Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN

(VERTIGO)

Disusun untuk memenuhi mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat


Pada Program Diploma III Keperawatan

Oleh :

Oleh :

TONGAT
NIP : 191440200 RPL

POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTRIAN KESEHATANPANGKALPINANG
JURUSAN KEPERAWATAN
APRIL 2020
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S DENGAN
GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN AKIBAT
VERTIGO DI RUANG PERAWATAN RAWAT
INAP PUSKESMAS AIR GEGAS

A. TINJAUAN KASUS
1. Pengkajian
a. Pengumpulan Data
1) Biodata
Nama : Ny. S
Umur : 43 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Suku Bangsa : Bangka, Indonesia
Alamat : Desa Sidoharjo kec. Air Gegas
Tanggal Masuk : 23 April 2020 – Pkl. 09.15
Tanggal Dikaji : 24 April 2020 – Pkl. 10.00
No. Register : 051125 – 0003
Diagnosa Medis : Susp. Stroke + Vertigo

2) Biodata Penanggung Jawab


Nama : Tn.
Umur : 50 tahun
Suku Bangsa : Jawa, Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Alamat : Desa Sidoharjo Kec. Air Gegas
Hubungan dengan klien : Suami
b. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Kesehatan Sekarang
a) Alasan Masuk Rumah sakit
3 hari sebelum masuk rumah sakit, klien mengeluh nyeri kepala
dan pusing berdenyut, keluhan tidak disertai mual dan muntah,
keluhan disertai telinga berdenging dan klien merasakan tubuhnya
lemah sebelah kanan, kemudian keluarga langsung membawa
klien ke poly umum Puskesmas setelah diperiksa dokter akhirnya
klien disarankan untuk dirawat di Ruang Perawatan Rawat Inap
Puskesmas.
b) Keluhan Utama
Klien mengeluh pusing
c) Keluhan Saat Didata
Klien Pada saat didata klien mengeluh pusing dan sakit kepala,
keluhan dirasakan seperti berputar-putar, rasa pusing datang
hilang timbul. Dan klien mengatakan susah tidur pada malam hari
karena pusing, keluhan pusing bertambah apabila klien melakukan
aktivitas seperti berjalan ke kamar mandi, keluhan pusing
berkurang apabila klien beristirahat seperti tidur terlentang.
Pusing dan nyeri kepala menyebar ke daerah pundak/leher. Jika
diukur dengan skala nyeri 1-10 pusing dan nyeri kepala klien
dikategorikan ke dalam skala 5 (nyeri sedang)

2) Riwayat Kesehatan Masa Lalu


Klien mengatakan belum pernah mengalami penyakit yang dideritanya
seperti sekarang ini. Klien juga tidak mempunyai riwayat penyakit
jantung, hipertensi dan diabetes melitus klien mempunyai riwayat
penyakit hipertensi dan kurang darah
3) Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang memiliki
penyakit seperti klien dan tidak ada yang memiliki riwayat penyakit
keturunan seperti hipertensi dan diabetes melitus serta penyakit
menular seperti TBC.

4) Struktur Keluarga
Klien adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara klien memiliki 2 orang anak
dan tinggal bersama 2 orang anaknya dan suami klien
Genogram :

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Klien
: Hubungan Keluarga
: Tinggal Serumah
Data Biologis
NO POLA AKTIVITAS DI RUMAH DI RUMAH SAKIT
1 2 3 4
1 Pola Nutrisi
a. Makanan
• Frekuensi 3x 1 sehari 3x 1 sehari
• Jenis Nasi, sayur, lauk pauk Nasi, sayur, lauk pauk,
buah
• Porsi/jumlah 1 porsi habis 1/2 porsi habis
• Pantangan Tidak ada Tinggi garam, pedas,
merangsang
b. Minum
• Jumlah 1400-1600 cc 1200-1400 cc
• Jenis Air putih, air the manis Air putih
Tidak ada Kopi, soda
• Pantangan
Tidak ada Klien sering merasa mual
• Keluhan
2 Pola Eliminasi
a. BAB
• Frekuensi 1-2 x/hari Baru 1x selama dirawat
• Kosistensi Lembek berbentuk Lembek
• Warna Kuning tengguli Kuning tengguli

b. BAK
• Frekuensi 3-4x/hari + 3x/hari
• Warna Khas kuning jernih Kuning jernih
• Keluhan Tidak ada Tidak ada

