Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MATA KULIAH PROFESI


PENDIDIKAN

Skor Nilai:

PROFESI PENDIDIKAN

NAMA MAHASISWA : UMMU HAMIDAH KHAIRANI


NIM : 1191111010
DOSEN PENGAMPU : DRS. IRSAN M.Pd M.Si
WALIYUL MAULANA SIREGAR S.Pd M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Kata pengantar

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkatnya saya dapat
menyelesaikan tugas critical jurnal review ini.meskipun banyak hambatan yang saya alami dalam proses
pengerjaanya,tapi saya berhasil menyelesaikan tugas ini dengan tepat pada waktunya.

Dan saya berharap semoga tugas critical jurnal review ini dapat berguna bagi kita semua. saya
menyadari bahwa dalam menyusun tugas ini masih jauh dari kesempurnaan,untuk itu saya sangat
mengaharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya tugas ini.dan saya
berharap semoga tugas ini berguna bagi saya khususnya yang menulis tugas ini dan pada umumnya
kepada pembaca.

Dan saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan arahan
agar saya dapat menyiapkan tugas mata kuliah psikologi pendidikan demi memenuhi tugas critical jurnal
review pada mata kuliah ini.

Medan, 24 Maret 2020

Ummu Hamidah Khairani

1
Daftar isi

Kata pengantar.........................................................................................................1
Daftar isi...................................................................................................................2
BAB I Pendahuluan...................................................................................................3
1.1 Rasionalisasi pentingnya CJR ........................................................................3
1.2 Tujuan penulisan CJR.....................................................................................3
1.3 Manfaat CJR...................................................................................................3
BAB II Pembahasan..................................................................................................4
2.1 Review Jurnal Utama......................................................................................4
2.2 Review Jurnal Pembanding............................................................................9
BAB III Penutup......................................................................................................16
3.1 Kesimpulan...................................................................................................16
3.2 Saran............................................................................................................16

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 . Rasionalisasi Pentingnya CJR


Ketika kita ingin membaca sebuah jurnal yang ingin kita referensi seringkali kita menemukan
kekurangan yaitu dalam segi bahasa yang kurang kita pahami dan mengerti. Maka dari itu
penulis membuat Critical journal Review agar pembaca dapat lebih memahaminya terkusus pada
pembahasan Kerja Pengajaran dan Tantangan untuk Pendidikan Guru.

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui tujuan penulisan jurnal

b. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam jurnal tersebut.

c. Untuk menetahui hasil dari penelitian jurnal tersebut.

d. Untuk mengetahui simpulan dalam jurnal tersebut.

1.3 Manfaat

a. Dapat menyelesaikan tugas dari mata kuliah Profesi Pendidikan

b. Dapat mengetahui tujuan dan metode penelitian dalam jurnal tersebut.

c. Dapat mengetahui isi dari jurnal

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 REVIEW JURNAL UTAMA
1 Judul HUBUNGAN KOMPETENSI PERSONAL DAN
PROFESIONAL GURU DENGAN MOTIVASI
BELAJAR SISWA DI SMKN 2 KOTA GORONTALO
2 Jurnal Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran
3 Download http://journal.um.ac.id/index.php/pendidikan-dan-
pembelajaran/article/view/3400/619
4 Volume dan Vol. 19, Hal. 212-2019
Halaman
5 Tahun 2012
6 Penulis Sitti Roskina Mas
7 Reviewer Ummu Hamidah Khairani
8 Tanggal 24 Februari 2020
9 Abstrak
Penelitian
-Tujuan Tujuan utama dari jurnal penelitian yang saya review ini
Penelitian yang pertama untuk memperoleh gambaran tentang
kompetensi personal dan profesional guru terhadap
motivasi belajar siswa dan yang kedua mengetahui
hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara
kompetensi personal, kompetensi profesional guru
dengan motivasi belajar siswa di SMKN 2 Kota
Gorontalo.
Sedangkan beberapa landasan teori yang digunakan
penulis untuk memperkuat penelitiannya yaitu diambil
dari Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru
dan dosen harus memiliki prinsip-prinsip profesional
seperti tercantum pada pasal 5 ayat 1, dan didukung
beberapa pendapat ahli mengenai  kompetesi personal
dan professional guru yang dijelaskan secara jelas dalam
jurnal penelitian ini.

