sisi user adalah Huawei S2700.
j. Asplan Drawing
Selanjutnya, Engineer Cusol akan menggambar asplan yang
merupakan skema perencanaan aktivasi. Semua data yang sudah
dikumpulkan akan diinputkan pada asplan. Data data tadi
dikumpulkan sebagai berikut
Tabel 3.2 Data Asplan

54
Nama PoP GI Shelter Pandean Lamper
Lokasi JB SMGJ893
Tarikan FOC 1000 meter
JATENG-SHELTER.PDLAMPER-
Layer 2
ZYXEL.MGS3520-CPE-01
JATENG-SHELTER.PDLAMPER-ME3600-
Layer 3
UPE-01
Perangkat CPE Huawei S2700
Cloud IP MPLS ICON+ WAN-MITRA-VISIONER
End Customer PT. MITRA VISIONER PRATAMA
Ninja Express, Jl. Majapahit No.335, Gemah,
Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa
Tengah, Gemah, Kota Semarang, Jawa
Alamat Tengah, Indonesia, 50246
Layanan IP VPN 30 Mbps
Service ID PS 01000057614

Gambar 3.36 Template Asplan


Langkah pertama untuk menggambar asplan adalah
menyiapkan template Asplan yang berisi logo ICON+, informasi
nama Supervisor, penggambar asplan dan pengoreksi asplan seperti
gambar 3.36. Untuk menghindari kesalahan teknis, sebaiknya file
di save terlebih dahulu dengan format nama nomor PS.

55
Gambar 3.37 Penginputan Icon
Selanjutnya menginput icon Layer 2, Layer 3, cloud, perangkat
di user dan pemasangan FOC dari PoP ke perangkat user seperti
gambar 3.37

Gambar 3.38 Hasil Akhir Asplan


Gambar 3.38 merupakan langkah terakhir dalam pembuatan
asplan yaitu memberi keterangan pada setiap icon berdasarkan data
yang telah dikumpulkan tadi dan memberi deskripsi tentang asplan

56
yang diletakkan di bagian bawah kolom tanggal yang berisi jenis
layanan, besar bandwidth, Service ID dan nama pelanggan.
Penjelasan dari asplan tersebut adalah perangkat Huawei yang
diletakkan di user dihubungkan ke PoP Shelter Pandean Lamper
dengan menggunakan FOC sepanjang 1000 meter dengan lokasi JB
terdekat adalah SMGJ893. Dari perangkat Layer 2 dihubungkan
dengan perangkat Layer 3 lalu terhubung ke cloud IP MPLS
ICON+ WAN-MITRA-VISIONER.
k. Update Data dan Closed Status PS
Setelah menggambar asplan, langkah selanjutnya adalah
mengupdate data di CRM dan mengubah status PS menjadi Closed.

Gambar 3.39 Pengisian Data General Project Survey

Pada Gambar 3.39 menjelaskan pengisian data General berupa


nama PoP, Hostname, port device dan JB akan diinputkan pada
CRM berdasarkan asplan yang telah dibuat.

Gambar 3.40 Pengisian Data Plan dan Actual Project Survey

57
Kemudian pada Gambar 3.40 menunjukkan pengisian isi data
pada Subscreen Plan & Actual. Pada kolom Site Survey Plan Site
diisi tanggal diupdatenya data di CRM atau tanggal pada hari itu
juga. Pada kolom Activation Estimated (days) diisi 24 yang artinya
aktivasi tersebut diharapkan selesai maksimal 24 hari setelah
tanggal update data CRM.