3 Pola Istirahat Tidur


a. Siang Kadang-kadang + 1 jam/hari
b. Malam + 6-7 jam/hari + 5-6 jam/hari
c. Keluhan Tidak ada Tidak ada

4 Personal Hygiene
a. Mandi 2x/hari Belum pernah selama
dirawat
b. Gosok gigi 2x/hari 1x sehari

c. Keramas 2x/seminggu Belum pernah keramas

d. Gunting kuku 1x/minggu Belum pernah selama


dirawat
5 Aktivitas Klien dapat beraktivitas secara Aktifitas berat klien
mandiri setiap harinya. selama di RS dibantu oleh
keluarga dan perawat
klien tampak hati-hati saat
melakukan aktivitas

c. Pemeriksaan fisik
1) Keadaan umum
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda vital : Antropometri :
TD : 120/100 mmHg BB : 55 kg
N : 78x/menit TB : 160 cm
R : 20x/menit
S : 36,50 C
2) Sistem Panca Indera
a) Penglihatan
Kedua mata simetris, kedua sudut mata sejajar dengan pinna,
konjungtiva sedikit anemis, sklera an ikterik, terdapat arcus senilis
di daerah limbus. Tidak ada nyeri tekan disekitar bola mata. Klien
dapat membaca papan nama perawat pada jarak + 25 cm.
Pergerakan bola mata klien dapat mengikuti ke 8 arah tahapan
mata. Lapang pandang klien baik terbukti dengan klien dapat
melihat jari pemeriksa dengan pandangan perifer dengan sudut
900C klien dapat mengangkat alis kiri dan kanan secara simetris
untuk membaca Al-Quran klien menggunakan kaca mata berlensa
positif reflek pupil terhadap cahaya isokor.
b) Pendengaran
Bentuk Telinga kanan dan kiri simetris, telinga tampak bersih,
tidak ada nyeri tekan pada tragus. Pinna elastis, gendang telinga
tampak mengkilat saat terkena cahaya. Tidak ada nodul, oedem
dan tumor. Klien dapat mendengar gesekan rambut. Fungsi
pendengaran baik, dibuktikan dengan tes garpu tala yaitu tes
rinne : hantaran udara klien lebih panjang dari pada hantaran
tulang. Tes webber : tidak ada lateralisasi bunyi pada telinga kiri
dan kanan (kedua telinga mendengar bunyi garpu tala dengan
seimbang) tes swabach : hantaran tulang dan hantaran udara klien
dengan perawat sama.
3) Sistem Pernapasan
Bentuk hidung dan kedua hgidung simetris, tidak terdapat septum
deviasi, tidak terdapat pernafasan cuping hidung, mucosa hidung
lembab dan berwarna merah muda. Tidak terdapat nyeri tekan pada
hidung sinus frontalis dan sinus maxilaris, fungsi penciuman baik
dibuktikan dengan klien bisa membedakan bau minyak kayu putih
dengan bau kopi. Tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan. Trakea
berada ditengah. Bentuk dada simetris tidak ada nyeri tekan pada
setiap interkostalis pada perkusi interkotalis terdengar resonan di paru-
paru, dulnes di daerah jantung. Saat auskultasi, di trakea terdengar
suara bronkial, di bronkus terdengar bronkovesikuler dan
alveolus/paru-paru terdengar vesikuler. Frekuensi pernapasan
20x/menit vokal premitus meningkat pada jalan nafas utama dan
menurun/melemah diperifer. Ekspansi dada sama pada paru-paru
kanan dan kiri.
4) Sistem Pencernaan
Bibir klien simetris, agak pucat. Klien dapat tersenyum dan
memperlihatkan gigi, gigi klien bersih, terdapat caries gigi pada gigi
geraham sebelah kanan. Gigi klien tidak lengkap (ada yang tanggal)
berjumlah 29 buah, gusi berwarna merah muda, mukosa mulut lembab
dan berwarna merah muda. Lidah berwarna merah muda, dapat
digerakan ke kiri-kanan, atas dan bawah. Ketika lidah ditekan dengan
tounge spatel terdapat tahanan pada lidah dengan mendorong tounge
spatel ke atas. Uvula berada di tengah dan bergerak ke atas saat
mengatakan “ah” palatum berwarna merah muda, tidak terdapat
pembesaran tonsil palatina. Klien dapat membedakan rasa kopi dan
gula, klien dapat menelan dengan baik. Bentuk abdomen datar, bising
usus terdengar di 4 kuadran abdomen dengan frekuensi 10xx/menit.
Tidak ada distensi abdomen perkusi pada hepar terdengar dulness,
pada lambung timpani. Tidak ada nyeri tekan pada setiap kuadran,
tidak teraba pembesaran hepar. Anus tidak dilakukan pemeriksaan
namun menurut klien tidak ada kelainan dan keluhan saat BAB.

