Anda di halaman 1dari 28

PERBEDAAN JUMLAH ERITROSIT BERDASARKAN

KUALITAS TIDUR PADA PEKERJA SEKURITI


SHOWROOM MOBIL DI JALAN
SOEKARNO-HATTA
PEKANBARU

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

Oleh:

RULLY TRI JULIANDA THAMA


NIM. 1713453090

PROGRAM STUDI D-III ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB
PEKANBARU
2020
LEMBAR PERSETUJUAN

Proposal Karya Tulis Ilmiah ini telah diperiksa, disetujui dan siap untuk
dipertahankan dihadapan masukan Tim Penguji Proposal Karya Tulis Ilmiah
Program Studi D-III Analis Kesehatan Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan
Universitas Abdurrab Pekanbaru.

Nama : Rully Tri Julianda Thama

NIM : 1713453090

Judul KTI : Perbedaan Jumlah Eritrosit Berdasarkan Kualitas Tidur Pada


Pekerja Sekuriti Showroom Mobil di Jalan Soekarno-Hatta
Pekanbaru

Pekanbaru, 2 Desember 2020

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

(Eli Yusrita, M.K.M) (Mega Pratiwi Irawan, M.Si)


NIDN. 1002058605 NIDN. 1023088703
LEMBAR KONSUL BIMBINGAN KARYA TULIS ILMIAH

Nama Mahasiswa : Rully Tri Julianda Thama


NIM : 1713453090
Program Studi : D-III Analis Kesehatan
Pembimbing 2 : Mega Pratiwi Irawan, M.Si
Judul : Perbedaan Jumlah Eritrosit Berdasarkan Kualitas Tidur
Pada
Pekerja Sekuriti Showroom Mobil di Jalan Soekarno-Hatta
Pekanbaru

NO Tanggal Judul Bimbingan Karya Tulisan Paraf


Ilmiah

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.
i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah


memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Perbedaan Jumlah
Eritrosit Berdasarkan Kualitas Tidur Pada Pekerja Sekuriti Showroom
Mobil Di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru”.

Penulis banyak mengalami hambatan dan kesulitan dalam penyusunan


Proposal Karya Tulis Ilmiah ini. Berkat arahan, bimbingan dan bantuan dari
berbagai pihak Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan. Untuk itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Tabrani Rab selaku pendiri Universitas Abdurrab


Pekanbaru.
2. Ibu Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc., Ph.D selaku Rektor Universitas
Abdurrab Pekanbaru.
3. Bapak dr. Feriandri Utomo, M.Biomed selaku Dekan Fakultas Kedokteran
& Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab.
4. Ibu Mega Pratiwi Irawan M.Si selaku Ketua Program Studi D-III Analis
Kesehatan Universitas Abdurrab sekaligus Pembimbing II yang telah
banyak memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan Proposal
Karya Tulis Ilmiah ini.
5. Ibu Eli Yusrita, M.K.M selaku Pembimbing I yang telah banyak
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyusun
Proposal Karya Tulis Ilmiah ini.
6. Seluruh Staf dan Dosen Prodi D-III Analis Kesehatan Universitas Abdurrab
yang telah membantu dalam penulisan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini.
7. Keluarga Tercinta, Ayahanda bapak Husni Thamrin dan Ibunda ibu
Mastaniah serta seluruh keluarga besar yang telah memberi dukungan baik
dari segi moril maupun materil serta do’anya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah.

i
ii

1. Sahabat yang penulis sayangi, seluruh teman-teman seperjuangan, dan


rekan-rekan mahasiswa/i dan semua pihak yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu terlaksananya Proposal
Karya Tulis Ilmiah ini.
Penulis juga menyadari bahwa Proposal Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh
dari kesempurnaan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca guna untuk perbaikan dan penyempurnaan Proposal Karya Tulis Ilmiah
ini.
Demikian Proposal Karya Tulis Ilmiah ini penulis persembahkan dan besar
harapan penulis semoga Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dapat memberikan nilai
dan manfaat bagi pembaca. Amin.

