MODUL PBL KLINIK

SKENARIO 1

GIZI 2008
DAFTAR PI

1. Apa tujuan dari NA 2. Nutritional assessment (ABCD) cara pengukuran, indikatornya, 3. cut off, interpretasi NA (ABCD) 4. Pengukuran status gizi balita, bumil, manula 5. Pendokumentasian hasil NA 6. Data apa yang digunakan ahli gizi untuk menentukan status gizi
7. Hasil skill lab

PEMBAHASAN PI
1. TUJUAN NA Tujuan dari nutritional assessment adalah dalam gizi klinik maupun komunitas untuk mengetahui hubungan antara kesehatan, asupan gizi, dan penyakit kronis, sebagai acuan dalam memonitor dan mengembangkan status gizi individu maupun masyarakat, mengidentifikasi resiko gizi buruk, dan memonitor intervensi gizi. 2. CARA PENGUKURAN NA (ABCD) Metode Antropometri pada Balita, Bumil, dan Lansia Antropometri berasal dari kata antropos (tubuh) dan metros (ukuran). Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh. Antropometri adalah pengukuran ukuran tubuh, berat, dan proporsi fisik (Lee and Nieman, 1996). Antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi (Jeliffe, 1989). Gangguan ketidakseimbangan antara asupan protein dan energi biasanya terlihat dari pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh, seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh. Keunggulan antropometri adalah prosedurnya sederhana, aman, dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar; relatif tidak membutuhkan tenaga ahli; alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan, dan dibuat di daerah setempat; metodenya tepat dan akurat; dapat mendeteksi, mengidentifikasi, mengevaluasi status gizi (I Dewa Nyoman Supariasa, 2002). Kelemahan antrpometri

adalah tidak sensitif, faktor di luar gizi dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri, dan adanya kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran. a. Berat BadanTujuan: 1) Untuk mengetahui status gizi dan tumbuh kembang pada balita terutama laju pertumbuhan fisik/klinis saat ini 2) Untuk mengetahui status gizi dan status hidrasi pada bumil dan lansia b. Alat dan Prosedur Pengukuran • Dacin atau Hanging Scale, digunakan pada balita yang belum bisa berdiri tegak 1) 2) 3) 4) Gantungkan dacin pada dahan pohon, palang rumah, atau penyangga Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat. Tarik batang dacin Sebelum dipakai letakkan bandul geser pada angka 0 (nol). Batang Pasanglah celana timbang, kotak timbang, atau sarung timbang yang kaki tiga. ke bawah kuat-kuat. dacin dikaitkan dengan tali pengaman. kosong pada dacin. Dan bandul geser harus ada pada angka 0 (nol). (jarum menunjukkan skala nol setelah ditambah kain sarung atau keranjang) 5) Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang, sarung timbang, atau kotak timbangan dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantong plastic dan diletakkan pada ujung tangkai dacin. 6) 7) 8) Anak balita ditimbang, dan seimbangkan dacin. Tentukan berat badan anak balita tersebut dengan membaca angka di Catat hasil pertimbangan di atas pada secarik kertas, apabila bandul

ujung bandul geser. geser terletak anatara dua garis skala timbang maka perhitungan dibulatkan ke bawah pada skala 100 gram terdekat. 9) 10) Geserlah bandul geser ke angka 0 (nol), letakkan batang dacin dalam Jika sudah menimbang 50 anak, maka dacin harus dicek kembali tali pengaman, setelah itu bayi atau anak balita dapat diturunkan. termasuk pengecekan dengan batu timbangan 1 kg atau 100 gram. • Timbangan Injak Pegas o Manual, digunakan apabila balita bisa diam dan berdiri tegak, bumil, dan lansia 1) Pengukuran berat badan pada orang dewasa sebaiknya dilakukan setelah buang air kecil dan saat perut kosong. Timbangan sebaiknya

diletakkan di tempat yang keras dan datar dan diperiksa bahwa timbangan menunjukkan angka nol saat akan menimbang dan harus dikalibrasi apabila timbangan berpindah ke tempat lain. 2) Responden naik keatas alat timbang dengan posisi tubuh tegak dan depan. Pengukuran dilakukan jika jarum penunjuk pandangan lurus ke 3)

sudah tidak bergerak lagi Petugas 1 membaca hasil pengukuran dengan mata sejajar dengan jarum dan petugas 2 mencatat hasil pengukuran dan mempersilahkan responden turun dari alat timbang. 4) samping Apabila balita tidak bisa diam dilakukan penimbangan balita bersama ibunya dengan timbangan digital (Gibson, 2005) 1) 2) 3) 4) 5) Mintalah kepada ibu untuk membuka topi/tutup kepala, jaket, sepatu, Siapkan buku catatan untuk mencatat hasil penimbangan ibu dan Pastikan layar penunjuk angka berada pada posisi 0,00. Timbang ibu dari anak yang akan ditimbang dengan meminta ibu naik Perhatikan posisi kaki ibu tepat di tengah alat timbang, sikap tenang kaos kaki atau asesoris yang digunakan anak maupun ibu. penimbangan ibu dan anak. Pastikan responden tidak bergerak-gerak dan kedua tangan di

ke alat timbang. (jangan bergerak-gerak) dan kepala tidak menunduk (pandangan lurus kedepan). 6) 7) 8) 9) 10) 11) Angka di kaca jendela alat timbang akan muncul, dan tunggu sampai Catat angka yang terakhir. Minta Responden turun dari alat timbang. Timbang ibu dan anak (digendong) bersama-sama. Catat angka yang terakhir. Berat badan anak adalah selisih antara berat badan ibu bersama anak angka tidak berubah (statis).

dikurangi berat badan ibu. Pembulatan berat badan anak dilakukan setelah pengurangan berat badan ibu bersama anak dikurangi berat badan ibu. o Digital, digunakan apabila balita bisa diam dan berdiri tegak, bumil, dan lansia 1) Aktifkan alat timbang dengan cara menekan TOMBOL sebelah kanan (warna BIRU). Mula-mula akan muncul angka 8,88, dan tunggu sampai muncul angka 0,00. Bila muncul bulatan (O) pada ujung kiri kaca display, berarti timbangan siap digunakan.

5 kg.59 dibulatkan menjadi 0.0. lakukan pengukuran yang ke-3. Angka hasil penimbangan dibulatkan menjadi satu digit misal 0. tenang (JANGAN BERGERAK-GERAK) dan kepala tidak menunduk (memandang lurus kedepan) 4) 5) Angka di kaca jendela alat timbang akan muncul.55 .5 kg maka dihitung rata-rata dari kedua penimbangan c. d. jika perbedaannya <0. Kelebihan 1) Mudah dalam pengukurannya 2) Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang 3) Tidak memerlukan tenaga ahli 4) Relative mudah dilakukan 5) Punya ambang batas untuk membantu analisis.54 dibulatkan menjadi 0. dan tunggu sampai Catat angka yang terakhir (ditandai dengan munculnya tanda bulatan angka tidak berubah (STATIS) O diujung kiri atas kaca display).5 dan 0. 2007) Disarankan dilakukan pengulangan penimbangan.0. bila hasil pengukuran 1 dan 2 berbeda >0. Tinggi Badan . Kekurangan 1) Kurang sensitive 2) Dipengaruhi oleh faktor di luar gizi (pasien menderita suatu penyakit.2) 3) Responden diminta naik ke alat timbang dengan posisi kaki tepat di Perhatikan posisi kaki responden tepat di tengah alat timbang. sikap tengah alat timbang tetapi tidak menutupi jendela baca .51 .6 6) Minta Responden turun dari alat timbang (Pedoman Pengukuran Dan Pemeriksaan. keadaan genetic pasien) 3) Rentan terjadi kesalahan yang bisa disebabkan oleh petugas pengukur 4) Pasien yang tidak mendukung pengukuran (misal pada balita yang susah diam) 5) Kesalahan pada alat yang digunakan 6) Kesalahan ini akan mempengaruhi presisi dan akurasi dari hasil pengukuran tersebut. 2.