-Subjek Lokasi penelitian dalam jurnal adalah SMKN 2


Penelitian Gorontalo sedangkan populasi dalam penelitian ini
sebanyak 196 orang dan dari jumlah populasi tersebut
sampel  ditetapkan sebesar 40% dari 196 siswa kelas 2
yaitu 80 siswa.
-Assesment Data Pengumpulan data menggunakan angket tertutup yang
dibagi kepada siswa. Sedangkan teknik penarikan
sampel dilakukan dengan cara random, Dan data yang
telah diperoleh dianalisis menggunakan beberapa alat
analisis yaitu analisis deskriptif, korelasi, dan regresi
berganda.
-Kata Kunci Kompetensi, personal, profesional, motivasi belajar.

10 Pendahuluan
-Latar Belakang Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pro-
ses belajar mengajar di sekolah, salah satunya adalah
dan Teori
guru yang memiliki kompetensi sesuai standar pendi-
dikan nasional. Dalam proses pendidikan, guru memi-
liki peranan sangat penting dan strategi untuk mem-
bimbing, mendidik siswa ke arah kedewasaan, kema-
tangan dan kemandirian, sehingga guru sering dikata-
kan sebagai ujung tombak pendidikan. Sukses tidak-
nya pendidikan sangat tergantung pada guru sebagai
ujung tombak pelaksanaan pendidikan pada suatu
lembaga pendidikan.
11 Metode Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian
Penelitian yang saya review ini adalah pendekatan kuantitatif
dengan rancangan penelitian korelasional.
-Langkah Pertama, menentukan sample penelitian dengan cara
Penelitian teknik random sampling. Kemudian data dikumpulkan
menggunakan angket tertutup yang dibagi kepada siswa.
 Keseluruhan data yang telah diperoleh selanjutnya
dikelompokkan menjadi 3 kelompok data (tinggi,
sedang, dan rendah) untuk memudahkan dalam
melakukan analisis data. Penentuan kelompok kategori
dilakukan berdasarkan selisih nilai terendah dan nilai
tertinggi dibagi jumlah kategori sehingga diperoleh jarak
dari masing-masing kategori.
Terakhir, Data yang telah diperoleh selanjutnya
dianalisis menggunakan beberapa alat analisis yaitu
analisis deskriptif, korelasi, dan regresi berganda

-Hasil penelitian Secara keseluruhan, Hasil analisis dalam penelitian ini


menunjukkan bahwa kompetensi personal guru SMKN 2
Kota Gorontalo berada pada kategori sedang yakni 50,06
% dengan nilai tertinggi adalah 70% dan terendah adalah
20% sedangkan kompetensi profesional guru SMKN 2
Gorontalo berada pada kategori sedang yakni 50,08 %
dengan nilai terendah adalah 23% dan tertinggi adalah
68%. Sehingga dapat disimpulkan kontribusi kompetensi
personal guru terhadap motivasi belajar siswa SMKN 2
Kota Gorontalo yang masih dalam ukuran sedang
menunjukkan bahwa guru belum menampilkan secara
optimal kompetensi personalnya untuk dapat
meningkatkan motivasi belajar pada siswa dan guru
belum menampakkan secara optimal kompetensi
profesionalnya untuk dapat meningkatkan motivasi
belajar dan mengefektifkan pembelajaran pada siswa di
SMKN 2 Kota Gorontalo.
Sedangkan dilihat dari Hasil analisis korelasi pearson
untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar
dengan kompetensi personal dan profesional guru di
SMKN 2 Kota Gorontalo menunjukkan bahwa terdapat
hubungan antara motivasi belajar dengan kompetensi
personal dan hubungan yang signifikan antara motivasi
belajar dengan kompetensi professional guru. Hasil ini
menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam
menampilkan secara positif dan optimal kompetensi
personal dan profesionalnya dalam proses belajar
mengajar memiliki kontribusi terhadap tinggi rendahnya
motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar
siswa di SMKN 2 Kota Gorontalo.
12 Analisis Jurnal