Pekanbaru, Desember 2019

Penulis

ii
iii

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
BERITA ACARA BIMBINGAN
KATA PENGANTAR ............................................................................ i
DAFTAR ISI ........................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................ 3
1.3 Tujuan Penelitian............................................................................. 3
1.3.1 Tujuan umum.......................................................................... 3
1.3.2 Tujuan khusus......................................................................... 3
1.4 Manfaat Penelitian............................................................................ 3
1.4.1 Bagi peneliti............................................................................ 3
1.4.2 Bagi akademik........................................................................ 3
1.4.3 Bagi masyarakat...................................................................... 3
1.5 Keaslian Penelitian........................................................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................. 5
2.1 Eritrosit (Sel Darah Merah).............................................................. 5
2.1.1 Definisi................................................................................... 5
2.1.2 Fisiologi Eritrosit.................................................................... 5
2.1.3 Nilai Normal Eritrosit............................................................. 6
2.2 Anemia............................................................................................. 6
2.3 Tidur................................................................................................. 6
2.3.1 Definisi................................................................................... 6
2.3.2 Jenis-jenis Tidur...................................................................... 7
2.3.3 Kualitas Tidur......................................................................... 7
2.3.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur............................... 8
2.3.5 Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Jumlah Eritrosit............. 9
2.4 Kerangka Konsep ............................................................................ 10
BAB III METODE PENELITIAN......................................................... 11
3.1 Jenis dan Desain Penelitian.............................................................. 11
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian.......................................................... 11
3.2.1 Waktu penelitian..................................................................... 11
3.2.2 Tempat penelitian................................................................... 11
3.3 Populasi dan Sampel........................................................................ 11
3.3.1 Populasi................................................................................... 11
3.3.2 Sampel.................................................................................... 11
3.4 Teknik Sampling.............................................................................. 12
3.5 Alat dan Bahan................................................................................. 12

iii
iv

3.5.1 Alat......................................................................................... 12
3.5.2 Bahan...................................................................................... 12
3.6 Prosedur Kerja.................................................................................. 12
3.6.1 Prosedur pengambilan sampel................................................ 12
3.6.2 Hematology Analyzer Sysmex XN-1000............................... 13
3.6.3 Prosedur pemeriksaan sampel ................................................ 13
3.7 Analisa Data..................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 14

iv
v

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian ................................................................... 4
Tabel 2.1 Nilai Normal Sel Eritrosit......................................................... 6

v
vi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ............................................................ 16

vi
vii

vii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tidur merupakan indikator vital bagi kesehatan. Sebagian besar dari kita
tahu bahwa tidur yang nyenyak itu penting, tetapi hanya segelintir dari kita yang
menjadikan tidur delapan jam sehari sebagai prioritas. Salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi kualitas tidur adalah jadwal pekerjaan (National Sleep
Foundation, 2015). Sekuriti merupakan salah satu profesi yang menerapkan
sistem jam kerja yang terbagi kedalam berberapa shift. Pekerjaan yang menuntut
agar selalu terjaga pada malam hari ini lah yang akan membuat waktu pola tidur
terganggu (Saftarina dan Hasanah, 2013).
Gangguan pola tidur dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketika individu
mengalami atau mempunyai risiko perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat
yang menyebabkan ketidak nyamanan atau menggangu gaya hidup (Uliyah dan
Hidayat, 2008). Tidur merupakan keadaan tidak sadar dimana persepsi dan reaksi
terhadap lingkungan menurun atau hilang, namun individu dapat dibangunkan
kembali dengan rangsangan yang cukup. Tidur diperlukan untuk proses
pemulihan dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel
yang rusak, salah satunya adalah sel eritrosit (Asmadi, 2008).
Sel darah merah atau eritrosit merupakan sel yang berbentuk cakram
bikonkaf, tidak berinti, tidak bergerak, berwarna merah karena mengandung
hemoglobin, eritrosit beridameter 7,5 μm dan tebal 2,0 μm. Jumlah didalam tubuh
kira-kira mencapai 4,5−5 juta/mm3 dan memiliki bentuk elastis agar bisa berubah
bentuk ketika melalui berbagai macam pembuluh darah yang dilaluinya (Nugraha,
2015).
Eritrosit adalah sel yang memiliki fungsi khusus mengangkut oksigen ke
jaringan-jaringan tubuh dan membantu pembuangan karbon dioksida dan proton
yang dihasilkan oleh metabolisme jaringan tubuh. Sel eritrosit merupakan sel
terbanyak dengan struktur sederhana dibandingkan dengan sel tubuh lain (Sofro,
2012).