tersebut dan menempel pada dinding. 3) Tarik papan penggeser tegak lurus keatas. tumit. digunakan apabila balita belum bisa berdiri tegak 1) 2) 3) Pastikan length board berfungsi dengan benar Responden berbaring pastikan posisinya benar (titik kepala menyentuh papan. 4) 5) 6) Untuk menghindari terjadi perubahan posisi pita. bahau menempel. dan kepala bagian belakang harus menempel pada dinding dan muka menghadap lurus dengan pandangan ke depan. beri lagi perekat Lepaskan sepatu atau sandal Anak harus berdiri tegak seperti sikap siap sempurna dalam baris pada posisi sekitar 10 cm dari bagian atas microtoise. telapak kaki menempel tegak lurus dengan dinding) 4) dengan Usahakan pengukuran dilakukan pengasuh dan satu orang pengasuh berfungsi pengukur). Dinding jangan ada lekukan atau tonjolan (rata). kaki lurus. 7) 8) Turunkan mikrotoa sampai rapat pada kepala bagian atas siku-siku Baca angka pada skala yang nampak pada lubang dalam gulungan harus lurus menempel pada dinding. sejajar dengan benang berbandul yang tergantung dan tarik sampai angka pada jendela baca menunjukkan angka 0 (NOL). pantat menempel. bumil. dan lansia yang masih bisa berdiri tegak 1) 2) Gantungkan bandul benang untuk membantu memasang microtoise di Letakan alat pengukur di lantai yang DATAR tidak jauh dari bandul dinding agar tegak lurus.2001:44) • Papan Panjang Badan. digunakan pada balita yang bisa berdiri tegak. memastikan reponden berada pada posisi . punggung. (Supriasa. Kemudian dipaku atau direkat dengan lakban pada bagian atas microtoise. berbaris. mikrotoa. betis menempel lurus.a. pantat. tumit tegak lurus dengan telapak kaki. Alat dan Prosedur Pengukuran • Microtoise atau Meteran dengan Segitiga Siku-Siku.

maka harus dikonversikan dengan cara hasil pengukuran PB dikurangi 5 mm dengan telapak tangan ke arah perut menggunakan pita LLA / meteran dan beri tanda dengan pulpen / spidol. Tujuan LLA mencerminkan cadangan energi. Kekurangan Dengan menggunakan microtoise dengan keadaan berdiri juga dipengaruhi oleh faktor gravitasi. sedangkan pengukur membaca pada skala ukur 5) b. MB.yang benar selama pengukuran. keadaan jaringan otot. dan resiko BBLR pada bumil b. dan waktu pengukuran karena pengukuran pada waktu pagi hari tidak sama dengan sore hari. Ada 7 urutan pengukuran LLA. pengukuran LLA dilakukan melalui urut-urutan yang telah ditetapkan. Kelebihan 1) Alatnya mudah digunakan 2) Tidak memerlukan ahli khusus dalam penggunaanya. Alat dan Prosedur Pengukuran  Pita LLA atau Meteran Berdasarkan Arisman. faktor genetik sehingga acuan yang digunakan setiap orang tidak bisa disamakan. 3. (2003). dan lapisan lemak bawah kulit. c. KEK pada WUS (15 – 45 tahun). sehingga dapat mencerminkan status KEP pada balita. . Kelebihan Lingkarkan pita LLA sesuai tanda pulpen disekeliling lengan Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LLA Pita ditarik dengan perlahan. tidak Baju pada lengan kiri disingsingkan keatas sampai pangkal bahu Menentukan posisi pangkal bahu (os olecranon ) Menentukan posisi ujung siku (os acromion) dengan cara siku dilipat Mentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan memegang apapun serta otot lengan tidak tegang terlihat atau lengan bagian atas tidak tertutup Untuk mendapatkan hasil TB dari pengukuran PB. Bila menggunakan pita LLA perhatikan titik nol-nya 6) 7) 8) 9) c. jangan terlalu ketat atau longgar Baca angka yang ditunjukkan oleh tanda panah pada pita LLA responden sesuai tanda. Lingkar Lengan Atas a. yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) Responden diminta berdiri dengan tegak tetapi rileks.

perbedaan MUAC di setiap jenis etnik (ras) sudah tidak cukup dipelajari untuk menentukan apakah satu cut off points dapat digunakan untuk semua jenis etnik. dan mudah dibawa Tinggi badan tidak cepat naik. dan dapat digunakan orang yang buta aksara dengan memberi kode warna untuk menentukan tingkat keadaan gizi d. TB/U. dapat dibuat sendiri. Rekomendasi indikator untuk balita adalah BB/U.Mudah. • Ketepatan umur sulit didapat . murah. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari beberapa indeks antropometri: Tabel 1.1 Kelebihan dan Kekurangan Indeks Antropometri Indeks BB/U Kebaikan Kelemahan • Baik untuk mengukur status gizi akut Umur sering sulit ditaksir secara tepat atau kronis • Berat badan dapat berfluktuasi • Sangat sensitive terhadap perubahanperubahan kecil • Dapat mendeteksi kegemukan (over TB/U weight) • Baik untuk menilai status gizi • masa lampau • Ukuran panjang dapat dibuat • sendiri. Indeks antropometri merupakan rasio dari suatu pengukuran terhadap satu atau lebih pengukuran atau yang dihubungkan dengan umur. sensitif hanya untuk usia prasekolah. Kekurangan Kesalahan pengukuran relatif lebih besar daripada tinggi badan. dan skinfold. IMT. BB/TB. hanya dapat mengidentifikasikan anak dengan KEP berat. Pada bumil adalah LLA. sederhana. sulit menemukan ambang batas dan sulit untuk melihat pertumbuhan anak 2 . bahkan tidak mungkin turun Pengukuran dilakukan karena relative anak sulit harus berdiri tegak. murah.5 tahun Indeks Antropometri Indeks antropometri adalah pengukuran dari beberapa parameter. sangat ringan. dan lingkar kepala. Penginterprestasian indeks antropometri ditentukan oleh amabang batas. cepat. baku LLA yang sekarang digunakan belum mendapat pengujian yang memadai untuk digunakan di Indonesia. indikator yang baik menilai KEP / KEK berat. sehingga diperlukan dua orang untuk melakukannya. Sedangkan. pada lansia disarankan menggunakan skinfold. IMT sebelum hamil.

Menyatakan keadaan pendek BB atau kurus. Proses (penambahan Keterangan Menyatakan malnutrisi kronis relative terhadap dan kesehatan yang buruk. BB/U tinggi BB/TB tinggi Overweight kehilangan BB Menyatakan kelebihan BB relative umur. merefleksikan BB/U rendah Underweight Menyatakan penambahan relative terhadap umur. efek dari jangka waktu yang pendek. . Menyatakan kehilangan BB (penambahan badan relative saat ini. sangat ringan.BB/TB • • Tidak memerlukan data umur Dapat membedakan proporsi badan (gemuk. Misalnya ketersdiaan makanan musiman. normal.2 Istilah Umum untuk TB dan BB Berdasarkan Indeks Antropometri Indikator antropometri TB/U rendah Istilah umum Stunted Pendek TB BB/TB rendah Wasted umur). Menyatakan obesitas atau terhadap overweight. penyakit yang umum. dan dapat dibuat sendiri Alat dapat diberi kode warna untuk menentukan tingkat keadaan gizi sehingga dapat digunakan oleh orang yang tidak dapat membaca dan • mengindetifikasikan anak dengan Sulit untuk melihat pertumbuhan anak terutama anak usia 2-5 tahun yang perubahannya tidak tampak nyata menulis (Sri Hartini. Kurus berat terhadap kehilangan BB). dan kurus) • • lama • Membutuhkan dua macam alat ukur Pengukuran relative lebih Membutuhkan 2 orang untuk melakukannya Hanya KEP berat dapat LLA/U • • • Indicator yang baik untuk melihat • KEP berat Alat ukur yang murah. kronis dan akut undernutrition. tepat untuk memeriksa umur. 1983) Tabel 1.