-Kekuatan Menurut saya kekuatan penelitian ini adalah landasan


Penelitian teori yang digunakan dalam penelitian sangat kuat
sebagai acuan, juga disertai dengan pendapat ahli dan
hasil penelitian sangat relevan dengan penelitian
terdahulu yang dicantumkan dalam jurnal penilitan ini,
selain itu menurut analisa saya, metode yang digunakan
penulis dalam penelitian ini sudah tepat sesuai dengan
tujuan penelitian dan dijelaskan oleh penulis dengan
sangat rinci.
-Kelemahan Menurut saya kelemahan penelitian ini adalah pada
Penelitian bagian penulisan hasil penelitian dan pembahasan,
menurut penelaah terdapat beberapa kesalahan penulisan
karena ada beberapa kalimat yang sama digunakan
berulang oleh penulis dan menurut penelaah hal itu akan
mengurangi kekuatan jurnal penelitian ini. Selain itu,
materi yang ditulis pada bagian pembahasan juga kurang
mendalam.
13 Kesimpulan Setelah menganalisa secara keseluruhan, menurut saya
jurnal penelitian ini secara sistematika sudah cukup
bagus karena penulis telah mengikuti aturan penulisan
yang benar serta memberikan deskripsi yang detail dan
mendalam tentang kasus karena itu merupakan sebuah
keharusan bagi penelitian kuantitatif, dan saran saya
bagi penulis untuk penelitian selanjutnya agar lebih
memperbanyak koleksi kosa kata supaya kalimat yang
ditulis lebih menarik dibaca dan mudah dipahami.
14 Saran dapat dijadikan referensi dalam meningkatkan
kemampuan personal dan profesional guru, dalam
rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pada siswa
sekaligus meningkatkan produktifitas kerja guru; (2)
bagi guru bidang studi hasil penelitian ini dapat
dimanfaatkan dalam pelaksanaan pengajaran yang
merupakan tugas utama untuk meningkatkan kompetensi
personal dan profesional pada saat proses belajar
mengajar di kelas sehingga siswa lebih termotivasi
belajar dan (3) hasil penelitian ini lebih khusus
bermanfaat bagi pengembangan penelitian sejenis untuk
dapat melanjutkan penelitian pada kompetensi guru yang
lainnya
15 Referensi Al-Jada, Ahmad. 2005. Meneladani Kecerdasan Emosi
Nabi. Jakarta: Pustaka Inti.
Arikunto, S. 1993. Manajemen Pengajaran Siswa
Manusiawi.Jakarta; Rineka Cipta.
Bafadal, I. 2003. Seri Manajemen Peningkatan Mutu
Pendidikan Berbasis Sekolah. Peningkatan
Profesionalisme Guru Sekolah Dasar dalam Kerangka
Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.Jakarta:
Bumi Aksara.
Davis, G.A, & Thomas, M.A. 1989. Effective Schools
and Effective Teachers.Boston: Allyn and Bacon Inc.
Delors, J. 1999. Belajar: Harta Karun di Dalamnya.
Unes-co. Komisi Nasional Indonesia Untuk
Unesco.Freiberg:H.J. dan Driscoll. 1992. Universal
Teaching Stra-tegies. Tokyo: Allyn and Bacon.
Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Hamalik, O. 2004. Pendidikan Guru Berdasarkan
Pendekatan Kompetensi.Jakarta: Bumi Aksara.
Joice, Bruce, Weil Marsha. 1996. Models of Teaching
Fifth Edition.Boston: Allyn and Bacon, Inc

2.2 REVIEW JURNAL PEMBANDING


1 Judul Etika dan Nilai-nilai Profesi Kependidikan
2 Jurnal Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
3 Download https://media.neliti.com/media/publications/121500-ID-
etika-dan-nilai-nilai-profesi-kependidik.pdf
4 Volume dan Vol. 6, No. 2, Halaman 1063-1066
Halaman
5 Tahun 2016
6 Penulis Wisnu Subroto
7 Reviewer Ummu Hamidah Khairani
8 Tanggal 24 Februari 2020
9 Abstrak
Penelitian
-Tujuan Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja Etika
Penelitian dan nilai-nilai profesi kependidikan sebagai filsafat yang
ruang lingkupnya adalah masalah nilai baik buruk yang
terjalin dalam hubungan antar manusia, dan sejumlah
aliran-aliran. Serta mengetahui peraturan-peraturan
pendidikan untuk mengembangkan peserta didik.
-Subjek Subjek penelitian dilakukan di lingkungan masyarakat
Penelitian dan di tempat-tempat pendidikan., serta objeknya juga
masyarakat dan pendidik.
-Assesment Data Data yang disajikan lengkap dan jelas, serta real dengan
pengujian yang telah dilakukan. Ditambah pemikiran-
pemikiran dari para ahli tentang etika, pendidikan, dan
nilai-nilai profesi yang harusnya dijalankan oleh setiap
pendidik.
-Kata Kunci etika, pendidikan, nilai-nilai profesi
1 Pendahuluan
0
-Latar Belakang Etika sebagai filsafat yang ruang lingkupnya adalah
dan Teori masalah nilai, baik buruk, yang terjalin dalam hubungan
antar manusia, mempunyai sejumlah aliran. Di antara
aliran-aliran itu terdapat absolut dan relatif idealis,
praktis, pragmatis dan konsekuensiatis serta non-
konsekuensiatis. Masing-masing mempunyai dasar
pijakan sendiri. Meskipun masing-masing dapat diurai
dan dapat diperkirakan bagaimana konsekuensinya bila
dikaitkan dengan pendidikan namun keadaan ini akan
semakin lebih jelas, bila konsep tentang pendidikan
dikupas lebih dahulu. Hal yang semacam ini juga terjadi
pada pembicaraan tentang nilai-nilai profesi
kependidikan.
Oleh karena itu, sebagai pendidik hendaknya kita
mengetahui, memahami dan dapat menerapkan etika dan
nilai-nilai profesi kependidikan. Maka dari itu penulis
mencoba untuk menyusun aliran-aliran pendidikan, etika
pendidikan dan nilai-nilai pendidikan agar
mempermudah pendidik untuk menjadi guru
professional.