1
2

Penelitian yang dilakukan oleh Misdar dkk (2019) tentang Perbandingan


Daya Tahan Kardiovaskuler bagi Atlet Jam Tidur Kurang dan Cukup ditinjau dari
Hemoglobin pada Atlet Hoki, menunjukkan bahwa variabel jam tidur berpengaruh
secara signifikan pada kadar Hemoglobin. Sampel jam tidur kurang memiliki
kadar hemoglobin yang terlalu cair (dibawah 14 gram/dl). Sedangkan sampel jam
tidur cukup memiliki kadar hemoglobin yang baik (berkisar di antara 14-18
gram/dl). Hasil Peneltian lain yang dilakukan oleh Rompas dkk (2013) tentang
Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Kualitas Tidur Penyakit Ginjal Kronik
menunjukkan bahwa dalam penelitian ini yaitu pasien yang memiliki kadar
hemoglobin dibawah rata-rata 9,76 gram/dl memiliki kualitas tidur yang buruk
sedangkan pasien yang memiliki kadar hemoglobin diatas rata-rata 9,76 gram/dl
memiliki kualitas tidur cukup baik, namun ada juga yang kadar hemoglobin
dibawah rata-rata 9,76 yang memiliki kualitas tidur cukup baik.
Hasil survei awal yang telah dilakukan, sebagian besar pekerja sekuriti
memiliki waktu pola tidur yang tidak teratur dikarenakan berberapa faktor
pekerjaan, salah satunya adalah karena kerja terbagi berberapa shift, terutama
yang bertugas pada malam hari (bekerja mulai pukul 21.00-09.00). Berdasarkan
dari latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
berjudul “Perbedaan Jumlah Eritrosit Pada Pekerja Sekuriti Showroom
Mobil Berdasarkan Kualitas Tidur”.

2
3

1.2 Rumusan Masalah


Apakah ada perbedaan jumlah eritrosit dalam darah pada pekerja sekuriti
dengan kualitas tidur yang baik dan sekuriti dengan kualitas tidur yang buruk?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan umum
Mengetahui perbedaan jumlah sel eritrosit dalam darah pekerja
sekuriti berdasarkan dari kualitas tidurnya.
1.3.2 Tujuan khusus
Mengetahui jumlah sel eritrosit dalam darah pekerja sekuriti
berdasarkan dari kualitas tidur dengan metode Hydrodynamic Focusing DC
Detection.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan peneliti dalam bidang penelitian, serta
meningkatkan kemampuan dalam penyusunan proposal karya tulis ilmiah.
1.4.2 Bagi Akademik
Memberikan informasi kepada institusi pendidikan yang bertindak
sebagai pemerhati, khususnya dibidang Analis Kesehatan dan menambah
pembendaharaan Proposal Karya Tulis Ilmiah di perpustakaan Universitas
Abdurrab Pekanbaru.
1.4.3 Bagi Masyarakat
Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya
menjaga kualitas tidur untuk dapat sedini mungkin mengurangi resiko yang
akan timbul apabila kualitas tidur kurang baik.