5) Sistem Cardiovaskuler
Tidak ada peningkatan vena jugolaris, conjungtiva sedikit anemis,
akral hangat, tidak ada pembesaran jantung, bunyi jantung S1 dan S2
reguler, tidak terdengar suara jantung tambahan. Tekanan darah 100/20
mmHg capilary revil lime kembali setelah 1 detik, denyut nadi
78x/menit.
6) Sistem Perkemihan dan Genetalia
Tidak teraba distansi kandung kemih, tidak teraba pembesaran ginjal
dan nyeri tekan pada ginjal kiri dan kanan, klien mengatakan tidak ada
keluhan saat BAK.
7) Sistem Endokrin
Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening dan tidak ada
pembesaran kelenjar tyroid.
8) Sistem Integumen
Kulit klien berwarna sawo matang, teraba hangat, tekstur kulit halus,
kuku jari tangan dan kiki tidak sianosis, sitribusi rambut merata dan
terdapat uban. Turgor kulit baik, terbukti dengan dapat kembalinya
lipatan kulit, setelah ditekan dalam waktu kurang dari 2 detik.
Terdapat hematom di daerah mediara kubiti akibat suntikan, terdapat
luka memar ringan di daerah lutut akibat klien terjatuh di kamar mandi
sebelum masuk Puskesmas. tercium bau badan klien karena belum
mandi selama di rawat di Puskesmas , kulit kepala klien kotor.
9) Sistem Muskuloskeletal
a) Ekstremitas atas
Bentuk tangan kanan dan kiri simetris, klien dapat melakukan
gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, rotasi secara mandiri,
reflek biceps positif, reflek triceps positif, reflek brachioradialis
positif.
Kekuatan otot klien : +
b) Ektremitas bawah 5
+
Bentuk kedua kaki simetris, klien
5 dapat melakukan fleksi, ekstensi,
abduksi, adduksi secara mandiri, reflek patella positif (ekstensi),
reflek achiles positif (ekstensi), refleks babinski negatif, reflek
chadok negatif, kekuatan otot +4 +5
10) Sistem Persyarafan
a) Fungsi cerebral/kortikal
 Tingkat kesadaran menurut GCS E :
4  Klien dapat spontan membuka mata
M : 6  Klien dapat bergerak menurut perintah
V : 5  Klien dapat berbicara dengan baik, tidak ada
disorientasi tempat, waktu dan orang.
GCS : 15
Kesadaran penuh/compos mentis
Orientasi terhadap orang, tempat dan waktu Klien
merespon ketika dipanggil namanya, klien bisa
menyebutkan nama masing-masing anaknya. Klien mengetahui
bahwa ia sedang dirawat di Puskesmas di Ruang Perawatan
Rawat Inap, klien mengetahui kapan dia dibawa ke Puskesmas
untuk berobat oleh keluarganya.
 Daya ingat/memori
- Klien dapat mengingat tadi pagi pukul 09.00 WIB klien
dibawa ke UGD untuk diperiksa.
- Klien dapat mengingat sebelum dilakukan pemeriksaan
fisik oleh perawat klien dibantu keluarga berjalan ke WC
untuk buang air kecil.
 Bicara
Klien dapat berbicara dengan baik dan berkomunikasi dengan
perawat dan keluarganya dengan bahasa Indonesia dan bahasa
Sunda. Klien dapat mengulang kata-kata yang diucapkan
perawat dan mengerti apa yang diucapkan perawat.