2) Repeated 24 H recalls Metode ini dapat digunakan untuk mengkaji asupan nutrisi yang biasa dilakukan oleh suatu individu. dan Lansia Dietary assessment adalah pengukuran kuantitas maupun kualitas konsumsi makanan secara individual maupun kelompok selama satu atau beberapa hari. Jika metode dapat dilakukan di tingkat sub sample jika tidak memungkinkan untuk diaplikasikan pada semua responden. 1. Informasi itu nanti juga dapat dipergunakan untuk menghitung asupan rata-rata dari suatu kelompok. 1) Single 24 H recalls Single 24 hours recall berarti recall makanan yang dikonsumsi selama 24 jam terakhir dilakukan sebanyak 1 kali. dimaksudkan untuk mengetahui kebiasaan makan dan gambaran tingkat kecukupan bahan makanan dan zat gizi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi makanan tersebut. 24 hours recall bertujuan untuk mendapatkan informasi dan mengkaji asupan makanan aktual secara teliti dari seorang responden dalam 24 jam sebelumnya atau hari-hari terdahulu.Metode Dietary pada Bumil. Metode ini tidak cukup bila digunakan untuk mendiskripsikan asupan makanan dan nutrisi dari suatu individu. Balita. Single 24 hours recall biasanya digunakan dalam studi lapangan berskala besar untuk mendapatkan rata-rata asupan dari grup populasi. Sehubungan dengan hal di atas. Data asupan nutrisi yang didapatkan dijadikan acuan untuk membentuk dasar program penyuluhan gizi berikutnya. Penggunaan metode ini dalam suatu sub grup populasi ternyata mampu memperkirakan prevalensi ketidakcukupan asupan nutrisi dalam sub grup tersebut. 24 Hours Recall (Metode Kuantitatif) a. . yaitu. Jika dalam suatu studi dibutuhkan data tentang habitual intake dari suatu individu. maka metode 24 hours recall secara berulang (repeated 24 hours recall) harus digunakan. dengan kata lain ada dua jenis 24 hours recall. Prinsip dan Kegunaan Prinsip dari metode 24 hours recall adalah mencatat jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu. karena kurang representatif untuk menggambarkan kebiasaan makanan individu. Single 24 H recalls dan repeated 24 hours recall.

dapat digunakan pada responden buta huruf dapat menggambarkan asupan 1 hari atau lebih Kelemahan flat slope syndrome (responden bisa menaikkan maupun menurunkan data diluar rumah . b. 24 hours recalls pada prinsipnya dapat diulang di beberapa waktu dalam 1 tahun untuk memperkirakan rata-rata asupan makanan individu dalam periode jangka panjang.. setelah sembahyang. standar intake untuk menunjukkan pola makan yang lebih baik) • • • butuh ingatan yang kuat jika dilakukan 1 kali kurang representative rentan kesalahan dalam penentuan porsi Tabel 1. Petugas melakukan konversi dari URT ke ukuran berat (gram) Petugas menentukan intake rata-rata Dari perolehan berat makanan yang dikonsumsi. Dalam membantu responden mengingat apa yang dimakan. 1) Prosedur Petugas atau pewawancara menyakan kembali dan mencatat semua makanan dan minuman yang dikonsumsi responden dalam ukuran rumah tangga selama kurun waktu 24 jam yang lalu.3 Contoh Form Food Recall 24 Hours . • • • • d. • Makanan kecil atau jajan juga dimakan termasuk makanan yang dimakan Konsumsi multivitamin dan mineral juga dicatat. 2) 3) 4) 5) 6) c. pulang dari sekolah atau bekerja.Aplikasi 24 hours recalls terutama secara berulang. maka dibandingkan dengan Kelebihan mudah melaksanakan dan tidak membebani responden biaya murah. tidak memerlukan perlakuan khusus cepat. siang dsb. memerlukan hari yang tidak berurutan. perlu diberi penjelasan waktu kegiatannya seperti waktu baru bangun. Metode ini juga dapat diaplikasikan pada anak-anak dalam batasan umur ≥ 8 tahun dan sebagian besar orang dewasa kecuali orangorang dengan daya ingat yang buruk.

tidak membutuhkan latihan khusus. c. • • • • Kelebihan relatif murah dan sederhana. bulan. Food Frequency Questionaire (FFQ) a. dapat dilakukan sendiri oleh responden. minggu. • • • • d. Prinsip dan Kegunaan Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang frekuensi konsumsi sejumlah bahan makanan atau makanan jadi selama periode tertentu (hari. 2) Lakukan rekapitulasi tentang frekuensi penggunaan jenis-jenis bahan makanan terutama bahan makanan yang merupakan sumber zat gizi tertentu selama periode tertentu pula. Prosedur pada kuestionairre mengenai frekuensi penggunaannya dan ukuran porsinya. sulit mengembangkan kuesioner pengumpulan data. (I Dewa Nyoman Supariasa. dan dapat membantu untuk menjelaskan hubungan antara penyakit dan Kekurangan tidak dapat menghitung intake zat gizi sehari. dan responden harus jujur Tabel 1. Selain itu kita juga bisa mendapatkan tingkat konsumsi bahan makanan secara kualitatif. atau tahun). cukup menjemukan bagi pewawancara.Bahan Makanan Waktu Makan Nama Masakan Jenis Banyaknya URT gram 2. 2002) b.4 Contoh Formulir Metode Frekuensi Makanan 1) Responden diminta untuk memberi tanda pada daftar makanan yang tersedia kebiasaan makan .

Nama Bahan Makanan >1x/hr 1. b. c. Daging sapi c. Makanan Pokok a.. 6. c. c. Tempe b. Telur b. Tahu c. Buah-Buahan a. b. Lain-Lain a. 2. 1x/hr Frekuensi Konsumsi 4-6x/mgg 1-3x/mgg 1x/bl 1x/th Keterangan . Lauk Nabati a. c. Dan sebagainya 4. Lauk Hewani a. b. 5. Sayur-Sayuran a. b.No Responden: .. Dan sebagainya 3.

a. Anemia disebabkan oleh adanya gangguan produksi sel darah merah atau kenaikan hilangnya sel darah merah melalui pendarahan kronik. atau keduanya. Table 12-1. atau besar dan secara klinis digunakan untuk mengklasifikasikan jenis anemia. Mean Corpuscular Volume (MCV) adalah volume dari 1 sel darah merah yang dinyatakan dengan satuan kubik mikron. tetapi bervariasi untuk nilai MCV. MCHC.Metode Biokimia SEL DARAH MERAH Sel darah merah dideskripsikan secara klinis berdasarkan atas ukurannya dan kandungan hemoglobin yang terdapat didalam sel. dan RDW. abnormalitas dari kadar hemoglobin di dalam sel darah merah. Akhiran cystic mencerminkan ukuran sedangkan akhiran chromic mencerminkan konsentrasi hemoglobin di dalam sel. Macrocytic : ukuran sel terlalu besar (MCV : > 85 fl / red cell) d. Normocytic : ukuran sel normal (MCV : 77 – 85 fl / red cell) b. Normocromic : sel dengan densitas hemoglobin normal f. Hypercromik : sel dengan densitas hemoglobin tinggi ANEMIA Anemia adalah suatu kondisi berkurangnya jumlah sel darah merah yang tersirkulasi . Microcytic : ukuran sel terlalu kecil (MCV : < 77 fl / red cell) c. Common Anemias Common type of Anemia Causes Normocytic Acute hemorrhage Sickle cell anemia Malaria Aplastic anemia Thalassemia Anemia of chronic disease Microcytic Iron-deficiency Slow chronic hemorrhage Anemia of pregnancy Laboratory Findings ↓ Hct ↓Hemoglobin No change MCV No change MCHC Normal iron Normal ferritin ↓ Hct ↓ Hemoglobin ↓ Iron status (except sideroblastic) ↓ferritin ↓ MCV ↓ or no change MCHC ↓Hct ↓Hemoglobin ↓ MCV Megaloblastic anemia Folic acid deficiency Vitamin B deficiency . MCV adalah index yang paling sering digunakan untuk mengidentifikasi apakah ukuran sel normal. kecil. Semua anemia menyebabkan berkurangnya nilai hematokrit dan hemoglobin. Hypocromic sel dengan densitas atau konsentrasi hemoglobin rendah (warna sel pucat) e.