3
4

1.5 Keaslian Penelitian


Judul KTI : Perbedaan Jumlah Eritrosit Pada Pekerja Sekuriti Berdasarkan
Kualitas Tidur
Peneliti Judul Hasil Persamaan Perbedaan
penelitian penelitian
Misdar, Perbandingan Menunjukkan Sama-sama Menggunakan
Ichsani, Daya Tahan hasil bahwa menggunakan sampel,
Abdul Kardiovaskuler variabel jam sampel darah pemeriksaan,
Rahman Bagi Atlet Jam tidur berdasarkan tempat dan
(2019) Tidur Kurang berpengaruh kualitas tidur waktu yang
dan Cukup secara berbeda
Ditinjau Dari signifikan
Hemoglobin pada kadar
Pada Atlet Hemoglobin.
Hoki FIK
UNM

Althasian Hubungan Menunjukkan Sama-sama Menggunakan


Boas kadar kadar menggunakan sampel,
Rompas, hemoglobin Hemoglobin sampel darah pemeriksaan,
Jon dengan dibawah rata- berdasarkan tempat dan
Tangka, kualitas tidur rata pada kualitas tidur waktu yang
Julia pasien pasien berbeda
Rotti penyakit ginjal dengan
(2013) kronik di poli kualitas
ginjal dan buruk, dan
hipertensi kadar
BLU RSUP Hemoglobin
Prof. DR. R. normal pada
D. Kandou pasien
Manado dengan
kualitas tidur
baik

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

4
5

2.1 Eritrosit (Sel Darah Merah)


2.1.1 Definisi
Eritrosit merupakan merupakan cairan bikonkaf dengan diameter
sekitar 7 mikron. Bikonkavitas memungkinkan gerakan oksigen masuk dan
keluar sel secara cepat dengan jarak yang pendek antara membrane dan inti
sel. Warnanya kuning kemerah-merahan, karena di dalamnya mengandung
suatu zat yang disebut hemoglobin (Handayani dan Haribowo, 2008).
Eritrosit tidak memiliki inti sel, mitokondria dan ribosom, serta tidak
dapat bergerak. Sel ini tidak dapat melakukan mitosis, fosforilasi oksidatif
sel, atau pembentukan protein. Komponen eritrosit meliputi membrane
eritrosit, sistem enzim G6PD (Glucose 6-Phosphatedehydrogenase), dan
hemoglobin (Handayani dan Haribowo, 2008).
2.1.2 Fisiologi Eritrosit
Eritrosit adalah sel yang memiliki fungsi khusus mengangkut oksigen
ke jaringan-jaringan tubuh dan membantu pembuangan karbon dioksida dan
proton yang dihasilkan oleh metabolisme jaringan tubuh. Eritosit melakukan
metabolisme aktif tetapi tidak tergantung insulin untuk memasukkan
glukosa ke dalam sel, berbeda dengan sel otot dan sel jaringan adiposa yang
memerlukan atau sangat tergantung insulin (Sofro, 2012).
Dalam setiap detik ada 2−3 juta sel darah merah masuk ke sirkulasi.
Sebagai sel yang beredar dalam sirkulasi darah, perjalanan berkilo kilometer
lewat pembuluh darah dengan diameter besar maupun kecil bahkan sangat
kecil yang hanya mampu dilewati sel satu per satu. Sel ini pun saat melewati
pembuluh kapiler kecil harus menyesuaikan bentuknya pada lumen kapiler
dengan kemampuannya menyesuaikan bentuk sel (deformabilitas) (Sofro,
2012).

2.1.3 Nilai Normal Eritrosit

5
6

Tabel 2.1 Nilai Normal Sel Eritrosit


Jumlah Sel Eritrosit
(juta/mL)
Laki-laki 4,7-6,1
Perempuan 4,2-5,4
Anak-anak 4,0-5,5
Sumber: Kiswari, (2014)

2.2 Anemia
Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai jumlah massa eritrosit (red
cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen
dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer (penurunan oxygen carrying
capacity). Secara praktis anemia ditunjukkan oleh penururan kadar hemoglobin,
hematokrit atau hitung eritrosit (red cell count) (Sudoyo dkk, 2009).
Anemia bukanlah suatu kesatuan penyakit tersendiri (disease entity), tetapi
merupakan gejala berbagai macam penyakit dasar (underlying disease). Oleh
karena itu dalam diagnosis anemia tidaklah cukup hanya sampai kepada label
anemia tetapi harus dapat ditetapkan penyakit dasar yang mnyebabkan anemia
tersebut. Anemia terbagi lagi menjadi berberapa kalsifikasi yaitu; anemia
hipokromik mikrosister, anemia normokromik mikrosister, dan anemia
makrosister (Sudoyo dkk, 2009).