b) Sistem saraf Kranial


 N.I : Klien mampu membedakan bau tidak enak dari
kopi dan kayu putih.
 N. II : Klien dapat membaca papan nama
perawat dengan benar pada jarak + 25 cm, lapang
pandang klien baik, klien dapat melihat jari tangan
perawat dengan pandangan perifer pada sudut 900C.
 N. III : Reaksi pupil terhadap cahaya miosis,
bola mata dapat digerakan ke dalam dan ke atas, klien
dapat mengangkat alis dengan simetris.
 N. IV : Bola mata dapat bergerak ke bawah
dan ke luar
 N. V : Otot messeter dapat diraba saat mengunyah, terasa
pergerakan tangan pada kulit
kepala, klien dapat merasakan rangsangan halus dari
tissue pada kulit wajah.
 N. VI : Bola mata klien dapat digerakan ke
arah lateral
 N. VII : Klien dapat merasakan rasa kopi dan gula, klien
bisa tersenyum dan mengerutkan dahi.
 N.VIII : Klien mampu mendengarkan gesekan
rambut, dari hasil tes rinne, webber dan swabach
tidak ada kelainan.
 N. IX : Klien dapat menelan dengan baik
 N. X : Klien dapat berbicara dengan baik, uvula terangkat
ke atas saat klien mengatan “ah”.
 N. XI : Pergerakan rotasi kepala klien baik
dapat menahan tekanan pada kepala, klien dapat
menahan tekanan pada bahu dan dapat mengangkat
bahu ke atas dengan baik.
 N. XII : Klien dapat menggerakan lidah ke kiri,
kanan, atas dan bawah.

c) Sistem sensorik
Klien dapat merasakan gerakan dari pemeriksa di kakinya, dan dapat
mengatakan dengan benar apa yang pemeriksa tulis dikulit
kakinya.

d) Fungsi Refleks
Reflek Fisiologis :
Replek Biceps : (+) Fleksi
Replek Triceps : (+) Ekstensi
Replek Brachioradialis : (+) Fleksi
Replek Patela : (+) Ekstensi
Replek Achiles : (+) Ekstensi

Reflek Patologis :
Replek Hoffman-tromner : (-) Tidak ada gerakan
Reflek Jaw : (-) Mulut tidak tertutup
Replek Babynsky : (-) Dorsofleksi ibu jari dan adduksi jari-
jari lainnya.

e) Tes Rangsang Meningeal


- Kaku kuduk : Klien tidak merasa nyeri saat fleksi leher
- Tes kerdig : Tidak terasa tahanan dan nyeri saat kaki
diekstensikan 1350C
- Tes bruddzinksi I : Tidak terjadi fleksi pada kausa lutut saat
leher difleksikan.
- Tes brudzinski II : Tidak ada fleksi lutut yang diekstensikan
saat leher difleksikan.

d. Pola Psikologis
1) Status Emosi : Saat berinteraksi dengan perawat, emosi klien
stabil, wajah klien ramah saat ditanya perawat.
2) Konsep diri :
- Body image
Klien menyukai seluruh anggota tubuhnya, klien juga tahu bahwa sakit
yang dialaminya sekarang dapat menyebabkan kelemahan pada
tubuhnya.
- Harga diri
Klien tidak merasa malu dengan keadaan sakitnya sekarang
- Ideal diri
Klien berharap dirinya lekas sembuh dan berkumpul dengan
keluarganya di rumah.
- Peran
Sejak dirawat di RS, klien tidak dapat melakukan peran dan kegatan
sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga.
- Idenititas diri
Klien mempunyai suami dan 2 orang anak
3) Gaya Komunikasi : Klien menggunakan komunikasi verbal saat
berhubungan dengan perawat, klien fasih berbahasa
Indonesia walaupun sehari-harinya klien
menggunakan bahasa Sunda.

