Anda di halaman 1dari 8

Konsep dan Karakteristik Agama

sebagai Jalan menuju Tuhan dan


Kebahagiaan
18 Maret 2020M/ 13 Rajab 1441H

• Bahagia sering dikaitkan dengan sukses-


sukses duniawi.

• Rasa Bahagia berhubungan dengan


suasana hati, yakni hati yang sehat
sedangkan suasana hati hanya bisa
diciptakan melalui iman dan mengikuti
petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.
Benarkah???????

• Menurut Al-Alusi bahagia adalah perasaan


senang dan gembira karena bisa mencapai
keinginan atau cita-cita yang dituju dan
diimpikan.

• Kebahagiaan dengan kata dasar bahagia.


Menurut KBBI ba.ha.gia adalah keadaan atau
perasaan senang dan tenteram (bebas dari
segala yang menyusahkan): -- dunia akhirat;
hidup penuh –

1|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
• Dalam Kitab Mizanul Amal, Al-Ghazali
menyebutkan bahwa assa’adah (bahagia)
terbagi dua, pertama bahagia hakiki; kedua
bahagia majasi.

• Bahagia hakiki adalah kebahagiaan ukhrawi


didapatkan dengan modal iman, ilmu dan
amal. (kebahagiaan abadi dan rohani)

• Bahagia majasi adalah kebahagiaan


duniawi didapatkan dari orang beriman dan
tidak beriman. (kebahagiaan fana dan tidak
abadi)

• Ibnu Qayyim al-Jauziyah berpendapat


bahwa kebahgiaan itu adalah perasaan
senang dan tentram karena hati sehat dan
berfungsi dengan baik.

• Hati yang sehat dan berfungsi dengan baik


ketika bisa berhubungan dengan Allah sang
pemilik kebahagiaan. Bagaimana
caranya????

• Menurut Al-Ghazali kebahagiaan harta


bukan melekat pada dirinya, namun pada
manfaatnya. Artinya, harta dimanfaatkan
untuk yang lain bukan untuk diri sendiri.
2|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
• Nabi Muhammad sallallahu a’laihi wa sallam
bersabda “Harta yang terbaik adalah harta
yang ada pada seorang laki-laki yang baik
pula (saleh)”. (HR Ibnu Hibban).

• Kebahagiaan duniawi salah satunya


contohnya ialah memiliki keluarga yang
saleh/salehah.

• Keluarga yang baik dilihat pada


pimpinannya serta pondasi keluarga yaitu
seorang istri shalehah karena menjadi
madrasah pertama bagi generasi muda
penerus bangsa.

• “Sebaik-baik penolong untuk keutuhan


beragama adalah istri yang salihah”.

• Karakteristik hati yang sehat menurut Ibnul


Qayyim al-Jauziyyah
adalah sebagai berikut:

1. Hati menerima makanan yang berfungsi


sebagai nutrisi (iman) dan obat (Al-Quran).

2. Selalu berorientasi ke masa depan dan


akhirat

3. Selalu mendorong pemiliknya untuk


kembali kepada Allah

4. Tidak pernah lupa dari mengingat kepada


Allah (berdzikir)
3|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
5. Jika sesaat lupa kepada Allah segara sadar
dan kembali mendekat

6. Khusu’ dalam shalat tidak mengingat hal


lain

7. Perhatian terhadap waktu agar tidak sia-


sia

8. Hati yang selalu berorientasi kepada


kualitas amal bukan amal semata

Faktor-Faktor yang Membuat Hati Sakit


Sumber kitab Thibb al-Qulub :

• Banyak bergaul dengan orang-orang yang


tidak baik

• At-Tamanni (berangan-angan)

• Menggantungkan diri kepada selain Allah


subhana wa ta’ala

• Asy-Syab’u (terlalu kenyang)

• Terlalu banyak tidur

• Berlebihan melihat hal-hal yang tidak


berguna

• Berlebihan dalam berbicara

4|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
Kontribusi Agama dalam Mencapai

Kebahagiaan

• Tujuan hidup manusia adalah sejahtera di


dunia dan bahagia di akhirat

• Kebahagiaan akan dicapai jika dilandasi


dengan agama tauhidullah sebab
kebahagiaan yang hakiki hanya milik Allah
subhana wa ta’ala

• Menghindari kesesatan dan penyimpangan


akan mengantarkan anda pada kebahagiaan
rohani dan jasmani.