2.3 Tidur
2.3.1 Definisi
Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar di mana persepsi dan
reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat
dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup. Seseorang
dapat dikategorikan sedang tidur apabila terdapat tanda-tanda sebagai
berikut:
a. Aktivitas fisik minimal.
b. Tingkat kesadaran bervariasi.
c. Terjadi Perubahan proses fisiologis tubuh, dan
d. Penurunan respons terhadap rangsangan dari luar (Asmadi, 2008).
2.3.2 Jenis-jenis tidur

6
7

Menurut Asmadi (2008), Tidur dapat diklasifikasikan kedalam dua


jenis yaitu tidur dengan gerakan bola mata cepat Tidur REM (Rapid Eye
Movement), dan tidur dengan gerakan bola mata lambat Tidur NREM (Non-
Rapid Eye Movement).
a. Tidur REM (Rapid Eye Movement)
Tidur REM merupakan tidur dalam kondisi aktif atau tidur
paradoksial. Hal tersebut berarti tidur REM ini sifatnya nyenyak
sekali, namun fisiknya yaitu gerakan kedua bola matanya bersifat
sangat aktif. Tidur REM ditandai dengan mimpi, otot-otot kendor,
tekanan darah bertambah, gerakan mata cepat, sekresi lambung
meningkat, ereksi penis pada laki-laki, gerakan otot tidak teratur,
kecepatan jantung, dan pernapasan tidak teratur sering lebih cepat,
serta suhu dan metabolisme meningkat.
b. Tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement)
Tidur NREM merupakan tidur yang nyaman dan dalam. Pada tidur
NREM gelombang otak lebih lambat dibandingkan pada orang yang
sadar atau tidak tidur. Tanda-tanda tidur NREM adalah antara lain:
mimpi berkurang, keadaan istirahat, tekanan darah turun, kecepatan
pernapasan turun, metabolisme turun, dan gerakan bola mata lambat.
2.3.3 Kualitas Tidur
Kualitas tidur dapat digunakan sebagai indikator apakah seseorang
mengalami stres atau tidak. Kualitas tidur yang baik dapat digunakan untuk
proses pemulihan dalam rangka mengurangi tingkat stres dan lelah
berlebihan. Pola tidur yang baik dan teratur dapat memberikan efek yang
baik untuk kesehatan. Kebutuhan tidur yang cukup ditentukan oleh jumlah
faktor jam tidur (kuantitas tidur) dan kedalaman tidur (kualitas tidur).
Kualitas tidur meliputi kuantitas atau lama waktu tidur dan kualitas tidur itu
sendiri yang meliputi frekuensi terbangun, aspek subjektif lain dan
kepulasan tidur. Kualitas tidur seseorang dikatakan baik apabila tidak
menunjukkan tanda-tanda kekurangan tidur dan tidak mengalami masalah
dalam tidurnya (Sugiono dkk, 2018).
2.3.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

7
8

Menurut Uliyah dan Hidayat (2008), kualitas dan kuantitas tidur


dipengaruhi oleh berberapa faktor. Kualitas tersebut dapat menunjukkan
adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah istirahat
sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini merupakan faktor yang dapat
mempengaruhi pemenuhan keutuhan tidur, antara lain:
a. Penyakit
Sakit dapat mempengaruhi kebutuhan tidur seseorang. Banyak
penyakit yang dapat memperbesar kebutuhan tidur, seperti penyakit
yang disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi limpa. Infeksi limpa
berkaitan dengan keletihan, sehingga penderitanya membutuhkan lebih
banyak waktu tidur untuk mengatasinya. Banyak juga keadaan sakit
yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
b. Latihan dan Kelelahan
Keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak
tidur untuk menjaga keseimbangan energi yang telah dikeluarkan. Hal
tersebut terlihat pada seseorang yang telah melakukan aktivitas dan
mencapai kelelahan. Dengan demikian, orang tersebut akan lebih cepat
untuk dapat tidur karena tahan tidur gelombang lambatnya (NREM)
diperpendek.
c. Stres Psikologis
Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat
ketegangan jiwa. Seseorang yang memiliki masalah psikologis akan
mengalami kegelisahan sehingga sulit untuk tidur.
d. Obat
Obat dapat juga mempengaruhi proses tidur. Beberapa jenis obat yang
mempengaruhi proses tidur, seperti jenis golongan obat diuretik yang
dapat menyebabkan insomnia; antidepresan yang dapat menekan
REM; kafein yang dapat meningkatkan saraf simpatis sehingga
menyebabkan kesulitan untuk tidur.
e. Nutrisi
Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dapat mempercepat proses tidur.
Konsumsi protein yang tinggi dapat menyebabkan individu tersebut