e. Data Sosial
1) Pendidikan : Klien pendidikan terakhir SMA
2) Hubungan Sosial : Klien dapat bersosialisasi dengan baik didalam
keluarga, kepada klien lainnya dan dengan
perawat ruangan.
3) Gaya Hidup : gaya hidup klien terlihat sederhana, hal ini terlihat
dari cara berpakaian.
4) Pola Interaksi : Klien dapat berinteraksi dengan baik termasuk
dengan keluarga, perawat, dokter dan pasien
lainnya.
f. Data spiritual
Klien beragama Islam dan selalu berdoa untuk kesembuhan klien
g. Therapy
- Aspirin 3x1 sehari
- Piracetam 3x1 sehari
- Befasere 1x1 sehari
- ISDN 2x1 sehari
- Captopril 2x1 sehari
- Vergilon 2x1 sehari
Analisa Data
Nama : Ny. S
Umur : 43 tahun
No. Reg : 051125-0003

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 2 3 4
DS : - Klien mengeluh Manifestasi dari vertigo akibat Perubahan pola
pusing dan lemas. kurang darah Aktivitas
- Klien mengeluh
seperti berputar- Menurunnya aliran darah ke
putar ketika berjalan. cerebrum dan cerebellum

DO : - Klien tampak Penurunan suplai O2 dan nutrisi


dibantu keluarga saat ke neuron di otak
melakukan aktivitas
- Klien tampak hati- Merangsang pusat reseptor
hati saat melakukan keseimbangan dan koordinasi

aktivitas gerak di cerebellum

- Kekuatan otot
+5 +5 Sensasi pusing berkunang-
-4 +5 kunang

- TD : 120/100
Ketidakseimbangan dalam
pergerakan

Ketidakmampuan beraktifitas
secara mandiri

2 DS : - Klien mengeluh Manifestasi dari vertigo akibat Gangguan rasa


pusing dan nyeri kurang darah nyaman : Nyeri
kepala Kepala
DO : - Klien tampak lemah Penurunan suplai O2 dan nutrisi
- Nyeri yang dirasakan ke otak
klien seperti
berputar dengan Proses metabolisme di otak
skala 3 (nyeri terganggu
sedang)
- TD : 100/80 mmHg Merangsang reseptor nyeri
disusunan saraf pusat

Nyeri dipersepsikan

Gangguan rasa nyaman nyeri


2. Daftar Diagnosa Keperawatan

Daftar Diagnosa Keperawatan


Nama : Ny. S
Umur : 43 tahun
No. Reg : 051125-0003

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TGL TGL PARAF


DITEMUKAN DIATASI
1 2 3 4 5
1 Perubahan pola aktivitas 19 -04 - 2020 23 -04 - 2020
sehubungan dengan
ketidakseimbangan pergerakan
akibat vertigo

2 Gangguan rasa nyaman : Nyeri 19 -04 - 2020 23 -04 – 2020


sehubungan dengan penurunan
suplai darah ke otak

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


1. Perubahan pola aktifitas sehubungan dengan ketidakseimbangan pergerakan
akibat vertigo.
2. Gangguan rasa nyaman nyeri sehubungan dengan penurunan suplai darah ke
otak.
3. Rencana Tindakan Keperawatan
Rencana Tindakan Keperawatan
Nama : Ny “S”
Umur : 43 Tahun
No. Reg : 051125-0003
DIAGNOSA
NO KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
1 2 3 4 5
1 Gangguan rasa nyaman : Rasa nyaman - Kaji - Mengetahui
Nyeri sehubungan dengan terpenuhi dengan tingkat sejauh mana
penurunan suplai darah ke kriteria : nyeri klien nyeri
otak ditandai dengan : - Jangka Pendek mengganggu
DS : - Klien mengeluh 2x24 jam nyeri - Anjurkan untuk aktivitas
pusing dan nyeri berkurang dari istirahat klien.
kepala skala 3 ke 2. adequat. - Memberi
DO : - Klien tampak lemah - Jangka Panjang perasaan
- Nyeri yang 5x24 jam Nyeri - Ajarkan nyaman pada
dirasakan klien hilang, klien teknik relaksasi klien
seperti berputar segar, klien : nafas dalam. - Menenangkan
dengan skala 3 tampak pasien, salah
(nyeri sedang) bersemangat - Kolaborasi satu teknik
- TD : 100/80 mmHg pemberian obat, mengurangi
penurunan rasa nyeri.
pusing dan - Obat analgetik
analgetik. dapat
mengurangi
nyeri yang
diharapkan
mempercepat
penyembuhan
klien.
1 2 3 4 5
2 Perubahan pola aktivitas Pola aktifitas klien - Kaji kebutuhan - Mengidentifikasi
sehubungan dengan kembali ke semula dan aktivitas klien sejauh mana
ketidakseimbangan pergerakan dengan kriteria: klien bisa
akibat vertigo ditandai dengan : - Jangka Pendek - Anjurkan melakukan
DS : - Klien mengeluh pusing 2x24 jam pusing keluarga aktivitas secara
dan nyeri kepala berkurang, klien membantu mandiri.
tidak lemas. aktivitas klien
DO : - Klien tampak lemah - Mengurangi
- Nyeri yang dirasakan - Jangka Panjang resiko cidera
- Anjurkan klien
klien seperti berputar 1 minggu
Untuk tidak
dengan skala 3 (nyeri pusing hilang - Mengurangi rasa
Langsung turun
sedang) pusing yang
dari tempat tidur
- TD : 100/80 mmHg mengakibatkan
melainkan secara
- ketidakseimbang
perlahan yaitu
duduk dulu baru an dalam
Pergerakan
berdiri
4. Implementasi dan Evaluasi

