Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KESEHATAN REPRODUKSI

Oleh:

Sri Wiludjeng, Amd. Keb.


NIM: 1941A1359

PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN


FAKULTAS KESEHATAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN (IIK) STRADA INDONESIA
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Kesehatan Reproduksi wanita


Hari/tanggal : Kamis, 16 April 2020
Jam : 10.30-11.00 WIB
Tempat : Ruang Kemuning RSUD Nganjuk
Sasaran : Ibu-ibu post partum
Penyuluh : Mahasiswa D4 Kebidanan IIK Strada Indonesia

1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan,peserta diharapkan dapat mengetahui dan mengerti
mengenai kesehatan reproduksi.
b. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan peserta,
1. Memahami pengertian kesehatan reproduksi.
2. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi
3. Memahami cara menjaga kesehatan reproduksi

2. Pokok Bahasan
Kesehatan reproduksi wanita

3. Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian kesehatan reproduksi.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi
3. Cara menjaga kesehatan reproduksi

4. Materi
Terlampir

5. Media
PowerPoint
6. Metode Penyuluhan
a. Ceramah
b. Tanya jawab

7. Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan
No Waktu
Penyuluh Pasien dan Keluarga
Pembukaan
1) Memberi salam. 1) Menjawab salam
1 3 Menit 2) Menyampaikan topik penyuluhan. 2) Mendengarkan
3) Menjelaskan tujuan penyuluhan. 3) Mendengarkan
4) Melakukan kontrak waktu. 4) Mendengarkan
Penyajian Materi
1) Mengkaji pengetahuan awal dan 1) Menjawab
pengalaman pasien tentang topik yang
2 22 Menit akan disampaikan.
2) Menyampaikan materi tentang : 2) Mendengarkan
a. Pengertian kesehatan reproduksi
b. Cara menjaga kesehatan reproduksi
Evaluasi
1) Memberikan kesempatan kepada peserta 1) Bertanya
penyuluhan untuk bertanya.
2) Menanyakan kembali pada peserta 2) Menjawab
penyuluhan tentang materi yang
3 5 Menit
disampaikan.
Penutup
1) Menyimpulkan Materi 1) Mendengarkan
2) Memberi Salam 2) Menjawab salam

8. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur : Rencana kegiatan dan penyaji materi penyuluhan dipersiapkan
dari sebelum kegiatan.
b. Evaluasi Proses
o Peralatan dan tempat tersedia.
o Peserta bersedia.
o Waktu sesuai dengan rencana.
c. Evaluasi Hasil
o Mampu menjelaskan materi kesehatan reproduksi
o Peserta mampu menjawab pertanyaan.
MATERI
KESEHATAN REPRODUKSI WANITA

1. Pengertian Kesehatan Reproduksi


Menurut WHO, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik,
mental dan sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam
segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya.
Sedangkan menurut Depkes RI (2000), kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan
sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial yang berkaitan
dengan alat, fungsi serta proses reproduksi yang pemikiran kesehatan reproduksi
bukannya kondisi yang bebas dari penyakit melainkan bagaimana seseorang dapat
memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.

2. Faktor- faktor yang mempengaruhi Kesehatan Reproduksi


a. Faktor demografis dapat dinilai dari data: usia pertama melakukan hubungan
seksual, usia pertama manikah, usia pertama hamil sedangkan faktor sosial
ekonomi dapat dinilai dari tingkat pendidikan, akses terhadap pelayanan kesehatan,
status pekerjaan, tingkat kemiskinan, rasio melek huruf, rasio remaja tidak sekolah
dan atau melek huruf
b. Faktor budaya dan lingkungan mencakup pandangan agama, status perempuan,
ketidaksetaraan jender, lingkungan tempat tinggal dan bersosialisasi, persepsi
masyarakat tentang fungsi reproduksi, personal hygiene.
c. Faktor psikologi antara lain rasa rendah diri, tekanan teman sebaya, tindak
kekerasan di rumah/ lingkungan, dan ketidakharmonisan orang tua
d. Faktor biologis meliputi: gizi buruk kronis, kondisi anemia, kelainan bawaan organ
reproduksi, kelainan akibat radang panggul, infeksi lain atau keganasan

3. Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi


Menjaga kesehatan Alat Reproduksi Wanita sangat penting. Cara tepat dan mudah
menjaga kesehatan reproduksi adalah sebagai berikut:
1. Bersihkan bagian luar vagina setelah buang air kecil atau air besar, dengan
menggunakan air bersih. Dengan arah dari depan ke belakang.
2. Saat memasuki masa siklus menstruasi, sering-seringlah mengganti pembalut
terutama pada awal haid yang biasanya banyak mengeluarkan darah.
.
3. Jangan menggunakan sabun atau menyapu shower gel pada vagina karena akan
memicu kondisi kering, iritasi kulit dan akan menjadi gatal. Bahkan beberapa
wanita sensitif dan alergi terhadap kandungan pewangi serta busa yang ada pada
sabun.
4. Lakukan pembersihan dengan menggunakan air pada alat kelamin baik itu suami
ataupun istri ketika akan dan setelah melakukan hubungan badan. Sebaiknya anda
juga membuang air kecil lebih kurang setengah jam setelah berhubungan badan,
hal ini akan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.
5. Keputihan normal terjadi pada waktu beberapa hari sebelum haid, ketika
mengalami gairah seks, kehamilan dan klimakterik atau setelah menopause.
Keputihan yang terjadi pada diluar waktu-waktu tersebut disertai bau tidak sedap,
warna yang kuning / kehijau-hijauan, rasa gatal harus diwaspadai dan
dikonsultasikan dengan dokter.
6. Hindari penggunaan pembersih vagina yang dijual dipasaran, karena dapat
menimbulkan efek samping dan mengubah ph vagina. Produk yang sebaiknya anda
hindari adalah apabila setelah digunakan menimbulkan gatal, pedih dan kemerah-
merahan.
7. Sering mengganti pembalut dan celana dalam saat masa nifas berlangsung apabila
sudah basah atau setelah BAK/BAB.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, dkk. 2004. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC


Mellyna, H. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa Swara
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.Jakarta
Saifudin, Abdul Bari. 2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.Jakarta