8
9

akan mempercepat proses terjadinya tidur karna dihasilkan triptofan


Triptofan merupakan asam amino hasil pencernaan protein yang dapat
membantu kemudahan dalam tidur.
f. Lingkungan
Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat
mempercepat proses terjadinya tidur. Sebaliknya, lingkungan yang
tidak aman dan nyaman bagi seseorang dapat menyebabkan hilangnya
ketenangan sehingga mempengaruhi proses tidur.
g. Motivasi
Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan seseorang untuk
tidur, sehingga dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya
keinginan untuk tidak tidur dapat menimbulkan gangguan proses tidur.
2.3.5 Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Jumlah Eritrosit
Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah
massa eritrosit. Secara praktis anemia ditunjukkan oleh penurunan kadar
hemoglobin, hematokrit, atau hitung jumlah sel eritrosit (Sudoyo dkk,
2009). Penelitian yang telah dilakukan oleh Rompas dkk (2013) tentang
hubungan kadar Hb (hemoglobin) dengan kualitas tidur pasien ginjal kronik
menunjukkan hasil bahwa kadar hb yang rendah dapat mempengaruhi
kualitas tidur responden. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Mawo dkk
(2019) tentang hubungan kualitas tidur dengan kadar hemoglobin
mahasiswa fakultas kedokteran undana didapati hasil 81,2% mahasiswa
memiliki kualitas tidur yang buruk dan 18,8% yang memiliki kualitas tidur
yang baik. Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar Hb, didapati hasil
sebanyak 60,9% mahasiswa memiliki kadar Hb yang rendah, dibandingkan
kadar Hb normal sebesar 39,1%.

2.4 Kerangka Konsep


Variabel Independen Variabel Dependen

9
10

Kualitas tidur Jumlah eritrosit

H0 : Tidak ada perbedaan antara jumlah eritrosit darah berdasarkan kualitas


tidur yang baik dan kualitas tidur yang buruk.
H1 : Ada perbedaan antara jumlah eritrosit darah berdasarkan kualitas tidur
yang baik dan kualitas tidur yang buruk.

10
11

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Desain Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan
pendekatan cross sectional untuk mengetahui perbedaan jumlah eritrosit pada
sekuriti berdasarkan kualitas tidur. Kualitas tidur pekerja sekuriti diukur dengan
menggunakan kuesioner Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI) yang terdiri dari
9 pertanyaan.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian


3.2.1 Waktu penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari– Juni 2020.
3.2.2 Tempat penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Klinik Paramita
Pekanbaru.

3.3 Populasi dan Sampel


3.3.1 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah pekerja sekuriti sebanyak 40
responden yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru.
3.3.2 Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 sekuriti yang
bekerja di showroom mobil di Jalan Soekarno-Hatta Kota Pekanbaru.
Sampel akan dikelompokkan menjadi dua kelompok, satu kelompok dengan
kualitas tidur yang baik dan satu kelompok lagi dengan kualitas tidur yang
buruk. Kualitas tidur akan dinilai menggunakan kuesioner PSQI. Sampel
akan dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi beikut:
Kriteria inklusi :
1. Berjenis kelamin laki-laki yang berumur > 22 tahun
2. Pekerja sekuriti yang bekerja lebih dari 2 tahun
3. Responden tidak mempunyai penyakit kelainan darah

11
12

4. Responden bersedia diambil darah sebanyak 3 ml


Kriteria ekslusi :
1. Pekerja dalam keadaan sakit demam
2. Pekerja dalam keadaan meminum obat

3.4 Teknik Sampling


Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, cara
pengambilan didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh
peneliti sendiri berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui
sebelumnya (Notoatmodjo, 2010).