Nama : Ny. S
Umur : 43 tahun
No. Reg : 051125-0003

DX WAKTU TINDAKAN EVALUASI PARAF


1 2 3 4 5
1 Jam 05.15 - mengukur tanda- S : - Klien mengatakan lebih
tanda vital segar dan nyaman
- Melakukan dan O : - Kulit kepala klien bersih
membantu klien - Klien tampak lebih segar
memenuhi T : 100/80 mmHg
kebutuhan personal N : 78x/menit
hygiene keramas. R : 20x/menit
- Menganjurkan S : 36.80C
untuk istirahat yang A : Masalah teratasi
adekuat sebagian P : Intervensi
dilanjutkan
2 Jam 10.00 - Mengkaji tingkat S : - Klien mengatakan nyeri
nyeri klien sudah berkurang
- Mengajarkan O : - Klien melakukan teknik
teknik napas dalam nafas dalam
- Menganjurkan - Posisi tidur klien sesuai
keluarga membantu dengan yang diajarkan.
aktivitas klien - Klien tampak lebih
- Mengajarkan tenang
posisi yang sesuai - Nyeri berkurang dari
untuk menurunkan skala 3 ke skala 2
rasa nyeri/pusing. A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
3 Jam 12.00 - Menyajikan S : - Klien mengatakan porsi
makan dalam makannya dudah
keadaan hangat dan bertambah
tertutup. O : - Porsi makan klien
- Menganjurkan bertambah dari ½ porsi
kepada klien agar habis menjadi ¾ porsi
makan dalam porsi habis.
sedikit tapi sering, A : Masalah teratasi sebagian
menyelingi makan P : Intervensi dilanjutkan
dengan minum.
4 Jam 12.30 Memberikan obat
kepada klien per oral :
Aspirin 3x1 sehari
Piracetam 3x1 sehari
Befasere 1x1 sehari
ISDN 2x1 sehari
Captopril 2x1 sehari
Vergilon 2x1 sehari
5. Catatan Perkembangan

Catatan Perkembangan
Nama : Ny. S
Umur : 43 tahun
No. Reg : 051125-0003

NO
DX WAKTU CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
1 2 3 4
1 13.00 S : - Klien mengatakan lebih segar dan nyaman
O : - Kulit kepala klien bersih
- T : 100/80 mmHg
N : 78x/menit
R : 20x/menit
S : 36.80C
- Nyeri berkurang dari skala 3 ke skala 2
- Porsi makan klien bertambah dari ½ porsi
habis menjadi ¾ porsi habis
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
I : - Membantu klien memenuhi personal
hygiene
- Mengajarkan posisi yang sesuai untuk
menurunkan rasa nyeri
- Menyajikan makan dalam keadaan
hangat, tertutup, porsi sedikit tapi sering
E : - Personal Hygiene terpenuhi
- Rasa nyeri masih dirasakan klien
- Nafsu makan klien telah meningkat
R : - Masalah teratasi sebagian
- Intervensi dilanjutkan