1 Metode Metode penelitian yang dilakukan dengan metode Free


1 Penelitian Swelling Test (Uji Pengembangan Bebas).
-Langkah Penelitian pada jurnal ini mengemukakan suatu
Penelitian pendekatan terhadap masalah potensi dan
pengembangan etika, nilai, dan kependidikan yang
berkembang di Indonesia.
Langkah yang dilakukan penulis dalam mengidentifikasi
potensi dan pengembangan etika dan nilai-nilai profesi
kependidikan ialah ia mencoba untuk menjelaskan peran
seorang guru yang profesional dan tanggung-jawab yang
dipertimbangkan untuk guru untuk dapat sepenuhnya
menjalankan tugas dan profesinya sesuai aturan yang
berlaku.
-Hasil penelitian Etika
Etika filsafat tentang nilai, yang secara lebih spesifik
dapat dinyatakan sebagai nilai baik dan buruk
berkenaaan dengan hubungan antara manusia.
Beberapa aturan yang telah disinggung dimuka, dapat
dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
a. Absolut: mempunyai pandangan
bahwa nilai iyu mutlak, tidak berubah, kokoh dan
tidak dapat diganggu gugat.
b. Relatif: mempunyai pandangan
bahwa nilai itu dapat berubah menurut keadaan.
c. Idealis praktis: mempunyai
pandangan adalah sesuatu yang mengandung
cita-cita luhur terutama dalam jangkauan masa
depan
d. Konsekuensiaks dan non-
konsekuensiaks: mempunyai pasangan bahwa
sesuatu dipandang baik bila dapat berujud secara
nyata dalam kehidupan

Pendidikan
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan,
ketrampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang
diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya
melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian atau bisa
juga diartikan bantuan, bimbingan untuk pengembangan
peserta didik seutuhnya,
Bahwa masyarakat secara keseluruhan perlu mendapat
pendidikan dinyatakan dengan: bahwa negara
mencerdaskan kehidupan bangsa bahwa tiap
warganegara berhak mendapat pendidikan.

