Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

Klasifikasi Aliran-Aliran Pendidikan

ANISYA RAHMANIAH NASRA (1916041013)

NABILAH QARUNADA (1916042009)

DEVIANI L (1916042023)

HARIANI (1916042005)

NURRAHMADANI A. (1916041007)

MUHAMMAD AKBAR (1916042025)

PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVRSITAS NEGERI MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga kami bisa menyelesaikan tugas makalah ini dengan
baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah
SAW, yang telah menuntun kita ke jalan yang diridhai-Nya.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas Matakuliah Pengantar Ilmu
Pendidikan, dimana kami akan membahas tentang  aliran-aliran pendidikan.
Tentunya dalam penulisan makalah ini, masih terdapat kekurangan dari
segi penulisan ataupun dari segi pembahasan, untuk itu kami memohon saran dan
kritik supaya makalah ini menjadi lebih baik ke depannya.

Makassar, Maret 2020

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i

DAFTAR ISI.................................................................................................................ii

BAB I.............................................................................................................................1

PENDAHULUAN.........................................................................................................1

Latar Belakang Masalah............................................................................................1

Rumusan Masalah......................................................................................................2

Tujuan........................................................................................................................2

BAB II...........................................................................................................................3

PEMBAHASAN............................................................................................................3

Pengertian Aliran Pendidikan....................................................................................3

Macam-Macam Aliran Pendidikan............................................................................4

Aliran Pendidikan yang digunakan di Indonesia.......................................................7

Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia


....................................................................................................................................9

BAB III........................................................................................................................12

PENUTUP...................................................................................................................12

Kesimpulan..............................................................................................................12

ii
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................13

iii
BAB I

PENDAHULUAN

  Latar Belakang Masalah

Manusia dimanapun dan kapanpun menyelenggarakan usaha pendidikan.


Tidak hanya itu, manusia terutama para ahlinya juga memikirkan berbagai hal
yang menyangkut usaha pendidikan itu sehingga terungkaplah pemikiran-
pemikiran tentang factor-faktor yang mendasari perkembangan manusia
(individu) dalam kaitannya dengan usaha pendidikan serta dasar-dasar
penyelenggaraan pendidikan yang lebih praktis dan metodologis. Di Indonesia,
penyelenggaraan dan pemikiran tentang pola pendidikan tertentu telah
dilaksanakan sejak sebelum kemerdekaan, karenanya banyak teori yang
dikemukakan para pemikir yang bermuara pada munculnya berbagai aliran
pendidikan.
Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihilangkan dan terlepaskan
oleh semua manusia,dalam segala hal aktivitas di kehidupan sehari-hari  segala
sesuatunya menggunakan sebuah ilmu. Ilmu yang diperoleh dari sebuah
pendidikan. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja,pendidikan
bisa diperoleh dari luar lingkup dunia sekolah. Dengan adanya sebuah pendidikan
akan membawa hal yang baik bagi semua manusia dalam suatu negara.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pendidikan, banyak bermunculan
pemikiran-pemikiran tentang pendidikan yang dianggap sebagai penyesuaian
proses sebuah pendidikan. Sehingga banyak teori yang dikemukakan oleh para
pemikir yang bermuara pada munculnya berbagai aliran-aliran pendidikan.

1
Rumusan Masalah

1.  Apa yang dimaksud dengan aliran-aliran pendidikan ?


2. Apa saja macam-macam aliran-aliran pendidikan ?
3. Bagaimana aliran pendidikan di Indonesia ?
4. Apa saja gerakan baru pendidikan dan pengaruhnya terhadap pelaksanaan
di indonesia?

