Anda di halaman 1dari 5

ASAS TAMANSISWA

ASAS PERTAMA : Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat
tertib persatuan dalam kehidupan umum.
Hak seseorang akan mengatur dirinya sendiri dengan mengingati tertibnya persatuan dalam
prikehidupan umum.
1. URAIAN
kalimat ini menentukan kedudukan manusia sebagai pribadi ( individu ) dan sekaligus
makhluk sosial.
2. Tujuan organisasi Tamansiswa adalah terwujudya masyarakat tertib - damai, suatu
masyarakat salam dan bahagia serta adil dan makmur.
3. Disini di jelaskan persyaratan untuk mencapai ketertiban dan kedamaian itu. Tidak dapat di
wujudkan ketertiban, keteraturan, keselarasan, jika tidak ada damai, ketenangan bathin dan
ketentraman jiwa. Tetapi juga tidak mungkin ada kedamaian, jika manusia selalu dirintangi
dalam hidupnya. Kemerdekaan individu yang dibatasi oleh tertib - damainya kehidupan
bersama mendukung :
a. Keselarasan merupakan serba keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan
masyarakat: keseimbangan antara hidup dunia, antara jasmani dan rohani dan sebagainya.
b. Keluarga adalah sendi hidup yang berlandasan pada manunggalnya rasa aku dan kita,
yang mengutamakan pengabdian kepada keselamatan dan kebahagiaan hidup bersama.
c. Musyawarah adalah upaya bersama untuk mencari penyelesaian dan pemecahan masalah
yang menjadi kepentingan bersama hak dan kewajiban.
d. Toleransi yang dimaksud adalah tenggang rasa, sikap saling menghormati pendapat dan
saling menghargai pendirian masing – masing dalam usaha mencapai cita – cita bersama.
e. Kebersamaan adalah perasaan sama harga, sama nilai, sama hak dan kewajiban bagi
sesamanya, non diskriminatif.
f. Demokrasi yang jiwanya kekeluargaan mengandung arti keseimbangan dalam
mewujudkan hak asasi kemanusiaan dan kewajiban asasi manusia.
g. Tanggung jawab adalah kesanggupan untuk menaggung segala sesuatu sebagai pancaran
kesadaran sosial seseorang.
h. Disiplin merupakan ketaatan dengan penuh kesadaran terhadap segala ketentuan yang
telah disepakati bersama yang bertujuan untuk mengatur tertib damai hidup bersama.
Pertumbuhan kodrati adalah pertumbuhan yang tunduk pada hukum alam yang sudah
mengaturnya secara rapih.
5. Uraian ini merupakan kritik terhadap terhadap sistem pendidikan kolonial, yang dasarnya
adalah kultur asing, dan upaya mencapai ketertiban digunakan kekerasan, ialah dengan
paksaan ancaman hukuman. Cara-cara demikian dipandang sebagai memperkosa kehidupan
anak, dan sangat bertentangan dengan gagasan pendidikan merdeka yang telah diuraikan
dimuka. Tamannsiswa menolak sistem yang demikian itu.
6. Jika kita menolak suatu sistem, sudah tentu kita harus sanggup memberikan gantinya.
Sebagai alternatif lain daripada yang menggunakan paksaan, sudah tentu kita gunakan anti-
podenya, ialah dengan memberikan kemerdekaan yang seluas-luasnya, namun harus dapat
mencapai ketertiban pula
7. Kata Among berasal dari kata Jawa ”Mong” – ”Ngemong” yang arti harfiahnya adalah
melakukan tugas mengasuh anak. Inang – pengasuh tugasnya mengemong anak dalam
pertumbuhan, memenuhi segala hal yang dibutuhkanya dalam perkembangan itu. Para
petugas pelaksana pendidikan Among itu disebut pamong.