Gambar 3.41 Pengisian BoQ pada Project Survey

Gambar 3.41 menunjukkan pengisian Subscreen BoQ yang


akan diisi berdasarkan perangkat yang akan digunakan untuk
aktivasi dan dapat dilihat pada asplan yang telah dibuat. BoQ yang
diinputkan adalah perangkat di sisi user dan FOC. Dari asplan yang
telah dibuat dapat dilihat BoQ yang harus diinputkan di CRM
adalah kabel FOC sepanjang 1000 meter dan Huawei S2700
dimana perangkat ini belum dilengkapi dengan sfp dalam
pengemasannya, maka dalam BoQ perlu ditambahkan sepasang sfp
yang akan dipasang pada Huawei dan PoP.
Setelah semua terisi, langkah terakhir dalam pengisian Project
Survey Node adalah closed status.
Gambar 3.42 Closed Status pada Project Survey Node

58
Pada gambar 3.42 Menunjukkan cara untuk mengubah status
yang awalnya on progress berubah menjadi closed dengan cara
memilih icon “x closed status” maka status akan otomatis berubah
menjadi closed.
Langkah terakhir adalah merubah status pada Project Survey
(main) menjadi closed. Untuk menyelesaikan Project Survey, status
pada Project Survey Node dan Project Survey (Main) harus closed.

Gambar 3.43 Tampilan Menu Project Survey

Gambar 3.44 Tampilan Project Survey Main

59
Gambar 3.44 menunjukkan status awal pada Project Survey
Main adalah open. Pada Sub status di general juga menunjukkan
status On progress yang artinya, Project Survey belum closed di PS
Main.

Gambar 3.45 Closed Status Project Survey Main


Gambar 3.45 menjelaskan proses status Project Survey Main
menjadi closed. Langkah pertama adalah menekan icon panah yang
akan menggeser garis orange dan bendera yang semula berada di
“New” hingga berada di “Closed (Active)”. Lalu pilih icon “x close
status” maka status akan berubah menjadi closed. Project Survey
telah selesai di update dan di closed.
3.2.4. Portofolio Pekerjaan Magang

Penulis melaksanakan magang di PT. Indonesia Comnet Plus SBU


Semarang dimulai sejak bulan Maret 2019 hingga bulan Agustus 2019.
Selama melaksanakan magang, penulis telah menyelesaikan Project
Survey yang terdisposed pada Engineer Customer Solution dengan
berbagai layanan dan produk. Berikut adalah portofolio pekerjaan
magang penulis.

Count of
Project
Survey Column
Node ID Labels

Activation New Relocatio Upgrad Upgrade Grand Total


Type n e on

60
Demand

March 136 7 2 145

April 321 18 339

May 97 8 3 1 109

June 285 10 6 301

July 338 7 2 347

August 97 3 1 101

Grand Total 1274 53 14 1 1342

3.2.4.1. Berdasarkan Tipe dan Bulan Terdisposisi


Tabel 3.3 Tabel penyelesaian PS berdasarkan tipe dan bulan
terdisposisi

400
350 338
321
300 285

250 New
200 Relocation
Upgrade
150 136
97 97 Upgrade on Demand
100
50 18
7 2 8 3 1 10 6 7 2 3 1
0
March April May June July August

Grafik 3.1 Grafik penyelesaian PS berdasarkan tipe dan bulan

Berdasarkan table 3.3 Dan grafik 3.1 dapat diketahui Project Survey
yang telah penulis selesaikan sebanyak 1342. Total tersebut didapatkan
dengan detail pada bulan Maret telah menyelesaikan sebanyak 145 PS
yang meliputi 136 PS tipe aktivasi baru fisik, 7 PS tipe relokasi dan 2 PS
tipe aktivasi baru logic atau upgrade. Pada bulan April menyelesaikan
339 PS yang meliputi 321 PS tipe aktivasi baru fisik dan 18 PS tipe

61
relokasi. Pada bulan Mei menyelesaikan 109 PS yang meliputi 97 PS tipe
aktivasi baru fisik, 8 PS tipe relokasi, 3 PS tipe Upgrade dan 1 PS tipe
Upgrade On Demand. Pada bulan Juni menyelesaikan 301 PS yang
meliputi 285 PS tipe aktivasi baru fisik, 10 PS tipe relokasi dan 6 PS tipe
upgrade. Pada bulan Juli menyelesaikan 347 PS yang meliputi 338 PS
tipe aktivasi baru fisik, 7 PS tipe relokasi dan 2 PS tipe upgrade. Pada
bulan Agustus menyelesaikan 101 PS yang meliputi 97 PS tipe aktivasi
baru fisik, 3 PS tipe relokasi dan 1 PS tipe upgrade.