Tujuan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan aliran-aliran pendidikan


2. Untuk mengetahui apa saja macam-macam aliran pendidikan.
3. Untuk mengetahui aliran pendidikan yang digunakan di Indonesia.
4. Untuk mengetahui gerakan baru pendidikan dan pengaruhnya terhadap
pelaksanaan di indonesia

2
BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Aliran Pendidikan

Aliran pendidikan adalah pemikiran-pemikiran yang membawa pembaruan


pendidikan. Pertama, “teori” dipergunakan oleh para pendidik untuk
menunjukkan hipotesis-hipotesis tertentu dalam rangka membuktikan kebenaran-
kebenaran melalui eksperimentasi dan observasi serta berfungsi menjelaskan
pokok bahasannya. O’Connor mendenifisikan istilah “teori” ini katanya:

Kata “teori” sebagaimana yang dipergunakan dalam konteks pendidikan secara


umum adalah sebuah tema yang apik. Teori yang dimaksudkan hanya dianggap
absah manakala kita tetapkan hasil-hasil eksperimental yang dibangun dengan
baik dalam bidang psikologi atau sosiologi hingga sampai kepada praktek
kependidikan.
Muhammad Nujayhi, seorang ahli pendidikan Mesir Kontemporer merefleksikan
pandangan senada dengan O’connor ketika mengatakan, bahwa perkembangan-
perkembangan di bidang psikologi eksperimental membawa kesan-kesan ke
dalam dunia pendidikan dan memberi sumbangan bagi teori-teori pendidikan,
sebagaimana yang terdapat pada bidang ilmu pengetahuan khusus. Dengan
demikian, “teori” dalam arti pertama terbatas pada penjelasan mengenai
persoalan-persoalan yang berkaitan dengan batas-batasan ilmiah.
Kedua, “teori” menunjuk kepada bentuk asas-asas yang saling berhubungan yang
mengacu kepada petunjuk praktis. Dalam pengertian ini, bukan hanya
mencangkup pemindahan-pemindahan eksplanasi fenomena yang ada, namun
termasuk di dalamnya mengontrol atau membangun pengalaman.

3
Macam-Macam Aliran Pendidikan

1. Aliran Empirisme (Environmentalisme)

Aliran Empirisme adalah aliran yang mementingkan stimulasi eksternal dalam


perkembangan manusia. Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan anak
tergantung pada lingkungan, sedangkan pembawaan yang dibawanya dari semenjak
lahir tidak dipentingkan. John Lock, filsuf Inggris yang mengembangkan paham
rasionalisme pada abad ke-18, menyatakan bahwa anak yang lahir ke dunia dapat
diumpamakan seperti kertas putih yang kosong yang belum ditulisi atau dikenal
dengan istilah “tabularasa’ ( a blank sheet of paper). Teori ini mengatakan bahwa
manusia yang lahir adalah anak yang suci seperti meja lilin. Dengan
demikian, menurut aliran inin anak-anak yang lahir ke dunia tidak mempunyai bakat
dan pembawaan apa-apa, sebagai kertas putih yang polos. Oleh karena itu, anak-anak
dapat dibentuk sesuai dengan keinginan orang dewasa uang memberikan warna
pendidikannya. Menurut teori ini, pendidikan memegang peranan penting sebab
pendidikan menyediakan lingkungan yang sangat ideal kepada anak-anak, selain itu
teori ini dipandang sebagai aliran yang sangat optimis terhadap pendidikan, karena
teori ini hanya mementingkan peranan pengalaman yang diproses dari
lingkungan, kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dianggap tidak
menentukan keberhasilam seseorang dan masih menganggap manusia sebagai
makhluk yang pasif, mudah dibentuk atau direkayasa.

2.   Aliran Nativisme

Teori ini menentang teori empirisne, dengan tokohnya seorang filsuf Jerman,
Schopenhauer (1788-1860), dikatakan bahwa anak-anak yang lahir ke dunia sudah
memiliki pembawaan yang akan berkembang menurut arah masing-masing,
keberhasilan pendidikan anak ditentukan oleh anak itu sendiri. Teori ini menekankan

4
kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan, termasuk factor pendidikan
kurang berpengaruh terhadap pendidikan anak. Pendidikan tidak akan mempengaruhi
perkembangan anak karena setiap anak telah memiliki pembawaannya.