3.5 Alat dan Bahan


3.5.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah jarum, holder,
tabung vacutainer EDTA, alkohol swap 70 %, tourniquet, handscoon,
masker, plester, Sysmex Automated Hematology Analyzer.
3.5.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah darah vena pekerja
sekuriti sebagai sampel pemeriksaan dan antikoagulan EDTA, reagen
sysmex.

3.6 Prosedur Kerja


3.6.1 Prosedur pengambilan sampel
Siapkan semua alat yang digunakan, pilih lokasi pengambilan sampel
pada pembuluh darah vena mediana cubiti yang terletak di daerah lipatan
siku, pasang tourniquet pada bagian lengan atas atau 3 jari di atas lipatan
siku, desinfektan menggunakan kapas alkohol 70 % pada lokasi
pengambilan. Lakukan penusukan pada lokasi yang telah ditentukan ,
tusukan tabung vakum kejarum (needle) yang sudah terpasang dengan
pemegang tabung (holder). Lepaskan tourniquet, tunggu beberapa saat
sampai tabung vakum sudah mencukupi volume. Cabut tabung vakum

12
13

setelah itu keluarkan jarum dari lokasi penusukan, langsung tutup dengan
plester. Homogenkan tabung vakum yang berisi darah (Nugraha, 2015).
3.6.2 Hematology Analyzer Sysmex XN - 1000
Sysmex adalah alat yang digunakan untuk mengukur sampel darah,
alat ini juga dapat menganalisa / mendiagnosis penyakit yang diderita
seorang pasien seperti anemia, dan infeksi. Metode Hematology Analyzer
meliputi Hydro Dynamic Foccusing, SLS – Hemoglobin, DC – Detection
method, Flow Cytometri. Prinsip pemeriksaan hitung jumlah sel eritrosit
adalah sampel dihisap dan diencerkan dengan reagen Cellpack kemudian
masuk ke RBC Detector. Jumlah eritrosit dihitung dengan metode
Hydrodynamic Focusing DC Detection (IKA Paramita Lab, 2016).
3.6.3 Prosedur Pemeriksaan Sampel
Siapkan sampel yang sudah ditempelkan barcode, masukan NO ID,
cek no rak dan posisi sampel, masukan rak kedalam sampler disisi sebelah
kanan alat lalu klik START, ketika semua rak telah pindah ke sebelah kiri
maka lampu LED akan menyala, periksa hasil yang ditampilkan (IKA
Pramita Lab, 2016).

3.7 Analisa Data


Analisa data menggunakan analisa bivariate secara SPSS dengan statistik
non parametrik dengan Uji Paired T-test yang dilakukan untuk melihat perbedaan
jumlah eritosit dalam darah pekerja sekuriti dengan kualitas tidur yang baik dan
kualitas tidur yang buruk.

13
14

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan


Dasar Klien. Salemba Medika. Jakarta

Buysse, D. J., Reynolds, C. F., Monk, T. H., Berman, S. R., dan Kupfer, D. J.
(n.d.). PSQI.pdf. Oakland Psychiatric Associate. Retrieved from
http://www.opapc.com/uploads/documents/PSQI.pdf

Dokumen Paramita Lab Nomor LAB.25-IKA-PU-02.1/22. 2016. Instruksi Kerja


Pemeriksaan Eritrosit. Jakarta

Handayani, W., dan Hariwibowo, A. S. 2008. Asuhan Keperawatan pada Klien


dengan Gangguan Sistem Hematologi. Salemba Medika: Jakarta

Kiswari, R. 2014. Hematologi & Transfusi. Erlangga. Jakarta

Mawo, P. R. 2018. Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Hemoglobin pada


Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana. Volume 17: Halaman 158–163

Misdar, Ichsani, dan Rahman, A. 2019. Perbandingan Daya Tahan Kardiovaskuler


Bagi Atlet Jam Tidur Kurang dan Cukup Ditinjau dari Hemoglobin pada
Atlet Hoki FIK UNM. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Volume 1
(1): Halaman 24–34

National Sleep Foundation. 2015. How Much Sleep Do We Really Need?.