2 x 10 6 µL 13. CUT OFF DAN INTERPRETASI NA Pembahasan : 3.9 ≥ 30 IMT (Sumber: Anurad . 2008 Handbook of Pathofisiologi Third Edition) 3.Normal MCHC (Corwin .2003) b) Biokimia Nilai Cut off Biokimia Dewasa Data Laboratorium RBC Hb HCT Laki-laki 4. Pada orang dewasa a) Anthropometry IMT untuk Orang Dewasa Tabel IMT untuk Orang Asia Kategori Underweight Normal range Overweight at risk Obese 1 Obese 2 < 18.9 23-24.4 x 106 µL 12-16 g/dL 38-47% .5-18 g/dL 40-54% Nilai Normal Perempuan 4. cut off dan interpretasi Antropometri : a. Elisabeth J.5-22.Erdembileg et al.9 25-29.5 18.6-6.2-5.

3 – 1.4 mg/dL 135 – 148 mEq/L 3.3 mEq/L 98 – 106 mEq/L (Sumber: Sacher.1 – 0. Ronald A et al.5 – 5.3o C b. Pada Balita .MCV MCH MCHC 2 jam PP Ureum Kreatinin Trigliserida Chol HDL SGOT SGPT Alk phospat Bilirubin tot Bilirubin direk Na K Cl 80-98 fL 26-32 pg 32-36% 81-99 fL 26-32 pg 32-36% < 200 mg/dL 10 -50 mg/dL 0.7 – 1. 2009) Data Fisik Klinis Tekanan Darah Nadi Suhu Tubuh Nilai Normal <130/85 mm Hg 60-100 x/min 35.5 mg/dL 120 -190 mg/dL > 40 mg/dL 11 – 41 U/l 10 -41 U/l 15 – 69 U/L 0.1 mg/dL 0.8o – 37. 2004) c) Klinik Cut Off Data Fisik Klinis Dewasa (Pocket ADA.

2008) Cut off poin penilaian status gizi pada balita: • Berdasarkan z-score NCHS (National Centre for Health Statistics. 16. dengan klasifikasi seperti di bawah ini (z-score) 100Indek Status Gizi Gizi Lebih BB/U Gizi Baik Gizi Kurang Gizi Buruk Normal Pendek (Stunted) Gemuk Normal Keterangan ≥ 2 SD -2 sampai + 2 SD <> < -3 SD -2 sampai + 2 SD < -2 SD ≥ 2 SD -2 sampai +2 SD TB/U BB/TB . USA).a) Anthropometry Metode Analisa data pada pengukuran status gizi Balita dapat dilakukan menggunakan Age-Spesific Growth Chart berdasarkan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Age Chart W/A 0-36 bulan Lenght for age W/L Head Circumference for age 2-5 tahun Weight for stature (optional) W/A 2-20 tahun Stature for Age BMI for age (ADA Pocket Guide to pediatric nutrition assessment.

81-90% 71-80% <70% • berdasarkan SD dan perhitungannya SD disebut juga Z-skor. 71-80% 61-70% <60% Berdasarkan H/A Baik Sedang Kurang Buruk > 90%. 81-90% 71-80% <70% > 80%. WHO menyarankan menggunakan cara ini untuk meneliti dan untuk memantau pertumbuhan: .Kurus (Wasted) Sangat kurus < -2 sampai –3 SD < -3 SD • berdasarkan persen median Berdasarkan W/A Baik Sedang Kurang Buruk Berdasarkan W/H Baik Sedang Kurang Buruk > 90%.

TB/U.4 Hubungan Antara Klasifikasi ’Rendah’.57 = -3 WA = (11.7 dan H/A adalah 80.7 – 10.91. Dan BB/U Berdasarkan SD dari NCHS Reference Data (WHO.7 – 12.5.4 Dapat diketahui bahwa H/A diperoleh hasil -3 berarti anak tersebut sangat kurus.2 berarti anak tersebut normal.3) / 1 = 1.5 .9) / 1 = -1. W/A diperoleh hasil -1. ’Normal’. Dapat disimpulkan bahwa anak tersebut tergolong severe underweigt Tabel 1.1 SD unit (1 Z-skor) ± sama dengan 11% dari median BB/U 1 SD unit (1 Z-skor) kira-kira 10% dari median BB/TB 1 SD unit (1 Z-skor) kira-kira 5% dari median TB/U Rumus perhitungan Z-skor: Z-skor = Nilai Individu Subjek – Nilai Median Baku Rujukan Nilai Simpang Baku Rujukan Contoh: Seorang anak berusia 2 tahun 7 bulan diketahui: Nilai observer value W/H adalah 11.1983) (Gibson. dan W/H 1. HA = (80. 2005) .2 WH = (11. dan ’Tinggi’ Untuk Indeks BB/TB.4 berarti anak tersebut juga normal.4) / 3.

Keterangan : No. obese not necessarily Nutritional Status Currently underfed Currently underfed Currently underfed Short. normally nourished Normal Tall. short Obese Overfed. 16 17 14 11 9 7 Combination of Indices Low wt/ht + low wt/age + normal ht/age + low wt/age + high ht/age + normal wt/age + high ht/age Normal wt/ht + low wt/age + low ht/age + normal wt/age + normal ht/age + high wt/age + high ht/age High wt/ht 1 2 4 + normal wt/age + low ht/age + high wt/age + low ht/age + high wt/age + normal ht/age Currently overfed. normally nourished b) Biokimia Nilai Cut Off Biokimia Balita Data laboratorium Nilai normal .

5 juta/ml 13-16 g/dl (lk) 12-14 g/dl (pr) HCT MCV 40-48% Umumnya lebih tinggi dari orang dewasa MCH MCHC Umumnya lebih tinggi dari orang dewasa (Sumber: Sunita Almatsier.net) c) Klinik Cut Off Data Fisik Klinis Anak 1-3 Tahun (Nelson Textbook of Pediatric. 2006 dan www.5-5.WBC LY RBC Hb 5-10 ribu/ml 20-40% 4. 2007) Data Fisik Klinis Tekanan Darah Diastolic: 55-70 mm Hg Nadi Suhu Tubuh 60-100 x/min 35. Cut off dietary Tabel Cut Off Dietary Assessment Kategori Baik Sedang Prosentase ≥ 100% AKG 80 – 99 % AKG .dalesnursingplace.3o C Nilai Normal Sistolic: 90-105 mm Hg .8o – 37.

