Anda di halaman 1dari 13

KONSEP KEBUTUHAN

AKTIFITAS
MATA KULIAH : KEPERAWATAN DASAR
DISUSUN OLEH : RIA ANUGRAHWATI, NERS.,M.KEP
PEMBAHASAN

• Definisi aktifitas
• Jelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktifitas
• Jelaskan kebutuhan mobilitas dan imobilitas
• Jelaskan postur tubuh
• Jelaskan kebutuhan mekanika tubuh dan ambulasi
• Masalah kebutuhan aktivitas
• Askep aktivitas
• Jelaskan menerima pasien baru
DEFINISI AKTIFITAS

• Pergerakan adalah salah satu aspek kehidupan manusia yang dapat dilihat dan
berkontribusi terhadap harga diri dan perasaan kesejahteraan. Individu menggunakan
mobilisasi untuk berbagai tujuan (misalnya ekpresi emosi atau kepuasan terhadap
kebutuhan dasar disertai isyarat nonverbal).
• Mobilisasi juga digunakan untuk menunjukkan pertahanan diri, melakukan aktivitas
kehidupan sehari-hari dan berpartisipasi dalam aktivitas rekreasi.
• Untuk mempertahankan mobilisasi dan fungsi fisik yang optimal, sistem musculoskeletal
tubuh dan sistem saraf harus berada dalam kondisi baik.
SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM
KEBUTUHAN AKTIVITAS
• TULANG
• OTOT DAN TENDON
• LIGAMEN
• SISTEM SARAF
• SENDI
KEBUTUHAN MOBILITAS DAN IMOBILITAS

• Untuk menentukan bagaimana menggerakkan klien, kaji kemampuan klien untuk bergerak.
Mobilisasi ditujukan pada kemampuan klien bergerak dengan bebas dan imobilisasi
ditujukan pada ketidakmampuan bergerak dengan bebas.
• Beberapa klien dapat bergerak atau tidak bergerak, meskipun pengalaman akan
memengaruhi derajat imobilisasi.
• Tirah baring adalah intervensi untuk menahan klien di tempat tidur untuk alasan
terapeutik, perawat dan petugas kesehatan harus sering memberikan intervensi ini.
Durasi tirah baring bergantung pada penyakit atau cedera dan keadaan kesehatan klien
sebelumnya.
LANJUTAN

• Mobilitas/ mobiliasasi adalah merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara


bebas, mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna
mempertahankan kesehatannya
• Jenis mobilitas :
• Mobilitas penuh
• Mobilitas sebagian :
• Mobilitas sebagian temporer
• Mobilitas sebagian permanen
LANJUTAN

• Faktor yang mempengaruhi mobilitas :


• Gaya hidup
• Proses penyakit/ cedera
• Kebudayaan
• Tingkat energi
• Usia dan status perkembangan
LANJUTAN

• Imobilitas merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas
karena kondisi yang menganggu pergerakan (aktivitas) misalnya mengalami trauma tulang
belakang, cedera otak berat disertai fraktur pada ekstremitas.
• Jenis imobilitas :
• Fisik
• Intelektual
• Emosional
• Sosial
LANJUTAN…

• Gangguan mobilisasi fisik sebagai keterbatasan pada kemandirian, gerakan fisik pada tubuh atau satu atau lebih
ekstremitas (Ackley dan Ladwign,2006).
• Gangguan tingkat mobilisasi fisik klien sering disebabkan oleh restriksi gerakan dalam bentuk tirah baring,
restriksi fisik karena peralatan eksternal (missal gips atau traksi rangka), restriksi gerakan volunteer atau
gangguan fungsi motoric dan rangka)
• Dampak melemahnya keadaan otot yang berhubungan dengan kurangnya aktivitas fisik biasanya tampak dalam
beberapa hari. Keadaan ini sering ditujukan pada “bahaya imobilisasi”. Individu dengan berat dan TB rata-rata
dan tanpa penyakit kronis, yang dalam keadaan tirah baring, akan kehilangan kekuatan otot sebanyak 3% setiap
hari.
• Imobiiasasi juga dihubungkan dengan perubahan kardiovaskuler, rangka dan organ lainnya. Keadaan disuse
atrophy mendeskripsikan kecenderungan sel atau jaringan berkurang dalam segi ukuran dan fungsi karena
inaktivitas yang lama akibat tirah baring, trauma, gips atau kerusakan saraf lokal.
PERUBAHAN SISTEM TUBUH AKIBAT IMBOBILITAS

• Perubahan metabolisme
• Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
• Gangguan pengubahan zat gizi
• Gangguan fungsi gastrointestinal
• Perubahan sistem pernapasan
• Perubahan kardiovaskuler
• Perubahan sistem muskuloskeletal : gangguan muskular dan gangguan skeletal
• Perubahan sistem integumen
• Perubahan eliminasi
• Perubahan perilaku
ASKEP PADA MASALAH MOBILITAS DAN IMOBILITAS

• Pengkajian keperawatan :
• Riwayat keperawatan sekarang
• Riwayat keperawatan penyakit yang pernah diderita
• Kemampuan fungsi motorik
• Kemampuan mobilitas
• Kemampuan rentang gerak
• Perubahan intoleransi aktivitas
• Kekuatan otot dan gangguan koordinasi
• Perubahan psikologis
LANJUTAN

• Diagnosa keperawatan :
• Gangguan mobilitas fisik
• Gangguan penurunan curah jantung
• Risiko cedera
• Intolerasi aktivitas
PRAKTIKA

• Menjelaskan menerima pasien baru


• Cara memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi
• Cara memindahkan pasien dari tempat tidur ke tempat tidur lain
• Posisi pasien : fowler, semifowler, dorsal recumbent, lithotomi, sim, trendelenberg, supinasi,
pronasi
• Melatih pasien berjalan