• Menguatkan pondasi kehidupan yaitu


Agama tauhidullah membuat bangunan
kehidupan kita menjadi kokoh.

• Perusak pondasi tersebut ialah


kemusyrikan.

Sumber Psikologis, Sosiologis dan Pedagogis

tentang Pemikiran Agama sebagai Jalan

Menuju Kebahagiaan

5|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
• Secara Teologis, beragama itu fitrah. Jika
manusia hidup sesuai dengan fitrahnya,
maka ia akan bahagia. Begitupun sebaliknya.
ANDA SETUJU??? WHY???

• Secara Historis, sepanjang hidup manusia,


beragama merupakan kebutuhan dasar
hidup manusia.

• Kisah nabi Ibrahim dalam pencarian Tuhan.


Bintang = Tuhan, Bulan = Tuhan, Matahari =
Tuhan.

• Agama Ibrahim yakni agama yang rasional


dan hanif (penyerahan diri kepada Tuhan
secara total.

• Argumen psikologis, manusia


membutuhkan ketenangan jiwa,ketentraman
hati dan kebahagiaan rohani. Hal ini
didapatkan dengan mendekatkan diri pada
sang pemilik Kebahagiaan yakni Allah.
Misalnya kisah Imam Ahmad bertemu
dengan Penjual Roti.

• Argumen sosiologis, manusia makhluk


sosial yang membutuhkan orang lain.

• Hal-hal yang dapat menjadi faktor


penyebab manusia harus hidup
bermasyarakat :

1. Adanya dorongan seksual (kebutuhan


biologis)
6|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
2. Adanya kenyataan bahwa manusia
adalah makhluk yang serba terbatas
dan makhluk yang lemah.
3. Karena adanya perasaan senang pada
tiap-tiap manusia.
4. Adanya kesamaan keturunan,
kesamaan territorial, senasib,
kesamaan
5. keyakinan, kesamaan cita-cita,
kesamaan budaya dll.
6. Manusia tunduk dan patuh pada aturan
dan norma sosial
7. Perilaku manusia mengharapkan suatu
penghargaan dan pengakuan dari
orang-orang lain
8. Berinteraksi, berkomunikasi dan
beradaptasi dengan lingkungan
merupakan kebutuhan dasar manusia
9. Potensi manusia akan berkembang bila
hidup di tengah-tengah manusia
10. Faktor lingkungan menjadi
penting bagi setiap manusia karena
dapat membentuk karakter dan
perilaku seseorang.
11. • Manusia disebut juga makhluk
budaya karena ada akal dan hati
12. sehingga tercipta budaya atau
kebiasaan yang membedakan manusia
13. dengan hewan.
14. • Kebahagiaan tercipta tidak
hanya dengan mendekatkan diri
kepada
7|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan
15. Allah tapi dengan sesame
makhluk lainnya.
16. • Manusia berusaha
mendekatkan diri kepada Allah disebut
sebagai
17. Abdullah sedangkan manusia
yang berusaha menjalin hubungan
18. secara produktif dengan sesama
manusia dan lingkungannya disebut
19. sebagai khalifatullah.
20. • Memposisikan diri sebagai
Abdullah dan Khalifatullah secara
integral
21. dan seimbang maka manusia
meraih kebahagiaan lahir dan batin,
22. rohani dan jasmani.

8|B a g a i m a n a a g a m a me n j a m in
kebahagiaan

Anda mungkin juga menyukai