Arlington County

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta.


Jakarta

Nugraha, G. 2015. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Dasar. CV. Trans Info


Media. Jakarta Timur

14
15

Rompas, A. B., Tangka, J., dan Rottie, J. 2013. Hubungan Kadar Hemoglobin
Dengan Kualitas Tidur Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di Poli Ginjal Dan
Hipertensi Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan.
Volume 1 (1): Halaman 23–38.

Saftarina, F., dan Hasanah, L. 2014. Hubungan Shift Kerja dengan Gangguan Pola
Tidur pada Perawat Instalasi Rawat Inap di RSUD Abdul Moeloek. Jurnal
Medula. Volume 2 (2): Halaman 28–38.

Sofro, A. S. M. 2012. Darah. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata K, M. dan Setiati, S. 2009.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 2 Edisi 5. Interna Publishing. Jakarta

Sugiono, Putro, W. W., Sari, S. I. K. 2018. Ergonomi Untuk Pemula (Prinsip


Dasar & Aplikasinya). UB Press. Malang.

Uliyah, M., dan Hidayat, A. A. A. 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik


untuk Kebidanan, Edisi 2. Salemba Medika: Jakarta

15
16

KUESIONER PENELITIAN

PERBEDAAN JUMLAH ERITROSIT BERDASARKAN KUALITAS


TIDUR PADA PEKERJA SEKURITI SHOWROOM MOBIL DI JALAN
SOEKARNO-HATTA PEKANBARU

I. IDENTITAS RESPONDEN
NAMA :
JENIS KELAMIN :
UMUR :
TEMPAT KERJA :
MASA BEKERJA :
SHIFT KERJA : ⃝ 09.00-17.00 ⃝17.00-01.00 ⃝ 01.00-09.00
⃝ 09.00-21.00 ⃝ 21.00-09.00

II. KUESIONER

a) Kuesioner ini berdasarkan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)


terdiri dari 9 daftar pertanyaan yang berkaitan dengan sifat-sifat tidur anda
selama sebulan terakhir ini saja.

b) Petunjuk pengisian:
Jawablah pertanyaan dengan sebenar-benarnya dan berilah tanda checklist
(√) pada kolom yang sesuai dengan keadaan bapak saat ini

The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)

Selama sebulan ini :

No Pertanyaan
1 Sekitar pukul berapa anda biasanya tidur di malam hari? …………………
2 Berapa menit anda membutuhkan waktu untuk dapat tertidur di malam hari?
…………....................................................................................................
3 Sekitar pukul berapa anda biasanya bangun tidur di pagi hari? …………...
4 Berapa lama anda biasanya tidur pada malam hari ?……................……....

16
17

5 Seberapa sering anda Tidak Kurang 1 atau 2 3 kali atau


terjaga karena…...... Pernah dari sekali kali dalam lebih dalam
dalam seminggu seminggu
seminggu
a. Tidak dapat tertidur
dalam waktu 30
menit
b. Terbangun ditengah
malam atau pagi-
pagi sekali
c. Terbangun karena
ingin ke kamar
mandi
d. Terganggu
pernafasan
e. Batuk/mendengkur
terlalu keras
f. Merasa kedinginan

g. Merasa kepanasan

h. Mimpi buruk

i. Merasa kesakitan

j. Alasan lain :

6 Seberapa sering anda


mengkonsumsi obat
untuk membantu agar
anda dapat tertidur
(resep/bebas) ?
7 Berapa sering anda tidak
dapat menahan kantuk
ketika bekerja, makan
atau aktifitas
lainnya ?
8 Berapa sering anda
mengalami kesusahan
berkonsentrasi dalam
pekerjaan ?

17
18

Baik Baik Buruk Buruk


Sekali Sekali
9 Bagaimana anda
menilai kualitas tidur
anda sebulan ini ?

18