3.2.4.2. Berdasarkan Tipe Aktivasi dan Segmen Pelanggan


Tabel 3.4 Tabel penyelesaian PS berdasarkan tipe aktivasi dan
segmen pelanggan

Column
Count of Project Survey Node ID Labels
Activation Type PLN Public Grand Total
New 120 1154 1274
Relocation 53 53
Upgrade 14 14
Upgrade on Demand 1 1
Grand Total 120 1222 1342

62
1400

1200 1154

1000

800

600 PLN
Public
400

200 120
53 14 1
0
New Relocation Upgrade Upgrade on
Demand

Grafik 3.2. Grafik penyelesaian PS berdasarkan tipe aktivasi dan


segmen pelanggan
Berdasarkan table 3.4 Dan grafik 3.2 dapat diketahui detail
penyelesain PS yang telah dilakukan penulis selama magang berdasarkan
tipe aktivasi dan segmen pelanggan. Tipe yang dimaksud adalah tipe
altivasi baru fisik, relokasi, aktivasi baru logic dan upgrade on demand.
Sedangkan yang dimaksud segmen pelanggan adalah pelanggan public
dan pelanggan PLN.
3.2.4.3. Berdasarkan Tipe Aktivasi dan Jenis Produk
Tabel 3.5 Tabel penyelesaian PS berdasarkan tipe aktivasi dan
jenis produk.

Count of Project Survey Node


ID Column Labels
Upgrade on Grand
Product New Relocation Upgrade Demand Total
AMR Cloud 2 2
Bronze 26 1 27
Clear Channel 15 15
Fiberisasi Tenant Utama 324 324
Gold 3 2 5
ICONCloud Virtual Private Data
Center 1 1
ICONPay 2 2
IIX 6 1 7
Internet Broadband 8 1 9
Internet Corporate 110 9 119
Internet Temporer 4 4
IP Transit 2 1 3
IP VPN 124 19 143
IP VPN SCADA 3 3

63
i-SEE Project Base 291 291
i-SEE Ultimate 1 1
i-VIP Lite Mobile 6 6
i-VIP Office Premium 6 6
i-VIP On Demand Premium 1 1
i-WIN Indoor 71 71
i-WIN Outdoor 26 2 28
i-WON 1 1
Lain-lain 26 1 27
Manage Service Notebook Basic 1 1
Manage Service Notebook
Medium 1 1
Metronet 125 13 3 1 142
NET-VPN 3 3
Open Content 2 2
Penambahan IPv4 Publik
Internet Corporate 8 8
Platinum 1 1 2
Qinq Metro Ethernet 51 11 62
Silver 12 2 14
Telicon Basic 3 3
Telicon Premium 5 5
V-CAM Starter 2 2
V-CO On Demand Premium 1 1
Grand Total 1274 53 14 1 1342

64
350

300

250

200

324
150 291 1
3
19 13 Upgrade on Demand
9 Upgrade
100 Relocation
New
124 125 11
50 110
71
1 2 1 51
2615 26 26 2
02 3121
2 61 8 41 2 3 1661 1 1 1 3 2 8 1 123 5 2 1
d a y e PN te m t t
ou m Pa at a u ON um en ne um
Cl Uta ON por IP V tim emi i-W edi ont her emi
R t IC Cor Ul Pr C
k M en ro E n P
t r
AM nan e t E E nd oo p t o
Te rn S
i- m a b O e i c
si te te M Tel
ir sa In De No i nq
n
be O i ce Q
Fi IP e rv
-i V S
e
nag
a
M

Grafik 3.3 Grafik penyelesaian PS berdasarkan tipe aktivasi dan


jenis produk

Berdasarkan table 3.5 Dan grafik 3.3 menjelaskan lebih detail


mengenai 1342 Project Survey yang telah penulis selesaikan di mana
diperlihatkan produk dan layanan Project Survey.

65
66