ASAS KEDUA : Pendidikan yang diberikan hendaknya dapat menjadikan manusia


yang merdeka.
Dalam sistem ini, maka pelajaran berarti mendidik anak akan menjadi manusia yang
merdeka batinya, merdeka fikiranya dan merdeka tenaganya.
URAIAN:
1. Kalimat ini menegaskan tentang tujuan pendidikan Tamansiswa, ialah untuk mendidik
agar anak didik menjadi manusia merdeka, manusia berjiwa merdeka
2. kalimat ini menegaskan fungsi pamong dan asas oto-aktivitas anak didik. Pamong bukan
sekadar menyajikan ilmu dan pengetahuan sebagaimana dipedomani oleh kurikulum saja.
Hal ini memang cukup penting, namun bukan hanya itu saja. Dengan asas kemerdekaan itu
ditimbulkan dan dikembangkan oto-aktivitas anak didik, agar berkembang kreativitasnya,
dan dengan cara kreatif anak didik mampu mencari sendiri pengetahuan yang mereka
perlukan.
3. kalimat ini menegaskan tentang kriteria mengenai pengetahuan yang baik. Kriteria yang
dipakai dikaitkan dengan masalah kegunaan dari pengetahuan itu.

ASAS KETIGA : Pendidikan hendaknya didasarkan atas keadaan dan budaya


Indonesia
Tentang jaman yang akan datang, maka rakyat kita ada didalam kebingungan. URAIAN
1. Kalimat ini bukan meramalkan segala jaman yang bakal datang, melaikan menunjukan
bahwa pada setiap saat, setiap waktu kapan saja, manusia akan selalu diharapkan pada
pilihan – pilihan tertentu. Juga bangsa kita akan selalu di hadapkan kepada berbagai
alternative yang harus dipilih. Hendaknya berhati – hati dan telitilah dalam memilih.
2. Jika kita kurang teliti dan kurang waspada namun uraian ini menunjukan bahwa kita akan
bisa terkecoh. Ini merupakan peringatan bagi bangsa kita agar jangan mudah meniru – niru
pola kehidupan asing, meskipun diselubungi oleh istilah “hidup modern”.
3. Sebagai akibatnya ialah bahwa kedamaian hidup kita yang dilandasi oleh keselarasan,
keseimbangan hidup lahir batin dan keserasian dengan nilai –nilai budaya yang kita junjung
tinggi dan dapat merusak karenanya.
4. jangan kita hanya mengutamakan berkembangnya kecerdasan saja, yang mengarah
kependewaan akal. Dari aspek kejiwaan anak didik maka yang harus kita kembangkan
adalah seluruh jiwa secara utuh, ialah : cipta, rasa, dan karsa. Jadi tidak boleh hanya sefihak
saja.
5. Dengan tetap berpegang kepada kepribadian bangsa sendiri, kita mencari pola – pola
kehidupan baru yang sesuai dengan perkembangan alam dan jaman tetapi tetap memiliki
pegangan yang kuat, ialah kebudayaan bangsa.

ASAS KEEMPAT : Pendidikan diberika kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa


terkecuali.
Oleh karena pengajaran yang hanya terdapat sebagian kecil dari rakyat kita itu tidak
berfaedah untuk bangsa maka haruslah golongan rakyat yang tersebar dapat pengajaran
secukupnya.
URAIAN:
1. asas demokrasi atau asas kerakyatan yang di anut oleh Tamansiswa. Berbicara tentang
pendidikan, maka yang lebih di utamakan adalah bagaimana memberikan pendidikan ke
pada rakyat yang terbesar.
2. Bagi suatu bangsa maka letak kekuatannya adalah pada seluruh rakyatnya. Lebih banyak
rakyat terdidik, atau secra kualitatif mempunyaikemampuan untuk menyadari dan
melaksanakan tugas nasionalnya untuk mencapai cita-cita nasional bangsanya, maka bangsa
itu akan tetap lestaridan mampu mencapai tujuan bangsanya. 
3. Kalau di muka di kemukakan tentang asas demokrasi dalam pendidikan, maka di sini
adalah penerapan dari asas pemeratan.