PENGUKURAN STATUS GIZI BALITA. A. Untuk pengukuran BB menggunakan dacin atau timbangan digital. bumil. BMI for age. Untuk bumil tetap menggunakan cara biasa.(+3SD) -2sd – (-3SD) +3SD . Rosalind S. Berat bayi yaitu berat total dengan anak dikurang BB ibu.antropometri = stunting – gizi buruk Range +2SD – (-2SD) (+2sd. 2001) 4. PB/U. dan lansia. Dengan dacin. Untuk anak-anak. dan BB total selama 9 bln.3SD . pengukuran bisa menggunakan papan yang disebut dengan recumbent length. sehingga harus diketahui BB sebelum dan penambahan BB. dan pandangan lurus ke depan. LANSIA Balita. jika dengan timbangan digital maka bayi bisa ditimbang dengan ibu. (Sumber : “Principles of Nutritional Assessment ”. Untuk BB bisa memasukkan rumus. bisa dikenakan ABCD. BUMIL. kalau tidak memungkinkan. BALITA Baku rujukan untuk Nutritional Assessment pada balita menggunakan WHO-antro dan CHC. Status gizi menggunakan BMI/age atau Z-score. kita menggunakan kantong. bisa memakai mikrotoa. Status Gizi gizi normal moderete lebih moderete kurang .Kurang Deficit 70 – 80 % AKG < 70% AKG (Sumber: Penilaian Status Gizi.5 karena ada gravitasi sehingga TB lebih pendek dari PB. Gibson). severe lebih severe kurang • secara keseluruhan status gizi buruk . Kalau PB. PB ada konversi : TB + 0. TB tidak memakai panjang badan karena bisa berdiri. Namun tetap harus mengingat 5 titik yang harus menempel pada saat pengukuran TB.

518. Sedangkan dari data klinis. Koreksi untuk penambahan berat badan trimester 2 dan 3  BMI underweight sebesar 0. ada 4: .8.49kg/minggu.5. BMI normal mengalami penambahan sebesar 0.4 Overweight >26-29 0.43 berdasarkan trimester. mual muntah .untuk mengetahui kebiasaan makan → dietary history.dietary= asupan kurang. BMI overweight 7-11. BUMIL : IMT sebelum hamil diperlukan untuk menentukan penambahan berat badan Status Gizi TM 2 dan 3 (kg/mg) Underweight <19. Selain digunakan knee height.untuk mengukur rata-rata pemenuhan intake suatu grup →24 H recall . Krausse) dari data biokimia yaitu Hb. Rumus yang digunakan  TB = 0.5-16. dietary history.untuk mengukur proporsi populasi yang terkena resiko .73 x (2 x ½ PRT) + 0. dan BMI obese 6.karena gejala DHF salah satunya adalah B.mengetahui ranking intake makanan suatu subjek→ multiple replicated 24 H recall. BMI normal 11.3 kg/minggu. semi kuantitatif FFQ LANSIA IMT normal.5 Normal 19. (Sumber : “Food Nutrition and Diet Therapy 11th edition”. dietary record .8-26 0.8 0.. tidak ada permasalahan sehingga status gizinya normal. BB tidak bisa digunakan untuk mengetahui status gizi bumil karena ada janin dan perubahan komposisi tubuh yaitu terjadi penambahan air Tujuan dietary history.3 Obese >29 Disesuaikan dg kondisi pasien (Sumber : “Panduan Studi Kasus Nutirtion in Life Cycle”) total penambahan berat badan selama kehamilan yaitu BMI underweight 12. untuk BMI overweight sebesar 0. dan untuk BMI obese penambahan disesuaikan dengan keadaan pasien.44kg/minggu. maka status gizi ibu normal.biokimia= anemia microcytic – tanda DHF adalah pendarahan . pengukuran tinggi badan bisa menggunakan armspan.

klinis. dan asupan makan. AY. Timbangan. pendokumentasian : . PES.02TL : TB (pr) = 84. laboratorium.17 x U) + 75 (Sumber : “Principles of Nutritional Assessment 2nd edition. dan MCV turun menunjukkan pasien mengalami anemia mikrositosis. Mikrotose Lansia : Panjang lutut.(sumber : Gizi dalam Daur Kehidupan. intervensi. Untuk gula darah 2 jam PP yang tinggi menunjukkan pasien menderita DM tipe 2.01 Perempuan = (1. HCT.83 TL – 0. (Sumber : “Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium”.19 – (0.9 x TL) – (0. Hb.8 x TL) + 59. Yang perlu didokumentasikan adalah identitas pasien. 2004 : TB (lk) = TL 64. Gibson) Hasil data lab. Fungsi utamanya adalah memberikan informasi kepada pasien. Rosalind S. 2009) : Pengukuran tinggi lutut untuk RAS kaukasian  Laki-laki = (2. serta asuhan gizi yang diberikan kepada pasien Prinsip Pendokumentasian Berdasarkan health information portability and accountability act (HIPAA).4usia) + 2.RBC. monev. SKM) Prosedur Pengukuran: Balita: Dacin. Sutedjo. Pada tabel tersebut terdapat catatan data dasar.24U (sumber : “Perhitungan Kebutuhan Gizi Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang”.88 + 1. timbangan. Alkali phosphat yang mengalami peningkatan tapi kurang dari 3kali peningkatan menunjukkan kemungkinan adanya kerusakan hati. panjang Badan Bumil: Timbangan. 5. hasil dari nutritional assessment meliputi data antropometri. PENDOKUMENTASIAN NA Pendokumentasian dapat menggunakan tabel PONR atau ADIME.

akurat. 2) Dokumentasi harus lengkap. 7) Pendapat pribadi dan komentar yang meragukan keprofesionalan health care team lain tidak dimasukkan. Orang lain tidak boleh menambahkan.1) Dokumentasi kesehatan adalag dokumen legal yang permanen. 11) Data isian yang terlambat harus diberi hari dan tanggal data dimasukkan. Tiap halaman harus diberi nama pasien dan nomor RS. 9) Semua isian harus ditandatangani. Contoh Pendokumentasian Data Hasil Nutritional Assessment pada Bumil TABEL PONR . keterangan tetap pasien. jelas. chapter 21. hari. maka pengisiannya harus dengan bolpoin warna hitam. 6) Akronim atau singkatan yang menimbulkan banyak penafsiran sebaiknya dihindari. objektif. Contoh tabel pendokumentasian : Assessment Data Dasar Sintesa Data Diagnosa Gizi P E S Intervensi Monev [ sumber : krause. 5) Tiap awal kalimat diawali huruf besar. 4) Isian dokumen harus urut dan konsisten. 10) Hanya dilakukan oleh satu orang. 3) Isian dokumen meliputi tanggal. 8) Dokumentasi harus selesai di saat atau waktu prosedur pelayanan kesehatan dilakukan. kalimat tidak perlu panjang. the NCP ] a.

Recall 3x24 Hasil rata 3 hari : a. Lemak = 59 gram (48%) d. buncis. Selama hamil pasien tidak mengalami sering morning baik sickness.7 g/dl 5. (3x/minggu). Hb 2. (3x/bulan). Nadi 4. Antropometri B. Protein gram (18%) c. WBC : 7. pepaya (setiap hari). Suhu D. Suhu D. Kesadaran : N 2. MCHC: 33.0103 /UL C. tempe dan tahu (2x/hari). Kebiasaan makan Pasien tidak memiliki alergi. Klinik 1. Karbohidrat = 134.7 gram (42%) e. Makanan yang dikonsumsi sebelum maupun selama hamil adalah nasi (3x/hari).Nama : Ny. Biokimia : 12. ikan daging bayam (2x/minggu). Tensi 3. Recall 3x24 terlampir 2. Biokimia 1. MCV : ↓ 3. Dietary 1. Klinik 1. Antropometri B. Dietary 1. wortel. MCH : 25.6 oC Diagnosa Usia : 28 tahun Monev Jenis Kelamin : Perempuan Diagnosa : Intervensi Terapi Terapi Diet Edukasi A. susu ibu hamil (setiap hari). Kesadaran : Composmentis 2. kentang (2x/minggu). MCV : 75. Energi = 1266. jeruk (4x/minggu). ayam (3x/minggu). MCHC: N 5. labu siam (2x/minggu).9 g/dl 1. MCH : ↓ 4.5 pg 4. Tensi 3. Nadi 4. WBC : N C.6 fl 3.9 gram = 57 perhitungan melalui nutrisurvey rata:N :N :N : 120/80 mmHg : 78x/menit : 36. Hb :N 2.4 kkal b. . Y Assessment Data Dasar Data Sintesa A. Fiber = 11.