3.   Aliran Naturalisme

Teori ini dipengaruhi oleh seorang filsafat Prancis J.J.Rousseanue, ia


berpendapat setiap anak yang baru dilahirkan pada hakikatnya memiliki pembawaan
baik. Namun, pembawaan baik yang terdapat pada setiap anak itu akan berubah
sebaliknya karena dipengaruhi oleh lingkungan (keluarga,sekolah,masyarakat).
J.J.Rousseanue mengungkapkan “segala sesuatu adalah baik ketika ia baru keluar dari
alam,dan segala sesuatu menjadi jelek manakala ia sudah berada di tangan manusia”,
agar seorang anak dapat bertumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, anak
tersebut harus diserahkan pada alam. Kekuatan alam yang akan mengajarkan
kebaikan yang terlahir secara alamiah sejak kelahiran anak tersebut. Beragam
kebaikan itu akan terus diserap oleh setiap anak secara spontan dan bebas dari
rekayasa orang dewasa.

4.   Aliran Konvergensi

Aliran konvergensi merupakan gabungan dari aliran-aliran di atas, aliran ini


menggabungkan pentingnya hereditas dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang
berpengaruh dalam perkembangan manusia, tidak hanya berpegang pada pembawaan,
tetapi juga kepada faktor yang sama pentingnya yang mempunyai andil lebih besar
dalam menentukan masa depan seseorang. Aliran konvergensi mengatakan bahwa
pertumbuhan dan perkemangan manusia itu adalah tergantung pada dua faktor,
yaitu:  faktor bakat/pembawaan dan faktor lingkungan, pengalaman/pendidikan.
Inilah yang di sebut teori konvergensi. (convergentie=penyatuan hasil, kerjasama
mencapai satu hasil. Konvergeren=menuju atau berkumpul pada satu titik
pertemuan). William Stern(1871-1939), seorang ahli pendidikan bangsa Jerman, dan
sebagai pelopor aliran ini mengatakan “kemungkinan-kemungkinan yang di bawa

5
lahir itu adalah petunjuk-petunjuk nasib depan dengan ruangan permainan. Dalam
ruangan permainan itulah letaknya pendidikan dalam arti se luas-luasnya. Tenaga-
tenaga dari luar dapat menolong, tetapi bukanlah ia yang menyebabkan pertumbuhan
itu, karena ini datangnya dari dalam yang mengandung dasar keaktifan dan tenaga
pendorong” Jadi menurut Williem seorang anak di lahirkan di dunia sudah disertai
pembawaan baik maupun buruk. Bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan
berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk
perkembangan bakat itu, sebaliknya lingkungan yang baik dapat menghasilkan
perkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak tidak terdapat bakat
yang di perlukan untuk pengembang itu. Lingkungan pun mempengaruhi anak didik
dalam mengembangkan pembawaan bahasanya, karena itu anak manusia mula-mula
menggunakan bahasa lingkungannya.

5.    Aliran Progresifisme

Tokoh aliran ini adalah John Dewey yang berpendapat bahwa manusia
mempunyai kemmpuan yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah
yang bersifat menekan atau yang bersifat mengancam dirinya. Aliran ini memandang
bahwa peserta didik mempunyai alat dan kecerdasan, hal ditunjukkan dengan fakta
bahwa manusia mempunyai kelebihan jika dibanding makhluk lain.Peningkatan
kecerdasan menjadi tugas utama pendidik yang secara teori mengerti karakter peserta
didiknya. Peserta didik tidak hanya dipandang sebagai kesatuan jasmani dan rohani,
namun juga termanifestikan di dalam tingkah laku  dan perbuatan yang berada dalam
pengalamannya.

6.    Aliran Konstruksifisme

Tokoh aliran ini adalah Gambahsta Vico,seorang epistermiolog Italia, ia


mengatakan bahwa Tuhan adalah cipta alam semesta dan manusia adalah tuan dari
ciptaan. Hanya Tuhan yang dapat menegetahui segala sesuatu karena Dia pencipta
segala sesuatu itu dan manusia hanya dapat mengetahui sesuatu yang dikonstruksikan

6
Tuhan.Aliran ini dikembangkan oleh Jean Piaget dalam teori perkembangan kognitif,
bahwa pengetahuan merupakan interaksi kontinu antara individu satu dengan
lingkungannya.