ASAS KELIMA : Untuk mencapai azas kemerdekaan maka kita harus bekerja sesuai
kemampuan diri sendiri.
Untuk dapat berusaha menurut asas yang merdeka dan leluasa, maka kita harus bekerja
menurut kekuatan sendiri. Walaupun kita tidak menolak bantuan dari orang lain akan tetapi
kalau bantuan itu akan mengurangi kemerdekaan kita lahir dan batin haruslah ditolak. 
Inilah jalanya orang yang tidak mau terikat / terperintah pada kekuasaan, karena
berkehendak mengusahakan kekuatan diri sendiri. 
URAIAN:
a. Kalimat ini menunjukan konsekuensi dari orang yang ingin hidup bebas dan merdeka.
Kebebasan ini bukanya bebas tanpa batas / merdeka tanpa tanggung jawab, melainkan
kemerdekaan manusia sebagai makhluk tuhan yang memiliki keterbatasan kodrati dan
sosial. Oleh karena itu agar supaya kemerdekaan itu dapat diwujudkan secara maksimal,
maka segala sesuatu harus diperhitungkan berdasarkan kekuatan sendiri. 
b. Karena manusia selain individu juga merupakan makhluk sosial sekaligus, maka
disamping hak asasi juga lahir pula kewajiban asasi. 
c. Apa yang diuraikan di muka adalah beberapa syarat / konsekuensi dari siapa saja yang
menghendaki untuk dapat mewujudkaan kemerdekaanya semaksimal mungkin.

ASAS KEENAM : Oleh karena itu kita harus bersandar pada kekuatan diri sendiri.
Oleh karena kita bersandar pada kekuatan kita sendiri maka haruslah segala belanja dari
usaha kita itu dipikul sendiri dengan uang pendapatan biasa.1 inilah yang kita namakan yang
menjadi alatnya semua perusahaan ( usaha R.) yang hendak hidup tetap dengan berdiri
sendiri.
URAIAN:
1. Hubunganya dengan pengelolaan dana, yang pasti diperlakukan bagi setiap usaha, maka
syarat untuk dapat tetap kuat dengan mendasarkan kepada kekuatan sendiri, maka segala
belanja kita harus didukung oleh pendapatan nyata sesuai dengan kemampuan kita sendiri
dengan sikap demikian, maka kita akan selalu menyesuiakan kekuatan. Kemampuan dan
keinginan yang akan kita jangkau.  
2. Sistem itu yang dinamakan “sistem - opor – bebek”. Jika kita mengoreng daging bebe,
karena daging itu sendiri sudah mengandung minyak, maka akan mudah dan cepat matang
dengan minyak bebe sendiri. Hal ini mengibaratkan bahwa setiap usaha yang ingin tetap
bebas merdeka, hendaknya dalam mengelola dana juga harus berpedoman pada “ sistem
opor - men - bebe “.  Cara demikian itu tidak saja hanya berlaku bagi suatu organisasi /
kelompok, tetapi bagi kehidupan keluarga atau pribadi, sistem tersebut dapat juaga
digunakan. 

ASAS KETUJUH: Pendidikan hendaklah mendidik anak dengan sepenuh hati, tulus ,
ikhlas dan tanpa mengharapkan imbalan.
Dengan tidak terikat lahir / batin, serta dengan suci hati, berniatlah kita berdekatan dengan
sang anak. Kita tidak meminta sesuatu hak, akan tetapi menyerahkan diri akan berhamba
kepada sang anak.
URAIAN: 
1. Disini dikemukakan “ sumpah jabatan “ seorang pamong dan sekaligus ditunjukan
kemuliaan profesi guru. Pengabdian melalui dunia pendidikan hendaknya merupakan pilihan
secara suka rela dengan dilandasi oleh “ sepi ing pamrih “ dan rasa penuh tanggung jawab. 
2. Pamong melaksanakan tugasnya bukan karena kewenangan dan kekuasaanya, melainkan
didorong oleh kecenderungan hatinya untuk menyerahkan diri kepada tugas pangilanya itu.