b. Contoh Pendokumentasian Data Hasil Nutritional Assessment pada Balita .

makan / minum (+) Kesadaran dimungkinkan terkena penyakit DHF Biokimia .3 pg MCHC 34. nyeri perut (-).8 g/dl aan Biokimia W/A = .103/ul LY 2.F Usia : 3 tahun Jenis Kelamin : L/P TB/BB : 120 cm / 6 kg Assassment Data Dasar Data Sintesa Diagnosa Diagnosa : DHF Intervensi Terapi diet Terapi edukasi Monev Diagnosa Skrining gizi : Pemeriksaan antropometri :DHF antropometri Berdasarkan perhitungan WHO antro 2005 didapatkan : H/A = 6. gizi ini Mengalami kekurangan An.3 (sangat kurus) Bila dibandingkan dengan pertumbuhan normal sesuai umur. ini • - Pemeriksa Keadaan akut.02 (gizi buruk) BMI/ A = .F sangat kurus.98. proporsi BB dengan TB tidak normal.2% MCV 72. menunjukkan bahwa Anak F.6 fl MCH 25.6. 103/ul RBC 4.Nama : An.55 (normal) TB = 120 cm BB = 6 kg BBI = 14 kg • Pemerikas WBC 3.8. 106/ul Hb 12. karena Hal an fisi klinis umum : cukup.6 g/dl HCT 36.11.3.

Tinggi lutut. jika manula mengalami keadaan khusus (tidak bisa berdiri karena lumpuh atau penyakit penyertanya) bisa menggunkan panjang lutut atau panjang rentang tangan. b) c. Panjang rentang tangan. Dietary Assessment. Risio Lingkar Pinggang Panggul (WHR).) Balita: TB BB Lingkar kepala lingkar dada A) Dietary B) 24 jam Recall C) FFQ ( food frequency) BUmil: TB dan BB LiLa Lansia: 24 jam Recall FFQ ( food frequency) TB dan BB. Biceps dan Triceps Skinfold. Data Fisik/Klinis.1. DATA YANG DIGUNAKAN TUK MENENTUKAN STATUS GIZI a) Antropometri. Akan tetapi. Biokimia. Subscapular dan Suprailiac Skinfold. a) Diet (pola makannya) b) Berat Badan dan Tinggi Badan c) Lingkar Perut dan Lingkar lengan Biokimia Klinik Dietary . Tinggi Badan Panjang Badan. Mid-Upper Arm Circumference (MUAC).) d.

46 kg 20. SKILL LAB A.87 Aktivitas sedang Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : Udang Waktu & Menu .4 cm 59. Form 24H RECALL SKILL LAB KELOMPOK A 1) Form 24H-recall RIWAYAT GIZI 24 JAM Nama :Reny No.d) Indeks Massa Tubuh (IMT) 2.Reg : 001 Daerah Asal Malang Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : Apakah yang anda makan dalam 24 jam terakhir? Bahan Makanan Pagi Nasi putih ikan kembung goreng Oseng-oseng tempe kacang panjang Buah Kue basah Nasi Ayam goreng Sayur asem jus tomat nasi putih ikan kembung goreng tempe kedele murni kacang panjang mentah apel Selingan lemper Siang nasi putih daging ayam goreng kacang panjang mentah toge kacang kedele mentah krai / mentimun jeruk manis gula pasir 100 50 25 25 25 110 13 ¾ gls 1 ptg sdg ¼ gls ¼ gls ¼ gls 1 bh 1 sdm 100 1 bh 100 100 25 52 150 ¾ gls 2 ptg ½ ptg sdg ½ gls 1 buah Jumlah Berat (g) URT Gender L / P Agama Islam Umur Tinggi Badan BB 24 th 169.9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa Diagnosa : BB Ideal IMT 62.

7 g 200 Tanggal 1 gls : 25 Agustus 2010 .Reg : 001 Daerah Asal Malang Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : Gender L / P Agama Islam Umur Tinggi Badan BB 24 th 169.87 Aktivitas sedang Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : udang Waktu & Menu Bahan Makanan Malam Jumlah Berat (g) URT Steak ayam Buah daging ayam kentang buncis mentah jeruk manis Selingan 100 50 25 100 2 ptg sdg ½ ptg ¼ gls 1 bh sdg Susu Susu skim Dicatat Oleh : Indah A.9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa Diagnosa : BB Ideal IMT 62. Perhitungan energi berdasarkan 24H-recall : • • • • E = 2274 Kal P = 150.4 cm 59.46 kg 20.Selingan Bubur kacang hijau bubur kacang hijau 200 1 mangkok sdg RIWAYAT GIZI 24 JAM Nama :Reny No.2 g KH = 290.1 g L =59.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat asupan pasien setara dengan kebutuhannya.7 x 100% = 132% Karbohidrat 385.1/89 x 100% = 168.9)+ (1.4)-(4.9 g Persentase antara recall dengan kebutuhan: recall Protein Lemak 150.Perhitungan Energi berdasarkan kebutuhan: BMR= 655 + (9.6 x BB)+ (1.04 + 287.7xU) = 655 + (9.7/59.9/290. .7x169.3 = 2375 K P = 15% x 2375 K = 356 K = 89 g L = 20% x 2375 K = 475 K = 52.8 =1405 TEE = 1405 x 1.7 %.7 kebutuhan 89 59.7 g KH = 65% x 2375 K = 1543 K = 385.7xTB)-(4.98 – 112.2 x 100% = 89% 385. Namun untuk tingkat pemenuhan protein dan karbohidratnya berlebih.6% 52.7 LAMPIR LAM persentase 150.1 52.2 290.9 Apabila dibandingkan antara hasil recall dengan Perhitungan Energi berdasarkan kebutuhan. didapat total asupan energi sebesar 95.6x 59.7x 24) =655 + 575.2 x 1.

..87 Aktivitas sedang Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : Udang ..1 2...46 kg 20...8 2 2..... Daging sapi Ikan Daging Ayam Jumlah yang dikonsumsi sepanjang tahun kemarin* A B C D E F G Kelompok makanan Serealia dan Umbi v v v v v v v Kelompok makanan Pangan Hewani v v v v E = 5-6 kali seminggu F = sekali sehari G = 2-3 kali sehari Gender L / P Agama Islam Umur Tinggi Badan BB 24 th 169..Reg : 001 Daerah Asal Malang Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : *Keterangan Pengisian : A = Tidak pernah/ kurang dari sekali dalam sebulan B = 1-3 kali sebulan C = 1 kali seminggu D = 2-4 kali seminggu No.4 cm 59..2) Form Qualitative FFQ Form Qualitative FFQ Nama :Reny No.6 1... 1 1..3 Jenis pangan Beras giling Ubi jalar Jagung Kentang Singkong Mie instan Bihun ..1 1...5 1.7 1.4 1.3 1...9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa Diagnosa : BB Ideal IMT 62.2 1.2 2.

6 3.5 3..7 Tempe Tahu Kacang Hijau Kacang Kedelai Kacang Merah Kacang Tanah terkupas .......1 3.....11 3 3.2 3.5 2.7 2....6 2..4 cm 59.....4 3..........8 2.9 2...46 kg 20..87 Aktivitas sedang Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : Udang No... v v v v Hati Sapi Telur Ayam Telur Ayam Negeri Ikan Asin Ikan Teri Udang Bakso Daging ... Jenis pangan Jumlah yang dikonsumsi sepanjang tahun kemarin* A B C D E F G H I Kelompok makanan Pangan Hewani 2.Reg : 001 Daerah Asal Malang Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : Gender L / P Agama Islam Umur Tinggi Badan BB 24 th 169.3 3.. Kelompok makanan Pangan Nabati v v v v v v v v v ...9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa Diagnosa : BB Ideal IMT 62...4 2.Form Qualitative FFQ Nama :Reny No..10 2..