Aliran Pendidikan yang digunakan di Indonesia

Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu di Indonesia itu dimaksudkan


adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS Kayu
Tanam. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang
pendidikan di Indonesia.

1. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa


Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal
3 Juli 1932 di yogyakarta, yakni dalam bentuk yayasan.
a. Asas dan Tujuan Taman Siswa
Asas Taman Siswa
o Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan terbitnya
persatuan dalam peri kehidupan umum.
o Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti
lahir dan batin dapat memerdekan diri.
o Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.
o Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh
rakyat.
o Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak
harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.
o Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keiklasan lahir dan batin untuk
mengobarkan segala kepentinganpribadi demi keselamatan dan kebahagiaan
anak-anak.
Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan, asas kodrat alam, asas
kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan.

7
Tujuan Taman Siswa
o Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan
damai.
o Membangun abak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin, luhur
akal budinya, serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang
berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa, tanah air, serta manusia
pada umumnya.
b. Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa
Beberapa usaha yang dilakukan oleh Rtaman siswa adalah menyiapkan peserta
didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. Dalam ruang lingkup eksternal
Taman siwa membentuk pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.
c. Hasil-hasil yang Dicapai
Taman siswa telah berhasil menemukakan gagasan tentang pendidikan nasional,
lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata. Taman
siswa pun telah melahirkan alumni alumni besar di Indonesia.

2. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam


Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh
Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam (sumatera
Barat).
a) Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Pada awal didirikan, Ruang Pendidik INS mempunyai asas-asas sebagai berikut:
 Berpikir logis dan rasional
 Keaktifan atau kegiatan
 Pendidikan masyarakat
 Memperhatikan pembawaan anak
 Menentang intelektualisme

8
Dasar-dasar tersebut kemudian disempurnakan dan mencakup berbagai hal,
seperti: syarat-syarat pendidikan yang efektif, tujuan yang ingin dicapai, dan
sebagainya.
Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah:
o Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan
o Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
o Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat
o Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung
jawab.
o Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan.
b) Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara
lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, menyiapkan tenaga guru
atau pendidik, dan penerbitan mjalah anak-anak Sendi, serta mencetak buku-
buku pelajaran.
c) Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang
pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan), beberapa
ruang pendidikan (jenjang persekolahan), dan sejumlah alumni.

Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di


Indonesia

Aliran “konvensional” dalam pendidikan membahas dan menetapkan faktor-


faktor dasar yang mempengaruhi perkembangan manusia ( individu) dan
menerapkan faktor-faktor dasar ini dalam kaitannya dengan berapa jauh usaha
pendidikan perlu dilakukan terhadap individu yang sedang berkembang itu.
Aliran “baru” dalam pendidikan tidak lagi mempersoalkan perlu atau tidak

9
perluya pendidikan bagi individu yang perlu dikembangkan adalah bagaimana
menyelenggarakan pendidikan yang benar-benar bermanfaat secara maksimal
bagi individu yang sedang berkembang itu dan bagi lingkungan atau
masyarakatnya.
Disini kita akan membahas beberapa aliran “baru” dalam pendidikan bahan-
bahan dalam buku Agus Suyono (1958 dan 1980) dipakai sebagai bahan acuan
dalam tulisan ini.
1. Pengajaran Alam Sekitar

Konsep pengajaran alam sekitar diilhami oleh kata-kata yang dipetik dari
Emmanuel Kant: “Pengertian tanpa pengamatan adalah kosong dan pengamatan tanpa
pengertian adalah buta.” Hal ini berarti bahwa antara pengamatan dengan dan
pengertian harus terjalin hubungan yang saling menunjang dan saling memperkuat.
Artinya manusia hendaknya mampu memanfaatkan lingkungannya.