Refleksi
Pemaparan mengenai konsep pendidikan dan
pembelajaran secara singkat dimuka, yang tersusun
secara filosofis-teoritis diharapkan merupakan gambaran
Das Sollen dan Das Sein.
Rasa percaya ini perlu ditingkatkan lagi, mengingat
bahwa peserta didik mempunyai kemampuan
rekonstruksi. Keberhasilan dalam merekonstruksi
menjadi sumbangan bagi meningkatnya rasa percaya diri
peserta didik.
Penekanan-penekanan berikut ini menunjuk kepada
nilai-nilai yang seyogyanya mendapat perhatian cukup
dari penyandang profesi kependidikan, misalnya guru;
1. Latar belakang kefilsafatan dan pandangan hidup.
Setiap guru perlu menjiwai benar-benar tentang
filsafat dan pandangan hidupnya, seyogyanya semua
sikap dan tingkah lakunya menjadi cerminan dari
nilai dan norma yang dihayati tersebut.
2. Ukuran yang baik dan penting tentang ilmu pada
umumnya, dan yang diampu untuk tugas mengajar
pada khususnya. Ilmu adalah produk dari peradaban
dan akan menjadi landasan dinamika peradaban itu.
Dalam hal ini termasuk pengetahuan.
3. Menghargai adanya kurikulum yang berlaku,
melaksanakan secara sungguh-sungguh dan dimana
perlu memberikan masukan secara teoritis-evaluatif
untuk perbaikan dan pengembangannya.
4. Mempunyai persepsi yang memadai tentang kode
etik guru Indonesia dan menggunakan sebagai
pedoman dengan cermat dan tertib.
1
2 Analisis Jurnal
-Kekuatan Jurnal ini merangkum pendapat dan penelitian dari para
Penelitian ahli sehingga hasil penelitian kuat. Isi dari jurnal ini juga
bersangkut paut terhadap profesi guru dan komponen
guru seperti pedagogic, kepribadian, sosial dan
keprofesionalan dalam mendidik. Pembahasannya juga
lengkap, dari mulai memahami etika profesi pendidikan,
nilai-nilai profesi pendidikan, keadaan pendidikan, serta
refleksi profesi pendidikan.
Jurnal ini juga menyangkutpautkan dampak globalisasi
terhadap pendidikan., serta mengaitkan masalh
pendidikan di lingkungan masyarakat seperti kutipan
dibawah ini :
Masyarakat secara keseluruhan perlu mendapat
pendidikan dinyatakan dengan: bahwa negara
mencerdaskan kehidupan bangsa bahwa tiap
warganegara berhak mendapat pendidikan. Dengan
deskripsi ini menjadi jelaslah bahwa pendidikan di
Indonesia berusaha mewujudkan hak asasi manusia
sesungguh-sungguhnya.
-Kelemahan Menurut pendapat saya kekurangan dari jurnal ini
Penelitian adalah tidak menyampaikan studi kasus secara rinci
tentang permasalahan yang menyangkut dengan etika
dan nilai-nilai profesi pndidikan. Serta tidak adanya
perbandingan antara etika guru yang professional
dengan guru yang tidak professional.
1 Kesimpulan Etika akan menjadi jelas fungsinya bila dikaitkan
3 dengan pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah
holistik, karena pendekatan reduksianistik hendaknya
berangsur ditinggalkan. Lain dari itu agar pendidikan
dapat mengembangkan authority from within perlu
dikembangkan, potensi yang ada pada peserta dicek
secara utuh. Lingkungan yang mendidik perlu
dikembangkan pula, yang dewasa ini telah diwarnai oleh
berbagai kegiatan dan kelembagaan. Lingkungan dengan
berbagai aspeknya perlu ditatap sebagai sasaran dialog.
Semoga semuanya mempunyai peranan demi pendidikan
yang baik. Kesemuanya ini perlu dihayati sebagai
bernilai untuk pengembangan profesi kependidikan.
Pendidikan yang holistik diharapkan menjangkau masa
depan secara realistik.
Oleh karena kode etik guru merupakan pedoman
batin dalam berbuat dalam pendidikan, maka bagi
pendidik atau guru memahami dengan baik. Lebih-lebih
karena dalam pendidikan itu diharapkan adanya
hubungan antar teori dan praktek maka kode etik
dimaksud dapat sekali-sekali ditelaah secara kontekstual
mengenai visibilitasnya.
1 Saran Sebaiknya jurnal ini disusun sistematis cara kerja
4 dan metodologi penelitiannya, ditambah dengan data
grafik atau table yang lebih mendukung kefensianan
jurnal tersebut, serta diperjelas lagi bagaimana cara
penelitian, hasil penelitian dan solusinya agar pembaca
lebih memahami jurnal tersebut.

1 Referensi Conny Semiawan, Relevansi Kurikulum Masa Depan,


5 dalam Sindhunata, Membuka Masa Depan Anak-anak

Kita, (Yogyakarta: Kanisius, 2000).

H.A.R. Tilaar, Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat

Madani Indonesia, (Bandung: Renaja Rasdakarya,

1999).

Imam Barnadib, Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta:

Ghalia Indonesia, 1996).

T. Raka Joni, Memicu Perbaikan Pendidikan Melalui

Kurikulum Dalam Kerangka Pikir Desentrasisasi, dalam

Sindhunata, Membuka Masa Depan Anak-anak Kita,

(Yogyakarta: Kanisius, 2000).

Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan,

(Yogyakarta: Bigraf Publisting, 2000).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil kritikan diatas dapat saya simpulkan bahwa jurnal tersebut termasuk kategori
jurnal yang baik meskipun hanya orang orang tertentu yang dapat memahaminya karena memang
jurnal ini ditujukan kepada orang orang yang mengerti dibidang yang diteliti. Jurnal ini layak
untuk dipelajari dan penyampaiannya baik, namun setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan
sama halnya seperti jurnal ini, dalam setiap pekerjaan pasti ada satu atau dua kesalahan yang
perlu ditelaah lebih dalam lagi sehingga dapat menjadi lebih baik lagi.

3.2 Saran
Saran saya adalah penulis diharapkan dapat mengembangkan jurnal ini menjadi lebih baik
sehingga lebih menarik peminat pembaca. Kekurangan yang telah disampaikan sekiranya dapat
diminimalisir sehingga jurnal ini menjadi lebih baik.

16