9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa Diagnosa : BB Ideal IMT 62..15 5 5.4 cm 59... Kelompok Makan Buah-buahan Mangga Apel v v .5 4....6 4.2 4..1 4..8 4.3 4.Form Qualitative FFQ Nama :Reny No. 4 4.......2 Bayam Jenis pangan Jumlah yang dikonsumsi sepanjang tahun kemarin* A B C D E F G H I Kelompok makanan Sayuran v v v v v v v v v v v v v v Umur Tinggi Badan BB BB Ideal IMT Daun Singkong Kangkung Ketimun Kol Sawi Selada Taoge Terong Kecipir Kacang panjang Kacang kapri Wortel Buncis Gender .10 4...12 4.14 Nama :Reny 4....Reg : 001 Daerah Asal Malang Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : Gender L / P Agama Islam Umur Tinggi Badan BB 24 th 169.9 4.7 4.46 kg 20.11 4..4 4..13 4.1 5.87 Aktivitas sedang Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : Udang No.

Minyak goreng v Form Qualitative FFQ Nama :Reny No.6 5..12 5.9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa BB Ideal IMT 62...13 5.4 cm 59.11 5.9 kg Pendidikan Pekerjaan TK SD SMP SMA PT Mahasiswa Diagnosa : 62.17 5..3 5....Reg : 001 Daerah Asal Malang Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : L / P Agama Islam 24 th 169.4 cm 59.46 kg 20.....87 Aktivitas sedang Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : Udang No.4 5.5 5...9 5.No.14 5.87 Aktivitas sedang .8 5..Reg : 001 Daerah Asal Malang Gender L / P Agama Islam Umur Tinggi Badan BB 24 th 169.15 5....16 5.10 5.. Jenis pangan Jumlah yang dikonsumsi sepanjang tahun kemarin* A v v v v v v v v v v v v v v v Kelompok Makan Lemak dan Minyak B C D E F G H I Kelompok Makan Buah-buahan 5..7 5.1 Avokad Anggur Belimbing Jambu biji Durian Jeruk manis Nanas Nangka Pepaya Melon Pisang Rambutan Salak Kelengkeng Semangka .18 6 6..46 kg 20....

. sementara untuk kacang – kacangan sangat jarang dikonsumsi (<1x/bulan).4 7... lalu telur dan ikan (2 – 4x/minggu). Untuk konsumsi susu....2 7..8 6.. Lauk hewani yang paling sering digunakan adalah daging ayam (sekali sehari). Konsumsi tempe ataupun tahu adalah 5 – 6x/minggu. 6.. Namun tidak ada pantangan khusus maupun alergi yang diderita.. pisang dan pepaya (1x/minggu).....5 6.. paling sering dimakan yaitu jeruk.5 7.. Sirup dan Susu v v v v v v v v Interpretasi hasil FFQ mengenai keiasaan makan : Pasien makan 3x sehari dengan selalu menggunakan nasi.............. kangkung.10 7 7. pasien selalu meminumnya 1x/hari...7 6. wortel dan kacang panjang sebanyak 2 – 4x/minggu..2 6.1 7. .6 7..9 6.3 6..7 7....6 6. Untuk buah.. ..4 6. Kebiasaan makan pasien yaitu sering mengkonsumsi makanan yang digoreng maupun yang terdapat campuran margarin di dalamnya.. Pasien sering mengkonsumsi sayuran bayam..3 7.Dokter yang mengirim : Diet : Hasil Lab Penting : Diet sebelumnya : Keterangan lain : Diagnosa : Pengobatan : KETERANGAN TENTANG MAKANAN Alergi terhadap makanan/pantangan/suka/tidak suka : Udang No..8 Jenis pangan Margarin Minyak ikan Santan Kulit ayam Kuning telur Bebek Sosis . Gula Sirup Madu Susu skim Susu sapi Susu kental tak manis Susu kedelai Yoghurt Jumlah yang dikonsumsi sepanjang tahun kemarin* A B C D E F G H I Kelompok Makan Lemak dan Minyak v v v v v v v Kelompok Makan Gula.

.

9/290.9/(1. Data Dietary recall 2274 Kal 150.7 9 132% Apabila dibandingkan antara hasil recall dengan Perhitungan Energi berdasarkan kebutuhan. LILA = 25. buah.87 menunjukkan status gizi normal Persentase antara recall dengan kebutuhan: reca keb persentase ll 150.7 59.1/89 x 100% = P 89 1 168.9 kg = 20.7/59. wortel dan kacang panjang .2 x 100% = L 52. Namun untuk tingkat pemenuhan protein dan karbohidratnya berlebih.9 g Berdasarkan 24h recall: Energi Protein Lemak Karbohidrat Hasil FFQ : Kebiasaan makan: Pasien makan 3x sehari dengan menggunakan nasi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat asupan pasien setara dengan kebutuhannya.7 %.7 g 385. kangkung. 385.Nama : Nn.6% 52. tidak ada pantangan khusus maupun alergi yang diderita. 150. paling sering dimakan yaitu jeruk. pisang dan pepaya (1x/minggu).7 x 100% = Kh 290. Reny Assessment Data Dasar TABEL PONR Usia : Diagnosa : Data Sintesa IMT = 59. Untuk konsumsi susu.69)2 24 tahun LAMPIRAN Jenis Kelamin : L / P Diagnosa Intervensi Terapi Terapi diet edukasi Monev LAMPIRAN 1. pasien selalu meminumnya 1x/hari.4 cm = 59. sayuran sering dikonsumsi bayam. didapat total asupan energi sebesar 95.6 cm 2. . lalu telur dan ikan(2 – 4x/minggu).2 89% 385. Lauk daging ayam (sekali sehari). Konsumsi tempe ataupun tahu adalah 5 – 6x/minggu. TB BB Data Antropometri = 169.1 g 52.

5 %AKG Protein = 52.8/55x100% = 96%AKG Pasien 2 Nama: Ny.SKILL LAB KELOMPOK B Pasien 1 Nama: Nn.55: 1900 x 100% = 70.6 79.55 63.5 48 Jumlah 2683. Wara Hari 1 Energi Protein 1293. Sandra Umur: 30 tahun .55 Bila dibandingkan dengan AKG: E: 1900 P: 50 Energi Protein : 1341.1 % AKG  deficit energi  protein baik Interpretasi Perhitungan FFQ Energy = konsumsi energy sehari/kecukupanx100% =1176.1 Hari 2 1389. wara Umur: 20 tahun Alamat: Jalan melati 12 Diagnose: TB/BB: 157 cm/51 kg Interpretasi Recall Sdr.7/2200x100% = 53.1 127.1 Rata2 1341.55: 50 x 100% = 127.61 % AKG : 63.

Sandra Hari 1 Energi Protein 1582.8 % AKG  energi sedang  protein baik Interpretasi Perhitungan FFQ Energi = ( konsumsi sehari/kebutuhan ) x 100 % = ( 2816. 117 Diagnose: TB/BB: 160 cm/48 kg Interpretasi Recall Ny.Alamat: Jl.4 Bila dibandingkan dengan AKG: E: 1900 P: 50 Energi Protein : 1678.9: 1900 x 100% = 88. Bululawang No.5 60.4 % AKG : 66.8 Rata2 1678.4 % (baik) .25 % (baik) Protein = ( konsumsi sehari/kebutuhan ) x 100 % = ( 104.8 132.2/ 50 ) x 100% = 208.3 72.6 Jumlah 3357.2 Hari 2 1775.8/1900) x 100% = 148.4: 50 x 100% = 132.9 66.