Langkah-langkah pokok pengajaran ini ialah menetapkan tujuan, mengadakan


persiapan, melakukan pengamatan, dan mengolah apa yang diamati. Keuntungan
Pengajaran Alam Sekitar adalah

a) Menentang verbalisme dan intelektualisme


b) Dapat membangkitkan perhatian spontan dari anak -anak untuk melakukan
kegiatan dengan sepenuh hati.
c) Anak-anak selalu didorong untuk aktif dan kreatif
d) Bahan yang diajarkan dapat mempunyai nilai praktis bagi anak-anak
Salah seorang tokoh pengajaran alam sekitar ialah J. Ligthart (1859-1916)
seorang ahli pendidikan bangsa Belanda. Pengajaran alam sekitar ini
dinamakan “Pengajaran barang sesungguhnya”.
2. Pengajaran Pusat Perhatian

10
Pengajaran pusat perhatian didasarkan alam sekitar yang objek-objek
pengamatannya dititik-beratkan pada sesuatu pusat tertentu, yaitu hal-hal yang
menarik perhatian manusia dalam menjalani perkembangan hidupnya.

O. Declroy (1871-1932) seorang ahli pendidikan bangsa Belgia yang menjadi


tokoh pengajaran pusat perhatiahan mengaitkan kebutuhan anak dengan empat instink
pokok yang ada pada diri anak, yaitu instink untuk makan, untuk memiliki dan
mempertahankan, untuk melindungi diri dari bahaya dan untuk aktif.

3. Sekolah kerja (pendidikan individual dan social)

Aliran ini memandang penting antara seorang individu dengan masyarakat dalam
menunjang proses pendidikan, dalam hal ini pendidikan harus seimbang yaitu untuk
kepentingan individu dan untuk kepentingan masyarakat, bagi seorang individu harus
di bina agar dirinya dapat berkembang secara penuh menyumbangkan kepandaian,
kecakapan dan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat, dan sebaliknya
masyarakat harus rela menyediakan sesuatu agar setiap warganya dapat mencapai
tingkat perkembangan yang setinggi- tingginya.

4. Pengajaran Proyek

W.H Kalipatrik (1871) yang menyelenggarakan suatu system pengajaran proyek


prinsip dasarnya bahwa pengajaran itu harus aktif ilmiaj dan memasyarakat. Proyek
pada dasarnya adalah tugas yang harus dipecahkan melalui suatu rencana dan
penyelenggaraan kegiatan secara baik. Berikut langkah-langkah Pokok Pengajaran
Proyek yaitu :

1. Persiapan
2. Kegiatan Belajar
3. Penilaian

11
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pendidikan tidak bisa datang dengan sendiri tanpa adanya sebuah


proses  pembelajaran yang membetuk sebuah aliran-aliran yang mengalami
perkembangan dan perbaikan. Berbagai aliran muncul dengan perspektif masing-
masing, yang mulanya perkembangan seseorang diawali semenjak lahir dengan
berbagai bakat yang dimiliki, perkembangan seseorang dipengengaruhi oleh
lingkungan sekitar dan orang dewasa yang mempengaruhi, dan akhirnya muncul
sebuah aliran yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang tidak hanya
ditentukan dari bakat seseorang, melainkan lingkungan sekitar dan proses selama
pendidikan ikut serta menyumbang perkembangan seseorang. Seseorang yang
mempunyai bakat baik semenjak kecil, sebaiknya tumbuh dan berkembang ditempat
yang baik pula.

Dari berbagai aliran-aliran yang ada  menciptakan sebuah aliran pendidikan yang


sekarang diadopsi oleh masyarakat dan para pendidik dalam sebuah lembaga
pendidikan,  dapat di simpulkan bahwa aliran yang sampai sekarang masih di anut
oleh masyarakat adalah aliran konvergensi, karena  aliran tersebut  menggabungkan
antara aliran nativisme dan empirisme, selain itu merupakan aliran yang sempurna.
Sedangkan masyarakat Indonesia mayoritas juga menganut aliran konvergensi.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://kakchinchin.blogspot.com/2017/04/aliran-aliran-pendidikan.html

http://pintar-sosiologi.blogspot.com/2015/09/pendidikan-aliran-aliran-
pendidikan.html

https://www.academia.edu/24006171/ALIRAN_PENDIDIKAN

https://www.academia.edu/9277021/Makalah_Aliran-aliran_Pendidikan

https://suharnisihombing.wordpress.com/2012/03/15/pengantar-pendidikan/

13