Xsebulan Tidak pernah Ket umur : 75 tahun Nama bahan makanan Makanan pokok: 1. Daging ayam 2.SKILL LAB KELOMPOK C 1. Jeruk 4. Bayam 2. Ikan 4.X seminggu …. Daun singkong 8. Wortel 3. Pepaya 3. Tempe 6. Rambutan Minuman : 1. Susu . Kenikir 9. Turi 10. Mie 3. Buncis 4. Terong Buah : 1. Tahu 5. Daup pepaya 7.. Daging sapi 3. Roti Lauk Pauk: 1. Lainya… Sayuran : 1. Astutik : Jl.. Klojen …Xsehari 2 2 1 5 3 5 1 1 2 2 2 1 2 3 4 4 4 2-3 2 V 1 1 Waktu musim 1 Frekuensi …. Labu siam 5. Pisang 2. Nasi 2. Apel 5. Hasil wawancara FFQ dan 24 Hours Recall RESPONDEN 1 FORMULIR FOOD FREQUENT QUESIONER (FFQ) Nama Responden Alamat Responden : Ny. Kentang 6.

Soda V 5. Coklat 2 V 4. Jamu 1 Jajanan : 1. jagung Abon sapi Perkedel kentang Gula Kue pukis Nasi tim Ayam. Teh manis 1 3. wortel.00 Malam Pepes tongkol Tahu goreng TOTAL ENERGI Additional question ½ ekor 1 ptg 1. buncis. Gorengan 2 2. Astutik Waktu Alamat: Jalan Klojen JENIS Gula pasir Kue lapis Pisang susu Kue lemper Kue nagasari Nasi tim Bayam. Apakah anda mengonsumsi suplemen vitamin ato mineral? Tidak .2. Permen V 3. Tidak Bila ada sebutkan! FORMULIR 24 HOURS RECALL Nama : Ny.00 snack Siang 16. 25 Agustus 2010 BAHAN MAKANAN URT 2 sdm 2 ptg 1 bh 1bh 1 bh 10 sdm ½ mangkuk ½ mangkuk ½ mangkuk 2 sdm 1 bh 2 sdm 1 bh 10 sdm ½ mangkuk JUMLAH/GR 10 20 40 25 25 100 50 50 50 20 10 20 15 100 ENERGI kal Menu makanan Teh manis Kue lapis Pisang susu Kue lemper Kue nagasari Nasi tim Sayur bening bayam Abon sapi Perkedel kentang Teh manis Kue pukis Nasi tim Sayur sop Pagi 10. manisa. Kopi 1 4. kentang Tongkol Tahu Minyak Hari/tanggal : Rabu. Kue Apakah anda memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu ? Ya .

Kubis 11. Apel 5. Jeruk 4. Teh manis 3. Coklat 4. Bonita : Jl. Tidak . Kentang 6. Kangkung 10.Xsebulan Ket Tidak pernah Nama bahan makanan 2 2 Apakah anda memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu ? Ya . Labu siam 5. Wortel 3. Buncis 12. Buncis 4. Tahu 5. Ijen 23 …Xsehari Makanan pokok: 1. Ikan 4. Roti Lauk Pauk: 1. Pisang 2. Kenikir 9. Bayam 2. Soda Jajanan : 1. Brokoli Buah : 1.. Tempe Sayuran : 1. Pepaya 3. Tomat Minuman : 1. Kopi 4.X seminggu …. Daging sapi 3. Mie 3. Kue Brownies 3 2 1 4 2 1 7 7 V 2 2 V 3 2 2 4 4 4 4 4 V V 2 2 4 1 V 2 V 1 V V 2 umur : 28 tahun hamil : 20 minggu Frekuensi …. Daun singkong 8. Daun pepaya 7. Nasi 2. Permen 3.Daging ayam 2. Susu 2.RESPONDEN 2 FORMULIR FOOD FREQUENT QUESIONER (FFQ) Nama Responden Alamat Responden : Ny. Gorengan 2..

7 x mnggu 3. Bonita Alamat: Jl Ijen 23 Waktu Menu makanan JENIS Pagi Nasi Kare ayam Krupuk udang Tempe goreng Susu skim Apel hijau Nasi Cah kangkung Tahu goreng Sambal teri Air putih Gado gado Hari/tanggal : Rabu. berapa kali per hari? 2 x/hr. Ayu No. apa jenisnya? Tablet Fe di apotik RESPONDEN 3 FORMULIR FOOD FREQUENT QUESIONER (FFQ) Nama Responden : Ny. HP : 08123456789 . Jika ya. 4 bj 2 pt sdg 2 sdm Kentang Buncis Kubis Wortel Telor Tempe Tahu Krupuk Nasi Sosis Bakso Telur ceplok ½ piring JUMLAH/GR ENERGI kal BAHAN MAKANAN Siang Snack Malam Nasi goreng 15 sdm 6 ptg 5 bh 1 btr TOTAL ENERGI Additional question! 1. 25 Agustus 2010 Umur : 28 tahun (hamil 20 minggu) URT 5 sdm ½ mangkuk 2 lbr 1 pt sdg 1 gls 1 bh 10 sdm 5 sdm.Bila ada sebutkan! FORMULIR 24 HOURS RECALL Nama : Ny. Apakah anda mengonsumsi suplemen vitamin ato mineral? Ya 2. Jika ya.

Daging sapi 3. Roti Lauk Pauk: 1. Udang 7. Ikan 4.X seminggu ….. Tidak .Xsebulan Ket Tidak pernah Nama bahan makanan Makanan pokok: 1. Nasi 2..Alamat Responden : Jl. Mie 3. Telur 8. Tahu 5.Daging ayam 2. Tempe 6. Sumbersari …Xsehari Frekuensi …. Jamur Sayuran : Bayam Wortel Buncis Labu siam Kentang Daun pepaya Daun singkong Kubis Sawi Terong Buah : Pisang Pepaya Jeruk Apel Jambu Merah Melon Minuman : Susu Teh manis Kopi Soda Sirup Jajanan : Gorengan Permen Coklat Kue Sus Jamur Crispy 3 1 1 3 1 2 2 1 1 2 1 2 3 1 2 4 V V 3 3 3 1 V V V 3 1 1 2 V V 2 1 1 1 2 V Apakah anda memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu ? Ya .

menyebabkan jerawat tetapi hanya ikut makan sedikit. Hasil pengukuran Atropometri . Jika ya. Jika ya.Bila ada sebutkan! Telur.00 Malam 2. FORMULIR 24 HOURS RECALL Nama : Ny.00 Alamat: Jl sumbersari Menu makanan JENIS Teh manis Gula Pisang goreng tempe goreng Nasi Oseng tempe Telor ceplok Krupuk The manis Nasi Sup ayam Tempe goring Pisang raja Suplement vit C Bubur kacang ijo Kacang Hijau Roti Tawar Jamur krispi Nasi Lalapan lele lele Kubis Terong Kemangi Timun Tahu goreng Susu gula Suplemen TOTAL ENERGI Additional question! 1. Ayu Waktu Snack pagi 09. Apakah anda mengonsumsi suplemen vitamin ato mineral? Ya 2. apa jenisnya? Multivitamin (Enervon-C) Hari/tanggal : Rabu. berapa kali per hari? 2 x/hr 3. 25 Agustus 2010 BAHAN MAKANAN URT JUMLAH/ GR 1 sdm 2 bh 2 ptg kcl 2 entong 1 btr 2 entong ¾ mngkuk 2 ptg bsr 1 bh ¾ mngkuk 1 helai 2 entong 1 ekor 3 helai ½ bh 1 tangkai 3 iris 2 ptg sedang 3 sdm munjung 1 sdm 1 btr ENERGI kal Siang 16.

Nama Winda Palupi Dini Bonita Ayu Tinggi badan (cm) 1 2 Rata2 159 158 158.65 Berat badan (kg) 1 2 Rata2 42.6 154.92 63.00 45.15 42.8 144.95 45.125 . 4.5 144.10 42.No 1. 2.9 63.7 154.8 144. 5.88 45.8 154. 3.9 64.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful